Makalah Akuntansi

Oleh Pinel Gwijangge

20 tayangan
Bagikan artikel

Transkrip Makalah Akuntansi

Makalah Akuntansi "Aktiva Tetap"
BAB I
PENDAHULUAN
LATAR BELAKANG
Secara umum akuntansi mencakup kegiatan pendapatan dimulai dari transaksi dicatat untuk
pertama kali dalam jurnal hingga menjadi laporan keuangan. Sehingga dapat dikatakan
bahwa akuntansi sangatlah penting dalam kegiatan sehari-hari terutama bagi operasi
perusahaan dalam satu periode. Di dalam akuntansi kita telah mengenal proses penyusunan
laporan keuangan yang mana terdapat nama-nama akun dan nomor-nomor akun yang sesuai
dengan ketentuan perusahaan. Proses akuntansi diantaranya mulai dengan bukti transaksi,
jurnal (jurnal umum dan jurnal khusus), posting buku besar, neraca saldo, jurnal penyesuaian,
neraca lajur, laporan keuangan (laporan laba rugi, neraca, laporan perubahan ekuitas), jurnal
penutup, neraca saldo setelah pentupan, dan jurnal balik.
Dari tahapan diatas laporan keuangan neraca terdiri dari aktiva lancar, aktiva tetap, kewajiban
dan modal. Dan yang akan dibahas kali ini adalah aktiva tetap, yaitu berbagai jenis aktiva
dapat digunakan lebih dari satu periode untuk operasi perusahaan. Aktiva tetap terdiri dari
aktiva tetap berwujud dan tidak berwujud. Oleh karena itu perlunya untuk mengetahui serta
memahami secara rinci tentang aktiva tetap baik aktiva tetap berwujud maupun tidak
berwujud. Dengan cara demikian kita mampu mengaplikasikan apa saja yang terdapat di
dalam aktiva tetap sebuah perusahaan.
RUMUSAN MASALAH
Apa pengertian aktiva?
Apa arti penting dari aktiva tetap?
Apa saja sifat-sifat dari aktiva tetap?
Bagaimana penggolongan dan klasifikasi dari aktiva tetap?
Apa perbedaan antara aktiva tetap berwujud dan tidak berwujud?
TUJUAN
Mengetahui pengertian dari aktiva sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan.
Mengetahui arti penting dari aktiva tetap.
Mengetahui sifat-sifat dari aktiva tetap.
Mengetahui penggolongan dan klasifikasi pada aktiva tetap.
Mengetahui secara umum aktiva berwujud dan tidak berwujud.

BAB II
PEMBAHASAN
PENGERTIAN AKTIVA
Aktiva ialah kekayaan perusahaan yang berwujud dan tidak berwujud, serta pengeluaran yang
belum dialokasikan atau biaya yang masih harus dialokasikan pada penghasilan yang akan
datang. Pengertian aktiva menurut beberapa orang ahli sebagai berikut :
Menurut Dra. Lanita Winata, Akuntan (1994, hal 55) menjelaskan :
“Aktiva ialah Sejumlah kekayaan atau sumber-sumber ekonomi yang dimiliki oleh suatau
perusahaan berupa uang, barang dan hak yang timbul dari transaksi-transaksi yang terjadi di
masa lampau dan dapat memberikan manfaat di masa yang akan datang”.
Menurut Standar Akuntansi Keuangan, dalam kerangka dasar penyusunan dan penyajian
laporan keuangan (2002, hal 13, paragraf 49) menjelaskan : “Aktiva ialah Sumber daya yang

dikuasai oleh perusahaan sebagai akibat dari peristiwa masa lalu dan dari mana manfaat
ekonomi di masa depan diharapkan akan diperoleh oleh perusahaan”.
Dari definisi di atas dapat disimpulkan bahwa, Aktiva ialah Kekayaan atau sumber-sumber
daya yang dimiliki dan dikuasai oleh perusahaan sebagai akibat dari transaksi-transaksi yang
terjadi di masa lampau dan diharapkan akan memberi manfaat di masa depan.
Aktiva Lancar ialah aktiva yang berupa kas dan mempunyai jangka waktu yang pendek.
Yang termasuk dalam aktiva lancar ialah :
Kas, uang tunai untuk membiayai operasional perusahaan.
Investasi jangka pendek, investasi yang sifatnya sementara hanya untuk memanfaatkan uang
yang belum dibutuhkan dalam operasi.
Piutang wesel, tagihan perusahaan kepada pihak lain yang dinyatakan dalam perjanjian yang
diatur dalam undang-undang.
Piutang dagang, tagihan kepada pihak lain sebagai akibat penjualan barang dagangan secara
kredit.
Persediaan, baik persediaan barang mentah, barang dalam proses maupun barang jadi.
Piutang penghasilan, penghasilan yang sudah menjadi hak perusahaan tetapi belum diterima
pembayarannya.
Persekot/uang muka/biaya dibayar di muka, pengeluaran untuk memperoleh jasa atau prestasi
dari pihak lain. Pengeluaran itu belum menjadi biaya periode sekarang melainkan pada
periode berikutnya.
Aktiva tidak lancar ialah aktiva yang tidak berupa kas dan mempunyai jangka waktu yang
panjang.
Yang termasuk aktiva tidak lancar ialah:
Investasi jangka panjang, investasi ini dilakukan jika perusahaan mempunyai kekayaan lebih
dari yang dibutuhkan.
Aktiva tetap, kekayaan yang dimiliki perusahaan yang secara fisik tampak dan berperan
dalam operasi perusahaan secara permanen, selain itu juga mempunyai umur ekonomis lebih
dari satu periode dalam kegiatan perusahaan.
Aktiva tetap tidak berwujud, kekayaan perusahaan yang secara fisik tidak tampak tetapi
merupakan suatu hak yang mempunyai nilai dan dimiliki oleh perusahaan untuk digunakan
dalam kegiatan perusahaan.
Beban yang ditangguhkan, transaksi yang menunjukkan adanya pengeluaran atau biaya yang
mempunyai manfaat jangka panjang.
Aktiva lain-lain, item ini menunjukkan kekayaan atau aktiva perusahaan yang tidak dapat
atau belum dapat dimasukkan dalam klasifikas-klasifikasi yang telah diuraikan sebelumnya.
PENGERTIAN AKTIVA TETAP
Aktiva tetap ialah aktiva tetap berwujud yang mempunyai nilai guna ekonomis jangka
panjang, dimiliki perusahaan untuk menjalankan operasi guna menunjang perusahaan dalam
mencapai tujuan dan dimiliki perusahaan tidak untuk dijual kembali agar diperoleh laba atas
penjualan tersebut. Pengertian aktiva tetap berwujud dikemukakan oleh beberapa orang ahli
sebagai berikut :
Menurut Zaki Baridwan (1992, hal 271) menjelaskan : “Aktiva tetap berwujud yang sifatnya
relatif permanen (menunjukkan sifat bahwa aktiva yang bersangkutan dapat digunakan dalam
jangka waktu yang relatif cukup lama) yang digunakan dalam kegiatan perusahaan”.
Menurut Standar Akuntansi Keuangan (2002, Nomor 16.2 Paragraf 05) “Aktiva tetap adalah
aktiva tetap berwujud yang digunakan dalam bentuk siap pakai atau dengan dibangun terlebih
dahulu yang digunakan dalam operasi perusahaan. Tidak dimaksudkan untuk dijual dalam
rangka kegiatan normal perusahaan dan mempunyai masa manfaat lebih dari satu tahun”.
Dari definisi diatas dapat disimpulkan sifat-sifat tetap berwujud digunakan dalam operasional

perusahaan, tidak untuk diperdagangkan, umur ekonomi lebih dari satu tahun yang sifatnya
relatif tetap atau permanen dan berwujud fisik artinya dapat dilihat dan dirasakan dengan
panca indera.
2.3 SIFAT AKTIVA TETAP
Meskipun semua aktiva memiliki beberapa ciri dasar yang umum, aktiva tetap memiliki ciriciri tambahan sebagai berikut :
Aktiva tetap merupakan barang-barang fisik yang dimiliki untuk
memperlancar/mempermudah produksi barang-barang lain atau untuk menyediakan jasa-jasa
bagi perusahaan atau para pelanggannya dalam kegiatan normal perusahaan.
Semua aktiva tetap memiliki usia terbatas, pada akhir usianya harus dibuang atau diganti.
Nilai aktiva tetap berasal dari kemampuannya untuk mengesampingkan pihak lain dalam
mendapatkan hak - hak yang sah atas penggunanya dan bukan dari pemaksaan dari suatu
kontrak.
Aktiva tetap seluruhnya nonmoneter : manfaatnya diterima dari penggunaan atau penjualan
jasa-jasa dan bukan dari pengubahannya menjadi sejumlah uang tertentu.
Pada umumnya jasa yang diterima dari ativa tetap meliputi suatu periode yang lebih panjang
dari satu tahun atau satu siklus operasi perusahaan. Akan tetapi terdapat terkecualian.
Misalnya suatu bangunan atau peralatan tidak klasifikasikan kembali sebagai aktiva lancar
bilamana sisa manfaatnya kurang dari satu tahun. Dalam beberapa kasus seperti
halnya,beberapa unsur memiliki usia asli yang lebih pendek dari pada satu siklus operasi
perusahaan.
Unsur-unsur aktiva tetap mempunyai ciri umum dan memiliki beberapa tujuan pelaporan
keuangan yang sama. Salah satu tujuan ini di dasarkan kepada keseragaman mereka dalam
proses akuntansi. Aktiva tetap dimiliki untuk mendapatkan jasa-jasanya di masa mendatang :
karena itu aktiva tetap dibebankan sebagai biaya usia manfaatnya dengan cara yang sama
seperti biaya di bayar dimuka (prepaid expense). Perbedaan pokok antara biaya dibayar
dimuka dan aktiva tetap terletak pada usia aktiva tersebut. Biaya dibayar dimuka biasanya di
bebankan sebagai ongkos selama siklus kegiatan berjalan atau satu tahun,tergantung mana
yang lebih lama,sedangkan aktiva tetap di bebankan sebagai biaya selama satu periode yang
lebih panjang. Tetapi jika keseragaman dalam proses akuntansi itu di anggap sebagai tujuan
utama klasifikasi maka pos-pos tidak berwujud yang usianya terbatas mungkin harus di
sertakan pula di dalamnya tetapi klasifikasi menurut proses akuntansi bukanlah tujuan yang
relevan.
Tujuan kedua dalam penguraian dan pengukuran pos-pos aktiva tetap adalah memberikan
indikasi jumlah fisik atau kapasitas produksi yang dimiliki perusahaan dan juga beberapa
petunjuk mengenai usia relatifnya serta taksiran masa pakainya yang akan datang. Semua
informasi itu tidak mungkin terpenuhi dengan sejumlah angkadalam rupiah. Namun demikian
untuk aktiva atau aktiva tertentu mungkin lebih relevan jika digunakan basis penilaian input
daripada nilai likuidasinya : dan suatu penilaian yang di dasarkan pada tafsiran nilai barang
atau jasa atau arus kas di masa mendatang tidak mungkin di pergunakan sebagai pengukur
baik secara teoritis maupun praktis. Suatu jumlah akumulasi penyusutan yang di kurangkan
dari suatu nilai input tidak dapat menghasilkan gambaran yang cukup tentang kondisi atau
usia relatif aktiva tetap tersebut.
Tujuan ketiga adalah tujuan yang penting dari klasifikasi dan penilaian aktiva tetap untuk
menyajikan suatu gambaran mengenai kegiatan suatu perusahaan sebagaimana
pengelompokkan moneter dan aktiva lancar menunjukkan informasi mengenai kegiatan
perusahaan, demikian pula halnya dengan pengelompokkan investasi dalam pos-pos modal.
Jumlah relatif modal yang di tanamkan dalam aktiva tetap merupakan informasi yang relevan

bagi penanam modal dan para kreditur, karena hal itu mungkin dapat menambah informasi
untuk membantu meramal arus kas di masa depan dan memberikan petunjuk mengenai
periode sebelum perusahaan berkesempatan menanamkan kembali sumber dayanya untuk
penggunaan yang sama atau penggunaan lainnya tanpa adanya keharusan likuidasi (forced
liquidation). Dalam perusaan Public Utility (pelayanan umum seperti PLN, TELKOM, GAS,
dll) dan dalam berbagai perusahaan jasa lainnya, jumlah yang ditanamkan sebagai pos-pos
modal jangka panjang merupakan kelompok terpenting sebagai sumber daya penghasilan di
masa mendatang. Karena alasan inilah maka sebagian besar public utility menyajikan pos-pos
aktiva tetap pada bagian pertama dalam neraca, mendahului aktiva lancar.
Pos-pos aktiva tetap nonoperasional biasanya disajikan di neraca dalam kelompok yang
terpisah, meskipun masalah penilaian dan penyusutanya sama dengan aktiva tetap operasi.
Karena itu sebagian besar uraian berikut akan dikaitkan baik dengan unsur-unsur aktiva tetap
operasional maupun non operasional.
2.4 PENGGOLONGAN AKTIVA TETAP
1. AKTIVA TETAP BERWUJUD
Adalah aktiva-aktiva yang berwujud yang sifatnya relatif permanen yang digunakan dalam
kegiatan perusahaan yang normal. Istilah relatif permanen menunjukan sifat dimana aktiva
yang bersangkutan dapat digunakan dalam jangka waktu yang relatif cukup lama.
AkitIva tetap berwujud yang dimiliki oleh suatu perusahaan dapat mempunyai macammacam bentuk seperti tanah, bangunan, mesin-mesin dapat alat-alat, kendaraan, mebel dan
lain-lain. Dari macam-macam aktiva tetap berwujud di atas untuk tujuan akutansi dilakukan
pengelompokan sebagai berikut :
Aktiva tetap yang umurnya tidak terbatas seperti tanah untuk letak perusahaan, pertanian dan
peternakan.
Aktiva tetap yang umurnya terbatas dan apabila sudah habis masa penggunaannya bias
diganti dengan aktiva yang sejenis.
Aktiva tetap yang umurnya terbatas dan apabila sudah habis masa penggunaannya tidak dapat
diganti dengan aktiva yang sejenis.
Klasifikasi Aktiva Tetap Berdasarkan Jenis
Aktiva tetap biasanya digolongkan menjadi empat kelompok, yaitu:
Tanah, seperti tanah yang digunakan sebagai tempat berdirinya gedung-gedung perusahaan.
Perbaikan tanah, seperti jalan-jalan diseputar lokasi perusahaan yang dibangun oleh
perusahaan, tempat parkir, dan pagar.
Gedung, seperti kantor, toko, pabrik, dan gudang.
Peralatan, seperti peralatan kantor, peralatan pabrik, mesin-mesin, kendaraan, dan mebel.
Sudut Substansi
Aktiva tetap dapat dibagi:
Tangible Assets atau Aktiva berwujud seperti Lahan, Mesin, Gedung dan Peralatan.
Intangible Assets atau Aktiva yang tidak berwujud seperti HGU, HGB, Goodwill, Patents,
Copyright, Hak Cipta, Franchise, dan lain-lain.
Sudut Disusutkan Atau Tidak
Depreciated Plant asset yaitu aktiva tetap yang disusutkan seperti Building (Bangunan),
Equipment (Peralatan), Machinary (Mesin), Inventaris dan lain-lain.
Undepreciated Plant Asset yaitu aktiva yang tidak dapat disusutkan seperti Land (Lahan).
2. AKTIVA TETAP TIDAK BERWUJUD
Aktiva tidak berwujud adalah aktiva tetap perusahaan yang secara fisik tidak dapat
dinyatakan. Contoh Aktiva tidak berwujud adalah hak paten, hak cipta hak merek, biaya riset

dan pengembangan biaya ditangguhkan serta hak pengusahaan sumber alam. Aktiva tidak
berwujud dapat diperoleh melalui pembelian atau dikembangkan sendiri oleh perusahaan.
Apabila suatu aktiva tidak berwujud diperoleh dengan membeli dari pihak luar, maka
disamping harga beli yang termasuk sebagai harga perolehan (cost) adalah biaya – biaya
tambahan untuk mendapatkannya seperti biaya yang dibayarkan kepada pemerintah dan
notaries serta biaya administrasi yang berhubungan. Apabila suatu aktiva tidak berwujud
diperoleh dengan jalan mengembangkan sendiri ,maka termasuk dalam harga perolehan
adalah biaya-biaya bahan, peralatan, dan fasilitas, biaya gaji dan upah dan biaya tidak
langsung misalnya alokasi biaya administrasi dan umum.
Aktiva tidak berwujud mungkin timbul dari:
1. Pemerintah-seperti hak paten, hak cipta, frenchis, merek dagang, dan nama dagang.
2. Perusahaan lain, misalnya pembelian yang mencakup pembayaran untuk goodwill.
3. Perjanjian tertentu-seperti frenchise dan lease.
Ciri- ciri aktiva tetap tidak berwujud
Dapat dipisahkan, yaitu kemampuannya untuk menjadi terpisah atau terbagi dari BPR dan
dapat dijual, dialihkan, dilisensikan, disewakan atau ditukarkan melalui suatu kontrak terkait
aset atau kewajiban secara individual atau secara bersama.
Muncul dari hak kontraktual atau hak hukum lainnya, terlepas apakah hak tersebut dapat
dialihkan atau dapat dipisahkan dari BPR atau dari hak dan kewajiban lainnya.
Aset Tidak Berwujud dapat diperoleh secara eksternal melalui perolehan secara terpisah dan
pertukaran aset, atau dihasilkan secara internal.
Aset Tidak Berwujud hanya dapat diakui apabila berasal dari eksternal. Sedangkan biaya
penelitian dan pengembangan yang terkait dengan upaya menghasilkan aset tidak berwujud
secara internal tidak dapat diakui sebagai Aset Tidak Berwujud, kecuali merupakan bagian
dari perolehan aset lain.
AKTIVA TETAP BERWUJUD
2.5.1 AKTIVA TETAP BERWUJUD (PEROLEHAN, PENYUSUTAN DAN
PELAPORAN)
Kekayaan yang dimiliki oleh perusahaan disebut aktiva atau harta ( assets ). Aktiva
menunjukan bentuk kekayaan yang dimiliki perusahaan yang merupalan sumber daya
(resources) bagi perusahaan untuk melakukan usaha. Setiap perusahaan memiliki laporan
keuangan .Laporan keuangan adalah laporan yang dirancang untuk para pembuat keputusan,
terutama pihak diluar perusahaan, mengenai posisi keuangan dan hasil usaha perusahaan.
Laporan keuangan terdiri dari neraca, laporan laba rugi dan laporan arus kas. Neraca adalah
laporan keuangan yang dapat memberi informasi tentang sumber-sumber daya yang dimiliki
perusahaan dan sumber pembelanjaan untuk memperolehnya. Laporan ini menyajikan posisi
keuangan perusahaan yang didalamnya terdiri dari tiga komponen penting yaitu aktiva,
kewajiban dan modal. Aktiva dapat dibedakan menjadi dua, yaitu aktiva lancar dan aktiva
tetap.
Aktiva Tetap
Aktiva tetap adalah aktiva yang jangka waktu pemakaiannya lama digunakan dalam kegiatan
perusahaan, dimiliki tidak untuk dijual kembali dalam kegiatan normal perusahaan serta
nilainya cukup besar. Aktiva ini digolongkan menjadi aktiva tetap berwujud (tangible fixed
assets ) dan aktiva tidak berwujud ( intangible assets ). Tidak ada criteria standar mengenai
jangka waktu pemakaian minimal untuk membedakan aktiva tetap dengan aktiva lainnya.
Walaupun demikian, pemakaian lebih dari satu tahun, pada umumnya digunakan sebagai

pedoman. Kriteria lain adalah aktiva tersebut harus dipakai dalam kegiatan perusahaan dan
tidak untuk dijual kembali. Hanya aktiva yang nilainya tinggi saja yang biasanya
dikelompokan sebagai aktiva tetap.
Harga Perolehan
Semua biaya yang terjadi untuk memperoleh suatu aktiva tetap sampai tiba ditempat dan siap
dipakai harus dimasukkan sebagai bagian dari harga perolehan (cost) aktiva yang
bersangkutan. Contoh : apabila perusahaan membeli sebuah tanah dengan harga
Rp.20.000.000 dan untuk biaya notarisnya Rp.400.000, biaya balik nama sebesar Rp.300.000
dan komisi kepada makelar Rp.200.000 maka harga perolehan dari tanah tersebut adalah
Rp.20.900.000.
Perolehan Dengan Angsuran
Ada kalanya aktiva tetap dibeli secara angsuran. Dalam hal demikian kontrak pembelian
dapat menyebutkan bahwa pembayaran akan dilakukan dalam sekian kali angsuran dan
terhadap saldo yang belum dibayar dikenakan bunga. Sebagai contoh perusahaan membeli
tanah dengan harga Rp .50.000.000 dengan 25 kali angsuran bulanan terhadap saldo yang
belum dibayar, dan dikenakan bunga 12% setahun. Ayat jurnal yang perlu dibuat yaitu :
(D) Tanah
50.000.000
(K) Hutang angsuran
50.000.000
Pada waktu membayar angsuran pertama, jumlah yang harus dibayar dihitung sebagai
berikut:
Angsuran bulanan Rp50.000.000 : 25 =
Rp.2.000.000
Bunga selama sebulan yang belum dibayar
1/12 x 12% x Rp.50.000.000 =
500.000
Jumlah yang harus dibayar
Rp.2.500.000

Ayat jurnal yang perlu dibuat untuk pembayaran ini :
(D) Hutang angsuran
2.000.000
(D) Biaya bunga
500.000
(K)
Bank
2.500.000
Angsuran kedua terdiri dari hutang pokok bulanan sebesar Rp 2.000.000 dan sisa hutang Rp
48.000.000. Bunga yang dibebankan 1/12 x 12% x Rp.48.000.000 = Rp.480.000. Ayat jurnal
yang perlu dibuat yaitu :
(D) Hutang angsuran
2.000.000
(D) Biaya bunga
480.000
(K) Bank
2.480.000
proses perhitungan, pembayaran dan pencatatan angsuran seperti tersebut akan berulang
setiap bulan sekali samapai semua hutang angsuran telah dibayar.
Penyusutan
Semua jenis aktiva tetap kecuali tanah, akan semakin berkurang kemampuannya untuk
memberikan jasa bersamaan dengan berlalunya waktu. Beberapa faktor yang mempengaruhi
menurunnya kemampuan ini adalah pemakaian, keausan, ketidakseimbangan kapasitas yang

tersedia dengan yang diminta dan keterbelakangan teknologi. Berkurangnya kapasitas berarti
berkurangnya nilai aktiva tetap yang bersangkutan dan hal ini perlu dicatat dan dilaporkan.
Pengakuan adanya penurunan nilai aktiva tetap berwujud ini disebut penyusutan
( depreciation) . Ayat jurnal yang perlu dibuat untuk mencatat penyusutan dalah debit biaya
penyusutan dan kredit akumulasi penyusutan. Perkiraan akumulasi penyusutan digunakan
untuk mencatat secara akumulatif jumlah penyusutan yang telah dilakukan .Selisih antara
harga perolehan dengan akumulasi penyusutan merupakan bagian dari harga perolehan yang
belum disusutkan. Selisih ini disebut nilai buku
( book value) aktiva tetap.
Metode Penyusutan
Ada dua faktor yang mempengaruhi besarnya penyusutan yaitu nilai aktiva tetap yang
digunakan dalam penghitungan penyusutan (dasar penyusutan) dan taksiran manfaat. Dasar
penyusutan dapat berupa : harga perolehan dan nilai buku. Untuk menghitung penyusutan,
taksiran manfaat dinyatakan dalam tarif penyusutan dan dapat dihitung dengan rumus :
Metode garis lurus ( Straight line ), biaya penyusutan dialokasikan berdasarkan berlalunya
waktu ,dalam jumlah yang sama,sepanjang masa manfaat aktiva tetap.
Biaya penyusutan = Tarif penyusutan x Dasar penyusutan
Dasar penyusutan = Harga perolehan – nilai sisa
Contoh :
tarif penyusutan dengan taksiran manfaat 5 tahun , maka tarifnya 100% : 5 = 20 %
harga kendaraan Rp 12.500.000 ,nilai sisa diperkirakan Rp 1.550.000 ,maka biaya
penyusutannya = 20% (Rp.12.500.000 – Rp.1550.000) = Rp.2.190.000
Th Harga
Perolehan Biaya
Penyusutan Ak.
penyusutan Nilai buku
1 Rp.12.500.000 Rp.2.190.000
2 Rp.12.500.000 Rp.2.190.000
3 Rp.12.500.000 Rp.2.190.000
4 Rp.12.500.000 Rp.2.190.000
5 Rp.12.500.000 Rp.2.190.000

Rp.2.190.000
Rp.4.380.000
Rp.6.570.000
Rp.8.760.000
Rp.10.950.000

Rp.10.310.000
Rp. 8.120.000
Rp. 5.930.000
Rp. 3.740.000
Rp. 1.550.000

Metode saldo menurun ( Declining balance ), biaya penyusutan akan merata sepanjang umur
aktiva tetap dan biaya penyusutan makin menurun dari tahun ke tahun selama taksiran masa
manfaat dikarenakan semakin tua, kapasitas aktiva dalam memberikan jasanya juga akan
semakin menurun.
Biaya penyusutan = Tarif penyusutan x Dasar penyusutan
Dasar penyusutan = Nilai buku awal periode
Metode jumlah angka tahun akan menghasilkan jadwal penyusutan yang sama dengan
metode saldo menurun. Jumlah penyusutan akan makin menurun dari tahun ke tahun.
Biaya penyusutan = Tarif penyusutan x Dasar penyusutan
Dasar penyusutan = Harga perolehan – nilai sisa
Metode unit produksi,dalam metode unit produksi taksiran manfaat dinyatakan dalam
kapasitas produksi yang dapat dihasilkan.Kapasitas produksi itu sendiri dapat dinyatakan
dalam bentuk unit produksi, jam pemakaian, kilometer pemakaian atau unit unit kegiatan
yang lain. Harga perolehan dikurangi nilai sisa merupakan dasar penyusutan.

Penilaian dan pelaporan
Aktiva tetap dinilai sebesar nilai bukunya, yaitu harga perolehan dikurangi dengan akumulasi
penyusutan. Tetapi apabila manfaat ekonomi dari suatu aktiva tetap tidak lagi sebesar nilai
bukunya, maka aktiva tersebut dinyatakan sebesar jumlah yang sepadan dengan nilai manfaat
ekonomi yang tersisa. Penurunan nilai kegunaan aktiva tersebut dicata sebagai kerugian.
Dalam laporan keuangan, aktiva tetap dirinci menurut jenisnya, seperti tanah, gedung, mesinmesin, peralatan dan lain-lain.
Contoh penyajian kelompok aktiva tetap di neraca apabila akumulasi penyusutan
dikurangkan secara keseluruhan adalah sebagai berikut :
Aktiva tetap :
Peralatan kantor
Peralatan toko
Kendaraan
Gedung
Tanah
Akumulasi penyusutan
Total aktiva tetap,neto

Rp. 30.000.000
50.000.000
25.000.000
105.000.000
20.000.000 +
Rp. 230.000.000
( 52.500.000 )
Rp. 177.500.000

Buku Aktiva Tetap
Perkiraan aktiva tetap dibuku besar perlu dibuatkan rinciannya dalam buku aktiva tetap (fixed
assets subsidiary ledger). Buku tambahan ini merinci aktiva tetap dibuku besar menurut
jenisnya.
2.5.2

AKTIVA TETAP BERWUJUD ( PENARIKAN )

Penjualan
Aktiva tetap yang sudah tidak terpakai lagi dapat ditarik dari pemakaian. Penarikan
(retirements) dapat dilakukan dengan dijual, ditukarkan dengan aktiva lain atau dibuang
begitu saja (dihapuskan). Ayat jurnal yang harus dibuat untuk ketiga macam transaksi
tersebut sedikit berbeda, namun yang pasti, nilai buku aktiva yang bersangkutan harus
dikeluarkan dari pembukuan. Hal ini dilakukan dengan mengkredit harga perolehan dan
mendebit akumulasi penyusutannya. Suatu aktiva tetap tidak boleh dikeluarkan dari
pembukuan hanya karena telah habis disusutkan. Harga perolehan maupun akumulasi
penyusutan aktiva tetap yang telah habis disusutkan tetap disajikan, walaupun kalau
dinettokan, nilai bukunya sama dengan nol.
Apabila suatu aktiva tetap dijual, niai bukunya dihitung sampai dengan tanggal penjualan.
Nilai buku ini kemudian dibandingkan dengan hasil penjualan yang diterima. Selisih yang
diperoleh merupakan keuntungan atau kerugian karena penjualan aktiva tetap.
Penukaran
Suatu aktiva tetap yang sudah berkurang manfaatnya, dapat ditukarkan dengan yang lain.
Penukaran aktiva teatp dapat dilakukan dengan aktiva sejenis ( misalnya mobil dengan
mobil ) atau dapat juga dengan tidak sejenis ( misalnya mobil dengan mesin ).
Dalam penukaran (trade in) aktiva tetap, terlebih dahulu harus ditentukan nilai tukarnya
( trade in allowance). Selisih antara nilai tukar aktiva lama dengan harga aktiva baru
merupakan keuntungan atau kerugian dari penukaran. Apabila nilai tukar lebih besar dari
nilai buku, maka memperoleh keuntungan dan sebaliknya jika nilai tukar lebih kecil dari nilai

buku maka merupakan kerugian. Ada dua cara pencatatan untuk transaksi penukaran aktiva
tetap yaitu :
a. Untuk penukaran aktiva tidak sejenis ,keuntungan dan kerugian dibebankan dalam tahun
berjalan.
b. Untuk penukaran aktiva sejenis,keuntungan dikurangkan pada harga aktiva baru,
sedangkan kerugian dibebankan dalam tahun berjalan.
Penghapusan
Kemungkinan lain bagi aktiva yang sudah tidak bermanfaat adalah dihapuskan. Ini terjadi
kalau aktiva tetap tidak dapat dijual atau ditukarkan. Apabila aktiva belum disusutkan penuh,
maka akibat penghapusan ini adalah terjadinya kerugian sebesar nilai buku. Seperti halnya
kerugian dari penjualan aktiva tetap kerugian karena penghapusan aktiva juga dilaporkan
sebagai biaya lain-lain. Adakalanya penghapusan aktiva tetap dilakukan karena kejadian –
kejadian yang tidak diharapkan seperti kebakaran.
Untuk menggambarkan kejadian ini, anggaplah bahwa mobil yang dibeli pada tanggal 2
januari 199 AA dengan harga Rp. 10.000.000, pada tanggal 1 Juli 199 B mengalami tabrakan
berat dan tidak dapat dipakai lagi. Ganti rugi yang diterima dari perusahaan asuransi adalah
Rp. 8.000.000. Ayat jurnal yang sesuai yaitu :
(D)Biaya penyusutan
1.000.000
(K) Akumulasi penyusutan
1.000.000
2. (D)Akumulasi penyusutan
(D)Kerugaian karena penghapusan a.t
(K) Kendaraan
3. (D) Piutang klaim asuransi
(K)
Pendapatan klaim asuransi

7.000.000
3.000.000
10.000.000
8.000.000
8.000.000

Ayat jurnal (1) adalah ayat jurnal untuk mencatat penyusutan dari tanggal 1 Januari 199 A
sampai dengan 1 Juli 199 B yang belum dicatat. Ayat jurnal (2) mencatat penghapusan aktiva
tetap, sedang ayat jurnal (3) mencatat klaim asuransi yang akan diterima.
Aktiva Tetap Bernilai Kecil
Salah satu kriteria untuk dapat dikategorikan sebagai aktiva tetap adalah nilainya yang besar.
Aktiva tetap yang nilai per unitnya kecil, dapat langsung dibebankan sebagai biaya pada saat
perolehan. Manajemen perusahaan perlu menetapkan atau untuk pengeluaran yang harus
dikapitalisir sebagai aktiva tetap dan pengeluaran yang harus dibebankan sebagai biaya.
Apabila pengeluaran untuk aktiva – aktiva tetap yang nilainya kecil misalnya suku cadang,
dikapitalisir, maka pencatatannya dapat dikelompokan menjadi satu. Penyusutan secara
regular tidak dihitung. Pembebanan ke biaya dilakukan dengan menghitung secara phisik
aktiva tetap yang masih tersisa. Harga perolehan aktiva yang masih ada ditaksir kemudian
selisih antara saldo menurut perkiraan dengan nilai taksiran dibebankan ke perkiraan biaya.
Pengeluaran modal
Pengeluaran-pengeluaran aktiva tetap seperti biaya pemeliharaan (maintenance), penambahan
(additions), penggantian (replacement) atau perbaikan (repairs) dapat dikategorikanmenjadi
pengeluaran modal (capital expenditures) and pengeluaran pendapatan ( renevue
expenditures). Pengeluaran modal adalah pengeluaran-pengeluaran yang harus dicatat
sebagai aktiva (dikapitalisir ).

Pengeluaran-pengeluaran yang akan mendatangkan manfaat lebih dari satu periode akutansi
termasuk dalam kategori ini. Misalnya, penambahan satu unit AC dalam sebuah mobil
merupakan pengeluaran modal. Demikian juga halnya dengan pengeluaran – pengeluaran
yang menambah efisiensi memperpanjang umur aktiva atau meningkatkan kapasitas atau
mutu produksi. Pengeluaran modal dicatat sebagai debit pada perkiraan : aktiva ataupun
akumulasi penyusutan. Pengeluaran – pengeluaran untuk penambahan dan penggantian, pada
umumnya dicatat dalam perkiraan aktiva sedangkan untuk perbaikan besar-besaran yang akan
memperpanjang umur aktiva dicatat sebagai debit pada perkiraan akumulasi penyusutan.
Pengeluaran pendapatan
Pengeluaran pendapatan adalah pengeluaran-pengeluaran yang hanya mendatangkan manfaat
untuk tahun dimana pengeluaran tersebut dilakukan. Oleh karena itu pengeluaranpengeluaran akan dibebankan sebagai biaya. Biaya pemeliharaan dan perbaikan rutin
merupakan contoh dari jenis pengeluaran ini. Biaya pemeliharaan adalah biaya-biaya yang
terjadi agar aktiva tetap selalu berada dalam keadaan baik. Biaya perbaikan adalah biayabiaya untuk mengembalikan aktiva tetap dalam keadaan baik.
PENGELUARAN – PENGELUARAN MODAL DAN PENDAPATAN
Perlakuan akuntansi terhadap pengeluaran-pengeluaran yang berhubungan dengan perolehan
dan penggunaan aktiva tetap dapat dibagi menjadi dua, yaitu :
Pengeluran modal adalah pengeluran-pengeluran untuk memperoleh suatu manfaat yang akan
dirasakan lebih dari satu periode akutansi pengeluaran-pengeluaran.
Pengeluran pendapatan adalah pengeluran-pengeluran untuk memperoleh suatu manfaat yang
hanya dirasakan dalam periode akuntansi yang bersangkutan. Oleh karena itu pengeluaranpengeluran seperti ini dicatat dalam rekening biaya.
PRINSIP PENILAIAN AKTIVA TETAP BERWUJUD
Adalah jumlah kas atau setara kas yang dibayarkan atau nilai wajar imbalan lain yang
diberikan untuk memperoleh suatu aktiva pada saat perolehan atau konstruksi sampai dengan
aktiva tersebut dalam kondisi dan tempat yang siap untuk digunakan.
HARGA PEROLEHAN AKTIVA TETAP BERWUJUD
Untuk menentukan besarnya harga perolehan suatu aktiva, berlaku prinsip yang menyatakan
bahwa semua pengeluaran yang terjadi sejak pembelian sampai aktiva itu siap dipakai harus
dikapitalisasi. Karena jenis aktiva itu macam-macam maka masing-masing jenis mempunyai
masalah-masalah khusus yang akan dibicarakan berikut ini :
Tanah
Tanah yang dimiliki dan digunakan sebagai tempat berdirinya perusahaan dicatat dalam
rekening tanah. Apabila tanah itu tidak digunakan dalam usaha perusahaan maka dicatat
dalam rekening investasi jangka panjang. Harga perolehan tanah terdiri dari berbagai elemen
seperti :
Harga beli
Komisi pembelian
Bea balik nama
Biaya penelitian tanah
Iuran-iuran (pajak-pajak) selama tanah belum dipakai
Biaya merobohkan bangunan lama
Biaya perataan tanah pembersihan dan pembagian

Pajak-Pajak yang jadi beban pembelian pada waktu pembelian
Bangunan
Gedung yang diperoleh dari pembelian, harga perolehannya harus dialokasikan pada tanah
dan gedung. Biaya yang dikapitalisasi sebagai harga perolehan gedung adalah :
Harga beli
Biaya Perbaikan sebelum gedung itu dipakai
Komisi pembelian
Bea balik nama
Pajak-Pajak yang menjadi tanggungan pembeli pada waktu pembelian
Mesin dan alat-alat
Yang merupakan harga perolehan meisn dan alat-alat adalah
Harga beli
Pajak-pajak yang menjadi beban pembeli
Biaya angkut
Asuransi selama dalam perjalanan
Biaya pemasangan
Biaya-biaya yang dikeluarkan selama masa percobaan mesin
Alat-Alat Kerja
Alat-alat kerja yang dimiliki bias berupa alat-alat untuk mesin atau alat-alat tangan.
Pattern dan dies atau Cetakan-Cetakan
Cetakan-cetakan yang dipakai untuk peroduksi dalam beberapa periode dicatat dalam
rekening aktiva tetap dan didepresiasi selam umur ekonomisnya.
Perabotan dan Alat-Alat Kantor
Pembelian atau pembuatan alat-alat harus dipisahkan-pisahkan untuk fungsi-fungsi produksi,
penjulaan dan administrasi, sehingga depresiasinya dapat dibebankan pada maisng-masing
fungsi tersebut.
Kendaraan
Seperti halnya perabot, maka kendaraan yang dimiliki juga harus dipisahkan untuk setiap
fungsi yang berbeda.
Tempat Barang yang Dapat Dikembalikan
Adalah barang-barang yang dipakai sebagai tempat dari produk yang dijual.
CARA – CARA PEROLEHAN AKTIVA TETAP
Aktiva tetap dapat diperoleh dengan berbagai cara, dimana masing-masing cara perolehan
akan mempengaruhi penentuan harga perolehan berikut ini akan dibahas tetang harga
perolehan.
Pembelian Tunai
Aktiva tetap berwujud yang diperoleh dari pembelian tunai dicatat dalam buku-buku dengan
jumlah sebesar uang yang dikeluarkan.
Pembelian secara gabungan
Harga perolehan dari setiap aktiva yang diperoleh secara gabungan ditentukan dengan
mengalokasikan harga gabungan tersebut berdasarkan perbandingan nilai wajar setiap aktiva
yang bersangkutan.
Perolehan Melalui Pertukaran
Ditukar dengan Surat-surat Berharga
Aktiva tetap yang diperoleh dengan cara ditukar dengan saham atau Obligasi perusahaan,
dicatat dalam buku sebesar harga pasar saham atau obligasi yang digunakan sebagai penukar
Ditukar dengan aktiva tetap yang lain

Banyak pembelian aktiva tetap dilakukan dengan cara tukar-menukar atau sering disebut
“tukar tambah”. Dimana aktiva lama digunakan untuk membayar harga aktiva baru ada dua
jenis pertukaran yaitu :
Pertukaran aktiva tetap yang tidak sejenis
Pertukaran aktiva tetap yang sejenis
Pembelian angsuran
Apabila aktiva tetap diperoleh dari pembelian angsuran, maka dalam harga perolehan aktiva
tetap tidak boleh termasuk bunga.
Diperoleh dari Hadiah atau Donasi
Aktiva tetap yang diperoleh dari hadiah atau donasi, pencatatannya bisa dilakukan
menyimpang dari prinsip harga perolehan.
Aktiva yang Dibuat sendiri
Perusahaan mungkin membuat sendiri aktiva tetap yang diperlukan seperti gedung, alat-alat
dan perabotan. Pembuatan aktiva ini biasanya dengan tujuan untuk mengisi kapasitas atau
pegawai yang masih diam.
BIAYA – BIAYA SELAMA MASA PENGGUNAAN AKTIVA
Aktiva tetap yang dimiliki dan digunakan dalam usaha perusahaan akan memerlukan
pengeluaran-pengeluaran yang tujuannya adalah agar dapat memenuhi kebutuhan
perusahaan. Pengeluaran-pengeluaran tersebut dapat dikelompokan menjadi :
Reparasi dan Pemeliharaan
Biaya reparasi dapat merupakan biaya yang jumlahnya kecil jika reparasinya bisa dan
jumlahnya cukup besar jika reparasinya besar. Reparasi besar biasanya terjadi setelah
beberapa tahan, sehingga dapat dikatakan bahwa manfaat reparasi seperti ini akan dirasakan
dalam beberapa periode. Oleh karena itu biaya reparasi besar dikapitalisasi dan
pembebanannya sebagai biaya dilakukan dalam periode-periode yang menerima manfaat.
Penggantian
Adalah biaya yang dikeluarkan untuk mengganti aktiva atau suatu bagian aktiva dengan unit
yang baru yang tipenya sama.
Perbaikan
Adalah penggantian suatu aktiva dengan aktiva baru untuk memperoleh kegunaan yang lebih
besar.
Penambahan
Adalah memperbesar atau memperluas fasilitas suatu aktiva seperti penambahan ruang dalam
bangunan ruang parker dan lain-lain.
Penyusunan Kembali aktiva tetap
Biaya-biaya yang dikeluarkan dalam penyusunan kembali aktiva atau perubahan route
produksi atau untuk mengurangi biaya produksi, jika jumlahnya cukup berarti dan manfaat
penyusunan kembali itu akan dirasakan lebih dari satu periode akuntansi maka harus di
kapitalisasi.
MEMBERHENTIAN AKTIVA
Aktiva tetap bisa dihentikan pemakaiannya dengan cara dijual, ditukarkan, maupun karena
rusak. Pada waktu aktiva tetap dihentikan dari pemakian maka semua rekening yang
berhubungan dengan aktiva tersebut dihapuskan.
ASURANSI KEBAKARAN
Perusaahan biasanya mengasuransikan harta benda terhadap kemungkinan timbulnya
kerugian karena kebakaran. Perjanjian asuransi ini dinyatakan dalam polis. Perusahan

asuransi akan mengganti kerugian dalam hal adanya kebakaran, maksimum sebesar jumlah
pertanggungan yang dinyatakan dalam polis.
ASURANSI BERSAMA
Syarat asuransi bersama adalah syarat menyatakan bahwa apabila harta benda diasuransikan
(dipertanggung jawabkan) dengan jumlah yang lebih rendah dari pada suatu persentase
tertentu dari pasar benda tersebut pada saat terjadinya kebakaran, maka perusahan yang
mempertanggungkan akan memikul kerugian karena kebakaran sebanding dengan selisih
jumlah pertanggungan dengan persentase tertentu dari harga pasar harta tersebut
Jumlah kerugian yang akan diganti oleh perusahaan asuransi adalah yang paling rendah dari
jumlah berikut :
jumlah yang dibebankan kepada perusahaan asuransi yang dihitung dengan cara asuransi
bersama
jumlah pertanggungan dalam polis
jumlah kerugian yang sebenarnya
POLIS GABUNGAN
Apabila perusahaan mengasuransikan beberapa aktiva dalam satu polis, maka polis itu akan
menunjukkan syarat alokasi yang dasarnya adalah harga pasar aktiva-aktiva tersebut pada
saat terjadinya kebakaran.
PENCATATAN ASURANSI KEBAKARAN
Apabila terjadi kebakaran atas harta yang diasuransikan maka langkah-langkah yang
dilakukan untuk mengadakan pencatatan akuntansinya adalah sebagai berikut :
Menyusun kembali catatan-catatan yang terbakar
Menyesuaikan buku-buku agar dapat menunjukkan keadaan yang sebenarnya pada saat
kejadiannya kebakaran
Menentukan nilai buku aktiva yang terbakar
Membebankan nilai buku aktiva yang terbakar dan biaya-biaya yang timbul pada saat
kebakaran, ke rekening kerugian kebakaran
Menetukan jumlah yang diterima dari perusahaan asuransi
Rekening kerugian kebakaran dikredit dengan jumlah ini dan jumlah yang diterima dari
penjualan aktiva yang terbakar.
Menutup saldo rekening kerugian ke rekening laba rugi. Saldo ini menunjukkan rugi atau
laba dari kebakaran.
AKTIVA TETAP TIDAK BERWUJUD
Aktiva tak berwujud adalah aktiva tetap perusahaan yang secara fisik tidak dapat dinyatakan.
Contoh Aktiva tidak berwujud adalah hak paten, hak cipta, hak merek, biaya riset dan
pengembangan biaya ditangguhkan serta hak pengusahaan sumber alam. Aktiva tidak
berwujud dapat diperoleh melalui pembelian atau dikembangkan sendiri oleh perusahaan.
Apabila suatu aktiva tidak berwujud diperoleh dengan membeli dari pihak luar, maka
disamping harga beli yang termasuk sebagai harga perolehan (cost) adalah biaya – biaya
tambahan untuk mendapatkannya seperti biaya yang dibayarkan kepada pemerintah dan
notaries serta biaya administrasi yang berhubungan. Apabila suatu aktiva tidak berwujud
diperoleh dengan jalan mengembangkan sendiri, maka termasuk dalam harga perolehan
adalah biaya-biaya bahan, peralatan, dan fasilitas, biaya gaji dan upah dan biaya tidak
langsung misalnya alokasi biaya administrasi dan umum.
Hak paten adalah hak yang diberikan oleh pemerintah (Direktorat Paten) kepada perusahaan

atau seseorang atas suatu penemuan baru. Hak ini diberikan dalam jangka waktu 17 tahun.
Hak Cipta adalah hak yang diberikan oleh pemerintah ( Direktorat Paten) kepada perusahaan
atau seseorang atas karya-karya tulisan dan seni yang dihasilkan. Hak ini diberikan untuk
selama penciptanya masih hidup ditambah 50 tahun setelah meninggal dunia. Hak merek juga
dikeluarkan oleh Direktorat Paten. Ketentuan mengenai merek diatur melalui undang-undang
No. 21 tahun 1961. Merek menurut ketentuan undang-undang ini adalah tanda yang
digunakan untuk membedakan barang-barang produksi atau barang-barang perniagaan
seseorang atau perusahaan lain.
Biaya yang ditangguhkan adalah biaya-biaya yang tidak dapat dibebankan dala periode
terjadinya karena memberikan manfaat di masa datang misalnya biaya operasi, biaya emisi
saham dan biaya pendirian. Biaya pendirian adalah biaya-biaya yang dikeluarkan sehubungan
dengan usaha mendirikan perusahaan yang termasuk biaya ini adalah biaya untuk
memperoleh izin usaha, izin penanaman modal dan lain-lain. Biaya emisi saham adalah
biaya-biaya yang terjadi sehubungan dengan penjualan saham kepada masyarakat.
Biaya pra operasi (preoperating cost ) adalah biaya – biaya yang terjadi mulai dari saat
mendirikan sampai dengan saat perusahaan menghasilkan pendapatan. Biaya administrasi,
umum, penjualan dan produksi, dikapitalisir sebagai biaya pra operasi.
Amortisasi
Pengurangan nilai suatu aktiva tak berwujud yang seara berkala dibebankan sebgai biaya
disebut amortisasi (amortization). Amortisasi aktiva tak berwujud pada umumnya dilakukan
dengan menggunakan metode garis lurus. Dipandang dari sudut kemungkinan amortisasinya,
aktiva tak berwujud dapat digolongkan sebagai :
a. Aktiva tak berwujud yang adanya dibatasi dengan undang-undang, peraturan atau
persetujuan, misalnya hak paten, hak cipta dan hak merek.
b. Aktiva tidak berwujud yang tidak terbatas waktunya dan pada waktu perolehannya tidak
ada petunjuk mengenai usianya yang terbatas, misalnya biaya pendirian dan biaya pra
operasi.
Harga perolehan aktiva tak berwujud kategori : (a) Diamortisasikan selama jangka waktu
yang dinyatakan dalam ketentuan. Bila ternyata jangka waktu kegunaannya lebih lama atau
lebih singkat dari perkiraan semula, maka dapat dilakukan koreksi seperlunya. Aktiva yang
termasuk dalam kategori (b) Diamortisasikan sesuai pertimbangan perusahaan, asalkan
amortisasi tersebut layak dan masuk akal. Amortisasi aktiva tak berwujud dicatat dengan
mendebit perkiraan biaya amortisasi dan mengkredit perkiraan akumulasi amortisasi atau
langsung ke perkiraan aktiva yang bersangkutan.
Pencatatan
Anggaplah bahwa untuk memperoleh suatu hak paten, perusahaan telah mengeluarkan uang
sebesar Rp.25.000.000. Perolehan ini dicatat sebagai berikut :
(D) Hak paten
25.000.000
(K) Bank
25.000.000
Anggaplah juga masa manfaat hak paten tersebut adalah 10 tahun. Amortisasi tahunan dari
hak paten ini, dengan demikian adalah :
10 % x Rp.25.000.000 = Rp.2.500.000
Ayat jurnal yang harus dibuat adalah :
(D) Biaya amortisasi
2.500.000
(K)
Hak paten
2.500.000

Untuk menggambarkan pencatatan biaya riset dan pengembangan, anggaplah bahwa suatu
perusahaan telah mengeluarkan biaya riset dan pengembangan sebesar Rp.10.000.000 dalam
tahun 199 A dan Rp.12.000.000 selama tahun 199 B .Biaya riset dan pengembangan ini
merupakan biaya rutin yang selalu dianggarkan oleh perusahaan. Ayat jurnal yang perlu
dibuat untuk mencatat transaksi yaitu :

199 A
(D) Biaya riset dan pengembangan
(K) Bank

10.000.000
10.000.000

(D) Biaya riset dan pengembangan
(K) Bank

12.000.000
12.000.000

199 B

Apabila riset dan pengembangan tersebut diatas dilakukan untuk suatu produk tertentu yang
dapat diidentifikasikan secara spesifik, maka isi debit dari ayat-ayat jurnal diatas diganti
dengan pos aktiva : Biaya riset dan pengembangan belum dialokasikan .Apabila, kemudian
dapat dipastikan bahwa riset dan pengembangan untuk produk spesifik tadi dinyatakan gagal
ayat jurnal berikut yang perlu dibuat :
(D) Biaya riset dan pengembangan 22.000.000
(K)
Biaya riset dan pengembangan
belum dialokasikan
22.000.000
Hak Penguasaan Sumber Alam
Suatu perusahaan mungkin memperoleh hak untuk melakukan eksplorasi dan eksploitasi
sumber alam tertentu. Biasanya untuk memperoleh hak eksploitasi sumber-sumber alam
tersebut perusahaan harus membayar sejumlah uang. Biaya-biaya untuk memperoleh hak
penguasaan sumber-sumber alam dicatat sebagai aktiva tetap dan diamortisasikan.
Seperti halnya aktiva tak berwujud, biaya-biaya sehubungan dengan penguasaan sumbersumber alam juga akan makin berkurang nilainya yang disebabkan oleh tambangnya sumber
tersebut. Pengurangan nilai itu secara berkala dibebankan dalam perhitungan rugi laba, yang
dalam hal sumber-sumber alam disebut deplesi. Deplesi pada hakekatnya dapat disamakan
dengan penyusutan pada aktiva tetap berwujud dan pada umumnya deplesi dihitung
berdasarkan metode unit produksi.
Sebagai contoh anggaplah sebuah perusahaan harus membayar Rp 1.000.000.000 untuk
mendapatkan hak eksplorasi dan eksploitasi minyak bumi disuatu daerah. Ayat jurnal yang
perlu dibuat yaitu :
(D)Hak penguasaan sumber alam
(K) Bank

1.000.000.000
1.000.000.000

Anggaplah juga bahwa setelah mengadakan eksplorasi dan pengembangan cadangan minyak
yang diperoleh adalah 500.000.000 barel. Selama tahun 199A perusahaan tersebut
memproduksi 60.000.000 barel. Tarif deplesi dihitung sebgai berikut :
Tarif deplesi = Rp.500.000.000 x 12 % = Rp. 60.000.000
Biaya deplesi untuk tahun 199A adalah Rp. 120.000.000

(12% x Rp.1.000.000.000) .Ayat jurnal yang dibuat adalah sebagai berikut :
(D) Biaya deplesi
120.000.000
(K) Hak penguasaan sumber alam

120.000.000

Aktiva Lain-Lain
Pos-pos yang tidak dapat secara layak digolongkan dalam aktiva lancar investasi /penyertaan,
aktiva tetap maupun aktiva tidak berwujud, seperti mesin-mesin yang tidak digunakan,
disajikan dalam kelompok aktiva lain-lain.
Aktiva tetap tidak berwujud (intangible assets) adalah aktiva yang umur ekonomisnya
panjang dan memberikan manfaat bagi operasi perusahaan, tetapi tidak mempunyai bentuk
fisik. Aktiva ini berupa hak-hak istimewa atau pemilikan posisi yang menguntungkan
perusahaan dalam memperoleh pendapatan. Bukti pemilikan aktiva tidak berwujud bisa
berupa kontrak, lisensi atau dokumen lain.
Contoh Aktiva Tetap Tidak Berwujud (Intangible Asset)
Berikut adalah contoh-contoh Aktiva Tetap Tidak Berwujud yang lumrah kita temui dalam
dunia usaha adalah :
Hak Sewa (Lease Hold)
Adalah hak yang diperoleh atas suatu sewa aktiva tertentu (sewa tempat usaha, sewa gedung,
sewa mesin) yang biasanya menggunakan kurun waktu tertentu, disahkan oleh pejabat
pembuat akte (notaris). Hak sewa dinyatakan sebagai aktiva tetap (tak berwujud) karena dua
alasan :
Hak sewa memberikan kontribusi nyata bagi perusahaan, atau dengan kata lain, atas sumber
daya (dana) yang dikeluarkan diharapkan hak sewa akan memberikan manfaat kembali
(berpotensi menghasilkan kas atau manfaat) di masa yang akan datang.
Manfaat yang akan diterima oleh perusahaan atas kepemilikan hak sewa, akan dinikmati oleh
perusahaan untuk periode waktu lebih dari satu tahun buku.
Melihat batasan (bisa dikatakan syarat) di atas, maka kita dapat memilah-milah atas kejadian
sewa, apakah dibukukan sebagai aktiva tetap tak berwujud atau sebagai biaya sewa.
Contoh Kasus :
Tempat Usaha (Tanah dan Gedung) PT. Royal Bali Cemerlang diperoleh dengan cara
menyewa selama 30 Tahun, dengan membayar sebesar Rp 750,000,000,-. Dalam perjalanan
usahanya PT. Royal Bali Cemerlang juga menyewa sebuah mobil pick-up disewa Rp
150,000/hari.
Mengacu pada batasan aktiva tetap tak berwujud atas Hak Sewa yang telah disebutkan
sebelumnya, maka transaksi sewa yang ada pada PT. Royal Bali Cemerlang hendaknya
diperlakukan sebagai berikut :
Pencatatan :
Atas sewa tanah dan gedung di catat sebagai aktiva tak berwujud:
Pada saat pembayaran sewa dicatat :
[-Debit-]. Lease Hold = Rp 750,000,000,[-Credit-]. Kas = Rp 675,000,000.[-Credit-]. PPh Pasal 4(2) = Rp 75,000,000,Pada saat penyetoran PPh Pasal 4(2) :
[-Debit-]. PPh Pasal 4(2) = Rp 75,000,000,[-Credit-]. Kas = Rp 75,000,000,Penjelasan :

(-). Transaksi sewa ini diakui sebagai perolehan Aktiva Tetap Tak Berwujud (intangible
asset) yaitu berupa Hak sewa (Lease Hold), karena sewa tersebut berjangka waktu 30 tahun,
yang artinya atas cost sewa yang dikeluarkan sekarang, perusahaan akan memperoleh
manfaat (menjadikannya sebagai tempat usaha) untuk masa waktu yang lebih dari satu tahun
buku, untuk itu transaksi sewa ini eligable diakui sebagai aktiva tetap tak berwujud..
(-). Persewaan suatu aktiva, merupakan Taxable Object, yaitu PPh Pasal 4 (2), diakui
sekarang atau nanti tetap akan mengakui. Jika tidak di akui sekarang toh nanti akan dikoreksi
oleh pihak kantor pajak. Mengingat Conservatism principle, bukankah setiap potensi
pengeluaran maupun kewajiban, hendaknya diakui sesegera mungkin ?
Atas sewa mesin & mobil dicatat sebagai biaya :
Pada saat pembayaran sewa dicatat :
[-Debit-]. Biaya Sewa = Rp 150,000,[-Credit-]. Kas = Rp 135,000,[-Credit-]. PPh Pasal 23 = Rp 15,000,Pada saat pembayaran PPh Pasal 23 :
[-Debit-]. PPh Pasal 23 = Rp 15,000,[-Credit-].Kas=Rp15,000,Catatan :
Sewa mobil yang biayar harian langsung diakui sebagai biaya, karena atas pengeluaran
perusahaan sebesar Rp 150,000,- perusahaan hanya akan memperoleh manfaat selama satu
hari (kurang dari 1 tahun buku).
Sewa jenis ini adalah obyek PPh Pasal 23, dimana perusahaan bertindak selaku pemotong.
Organization Cost
Adalah pengeluaran-pengeluaran perusahaan yang terjadi sehubungan dengan set-up
perusahaan sebelum beroperasi, contohnya : pembayaran kepada notaris. Pengeluaran ini
diakui sebagai perolehan aktiva tak berwujud, karena atas pengeluaran tersebut perusahaan
akan memperoleh manfaat yang lebih dari satu tahun buku juga, yaitu selama perusahaan
masih beroperasi.
Perijinan (Permit & Licences)
Periijinan adalah hak perusahaan yang diperoleh dari pihak pemerintah baik daerah maupun
pusat untuk melakukan suatu aktivitas tertentu terkait dengan bidang usahanya. Ijin-ijin
perusahaan tentu ada jangka waktunya, dan jika masa berlakunya telah habis maka ijin
tersebut harus diperpanjang atau diperbaharui. Namun demikian ijin usaha atau aktivitas
tertentu atas terkait dengan usaha biasanya memiliki jangka waktu 3 sampai 30 tahun, yang
artinya lebih dari satu tahun buku. Untuk itu izin diakui sebagai aktiva tetap tidak berwujud.
Hak Patent
Hak Patent adalah hak yang diperoleh atas suatu penemuan tertentu. Dimana atas penemuan
tersebut, penemu akan memperoleh manfaat tertentu untuk kurun waktu tertentu dan dapat
diperpanjang. Penemuan tersebut bisa berupa suatu produk, atau rekayasa, atau formula, atau
system, atau cara tertentu.
Merk Dagang (Trade Mark)
Merk Dagang (Trade Mark) yang biasa disingkat TM, adalah hak yang diperoleh atas suatu
merk komersial tertentu. Hak ini bisa berupa logo, tulisan, bentuk, symbol, atau
kombinasinya, yang mewakili suatu organisasi/perusahaan tertentu.

Hak Penggandaan (Copyright)
Copyright adalah hak yang berikan atas suatu penulisan, baik itu berupa karya ilmiah, puisi,
novel, maupun lyric lagu, notasi lagu/irama tertentu, script atau scenario film tertentu.
Copyright meliputi hak untuk memperbanyak dan mengedarkannya.
Franchise
Adalah hak yang diperoleh untuk melakukan suatu usaha tertentu, atau memasarkan
produknya, sekaligus mengikuti pola usaha, cara pengelolaan, penggunaan logo maupun
penggunaan alat usaha tertentu yang aslinya dimiliki oleh perusahaan yang memberikan hak
franchise.
Goodwill
Adalah kelebihan-kelebihan, keistimewaan tertentu yang dimiliki oleh perusahaan, yang oleh
karenanya menjadi dinilai lebih oleh pihak lain. Kelebihan/keisitimewaan tersebut bisa
karena perusahaan memiliki reputasi manajemen yang sangat bagus, menghasilkan suatu
produk unggul yang sulit dicari pesaingnya, letaknya strategis, dan lain-lain.
Catatan penting :
Goodwill hanya diakui (dibuatkan perkiraan) jika terjadi suatu transaksi, yang mana dalam
transaksi tersebut perusahaan dinilai lebih oleh pihak lain. Transaksi yang dimaksudkan bisa
berupa : penjualan perusaahaan, bergabung/berhentinya sekutu (anggota persero) baru,
merger atau akuasisi.
BAB III
PENUTUP
3.1 KESIMPULAN
Setelah kita mengupas beberapa masalah seputar aktiva tetap berwujud dan tidak berwujud,
dapat disimpulkan bahwa aktiva tetap berwujud adalah aktiva-aktiva yang berwujud yang
sifatnya relatif permanen yang digunakan dalam kegiatan perusahaan yang normal. Seperti,
mesin, peralatan, tanah, dan lain-lain. Sedangkan aktiva tetap tidak berwujud adalah aktiva
tetap perusahaan yang secara fisik tidak dapat dinyatakan, tetapi berpengaruh terhadap
kontinuitas perusahaan, seperti hak paten, merk dagang, hak cipta, dan lain-lain.
Adapun perbedaan yang menonjol dari keduanya antara lain :
Bentuk nyata atau bentuk fisik
Nilai aktiva
Usia atau umur aktiva
Perlakuan akuntansi aktiva tak berwujud menyangkut masalah yang tidak berbeda dengan
perlakuan akuntansi terhadap aktiva tetap, diantaranya adalah penentuan nilai perolehan,
perlakuan akuntansi selanjutnya terhadap nilai perolehan tersebut dalam kondisi usaha
normal (amortisasi), dan perlakuan akuntansi atas penurunan nilai aktiva tak berwujud yang
material dan permanen. Kesulitan yang dihadapi dalam pemecahan masalah perlakuan
akuntansi aktiva tak berwujud pada umumnya disebabkan oleh sifat aktiva tersebut, seperti
tidak adanya wujud fisik yang menyebabkan bukti keberadaannya kabur, dan kesulitan dalam
penentuan nilai perolehan serta masa manfaat keekonomiannya.

3.2 SARAN
Setelah disusunnya makalah mengenai aktiva tetap berwujud dan tidak berwujud, diharapkan
dapat menambah wawasan pembaca khususnya dimata kuliah pengantar akuntansi. Begitu
juga alangkah baiknya apabila kita mencari sumber referensi lebih banyak dari berbagai
sumber sehingga ilmu dan wawasan yang kita dapatkan semakin luas.
DAFTAR PUSTAKA
Jusup, Al. Haryono.1993. Dasar-Dasar Akuntansi 2. Edisi 4. Yogyakarta: Bagian Penerbitan
STIE YKPN.
Hendriksen, S. Eldon.,dan Nugroho W. Teori Akuntansi. Edisi 4. Jakarta: Erlangga.
Tuanakotta, M. Theodorus. Teori Akuntansi 2. Jakarta: Fakultas Ekonomi Universitas
Indonesia.
http://emperordeva.wordpress.com/
http://unhicommunity.blogspot.com/
http://putra-finance-accounting-taxation.blogspot.com/
http://carceres-carceres.bogspot.com/
http://kliping-mediabpr.com/
http://unerahma.blogspot.com/
http://kurnia-kudo.blogspot.com/

Judul: Makalah Akuntansi

Oleh: Pinel Gwijangge


Ikuti kami