Makalah Akuntansi

Oleh Fauzan Zakaria

18 tayangan
Bagikan artikel

Transkrip Makalah Akuntansi

Makalah akuntansi
Siklus akuntansi perusahaan dagang

Dosen pembimbing
Wirmie eka putra SE.M.si
Disusun oleh
Mohammad fauzan zakaria
Nim: C1B020171
UNIVERSITAS JAMBI
fakultas Ekonomi bisnis
Manajemen
Tahun ajaran 2020/2021

Kata pengantar
Daftar isi
BAB I Pendahuluan
I. I. Latar belakang .......................................................................
I. 2. Rumusan masalah..................................................................
I. 3. Tujuan...................................... ............................................
BAB II pembahasan
2.1 definisi perusahaan dagang.......................................................
2.2 ciri-ciri perusahaan dagang .......................................................
2.3 kegiatan perusahaan dagang..................................................................

2.4 sistem pencatatan persediaan.............................................................
2.5 syarat penyerahan.................................
2.6 persyaratan pembelian..................................................
2.7 mencatat pembelian &penjualan perusahaan dagang ..........................
2.8 perbedaan jurnal umum dan jurnal khusus dalam perusahaan dagang................
2.9 penjelasan jurnal umum..................
2.10 penjelasan jurnal khusus.................

BAB III Penutup
3.1 kesimpulan................................. .........................................................
3.2 saran................................. ............................................
Daftar pustaka

Kata Pengantar
Segala puji dan syukur kehadirat ALLAH SWT atas segala rahmat dan karunianya sehingga kami dapat
menyelesaikan makalah ini. Salawat serta salam kami panjatkan kepada junjungan NABI MUHAMMAD
SAW beserta para keluarga, sahabat, dan umatnya yang insyaallah masih setia sampai akhir jaman.
Makalah ini disusun guna melengkapi tugas DASAR AKUNTANSI. Dalam penyusunan makalah ini, dengan
kerja keras dan dukungan banyak pihak. Kami sudah berusaha untuk berusaha memberikan dan
mencapai hasil yang semaksimal mungkin dan sesuai dengan harapan. Walaupun dalam hal penyusunan
makalah ini kami mengalami kesulitan karena keterbatasan ilmu yang kami miliki.
Oleh sebab itu pada kesempatan ini, kami ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besar nya,
khususnya kepada Ibu Dian, M.Pd selaku dosen pengampu mata kuliah DASAR AKUNTANSI. Kami tidak
menyadari bahwa dokumen yang dibuat ini jauh dari sempurna, oleh karena itu saran dan kritik yang

dibangun sangat saya dapat menyempurnakan dimasa yang akan datang. Semoga apa yang dihasilkan
makalah ini dapat bermanfaat bagi kami dan teman-teman maupun pihak lain yanng berkepentingan.

Kisaran, Desember 2015

BAB I
PENDAHULUAN

1.1

Latar Belakang

Makalah ini adalah untuk memenuhi tugas yang diberikan oleh Dosen dalam rangka membahasas
tentang Akuntansi Perusahaan Dagang. Makalah ini membahas tentang Asuransi Perusahaan Dagang,
definisi Akuntansi Perusahaan Dagang, Macam - macam Perusahaan Dagang, Transaksi - transaksi dalam
Perusahaan Dagang dll. Makalah ini disusun berdasarkan pemahaman penulis tentang Akuntansi
Perusahaan Dagang dan Macam - macam Transaksi serta bagaimana catatan transaksi yang terjadi
didalam perusahaan. Bila benar dengan dunia perusahaan didalam suatu perusahaan yang
diperlukannya konsep yang melandasi pemasaran yaitu kebutuhan, keinginan, permintaan, produk, nilai,
kepuasan dan mutu, pertukaran, transaksi, dan hubungan dengan pasar.

Dalam dunia usaha apapun termasuk dalamnya usaha dagang, peran akuntansi adalah sangat strategis,
sebaik apapun output dari suatu kegiatan usaha tidak diimbangi oleh sistem pencatatan akuntansi
keuangan yang handal, maka tidak akan berarti apapun.

1.2

Rumusan Masalah

1.

Mengetahui Pengertian Akuntansi Perusahaan Dagang

2.

ciri Apa saja dalam Perusahaan Dagang

3.

Mengetahui Perbedaan Jurnal Khusus dan Jurnal Umum dalam Akuntansi

4.

Mengetahui Pencatatan Siklus dalam Akuntansi

1.3

Tujuan

Tujuan ditulisnya makalah ini selain untuk memenuhi tugas kelompok dasar akuntasi. Makalah
ini juga bertujuan untuk membantu kami agar lebih tahu tentang akuntansi untuk perusahaan dagang,
dan dapat membantu teman-teman serta orang lain yang berkepentingan dalam bidang ini, selain itu
dengan ditulisnya makalah ini diharapkan:
1.

Bisa Mengetahui dari pada Siklus Perusahaan Dagang

2.

Bisa diakses dari Jurnal Umum dan Jurnal Khusus

3.

Mengetahui apa kegiatan dan bagaimana perusahaan dagang itu berjalan

4.

Menjelaskan langkah-langkah dalam siklus akuntansi perusahaan dagang

5.

Memebuat laporan untuk keuangan perusahaan dagang

6.

Menentukan harga pokok penjualan berdasarkan sistem periodik

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Definisi Perusahaan Dagang
Perusahaan Dagang adalah Perusahaan yang melakukan transaksi jual-beli barang dagang.
Perusahaan dagang juga melakukan pencatatan akuntansi yang hampir serupa dengan perusahaan jasa.
Pembedanya terdapat pada beberapa transaksi yang merupakan ciri khas perusahaan dagang. Contoh contoh perusahaan dagang antara lain: Toko, Supermarket, Grosir, Pusat - pusat Perbelanjaan,
Perusahaan Ekspor-Impor dan lain - lain. Kegiatan pokok perusahaan dagang melakukan dan penjualann
barang dagang. Pada saat kejadian transaksi harus dinyatakan dengan syarat dan tegas penyerahan dan
syarat pembayaran yang disepakati oleh kedua belah pihak.

Didunia bisnis terdapat berbagai macam badan usaha, baik ditinjau dari bentuk badan hukum maupun
dari jenis usaha dan kegiatannya. Berdasarkan kegiatannya, perusahaan dapat digolongkan menjadi
perusahaan jasa, perusahaan dagang, dan perusahaan industri.
2.2 Ciri-ciri Perusahaan Dagang

1. Pendapatan utama berasal dari penjualan barang dagangan
2. Biaya utama berasal dari harga pokok barang yang terjual dan biaya usaha lainya
3. Dalam akuntansinya terdapat akun persediaan barang
4. Sebagai perantara antara produsen dan konsumen
5. Antara barang yang dibeli dan barang yang dijual tidak ada perubahan
6. Tujuan utama mencari lada dengan menjual barang dengan harga yang lebih tinggi dibanding
harga belinya.

2.3 Kegiatan Perusahaan Dagang

Sebuah perusahaan memiliki organisasi dengan perusahaan jasa yaitu laba () bersih berasal dari
selisih antara beban dan pendapatan. Sumber pendapatan berasal dari: Penjualan barang dagang
Beban perusahaan dibagi dua kelompok yaitu biaya penjualan dan beban operasi.
Harga pokok penjualan (harga pokok penjualan) adalah total harga pokok barang yang dijual (harga
pokok penjualan).

2.4 Sistem Pencatatan Persediaan

Ada dua untuk mencatat tansaksi-transaksi yang memengaruhi nilai persediaan barang dagang.
1.

Sistem Periodik

Dalam sistem periodik (sistem fisik), pencatatan persediaan barang dagang hanya dilakukan pada
periode akhir. Pembelian dan penjualan dalam akun pembelian dan penjualan. Pengambilan barang
untuk keperluan pribadi Di akun sisi prive sisi debit dan akun penjualan sisi kredit sebesar harga pokok.
2.

Sistem Permanen

Dalam sistem permanen (sistem abadi), pencatatan atas persediaan barang dagang dilakukan secara
kontinu atau terus-menerus, yaitu setiap transaksi yang bergantung pada persediaan barang dagang.

2.5 Syarat Penyerahan

Perjanjian dalam jual beli barang dagang harus jelas menyebutkan kapan dan kapan barang
diserahkan, kapan harus dibayar serta bagaimana pembayarannya. Syarat penerahan barang dagang
harus menyebutka pihak mana yang harus jelas, yang mungkin timbul setelah penyerahan barang
tersebut.
Syarat penyerahan barang yang bisa digunakan antara lain sebagai berikut:
1.

FOB shopping Point atau Franko Gudang Penjual

Barang yang dijual oleh penjual diserahkan kepada pembeli atas kendaraan digudang penjual. Ini berarti
pemilikan barang berpindah dari penjual kepada pembeli digudang penjual. Semua beban dan risiko
yang timbul dari gudang penjual sampai gudang pembeli di tanggung oleh pembeli.
2.

FOB Destination Point atau Franko Gudang Pembeli

Barang yang dijual oleh penjual diserahkan kepada pembeli kendaaran di gudang pembeli. Ini berarti
pemilikan barang berpindah dari penjual kepada pembeli saat barang sampai digudang pembeli. Semua
beban dan risiko yang timbul dari gudang sampai gudang pembeli ditanggung oleh pejual.

2.6 Persyaratan Pembayaran

Syarat pembayaran dalam perdagangan harus jelas menyebutkan kapan suatu transaksi harus
dibayar, bagaimana cara pembayarannya, dan berapa potongan yang akan diberikan jika membayar
tunai pada batas waktu tertentu. Pedagang pada umumnya memberikan potonagan kepada pelanggan
atau pembeli dengan tujuan:
Sebuah.

Mengurangi risiko tidak terbayar tagihan

b.

Meningkatkan jumlah uang yang diterima dapat segera dioperasikan untuk menngkatkan laba, dan

c.

Meningkatkan omzet penjualan.

2.7 Mencatat pembelian & penjualan pada perusahaan dagang

A. Pembelian
1. Pembelian secara tunai
Transaksi ini mendebit persediaan barang dagang dan mengkredit kasdengan nominal yang sama.
2. Pembelian secara kredit
Dalam pembelian secara kredit harus ada bukti berupa faktur pembelian. Hal ini Debit pada persediaan
barang dagang dan utang dikredit.
3. Retur dan Potongan Pembelian
Pengembalian barang yang sudah dibeli karena rusak / cacat dalam pembelian kredit yang biasanya
mendapatkan kredit dan pembayaran secara tunai mendapat uang.
4. Biaya Pengiriman
1. Franko gudang penjual / FOB shipping point
Dalam sistem ini barang diangkut oleh alat angkut penjual, sedangkan biaya pengiriman ditanggung oleh
pembeli.
2. Franko gudang pembeli / FOB tujuan

Dalam sistem ini barang diangkut oleh alat angkut pembeli, sedangkan biaya pengiriman ditanggung
oleh penjual.
5. Diskon Pembelian
Diskon yang diberikan biasanya karena pembayaran atau pelunasan barang tertentu dalam waktu yang
telah di tentukan.

B. Penjualan
1. Penjualan secara tunai
ü Mencatat penjualan
Kas bertambah didebit dan kian kian di kredit.
ü Mencatat harga pokok barang
Harga pokokbarang didebit dan persedian barang dagang di kredit.

2. Penjualan secara kredit
ü Mencatat penjualan
Transaksi ini mencatat usaha di debit dan penjualan di kredit.
ü catat harga pokok penjualan
Transaksi ini Transaksi pada harga pokok penjualan di debit dan persediaan barang dagang di kredit.
Ø Retur dan Potongan Penjualan
Menerima barang dagang yang dikembalikan oleh pembeli karena barang rusak / cacat.
1. Penjualan secara tunai
Dicatat dengan mendebit akun persediaan barang dagang dan mengkredit harga pokok penjualan.
2. Penjualan secara kredit
Dicatat dengan mendebit retur dan potongan penjualan dan mengkredit akun usaha.
Ø Diskon Penjualan
Penjual menawarkan diskon tunai kepada pelanggan yang melakukan pembayaran yang menjadi beban
tepat waktu.

Transaksi tersebut terkait dengan mendebit diskon penjualan dan mengkreditkan usaha.

2.8 Perbedaan antara Jurnal Umum dan Jurnal Khusus dalam Perusahaan Dagang

Tidak
Keterangan
Jurnal Umum
Jurnal Khusus
1
Bentuk
Terdiri dari dua jalur
Terdiri dari banyak jalur
2
Pemindah bukuan ke buku besar (postig)
Dilakukan setiap transaksi
Dilakukan secara kolektif dan berkala
3
Pencatatan
Semua jenis transaksi harus Dipesan dan secara kronologis
Hanya mencatat transaksi ”sejenis dan syringe terjadi saja
4
Pelaku
Dapat dilakukan oleh satu orang

Dapat dilakukan oleh beberapa orang
5
Pengguna
Hanya pada perusahaan jasa dan perusahaan dagang kecil yang transaksinya sedikit
Hanya pada perusahaan besar dan perusahaaan dagang besar yang transaksinya banyak

2.9 Penjelasan Jurnal Umum
Juarnal Umum adalah alat untuk mencatat transaksi perusahaan yang dilakukan secara kronologis
(berdasarkan waktu) dengan menunjukan rekening yang harus didebet dan dikredit beserta jumlah
rupiahnya masing - masing. 2.9.1. Pencatatan transaksi kedalam jurnal umum a. Pembelian barang
dagang - Pembelian Tunai Dijurnal dengan: Pembelian (D) Rp ……. Kas (K) Rp …….
b. Pembelian kredit
Dijurnal dengan:
Pembelian (D) Rp ……
Utang Dagang (K) Rp… ..
c. Pembelian sebagian dibayar
Dijurnal dengan:
Pembelian (D) Rp …… ..
Kas (K) Rp …….
Utang Dagang (K) Rp ……
2. Biaya Angkut Pembelian
a. Dikeluarkan untuk ongkos angkut barang dagangan yang
dibeli Dijurnal dengan:
Biaya Angkut Pembelian (D) Rp …….
Kas (K) Rp ……. 3. Retur Pembelian dan Pengurangan Harga (PH) a. Dijurnal dengan: Utang
Dagang (D) RP …… .. Retur Pembelian dan PH (K) Rp ……

4. Potongan Pembelian
a. Pembelian tunai
Dijurnal dengan:
Pembelian (D) Rp …… ..
Kas (K) Rp …….
Potongan Pembelian (K) Rp …….
b. Pembelian kredit
Dijurnal dengan:
Utang Dagang (D) Rp …… ..
Kas (K) Rp …… ..
Potongan Pembelian (K) Rp …….
5. Penjualan
a. Pejualan tunai
Dijurnal dengan:
Kas (D) Rp …… ..
Penjualan (K) Rp… ..
b. Penjualan kredit
Dijurnal dengan:
Hutang Dagang (D) Rp …… ..
Penjualan (K) Rp …… ..

c. Penjualan Sebagian Diterima

Dijurnal dengan:
Kas (D) Rp …….
Hutang Dagang (K) Rp… ..
Penjualan (K) Rp …….
6. Retur Penjualan dan Pengurangan Harga (PH)
a. Penjualan dan PH tunai
Dijurnal dengan:
Retur Penjualan dan PH (D) Rp …….
Kas (K) Rp …….
b. Penjualan dan PH kredit
Dijurnal dengan:
Retur Penjualan dan PH (D) Rp …….
Hutang Dagang (K) Rp …… ..
7. Potongan Penjualan
a. Potongan penjualan tunai
Dijurnal dengan:
Potongan Penjualan (D) Rp …….
Kas (K) Rp …….
b. Potongan Penjualan kredit (dapat terjadi bersamaan dengan penerimaan
piutang ) Dijurnal dengan:
Kas (D) Rp …….
Potongan Penjualan (D) Rp …….
Piutang Dagang (K) Rp ……
2.10 Penjelasan Jurnal Khusus
Jurnal Khusus

Adalah jurnal yang digunakan untuk mencatat transaksi - transaksi keuangan yang terjadi sesuai
dengan urutan waktu.
2.10.1 Macam - Macam Jurnal Khusus
1. Jurnal Khusus Pengeluaran Kas Adalah pegeluaran uang dari Kas untuk kegiatan perusahaan.
Misalnya Pembayaran Atas Pembelian Tunai, Pembayaran Utang dan Pembayaran Beban. 2.
Jurnal Khusus Penerimaan Kas adalah penerimaan uang dari hasil kegiatan perusahaan. Misalnya
Penerimaan Atas Penjualan Tunai, Penerimaan Utang dan Penerimaan Pendapatan. 3. Jurnal
Khusus Penjualan Digunakan untuk mencatat penjualan barang dagangan dengan syarat kredit,
yaitu penjualan hak tagihan kepada pelangan. 4. Junal Khusus dibeli, dibeli untuk pembelian
barang dagangan dengan syarat kredit, yaitu pembelian yang menimbulkan kewajiabn atau
utang kepada pemasok.
2.10 Contoh Jurnal Umum dan Jurnal Khusus

Transaksi yang terdapat pada PT kencana selama bulan Mei 2010 adalah sebagai berikut:
Mei
1.
Dibeli dari PT Perkasa 15 sepeda balap Rp.4.500.000,00, - dengan syarat 2/10
n / 30 (faktur 715)
3.

Dibayar beban pengangkutan pembelian sepeda Rp.150.000, -

5. Dijual kepada Toko Cahaya, 8 Sepeda Balap Rp.3000.000, - dengan syarat 2/10,
n / 30 (Faktur 02)
8. Dibeli dari PT Merdeka, 30 sepeda BMX Rp.3600.000, - dengan syarat 3/10,
n / 30 (Faktur 422)
11. Diterima komisi penjualan sepeda Rp.50.000, 13. Dikirim kembali kepada PT Merdeka 5 sepeda BMX karena ada kerusakan
Rp.600.000, 15. Dijual Tunai sepeda FIXI kepada Toko Ombilin mulai Rp.1.500.000, 17. Dibayar kepada PT Perkasa pelunasan (faktur no 715) tanggal 1 Mei
19. Diterima dari Toko Cahaya pelunasan pada tanggal 5 Mei
20. Di beli secara tunai 10 Sepeda balap senilai Rp. 3.000.000, 23. Dibayar kepada PT Merdeka
untuk pelunasan tanggal 8 Mei 27. Dibayar gaji bagian penjualan sebesar Rp. 600.000, - dan gaji
bagian kantor Rp.400.000, -

Penyelesaian:
Jurnal Umum
Tgl
Keterangan
Debet
Kredit
1
Pembelian
Rp. 4.500.000, -

Utang Dagang

Rp. 4.500.000, 3
Beban Pengangkutan Pembelian
Rp.

150.000, -

Kas

Rp.

150.000, -

5
Piutang dagang
Rp. 3.000.000, -

Penjualan

Rp. 3.000.000, 8
Pembelian
Rp. 3.600.000, -

Utang Dagang

Rp. 3.600.000, 11
Kas
Rp.

50.000, -

Pendapatan Komisi

Rp.
13

50.000, -

Utang Usaha
Rp.

600.000, -

Retur Pengembalian

Rp.

600.000, -

15
Penjualan
Rp. 1.500.000, -

Kas

Rp. 1.500.000, 17
Utang Dagang
Rp. 4.500.000, -

Potongan Pembelian

Rp.

90.000, -

Kas

Rp. 4.410.000, 19
Kas
Rp. 3.000.000, -

Piutang Dagang

Rp. 3000.000, 20
Pembelian
Rp. 3.000.000, -

Kas

Rp. 3.000.000, 23
Utang Usaha
Rp. 3.000.000, -

Potongan pembelian

Rp.

90.000, -

Kas

Rp. 2.910.000, 27
Beban gaji bagian penjualan
Rp.

600.000, -

Beban gaji bagian kantor
Rp.

400.000, -

Kas

Rp.1.000.000, Jumlah
Rp. 27.900.000, Rp. 27.900.000, -

Jurnal Khusus
Pembelian

Tgl
Tidak Ada Bukti
Keterangan
Syarat Pembayaran
Ref
Debet
Kredit
Serba Serbi
Utang Usaha
Pembelian
Akun
Ref
Jumlah
1
715
PT Perkasa
2/10, n / 30

Rp. 4.500.000, Rp.4.500.000, 8
422

PT. Merdeka
310, n / 30

Rp. 3.600.000, Rp. 3.600.000, Jumlah
Rp. 8.100.000, Rp.8.100.000, -

Jurnal Penjualan

Tgl
Tidak ada bukti
Keterangan
Syarat Pembayaran
Ref
Jumlah

5
02
Toko Cahaya
2/10, n / 30
Rp. 3.000.000, 15

-

Jumlah
Jurnal Penerimaan

Tgl
Tidak Ada Bukti
Keterangan
Ref
Debet
Kredit
Kas
Piutang
Serba-Serbi
Ref

Akun
Jumlah
11

Komisi Penjualan

Rp. 50.000,00

Pend. Komisi
Rp. 50.000,00
15

Toko Ommbilin

Rp.1.500.000,00
Rp.1.500.000,00

19

Toko Cahaya

Rp.3000.000,00

Rp.3000.000,00

Jumlah
Rp. 4.550.000,00
Rp. 4.500.000,00

Rp. 50.000,00

Jurnal Pengeluaran

Tgl
Keterangan

Ref
Debet
Kredit
Seba-serbi
Utang Dagang
Potongan pembelian
Kas
3
Beban Pengangkutan pembelian
Rp.

150.000, -

Rp. 150.000, 17
PT Perkasa

Rp. 4.500.000, Rp. 90.000, Rp.4.410.000, 20
10 Sepeda Balap

Rp. 3.000.000, -

Rp. 3.000.000, 23
PT Merdeka

Rp. 3.000.000, Rp. 90.000, Rp.2.910.000, Jumlah
Rp. 3.150.000, Rp. 7.500.000, Rp. 180.000, Rp.10.470.000, -

BAB III
PENUTUP

3.1 KESIMPULAN
Dari pembahasan diatas maka penulis menyimpulkan bahwa perusahaan dagang adalah
perusahaan yangkegiatan usahanya perusahaan membeli barang dengan tujuanmenjualnya
kembali, tanpa memprosesnya lebih dahulu. Oleh karena itu didalam menjalankan sebuah
perusahaan haruslah memperhatikan berbagai hal yang ada serta cara yang tepat dalam
melakukan pencatatan transaksi yang ada.
3.2 SARAN

Melalui pembuatan Makalah ini, maka saya mengharapkan agar setiap perusahaan yang ingin
menjalankan usahanya harus memperhatikan aspek - aspek pendukung yang perlu dan penting
guna tercapainya suatu tujuan perusahaan yang ingin dicapai

DAFTAR PUSTAKA

Baridwan, Zaki, 1985. Sistem Informasi Akuntansi. Yogyakarta: BPFE.
SRSumarsono.1990.Akuntansi Suatu Pengantar, uku 1 dan 2, Edisi ke-3 .Jakarta: Rhineka.
Cipta
http //: Siklus Akuntansi Perusahaan Dagang.
http //: Akuntansi dagang

Judul: Makalah Akuntansi

Oleh: Fauzan Zakaria


Ikuti kami