Makalah Akuntansi Internasional Akuntansi Komparatif Di Asia

Oleh Fracilia Anggraini

17 tayangan
Bagikan artikel

Transkrip Makalah Akuntansi Internasional Akuntansi Komparatif Di Asia

MAKALAH AKUNTANSI INTERNASIONAL
AKUNTANSI KOMPARATIF DI ASIA

Dosen :
IGP Ratih A,Ak.,CA.,MM
Nama Kelompok :
1. Lucki Haryanti

NIM 15630021

2. Fracilia Anggraini

NIM 15630017

3. Yanufik Wulandari

NIM 14630013

4. Nilma Puspita Sari

NIM 15630012

5. Putri Dwi Maharani

NIM 15630025

Fakultas Ekonomi
Jurusan Akuntansi
Universitas Borobudur Jakarta
Tahun Ajaran 2018/2019

KATA PENGANTAR
Assalamualaikum wr.wb
Puji dan syukur kita panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa serta sholawat dan
salam junjungan kita kepada Nabi Muhammad SAW yang telah memberikan rahmat serta
hidayah kepada kami semua sehingga kami senantiasa diberikan kesehatan dan petunjuk
untuk

membuat

makalah

ini

sebagai

tugas

akuntansi

Internasional,

dan

dapat

menyelesaikannya dengan waktu yang tepat.
Terimakasih kami ucapkan kepada narasumber yang membantu tugas kami serta
beberapa referensi yang telah menyajikan data-data sehingga membuat tugas kami dapat
terselesaikan. Serta tidak lupa kami ucapkan syukur kepada Dosen mata kuliah akuntansi
Internasional kami yang telah memberikan kami tugas sehingga pengetahuan yang kami
dapat menjadi lebih luas lagi, besar harapan kami agar tugas kami mendapat nilai terbaik.
Jika dalam pembuatan makalah ini terdapat kesalahan mohon dimaklumi karena kami
sedang dalam proses belajar.
Wassalamualaikum wr.wb
Jakarta,November 2018
Hormat kami,

Penyusun

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR.................................................................................................................i
DAFTAR ISI..............................................................................................................................ii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang..................................................................................................................3
1.2 Perumusan
Masalah..........................................................................................................3
1.3 Tujuan Penulisan...............................................................................................................4
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.1. Sistem Akuntansi yang Dianut di Negara Jepang............................................................5
2.2. Sistem Akuntansi yang Dianut di Negara Cina.................................................................7
2.3. Sistem Akuntansi yang Dianut di Negara Taiwan.............................................................8
2.4 Sistem Akuntansi yang Dianut di Negara India................................................................10
BAB III KESIMPULAN
3.1 Kesimpulan......................................................................................................................17
BAB IV PENUTUP.................................................................................................................18
DAFTAR PUSTAKA

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Di Asia Jepang menjadi negara dengan perekonomian tertinggi kedua serta menjadi
rumah untuk bisnis-bisnis terbesar dunia. Negara tersebut merupakan pendiri Komite
Standar Akuntansi Internasional (International Accounting Standards committee),
sekarang

menjadi

Dewan

Standar

Akuntansi

Internasional

(IASB- International Accounting Standards Board), dan mereka juga memiliki peraturan
utama dalam menjalankan agenda IASB. Sebagai tambahan, kedua lembaga pengatur
standar tersebut memiliki komitmen untuk memusatkan prinsip akuntansi umum berlaku
nasional (GAAP-national generally accepted accountingprinciples) dengan Standar
Laporan Keuangan Internasional (IFRS-International FinancialReporting Standards).
Hubungan politik dan ekonomi memberikan pengaruh yang cukup besar terhadap
sistem akuntansi kelima negara yaitu: Jepang, Meksiko, Cina dan India. India
merupakan salah satu bagian Britania Raya. India juga mengadopsi sistem akuntansi
dari Britania Raya. Cina, efek dari dasar ekonomi dan politik cenderung lebih
antisipatoris dari pada historikal. Untuk sistem akuntansinya yang baru, Cina mengikuti
standar IFRS dengan harapan agar dapat lebih baik dalam berhubungan dengan
investor asing yang sangat vital dalam rencana pengembangan perekonomian mereka.

1.2 Rumusan Masalah
1) Bagaimana pelaporan keungan tersebut diwajibkan dan dipaksa pada negara-negara
Asia: Jepang, Taiwan, Cina dan India?
2)

Apa persamaan dan perbedaan yang penting antar-sistem akuntansi di negara
tersebut?

3) Bagaimana mekanisme pengawasan audit pada negara tersebut?
4) Apakah perbedaan antara dasar-dasar prinsip dan dasar-dasar aturan dari standar
akuntansi?

1.3 Tujuan Penelitian
1) Memahami bagaimana pelaporan keungan tersebut diwajibkan dan dipaksa pada
negara-negara Asia: Meksiko, Jepang, Cina dan India.
2) Menjelaskan persamaan dan perbedaan yang penting antar-sistem akuntansi di
negara tersebut.
3) Mendeskripsikan mekanisme pengawasan audit pada negara tersebut.
4) Menjelaskan perbedaan antara dasar-dasar prinsip dan dasar-dasar aturan dari
standar akuntansi.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
LIMA SISTEM AKUNTANSI KEUANGAN NASIONAL

2.1 JEPANG
Pembukuan dan laporan keuangan Jepang menggambarkan adanya percampuran
dari pengaruh domestik dan internasional. Untuk memahami akuntansi di Jepang,
seseorang harus memahami budaya, praktik usaha dan sejarah Jepang. Dua agensi
pemerintahan yang terpisah memiliki tanggung jawab regulasi akuntansi, dan terdapat
pengaruh yang lebih jauh lagi dari undang-undang pajak penghasilan perusahaan
Jepang.
Perusahaan Jepang memiliki ketertarikan ekuitas tersendiri, dan sering kali
bergabung dengan firma milik pribadi yang lain. Keterhubungan daerah investasi industri
konglomerat raksasa ini disebut kieretsu. Modal usaha kieretsu ini sedang dalam
perubahan seiring dengan reformasi structural yang dilakukan Jepang untuk mengatasi
stagnasi ekonomi. Krisis keuangan yang mengikuti “pergerakan ekonomi” Jepang juga
disebabkan oleh review standardisasi laporan keuangan Jepang. Sebagai contoh:
a) Hilangnya konsolidasi standardisasi menyebabkan adanya perusahaan Jepang yang
menutupi kerugian operasional dalam usaha gabungan. Investor tidak dapat melihat
apakah kegiatan operasional perusahaan sepenuhnya benar-benar menguntungkan.
b) Kewajiban pensiun dan pesangon hanya diakui sekitar 40% dari jumlah pinjaman
karena hal itu merupakan batas pengurang pajak mereka. Hal ini mengarah pada
praktik rendahnya kewajiban pensiun.
c) Pemegang saham dibebani biaya, bukan berdasarkan harga pasar. Dibuat untuk
mempertegas kohesi dari keiretsu, sehingga saham silang sangatlah luas.
Perusahaan menahan mereka yang rugi, akan tetapi menjual mereka yang untung
untuk mendapatkan laba.
Regulasi dan Penegakan Aturan Akuntansi
Pemerintah nasional masih memiliki pengaruh paling signifikan terhadap akuntansi di
Jepang. Regulasi akuntansi didasarkan pada tiga UU : Hukum Komersil, UU Pasar
Modal dan UU Pajak Penghasilan. Hukum ini disebut sebagai “ sistem hukum segitiga”.
Berdasarkan Hukum Komersial, laporan keuangan dan skedul pendukung bagi
perusahaan berukuran kecil dan menengah harus diaudit hanya oleh auditor wajib.
Auditor wajib tidak perlu memiliki kualifikasi professional dan dipekerjakan oleh

perusahaan secara 7 purna waktu.Audit wajib memiliki focus utama pada tindakan –
tindakan manajemen yang diambil oleh para direktur dan melakukan tugasnya sesuai
dengan aturan hukum.
Penetapan standar akuntansi di Jepang terjadi pada tahun 2001 dengan
pembentukan Badan Standar Akuntansi Jepang dan lembaga pengawas yang terkait
dengannya yang dikenal dengan Lembaga Standar Akuntansi Keuangan.Sebagai
organisasi sektor swasta yang independen ASJB diharapkan agar menjadi lebih kut dan
lebih transparan dan tidak terpengaruh oleh tekanan politik dan bertujuan khusus. ASJB
juga bekerja sama dengan IASB dalam mengembangkan IFRS.
Pelaporan Keuangan
Perusahaan yang didirikan menurut Hukum Komersial diwajibkan untuk menyusun
laporan wajib yang harus mendapat persetujuan dalam rapat tahunan pemegang saham,
yang berisi hal – hal berikut:


Neraca



Laporan Laba Rugi



Laporan Usaha



Proposal atas Penentuan Penggunaan (apropriasi) Laba Ditahan



Skedul Pendukung

Pengukuran Akuntansi
Hukum Komersial mewajibkan perusahaan – perusahaan besar untuk menyusun
laporan konsolidasi.


Akun perusahaan secara terpisah merupakan dasar bagi laporan konsolidasi dan
umumnya prinsip akuntansi yang sama digunakan untuk keduanya.



Anak perusahaan dikonsolidasikan jika induk perusahaan secara langsung dan tidak
langsung mengendalikan kebijakan keuangan dan operasionalnya.



Goodwill diukur menurut dasar nilai wajar aktiva bersih yang diakuisisi dan
diamortisasi selama maksimum 20 tahun.



Metode ekuitas digunakan untuk investasi pada perusahaan afiliasi ketika induk dan
anak perusahaan memiliki pengaruh signifikan terhadap kebijakan keuangan dan
operasionalnya.



Persediaan dinilai sebesar nilai yang lebih rendah antara biaya atau pasar, namun
biaya yang paling banyak digunakan.



Biaya penelitian dan pengembangan dibebankan pada saat terjadinya.

2.2 Cina
Akuntansi di Cina memiliki sejarah panjang. Berfungsinya akuntansi dalam hal
pertanggungjawaban dimulai pada masa Dinasti Hsiu dan sejumlah dokumen
menunjukkan

bahwa

akuntansi

digunakan

untuk

mengukur

kekayaan

dan

membandingkan pencapaian dikalangan bangsawan.
Karakteristik utama akuntansi di Cina saat ini berasal dari pendirian Republik Rakyat
Cina yang menerapkan suatu perekonomian terencana yang sangat terpusat, yang
mencerminkan prinsip – prinsip Marxisme dan pola – pola yang dianut Uni Soviet.
Regulasi dan Penegakan Aturan Akuntansi
Komite Standar akuntansi Cina bertanggungjawab untuk mengembangkan standar
akuntansi. Proses penetapan standar ini mencakup pembagian tugas melakukan
penelitian kepada sejumlah gugus tugas. Anggota CASC terdiri dari para ahli yang
berasal dari kalangan akademisi, dan kelompok – kelompok utama lainnya yang
berhubungan dengan 19 perkembangan akuntansi di Cina. CASC telah menerbitkan
standar akuntansi terhadap masalah – masalah seperti laporan arus kas, restrukturisai
utang, pendapatan, transaksi nonmoneter, kontijensi dan sewa guna usaha.
Pelaporan Keuangan
Laporan keuangan terdiri dari :



Neraca



Laporan laba Rugi



Laporan Arus kas



Catatan atas laporan keuangan



Penjelasan kondisi keuangan
Laporan tambahan diwajibkan untuk mengungkapkan penurunan nilai aktiva,

perubahan direktur permodalan daan penyisihan laba. Laporan keuangan harus
dikonsolidasikan, bersifat komparatif, dalam bahasa Cina dan dinyatakan dalam mata
uang Cina, renmibi. Laporan keuangan tahunan harus diaudit oleh seorang CPA Cina.
Pengukuran Akuntansi



Metode akuisisi (pembelian) digunakan untuk mencatat penggabungan usaha.



Goodwill harus dihapusbukukan selama tidak lebih dari 10 tahun.



Konsolidasi proporsional digunakan untuk usaha patungan.



Akun – akun anak perusahaan dikonsolidasikan apabila kepemilikan melebihi 50%
dan atau terdapat kekuatan untuk mengendalikan.



Biaya historis merupakan dasar untuk menilai aktiva berwujud, revaluasi aktiva tidak
diperkenankan.



Aktiva berwujud didepresiasikan selama perkiraan masa manfaat, umumnya sengan
metode garis lurus.



Metode depresiasi dipercepat dan unit produksi juga diperbolehkan.



Persediaan dinilai sebesar yang lebih rendah anatara biaya perolehan atau nilai
pasar dan metode FIFO, LIFO dan rata – rata tertimbang merupakan yang
diperbolehkan.



Aktiva tidak berwujud yang dibeli juga dicatat berdasarkan harga perolehannya dan
diamortisasi selama masa manfaat.



Aktiva tidak berwujud juga dicatat berdasarkan biaya dan diamortisasi selama tidak
lebih dari 10 tahun.



Perusahaan yang memperoleh hak untuk menggunakan tanah dan hak property
industrial menyajikannya sebagai aktiva tidak berwujud.



Penelitian dan pengembangan boleh dikapitalisasikan jika terkait dengan proyekproyek yang telah berhasil diselesaikan dan mampu menghasilkan pendapatan
dimasa yang akan datang.

2.3 Taiwan
Taiwan memiliki perekonomian yang dinamis dengan penguranan tuntunan
pemerintah atas investasi dan perdagangan luar negeri secara perlahan – lahan.
Meskipun perusahaan Taiwan kebanyakan perusahaan kecil, namun Taiwan merupakan
perekonomian terbesar ke -17 di dunia. Pengaruh Amerika Serikat kepada Taiwan
dalam hal akuntansi juga kuat. Pelaporan keuangan auditing dan aspek – aspek lain
akuntansi di Taiwan mirip dengan yang ditemui di Amerika Serikat. Namun kini telah
mulai melangkah untuk menyatu dengan IAS / IFRS.
Regulasi dan Penegakan Aturan Akuntansi
Hukum akuntansi komersial yang diamandemen pada tahun 1987, mengatur
catatan akuntansi dan laporan keuangan di Taiwan. Hukum ini berlaku bagi perusahaan
– perusahaan yang didirikan berdasarkan hukum perusahaan dan aturan bisnis kecuali
untuk persekutuan kecil atau perusahaan perseorangan. Hukum tersebut menetapkan
bahwa catatan akuntansi harus disimpan dan mengatur bentuk provisi dasar laporan
keuangan, catatan dan pengungkapan lainnya. Standar akuntansi ditetapkan oleh

komite standar akuntansi keuangan dari lembaga pengembangan dan penelitian
akuntansi untuk meningkatkan level studi akuntansi, memajukan perkembangan standar
akuntansi dan auditing serta membantu perusahaan industry dan komersial untuk
memperbaiki sistem akuntansinya. FASC yang didirikan pada tahun 1984 mengikuti
proses pemeriksaan yang sama dengan FASC AS. Sebelum mengeluarkan standar
FASB menyusun draft sementara, meminta opini dari pihak – pihak terkait,
menyelenggarakan dengan pendapat umum jika diperlukan, dan menyusun revisi draft
sementara.
Pelaporan Keuangan
Hukum akuntansi komersil mewajibkan laporan keuangan berikut ini:



Neraca



Laporan Laba Rugi



Laporan Perubahan Ekuitas Pemilik



Laporan Arus Kas



Catatan
Catatan harus mengungkapkan informasi berikut ini :

a. Ringkasan kebijakan akuntansi yang signifikan.
b. Alasan – alasan perubahan atas kebijakan akuntansi dan pengaruhya terhadap
laporan keuangan.

c. Hak kreditor terhadap aktiva tertentu.
d. Komitmen dan kewajiban kontijensi yang berjumlah material.
e. Pembatasan dan pembagian laba.
f. Peristiwa penting yang berkaitan dengan ekuitas pemilik.
g. Peristiwa setelah tanggal neraca yang penting.
h. Pos – pos lain yang memerlukan penjelasan untuk menghindari kesan
kesalahpahaman atau yang memerlukan klarifikasi untuk membantu dalam
menyajikan laporan keuangan secara wajar.
Selain hal diatas laporan keuangan harus komparatif dan periode fiscal haruslah
tahun kalender. Laporan keuangan yang diaudit oleh CPA diwajibkan untuk perusahaan
milik publik / bukan public yang lebih besar. Perusahaan yang dijalankan oleh
pemerintah diaudit oleh pemerintah dan perusahaan yang sahamnya tercatat pada
bursa efek harus memberikan laporan keuangan tengah tahun, laporan keuangan
kuartalan yang direview oleh CPA dan laporan penjualan tahunan.

Pengukuran Akuntansi



Laporan keuangan konsolidasi diwajibkan ketika sebuah perusahaan mengendalikan
entitas lain, umumnya dengan kepemilikan lebih dari 50 persen.



Metode pembelian diwajibkan untuk penggabungan usaha.



Metode penyatuan kepemilikan tidak digunakan.



Aktiva dialihkan berdasarkan nilai bukunya meskipun dapat disesuaikan karena nilai
pasar yang lebih tinggi.



Goodwill umumnya dikapitalisasi dan diamortisasikan selama paling lama 20 tahun.



Metode ekuitas digunakan apabila terdapat kepemilikan di perusahaan lain sebesar
20% atau lebih.



Translasi mata uang asing konsisten dengan Standar Akuntansi Internasional 21 dan
SFAS AS No. 52.



Neraca perusahaan asing yang independen dari induk perusahaannya ditranslasikan
berdasarkan kurs akhir tahun dan laporan laba rugi ditranslasikan berdasarkan kurs
rata – rata.



Aktiva tetap termasuk tanah dan SDA dan aktiva tidak berwujud dapat direvaluasi.



Persediaan dinilai sebesar yang lebih rendah anatara biaya perolehan atau nilai
pasar dan metode FIFO, LIFO dan rata – rata tertimbang merupakan asumsi arus
biaya yang diperbolehkan.

2.4 INDIA
Masyarakat India telah memiliki peradaban lebih dari 5000 tahun. Urbanisasi besarbeasran didasari oleh perniagaan dan perdagangan pertanian mulai di Lembah Sungai
Indus (di barat laut) sekitar 3000 SM.
Perekonomian Eropa mulai bersaing dengan India setelah Portugis tiba pada tahun
1498. Dari tahun 1497 sampai akhir 1970-an, ekonomi India digolongkan dengan
bergaya program sosialis pemerintah terpusat dan industry pengganti barang impor.
Produksi ekonomi telah berubah dari pertanian, kehutanan, perikanan, dan manufaktur
tekstil dengan beragam industri berat dan transportasi. Akan tetapi, kurangnya
persaingan berakibat pada rendahnya kualitas produk dan inefisiensi dalam produksi.
Menghadapi krisis ekonomi, pemerintah mulai melaksanakan ekonomi terbuka pada
tahun 1991. Reformasi ekonomi pasar diadopsi sejak saat itu, termasuk privatisasi
industri pemerintah, pembebasan investasi asing dan rezim bursa, pengurangan tarif
dan hambatan perdagangan lainnya, perubahan dan modernisasi sektor keuangan,
penyesuaian kekuasaan pemerintah secara signifikan dan kebijakan fiskal, serta

penjagaan hak intelektual. Akan tetapi, sebagian besar industri berat masih dimiliki
pemerintah, dan tarif tinggi serta membatasi investasi asing langsung terjadi. Sektor jasa
telah terbukti menjadii sektor India yang paling dinamis pada saat itu, dimana
telekomunikasi dan teknologi informasi memiliki pertumbuhan yang pesat.
Pertumbuhan ekonomi berikutnya dibatasi oleh infrastruktur yang tidak memadai,
hambatan birokrasi dan birokrasi berlebihan, kekakuan buruh pasar, dan korupsi.
Infrastruktur yang kurang bisa diandalkan dan kurang bisa digunakan khususnya listrik,
dipandang oleh banyak kalangan sebagai salah satu terobosan yang paling penting
untuk pertumbuhan masa depan. Birokrasi berlebihan juga membebankan biaya yang
besar pada bisnis di berbagai bagian Negara. Pada akhirnya, hukum buruh
membebankan biaya ekstra- sebagai contoh, sogokan kepada inspektur. Perubahan
yang dimulai 1991 telah memutus kendali birokrasi dan mendorong terciptanya pasar
yang paling kompetitif. Kebanyakan pengamat sepakat bahwa perubahan lebih jauh dan
investasi modal tambahan dalam infrastruktur dibutuhkan supaya India menjadi pemain
ekonomi terpandang.
Regulasi dan Pelaksanaan Akuntansi
Pengaruh bangsa Inggris meluas pada akuntansi: pelaporan keuangan ditujukan
pada saat presentasi wajar dan ada profesi akuntansi independen yang mengatur
standar akuntansi dan proses audit. Dua sumber utama standar akuntansi keuangan di
India adalah lembaga hukum dan profesi akuntansi. Penetapan lembaga pertama diatur
dalam UU tahun 1857, dan hukum pertama berhubungan dengan pemeliharaan dan
pemeriksaan catatan akuntansi yang telah dilaksanakan tahun 1866, bersamaan dengan
kualifikasi resmi auditor pertama. Keduanya berlandaskan hukum inggris.
Akta perusahaan 1956 diatur dan diperbarui oleh agen pemerintah, Departemen
Urusan Perusahaan. Akta tersebut menyediakan cara kerja yang luas yang disebut kitab
akuntansi dan persyaratan untuk sebuah audit. Menurut akta, kitab akuntansi:



Harus memberikan sudut pandang yang adil dan sebenarnya menyangkut status
urusan perusahaan.



Harus tetap pada basis akrual sesuai dengan sistem akuntansi pencatatan ganda.
Akta ini mewajibkan neraca yang telah diaudit dan akun laba-rugi telah

ditandatangani oleh jajaran direktur. Laporan tambahan direktur harus memuat status
urusan perusahaan, ketetapan materinya, rekomendasi dividen, dan informasi penting
lainnya guna memahami sifat bisnis perusahaan dan anak perusahaan.
Dewan Akuntansi Standar- Accounting Standards Board menerbitkan Indian
Accounting Standards(AS), dan Dewan Audit dan Asuransi Standar- Auditing and

Assurance Standards Board menerbitkan Auditing Assurance Standards(AAS). AS
menurut undang-undang berwenang , dan AAS adalah prasyarat untuk praktik proses
audit. Institut diawasi oleh Departemen Urusan Perusahaan. Tahun 2006, pemerintah
mengumumkan bahwa hal itu cenderung untuk memperkenalkan legislasi baru
perusahaan

yang

menyerahkan

AS

dengan Internation

Financial

Reporting

Standards. Institut menentukan tugas untuk mempelajari kemungkinan untuk memakai
IFRS secara penuh, tanpa modifikasi, seperti AS.
Ada 22 saham di India, yang paling tua adalah Mumbai( Bombay) bursa saham,
didirikan pada tahun1875 dan sekarang terdaftar lebih dari 6000 saham. Ketentuan agen
yang mengawasi fungsi pasar modal adalah Securities and Exchange Board of India
(SEBI), agen departemen keuangan yang dibentuk tahun 1988 dan diberi kewenangan
secara hukum tahun 1992. Pada garis besarnya, pembukuan dan pengungkapan
kebutuhan bagi perusahaan terdaftar sama dengan mereka yang ada di AS.
Pelaporan Keuangan
Laporan keuangan India itu terdiri dari :



Neraca dua tahun



Laporan laba rugi



Laporan arus kas



Kebijakan akuntansi dan catatan
Bagi perusahaan yang tidak terdaftar hanya menyiapkan laporan intinya saja, akan

tetapi bagi perusahaan yang terdaftar harus menyiapkan laporan gabungan dan laporan
inti. Bukan laporan ekuits pemegang saham maupun laporan laba menyeluruh yang
diminta. Perusahaan yang terdaftar pada pasar modal juga harus menyediakan diskusi
dan analisis manajemen yang mencakup semua topic seperti halnya strukttur industri
dan pengembangannya, kesempatan dan ancamanyang dihadapi oleh perusahaan,,
kendali internal, dan risiko yang mempengaruhi performa bisnis atau produk.
Perusahaan yang terdaftar juga harus menyediakan laporan keuangan triwulan.
Pengukuran Akuntansi
Anak perusahaan digabungkan ketika induk perusahaan memiliki saham lebih dari
setengah

kemampuan voting atau

mengontrol

pengaturan

komposisi

dewan

direktur.tidak ada standar pembukuan untuk penggabungan usaha, tetapi kebanyakan
dari mereka dihitung sebagai pembelian. Akan tetapi, metode penyatuan bunga
(pooling) digunakan

bagi

perusahaan

merger(amalgamations).

Goodwill berbeda

diantara perhitungan yang ada dan hasil jumlah asset dan hutang yang diperoleh.

Praktik yang seragam antara goodwill yang tidak diamortisasi sudah berlangsung lebih
dari 10 tahun. Goodwilljuga dikaji ulang untuk penurunan nilainya. Penggabungan yang
proporsional digunakan untuk kesatuan kendali gabungan (usaha gabungan/ joint
venture). Metode ekuitas digunakan pada akun afiliasi- terhadap entitas yang memiliki
pengaruh yang signifikan namun bukan kendali..
Penyesuaian pertukaran mata uuang dalam laporan keuangan untuk usaha asing
bergantung pada apakah kesatuan (induk) laporan perusahaan itu integral atau non
integral. Aset dan utang usaha non integral asing disesuaikan pada penurunan nilai
tukar pendapatan dan beban disesuaikan dengan nilai tukar pada tanggal transaksi dan
menghasilkan penukaran yang berbeda yang dikaumulsi dalam nilai tukar mata uang
asing yang dicadangkan pada neraca. AS tidak memiliki ketentuan untuk hiperinflasi
perekonomian anak perusahaan.
Asset tetap nilai baik dalam harga perolehan atau harga wajar. Revaluasi harus
diterapkan pada keseluruhan golongan aset tetap, tapi tidak ada persyaratan yang
menyatakan bahwa revaluasi bisa dilakukan dalam interval beraturan. Depresiasi
dialokasikan secara berkala terhadap penggunaan asset. Jika asset direvaluasi,
depresiasi didasari oleh jumlah yang direvaluasi. Asset tidak berwujud biasanya
diamortisasi lebih dari 10 tahun. Goodwill yang dihasilkan dari dalam atau asset tidak
berwujud lainnya( contoh, merek dagang) tidak diakui sebagai asset. Biaya penelitian
dibebankan saat terjadinya, namun biaya pengembangan mungkin bisa ditangguhkan
jika kelayakan produk atau proses telah diperlihatkan dan biaya pemulihan masuk akal.
Biaya persediaan dihitung lebih rendah atau lebih bersih yang dapat dicapai. FIFO dan
rata-rata adalah metode arus kas yang bisa diterima.
Sewa pembiayaan dikapitalisasi dalam nilai lancar pasar dan didepresiasi terhadap
masa penggunaan sewa. Sewa operasional dicatat sebagai biaya dengan metode garis
lurus selama masa sewa. Biaya imbalan pasca kerja pegawai dihitung ketika pegawai
mendapatkan bukan ketika dibayar. Kerugian bersyarat disediakan ketika mungkin
terjadi dan nilai yang diestimasi tersebut bisa tercapai. Pajak tangguhan dan kewajiban
tidak dikurangi dengan nilai sekarang.

Perbedaan Praktek Akuntansi Dengan Standar Yang Ditentukan
Harmonisasi dan Konvergensi Akuntansi Internasional
Di dalam akuntansi keuangan dikenal adanya standar yang harus dipatuhi dalam
pembuatan laporan keuangan. Standar tersebut diperlukan karena banyaknya pengguna
laporan keuangan, bahkan untuk satu laporan keuangan yang sama. Jika tidak terdapat
standar, perusahaan dapat saja menyajikan laporan keuangan yang mereka miliki sesuai

dengan kehendak mereka sendiri. Hal ini akan menjadi masalah bagi pengguna karena
akan menyulitkan bagi mereka untuk memahami laporan keuangan yang ada.
Standar yang ada untuk akuntansi keuangan dibuat oleh dewan standar di
masingmasing negara. Dewan standar tersebut menyusun standar akuntansi yang berlaku
di dalam negara tersebut dan dipakai oleh entitas yang ada di negara tersebut juga. Karena
standar akuntansi dibuat dan disusun oleh masing-masing dewan standar di tiap negara,
standar akuntansi antara satu negara dengan negara lain sangat mungkin berbeda.
Saat ini, ketika dunia bisnis dapat dikatakan hampir tanpa batas negara, sumber daya
produksi (misal uang) yang dimiliki oleh seorang investor di satu negara tertentu dapat
dipindahkan dengan mudah dan cepat ke negara misalnya melalui mekanisme bursa
saham. Tentu saja akan timbul suatu masalah ketika standar akuntansi yang dipakai di
negara tersebut berbeda dengan standar akuntansi yang dipakai di negara lain. Investor dan
kreditor serta calon investor dan calon kreditor akan menemui banyak kesulitan dalam
memahami laporan keuangan yang disajikan dengan standar yang berbeda-beda.
Harmonisasi merupakan proses untuk meningkatkan kompatibilitas (kesesuaian)
praktik akuntansi dengan menentukan batasan-batasan seberapa besar praktik-praktik
tersebut dapat beragam. Standar harmonisasi ini bebas dari konflik logika dan dapat
meningkatkan komparabilitas (daya banding) informasi keuangan yang berasal dari berbagai
negara.
Upaya untuk melakukan harmonisasi standar akuntansi telah dimulai jauh sebelum
pembentukan Komite Standar Akuntansi Internasional pada tahun 1973. Baru-baru ini,
sejumlah perusahaan yang berusaha memperoleh modal di luar pasar Negara asal dan para
investor yang berusaha untuk melakukan diversifikasi investasi secara internasional
menghadapi masalah yang makin meningkat sebagai akibat dari perbedaan nasional dalam
hal akuntansi, pengungkapan, dan audit.
Terkadang orang menggunakan istilah harmonisasi dan standarisasi seolah-seolah
keduanya memiliki arti yang sama. Namun berkebalikan dengan harmonisasi, secara umum
standarisasi berarti penetapan sekelompok aturan yang kaku dan sempit dan bahkan
mungkin penerapan satu standar atau aturan tunggal dalam segala situasi. Standarisasi
tidak mengakomodasi perbedaan-perbedaan antarnegara, dan oleh karenanya lebih sukar
untuk diimplemntasikan secara internasional. Harmonisasi jauh lebih fleksibel dan terbuka,
tidak menggunakan pendekatan satu ukuran untuk semua, tetapi mengakomodasi beberapa
perbedaan dan telah mengalami kemajuan yang besar secara internasional dalam tahuntahun terakhir.
Komparabilitas informasi keuangan merupakan konsep yang lebih jelas daripada
harmonisasi. Informasi yang dihasilkan dari system akuntansi, pengungkapan dan atau audit
yang berbeda dapat dibandingkan jika memiliki kemiripan dalam cara dimana para

pengguna laporan keuangan dapat membandingkannya tanpa perlu membiasakan diri
dengan lebih dari satu system.
Harmonisasi akuntansi mencakup harmonisasi:

1) Standar akuntansi (yang berkaitan dengan pengukuran dan pengungkapannya).
2) Pengungkapan yang dibuat oleh perusahaan-perusahaan publik terkait dengan
penawaran surat berharga dan pencatatan pada bursa efek.

3) Standar audit
Keuntungan harmonisasi internasional:


Bahasa, Mereka yang menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa Ibu mungkin
merasa beruntung bahwa Inggris menjadi bahasa kedua yang sangat banyak digunakan
di seluruh dunia.



Harmonisasi perpajakan an sistem jaminan social, Keuntungan. Kalangan usaha akan
mengalami manfaat yang cukuo besar dalam perencanaan, biaya sistem dan pelatihan,
dan sebagainya dari harmonisasi.

Kerugian harmonisasi internasional:
Perpajakan dan sistem jaminan sosial memiliki pengaruh yang kuat terhadap efisiensi
ekonomi. Sistem yang berbeda memiliki pengaruh yang berbeda. Kemampuan untuk
membandingkan cara kerja pendekatan yang berbeda di negara yang berbeda
menyebabkan negara-negara mampu melakukan peningkatan sistem mereka masingmasing. Negara-negara saling berkompetisi dan kompetisi memaksa mereka untuk
mengadopsi sistem yang efisien melalui beroperasinya semacam kekuatan pasar.
Persetujuan atas sistem perpajakan yang satu akan menjadi seperti pendirian kartel dan
akan menghilangkan manfaat yang akan diperoleh dari kompetisi antar negera.
Sebuah tulisan yang terbaru juga mendukung adanya GAAP global yang
terharmonisasi. Manfaatnya:


Pasar modal menjadi global dan modal investasi dapat bergerak di seluruh dunia tanpa
hambaran berarti. Standar pelaporan keuangan berkualitas tinggi yang digunakan
secara konsisten di seluruh dunia akan memperbaiki efisiensi alokasi modal.



Investor dapat membuat keputusan investasi yang lebih baik, portofolio akan lebih
beragam dan risiko keuangan berkurang.



Perusahaan-perusahaan dapat memperbaiki proses pengambilan keputusan strategi
dalam bidang merger dan akuisisi.

Gagasan terbaik yang timbul dari aktivitas pembuatan standar dapat disebarkan dalam
mengembangkan standar global yang berkualitas tinggi.
Untuk mencegah munculnya permasalahan-permasalahan yang diakibatkan adanya
perbedaan dalam standar akuntansi yang digunakan oleh berbagai negara, Dewan Komite
Standar Akuntansi Internasional (Board of IASC) yang didirikan pada tahun 1973
mengeluarkan standar akuntansi internasional (IAS). Keluarnya IAS tersebut diikuti dengan
beberapa intepretasi tentang IAS dalam bentuk SIC (Standing Intepretation Committee).
Perkembangan selanjutnya adalah IASC membentuk IASC Foundation. Melalui IASC
Foundation tersebut pengembangan standar akuntansi dan standar pelaporan memasuki
tahap baru. Tahapan baru dalam pengembangan standar akuntansi dan pelaporan tersebut
adalah dengan dibentuknya beberapa badan yang ada di bawah IASC Foundation.
Beberapa badan bentukan IASC Foundation adalah:
1) IASB (International Accounting Standard Board)
IASB

berperan

dalam

menerbitkan

standar

akuntansi

yang

baru

dengan

meperhatikan masukan dari SAC.
2) IFRIC (International Financial Reporting Committee)
IFRIC berperan memberikan inteprestasi atas standar yang dikeluarkan oleh IASB.
3) SAC (Standard Advissory Committee).
Langkah IASB selain menerbitkan standar baru adalah merevisi dan mengganti standarstandar lama yang telah ada sebelumnya. Standar-standar yang dikeluarkan oleh IASB
tersebut kemudian diberi nama IFRS (Internastional Financial Reporting Standard). IFRS
dapat berisi standar yang menggantikan standar yang sebelumnya atau standar yang
memang benar-benar baru.
Standar tersebut, IFRS dan IAS, menjadi acuan atau diadopsi langsung oleh para
penyusun standar di tiap-tiap negara yang ingin merevisi standar mereka agar sesuai
dengan standar yang berlaku secara internasional. Standar yang telah dibuat oleh penyusun
standar tersebut, yang mungkin telah mengacu pada IFRS dan IAS, kemudian dijadikan
sebagai pedoman dalam pencatatan akuntansi bagi perusahaan-perusahaan yang berada
dalam wilayah berlakunya standar tersebut.

BAB IV
4.1 Kesimpulan
Kesimpulan dari penulisan ini yaitu :
1. India merupakan Negara kapitalis akan tetapi dengan tekanan pemerintah pusat
serta kepemilikan pemerintah terhadap industri-industri penting.
2. Sedangkan pada area cina adalah yang terbesar dibandingkan dengan Negara lain.
Perbandingan yang mencolok lainnya adalah pada nilai produk domestik kotor (GDPgross domestic product) per kapita dan sektor.
3. Jepang juga memiliki perekonomian yang maju seperti yang terlihat oleh nilai GDP
(secara absolute dan per kapita serta sektor) serta kapitalisasi stok pasar. Jepang
juga merupakan rekan dagang utama Cina.

BAB IV
PENUTUP

Demikian yang dapat kami paparkan mengenai materi yang telah menjadi
pokok bahasan dalam makalah ini. Tentunya masih banyak kekurangan serta
kelemahan dikarenakan terbatasnya pengetahuan dan kurangnya sumber atau
referensi yang berkaitan dengan proses penyusunan makalah ini.
Harapan kami dari selesainya penyusunan makalah ini untuk mendapatakn
nilai tertinggi di mata kulah Akuntansi Internasional. Kami juga berharap kepada
pembaca agar memberikan kritik dan saran yang membangun sehingga dapat
membuat penulisan makalah yang sempurna di kesempatan selanjutnya. Semoga
makalah ini dapat bermanfaat bagi penulis dan pembaca pada umumnya. Sekian.
Wassalamualaikum wr.wb.

DAFTAR PUSTAKA
http://dhyladhil.blogspot.com/2013/04/bab-4-akuntansi-komparatif-iiamerika.html
https://erikaayurahmawati.wordpress.com/2017/06/07/akuntansi-internasionalakuntansi-komparatif-amerika-asia/
https://andinurhasanah.wordpress.com/2013/05/11/akuntansi-komparatifamerika-dan-asia/
http://lindamaya.blogspot.com/2015/04/akuntansi-komparatif-amerikaasia_30.html

Judul: Makalah Akuntansi Internasional Akuntansi Komparatif Di Asia

Oleh: Fracilia Anggraini


Ikuti kami