Definisi Akuntansi, Tujuan Akuntansi, Teori Akuntansi, Efficient Market Hypothesis

Oleh Damar Sasi Elsza

132,3 KB 4 tayangan 0 unduhan
 
Bagikan artikel

Transkrip Definisi Akuntansi, Tujuan Akuntansi, Teori Akuntansi, Efficient Market Hypothesis

NATURE AND SCOPE OF ACCOUNTING Akuntansi berkembang sejalan dengan perkembangan masyarakat. Sejarah perkembangan akuntansi berjalan secara menarik kalau kita lihat dari awal terjadinya pencatatan. Dikatakan menarik karena orang pertama yang melakukan pencatatan justru bukan dari seorang ahli akuntansi pada saat itu, melainkan dari seorang ahli matematika yang bernama Luca Pacioli (1494) yang awal pencatatan dimulai dari adanya dua kegiatan penting yang dilakukan oleh para bangsawan saat itu, yakni kegiatan pencatatan penarikan pajak/pendapatan sewa dan kegiatan pencatatan perjalanan perdagangan per 1 kali jalan Pada periode pertama akuntansi hanyalah bentuk record-keeping yang sangat sederhana, maksudnya hanyalah bentuk pencatatan dari apa saja yang terjadi dalam dunia bisnis saat itu. Periode kedua merupakan penyempurnaan dari periode pertama, dikenal dengan masa lahirnya double-entry bookkeeping. Pada periode terakhir banyak sekali perkembangan pemikiran akuntansi yang bukanlagi sekedar masalah debit kiri – kredit kanan, tetapi sudah masuk ke dalam kehidupan masyarakat. Pada perkembangan selanjutnya, adanya perkembangan teknologi menjadikan para pengguna akuntansi untuk tidak sekedar memahami akuntansi sebagai alat hitung menghitung dan sumber informasi dalam pengambilan keputusan, tetapi juga sampai ke pemikiran bagaimana akuntansi diterapkan baik secara praktik maupun teori. Lalu, muncullah beberapa pemahamanpemahaman mengenai teori akuntansi. Pemaparan teori akuntansi didasarkan atas orientasi perkembangan akuntansi positif dan akuntansi normatif. Teori akuntansi positif dijelaskan secara lebih terpirinci dalam William Scott, sedangkan akuntansi normatif dapat dipelajari dalam Suwardjono. Jika dikaitkan dengan pendefinisian akuntansi sebagai seni, sains atau teknologi. Teori akuntansi positif berkaitan erat dengan pendefinisian akuntansi sebagai sains. Jadi akuntansi sebagai sains dimaknai atas dasar pengamatan empiris, sehingga menjelaskan fenomena seperti apa adanya dan bebas nilai. Akuntansi positif lebih menekankan pada mendapatkan kebenaran tentang suatu fenomena dengan menerapkan metode ilmiah, tanpa menggunakan pertimbangan nilai. A. DEFINISI AKUNTANSI Menurut AICPA, akuntansi adalah seni pencatatan, penggolongan, dan pengikhtisaran dengan beberapa cara tertentu dalam ukuran moneter, transaksi, dan kejadian-kejadian yang umumnya bersifat keuangan termasuk menafsirkan hasil-hasilnya. dan meringkas dengan cara tertentu dalam ukuran fiskal, pertukaran dan kesempatan yang pada umumnya yang bersifat moneter dan dalam menguraikan hasil. Dalam Suwardjono, jika akuntansi dipandang sebagai seni maka yang dimaksud adalah cara menerapkannya bukan sifatnya sebagai seperangkat pengetahuan (Suwardjono,2006,12). Berdasarkan pengertian-pengertian dari beberapa ahli, akuntansi lebih dari sekedar seni karena pada dasarnya pengertian seni lebih relevan pada kemampuan manusia dalam mebuat sesuatu yang unik, yang lebih menonjolkan kemampuan spesifik dalam menghasilkan sesuatu (things) agar lebih bernilai. Jika akuntansi dipandang sebagai sains, akuntansi harus memenuhi kriteria dari definisi sains terlebih dahulu. “sains adalah salah satu cabang dari pengetahuan (seperangkat pengetahuan) yang bertujuan untuk mendapatkan kebenaran atau validitas penjelasan tentang suatu fenomena dengan menerapkan metode ilmiah”.(Suwardjono, 2006, 14) Berdasarkan pengertian diatas, sains lebih berorientasi terhadap bebas nilai dan sains tidak menghasilkan kebijakan (kebermanfaatan) melainkan sebuah kebenaran. Jika diterapakan dalam sudut pandang akuntansi, maka dalam prakteknya akuntansi akan lebih mengarah terhadap pembahasan mengenai mengapa perlakuan akuntansi seperti itu, bukan bagaimana cara menciptakan perlakuan akuntansi yang lebih baik. Akuntansi juga di definisikan sebagai suatu aktivitas jasa yang fadalah untuk menyediakan informasi kuantitatif, terutama yang mempunyai sifat dalam pengambilan keputusan ekonomis dalam memberikan keputusan pilihan-pilihan yang logis diantara berbagai tindakan alternatif (ABP Statement No. 4 dalam Smith Skousen 1995 : 3). Evolusi akuntansi terjadi bersamaan dengan ditemukannya sistem pembukuan berpasangan oleh pedagang-pedagang Venesia yang merupakan pedagang ya ng terkenaldan ulung pada abad itu. Pencatatan berpasangan merupakan cara pencatatan seluruhtransaksi kedalam dua aspek yaitu ―debet dan kredit‖ yang orientasinya selalu dalam keadaan seimbang. Akuntansi sangat berhubungan dengan bidang-bidang lain meskipun hal itu tidak selalu memiliki sinkronisasi, terutama di perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan sekarang ini, perkembangan ilmu akuntansi semakin pesat. Akuntansi banyak digunakan untuk menunjang sektor bisnis dan keuangan, seperti yang dinyatakan oleh warren dkk (2005) yang menyatakan bahwa secara umum, akuntansi dapat didefinisikan sebagai sistem informasi yang menghasilkan laporan kepada pihak-pihak yang berkepentingan mengenai aktivitas ekonomi dan kondisi perusahaan. Menurut American Acounting Association (AAA), akuntansi merupakan proses pengidentifikasian, pengukur dan melaporkan informasi ekonomi untuk memungkinkan adanya penilaian-penilaian, keputusan yang jelas dan tegas bagi semua yang menggunakan informasi tersebut. Berdasarkan beberapa definisi di atas, dapat disimpulkan bahwa akuntansi adalah aktivitas jasa yang berfungsi memberikan informasi kuantitatif mengenai kesatuankesatuan ekonomi terutama yang bersifat keuangan yang bermanfaat dalam pengambilan keputusan B. BADAN-BADAN OTORITAS Badan yang memiliki otoritas untuk membuat peraturan akuntansi di Indonesia antara lain: 1. Ikatan Akuntan Indonesia ( IAI). IAI adalah organisasi profesi akuntan yang bebas dan tidak terikat pada perkumpulan apapun, didirikan di Jakarta tahun 1957. Tujuan IAI antara lain: o Mengembangkan penelitian, pendidikan, dan pelatihan serta pemasyarakatan teori dan praktik profesi dan jasa lain yang terkait dengan akuntansi, sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan lingkungannya o Meningkatkan kecakapan dan tanggung jawab profesi tiap anggota. Sejak berdirinya, IAI telah menyusun dan merevisi prinsip atau standar sebagai berikut: Prinsip Akuntansi Indonesia 1973, 1984,Standar Akuntansi Keuangan 1994, 1996, 1998, 2000, 2002, 2004, 2006, Standar Profesional Akuntan Publik. 2. Institut Akuntan Publik Indonesia. Setelah hampir 50 tahun sejak berdirinya perkumpulan akuntan indonesia, tepatnya pada tanggal 24 mei 2007 berdirilah institut akuntan publik indonesia (IAPI) sebagai organisasi profesi akuntan publik yang independen dan mandiri dengan berbadan hukum yang diputuskan melalui rapat umum anggota luar biasa IAI. Pada tanggal 4 juni 2007, secara resmi IAPI diterima sebagai anggota asosiasi yang pertama oleh IAI. Pada tanggal 5 Februari 2008.Pemerintah RI melalui Peraturan MENKEU no.17/PMK.01/2008 mengakui IAPI sebagai organisasi profesi akuntan publik yang berwenang melaksanakan ujian sertifikasi akuntan publik, penyusunan dan penerbitan standar profesional dan etika akuntan publik, serta menyelenggarakan program pendidikan berkelanjutan bagi seluruh akuntan publik diindonesia. 3. Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangann (Bapepam-LK). Sebuah lembaga dibawah kementrian keuangan indonesia yang bertugas membina,mengatur dan mengawasi sehari-hari kegiatan pasar modal serta merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis dibidang lembaga keuangan. Di dunia, ada beberapa badan yang memiliki otoritas untuk menetapkan peraturan akuntansi, antara lain : 1. American institute of ciertified public accountants (AICPA) AICPA merupakan organisasi profesi yang mengkoordinasi para akuntan public bersertifikat yang ada di Amerika Serikat. Lembaga ini memiliki dua komite tekhnis senior yang mempunyai peran penting, yaitu accounting standards executive committee (AcSec) dan auditing standards committee (AuSec) yang berwenang untuk mewakili AICPA dalam menanggapi masalah akuntansi serta masalah pengauditan. 2. The American Accounting Assocition (AAA) AAA merupakan organisasi untuk para akuntan dari bidang akademik muapun individu yang tertarik dengan perbaikan praktik dan teori akuntansi. AAA berfungsi sebagai suatu forum akademik yang mengungkapkan berbagai pandangan isu dan topik akuntansi. 3. The financial Accounting standard board (FASB) FASB menggantiakan APB pada tahun 1973 sebagai badan yang bertanggung jawab untuk menetapkan standar-standar akuntansi. FASB merupakan badan yang bersifat otoritatif denagn tugas menetapkan dan meningkatkan standar laporan akuntansi keuangan sehingga standar tersebut menaruh perhatian utama pada pencatatan informasi tentang kejadian ekonomi dan transaksi melalui cara yang berarti dalam laporan keuangan. 4. Securities and Exchange Commission (SEC) SEC dibentuk oleh kongres pada tahun 1934 yang bertanggung jawab menangani administrasi berbagai ketentuan yang meregulasi pasar saham dan menjamin laporan serta pengungkapan yang memadai dari setiap perusahaan di Amerika. C. TEORI AKUNTANSI Teori akuntansi adalah adalah cabang akuntansi yang terdiri dari pernyataan sistematik tentang prinsip dan metodologi yang membedakan dengan praktik. Vernon kam (1986) menganggap bahwa teori akuntansi adalah suatu sistem yang komprehensif dimana termasuk postulat dan teori yang berkaitan dengannya. Dia membagi unsur teori dalam beberapa elemen: postulat dan asumsi dasar, definisi, tujuan akuntasi, prinsip atau standar, dan prosedur atau metode-metode. Vernon Kam (1986) mengemukakan fungsi dari adanya teori kuntansi sebagai berikut. a. Menjadikan pegangan bagi lembaga penyusunan standar akuntansi dalam menyusun standarnya. b. Memberikan kerangka rujukan untuk menyelesaikan masalah akuntansi dalam hal tidak adanya standar resmi. c. Menentukan batas dalm hal melakukan judgment dalam penyusunan laporan keuangan. d. Meningkatkan pemahaman dan keyakinan pembaca laporan terhadap informasi yang disajikan laporan keuangan. e. Meningkatkan kualitas laporan yang dapat diperbandingkan. Dari penjelasan maka teori akuntansi dapat kita rumuskan sebagai berikut “Teori akuntansi adalah suatu konsep definisi dalil yang menyajikan secara sistematis gambaran fenomena akuntansi yang menjelaskan hubungan antara variabel dengan variabel lainnya dalam struktur akuntansi dengan maksud dapat menjelaskan dan meramalkan fenomena yang mungkin muncul” Tujuan utama dari teori akuntansi adalah memberikan seperangkat prinsif yang logis, saling terkait, yang membentuk kerangka umum, dan dapat dipakai sebagai acuan untuk menilai dan mengembangkan praktek akuntansi. Teori akuntansi berkaitan erat dengan penyusunan kebijaksanaan akuntansi. Teori bersama faktor politik dan kondisi dan system ekonomi akan menentukan pembuatan kebijakan. Dalam penyusunan kebijaksanaan akuntansi yang akan dijadikan sebagai dasar dalam praktik atau teknik akuntansi dipengaruhi oleh berbagai faktor antara lain:  Teori akuntansi  Faktor politik  Kondisi ekonomi Teori akuntansi akan dapat bermanfaat apabila rumusan teori itu dapat dijadikan sebagai alat untuk meramalkan apa yang akan diharapkan mungkin terjadi di masa yang akan datang. Kalau demikian halnya, mestinya setiap Negara harus memiliki dan merumuskan teori akuntansinya sendiri yang disimpulkan dari kondisi dan fenomena ekonomi social yang dimilikinya, bukan mengambila alih sepenuhnya dari susunan teori akuntansi Negara lain Menurut financial accounting standars board ( FASB ), teori dalam akuntansi di perlukan untuk : 1) Mengarahkan badan penyusun standar dalam menetapkan standar akuntansi. 2) Memberikan landasan konseptual untuk memecahkan masalah perlakuan akuntansi tertentu bila belum ada standar yang mengaturnya. 3) Member batas keleluasaan dalam menyusun laporan keuangan 4) Meningkatkan pemahaman dan keyakinan pemakai terhadap arti penting laporan keuangan. 5) Meningkatkan daya banding laporan keuangan Di sisi lain, teori Akuntansi memiliki sifat sifat seperti berikut ini: o Berkaitan erat dalam penyusunan sebuah kebijakan akuntansi o Mempunyai prinsip atau metode yang logis dan berhubungan erat dalam menyusun sebuah kerangka umum o Sanggup memberikan penjelasan mengenai praktek akuntansi, menjelaskan serta menjawab semua fenomena yang ada dalam penerapan sebuah metode para praktek akuntansi o Merangkup semua literatur akuntansi serta memberi pendekatan pendekatan yang beda o Bisa meramalkan, memproyeksikan serta menemukan gejala ataupun kejadian akuntansi yang tidak bisa diketahui dengan pasti o Memeriksa, memverifikasi dan menyusun prinsip prinsip akuntansi Perumusan teori akuntansi terdapat beberapa metode yang dipakai seperti pendapat dari Belkaoui dan Godfrey seperti beriktu ini: 1. Metode Deskriptif | Pragmatic Metode ini menganggap akuntansi sebagai sebuah seni yang tidak bisa dirumuskan, metode perumusan akuntansi bersifat menjelaskan atau mendeskripsikan serta menganalisa praktek yang ada dan yang diterima saat ini 2. Metode Psychological Pragmatic Metode ini mengamati reaksi dari pengguna laporan keuangan terhadap output akuntansi yang telah disusun dari berbagai standar, prinsip, pedoman atau aturan. Hal ini juga seringkali disebut sebagai behavioral accounting 3. Metode Normatif | 1950 – 1960 Metode ini menganggap akuntansi sebagai sebuah norma peraturan yang wajib diikuti tanpa memperdulikan apakau dipraktekan, berlaku saat ini atau tidak 4. Metode Positive | 1970 Metode yang dimulai dari sebuah metode ilmiah yang diterima umum dan sedang berlaku. Berdasar Teori akuntansi positif ini, dirumuskan permasalahan penelitian untuk mengamati fenomena nyata yang tidak terdapat didalam teori Hingga saat ini, Indonesia masih belum berusaha untuk merumuskan sebuah teori atau standar akuntansi sendiri. Indonesia masih mengadopsi teori akuntansi yang berkiblat ke Amerika yang berasal dari International Accounting Standard Committee (IASC) sebagai dasar acuan dalam pengembangan ilmu akuntansi di Indonesia. Indonesia masih setia mengadopsi pedoman dari IASC dengan beberapa perubahan minor tentang Standar Akuntansi Keuangan ataupun pernyataan Standar Pemeriksaan. Upaya terbaru adalah perumusan prinsip akuntansi Indonesia oleh Profesi Akuntansi walaupun masih belum menyentuh dasar dasar teori akuntansi. Standar Akuntansi yang berlaku di Indonesia saat ini masih belum mempergunakan secara penuh Standar Akuntansi Internasional atau IFRS (International Financial Reporting Standard). Indonesia masih setia menggunakan standar yang digunakan oleh United Stated Generally Accepted Accounting Standard (US GAAP), tetapi terdapat beberapa bagian yang telah mengadopsi standard IFRS yang sifatnya hanya harmonisasi sebagian. Harmonisasi standart IFRS ini bertujuan supaya akuntansi indonesia bisa menghasilkan informasi keuangan yang bisa dibandingkan dengan yang lain, mempermudah dalam menganalisis kompetisi ataupun hubungan baik dengan supplier, investor, kreditor dan pelanggan D. TUJUAN AKUNTANSI Littleton menyatakan bahwa tujuan utama dari akuntansi merupakan untuk melaksanakan perhitungan periodik antara biaya (usaha) dan hasil (prestasi). Tujuan akuntansi sebagai berikut: 1) Sebagai sumber acuan informasi keuangan yang dapat dipercaya kebenarannya mengenai kewajiban, modal dan sumber ekonomi. 2) Sumber informasi terpercaya dalam hal perubahan-perubahan dan perbandingan sumber ekonomi setelah terjadinya kegiatan usaha dari waktu ke waktu. 3) Membantu penggunanya dalam membaca informasi keuangan yang berguna untuk memperkirakan posisi perusahaan dan potensi perusahaan dalam menambah sumber ekonomi baru maupun laba. 4) Memonitor jika terjadi perubahan pada sumber ekonomi dan kewajiban. 5) Menyampaikan data-data secara detail yang nantinya akan digunakan oleh pengguna laporan keuangan baik internal maupun eksternal. Pada tahun 1966, AAA menerbitkan AStatement of Theory (ASOBAT)yang berisi tentang rumusan tujuan akuntansi, yaitu : Basic Accounting 1. Membuat keputusan mengenai penggunaan sumber daya yang terbatas dan menentukan sasaran serta tujuan dari penggunaan sumber daya tersebut. 2. Mengarahkan dan mengendalikan sumber daya manusia dan factor produksi lainnya secara efektif. 3. Memelihara dan melaporkan pengamanan atas sumber daya (Aktiva). 4. Memfasilitasi fungsi dan pengendalian social E. EFFICIENT MARKET HYPOTHESIS Teori Efficient Market Hypothesis menyatakan bahwa harga saham yang terbentuk merupakan refleksi dari seluruh informasi yang ada, baik fundamental ditambah insider information. Statman (1998, p.18) menyatakan bahwa investor tidak dapat mengalahkan return pasar secara sistematis dan harga saham adalah rasional. EMH adalah Sebuah teori investasi yang menyatakan amat mustahil untuk mengalahkan pasar, karena efisiensi pasar menyebabkan harga saham selalu sudah memperhitungkan segala informasi yang dapat mempengaruhinya. Teori ini sangat kontroversial. EMH menyatakan bahwa tidak ada gunanya investor mencara saham yang masih undervalued, atau mencoba menebak tren pasar dengan menggunakan analisa fundamental ataupun teknikal. Meskipun banyak akademis yang dapat memberikan data ril untuk membuktikan teori ini, namun investor seperti Warren Buffete dapat membuktikan juga bahwa dia dapat mengalahkan pasar secara konsisten. EMH memiliki tiga asumsi (Shleifer, 200), yaitu: o Investor diasumsikan akan berlaku rasional sehingga akan menilai saham secara rasional. o Beberapa investor akan berlaku tidak rasional tetapi perilaku mereka dalam melakukan transaki perdagangan bersifat acak (random) sehingga pengaruhnya adalah saling menghilangkan dan tidak mempengaruhi harga. o Investor arbiter yang berlaku rasional akan mengurangi pengaruhdari perilaku investor yang tidak rasional pada harga di pasar modal Ada tiga bentuk hipotesa dari teori Efficient Market Hypothesis, teori ini sangat berhubungan erat dengan ketersediaan informasi di pasar modal dan hubungannya terhadap kondisi harga-harga saham di pasar modal. Bentuk-bentuk tersebut antara lain: a) Hipotesis efisiensi pasar bentuk lemah Hipotesis ini menjelaskan bahwa harga saham telah mencerminkan semua informasi masa lalu yang tersedia di pasar seperti data harga, volume perdagangan, atau short interest. Semua investor akan berusaha mengambil keuntungan dengan membaca pola data dari data masa lalu jika data masa lalu tersebut mengandung sinyal yang dapat di percaya mengenai hasil masa depan. Implikasinya adalah semua investor akan mengeksploitas sinyal tersebut sehingga sinyal tersebut akan kehilangan nilainya dan akan segera tercermin dalam harga (Bodie et al, 2008, p.348). b) Hipotesis efisiensi pasar bentuk setengah kuat Hipotesis ini menyatakan bahwa semua informasi yang tersedia di pasar termasuk informasi potensi pertumbuhan harus telah tercermin di dalam harga saham sperti data lini produk, kualitas manajemen, komposisi laporan keuangan seperti neraca, paten, proyeksi laba, dan perlakuan akuntansi. Jadi ketika seluruh informasi telah di ketahui oleh para investor maka refleksinya sudah ada pada harga saham (Bodie et al, 2008, p.348). c) Hipotesis efisiensi pasar bentuk kuat Hipotesis ini menjelaskan bahwa harga saham telah mencerminkan semua informasi yang relevan bagi perusahaan termasuk informasi yang hanya tersedia untuk pihak internal perusahaan (insider) sehingga walaupun pihak manajemen dan karyawan perusahaan mempunyai akses untuk mengetahui informasi sebhelum informasi tersebut tersedia di pasar, hal itu tidak memungkinkan mereka untuk mengambil keuntungan dengan melakukan perdagangan berdasarkan informasi tersebut karena semua informasi tersebut akan lanfgsung dipublikasikan (Bodie et al, 2008, p.348).

Judul: Definisi Akuntansi, Tujuan Akuntansi, Teori Akuntansi, Efficient Market Hypothesis

Oleh: Damar Sasi Elsza

Ikuti kami