Definisi Akuntansi, Tujuan Akuntansi, Teori Akuntansi, Efficient Market Hypothesis

Oleh Damar Sasi Elsza

29 tayangan
Bagikan artikel

Transkrip Definisi Akuntansi, Tujuan Akuntansi, Teori Akuntansi, Efficient Market Hypothesis

NATURE AND SCOPE OF ACCOUNTING
Akuntansi

berkembang

sejalan

dengan

perkembangan

masyarakat.

Sejarah

perkembangan akuntansi berjalan secara menarik kalau kita lihat dari awal terjadinya pencatatan.
Dikatakan menarik karena orang pertama yang melakukan pencatatan justru bukan dari
seorang ahli akuntansi pada saat itu, melainkan dari seorang ahli matematika yang bernama Luca
Pacioli (1494) yang awal pencatatan dimulai dari adanya dua kegiatan penting yang dilakukan
oleh para bangsawan saat itu, yakni kegiatan pencatatan penarikan pajak/pendapatan sewa dan
kegiatan pencatatan perjalanan perdagangan per 1 kali jalan
Pada periode pertama akuntansi hanyalah bentuk record-keeping yang sangat sederhana,
maksudnya hanyalah bentuk pencatatan dari apa saja yang terjadi dalam dunia bisnis saat itu.
Periode kedua merupakan penyempurnaan dari periode pertama, dikenal dengan masa lahirnya
double-entry bookkeeping. Pada periode terakhir banyak sekali perkembangan pemikiran
akuntansi yang bukanlagi sekedar masalah debit kiri – kredit kanan, tetapi sudah masuk ke dalam
kehidupan masyarakat.
Pada perkembangan selanjutnya, adanya perkembangan teknologi menjadikan para
pengguna akuntansi untuk tidak sekedar memahami akuntansi sebagai alat hitung menghitung
dan sumber informasi dalam pengambilan keputusan, tetapi juga sampai ke pemikiran bagaimana
akuntansi diterapkan baik secara praktik maupun teori. Lalu, muncullah beberapa pemahamanpemahaman mengenai teori akuntansi.
Pemaparan teori akuntansi didasarkan atas orientasi perkembangan akuntansi positif dan
akuntansi normatif. Teori akuntansi positif dijelaskan secara lebih terpirinci dalam William
Scott, sedangkan akuntansi normatif dapat dipelajari dalam Suwardjono. Jika dikaitkan dengan
pendefinisian akuntansi sebagai seni, sains atau teknologi. Teori akuntansi positif berkaitan erat
dengan pendefinisian akuntansi sebagai sains. Jadi akuntansi sebagai sains dimaknai atas dasar
pengamatan empiris, sehingga menjelaskan fenomena seperti apa adanya dan bebas nilai.
Akuntansi positif lebih menekankan pada mendapatkan kebenaran tentang suatu fenomena
dengan menerapkan metode ilmiah, tanpa menggunakan pertimbangan nilai.

A. DEFINISI AKUNTANSI
Menurut

AICPA,

akuntansi

adalah

seni

pencatatan,

penggolongan,

dan

pengikhtisaran dengan beberapa cara tertentu dalam ukuran moneter, transaksi, dan
kejadian-kejadian yang umumnya bersifat keuangan termasuk menafsirkan hasil-hasilnya.
dan meringkas dengan cara tertentu dalam ukuran fiskal, pertukaran dan kesempatan yang
pada umumnya yang bersifat moneter dan dalam menguraikan hasil.
Dalam Suwardjono, jika akuntansi dipandang sebagai seni maka yang dimaksud
adalah

cara

menerapkannya

bukan

sifatnya

sebagai

seperangkat

pengetahuan

(Suwardjono,2006,12). Berdasarkan pengertian-pengertian dari beberapa ahli, akuntansi
lebih dari sekedar seni karena pada dasarnya pengertian seni lebih relevan pada kemampuan
manusia dalam mebuat sesuatu yang unik, yang lebih menonjolkan kemampuan spesifik
dalam menghasilkan sesuatu (things) agar lebih bernilai. Jika akuntansi dipandang sebagai
sains, akuntansi harus memenuhi kriteria dari definisi sains terlebih dahulu.
“sains adalah salah satu cabang dari pengetahuan (seperangkat pengetahuan) yang
bertujuan untuk mendapatkan kebenaran atau validitas penjelasan tentang suatu
fenomena dengan menerapkan metode ilmiah”.(Suwardjono, 2006, 14)
Berdasarkan pengertian diatas, sains lebih berorientasi terhadap bebas nilai dan
sains tidak menghasilkan kebijakan (kebermanfaatan) melainkan sebuah kebenaran. Jika
diterapakan dalam sudut pandang akuntansi, maka dalam prakteknya akuntansi akan
lebih mengarah terhadap pembahasan mengenai mengapa perlakuan akuntansi seperti itu,
bukan bagaimana cara menciptakan perlakuan akuntansi yang lebih baik.
Akuntansi juga di definisikan sebagai suatu aktivitas jasa yang fadalah untuk
menyediakan informasi kuantitatif, terutama yang mempunyai sifat dalam pengambilan
keputusan ekonomis dalam memberikan keputusan pilihan-pilihan yang logis diantara
berbagai tindakan alternatif (ABP Statement No. 4 dalam Smith Skousen 1995 : 3).
Evolusi

akuntansi

terjadi

bersamaan

dengan

ditemukannya

sistem

pembukuan berpasangan oleh pedagang-pedagang Venesia yang merupakan pedagang ya
ng terkenaldan ulung pada abad itu. Pencatatan berpasangan merupakan cara pencatatan
seluruhtransaksi kedalam dua aspek yaitu ―debet dan kredit‖ yang orientasinya selalu
dalam keadaan seimbang.

Akuntansi sangat berhubungan dengan bidang-bidang lain meskipun hal itu tidak
selalu memiliki sinkronisasi, terutama di perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan
sekarang ini, perkembangan ilmu akuntansi semakin pesat. Akuntansi banyak digunakan
untuk menunjang sektor bisnis dan keuangan, seperti yang dinyatakan oleh warren dkk
(2005) yang menyatakan bahwa secara umum, akuntansi dapat didefinisikan sebagai
sistem informasi yang menghasilkan laporan kepada pihak-pihak yang berkepentingan
mengenai aktivitas ekonomi dan kondisi perusahaan.
Menurut American Acounting Association (AAA), akuntansi merupakan proses
pengidentifikasian, pengukur dan melaporkan informasi ekonomi untuk memungkinkan
adanya penilaian-penilaian, keputusan yang jelas dan tegas bagi semua yang
menggunakan informasi tersebut.
Berdasarkan beberapa definisi di atas, dapat disimpulkan bahwa akuntansi adalah
aktivitas jasa yang berfungsi memberikan informasi kuantitatif mengenai kesatuankesatuan ekonomi terutama yang bersifat keuangan yang bermanfaat dalam pengambilan
keputusan
B. BADAN-BADAN OTORITAS
Badan yang memiliki otoritas untuk membuat peraturan akuntansi di Indonesia antara
lain:
1. Ikatan Akuntan Indonesia ( IAI).
IAI adalah organisasi profesi akuntan yang bebas dan tidak terikat pada perkumpulan
apapun, didirikan di Jakarta tahun 1957. Tujuan IAI antara lain:
o Mengembangkan penelitian, pendidikan, dan pelatihan serta pemasyarakatan
teori dan praktik profesi dan jasa lain yang terkait dengan akuntansi, sejalan
dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan lingkungannya
o Meningkatkan kecakapan dan tanggung jawab profesi tiap anggota.
Sejak berdirinya, IAI telah menyusun dan merevisi prinsip atau standar sebagai
berikut: Prinsip Akuntansi Indonesia 1973, 1984,Standar Akuntansi Keuangan
1994, 1996, 1998, 2000, 2002, 2004, 2006, Standar Profesional Akuntan
Publik.

2. Institut Akuntan Publik Indonesia.
Setelah hampir 50 tahun sejak berdirinya perkumpulan akuntan indonesia,
tepatnya pada tanggal 24 mei 2007 berdirilah institut akuntan publik indonesia (IAPI)
sebagai organisasi profesi akuntan publik yang independen dan mandiri dengan
berbadan hukum yang diputuskan melalui rapat umum anggota luar biasa IAI. Pada
tanggal 4 juni 2007, secara resmi IAPI diterima sebagai anggota asosiasi yang pertama
oleh IAI. Pada tanggal 5 Februari 2008.Pemerintah RI melalui Peraturan MENKEU
no.17/PMK.01/2008 mengakui IAPI sebagai organisasi profesi akuntan publik yang
berwenang melaksanakan ujian sertifikasi akuntan publik, penyusunan dan penerbitan
standar profesional dan etika akuntan publik, serta menyelenggarakan program
pendidikan berkelanjutan bagi seluruh akuntan publik diindonesia.
3. Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangann (Bapepam-LK).
Sebuah

lembaga

dibawah

kementrian

keuangan

indonesia

yang

bertugas

membina,mengatur dan mengawasi sehari-hari kegiatan pasar modal serta merumuskan
dan melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis dibidang lembaga keuangan.
Di dunia, ada beberapa badan yang memiliki otoritas untuk menetapkan peraturan akuntansi,
antara lain :
1. American institute of ciertified public accountants (AICPA)
AICPA merupakan organisasi profesi yang mengkoordinasi para akuntan public
bersertifikat yang ada di Amerika Serikat. Lembaga ini memiliki dua komite tekhnis
senior yang mempunyai peran penting, yaitu accounting standards executive committee
(AcSec) dan auditing standards committee (AuSec) yang berwenang untuk mewakili
AICPA dalam menanggapi masalah akuntansi serta masalah pengauditan.
2. The American Accounting Assocition (AAA)
AAA merupakan organisasi untuk para akuntan dari bidang akademik muapun
individu yang tertarik dengan perbaikan praktik dan teori akuntansi. AAA berfungsi
sebagai suatu forum akademik yang mengungkapkan berbagai pandangan isu dan topik
akuntansi.

3. The financial Accounting standard board (FASB)
FASB menggantiakan APB pada tahun 1973 sebagai badan yang bertanggung
jawab untuk menetapkan standar-standar akuntansi. FASB merupakan badan yang
bersifat otoritatif denagn tugas menetapkan dan meningkatkan standar laporan akuntansi
keuangan sehingga standar tersebut menaruh perhatian utama pada pencatatan informasi
tentang kejadian ekonomi dan transaksi melalui cara yang berarti dalam laporan
keuangan.
4. Securities and Exchange Commission (SEC)
SEC dibentuk oleh kongres pada tahun 1934 yang bertanggung jawab menangani
administrasi berbagai ketentuan yang meregulasi pasar saham dan menjamin laporan
serta pengungkapan yang memadai dari setiap perusahaan di Amerika.
C. TEORI AKUNTANSI
Teori akuntansi adalah adalah cabang akuntansi yang terdiri dari pernyataan
sistematik tentang prinsip dan metodologi yang membedakan dengan praktik. Vernon kam
(1986) menganggap bahwa teori akuntansi adalah suatu sistem yang komprehensif dimana
termasuk postulat dan teori yang berkaitan dengannya. Dia membagi unsur teori dalam
beberapa elemen: postulat dan asumsi dasar, definisi, tujuan akuntasi, prinsip atau standar,
dan prosedur atau metode-metode.
Vernon Kam (1986) mengemukakan fungsi dari adanya teori kuntansi sebagai berikut.
a. Menjadikan pegangan bagi lembaga penyusunan standar akuntansi dalam menyusun
standarnya.
b. Memberikan kerangka rujukan untuk menyelesaikan masalah akuntansi dalam hal tidak
adanya standar resmi.
c. Menentukan batas dalm hal melakukan judgment dalam penyusunan laporan keuangan.
d. Meningkatkan pemahaman dan keyakinan pembaca laporan terhadap informasi yang
disajikan laporan keuangan.
e. Meningkatkan kualitas laporan yang dapat diperbandingkan.
Dari penjelasan maka teori akuntansi dapat kita rumuskan sebagai berikut

“Teori akuntansi adalah suatu konsep definisi dalil yang menyajikan secara sistematis
gambaran fenomena akuntansi yang menjelaskan hubungan antara variabel dengan variabel
lainnya dalam struktur akuntansi dengan maksud dapat menjelaskan dan meramalkan
fenomena yang mungkin muncul”
Tujuan utama dari teori akuntansi adalah memberikan seperangkat prinsif yang logis,
saling terkait, yang membentuk kerangka umum, dan dapat dipakai sebagai acuan untuk
menilai dan mengembangkan praktek akuntansi. Teori akuntansi berkaitan erat dengan
penyusunan kebijaksanaan akuntansi. Teori bersama faktor politik dan kondisi dan system
ekonomi akan menentukan pembuatan kebijakan. Dalam penyusunan kebijaksanaan akuntansi
yang akan dijadikan sebagai dasar dalam praktik atau teknik akuntansi dipengaruhi oleh
berbagai faktor antara lain:


Teori akuntansi



Faktor politik



Kondisi ekonomi
Teori akuntansi akan dapat bermanfaat apabila rumusan teori itu dapat dijadikan

sebagai alat untuk meramalkan apa yang akan diharapkan mungkin terjadi di masa yang akan
datang. Kalau demikian halnya, mestinya setiap Negara harus memiliki dan merumuskan teori
akuntansinya sendiri yang disimpulkan dari kondisi dan fenomena ekonomi social yang
dimilikinya, bukan mengambila alih sepenuhnya dari susunan teori akuntansi Negara lain
Menurut financial accounting standars board ( FASB ), teori dalam akuntansi di
perlukan untuk :
1)

Mengarahkan badan penyusun standar dalam menetapkan standar akuntansi.

2)

Memberikan landasan konseptual untuk memecahkan masalah perlakuan akuntansi

tertentu bila belum ada standar yang mengaturnya.
3)

Member batas keleluasaan dalam menyusun laporan keuangan

4)

Meningkatkan pemahaman dan keyakinan pemakai terhadap arti penting laporan

keuangan.
5)

Meningkatkan daya banding laporan keuangan

Di sisi lain, teori Akuntansi memiliki sifat sifat seperti berikut ini:

o Berkaitan erat dalam penyusunan sebuah kebijakan akuntansi
o Mempunyai prinsip atau metode yang logis dan berhubungan erat dalam menyusun sebuah
kerangka umum
o Sanggup memberikan penjelasan mengenai praktek akuntansi, menjelaskan serta menjawab
semua fenomena yang ada dalam penerapan sebuah metode para praktek akuntansi
o Merangkup semua literatur akuntansi serta memberi pendekatan pendekatan yang beda
o Bisa meramalkan, memproyeksikan serta menemukan gejala ataupun kejadian akuntansi
yang tidak bisa diketahui dengan pasti
o Memeriksa, memverifikasi dan menyusun prinsip prinsip akuntansi

Perumusan teori akuntansi terdapat beberapa metode yang dipakai seperti pendapat dari Belkaoui
dan Godfrey seperti beriktu ini:
1. Metode Deskriptif | Pragmatic
Metode ini menganggap akuntansi sebagai sebuah seni yang tidak bisa dirumuskan,
metode perumusan akuntansi bersifat menjelaskan atau mendeskripsikan serta
menganalisa praktek yang ada dan yang diterima saat ini
2. Metode Psychological Pragmatic
Metode ini mengamati reaksi dari pengguna laporan keuangan terhadap output akuntansi
yang telah disusun dari berbagai standar, prinsip, pedoman atau aturan. Hal ini juga
seringkali disebut sebagai behavioral accounting
3. Metode Normatif | 1950 – 1960
Metode ini menganggap akuntansi sebagai sebuah norma peraturan yang wajib diikuti
tanpa memperdulikan apakau dipraktekan, berlaku saat ini atau tidak
4. Metode Positive | 1970
Metode yang dimulai dari sebuah metode ilmiah yang diterima umum dan sedang
berlaku. Berdasar Teori akuntansi positif ini, dirumuskan permasalahan penelitian untuk
mengamati fenomena nyata yang tidak terdapat didalam teori
Hingga saat ini, Indonesia masih belum berusaha untuk merumuskan sebuah teori atau
standar akuntansi sendiri. Indonesia masih mengadopsi teori akuntansi yang berkiblat ke
Amerika yang berasal dari International Accounting Standard Committee (IASC) sebagai dasar

acuan dalam pengembangan ilmu akuntansi di Indonesia. Indonesia masih setia mengadopsi
pedoman dari IASC dengan beberapa perubahan minor tentang Standar Akuntansi Keuangan
ataupun pernyataan Standar Pemeriksaan. Upaya terbaru adalah perumusan prinsip akuntansi
Indonesia oleh Profesi Akuntansi walaupun masih belum menyentuh dasar dasar teori akuntansi.
Standar Akuntansi yang berlaku di Indonesia saat ini masih belum mempergunakan
secara penuh Standar Akuntansi Internasional atau IFRS (International Financial Reporting
Standard). Indonesia masih setia menggunakan standar yang digunakan oleh United Stated
Generally Accepted Accounting Standard (US GAAP), tetapi terdapat beberapa bagian yang
telah mengadopsi standard IFRS yang sifatnya hanya harmonisasi sebagian. Harmonisasi
standart IFRS ini bertujuan supaya akuntansi indonesia bisa menghasilkan informasi keuangan
yang bisa dibandingkan dengan yang lain, mempermudah dalam menganalisis kompetisi ataupun
hubungan baik dengan supplier, investor, kreditor dan pelanggan

D. TUJUAN AKUNTANSI
Littleton menyatakan bahwa tujuan utama dari akuntansi merupakan untuk melaksanakan
perhitungan periodik antara biaya (usaha) dan hasil (prestasi). Tujuan akuntansi sebagai
berikut:
1) Sebagai sumber acuan informasi keuangan yang dapat dipercaya kebenarannya
mengenai kewajiban, modal dan sumber ekonomi.
2) Sumber informasi terpercaya dalam hal perubahan-perubahan dan perbandingan
sumber ekonomi setelah terjadinya kegiatan usaha dari waktu ke waktu.
3) Membantu penggunanya dalam membaca informasi keuangan yang berguna untuk
memperkirakan posisi perusahaan dan potensi perusahaan dalam menambah sumber
ekonomi baru maupun laba.
4) Memonitor jika terjadi perubahan pada sumber ekonomi dan kewajiban.
5) Menyampaikan data-data secara detail yang nantinya akan digunakan oleh pengguna
laporan keuangan baik internal maupun eksternal.
Pada

tahun

1966,

AAA

menerbitkan AStatement

of

Theory (ASOBAT)yang berisi tentang rumusan tujuan akuntansi, yaitu :

Basic

Accounting

1. Membuat keputusan mengenai penggunaan sumber daya yang terbatas dan menentukan
sasaran serta tujuan dari penggunaan sumber daya tersebut.
2. Mengarahkan dan mengendalikan sumber daya manusia dan factor produksi lainnya secara
efektif.
3. Memelihara dan melaporkan pengamanan atas sumber daya (Aktiva).
4. Memfasilitasi fungsi dan pengendalian social
E. EFFICIENT MARKET HYPOTHESIS
Teori Efficient Market Hypothesis menyatakan bahwa harga saham yang terbentuk
merupakan refleksi dari seluruh informasi yang ada, baik fundamental ditambah insider
information. Statman (1998, p.18) menyatakan bahwa investor tidak dapat mengalahkan
return pasar secara sistematis dan harga saham adalah rasional.
EMH adalah Sebuah teori investasi yang menyatakan amat mustahil untuk
mengalahkan pasar, karena efisiensi pasar menyebabkan harga saham selalu sudah
memperhitungkan segala informasi yang dapat mempengaruhinya. Teori ini sangat
kontroversial. EMH menyatakan bahwa tidak ada gunanya investor mencara saham yang
masih undervalued, atau mencoba menebak tren pasar dengan menggunakan analisa
fundamental ataupun teknikal. Meskipun banyak akademis yang dapat memberikan data ril
untuk membuktikan teori ini, namun investor seperti Warren Buffete dapat membuktikan
juga bahwa dia dapat mengalahkan pasar secara konsisten.
EMH memiliki tiga asumsi (Shleifer, 200), yaitu:
o Investor diasumsikan akan berlaku rasional sehingga akan menilai saham secara
rasional.
o Beberapa investor akan berlaku tidak rasional tetapi perilaku mereka dalam
melakukan transaki perdagangan bersifat acak (random) sehingga pengaruhnya
adalah saling menghilangkan dan tidak mempengaruhi harga.
o Investor arbiter

yang berlaku rasional akan mengurangi pengaruhdari perilaku

investor yang tidak rasional pada harga di pasar modal

Ada tiga bentuk hipotesa dari teori Efficient Market Hypothesis, teori ini sangat
berhubungan erat dengan ketersediaan informasi di pasar modal dan hubungannya terhadap
kondisi harga-harga saham di pasar modal. Bentuk-bentuk tersebut antara lain:
a) Hipotesis efisiensi pasar bentuk lemah
Hipotesis ini menjelaskan bahwa harga saham telah mencerminkan semua
informasi masa lalu yang tersedia di pasar seperti data harga, volume
perdagangan, atau short interest. Semua investor akan berusaha mengambil
keuntungan dengan membaca pola data dari data masa lalu jika data masa lalu
tersebut mengandung sinyal yang dapat di percaya mengenai hasil masa depan.
Implikasinya adalah semua investor akan mengeksploitas sinyal tersebut sehingga
sinyal tersebut akan kehilangan nilainya dan akan segera tercermin dalam harga
(Bodie et al, 2008, p.348).
b) Hipotesis efisiensi pasar bentuk setengah kuat
Hipotesis ini menyatakan bahwa semua informasi yang tersedia di pasar termasuk
informasi potensi pertumbuhan harus telah tercermin di dalam harga saham sperti
data lini produk, kualitas manajemen, komposisi laporan keuangan seperti neraca,
paten, proyeksi laba, dan perlakuan akuntansi. Jadi ketika seluruh informasi telah
di ketahui oleh para investor maka refleksinya sudah ada pada harga saham
(Bodie et al, 2008, p.348).
c) Hipotesis efisiensi pasar bentuk kuat
Hipotesis ini menjelaskan bahwa harga saham telah mencerminkan semua
informasi yang relevan bagi perusahaan termasuk informasi yang hanya tersedia
untuk pihak internal perusahaan (insider) sehingga walaupun pihak manajemen
dan karyawan perusahaan mempunyai akses untuk mengetahui informasi
sebhelum informasi tersebut tersedia di pasar, hal itu tidak memungkinkan
mereka

untuk

mengambil

keuntungan

dengan

melakukan

perdagangan

berdasarkan informasi tersebut karena semua informasi tersebut akan lanfgsung
dipublikasikan (Bodie et al, 2008, p.348).

Judul: Definisi Akuntansi, Tujuan Akuntansi, Teori Akuntansi, Efficient Market Hypothesis

Oleh: Damar Sasi Elsza


Ikuti kami