Komunikasi Informasi Akuntansi

Oleh Dewi Anggraini

20 tayangan
Bagikan artikel

Transkrip Komunikasi Informasi Akuntansi

KOMUNIKASI INFORMASI AKUNTANSI

MATA KULIAH
AKUNTANSI KEPRILAKUAN

Dosen Pengampu :

Wirmie Eka Putra, S.E., M.Si.
Disusun oleh :

Dewi Anggraini (C1C018050)
KELAS R-10
PROGRAM STUDI AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS JAMBI

KATA PENGANTAR
Alhamdulillah, puji dan syukur penulis panjatkan kehadiran Allah SWT atas berkat rahmat
dan karunia-Nya yang telah memberikan kesempatan kepada penulis sehingga dapat
menyelesaikan tugas makalah ini guna memenuhi tugas mata kuliah Akuntansi Keperilakuan.
Makalah ini disusun agar pembaca dapat memperluas ilmu tentang Komunikasi Informasi
Akuntansi yang penulis sajikan berdasarkan referensi dari berbagai sumber informasi dan
internet.
Dalam menyelesaikan makalah ini penulis menyadari sepenuhnya bahwa makalah ini
masih minim dan masih jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu, saya senantiasa
mengharapkan masukan yang bersifat membangun demi kesempurnaan makalah saya di masa
yang akan datang.
Terima kasih.

Jambi,12 Desember 2020

Dewi Anggraini

i

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI..............................................................................................................................................ii
BAB I PENDAHULUAN.........................................................................................................................iii
1.1

Latar Belakang...........................................................................................................................iii

1.2

Rumusan Masalah......................................................................................................................iii

1.3

Tujuan Penulisan........................................................................................................................iv

BAB II PEMBAHASAN...........................................................................................................................1
2.1

Teori Komunikasi.....................................................................................................................1

2.2

Fungsi Komunikasi...................................................................................................................1

2.3

Model-model Komunikasi.......................................................................................................2

2.4

Hal-hal yang mendasar dalam Komunikasi...........................................................................4

2.5

Variabel-variabel yang Berpengaruh pada Komunikasi Akuntansi....................................8

2.6

Masalah-masalah Terbaru dalam Komunikasi.....................................................................16

BAB III PENUTUP.................................................................................................................................18
3.1

Kesimpulan................................................................................................................................18

3.2

Saran..........................................................................................................................................18

DAFTAR PUSTAKA..............................................................................................................................19

ii

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Riset menunjukkan bahwa komunikasi yang buruk adalah sumber konflik
interpersonal yang paling sering disebutkan. Karena individu menghabiskan 70 persen
dariwaktu

aktifnya

untuk

berkomunikasi

seperti

menulis,

membaca,

berbicara,

mendengarkan.Tampaknya wajar untuk menyimpulkan bahwa salah satu kekuatan yang paling
menghambat keberhasilan kinerja kelompok adalah kurangnya komunikasi yang efektif. Tidak
ada kelompok yang dapat tetap ada tanpa komunikasi. Hanya lewat komunikasi, yang
merupakan transfer makna dari satu orang ke orang lain, informasi dan gagasan dapat
diantarkan.
Intisari dari proses akuntansi adalah komunikasi informasi dengan implikasi keuanganatau
manajemen. Oleh karena itu, untuk menjadi seorang akuntan yang efektif, seseorangharus
menjadi komunikator yang efektif. Informasi bisnis harus disajikan oleh para akuntanuntuk
memenuhi kebutuhan pengguna. Informasi tersebut harus dinyatakan dengan jelas,ringkas,
dan akurat.

1.2 Rumusan Masalah
1) Apa yang dimaksud dengan Teori Komunikasi?
2) Apa saja Fungsi Komunikasi?
3) Apa saja Model-model Komunikasi?
4) Apa saja hal yang mendasar dalam Komunikasi?
5) Bagimana Variabel-variabel yang Berpengaruh pada Komunikasi Akuntansi?
6) Apa saja Masalah-masalah Terbaru dalam Komunikasi?
1.3 Tujuan Penelitian
1) Untuk mengetahui Teori Komunikasi.
2) Untuk mengetahui Fungsi Komunikasi.
3) Untuk mengetahui Model-model Komunikasi
4) Untuk mengetahui hal-hal yang mendasar dalam Komunikasi.
5) Untuk mengetahui Variabel-variabel yang Berpengaruh pada Komunikasi Akuntansi
6) Untuk mengetahui masalah-masalah terbaru dalam komunikasi

iii

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Teori Komunikasi
Para ahli, menurut Gibson et al (1995), mengatakan bahwa komunikasi berasal
darikata latin “communis” yang berarti “sama”. Hal ini berarti adanya suatu pencarian
kesamaanmakna atas hal-hal yang dikomunikasikan antara pihal pengirim dengan pihak
penerima. Dalam pengertian lebih luas, komunikasi adalah proses mempertukarkan
informasiantara dua atau lebih system yang ada dalam suatu lingkungan umum. System
ini dapat berupaindividu, organisasi social, hewan dan mesin. Informasi pada umumnya
didefinisikan sebagaimateri atau energi berpola, yang mengurangi ketidakpastian dalam
perilaku masa depan darisistem-sistem yang yang saling berinteraksi.

2.2 Fungsi Komunikasi
Komunikasi sebagaimana dijelaskan oleh Robins, memiliki empat fungsi utama
dalam suatu kelompok atau organisasi, yaitu pengendalian, motivasi, pengungkapan
emosional, dan informasi. Komunikasi bertindak untuk mengendalikanperilaku anggota
dengan beberapa cara. Setiap organisasi mempunyai hierarki wewenang dan garis
panduan formal yang harusdipatuhi oleh karyawan.
Komunikasi membantu perkembangan motivasi dengan menjelaskan kepada
parakaryawan apa yang seharusnya dilakukan. Seberapa baik mereka bekerja, dan apa
yang dapatdikerjakan untuk memperbaiki kinerja dibawah standar. Bagi banyak
karyawan, kelompokkerja mereka merupakan sumber pertama untuk interaksi sosial.
Komunikasi

yang

terjadididalam

kelompok

tersebut

merupakan

mekanisme

fundamental dengan mana anggota-anggota menunjukkan kekecewaan dan rasa puas
mereka.

1

Fungsi terakhir yang dilakukan oleh komuniaski berhubungan dengan perannya
dalam mempermudah pengambilan keputusan. Komunikasi memberikan informasi yang
diperlukan oleh individu dan kelompok untuk mengambil keputusan dengan
meneruskan data yang dapat digunakan untuk mengenali dan menilai alternative pilihan.
Tidak satupun dari keempat fungsi komunikasi tersebut dipandang dari penting dan
lainnya.

2.3

Model-model Lomunikasi
Sebagai bidang penyelidikan, komunikasi telah berevolusi dan beragam disiplin

akademis baik dalam kemanusiaan maupun ilmu pengetahuan (alam dan sosial). Dari
Model adalah penyajian abstrak dari beberapa aspek teori dan system klasifikasi yang
memungkinkan seseorang untuk mengambil serta mengategorikan bagian-bagian yang
potensial menjadi relevan dari suatu proses. Model-model tersebut membantu
menetapkan batasan terhadap pertanyaan.
Model Lasswell
Salah satu model paling awal dari komunikasi yang dikembangkan oleh Harold
Lasswell meliputi :
Siapa….
Mengatakan apa….
Dengan Cara Apa….
Kepada Siapa….
Dengan Dampak Apa….

Siapa …..
komunikato
r

Mengatakan
apa… …..

Dengan cara apa
….

Kepada siapa
…..

Pesan

Komunikan

Media

…. Dengan akibat apa
Umpan Balik

2

Model tersebut sederhana, tetapi kurang memiliki sejumlah elemen yang diperlukan
uantuk memahami proses komunikasi. Dalam konteks akuntansi, akuntan (siapa)
menyajikan informasi keuangan (mengatakan apa), pada umumnya dalam bentuk
laporang tertulis (dengan cara apa), kepada pihak pengguna internal dan eksternal
(kepada siapa), dengan tujuan untuk menyediakan data yang andal, relevan, dan tepat
waktu untuk mengambil keputusan bisnis yang berdasarkan informasi (dengan dampak
apa).
Model Shannon-Weaver
Claude Shannon dan Warren Weaver (1949) mengembangkan model matematis dari
komunikasi yang model tersebut dikembangkan untuk menjelaskan komunikasi melalui
alat perantara, seperti telepon atau korespodensi tertulis. Dalam konteks akuntansi,
sumber dapat berupa tenaga pembukuan atau klerek; pengirim informasi, kontroler;
penerima informasi, orang yang memperoleh dokumen tersebut, akuntan; dan tujuan,
pengguna akhir, yaitu klien.

Pesan
Sumber
Informasi

Sinyal

Penerima
Sinyal

Pesan
Tujuan

Pengirim

Penerima

Sumber Penggangu

3

Shannon dan Weaver juga menambahkan gangguan kedalam proses komunikasi.
Gangguan (noise) adalah stimulus yang memberikan kontribusi terhadap distorsi
dari proses transfer informasi. Hal ini tersebut dapat mengarah pada hancurnya
komunikasi. Arus statis dalam sambungan telepon adalah kegaduhan.
Model SMCR Berlo
Model komunikasi sumber, pesan, saluran, dan penerima (source, message,
channel, receiver- SMCR) yang diajukan oleh David Berlo yang mempunyai beberapa
kesalahan yang sama seperti model-model sebelumnya. Model ini menyarankan arus
informasi satu arah dari suatu sumber kepada penerima tanpa umpan balik dan model
ini juga tidak memasukkan konsep gangguan. Akan tetapi, Berlo menspesifikasikan
faktor-faktor yang mempengaruhi kebenaran komunikasi dan pada tahap mana dalam
proses

tersebut

faktor-faktor

tersebut

beroperasi.

Misalnya

saja,

ketika

mempertimbangkan pesan, ia menyarankan bahwa elemen-elemen pesan- isi, struktur,
kode,dan perlakuannya- akan memengaruhi pemahamannya oleh penerima. Lebih lanjut
lagi, sementara tidak secara eksplisit memasukkan konteks proses tersebut terjadi,
model tersebut mengindikasikan bahwa sistem sosial dan budaya dari sumber dan
penerima, seta sistem kode dimana pesan tersebut disusun, memengaruhi kebenaran dari
proses komunikasi. Gagasan-gagasan ini terutama penting untuk perusahaan-perusahaan
multinasional yang harus mempertimbangkan budaya

S
Sumber

M
Pesan

C
Saluran

R
Penerima

Keahlian
Komunikasi

Elemen

Penglihatan

Keahlian
Komunikasi

Sikap

Struktur

Pendengaran

Sikap

Pengetahuan

Ancaman

Sentuhan

4
Pengetahuan

Sistem Sosial

Isi

Penciuman

Sistem Sosial

Kode

Budaya

Pengujian

Budaya

Model Westley-MacLean
Bruce Westley dan Malcolm MacLean (1957) mengembangkan satu model
untuk riset komunikasi. Model tersebut memiliki sejumlah implikasi penting. Model
tersebut menjelaskan cara-cara individu dan organisasi memutuskan pesan apa yang
akan dikomunikasikan dan bagaimana pesan tersebut dimodifikasi atau dihapus dalam
proses tersebut.
X1
BA

X1
X2

X1

X2

CA

f

X11

X3
X3S

f

A

B

C
BC

f

X3

X4
X4

Penjelasan gambar diatas adalah sebagai berikut : A menerima informasi atau
rangsangan (Xi) dari lingkungan. Sebagai contoh, dalam diatas tersebut, A menerima

5

rangsangan X1,X2, dan X3. Prosed dengan mana A melaporkan informasi yang
diterima adalah titik sempurna.

Model Pemusatan Komunikasi
Rogers dan Kincaid (1981) telah mengkritik model-model terdahulu karena
model-model tersebut mengarah pada tujuh bias dalam komunikasi. Ketujuh bias
tersebut meliputi :
1. Suatu pandangan bahwa komunikasi adalah tindakan satu arah yang linier dan
bukannya proses dua arah yang memiliki siklus dimana informasi dipertukarkan
sejalan dengan berlalunya waktu.
2. Sumber bias yang diakibatkan oleh penekanan pada ketergantungan dan bukannya
pada

hubungan

dari

mereka

yang

melakukan

komunikasi

dan

saling

ketergantungannya yang mendasar..
3. Kecenderungan untuk berfokus pada objek komunikasi dengan mengorbankan
konteks objek tersebut berada.
4. Kecenderungan untuk berfokus pada pesan itu sendiri dengan mengorbankan aspek
waktu dari pesan itu.
5. Kecenderungan untuk menganggap bahwa fungsi utama dari komunikasi adalah
persuasi dan bukannya pemahaman, konsesus, dan tindakan kolektif yang
menguntungkan.
6. Kecenderungan

untuk

berkosentrasi

pada

dampak-dampak

psikologis

dari

komunikasi terhadap individu-individu yang terpisah dan bukan pada dampak sosial
dan hubungan antar individu dalam suatu komunitas.
7. Suatu keyakinan dalam hubungan sebab akibat mekanistis satu arah dan bukannya
hubungan sebab akibat dua arah yang merupakan karakteristik dari sistem informasi
manusia yang pada dasarnya bersifat sibernetik.
Sebagai alternatif dari model-model yang bias tersebut, Rogers dan Kincaid
mengajukan Model Pemusatan Komunikasi. Mereka menekankan pada kesatuan

6

informasi dan tindakan. Semua informasi merupakan konsekuensi dari tindakan; melalui
pemrosesan informasi, tindakan mungkin menghasilkan informasi tambahan.
Salah satu konsekuensi dari model ini adalah bahwa komunikasi selalu
mengimplikasikan suatu hubungan- suatu proses saling membagi informasi diantara dua
atau lebih orang. Akibatnya analisis komunikasi harus mempertimbangkan perbedaan
dan persamaan partisipan dan untuk tujuan, perubahan dalam hubungan antara akuntan
dan pengguna informasi- baik satu sama lain maupun perubahan dalam individu lain
dengan mana mereka berinteraksi mengenai topik-topik keuangan.

Satu Model Komunikasi
Sebelum komunikasi terjadi, perlu adanya pengungkapan atas suatu maksud
sebagai pesan yang akan disampaikan. Maksud itu bergerak antara suatu sumber
(pengirim) dengan penerima. Pesan itu dikodekan (diubah kedalam bentuk simbolis)
dan diteruskan oleh suatu medium (saluran) kepada penerima yang menguraikan kode
pesan yang dimulai oleh pengirim. Hasilnya adalah suatu transfer makna dari satu orang
ke orang lain.
Sumber mengawali suatu pesan dengan “ pengodean” suatu pikiran. Empat
kondisi yang memengaruhi pengodean pesan : keterampilan, sikap, pengetahuan, dan
sistem sosial-sosial budaya.
Pesan merupakan suatu produk fisik yang sebenarnya dari “pengodean sumber”.
Bila seseorang berbicara, pembicaraan itu adalah pesan. Bila seseorang menulis, maka
tulisan itu adalah pesan. Bila seseorang melukis, lukisan itu adalah pesan. Dengan
demikian, dapat disimpulkan bahwa pesan seseorang dipengaruhi oleh kode atau
kelompok symbol yang digunakan untuk mentransfer makna, isi dari pesan itu sendiri,
serta keputusan yang diambil dalam memilih dan menata kode da nisi.
Saluran adalah medium lewat mana pesan itu berjalan. Medium dipilih oleh
sumber yang harus menentukan mana saluran yang formal dan mana yang informasi.
Saluran formal ditetapkan oleh organisasi. Saluran itulah yang meneruskan pesan
mengikuti jaringan wewenang didalam organisasi.

7

Penguraian adalah proses penerimaan pesan oleh pihak yang menjadi sasaran
dari pesan tersebut. Akan tetapi, sebelum pesan dapat diterima, symbol-simbol yang
digunakan harus diterjemahkan ke dalam suatu bentuk yang dapat dipahami oleh
penerima.
Umpan balik jika penerima menguraikan pesan yang dikodekan oleh sumber
dan mengembalikan pesan itu ke dalam sistem, maka akan diperoleh umpan balik.
Umpan balik merupakan pengecekan mengenai seberapa berhasilnya seseorang dalam
mentransfer pesan sebagaimana dimaksudkannya. Umpan balik menentukan apakah
pesan itu telah dipahami atau tidak.

2.4 Hal-hal mendasar dalam Komunikasi
Arah Komunikasi
Komunikasi dapat mengalir secara vertical atau lateral. Dimensi vertical dapat
dibagi lebih lanjut menjadi komunikasi ke atas dan kebawah.
 Komunikasi ke atas
Komunikasi ke atas merupakan komunikasi yang mengalir kesuatu tingkatan
yang lebih tinggi dalam kelompok atau organisasi. Komunikasi ini digunakan untuk
memberikan umpan balik, menginformasikan kemajuan tujuan, dan meneruskan
masalah-masalah yang ada kepada atasan. Komunikasi ke atas menyebabkan para
manajer menyadari perasaan para karyawan terhadap pekerjaannya, rekan sekerjanya,
dan organisasi secara umum. Manajer juga mengandalkan komunikasi ke atas untuk
mendapatkan gagasan mengenai bagaimana segala sesuatu dapat diperbaiki.
 Komunikasi ke bawah
Komunikasi ke bawah merupakan komunikasi yang mengalir dari satu tingkat
dalam suatu kelompok atau organisasi ke tingkat yang lebih rendah. Bila anda
membayangkan para manajer yang berkomunikasi dengan bawahannya, maka itu adalah
pola komunikasi kebawah. Pola itu digunakan oleh pemimpin kelompok dan manajer
untuk menetapkan tujuan, memberikan instruksi pekerjaan, menginformasikan

8

kebijakan dan prosedur kepada bawahan, menunjukkan masalah yang memerlukan
perhatian, dan melakukan kontak lisan atau tatap muka.
 Komunikasi Lateral
Komunikasi lateral adalah komunikasi yang terjadi diantara anggota kelompok
kerja pada tingkatan yang sama, diantara kelompok kerja pada tingkatan yang sama,
diantara manajer pada tingkatan yang sama, diantara manajer pada tingkatan yang sama,
atau diantara setiap karyawan yang setara secara horizontal.
Jaringan Formal dan Informal
Jaringan komunikasi menetapkan saluran-saluran tempat informasi mengalir.
Saluran ini merupakan salah satu dari dua jenis saluran- formal atau informal. Jaringan
formal pada umumnya vertical, mengikuti tingkatan wewenang, dan terbatas pada
komunikasi yang bertalian dengan tugas. Sebaliknya, jaringan informal, seperti
selentingan, biasanya bebas untuk bergerak ke segala arah, melompati tingkatan
wewenang dan kemungkinan besar memenuhi kebutuhan sosial dari anggota kelompok
karena mempermudah penyelesaian tugas.
Komunikasi Nonverbal
Setiap orang yang pernah mengunjungi bar atau klub malam menyadari bahwa
komunikasi tidak harus bersifat berval untuk menghantarkan suatu pesan. Sekilas
pandang, tatapan, senyuman, kerut dahi, gerakan tubuh yang provokatif, semuanya
menghantar makna. Studi akademis tentang gerakan tubuh disebut dengan kinetika.
Studi ini merunjuk pada sikap tubuh, konfigurasi wajah dan gerakan tubuh lainnya.

Penghalang Komunikasi yang Efektif
Terdapat beberapa penghalang utama terhadap komunikasi efektif yang perlu
disadari, yaitu penyaringan, persepsi selektif, defensif, dan bahasa.

9

Penyaringan mengacu pada pengirim yang memanipulasi informasi sedemikian rupa,
sehingga tampak lebih menguntungkan dimata penerima. Penentu utama dari
penyaringan adalah banyaknya tingkatan dalam suatu struktur organisasi.
Persepsi selektif muncul karena penerima dalam proses komunikasi tersebut melihat
dan mendengar secara selektif berdasarkan kebutuhan, motivasi, pengalaman, latar
belakang, dan karakteristik pribadinya. Penerima juga memproyeksikan minat dan
harapan mereka ke dalam komunikasi ketika mereka menguraikan komunikasi tersebut.
Defensif ketika orang yang merasa terancam cenderung bereaksi dengan cara
mengurangi kemampuan mereka untuk mencapai pemahaman timbal balik. Bila
individu menafsirkan pesan orang lain sebagai sesuatu yang mengancam, mereka sering
kali menanggapinya dengan cara yang mengganggu komunikasi yang efektif.
Bahasa adalah kata-kata yang memiliki arti berbeda bagi orang yang berbeda. “Makna
kata-kata tidaklah dalam kata-kata itu sendiri; maknanya ada pada diri penerima.” Usia,
pendidikan, dan latar belakang budaya merupakan tiga dari variable yang jelas
memengaruhi bahasa yang digunakan oleh seseorang dan definisi yang diberikannya
kepada kata-kata tersebut.

2.5 Variabel-variabel yang Berpengaruh pada komunikasi Akuntansi


Sumber

Ada dua aspek sumber yang dapat memengaruhi proses komunikasi. Dua aspek
tersebut adalah kredibilitas sumber dan kesamaan antara penerima dan sumber.


Kredibilitas Sumber

Secara umum diakui bahwa semakin kredibel sumber dari suatu pesan, semakin
besar efektivitasnya. Efektivitas biasanya dipahami sebagai perubahan sikap kea rah
yang disarankan oleh sumber. Akan tetapi, kredibilitas sumber merupakan suatu
karakteristik dari sumber sebagaimana dipandang oleh penerima Kredibilitas sumber
merupakan suatu bangunan yang multidimensional. Riset-riset empiris mengindikasikan
bahwa kredibilitas sumber terdiri atas tiga faktor. Ketiga faktor tersebut adalah :

10

1) Kewenangan- seberapa andal, terinformasi, memenuhi kualifikasi (melalui gelar
atau profesi), cerdas, atau ahli sumber itu dipandang.
2) Kejujuran- seberapa aman, jujur, ramah, menyenangkan, dan menariknya
sumber itu dipandang.
3) Kedinamisan- seberapa agresif, kuat, berani, dan energiknya sumber itu
dipandang.


Kesamaan antara Penerima dan Sumber

Komunikasi yang efektif akan lebih mudah terjadi ketika sumber dan penerima
adalah serupa. Tingkat kesamaan atau perbedaan tersebut ditentukan oleh dua faktor,
yaitu : kesamaan demografi (misalnya usia, pendidikan, jenis kelamin, Negara, dan lainlain) serta kesamaan kognitif (misalnya kesamaan dalam sikap, nilai, budaya,
keyakinan, dan lain-lain).
Komunikasi yang efektif dihasilkan dari kesamaan antara sumber dan penerima. Akan
tetapi, yang sebaliknya dapat juga benar.


Pesan

Barlo mengidentifikasikan lima elemen pesan yang sebaiknya dipertimbangkan
ketika menganalisis komunikasi, yaitu: 1) isi, 2) organisasi atau struktur, 3) kode, 4)
perlakuan, dan 5) elemen-elemen pesan. Diasumsikan bahwa isi adalah informasi atau
materi keuangan yang berkaitan dengan kebijakan manajemen dan bahwa sistem kode
adalah bahasa dari sumber dan penerima. Elemen-elemen dari pesan adalah kata-kata,
kalimat, paragraph, angka, statistik, tabel, dan grafiknya. Hal-hal tersebut tentu saja
bervariasi dengan saluran yang berbeda.


Organisasi Pesan

Cara terbaik untuk mengorganisasikan suatu pesan bergantung pada budaya
tempat informasi tersebut digunakan. Pemrosesan linier merupakan karakteristik dari
semua pemrosesan bahasa (membaca dan mendengarkan) dan juga banyak aktivitas
pemecahan masalah dan berpikir. Cara optimal untuk menyusun suatu pesan juga
bergantung pada latar belakang pendengar. Faktor, seperti sikap sebelumnya,
pendidikan, komitmen, keterampilan, harapan, perhatian, dan tingkat ketertarikan

11

mereka terhadap materi tersebut seluruhnya membantu menentukan cara terbaik untuk
mengorganisasi suatu pesan.
Riset terhadap dampak dari urutan juga memiliki implikasi terhadap komunikasi
keuangan. Asumsi teoretis yang mendasari riset ini adalah bahwa efektivitas pesan
bergantung pada penempatan argumentasi atau materi dalam suatu penyajian. Terdapat
tiga strategi urutan pesan yang telah diinvestigasi, yaitu: 1) klimaks, informasi yang
paling penting disajikan terlebih dahulu, 2) antiklimaks, informasi terpenting
ditempatkan ditengah.


Perlakuan Pesan

Informasi akuntansi sebaiknya berulang. Pengulangan meningkatkan pemahaman
atas materi. Retensi meningkat dengan adanya pengulangan atas fakta dan ide penting.
Ringkasan yang menunjukkan, menyoroti, atau mengorientasikan pembaca terhadap
fakta penting juga meningkatkan pemahaman dan retensi pembaca. Pengulangan lintas
saluran juga meningkatkan retensi. Retensi pembaca semakin meningkat ketika faktafakta dalam penyajian verbal disoroti dengan penarik perhatian, seperti garis bawah,
huruf besar, bagan, dan warna.
Terdapat cukup banyak riset mengenai bagaimana menyajikan materi secara efektif.
G. R. Klare (1977) menguraikan bagaimana cara untuk membuat materi ini lebih mudah
dibaca mudah dimengerti. Kemudahan membaca materi merupakan fungsi dari
karakteristik kata-kata dan kalimat, tetapi Klare lebih lanjut menetapkan aturan untuk
menghasilkan dokumen yang mudah dibaca, yaitu:
1. Kata-kata yang sering muncul dan akrab meningkatkan kemudahan membaca suatu
materi.
2. Kata-kata lebih pendek membuat membaca menjadi lebih cepat dan mudah.
3. Kata-kata yang mempunyai nilai asosiatif yang berkaitan dengan kata-kata lain yang
muncul di bagian selanjutnhya dari teks sebaiknya digunakan.
4. Kata-kata yang konkret, dan bukannya kata-kata yang abstrak, membuat dokumen
menjadi lebih mudah dibaca.

12

5. Kata-kata kerja aktif, dan bukannya bentuk nominalis, meningkatkan kemudahan
membaca.
6. Penggunaan kata ganti dan anafora (kata-kata atau ungkapan yang mengacu kembali
pada kata atay bagian teks sebelumnya) harus dibatasi.
7. Kalimat harus singkat. Jika penulis akan menggunakan kata penghubung, ia
sebaiknya menggunakan kata dan dibandingkan dengan tetapi atau kata karena.
8. Anak kalimat sebaiknya singkat dan struktur kalimat sederhana.
9. Kalimat aktif lebih menarik dibandingkan dengan bentuk kalimat pasif.
Anderson (1971) menyarankan bahwa faktor-faktor, seperti rantai ide, struktur, dan
konsep dalam teks tersebut sebaiknya digunakan untuk menentukan seberapa sulit untuk
memahami materi itu. Riset masa depan berdasarkan pada pengukuran empiris
dibutuhkan untuk menentukan faktor-faktor yang memprediksikan pemahaman terhadap
materi-materi teknis seperti laporan keuangan. Parameter-paramater berikut ini
sebaiknya diinvestigasikan secara khusus untuk materi-materi keuangan:
1.

Kompleksitas struktur dan materi.

2.

Keabstrakan.

3.

Konsep baru.

4.

Kebutuhan akan pengetahuan yang melatarbelakangi.

5.

Beban kerja selama membaca.

6.

Penggunaan waktu.

7.

Sensitivitas terhadap gangguan dari luar.

8.

Isi ingatan jangka panjang.


Saluran

Jalur komunikasi merupakan alat untuk menyebarkan informasi. Schramm (1973)
mengelompokkan atau membedakan saluran berdasarkan enam dimensi:
1. Pancaindra yang dipengaruhi; komunikasi tatap muka membuatnya mungkin untuk
menggunakan seluruh pancaindra, sementara media yang berbeda menggunakan

13

subkelompok dari pancaindra ini dalam kombinasi untuk menghasilkan dampak
diferensial terhadap penerima.
2. Peluang untuk umpan balik; peluang pertukaran informasi dua arah maksimal
dalam komunikasi tatap muka. Pada umumnya, umpan balik dibutuhkan untuk
memastikan komunikasi yang efektif dan untuk memahami informasi yang
disampaikan.
3. Besarnya kendali penerima; terdapat sejumlah besar kendali dalam interaksi
interpersonal. Ketika menggunakan media cetak, penerima dapat membaca dengan
kecepatan mereka sendiri dan membaca kembali bagian-bagian yang penting atau
terperinci. Penerima memiliki sedikit kendali terhadap media siaran, kecuali mereka
merekam program tersebut, semakin besar kendali pengguna, semakin besar
pembelajaran.
4. Jenis pengodean pesan; interaksi tatap muka memungkinkan penggunaan petunjukpetunjuk non verbal. Hal ini tidak terlalu berlaku untuk media video, film, dan
terutama media cetak. Akan tetapi, media cetak lebih baik dalam menyampaikan ideide abstrak seperti kebijakan manajemen.
5. Kekuatan multiplikatif; system komunikasi massa dapat dengan efesien dan cepat
mencapai banyak penerima yang tersebar. Saluran-saluran interpersonal dapat
mencapai peneriima ini hanya dengan usaha yang besar dan periode waktu yang
relatip lama.
6. Pelestarian pesan; keunggulan dari media massa adalah catatan permanen yang
tidak ada dalam interaksi tatap muka. Tidak hanya sebatas pada media cetak saja,
namun pelestarian pesan diperluas ke media elektronik.
Secara ringkas, akuntansi membangun mekanisme untuk umpan balik ke dalam
proses dan menggunakan saluran yang lebih sesuai untuk menyampaikan pesan dan
dampak yang diinginkan kepada penerima melalui laporan secara teknis. Dengan pesan,
saluran yang optimal bergantung pada situasi komunikasi yang unik di mana laporan
disajikan.


Penerima

14

Ketika

menganalisis

suatu

situasi

komunikasi,

seseorang

perlu

mempertimbangkan faktor-faktor mengenai penerima, seperti latar belakang demografis
dan budaya, sikap sebelumnya, pengetahuan, pola perilaku, dan system atau lingkungan
sosial dimana mereka akan menggunakan informasi tersebut. Pada umumnya, semakin
serupa penerima dan sumber mengenai faktor-faktor ini, maka semakin mudah dan
semakin efektif komunikasi tersebut.


Analisis Penerima

Pengetahuan mengenai penerima dapat digunakan untuk mendesain pesan yang
lebih efektif dan menyampaikannya melalui saluran yang paling sesuai. Komunikasi
yang efektif dihasilkan ketika informasi didesain secara spesifik untuk penerima.
Akuntan sebaiknya menyelidiki penerima yang dimaksudkan, penerima actual, dan
penerima yang potensial sebelum menghasilkan dokumen. Para akuntan keprilakuan
sebaiknya juga menyelidiki pola pencarian informasi oleh klien mereka dan pengguna
lainnya dari laporan bisnis. Riset tersebut menyimpulkan bahwa orang hanya
memberikan sedikit usaha untuk pencarian informasi dan akan menggunakan sumber
yang paling dapat diakses. Informasi dicari karena secara sosial informasi merupakan
suatu keuntungan dan dapat dibahas dalam jaringan interpersonal pengguna.


Analisis Jaringan

Pada dasarnya, penjelasan struktur komunikasi dari suatu organisasi dihasilkan
dengan menggunakan dengan memeriksa arus informasi antar-komponen dari system
tersebut. Komponen-komponen itu dapat berupa individu, kelompok tugas kecil, atau
organisasi formal secara keseluruhan. Struktur jaringan yang optimal bervariasi dengan
fungsi yang dilakukan oleh kelompok-kelompok yang terlibat dengan manifestasi tugas
produktif akan dilaksanakan fungsi mereka paling baik ketika mereka sangat
terintegrasi. Mereka yang berkepentingan dengan inovasi memerlukan sejumlah besar
perluasan batasan dan demikian mereka dapat melakukan fungsinya dengan paling baik
ketika terhubung secara longgar.

 Umpan Balik

15

Umpan balik merupakan pesan yang dikirim oleh penerima kepada sumber
dalam menanggapi pesan awal. Umpan balik memungkinkan terjadinya pertukaran ide.
Dengan demikian, tujuan komunikasi adalah pemahaman dan bukannya arus
penyebaran informasi satu arah dari sumber kepada penerima. Umpan balik memastikan
komunikasi yang efektif-yaitu, pemahaman ide di antara individu dalam jaringan sosial
atau organisasi formal.
Barnett (1979) menyarankan

bahwa pendekatan sibernetik digunakan untuk

komunikasi teknis. Hal itu membangun banyak mekanisme umpan balik kedalam proses
komunikasi dan mengubah peran pengguna dari pembaca pasif menjadi individu yang
terlibat secara aktif dalam penyusunan dokumen yang akan memenuhi kebutuhan
mereka. Umpan balik dari pengguna pada tahap perencanaan akan membantu
menentukan fungsi, isi, dan perlakuan dari laporan tertentu. Ketika menyebarkan
laporan tersebut, penerima sebaiknya dimintai umpan balik.
2.6 Masalah-Masalah Terbaru Dalam Komunikasi

Penghalang komunikasi pria dan wanita
Riset yang dilakukan Dborah Tannen memberikan kepada kita beberapa
wawasan penting mengenai perbedaan antara pria dan wanita dalam gaya pembicaraan
mereka.terutama sekali, ia telah mampu menjelaskan mengapa jenis kelamin sering
mencipatakan penghalang komunikasi lisan. Hakikat dari riset Tannen adalah bahwa
pria

menggunakan

pembicaraan

untuk

menkankan

status

sedangkan

wanita

menggunakannya untuk menciptakan koneksi. Tentu saja kesimpulannya tidak berlaku
untuk setiap pria atau setiap wanita tanpa kecuali.
Komunikasi yang “benar secara politis”
Kebanyakan dari kita menyadari sedalam-dalamnya bagaiman perbendaharaan
kala kita telah dimodifikasikan untuk mencerminkan ketepatan politis. Kita harus peka
terhadap perasaan orang lain. Kata-kata tertentu dapat memang membuat stereotipe,

16

mengancam, dan menghina individu. Dalam angkatan kerja yang makin beragam, kita
harus menyadari bagaimana kata-kata mungkin melukai hati orang lain.
Kata-kata merupakan alat primer untuk berkomunikasi. Bila kita menyingkirkan
kata-kata dari penggunaan karena kata-kata itu tidak tepat secara politis, kita
mengurangi pilihan kata dalam menghantar pesan dalam ragam yang paling jelas dan
tepat.
Kita harus peka terhadap pemilihan kata-kata yang mungkin melukai hati orang
lin. Tetapi kita juga harus behati-hati untuk tidak mensucihamkan bahasa kita yang
justru merintangi kejelasan komunikasi. Tidak ada pemecahan yang sederhana terhadap
dileema ini. Yang penting, anda menyadari bahaya dan perlunya menemukan
kesetimbangan yang tepat.
Komunikasi Lintas Budaya
Faktor-faktor lintas budaya jelas menciptakan potensi masalah komunikasi yang
meningkat. Seorang penulis telah mengidentifikasikan empat masalah spesifik yang
dikaitkan dengan bahasa dalam komunikasi lintas budaya.
Pertama, ada hambatan yang disebabkan oleh sematika. Seperti telah kita catat
sebelumnya, makana kata bisa berlainan untuk orang yang berbeda. Ini terutama
besaruntuk orang-orang dari budaya nasional yang berlainan.
Kedua, ada hambatan yang disebabkan oleh konotasi kata. Kiat menyiratkan halhal yang berlainan dalam bahasa yang berlainan.
Ketiga, hambatan yang disebabkan oleh perbedaan nada. Dalam beberapa
budaya,bahasa adalah formal, dalam bahasa lain adalah informal. Dalam beberapa
budaya, perubahan nada itu bergantung pada konteks:ada perbedaan antara berbicara
dirumah, dalam pergaulan sosial da di tempat kerja.
Keempat, ada hambatan yang disebabkan oleh beda persepsi. Orang yang
berbicara dalam bahasa yang berlainan sebenarnya memandang dunia secara lain.
Komunikasi Elektronik

17

Pada awal abad ke-20, telepon secara dramatis mengurangi komunikasi tatap
muka secara pribadi. Pengenalan mesin fotocopi di akhir tahun 1960an membuat
penyalinan dokumen menjadi lebih cepat. Di awal tahun 1980an, terdapat banyak
teknologi elektronik baru yang sebagian besar mencangkup membentuk ulang cara
orang berkomunikasi dalam organisasi. Teknologi ini mencangkup pager, mesin fax,
konferensi video, rapat elektronik, e-mail, telepon, telepon gengam, pesan suara.

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Di

antara

fungsi-fungsi

akuntan,

seperti

pengumpulan,

pengorganisasian,analisis dan pengomunikasian data, keberadaan komunikasi adalah hal
yang paling penting untuk memuncukan tanggungjawab akuntansi. Hal ini berarti
tahapan komunikasi yang diawali olehkomunikasi hingga umpan balik komunikator
menjadi serangkaian tahapan yang perlu dijadikan focus. Hal ini disebabkan karena
pemahaman yang terkait dengan perilaku yang tepat merupkana hasil dari proses
komunikasi. Selain dari tahapan komunikasi, berbagai jenis variable komunikasi juga
menjadi hal yang penting bagi percapaian eketivitas komunikasi. Variable-variabel
tersebut di antaranya meliputi sumber, pesan, saluran, penerima, umpan balik dan
lingkungan. Masing-masing variable membawa pengaruhnya ke dalam setiap tahapan
komunikasi.
3.2 Saran
Saran penyusunan terhadap makalah yang berjudul pembaca Komunikasi Informasi
Akuntansi ,yakni masih banyaknya teori-teori yang berkaitan, sehingga penyusun

18

menyarankan untuk mencari lagi teori-teori tersebut. Selain itu penyusun juga
mengharapkan masukan terhadap makalah ini agar lebih baik lagi. Semoga makalah ini
dapat menambah wawasan pembaca Komunikasi Informasi Akuntansi.

19

DAFTAR PUSTAKA
Ikhsan, Arfan dan Muhammad Ishak. 2008. Akuntansi Keperilakuan. Jakarta: Salemba
Empat.

20

Judul: Komunikasi Informasi Akuntansi

Oleh: Dewi Anggraini


Ikuti kami