Etika Bisnis Dan Profesi Akuntansi Diploma Iii Akuntansi

Oleh Muhammad Firdaus

18 tayangan
Bagikan artikel

Transkrip Etika Bisnis Dan Profesi Akuntansi Diploma Iii Akuntansi

ETIKA BISNIS DAN PROFESI AKUNTANSI

Disusun Oleh :
Nama : Muhammad Firdaus
Nim : 1506013057
No. Absen :16
Kelas : Ak2

Diploma III Akuntansi
Fakultas Ekonomi Dan Bisnis
Universitas Udayana

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Kasus

Penyelesaian kasus : keponakan manajer personalia
Perusahaan farmasi PT cepat sembuh berkembang pesat. Mereka segera membutuhkan
salesman baru. Setelah dipasang iklan dalam Koran, diterima 15 orang, diantaranya narto,
keponakan manajer personalia. Tujuh orang yang memmpunyai prestasi paling baik akan
ditawari training diluar negeri. Sesudah tiga bulan bekerja, prestasi narto sedang-sedang
saja. Di antara salesman bari itu narto menduduki ranking 10. Tetapi, manajer personalia
memilih keponakannya untuk diberangkatkan ke luar negeri. Prestasi kerja mereka semua
hanya diketahui oleh manajer personalia. Manajer personalia merasa bangga dan puas
karena bias membalas budi baik orang tua narto dengan membantu narto yang kini
sedang kesulitan. (sumber;bertens,2000:223)
B. Rumusan Masalah

a. Bagaimana kira-kira kesan keluarga narto terhadap manajer personalia
b. Apakah ini suatu bentuk nepotisme? Mengapa nepotisme tergolong perilaku tidak etis?
c. Apakah nepotisme merupakan penerapan yang keliru dari teori memberi perhatian
d. Mengapa nepotisme seakan hal lumrah di Indonesia?
e. Apa yang harus dilakukan agar penerapan teori memberi perhatian tidak konflik dengan
teori keadilan?

BAB II
LANDASAN TEORI

A. TEORI DEONTOLOGY ( etika kewajiban )
Teori deontology menilai tindakan itu baik atau buruk berdasarkan aturan-aturan,prosedur
atau kewajiban. Jadi, suatu tindakan dikatakan baik kalau tindakan itu sesuai dengan
aturan,prosedur, dan kewajiban. Etika deontologi menekankan kewajiban manusia untuk
bertindak secara baik.menurut etika deontology, suatu tindakan itu bernilai moral karena
tindakan itu dilaksanakan berdasakan kewajiban yang memang harus dilaksanakan terlepas
dari tujuan atau akibat dari tindakan itu.
Ada tiga prinsip yang harus dipenuhi dalam menerapkan teori deontology,yaitu
1. supaya suatu tindakan punya nilai moral, maka tindakan itu harus dijalankan berdasarkan
aturan,prosedur,atau kewajiban
2. nilai moral dari suatu tindakan tidak ditentukan oleh tujuan atau hasil yang
dicapai,melainkan tergantung pada kemuan baik yang mendorong seseorang untuk
melakukan tindakan itu.
3. Sebagai konsekuensi dari kedua prinsip itu, kewajiban adalah hal yang penting dari
tindakan yang dilakukan berdasarkan sikap hormat pada hokum moral universal
B. TEORI TELEOLOGY ( etika tujuan atau manfaat )
Etika teleology menilai suatu tindakan itu baik atau buruk dari sudut tujuan,hasil,sasaran atau
keadaan optimum yang dapat dicapai. Jadi, teori teleology mengarah pada tujuan, hasil, atau
akibat yang hendak dicapai untuk membenarkan suatu tindakan atau kebijakan.
C. ETIKA UTILITARIANISME
Adalah teori yang berakar pada teori teleology dan merupan salah satu dari sekian banyak
aliran(teori) etika normative yang digunakan untuk menilai etis atau tidaknya suatu tindakan.
Aliran ini dibahas secara khusus karena banyak digunakan dalam menilai kebijakan pemerintah
dan komoditas yang dinikmati public dengan memperhatikan manfaat dan biaya.

 Kriteria dan prinsip etika utilitarianisme
-

Menimbang biaya dan keuntungan social

-

Utilitarianisme tradisional

 Nilai positif etika utilitarianisme
Menurut keraf terdapat 3 nilai positif etika utilitarianisme
-

Rasional

-

Otonom

-

Universal

 Etika utilitarianisme sebagai proses dan standar penilaian
Secara umum etika utilitarianisme dapat dipakai dalam dua wujud yang berbeda,yaitu
-

Sebagai proses pengambilan keputusan

-

Sebagai standar penilaian

 Kelemahan Etika utilitarianisme
-

Masalah penilaian

-

Tanggapan utilitarian terhadap masalah penilaian

-

Tanggapan utilitarian terhadap pertimbangan hak dan keadilan

.

BAB III
PEMBAHASAN
a. Bagaimana kira-kira kesan keluarga narto terhadap manajer personalia?
Kesan orang tua narto terhadap manajer personalia yaitu merasa sangat berterimakasih
karena narto sudah diterima di perusahaan tersebut akan tetapi orang tua narto
beranggapan bahwa manajer personalia masih bersifat kkn yaitu masih mementingkan
keluarganya ketimbang orang lain dalam mengirimkan training keluar negeri.
b. Apakah ini suatu bentuk nepotisme? Mengapa nepotisme tergolong perilaku tidak etis?
Iya ini termasuk nepotisme dikarenakan manajer personalia mengirim keponakannya
keluar negeri untuk melakukan training.di kasus ini tidak adanya transparasi dalam
melihat baik atau buruknya kinerja karyawan dakam perusahaan tersebut hanya manajer
personalia yang mengetahui hal tersebut. nepotisme tergolong perilaku tidak etis
dikarenakan masih mementingkan keluarga yang notabennya walaupun kinerja
keponakannya itu jelek akan tetap diberangkatkan dibandingkan kinerja orang lain yang
lebih baik sedikit.
c. Apakah nepotisme merupakan penerapan yang keliru dari teori memberi perhatian
Iya itu adalah penerapan yang keliru karena tidak memberikan keadilan kepada orang lain
yang berkinerja dengan baik dalam perusahaan tersebut. Cara memberi perhatian yang
baik yaitu dengan melakukan penekanan lebih kepada keponakannya tersebut dalam
bekerja dengan baik.
d. Mengapa nepotisme seakan hal lumrah di Indonesia?
Karena diindonesia masih berpegang teguh kepada tali persaudaraan dan masih bersifat
tidak enakan/kasihan kepada saudara jadi sangat susah untuk menghapuskan nepotisme
itu sendiri.
e. Apa yang harus dilakukan agar penerapan teori memberi perhatian tidak konflik dengan
teori keadilan?
Yang harus dilakukan yaitu mensama ratakan orang lain yang bekerja dengan anggota
keluarga yag bekerja diperusahaan tersebut tidak ada yang berpihak kepada anggota
keluarga. Cara memberi perhatian yaitu memberi pemahaman,pelatihan/pembelajaran

kepada anggota keluarga tersebut untuk berkinerja lebih baik dan memiliki skill yang
lebih untuk tidak adanya konflik kecemburuan dalam karyawan.
BAB IV
PENUTUP
Kesimpulan
dalam kasus ini ditemukan bahwa manajer personalia lebih mengutamakan anggota
keluarganya daripada orang lain yang bekerja dalam perusahaan tersebut. Seharusnya manajer
tersebut bersifat lebih transparasi dalam mensurvey baik buruknya kinerja karyawan dalam
perusahaan tersebut supaya tidak menimbulkan sifat kecemburuan kepada anggota karyawan
yang bekerja diperusahaan tersebut. Cara memberi perhatian yang baik yaitu dengan melakukan
penekanan lebih kepada keponakannya tersebut dalam bekerja dengan baik.

BAB V
DAFTAR PUSTAKA

-

Dewi, Sutrisna. 2010. Etika Bisnis. Penerbit: Udayana University Press

Judul: Etika Bisnis Dan Profesi Akuntansi Diploma Iii Akuntansi

Oleh: Muhammad Firdaus


Ikuti kami