Dasar Akuntansi Tahap

Oleh M. Faris Failani

22 tayangan
Bagikan artikel

Transkrip Dasar Akuntansi Tahap

REKONSILIASI
BANK
M.Faris Failani

GASAL 2013/2014

DASAR AKUNTANSI (AK037)

PENGERTIAN KAS
a. Sempit, bahwa kas identik dengan uang
b. Luas, bahwa kas meliputi hal-hal sbb :
 uang tunai (uang kertas, uang logam)
 check
 pos wesel
 simpanan Bank

GASAL 2013/2014

DASAR AKUNTANSI (AK037)

CARA PENYAJIAN KAS DALAM
NERACA
Dengan satu rekening , yaitu rekening kas, jadi rekening ini untuk
menampung semua elemen kas.
Dengan dua rekening, yaitu
 Rekening kas yang menunjukkan uang kas yang ada diperusahaan (on hand)
meliputi : uang tunai, check, pos wesel
 Rekening Bank, yang menunjukkan saldo uang kas yang disimpan di Bank dalam
bentuk rekening giro.

GASAL 2013/2014

DASAR AKUNTANSI (AK037)

PENGAWASAN/PENGENDALIAN INTERN TERHADAP
KAS
Agar kas yang diterima oleh perusahaan benar dalam
arti sudah dicatat dan disimpan oleh perusahaan.
Agar pengeluaran kas perusahaan itu benar dalam arti
sudah dicatat dan untuk tujuan perusahaan.
Salah satu sistem pengawasan intern terhadap kas
mensyaratkan agar kas yang diterima oleh perusahaan
segera disimpan di Bank.
Pengeluaran-pengeluaraan kas disyaratkan
menggunakan Check.
2 catatan yang diselenggarakan, yaitu catatan yang
diselenggarakan oleh Bank dan oleh perusahaan.

GASAL 2013/2014

DASAR AKUNTANSI (AK037)

REKONSILIASI BANK
Mencari perbedaan antara laporan bank dan laporan perusahaan
mengenai kas yang disimpan dibank untuk menentukan saldo kas
yang benar, selanjutnya disajikan dalam neraca.

GASAL 2013/2014

DASAR AKUNTANSI (AK037)

FAKTOR-FAKTOR YANG MENYEBABKAN PERBEDAAN :
1. Transaksi-transaksi yang telah dicatat oleh
perusahaan, namun belum dicatat oleh Bank.
 Check dalam peredaran (Outstanding Check)
yaitu
 Setoran dalam perjalanan (Deposit/Cash
intransit)
2. Transaksi-transaksi yang telah dilaporkan pada
laporan Bank dan telah dicatat oleh Bank, tapi
belum dicatat oleh perusahaan.
 Biaya administrasi Bank,
 Adanya cek kosong
 Biaya penagihan bank
GASAL 2013/2014

DASAR AKUNTANSI (AK037)

PROSEDUR MEMBUAT REKONSILIASI BANK
1.

Bandingkan antara laporan bank dengan catatan menurut perusahaan, untuk
menentukan ada perbedaan saldo akhir atau tidak.

2.

Periksa dan catat/daftar cek yang telah dicairkan di Bank selanjutnya
bandingkan dengan jurnal pengeluaran kas, ini untuk menentukan ada
tidaknya cek yang beredar. Cek yang beredar akan mengurangi saldo menurut
laporan bank.

3.

Periksa ada tidaknya biaya administrasi maupun penagihan, selanjutnya
dibandingkan dengan biaya administrasi dan penagihan yang telah dicatat
oleh perusahaan. Biaya ini akan mengurangi saldo menurut catatan
perusahaan.

4.

Periksa ada tidaknya kredit memo(hasil penagihan) yang dilakukan Bank dan
telah dicatat oleh Bank, tapi oleh perusahaan belum dicatat. Kredit memo
akan menambah saldo menurut catatan perusahaan.

5.

Periksa ada tidaknya cek dalam perjalanan menurut rekonsiliasi bank lalu yang
masih belum juga dicairkan. Hal ini juga sebagai cek yang masih beredar.

6.

Periksa ada tidaknya setoran dalam perjalanan bulan lalu (rekonsiliasi bank
bulan lalu) telah dicatat atau belum.

7.

Membuat laporan rekonsiliasi bank

8.

Membuat jurnal penyesuaian atas perbedaan-perbedaan yang ada.

GASAL 2013/2014

DASAR AKUNTANSI (AK037)

1)
2)
3)
4)
5)

PT. XY membuka rekening giro dengan BRI Ciledug, berikut data-data yang berhubungan
dengan kas :
Laporan Bank tanggal 31 Desember 1991 menunjukkan saldo Rp. 500.017,Saldo bank, menurut catatan PT. XY sebesar Rp. 417.257,Setoran yang dilakukan tanggal 31 Desember 1991 Rp. 31.090,- belum tercantum dalam laporan
bank.
Kredit Memo dari bank tanggal 28 Desember 1991 sebesar Rp. 50.000,- belum dibukukan oleh
perusahaan. Kredit memo berasal dan timbul karena adanya penagihan wesel melalui bank.
Terdapat cek yang masih beredar yang meliputi :
No. Cek
801
808
890
891

Jumlah
Rp. 10.000,Rp. 1.025,Rp. 40.250,Rp 20.500,-

1) Debet memo dari bank berjumlah Rp. 200,- belum dibukukan oleh perusahaan. Debet memo ini
dibuat oleh bank 31-12-91 merupakan beban biaya administrasi Bank.
2) Chek no. 875 yang ditarik oleh PT. XY tanggal 20-12-1991 yang bernilai Rp. 8.500,- dicatat
pada jurnal pengeluaran kas dengan jumlah Rp. 5.800,- (Cek ini sebagai pembayaran telepon)
3) Cek yang diterima oleh PT. XY dari CV. Indah pada tanggal 18-12-91 sebesar Rp. 5.025,- telah
disetorkan bank sebagai setoran giro. Ternyata cek tersebut tidak punya dana (kosong) dan
belum dicatat oleh perusahaan atas cek kosong tersebut.
Diminta :
a. Membuat Laporan rekonsiliasi bank 31-12-1991
b. Membuat Jurnal Penyesuaian 31-12-1991

GASAL 2013/2014

DASAR AKUNTANSI (AK037)

PT. “XY”
Rekonsiliasi Bank
31-12-1991
Saldo menurut catatan perusahaan 31-12-1991

Rp. 417.257,-

Ditambah
- Wesel yang ditagih oleh Bank

Rp. 50.000,- (+)
Rp. 467.257,-

Dikurangi
- Biaya adm. Bank
- Cek kosong CV. Indah
- Kesalahan Pembukuan cek no. 875

Rp. 200,Rp. 5.025,Rp. 2.700,- (+)
Rp. 7.925,- (-)

Saldo menurut catatan perusahaan setelah
disesuaikan

Rp. 459.332

Saldo menurut laporan Bank 31-12-91

Rp. 500.017,-

Ditambah
- Setoran tanggal 31-12-91 yang belum dicatat
bank.
Dikurangi
- Cek yang masih beredar :
no. 801
no. 808
no. 890
no. 891

Rp. 31.090,-(+)
Rp. 531.017,-

Rp. 10.000,Rp. 1.025,Rp. 40.250,Rp. 20.500,- (+)
Rp. 71.775,-(-)

Saldo menurut lap. bank setelah disesuaikan
GASAL 2013/2014

Rp. 459.332,DASAR AKUNTANSI (AK037)

b. Jurnal Penyesuaian
31-12-91

Kas

Rp. 50.000,Wesel Tagih
Rp. 50.000,-

31-12-91

Biaya Adm. Bank
Kas

Rp. 200,-

Piutang Dagang
Kas

Rp. 5.025,-

Biaya Telepon
Kas

Rp. 2.700,-

-

Rp. 200,-

-

Rp. 5.025,-

-

Rp. 2.700,-

Jurnal diatas harus dilakukan posting. Berikut posting jurnal penyesuaian ke dalam rekening kas
saja.
Kas/Bank
Saldo sebelum
penyesuaian
Rp. 417.257,50.000,Rp. 467.257

GASAL 2013/2014

200,5.025,2.700,Saldo
setelah
penyesuaian
Rp. 459.332,Rp. 467.257

DASAR AKUNTANSI (AK037)

LATIHAN

GASAL 2013/2014

DASAR AKUNTANSI (AK037)

PERSEDIAAN
BARANG DAGANG
M.Faris Failani

GASAL 2013/2014

DASAR AKUNTANSI (AK037)

PENGERTIAN PERSEDIAAN
BARANG
Menunjukkan barang-barang yang dimiliki untuk dijual kembali
atau digunakan untuk memproduksi barang-barang yang akan
dijual kepada para konsumen selama periode normal kegiatan
perusahaan.
Dalam Perusahaan dagang, barang-barang yang dibeli dengan
tujuan akan dijual kembali diberi nama Persediaan barang
dagangan

GASAL 2013/2014

DASAR AKUNTANSI (AK037)

METODE PENCATATAN PERSEDIAAN BARANG
1). Metode fisik
2). Metode buku (Perpetual)

GASAL 2013/2014

DASAR AKUNTANSI (AK037)

METODE PENENTUAN HARGA POKOK PERSEDIAAN
Metode Fisik
 Identifikasi Khusus
 MPKP (FIFO, First In First Out)
 MTKP (LIFO, Last In Fist Out )
 Rata-rata Sederhana
 Rata-rata Tertimbang
Metode Perpetual
 FIFO
 LIFO
 Rata-rata Bergerak

GASAL 2013/2014

DASAR AKUNTANSI (AK037)

CONTOH SOAL
1997

Pembelian
Juni
1 Persediaan 300 kg @ Rp 100 = Rp 30.000
10 Pembelian 200 kg @ Rp 110 = Rp 22.000
20 Pembelian 400 kg @ Rp 115 = Rp 46.000
28 Pembelian 100 kg @ Rp 120 = Rp 12.000
1000 kg

Rp 110.000

Penjualan
Juni
17 Penjualan 300 kg @ Rp 200
24 Penjualan 500 kg @ Rp 150
800 kg
GASAL 2013/2014

DASAR AKUNTANSI (AK037)

METODE FIFO
Metode Fisik

Diketahui Persediaan akhir Barang Z adalah : 200 kg yang
terdiri dari :
Pembelian

28 Juni 100 kg @ Rp 120 = Rp 12.000

Pembelian

20 Juni 100 kg @ Rp 115 = Rp 11.500
200 kg

Rp 23.500

Jadi Harga Pokok Penjualan Barang Z adalah :
Rp 110.000 - Rp 23.500 = Rp 86.500

GASAL 2013/2014

DASAR AKUNTANSI (AK037)

METODE LIFO
Metode Fisik
Harga Pokok persediaan barang Z sebanyak 200 kg itu dihitung sebagai
berikut :
Diketahui Persediaan akhir Barang Z adalah : 200 kg yang terdiri dari
Persediaan 1 Juni 200 kg @ Rp 100 = Rp 20.000
Jadi Harga Pokok Penjualan Barang Z adalah :
Rp 110.000 - Rp 20.000 = Rp 90.000
GASAL 2013/2014

DASAR AKUNTANSI (AK037)

METODE RATA-RATA TERTIMBANG
Metode Fisik

Misalnya barang-barang yang ada dalam gudang pada tanggal 28 Juni 1997
dihitung berjumlah 200 kg
persediaan akhir dihitung sebagai berikut :
Juni
1 Persediaan 300 kg @ Rp 100 = Rp 30.000
10 Pembelian

200 kg @ Rp 110

= Rp 22.000

20 Pembelian

400 kg @ Rp 115

= Rp 46.000

28 Pembelian

100 kg @ Rp 120

= Rp 12.000

1000 kg

Rp 110.000

Harga pokok rata-rata tertimbang = Rp 110.000 = Rp. 110
1000
Persediaan Barang 30 Juni 1997 :
200 kg @ Rp 110 = Rp 22.000
GASAL 2013/2014

Harga Pokok Penjualan :
Rp 110.000 - Rp. 22.000 = Rp.
88.000
DASAR AKUNTANSI (AK037)

RATA - RATA SEDERHANA
Metode Fisik
100 + 110 + 115 + 120 = Rp. 111.25
4
Persediaan Barang 30 Juni 1997 :
200 kg @ Rp 111.25

= Rp 22.250

Harga Pokok Penjualan :
Rp 110.000 - Rp. 22.250 = Rp. 87.750
GASAL 2013/2014

DASAR AKUNTANSI (AK037)

METODE PERPETUAL - FIFO

GASAL 2013/2014

DASAR AKUNTANSI (AK037)

PERPETUAL - LIFO

GASAL 2013/2014

DASAR AKUNTANSI (AK037)

METODE PERPETUAL- RATA-RATA
BERGERAK

GASAL 2013/2014

DASAR AKUNTANSI (AK037)

SELESAI
GASAL 2013/2014

DASAR AKUNTANSI (AK037)

Judul: Dasar Akuntansi Tahap

Oleh: M. Faris Failani


Ikuti kami