Dasar Akuntansi

Oleh Dwi Indah Sari

162,1 KB 5 tayangan 0 unduhan
 
Bagikan artikel

Transkrip Dasar Akuntansi

DASAR AKUNTANSI KATA PENGANTAR Puji syukur ke hadirat Allah SWTkarena telah melimpahkan rahmatNya sehingga makalah Jenis – Jenis Laporan Keuangan ini dapat terselesaikan pada waktunya.selawat dan salam, marilah sama-sama kita lambungkan kepada janjungan alam semesta Muhammad S A W. Dimana oleh beliau telah membawa kita dari alam yang tidak berilmu pengetahuan ke alam yang penuh ilmu pengetahuan seperti yang kita rasakan saat ini, Makalah ini dibuat guna untuk menambah wawasan kita semua dan juga awal untuk memulai dasar akuntansi. BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Laporan keuangan disusun berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan Wardhani (2008) menyatakan fleksibilitas akan mempengaruhi perilaku manajer dalam melakukan pencatatan akuntansi dan pelaporan transaksi keuangan perusahaan. Kebebasan dalam memilih metode ini, dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan laporan keuangan yang berbeda-beda di setiap perusahaan. Karena aktivitas perusahaan yang dilingkupi dengan ketidakpastian maka penerapan prinsip konservatisme menjadi salah satu pertimbangan perusahaan dalam kaitannya dengan akuntansi dan laporan keuangannya. Konsep ini mengakui biaya dan rugi lebih cepat, mengakui pendapatan dan untung lebih lambat, menilai aktiva dengan nilai yang terendah, dan kewajiban dengan nilai yang tertinggi. Konservatisme merupakan prinsip akuntansi yang jika diterapkan akan menghasilkan angka-angka pendapatan dan aset cenderung rendah, serta angka-angka biaya cenderung tinggi. Akibatnya, laporan keuangan akan menghasilkan laba yang terlalu rendah (understatement). Kecenderungan seperti itu terjadi karena konservatisme menganut prinsip memperlambat pengakuan pendapatan serta mempercepat pengakuan biaya. Secara tradisional, konservatisme dalam akuntansi dapat diterjemahkan melalui pernyataan tidak mengantisipasi keuntungan, tetapi megantisipasi semua kerugian (Watts, 2003a) 1.2 Tujuan Adapun tujuan dari pembuatan Makalah ini yaitu:   Untuk mengetahui pengertian dari jenis-jenis laporan keuangan Mengetahui poin penting dari masing-masing jenis laporan keuangan BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Laporan Keuangan Laporan keuangan (financial statement)adalah hasil akhir dari akuntansi yang merupakan suatu ringkasan transaksi keuangan. Laporan keuangan disajikan dengan maksud memberikan informasi mengenai posisi harta, utang, dan modal serta perolehan laba atau rugi yang menunjukkan hasil aktivitas yang terjadi dalam rumah tangga perusahaan dan membantu pimpinan dalam pengambilan keputusan. Seperti dalam perusahaan jasa, pada umumnya laporan keuangan yang disusun dalam perusahaan dagang meliputi: 1. laporan laba/rugi, 2. laporan perubahan modal, 3. neraca, 4. laporan arus kas. II.2 Jenis – Jenis Laporan Keuangan 2.2.1 Laporan Neraca Seperti namanya, laporan neraca (balance sheet) berguna untuk menimbang posisi keuangan perusahaan. Ada sisi kiri untuk Aset dan sisi kanan untuk Kewajiban dan Ekuitas. Dalam istilah akuntansi kadang-kadang aset disebut sebagai Aktiva, sedang Kewajiban disebut sebagai Pasiva (atau liabilities). Perlu diperhatikan penggambaran kiri dan kanan hanyalah kiasan. Bisa saja laporan aset dilaporkan lebih dulu di posisi atas, setelah itu laporan kewajiban di bawahnya. Tak usah pusing dengan istilah-istilah ini. Yang penting kita paham bahwa konsep dasarnya adalah adanya aset (harta yang dimiliki perusahaan) akan menyebabkan adanya kewajiban (harta yang dimiliki oleh pemodal dan orang lain). Ada aturan akuntansi penting yaitu kedua sisi neraca harus bernilai sama. Maka disebut seimbang (balance). Aturan ini agar kita bisa mengecek di mana letak posisi harta perusahaan agar bisa dipantau kesehatan keuangannya. Dari neraca inilah orang lain dapat membaca di mana, kemana, dan kapan keuangan perusahaan berubah. Aset adalah harta yang dimiliki perusahaan, yang terdiri dari: kas atau setara kas, benda tak bergerak (seperti tanah, gedung) dan juga barang bergerak seperti kendaraan, dan bahkan ada juga harta non fisik (seperti nilai yang dibayar untuk akuisisi anak perusahaan). Aset juga meliputi piutang perusahaan, pajak yang sudah dibayar di muka, serta biaya-biaya yang sudah dibayar di muka. Prinsipnya segala sesuatu yang berniai yang bisa diakui milik perusahaan itulah disebut aset. Kewajiban dan Ekuitas menunjukkan asal muasal harta perusahaan berasal. Kewajiban terdiri dari: hutang perusahaan pada pihak lain, pajak yang belum dibayar, uang muka dari pihak lain, biaya sewa yang masih berjalan. Ekuitas sendiri menunjukkan hak milik dari pemegang saham yang terdiri dari dua komponen, yaitu: modal usaha dan nilai laba usaha (atau kerugian usaha). Prinsipnya segala sesuatu yang bisa diakui milik pihak lain akan masuk neraca bagian kanan, atau Kewajiban dan Ekuitas ini. Yang dimaksud dengan Neraca adalah laporan yang berisi harta (asset), utang atau kewajiban-kewajiban pada pihak lain (liebilities) beserta modal (capital) dari suatu perusahaan pada saat tertentu. Oleh karena itu Neraca terdiri dari tiga kelompok, yaitu aktiva, kewajiban, dan modal. Untuk kelompok aktiva diklasifikasikan dari tingkat likuiditasnya (mudah diuangkan). Klasifikasi untuk aktiva: a. Aktiva lancar (Current assets) b. Aktiva tetap (Fixed assets) ÖAktiva lancar terdiri dari semua aktiva yang mudah dijadikan uang dalam jangka waktu yang relatif pendek. Aktiva lancar pada umumnya terdiri dari: Kas: uang tunai, uang di bank, cek, wesel pos, dan tabungan di bank. Wesel Tagih (Not Receivable): surat janji (promes) yang datang dari seseorang tentang kesanggupan membayar pada tanggal tertentu. Wesel (promes) ini dapat dijual seketika untuk dijadikan uang tunai. Piutang Dagang (Account Receivable): yaitu tagihan kepada para langganan baik perorangan atau perusahaan sebagai akibat dari kegiatan perusahaan piutang pada umumnya mempunyai jangka waktu yang tetap sesuai dengan perjanjian. Persediaan Barang (Merchandise Inventory): terdiri dari barang dagangan yang sengaja dibeli untuk dijual kembali dalam rangka kegiatan perusahaan. Perlengkapan Toko (Store Sapplies): yaitu semua perlengkapan toko seperti kertas pembungkus, petipeti kemasan, karton dan sebagainya. Perlengkapan Kantor (Office Supplies): terdiri dari alat-alat tulis seperti kertas tik, kertas stensil, pensil, amplop, blanko-blanko surat, dan sebagainya. Biaya-biaya yang dibayar di muka (Prepaid Expence): yaitu seluruh biaya-biaya yang telah dibayar lebih dahulu walaupun belum masanya. Karena biaya ini telah dibayar di muka, maka kita mempunyai tagihan. Contoh: uang muka sewa. ÖAktiva Tetap (Fixed/Plant Assets) terdiri dari aktiva yang sifatnya relatif tetap dan mempunyai jangka waktu perputaran lebih dari satu tahun. Aktiva ini dapat berwujud atau tidak berwujud. Adanya aktiva tetap ini untuk menjalankan aktivitas perusahaan bukan untuk dijual. Termasuk di dalamnya antara lain: Peralatan Kantor (Office Equipment): uaitu peralatan seperti: meja, kursi, lemari arsip, mesin tik dan peralatan lainnya. kantor yang tahan lama Alat Pengangkut (Delivery Equipment): sarana perusahaan yang dipakai untuk mengangkut barang seperti: truk, gerobak, dan sebagainya. Gudang (Building): yaitu bangunan perusahaan baik untuk tempat usaha seperti toko atau kantor. Mesin-mesin (Machinery): yaitu mesin-mesin untuk memperoduksi barang seperti mesin cetak, mesin pintal, tenun, dan sebagainya. Tools (alat-alat): ialah alat-alat untuk menjalankan perusahaan misalnya kunci, catok, dongkrak dan sebagainya. Inilah kelompok yang termasuk akun harta, perusahaan banyak kelompok harta baik harta lancar atau harta tetap. semakin besar, semakin Pasiva (liabilities) adalah kewajiban perusahaan yang harus dibayar kepada pihak ketiga (kreditur). Pasiva (liabilities) sesuai dengan jangka waktu atau umurnya dibagi dalam: Utang jangka pendek (current liabilities) Utang jangka panjang (long term liabilities) Utang jangka pendek, yaitu utang yang harus segera dilunasi, paling lambat umur dari utang ini satu tahun. Yang termasuk utang jangka pendek di antaranya: Utang Wesel/Wesel Bayar: yaitu wesel yang harus kita bayar kepada pihak lain yang pernah kita berikan kepadanya. Biasanya umur utang wesel adalah 30 hari, 60 hari, atau 90 hari. Utang Dagang (Account Payable): utang kepada rekanan (suplier) yaitu utang dalam rangka kegiatan perusahaan, atau utang ini terjadi karena membeli barang yang belum dibayar. Biaya-biaya yang harus dibayar: yaitu biaya-biaya yang belum kita lunasi dalam periode pembukuan tertentu. Misalnya utang gaji, utang upah dan utang-utang biaya lainnya. Utang jangka panjang (long term liabilities), yang termasuk utang ini adalah semua utang yang pembayarannya relatif lama. Seperti utang obligasi (bond payable), utang hipotek (mortage payable), dan sebagainya. Komponen terakhir dari pasiva adalah modal (capital). Modal/capital diperoleh dari selisih atau nilai lebih assets dengan liabilities. Nilai lebih ini merupakan hak dari pemilik perusahaan. Secara teknis urutan penyusunan Neraca adalah sebagai berikut: Menuliskan nama perusahaan. Menuliskan jenis laporan, dalam hal ini Neraca. Menuliskan saat keadaan keuangan perusahaan itu dilaporkan, misalnya tanggal, bulan dan tahun tertentu. Menyajikan aktiva, kewajiban dan modal disusun sesuai dengan ketentuan, dan prinsip-prinsip akuntansi Indonesia. Penyusunan Neraca dapat dilakukan dalam 2 cara: 1. Bentuk laporan (Staffel) 2. Bentuk Scontro Sumber penyusunan Neraca diambil dari kertas kerja lajur Neraca dengan ketentuan sebagai berikut: a. untuk aktiva berada di lajur Neraca sebelah debet. b. untuk kewajiban datanya di lajur Neraca sebelah kredit. c. untuk modal diambil dari modal akhir hasil laporan perubahan modal. II.2.2 Laporan Laba/Rugi (Income Statement) Seperti namanya, laporan ini mengungkap bagaimana kinerja perusahaan, apakah menghasilkan keuntungan atau kerugian. Di dalam laporan ini kita dapat melihat jumlah pendapatan bersih (net revenues/sales), serta biaya (beban) untuk mewujudkan penjualan tersebut baik berupa bahan baku dan biaya utama lainnya. Setelah dikurangi beban pokok inilah akhirnya kita bisa membaca yang namanya laba kotor (gross profit/income). Laba kotor artinya laba yang diperoleh dari hasil operasi penjualan sebelum dikurangi biaya-biaya lain yang tidak berhubungan dengan penjualan. Dari sana kita bisa tahu biaya administrasi untuk menjalankan perusahaan, biaya pemasaran, dll. Setelah dikurangi biaya rutin perusahaan inilah maka kita akan mendapatkan yang namanya laba usaha (operating income). Tapi nilai ini belum dipotong oleh pajak, biaya laba/rugi kurs dll. Setelah dikurangi biaya pajak dan kurs inilah maka kita akan mendapatkan nilai akhir yang bernama laba bersih (net income). Angka inilah yang merupakan keuntungan/kerugian perusahaan. Nilai akhir dari laba bersih inilah yang kemudian bisa diatribusikan kepada pemegang saham. Dalam laporan ini biasanya kita juga bisa mendapatkan data laba bersih per saham. Seandainya ada perusahaan yang tidak mencantumkan angka ini, bisa kita hitung sendiri dengan cara membagi laba bersih dengan jumlah saham beredar. Laporan laba/rugi menggambarkan sumber-sumber penghasilan yang diperoleh perusahaan dalam menjalankan usahanya, dan jenis-jenis beban yang harus ditanggung perusahaan. Jadi, laporan laba/rugi adalah laporan yang menunjukkan pendapatan dan beban pada akhir periode akuntansi. Laporan laba rugi atau perhitungan laba rugi dapat disajikan dalam dua bentuk, yaitu sebagai berikut. Bentuk Langsung (Single Step) Penyajian laporan laba/rugi dengan bentuk single step dilakukan dengan menjumlahkan semua pendapatan menjadi satu, demikian pula bebannya. Setelah itu dicari selisihnya untuk mengetahui laba dan rugi. Bentuk Bertahap (Multiple Step) Penyajian laporan laba/rugi dengan bentuk multiple step dilakukan dengan memisahkan antara pendapatan usaha dan pendapatan di luar usaha, serta memisahkan pula antara beban usaha dan beban di luar usaha. Setelah itu mencari selisihnya sehingga akan diperoleh laba atau rugi bersih usaha. II.2.3 Laporan Perubahan Ekuitas/Modal (Capital Statement) Laporan perubahan modal merupakan laporan yang menunjukkan adanya perubahan modal yaitu dari modal awal menjadi modal akhir. Hal-hal yang perlu diperhitungkan atau yang memengaruhi dalam penyusunan laporan perubahan modal antara lain: a. besarnya modal awal periode, b. adanya laba atau rugi usaha, c. adanya pengambilan pribadi pemilik atau prive, d. adanya investasi tambahan dari pemilik, e. besarnya modal akhir periode. Laporan perubahan modal hanya lazim berlaku dibuat pada perusahaan perseorangan, persekutuan atau firma, dan CV. Sementara itu, untuk perusahaan berbentuk perseroan terbatas (PT) istilah untuk laporan perubahan modal adalah laporan laba ditahan (returned earning statement). II.2.4. Laporan Arus Kas Laporan arus kas merupakan laporan keuangan yang berisi informasi aliran kas masuk dan aliran kas keluar dari suatu perusahaan selama periode tertentu. Informasi ini penyajiannya diklasifikasikan menurut jenis kegiatan yang menyebabkan terjadinya arus kas masuk dan kas keluar tersebut. Inilah laporan penting lain yang berguna sebagai mekanisme kontrol apakah pelaporan laba/rugi atau neraca tadi benar. Seperti kita ketahui, kalau ada penjualan barang kepada perusahaan lain, biasanya perusahan tidak langsung menerima dana yang bisa dimasukkan kas, tetapi transaksi penjualan ini akan dimasukkan dalam posisi akuntansi. Inilah gunanya laporan arus kas, di sini kita bisa mengontrol apakah penjualan menghasilkan kas atau tidak. Dalam laporan arus ini ada tiga macam laporan utama berikut: Arus kas dalam aktivitas operasi, berupa penerimaan/pengeluaran uang yang didapat dari jual/beli barang atau jasa, juga pembayaran kas untuk pemasok, karyawan, dll. Arus kas dalam aktivitas investasi, berupa penerimaan/pengeluaran uang dari komponen yang dianggap sebagai unsur investasi. Unsur yang dianggap investasi biasanya kegiatan keuangan lain guna mendapatkan imbal balik baik langsung atau tidak langsung. Kegiatan investasi misalnya pembelian tanah, pembangunan pabrik, atau juga penyertaan modal di perusahaan lain. Arus kas dalam aktivitas pendanaan, berupa penerimaan/pengeluaran uang dari komponen yang dianggap sebagai pendanaan (financing). Suatu misal perusahaan bisa menjual barang kepada perusahaan lain, seluruh stok habis, tapi sayangnya pembayaran baru selesai tiga bulan berikutnya. Maka perusahaan melakukan operasi pendanaan (baca: hutang ke bank) untuk mendapatkan kas segar guna membiayai produksi dan menyediakan stok guna penjualan berikutnya. Seiring perusahaan mendapatkan pembayaran maka mereka bisa membayar kepada bank yang masuk dalam operasi investasi ini. Laporan arus kas ini penting sekali agar kita bisa paham posisi keuangan dalam kondisi yang sebenarnya, yaitu perputaran uang yang sesungguhnya, bukan posisi keuangan dalam pos akuntansi. Contoh: PT ABC LAPORAN ARUS KAS Bulan Desember 2011 POS-POS ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI Laba (Rugi) Bersih 24.380.762,00 Penyesuaianpenyesuaian Cadangan Piutang Tak Tertagih 799.000,00 Akm. Penyusutan Bangunan 458.333,00 Akm. Penyusutan Kendaraan 761.905,00 Akm. Penyusutan Peralatan 200.000,00 Jumlah Penyesuaianpenyesuaian Kenaikan Penurunan 2.219.238,00 dan Piutang Dagang 8.850.000,00 Piutang Lain-lain – Persediaan Barang Dagangan (20.250.000,00) Persediaan Suplies Kantor (500.000,00) Sewa dibayar di muka 1.500.000,00 Asuransi dibayar di muka 300.000,00 Hutang Dagang 18.000.000,00 Hutang Lainnya 200.000.000,00 Lancar Jumlah Kenaikan dan Penurunan 207.900.000,00 Arus Kas Bersih dari Aktivitas Operasi ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI Tanah – Bangunan – Kendaraan – Peralatan Kantor (2.000.000,00) Jumlah Arus Kas dari Aktivitas Investasi (2.000.000,00) ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN Hutang Panjang Jangka Modal Saham – – Jumlah Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan – Kenaikan/ Penurunan Bersih Kas dan Setara Kas 232.500.000,00 Kas dan Setara Kas Awal 319.500.000,00 Kas dan Setara Kas Akhir 552.000.000,00 BAB III PENUTUP 3.1 Kesimpulan Laporan keuangan (financial statement) adalah hasil akhir dari akuntansi yang merupakan suatu ringkasan transaksi keuangan. Laporan keuangan disajikan dengan maksud memberikan informasi mengenai posisi harta, utang, dan modal serta perolehan laba atau rugi yang menunjukkan hasil aktivitas yang terjadi dalam rumah tangga perusahaan dan membantu pimpinan dalam pengambilan keputusan. Seperti dalam perusahaan jasa, pada umumnya laporan keuangan yang disusun dalam perusahaan dagang meliputi: 1. laporan laba/rugi, 2. laporan perubahan modal, 3. neraca, 4. laporan arus kas. 3.2. Saran Dalam penyusunan makalah ini penulis menyadari bahwa masih jauh dari kesempurnaanya dan adapun kelemahan-kelemahan dari penulis dalam penulisan makalah ini, baik itu kurangnya fasilitas yang mendukung seperti buku-buku referensi yang begitu terbatas dalam menjamin penyelesaian penulisan makalah ini sehingga kritik dan saran yang bersifat konstruktif baik itu dari bapak dosen maupun dari rekan-rekan mahasiswa/i sangatlah diharapkan untuk membantu prosses penulisan lebih lanjut. Neraca Saldo Neraca Saldo merupakan pengelompokkan saldo akhir didalam buku besar, atau daftar yang berisi kumpulan seluruh rekening/perkiraan buku besar. Neraca Saldobiasanya disiapkan pada akhir periode atau dapat juga disiapkan kapan saja untuk memastikan keseimbangan Buku Besar. Untuk menyiapkan Neraca Saldo, saldo tiap perkiraan harus ditentukan terlebih dahulu. Fungsi neraca saldo adalah mengevaluasi adanya kesalahan posting atau penjurnalan melalui ketidaksamaan antara debet dan kredit, atau untuk memastikan bahwa Buku Besar secara matematis adalah akurat dengan pengertian bahwa jumlah saldo-saldo debet selalu sama dengan saldo-saldo kredit. Namun keseimbangan bukan berarti catatan-catatan akuntansi benar-benar akurat. Dalam neraca saldo terdapat hampir semua perkiraan pendapatan dan beban perusahaan. Dikatakan hampir semua, karena masih ada pendapatan dan beban yang mempunyai pengaruh lebih dari satu periode akuntansi. Itulah sebabnya neraca ini disebut dengan neraca saldo yang belum disesuaikan. Untuk itu diperlukan jurnal penyesuaian. Saldo setiap rekening disusun berurutan dari rekening Neraca dan rekening Rugi Laba sebagai berikut: 1. Aktiva Lancar 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. Aktiva Tetap Aktiva Lain-lain Hutang Lancar Hutanng Tidak Lancar Ekuitas Pendapatan Operasi Pendapatan Non Operasi Beban Operasi Beban Non Operasi Bentuk atau Format Neraca Saldo dapat dilihat pada gambar berikut ini: (klik Gambar Untuk Memperjelas Tampilan) Keterangan : – Kolom Nomor Rekening digunakan untuk menampung nomor-nomor rekening buku besar. – Kolom nama Rekening Digunakan untuk menampung nama-nama rekening buku besar – Kolom debet dan kredit digunakan untuk menampung jumlah saldondari rekening yang bersangkutan. Kesimpulan Tujuan Penyusunan Neraca Saldo adalah mengevaluasi adanya kesalahan posting atau penjurnalan melalui ketidaksamaan antara debet dan kredit, atau untuk memastikan bahwa Buku Besar secara matematis adalah akurat dengan pengertian bahwa jumlah saldo-saldo debet selalu sama dengan saldosaldo kredit. Sumber penyusunan Neraca saldo adalah dari Buku besar, jadi Kode akun, ama dan jumlah saldo akun diperoleh dari buku besar. Neraca saldo yang benar akan memunculkan jumlah saldo di sisi Debet dan sisi Kredit yang sama. sumber : http://akuntansipendidik.blogspot.com/2011/07/neraca-saldo.html#sthash.3DF6subQ.dpuf Siklus Akuntansi Siklus akuntansi adalah suatu proses yang bertujuan menghasilkan Informasi Keuangan yang dilakukan dalam suatu periode tertentu. Siklus ini dimulai dari terjadinya transaksi, sampai penyiapan laporan keuangan pada akhir suatu periode akuntansi dan persiapan siklus periode berikutnya atau siklus akuntansi dapat dikatakan sebagai suatu proses yang berputar (siklus) dalam beberapa periode, yang terdiri dari: a. Tahap Pencatatan, Meliputi : Dokumen transaksi, Jurnal, Buku besar, dan b.Tahap Meliputi : Ayat jurnal penyesuaian, Jurnal pembalik, dan c.Tahap Meliputi : Laporan keuangan, Jurnal penutup, dan Neraca saldo setelah penutupan Apabila divisualkan maka Siklus Akuntansi dapat dilihat dalam gambar berikut ini: Neraca saldo pengiktisaran, Neraca lajur Pelaporan, Gambar Siklus Akuntansi (Klik Gambar agar lebih jelas) KETERANGAN Langkah awal dalam proses akuntansi adalah pensurveian terhadap transaksi keuangan, karena berkaitan dengan transaksi keuangan munculah bukti transaksiyaitu nota, cek, memo, bon,dll, setelah diadakan survey terhadap transaksi keuangan langkah berikutnya adalah perencanaan, dari perencanaan kita akan mengadakan Analisis Bukti Transaksi sehingga menghasilkan saldo debet dan kredit, setelah analisis bukti transaksi langkah berikutnya adalah pencatatan transaksi keuangan kedalamBuku Jurnal dan mengelompokan transaksi-transaksi keuangan tersebut kedalam Buku Besar ( pempostingan), di dalam buku besar akan dijumlah seluruh transaksi keuangan yang sudah dikelompokan dan akan menghasilkan jumlah debit dan kredit yang berbeda karena itu otomatis akan muncul saldo, saldo inilah yang akan masuk pada Neraca Saldo, selanjutnya adalah pencatatan data penyesuaian kedalam jurnal penyesuaian yang kemudian dilakukan pengolahan angka – angka neraca saldo dengan jurnal penyesuaian hingga menghasilkan neraca saldo disesuaikan,rugi laba, dan neraca dalam Neraca Lajur atau kertas kerja, tahap berikutnya adalah penyusunan Laporan Keuangan, setelah laporan keuangan disusun maka diadakan penutupan buku yaitu persiapan memasuki periode akuntansi berikutnya, yang tercakup didalamnya: Penyusunan Jurnal Penutup,pempostingan jurnal penyesuian dan jurnal penutup kedalam rekening-rekening buku besar, menjumlahkan rekeningrekening buku besar, penyusunan neraca saldo setelah tutup buku dan penyusunan Jurnal Pembalik. Kesimpulan Siklus Akuntansi merupakan proses yang bertujuan menghasilkan informasi keuangan, salah satunya adalah Laporan Keuangan. Siklus Akuntansi dimulai dari adanya suatu transaksi keuangan dan di ahiri dengan dihasilkannya Informasi Keuangan dan dilanjutkan penutupan buku. Dengan demikian maka dalam mempelajari akuntansi harus menekankan keterkaitan antar tahap satu dengan tahap lainnya karena setiap tahap dalam siklus akuntansi merupakan rantai yang tidak boleh terputus. sumber : http://akuntansipendidik.blogspot.com/2011/07/analisis-bukti-transaksi-keuangan.html UNCATEGORIZEDARTIKEL - MAKALAH - TUGAS - SIKLUS AKUNTANSI - DASAR AKUNTANSI

Judul: Dasar Akuntansi

Oleh: Dwi Indah Sari

Ikuti kami