Makalah Akuntansi Internasional

Oleh Maulana Pane

18 tayangan
Bagikan artikel

Transkrip Makalah Akuntansi Internasional

MAKALAH AKUNTANSI INTERNASIONAL
Dampak Adopsi IFRS Terhadap Manajemen Laba serta Peran Mekanisme
Corporate Governance pada Perbankan Indonesia

DOSEN PEMBIMBING :
EKO
KELOMPOK 12
Disusun oleh :
MAULANA SOJADI

: RRC1C013088

MAR AH

: RRC1C0130

IKE SANTIAH

: RRC1C0130

JURUSAN AKUNTANSI REGULER MANDIRI
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS JAMBI
TAHUN AKADEMIK 2016

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat rahmat
dan karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan Makalah yang berjudul “DAMPAK ADOPSI
IFRS

TERHADAP

MANAJEMEN

LABA

SERTA

PERAN

MEKANISME

CORPORATE GOVERNANCE PADA PERBANKAN INDONESIA” ini dengan baik.
Makalah ini disusun dengan harapan dapat menambah dan memperluas wawasan
mahasiswa untuk mengetahui tentang dampak adopsi IFRS terhadap manajemen laba serta peran
mekanisme corporate governance pada perbankan indonesia .

Kritik dan saran yang membangun sangat penulis harapkan agar dalam membuat
makalah selanjutnya penulis lebih teliti lagi.
Akhir kata penulis ucapkan terima kasih kepada dosen selaku mata kuliah akuntansi
internasional , Bapak yang sudah membimbing kami dalam menyelesaikan makalah ini.
Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua.

Penulis

i
DAFTAR ISI

Kata Pengantar………………………….……………………………………………………..i
Daftar Isi……………………………………………………………………………………....ii

BAB I
Pendahuluan……………………………………………………………………………….…..1
1.1 Latar Belakang…………………………………………………………………….…..1
1.2 Rumus Masalah………………………………………………………………….…….1
1.3Manfaat Penulisan……………………………………………………………………...2

BAB II
Pembahasan……………………………………………………………………….……...……3
2.1

4

2.2

5

2.3

6

2.4

7

2.5

8

2.6

9

BAB III
Penutup………………………………………………………………………………………10
Kesimpulan…………………………………………………………………………....……..10

Daftar Referensi……………………………………………………………………………

BAB I
PENDAHULUAN
A.LATAR BELAKANG
Standar akuntansi keuangan merupakan pedoman untuk menyusun laporan keuangan
perusahaan. Pada tahun 2008, Indonesia memutuskan untuk mengadopsi International
Financial Reporting Standards (IFRS)1) ke dalam Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan
(PSAK) yang akan berlaku efektif pada tahun 2012. Khusus untuk lembaga perbankan
penerapannya akan diberlakukan pada periode yang dimulai pada 1 Januari 2010.
Sebagaimana pengumuman yang dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan
(DSAK) melalui Surat Edaran No. 1705/DSAK/IAI/XII/2008 yang berisikan bahwa DSAK
IAI mengubah tanggal efektif pemberlakuan PSAK 50 (revisi 2006) tentang Instrumen
Keuangan : Penyajian dan Pengungkapan yang diadopsi dari IAS 32 dan PSAK 55 (Revisi
2006) tentang Instrumen Keuangan : Pengakuan dan Pengukuran yang diadopsi dari IAS 39,
yang semula berlaku efektif 1 Januari 2009 diubah menjadi 1 Januari 2010.
Sebelumnya, Indonesia berpedoman pada standar akuntansi Amerika General
Accepted Accounting Principles (US GAAP). US GAAP memberikan kelonggaran untuk
memilih metode akuntansi sesuai dengan kondisi perusahaan, sehingga mempermudah
manajer untuk melakukan manajemen laba. IFRS juga berdampak pada semakin sedikitnya
pilihan-pilihan metode akuntansi yang dapat diterapkan sehingga akan meminimalisir
praktik-praktik kecurangan akuntansi.
Praktik manajemen laba sangat rentan terjadi pada perusahaan perbankan karena
ketatnya regulasi yang harus dipenuhi oleh sektor tersebut. Hasil study Beaty, Chamberlain,
dan Magliolo (1995) menunjukkan bahwa perusahaan perbankan cenderung melakukan
manajemen laba dengan cara overstate loan loss provisions, understate loan write-offs, dan
mengakui abnormal realized gains atas portofolio sekuritas. Fleksibelitas ini yang banyak
dimanfaatkan manajemen untuk memoles laporan keuangannya dan melakukan perekayasaan
laporan keuangan untuk tujuan tertentu. Perusahaan Perbankan dituntut untuk lebih
memperketat perhitungan Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) atau allowance for
impairment losses dengan menerapkan PSAK No. 50 (Revisi 2006) dan PSAK No. 55
(Revisi 2006). PSAK ini menekankan pada objektivitas dalam penentuan CKPN, dimana
kredit atau pencadangan kredit bermasalah yang akan diberikan harus berdasarkan data

historis minimal 3 tahun ke belakang. Manajemen laba bisa dilakukan terhadap akun ini
karena sebelum berlakunya PSAK ini, CKPN atau lebih dikenal dengan istilah Penyisihan
Penghapusan Aktiva Produktif (PPAP) dihitung berdasarkan persentase pencadangan untuk
masing-masing klasifikasi kualitas kredit sesuai peraturan yang dibuat oleh Bank Indonesia.

B.RUMUSAN MASALAH
Seperti yang telah diuraikan dalam latar belakang di atas, maka rumusan masalah dalam
makalah ini adalah:
1. Apakah dampak IFRS terhadap manajemen laba?
2. Apakah peran mekanisme Corparate Governance pada perbankan Indonesia?
C.TUJUAN
1. Untuk mengetahui dampak-dampak IFRS terhadap manajemen laba.
2. Untuk mengetahui peran dan fungsi Corparate Governance pada perbankan
Indonesia.

BAB II
PEMBAHASAN

BAB III
PENUTUP
3.1.KESIMPULAN

Judul: Makalah Akuntansi Internasional

Oleh: Maulana Pane


Ikuti kami