Latihan: (soal-soal Uraian/essay)

Oleh Sri Rezeki Novianda Sinambela

20 tayangan
Bagikan artikel

Transkrip Latihan: (soal-soal Uraian/essay)

Latihan: (Soal-soal uraian/essay)
Nama
NIM
Kelas
Prodi
MK
Dosen Pengampuh

: Sri Rezeki Novianda Sinambela
: 18023979
: MI D3 5B
: Manajemen Informatika
: E-Commerce
: Dewi Maharani M.kom

1. Bagaimanakah mekanisme transaksi pembayaran melalui internet ?
Jawabannya :
Langkah pertama yang biasa dilakukan konsumen adalah mencari produk atau jasa
yang diinginkannya di internet dengan cara melakukan browsing terhadap situs-situs
perusahaan yang ada. Dengan melalui online pada katalognya maka konsumen kemudian
menentukan barang-barang yang ingin dibelinya. Setelah selesai belanja dengan
memasukkan semua barang (pesanan dalam bentuk informasi) ke dalam digital cart (kereta
dorong digital), maka tibalah saatnya untuk melakukan pembayaran.
Langkah berikutnya adalah konsumen akan berhadapan dengan sebuah halaman situs yang
menanyakan berbagai informasi sehubungan dengan proses pembayaran yang ingin
dilakukan. Informasi yang biasa ditanyakan sehubungan dengan aktivitas tersebut
adalah sebagai berikut:
I.
Cara pembayaran yang ingin dilakukan yaitu seperti: transfer, kartu kredit, kartu
debit, cek personal, dan lain sebagainya.
II.
Data atau informasi pribadi dari orang yang melakukan transaksi, seperti: nama,
alamat, nomor telepon, alamat penagihan dan lain sebagainya.
III.
Bagi perusahaan yang memperbolehkan konsumennya untuk melakukan
pembayaran beberapa kali (cicilan), biasanya akan ditanyakan pula termin
pembayaran yang dikehendaki.
Setelah konsumen mengisi formulir elektronik tersebut, maka perusahaan yang
memiliki situs akan melakukan pengecekan berdasarkan informasi pembayaran yang
telah dimasukkan ke dalam sistem. Jika otorisasi dan verifikasi gagal, maka pesan
kegagalan tersebut akan diberitahukan melalui situs yang sama. Berbagai cara biasa
dilakukan oleh perusahaan maupun bank untuk membuktikan kepada konsumen bahwa
proses pembayaran telah dilakukan dengan baik, yaitu :
 Pemberitahuan melalui email mengenai status transaksi jual beli produk atau jasa
yang telah dilakukan;
 Pengiriman dokumen elektronik melalui email atau situs terkait yang berisi
berita acara jual-beli dan kwitansi pembelian yang merinci jenis produk atau jasa
yang dibeli berikut detail mengenai metode pembayaran yang telah dilakukan;
 Pengiriman kwitansi pembayaran melalui kurir ke alamat atau lokasi konsumen;
 Pencatatan transaksi pembayaran oleh bank atau lembaga keuangan yang
laporannya akan diberikan secara periodik pada akhir bulan; dan lain
sebagainya.

 Menyangkut transaksi pembayaran melalui internet, terdapat prinsip-prinsip yang
harus diperhatikan dengan sungguh-sungguh oleh mereka yang mengembangkan
sistem E-Commerce, yaitu:
 Security – data atau informasi yang berhubungan dengan hal-hal sensitif
semacam nomor kartu kredit dan password tidak boleh sampai dicuri oleh yang tidak
berhak, karena dapat disalahgunakan di kemudian hari
 Confidentiality – perusahaan harus dapat menjamin bahwa tidak ada pihak lain yang
mengetahui terjadinya transaksi jual beli dan pembayaran, kecuali pihak-pihak yang
memang secara hukum harus mengetahuinya (misalnya bank)
 – proses pengecekan kebenaran dimana pembeli Integrity – sistem harus dapat
menjamin adanya keabsahan dalam proses jual beli, yaitu harga yang tercantum
dan dibayarkan hanya berlaku untuk jenis produk atau jasa yang telah dibeli dan
disetujui bersama.
 Authentication maupun penjual merupakan mereka yang benar-benar berhak
melakukan transaksi seperti yang dinyatakan oleh masing-masing pihak
 Authorization – mekanisme untuk melakukan pengecekan terhadap keabsahan dan
kemampuan seorang konsumen untuk melakukan pembelian (adanya dana yang
diperlukan untuk melakukan transaksi jual beli)
 Assurance – kondisi dimana konsumen yakin bahwa perusahaan E-Commerce yang
ada benar-benar berkompeten untuk melakukan transaksi jual beli melalui internet
(tidak melanggar hukum, memiliki sistem yang aman dan sebagainya).

2. Bagaimana implementasi metode pembayaran digital cash untuk pembelian produk
melalui internet ?
Jawabannya :
Misalnya adalah pembelian token melalui transfer antar rekening antar
bank, sehingga calon konsumen tidak perlu harus memiliki rekening di bank yang
bersangkutan. Karena token tersebut berasal dari bank yang dikenal oleh masyarakat, maka
dapat dibelanjakan di toko-toko virtual mana saja yang ada di internet. Atau variasi lain
adalah membeli token dengan menggunakan kartu kredit di sebuah lembaga keuangan
tertentu. Tentu saja harus ada lembaga atau asosiasi yang mengatur agar uang palsu tidak
berkeliaran di dunia maya, yang biasanya dibentuk oleh pemerintah negara setempat. Tidak
jarang pula ditemui toko-toko tertentu yang mengeluarkan digital cash-nya masing-masing,
yang dapat dipergunakan untuk membeli produk-produk pada toko-toko yang menjadi
rekanannya atau yang tergabung dalam suatu jaringan usaha tertentu.
Salah satu keunggulan berbisnis di dunia maya adalah dapat dilakukannya
transaksi perdagangan dimana saja dan kapan saja tanpa harus adanya tatap muka secara fisik
antara si penjual dan si pembeli. Namun dalam hal ini sering menjadi permasalahan, terutama
yang berhubungan dengan masalah autentifikasi. Bagaimana si penjual dapat
meyakinkan bahwa yang membeli produknya adalah orang yang sesungguhnya,
misalnya :
 Kartu kredit yang dipergunakan adalah benar-benar milik dari si pembeli

 Informasi yang dikirimkan oleh si penjual tidak jatuh ke tangan mereka yang tidak
berhak kecuali pembeli yang bersangkutan
 Dokumen yang dikirimkan tidak diubah-ubah oleh mereka yang tidak berhak di
tengah-tengah jalur transmisi(pengiriman)
 Transaksi perdagangan dapat sah secara hukum karena tidak adanya pihak
penipuan dari si pembeli
dan lain sebagainya.

3. Bagaimana implementasi pengiriman dokumen dengan konsep digital signature ?
Jawabannya :
Dokumen tersebut dikodekan dengan menggunakan sebuah fungsi
matematika yang dinamakan Hash Function. Dengan menggunakan tipe hash
function 16 bytes,
maka teks yang panjang akan dapat dinyatakan dalam 16 buah
karakter, misalnya
menjadi: CBBV235ndsAG3D67 yang dinamakan sebagai
message digest. Si pengirim kemudian dengan menggunakan kode pribadinya
(private key) melakukan
enkripsi terhadap message digest ini, dan hasilnya
adalah tanda tangan digital (digital signature) dari si pengirim. Digital signature
inilah yang kemudian digabungkan dengan teks yang ada (dokumen asli) untuk
kemudian dikirimkan melalui internet. Di pihak penerima akan diadakan
serangkaian proses autentifikasi.
 Proses pertama adalah memisahkan antara dokumen asli dengan digital signature
yang menyertainya.
 Proses kedua adalah memberlakukan kembali Hash Function terhadap dokumen asli
sehingga didapatkan 16 karakter message digest.
 Proses ketiga adalah melakukan proses dekripsi terhadap digital signature dengan
menggunakan kunci public (public key) dari si pengirim.
– Proses selanjutnya adalah memperbandingkan atau mengkomparasikan 16
karakter message digest hasil Hash Function dan aktivitas dekripsi.
Jika kedua message digest tersebut identik, maka dokumen dan digital signature yang
diterima adalah otentik, berasal dari orang yang dimaksud dan tidak diintervensi oleh
yang tidak berhak dalam perjalanan transmisinya. Sebaliknya jika ternyata kedua
message digest tersebut tidak sama, berarti ada tiga kemungkinan yang terjadi:
 Dokumen yang dikirimkan telah mengalami perubahan dari segi isi
 Digital Signature yang dikirimkan telah mengalami modifikasi
 Kedua-duanya telah mengalami perubahan sehingga tidak sama dengan aslinya.
Tentu saja perubahan tersebut dapat terjadi karena disengaja maupun tidak. Disengaja
dalam arti kata bahwa ada seseorang atau pihak lain yang mencoba untuk mengganti
dokumen atau memalsukan digital signature. Kalau tidak sengaja dalam arti katanya
mungkin saja terjadi kerusakan teknis, baik secara hardware maupun software,
sepanjang media transmisi sehingga terjadi perubahan data yang dikirim. Satusatunya permasalahan dari metoda autentifikasi ini adalah pengiriman dokumen asli

tanpa harus dilakukan proses enkripsi (karena dinilai lambat, terutama jika
dokumennya berisi teks yang sangat panjang). Namun konsep pareto dapat
dipergunakan, dalam arti kata menerapkan asumsi bahwa 80% dari komunikasi
adalah aman. Jika ternyata terjadi intervensi pada jalur transmisi, alternatif kedua
yaitu penggunaan symmetric encryption atau public-key encryption dapat dipakai
sebagai cara alternatif.
4. Coba sebutkan dan jelaskan beberapa pembayaran elektronik ?
Jawabannya :
a. Kartu Kredit (Credit Card)
Pembayaran menggunakan kartu kredit adalah salah satu modus yang paling umum
dari pembayaran elektronik. Kartu kredit yaitu kartu plastik kecil dengan nomor unik
yang melekat dengan akun.
Berikut ini adalah pengguna dalam sistem kartu kredit.
 Pemegang kartu – Pelanggan (nasabah)
 Pedagang - penjual produk yang dapat menerima pembayaran kartu kredit
 Kartu penerbit bank - bank yang pemegang kartu
 Kartu merek - misalnya, visa atau mastercard
 Pengakuisisi bank - bank merchant
b. Kartu Debet (Debet Card)
Kartu Debet adalah kartu plastik kecil dengan nomor unik yang dipetakan dengan
nomor rekening bank . Hal ini diperlukan untuk memiliki rekening bank sebelumnya
dalam mendapatkan kartu debet dari bank.
c. Kartu Pintar (Smart Card)
Kartu pintar hampir mirip dengan kartu kredit dan kartu debet dalam penampilannya
tetapi memiliki mikroprosesor chip kecil yang tertanam di dalamnya. Kartu ini
memiliki kapasitas untuk menyimpan tentang pekerjaan nasabah yang terkait
besertadengan informasi pribadi.
d. E-Money
Transaksi E-Money mengacu pada situasi di mana pembayaran dilakukan melalui
jaringan dan jumlah yang akan ditransfer dari satu tabungan keuangan untuk tabungan
keuangan yang lain tanpa keterlibatan pihak lain.
e. Transfer Dana Elektronik (Electronic Fund Transfer/EFT)
Ini adalah metode pembayaran elektronik yang sangat populer untuk mentransfer
uang dari satu bank rekening ke rekening bank lain. Account ini bisa di bank yang
sama atau bank yang berbeda. Transfer dana dapat dilakukan dengan menggunakan
ATM (Automated Teller Machine) atau menggunakan komputer.

5. Coba anda berikan beberapa contoh yang pernah anda lakukan dalam pembayaran
elektronik ?
Jawabannya :

 Transfer uang dari bank satu ke bank yang lain
 Mobile Banking
 Banyar uang kuliah menggunakan bank

Judul: Latihan: (soal-soal Uraian/essay)

Oleh: Sri Rezeki Novianda Sinambela


Ikuti kami