Definisi Akuntansi

Oleh Riza Juliansyah

18 tayangan
Bagikan artikel

Transkrip Definisi Akuntansi

 Definisi Akuntansi
Definisi akuntansi dapat dirumuskan dari dua sudut pandang, yaitu definisi dari sudut
pemakai jasa akuntansi dan dari sudut proses kegiatannya.
1. Definisi dari Sudut Pemakai
Ditinjau dari sudut pemakainya, akuntansi dapat didefinisikan sebagai “ suatu disiplin
yanerkaitang menyediakan informasi yang diperlukan untuk melaksanakan kegiatan
secara efisien dan mengevaluasi kegiatan-kegiatan suatu organisasi “. Informasi yang
dihasilkan akuntansi diperlukan untuk :
a. Membuat perencanaan yang efektif, pengawasan dan pengambilan keputusan
manajemen; dan
b. Pertanggungjawaban organisasi kepada invenstor, kreditur, badan pemerintah dan
sebagainya.
Dari definisi ini dapat disimpulkan hal-hal sebagai berikut :
a) Akuntansi diselenggarakan dalam suatu organisasi (biasanya berupa organisasi perusahaan).
Informasi akuntansi yang dihasilkan adalah informasi tentang organisasi;
b) Informasi akuntansi sangat penting dalam menyelenggarakan kegiatan perusahaan. Informasi
ini digunakan dalam pengambilan keputusan intern organisasi (oleh manajemen yaitu orang
yang diberi tugas untuk memimpin perusahaan) dan juga untuk pengambilan keputusan oleh
pihak ekstern organisasi (oleh investor yaitu orang-orng yang menanamkan uangnya dalam
perusahaan untuk mendapatkan laba, oleh kreditur yaitu orang-orang yang memberi
pinjaman kepada perusahaan dan pihak lainnya).

2. Definsi dari Sudut Proses Kegiatan
Apabila ditinjau dari sudut kegiatannya, akuntansi dapat didefinisikan sebagai “ Proses
pencatatan, penggolongan, peringkasan, pelaporan dan penganalisisan data keuangan suatu
organisasi “. Definsi ini menunjukkan bahwa kegiatan akuntansi merupakan tugas kompleks dan
menyangkut bermacam-macam kegiatan. Pada dasarnya akuntansi harus :
a. Mengidentifikasi data mana yang berkaitan atau relevan dengan keputusan yang akan
diambil;
b. Memproses dan menganalisis data yang relevan;
c. Mengubah data menjadi informasi yang dapat digunakan untuk pengambilan keputusan.

 Akuntansi Sebagai Suatu Sistem Informasi
Akuntansi dilaksanakan baik dalam perusahaan yang bertujuan mencari laba maupun dalam
organisasi-organisasi yang tidak mencari laba. Salah satu penyebabnya adalah karena hal ini
diharuskan oleh undang-undang. Namun demikian alasan utama mengapa akuntansi dilaksanakan
dalam berbagai organisasi adalah karena semakin rumitnya variabel-variabel yang dihadapi., walau
didalam perusahaan kecil sekalipun. Keadaan ini menyebabkan para pengambil keputusan menjadi
semakin tergantung pada data akuntansi. Dalam akuntansi transaksi-transaksi keuangan diolah
sedemikian rupa sehingga menjadi laporan keuangan yang siap digunakan untuk pengambilan
keputusan manajemen. Dengan demikian akuntansi merupakan suatu sistem informasi yang sangat
diperlukan perusahaan modern dewasa ini.
Sebagai suatu sistem informasi, akuntansi dibutuhkan oleh berbagai pihak, baik dari kalangan intern
maupun dari luar organisasi yang menyelenggarakan akuntansi tersebut. Secara garis besar pihakpihak tersebut adalah :
1. Manajer
Manajer perusahaan menggunakan akuntansi untuk menyusun perencanaan perusahaannya,
mengevaluasi kemajuan yang dicapai dalam usaha mencapai tujuan dan melakukan tindakantindakan koreksi yang diperlukan. Keputusan yang diambil oleh manajer berdasarkan informasi
akuntansi misalnya menentukan peralatan apa sebaiknya yang dibeli, berapa persediaan yang
harus ada digudang dan berapa kas yang harus dipinjam dari bank.
2. Investor
Para investor melakukan penanaman modal dalam perusahaan dengan tujuan untuk mendapat
hasil yang sesuai dengan harapannya. Oleh karena itu, sebelu melakukan penanaman modal,
mereka mengevaluasi pedapatan yang diperkirakan akan dapat diperoleh dari investasinya. Ini

3.

4.

5.

6.

berarti bahwa para investor harus melakukan analisis atas laporan keuangan perusahaan yang
akan dipilih sebagai tempat penanaman modalnya.
Kreditur
Kreditur hanya bersedia memberikan kredit kepada calon penerima kredit yang dipandang
mampu membayar bunga dan mengembalikan kredit tepat pada waktunya. Oleh karena itu, calon
kreditur harus menilai kemampuan keuangan calon pengambil kredit. Untuk itu kreditur selalu
meminta laporan keuangan calon nasabah untuk dinilai. Setelah itu kreditur masih meminta
laporan keuangan para pengambil kredit, untuk menilai apakah kredit telah digunakan sesuai
dengan tujuana yang telah disepakati.
Instansi Pemerintah
Badan-badan pemerintah tertentu seperti Kantor Pelayanan Pajak atau Badan Pengembangan
Pasar Modal (BAPEPAM) membutuhkan informasi keuangan dari perusahaan-perusahaan wajib
pajak atau perusahaan yang menjual sahamnya melalui pasar modal. Informasi akuntansi
merupakan sumber utama bagi badan pemerintah untuk menetapkan pajak perusahaan atau
mengawasi perusahaan.
Organisasi Nirlaba
Organisasi-organisasi yang tidak bertujuan mencari laba seperti organisasi keagamaan, yayasan
atau lembaga pendidikan juga membutuhkan informasi akuntansi seperti halnya organisasi yang
bertujuan mencari laba. Walaupoun organisasi semacam ini tidak mencari laba, namun mereka
tetap berurusan dengan soal-soal keuangan karena mereka harus mempunyai anggaran,
membayar tenaga kerja, membayar listrik dan sewa, serta urusan-urusan keuangan lainnya.
Semau hal tersebut bersangkutan dengan akuntansi.
Pemakai Lainnya
Informasi akuntansi diperlukan juga oleh berbagai pihak lain untuk keperntingan-kepentingan
tertentu, misalnya oleh organisasi buruh. Para buruh membutuhkan informasi tentang laba
perusahaan dan kadang-kadang juga informasi keuangan lainnya. Informasi ini penting bagi para
buruh dalam rangka mengajukan kenaikan gaji atau tunjangan-tunjangan lainnya dari perusahaan
tempat mereka bekerja.

PROSES AKUNTANSI
Laporan keuangan adalah merupakan hasil dari proses akuntansi. Dalam definisi diatas disebutkan bahwa
akuntansi merupakan suatu proses yang meliputi :
1.
2.
3.
4.
5.

Pencatatan;
Penggolongan;
Peringkasan;
Pelaporan; dan
Penganalisisan data keuangan dari suatu organisasi.

Kegiatan pencatatan dan penggolongan adalah proses yang dilakukan secara rutin dan berulang-ulang
setiap kali terjadi transaksi keuangan. Sedangkan kegiatan pelaporan dan penganalisisan biasanya
dilakukan pada waktu tertentu.
Kegiatan pencatatan dan penggolongan yang bersifat rutin dapat dilakukan dengan tulis tangan seperti
yang dijumpai pada aperusahaan-perusahaan kecil, dan ada pula yang dikerjakan dengan mesin-mesin
otomatis seperi yang kita jumpai pada perusahaan-perusahaan besar. Perkembangan teknologi yang pesat
akhir-akhir ini menunjukan bahwa penggunaan mesin-mesin pembukuan dan komputer untuk mengolah
data akuntansi semakin banyak digunakan baik dalam perusahaan besar maupun perusahaan menengah.
Metoda pencatatan akuntansi mana yang akan digunakan dalam suatu organisasi, apakah metoda tulis
tangan, mekanis atau elektronis tergantung berbagai faktor. Halhal penting yang harus dipertimbangkan
antara lain besarnya organisasi, jumlah data harus diproses dan jumlah serta jenis informasi yang
diperlukan. Selain itu perlu dipertimbangkan juga biaya yang harus dikeluarkan dalam pemakaian tiap
metoda tersebut. Perusahaan kecil mungkin akan menganggap biaya pemakaian komputer elektronis
terlalu mahal, sebaliknya dalam perusahaan besar penggunaan metoda tulis tangan dipandang tidak
mampu memenuhi kebutuhan informasi yang cepat dan sangat banyak jumlahnya.
BUKTI TRANSAKSI
Bukti transaksi bagi perusahaan bermanfaat untuk menyusun laporan keuangan. Oleh karena itu setiap
transaksi yang terjadi harus memiliki bukti yang dapat dipertanggungjawabkan. Dapat
dipertanggungjawaban artinya setiap transaksi keuangan yang terjadi, harus dicatat dalam bukti transaksi
secara benar. Karena bukti transaksi merupakan sumber pencatatan akuntansi.
Jenis bukti transaksi dapat dibedakan sebagai berikut :
1.

2.

Bukti Intern
Merupakan bukti pencatatan untuk transaksi yang terjadi di dalam perusahaan itu sendiri. Misalnya
memo yang dibuat oelh manajer bagian pembukuan.
Bukti Ekstern
Merupakan bukti pencatatn untuk transaksi yang terjadi antara perusahaan dan pihak lain diluar
perusahaan. Misalnya bukti pengeluaran kas, bukti penerimaan kas, bukti penjualan dan bukti
pembelian.

JURNAL
Jurnal umum atau jurnal transaksi adalah catatan sistematis dan kronologis yang dimiliki perusahaan atas
transaksi yang telah dilakukan. Menjurnal (journalizing) adalah aktivitas meringkas dan mencatat
transaksi perusahaan berdasarkan dokumen dasar secara kronologis beserta penjelasan yang diperlukan
dalam buku jurnal. Jurnal berfungsi mencatat dan meringkas setiap transaksi yang dilakukan perusahaan
sedangkan akun dan buku besar berfungsi mencatat transaksi perusahaan menurut jenis transaksinya. Jadi
jurnal bukan berfungsi menggantikan buku besar dan akun, tetapi antara keduanya saling melengkapi satu
dengan lainnya. Transaksi yang telah dijurnal dibuku jurnal setiap beberapa waktu, misalnya seminggu
sekali atau sebulan sekali, harus diposting/dipindahkan ke buku besar sesuai dengan jenis akunnya.
Buku jurnal adalah media yang digunakan untuk mencatat transaksi perusahaan secara ringkas, permanen,
dan lengkap, serta disusun secara kronologis untuk referensi dimasa depan. Secara umum buku besar
berbentuk empat kolom dengan manfaat yang saling menunjang satu dengan yang lainnya. Kolom
pertama (tanggal) berfungsi mencatat tanggal transaksi. Kolom kedua (keterangan) adalah untuk mencatat
aktivitas transaksi sesuai nama perkiraan/akun yang terkait dan penjelasan yang diperlukan. Kolom ketiga

(ref) berguna untuk mencatat referensi yang terkait dengan buku besar. Kolom keempat (jumlah) dibagi
dua kolom, yaitu kolom debet dan kolom kredit yang berguna untuk mencatat nilai transaksi.

BUKU BESAR
Adalah himpunan rekening-rekening yang saling berhungan yang menggambarkan pengaruh transaksi
terhadap perubahan harta, utang dan modal. Pemindahbukuan semua pos-pos jurnal ke buku besar disebut
posting. Nama akun yang dipakai pada ayat-ayat jurnal harus sama dengan akun yang ada di buku besar.
NERACA SALDO
Adalah daftar seluruh akun dengan mencatat didebet dan kredit untuk melihat apakah saldonya sudah
seimbang. Apabila perkiraan-perkiraan buku besar telah di debet dan dikredit untuk setiap transaksi
selama satu periode akuntansi, besarnya saldo sudah tampak. Jadi jumlah saldo-saldo debet akan sama
dengan jumlah saldo-saldo kredit.
Untuk itu secara berkala dibuat daftar yang disebut neraca saldo. Penyusunan sebuah neraca saldo pada
akhir suatu periode akuntansi merupakan tahap pengikhtisaran atau ringkasan.
JURNAL PENYESUAIAN
Anggran mengenai kebenaran jumlah-jumlah dalam neraca saldo tidak berlaku untuk semua perkiraan.
Ada beberapa perkiraan tidak mencerminkan keadaan yang sebenarnya salah satu penyebabnya ialah
belum dibuatnya dokumen pada akhir periode sehingga transaksi belum dicatat. Jurnal penyesuaian
adalah jurmal yang dibuat karena :
a. Suatu transaksi sudah terjadi tetapi belum dicatat dalam perkiraan;
b. Transaksi sudah dicatat, tetapi saldonya perlu dikoreksi.
Ayat jurnal penyesuaian terhadap perkiraan-perkiraan tertentu dibuat untuk mengoreksi perkiraanperkiraan tersebut sehingga mencerminkan keadaan harta, utang, modal, pendapatan dan beban yang
sebenarnya.
NERACA LAJUR
Adalah kumpulan dari perkiraan mulai dari neraca saldo, jurnal penyesuaian, neraca saldo setelah
penyesuaian, HPP dan perkiraan rugi/laba dan neraca. Neraca lajur sebenarnya hanya dibuat untuk
memudahkan dalam pembuatan laporan keuangan. Kolom neraca saldo diisi sesuai dengan yang ada pada
neraca saldo setelah buku besar, kolom ayat jurnal penyesuaian diisi serupa pula dengan ayat jurnal
penyesuaian menurut perkiraan-perkiraan. Jika ada perbedaan sisi antara kedua kolom neraca saldo dan
ayat jurnal penyesuaian maka nominal akan dikurangi, tetapi jika sisi antara kedua kolom, maka nominal
akan dijumlah.
Kolom perkiraan rugi/laba akan diisi dengan perkiraan pendapatan dan biaya-biaya. Pendapatan,
pembelian barang dagangan, retur penjualan maupun pembelian juga biaya-biaya. Jumlahkan kedua sisi,
jika sisi debit lebih besar dari kredit maka perusahaan mendapat rugi. Jika sisi kredit yang lebih besar,
perusahaan mendapat laba.
Kolom harga pokok produksi hanya ada pada perusahaan industri atau manufaktur, diisi dengan perkiraan
yang behubungan dengan proses produksi, persediaan barang dalam proses dan bahan baku serta biaya
overhead pabrik.
Kolom neraca diisi dengan perkiraan aktiva hutang, modal dan prive, perkiraan yang tidak dimasukan
kedalam kolom harga pokok produksi dan perkiraan rugi/laba.
LAPORAN KEUANGAN
Adalah catatan informasi keuangan suatu perusahaan pada suatu periode akuntansi yang dapat digunakan
untuk menggambarkan kinerja perusahaan tersebut. Laporan keuangan adalah bagian dari proses
pelaporan keuangan. Laporan keuangan yang lengkap biasanya meliputi :
1. Neraca;
2. Laporan laba rugi komprehensif;

3. Laporan perubahan ekuitas;
4. Laporan perubahan posisi keuangan yang dapat disajikan berupa laporan arus kas atau laporan
arus dana;
5. Catatan dan laporan lain serta materi penjelasan yang merupakan bagian integral dari laporan
keuangan.
Unsur yang berkaitan secara langsung dengan pengukuran posisi keuangan adalah aset, kewajiban dan
ekuitas. Sedangkan unsur yang berkaitan dengan pengukuran kinerja dalam laporan laba rugi adalah
penghasilan dan beban. Laporan posisi keuangan biasanya mencerminkan berbagai unsur laporan laba
rugi dan perubahan dalam berbagai unsur neraca.
Tujuan laporan keuangan menurut Standar Akuntansi Keuangan yang dikeluarkan oleh Ikatan Akuntan
Indonesia tujuan laporan keuangan adalah menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan
suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan.
Laporan keuangan yang disusun untuk tujuan ini memenuhi kebutuhan bersama sebagian besar pemakai.
Namun laporan keuangan tidak menyediakan semua informasi yang mungkin dibutuhkan pemakai dalam
mengambil keputusan ekonomi karena secara umum menggambarkanj pengaruh keuangan dan kejadian
masa lalu dan tidak diwajibkan untuk menyediakan informasi non keuangan.
Laporan keuangan juga menunjukan apa yang telah dilakukan manajemen atau pertanggungjawaban
manajemen atas sumber daya yang dipercayakan kepadanya. Pemakai yang ingin melihat apa yang telah
dilakukan atau pertanggungjawaban manajemen berbuat demikian agar mereka dapat membuat keputusan
ekonomi. Keputusan ini mencakup, misalnya keputusan untuk menahan atau menjual investasi mereka
dalam perusahaan atau keputusan untuk mengangkat kembali atau mengganti manajemen.

Judul: Definisi Akuntansi

Oleh: Riza Juliansyah


Ikuti kami