Dasar Akuntansi

Oleh Oppa Katrok

20 tayangan
Bagikan artikel

Transkrip Dasar Akuntansi

Dasar Akuntansi I
Pertemuan 1

GAMBARAN UMUM AKUNTANSI
Kegunaan Informasi Akuntansi
Tanpa kita sadari, sebetulnya kita telah menggunakan jasa akuntansi dalam kehidupan sehari­hari.
Ketika seorang ibu membuat catatan tentang barang­barang yang telah dibeli sehabis belanja di pasar,
maka pada dasarnya ibu tadi telah menggunakan sebagian dari tehnik akuntansi. Dimana dengan
informasi catatan­catatan yang sudah dibuat tadi, akan bermanfaat bagi si Ibu tadi sebagai informasi
atau pertimbangan didalam pengambilan keputusan yang berkenaan dengan anggaran belanja rumah
tangga dia untuk masa mendatang.
Demikian pula untuk skala kegiatan yang lebih luas, misalnya kegiatan perusahaan besar, penerapan
pengetahuan di bidang akuntansi tentu akan semakin luas.

Definisi Akuntansi
American Accounting Association mendefinisikan akuntansi sebagai :
“Proses pengidentifikasian, mengukur dan melaporkan informasi ekonomi, untuk memungkinkan
adanya penilaian dan keputusan yang jelas dan tegas bagi mereka yang menggunakan informasi
tersebut “.
Definisi Akuntansi mengandung beberapa pengertian:
1. bahwa akuntansi merupakan proses yang terdiri dari,
­ identifikasi (pengenalan)
­ pengukuran
­ pelaporan informasi ekonomi.
2. bahwa informasi ekonomi yang dihasilkan oleh akuntansi diharapkan berguna dalam penilaian
dan pengambilan keputusan mengenai kesatuan usaha yang bersangkutan.
Kegiatan Akuntansi
1. Pengidentifikasian dan pengukuran data yang relevan untuk suatu pengambilan keputusan
2. Pemrosesan data yang bersangkutan kemudian pelaporan informasi yang dihasilkan
3. Pengkomunikasian informasi kepada pemakai laporan.

Pemakai Informasi Akuntansi
Pihak yang memerlukan informasi akuntansi bisa berasal dari dalam maupun luar perusahaan. Dalam
perusahaan itu sendiri misalnya Pemilik atau pemegang saham dan direksi. Sedangkan pihak luar
misalnya calon pemilik, kreditur (misalnya Bank), Pemerintah (Perpajakan).
Akuntansi menyediakan cara untuk mengumpulkan data ekonomi dan melaporkanya kepada
bermacam­macam individu dan pihak­pihak yang berkepentingan. Pemilik dan calon pemilik dari suatu

Putera Batam Informatika

1

Dasar Akuntansi I

perusahaan perlu mengetahui bagaimana keadaan keuangan perusahaan dan prospeknya di masa
mendatang.
Hubungan Akuntansi dengan Bidang­Bidang Lainnya
Mereka yang bekerja di bagian keuangan, produksi, pemasaran, kepegawaian, dan direksi, memang
tidak harus seorang yang ahli dalam bidang akuntansi. Namun efektifitas akan bertambah kalau mereka
mengetahui prinsip­prinsip akuntansi.
Seorang insinyur yang diberi tugas memilih tehnik produksi yang paling baik, akan memerlukan
informasi tentang biaya, sebagai faktor yang menentukan. Ahli hukum menggunakan informasi
akuntansi dalam pajak dan tuntutan­tuntutan hukum yang berhubungan dengan hak milik dan
pemutusan kontrak.
Bidang­Bidang Akuntansi
­ Akuntansi Keuangan, yaitu bidang yang berkaitan dengan akuntansi untuk suatu unit ekonomi
secara keseluruhan.
­ Akuntansi Pemeriksaan (Auditing), yaitu bidang yang berkaitan dengan pemeriksaan secara bebas
terhadap laporan yang dihasilkan oleh akuntansi keuangan.
­ Akuntsni Manajemen, yaitu bidang akuntansi yang memberikan informasi untuk manajemen
perusahaan didalam mengendalikan perusahaan, memonitor arus kas dan menilai alternatif dalam
pengambilan keputusan.
­ Akuntani Biaya, menekankan pada penetapan dan kontrol pada biaya.
­ Akuntansi Perpajakan , yaitu akuntansi untuk tujuan perpajakan.
­ Anggaran, berhubungan dengan penyusunan rencana keuangan mengenai kegiatan perusahaan
untuk jangka waktu tertentu di masa datang, analisa serta pengontrolannya.
­ Akuntansi pemerintahan, yaitu mengkhususkan pencatatan­pencatatan dan pelaporan transaksi­
transaksi yang terjadi di badan pemerintah.
­ Sistem informasi, menyediakan informasi keuangan dan non keuangan yang diperlukan untuk
pelaksanaan kegiataan organisasi secara efektif.

2

Putera Batam Informatika

Dasar Akuntansi I

Pertemuan 2 & 3

KONSEP DASAR AKUNTANSI
Bentuk badan usaha dan jenis perusahaan
Badan usaha
: Perseorangan, Persekutuan (firma dan CV), Perseroan Terbatas
Jenis perusahaan
: perusahaan jasa, dagang, manufaktur (pabrik).
Siklus Kegiatan Perusahaan
Pemilik

Kreditur

Perush. Membagikan laba
ke Pemilik dan
mengembalikan pinjaman
ke Kreditur

Perusahaan dapat uang tunai
Dari Pemilik dan Kreditur

UangTunai

Beli peralatan produksi
u/ produksi brg & jasa

Tanah, Bangunan, M
Mesin, Perlengkapan,
dll.

Perusahaan menjual barang &
jasa pada pelanggan, yang pada
akhirnya diterima uang tunai



BARANG
JASA

Perusahaan menghasilkan brg.
&jasa dengan menggunakan :
Bahan baku, aktiva produksi,
tenaga kerja dan lainya
Putera Batam Informatika

3

Dasar Akuntansi I

Persamaan Dasar Akuntansi (Accounting Equition)
Kekayaan
Aktiva
Aktiva
Aktiva lancar + Aktiva Tetap

=
=
=
=

Sumber Pembelanjaan
Pasiva
Kewajiban + Modal
Kewajiban + Modal

Pencatatan Transaksi Usaha
Bapak Umar Bakri mendirikan perusahaan angkutan metro trans yang diberi nama PO.Bakri dalam
bentuk perusahaan perseorangan. Berikut ini transaksi­transaksi yang terjadi pada bulan Agustus
Tahun 19A.
­ Transaksi 1. Pak Bakri menyetor modal sebesar Rp 4.000.000,­
­ Transaksi 2. PO Bakri meminjam uang ke Bank sebesar Rp 5.000.000,­
­ Transaksi 3. PO Bakri membeli mobil cash sebesar Rp 7.400.000,­
­ Transaksi 4. PO Bakri membeli secara kredit macam ­ macam perlengkapan seperti oli,
minyak rem, dsb sebesar Rp 65.000,­
­ Transaksi 5. Dibayar hutang sebesar Rp 30.000,­
­ Transaksi 6. Diperoleh pendapatan selama sebulan sebesar Rp 800.000,­
­ Transaksi 7. Dibayar gaji supir dan kernet Rp 175.000,­, bensin Rp 50.000,­, makanan & minuman
Rp. 25.000,­ dan biaya serba serbi Rp 50.000,­
­ Transaksi 8. Pada akhir bulan, nilai perlengkapan yang masih tersisa Rp 25.000,­
­ Transaksi 9. PO Bakri mengangsur pinjaman bank sebesar Rp 150.000,­
­ Transaksi 10. Pak Bakri mengambil uang untuk keperluan pribadinya Rp 100.000,­

4

Putera Batam Informatika

Dasar Akuntansi I

Tabel I
IKHTISAR USAHA PO. BAKRI
BULAN AGUSTUS TAHUN 19A
AKTIVA
Kas + Perlengkapan + Kendaraan
1
2

3

+ 4.000.00
0
+ 5.000.00
0
9.000.00
0
­ 7.400.00
0
1.600.00
0

4

5

6

7

1.600.00
0
­
30.00
0
1.570.00
0
+
800.00
0
2.370.00
0
­
300.00
0
2.070.00
0

8
9

­

2.070.00
0
150.00
0

= KEWAJIBAN
+ MODAL
Hutang + Hutang + Modal
Bank
Dagang
Bakri
+ 4.000.000
= 5.000.00
0
5.000.00
0

+ 65.000
+ 65.000

+ 7.400.00
0
+ 7.400.00
0

= 5.000.00
0

+ 7.400.00
0

= 5.000.00
0

+ 4.000.000

+ 4.000.000
+ 65.000
+ 65.000
­

+ 65.000

+ 7.400.00
0

= 5.000.00
0

+ 4.000.000

30.000

+ 35.000

+ 4.000.000
+

+ 65.000

+ 7.400.00
0

= 5.000.00
0

+ 35.000

+ 4.800.000
­

+ 65.000
­ 40.000
+ 25.000

800.000

300.000

+ 7.400.00
0

= 5.000.00
0

+ 35.000

+ 4.500.000

+ 7.400.00
0

= 5.000.00
0
­
150.000

+ 35.000

­
40.000
+ 4.460.000

Putera Batam Informatika

5

Dasar Akuntansi I

1
0

­

1.920.00
0
100.00
0
1.820.00
0

+ 25.000

+ 7.400.00
0

= 4.850000

+ 35.000

+ 4.460.000
­

+ 25.000

+ 7.400.00
0

= 4.850.00
0

+ 35.000

100.000

+ 4.360.000

LAPORAN KEUANGAN
Laporan utama untuk perusahaan perseorangan :
• Neraca (Balance Sheet)
Daftar aktiva, kewajiban dan modal, yang menunjukkan posisi keuangan suatu perusahaan pada
saat tertentu.


Perhitungan Rugi Laba (Income Statement)
Laporan yang menunjukkan hasil usaha (ikhtisar pendapatan dan biaya) suatu perusahaan pada
periode tertentu.



Laporan Perubahan Modal (Statement of Owners Equity)
Ihtisar tentang perubahan modal suatu perusahaan yang terjadi selama periode tertentu.

LAPORAN KEUANGAN
PO. BAKRI
Neraca
Agustus 19A
________________________________________________________________________________
Aktiva
Kewajiban dan Modal
________________________________________________________________________________
Kas
Perlengkapan
Kendaraan

1.820.000
25.000
7.400.000

Kewajiban :
Hutang Bank
Hutang Dagang
Jumlah Kewajiban

4.850.000
35.000
4.885.000

Modal :
Modal Bakri
4.360.000
_________________________________________________________________________________
Jumlah Kewajiban
Jumlah Aktiva
9.245.000
Dan Modal
9.245.000
_________________________________________________________________________________
PO. BAKRI

6

Putera Batam Informatika

Dasar Akuntansi I

Laporan Rugi Laba
Agustus 19A
________________________________________________________________________________
Pendapatan Jasa Angkutan
Biaya­biaya usaha :
­ Biaya gaji
­ Bensin
­ Perlengkapan
­ Makanan & Minuman
­ Serba serbi

800.000
175.000
50.000
40.000
25.000
50.000

340.000

Laba Bersih
460.000
________________________________________________________________________________
PO BAKRI
Laporan Perubahan Modal
Agustus 19A
________________________________________________________________________________
Modal Bakri, awal Agustus 19A
Laba Bersih sebulan
Pengambilan Prive
Penambahan Modal
Modal Bakri, akhir Agustus 19A

4.000.000

460.000
( 100.000 )

360.000
4.360.000s

SIKLUS AKUNTANSI

Pertemuan 4

Siklus Akuntansi
4Transaksi/

Pencatatan

Kejadian

­ Jurnal

Penggo
longan

Peng
ihtisaran

Laporan
Akuntansi

Analisa &
intrepretasi

User
Informasi

­ Buku Besar ­ Neraca Saldo
Neraca Lajur
Jurnal Penyesuaian
Jurnal Penutup
Neraca Saldo
Penutup
Jurnal Balik

Putera Batam Informatika

7

Dasar Akuntansi I

Perkiraan
Formulir atau media yang digunakan untuk mengelompokan transaksi–transaksi yang sejenis ke dalam
satu nama kelompok transaksi dan tempat untuk mencatat penambahan dan pengurangan yang terjadi
dalam kelompok tersebut.
Bentuk Perkiraan
1. Perkiraan “T” account.
2. Perkiraan dua kolom.
3. Perkiraan empat kolom.
Klasifikasi Perkiraan
1. Perkiraan Neraca / Riil.
2. Perkiraan Rugi Laba / Nominal .
Buku Besar
Kumpulan dari perkiraan­perkiraan yang saling berhubungan dan merupakan satu kesatuan tersendiri.
Aturan Debit dan Kredit
Jenis Perkiraan
Aktiva
Kewajiban
Modal
Prive
Pendapatan
Biaya

Penambaha Normal

Pengurangan

Debit
Kredit
Kredit
Debit
Kredit
Debit

Kredit
Debit
Debit
Kredit
Debit
Kredit

Saldo
Debit
Kredit
Kredit
Debit
Kredit
Debit

Pertemuan 5
Bukti Transaksi
1. Bukti Pengeluaran uang.
2. Bukti Penerimaan uang.
3. Bukti Jurnal (jurnal voucher).
4. Bukti transaksi lainnya.

AKUNTANSI PERUSAHAAN JASA

Jurnal Umum
Pencatatan yang kronologis transaksi­transaksi perusahaan ke dalam nama perkiraan dan jumlah yang
harus didebit dan dikredit dalam bentuk yang standar.
BAGAN PERKIRAAN SALON AYU

8

Putera Batam Informatika

Dasar Akuntansi I

1.X. Aktiva
1.1 Kas
1.2. Perlengkapan
1.3. Peralatan Salon
1.4. Akumulasi Penyusutan

Perkiraan Neraca
2.X. Kewajiban
2.1. Hutang Dagang
2.2. Hutang Bank
2.3. Hutang Gaji
2.4. Hutang Bunga
3.X. Modal
3.1. Modal Nona Dewi
3.2. Prive Nona Dewi

5.X. Biaya
5.1. Biaya Gaji
5.2. Biaya Perlengkapan
5.3. Biaya Sewa
5.4. Biaya Penyusutan
5.5. Biaya Bunga
5.6. Biaya Serba serbi

Perkiraan Rugi Laba
4.X. Pendapatan
4.1. Pendapatan Jasa Salon
6.X. Ikhtisar Rugi Laba

Transaksi-transaksi yang terjadi pada SALON AYU :
­ Transaksi 1 : Tgl 2 Desember 19A nona Dewi mendirikan salon kecantikan yang diberi nama
“SALON AYU “. Untuk modal pertama disetorkan uang Rp 1.500.000,­ ke bank atas nama rekening
Salon Ayu. Untuk transaksi ini dibuatkan bukti jurnal (BJ) no. 001.
­ Transaksi 2 : Tgl 3 Desember 19A membayar sewa ruangan untuk bulan Desember sebesar Rp
120.000,­ (BJ No. 002).
­ Transaksi 3 : Tgl 4 Desember 19A membeli secara tunai peralatan salon Rp 900.000,­(BJ No. 003).
­ Transaksi 4 : Tgl. 5 Desember 19A dibeli cleansing cream, hair dryer, lotion dan perlengkapan
lainnya secara kredit seharga Rp 200.000,­ (BJ No. 004).
­ Transaksi 5 : Dibayar biaya pemasangan iklan mini di Harian SIJORI POS Rp 50.000,­ pada tanggal
6 Desember 19A (BJ No. 005).
Putera Batam Informatika

9

Dasar Akuntansi I

­ Transaksi 6 : Pada tgl. 15 Desember 19A dibayar gaji karyawan untuk tgl. 1­15 Desember 19A
sebesar Rp 72.000,­ (BJ No. 006).
­ Transaksi 7 : Tgl 15 Desember 19A diterima uang kas sebesar Rp 300.000,­ dari penjualan tunai
selama setengah bulan pertama kegiatanya (BJ No. 007).
­ Transaksi 8 : Tgl. 28 Desember 19A permohonan Nona Dewi untuk mendapatkan Kredit Investasi
Kecil (KIK) guna pembelian peralatan salon yang baru dari BNI sebesar Rp 3.000.000,­ telah
disetujui dan hari itu kredit ditarik (BJ No. 008).
­ Transaksi 9 : Tgl 29 Desember 19A dibeli peralatan salon dengan tunai sebesar Rp 3.600.000,­ (BJ
No. 009).
­ Transaksi 10 : Tgl 31 Desember 19A diterima uang kas sebesar Rp 400.000,­ dari penjualan tunai
selama setengah bulan terakhir. (BJ No. 010).
­ Transaksi 11 : Tgl 31 Desember 19A dibayar gaji untuk 16 – 31 Desember 19A sebesar Rp 96.000,­
(BJ No. 011).
­ Transaksi 12 : Tgl 31 Desember 19A Nona Dewi mengambil uang sebesar Rp100.000,­ untuk
keperluan pribadinya ( BJ No. 012 ).

JURNAL UMUM SALON AYU
Tanggal
19A
Des.

2

3

4

10

Nomor
Bukti
001

002

003

Keterangan

Ref.

Debit

Kas
Modal Nona Dewi

1.1
3.1

1.500.000

Biaya Sewa
Kas

5.3
1.1

120.000

Peralatan Salon
Kas

1.3
1.1

900.000

Kredit

1.500.000

120.000

Putera Batam Informatika

900.000

Dasar Akuntansi I

5

6

15

Tanggal

004

005

006

Perlengkapan
Hutang Dagang

1.2
2.1

200.000

Biaya serba serbi
Kas

5.9
1.1

50.000

Biaya Gaji
Kas

5.1
1.1

72.000

Nomor
Bukti

200.000

50.000

Keterangan

Ref.

Kas
Pendapatan Jasa Salon

1.1
4.1

300.000

Kas
Hutang Bank

1.1
2.2

3.000.000

Peralatan Salon
Kas

1.3
1.1

3.600.000

Kas
Pendapatan Jasa Salon

1.1
4.1

400.000

3.2
1.1

100.000

72.000

Debit

Kredit

19A
007

28

29

31

008

009

010

011

Biaya Gaji
Kas

012

Prive Nona Dewi
Kas

300.000

3.000.000

3.600.000

400.000

100.000
Pertemuan 6

BUKU BESAR
BUKU BESAR SALON AYU
Nomor
Perkiraan :

Nama Perkiraan : Kas
Tanggal
19A
Des

2
3
4

Keterangan

Refe­
Rensi

Setoran Modal
Sewa Kantor Des 19A
Beli Peralatan Salon

JU 1
JU 1
JU 1

Debit
1.500.000

Kredit

1.1
Saldo
Debit

Kredit

1.500.000
120.000 1.380.000
900.000
480.000

Putera Batam Informatika

11

Dasar Akuntansi I
6
15
28
29
31

Biaya Iklan
Gaji 1­ 15 Des 19A
Jasa Salon 1­15 Des
Kredit Investasi Kecil
Beli Peralatan Salon
Jasa Salon 16­31 Des
Gaji 16­31 Des
Pengambilan Pribadi

JU 1
JU 1
JU 1
JU 2
JU 2
JU 2
JU 2
JU 2

50.000
72.000

430.000
358.000
300.000
658.000
3.000.000
3.658.000
3.600.000
58.000
400.000
458.000
96.000
362.000
100.000
262.000

Nomor
Perkiraan :

Nama Perkiraan : Perlengkapan
Keterangan

Refe­
Rensi

5 Beli Perlengkapan

JU 1

Tanggal
19A
Des

Debit

Tanggal
19A
Des

Keterangan

4 Beli Peralatan Salon
29 Beli Peralatan Salon

19A
Des

5

Keterangan
Beli Perlengkapan

Refe­
Rensi

Debit

JU 1
JU 2

900.000
3.600.000

19A
Des 28

Keterangan
Kredit Investasi Kecil

Refe­
Rensi

Debit

JU 1

Refe­
Rensi

Debit

JU 2

Nama Perkiraan : Modal Nona Dewi
Tanggal
19A
Des

12

Keterangan

2 Setoran Modal

Kredit

200.000

1.3
Saldo

Kredit

Debit

Kredit

900.000
4.500.000

Nomor
Perkiraan :

Nama Perkiraan : Hutang Bank
Tanggal

Debit

Nomor
Perkiraan :

Nama Perkiraan : Hutang Dagang
Tanggal

Kredit

200.000

Nama Perkiraan : Peralatan Salon

1.2
Saldo

Refe­
Rensi
JU 1

Debit

Kredit

2.1
Saldo
Debit

Kredit

200.000

200.000

Nomor
Perkiraan :

2.2

Kredit

Saldo
Debit

Kredit

3.000.000

3.000.000

Nomor
Perkiraan :

3.1

Kredit
1.500.000

Putera Batam Informatika

Saldo
Debit

Kredit
1.500.000

Dasar Akuntansi I

Nama Perkiraan : Prive Nona Dewi
Tanggal
19A
Des

Keterangan

31 Pengambilan Pribadi

Nomor
Perkiraan :

Refe­
rensi

Debit

JU 2

Tanggal

Keterangan

19A
Des 15 Jasa Salon 1­15 Des
31 Jasa Salon 16­31 Des

Refe­
rensi

19A
Des

Keterangan

15 Gaji 1­15 Des 19A
31 Gaji 16­31 Des 19A

Debit

JU 1
JU 2

19A
Des

Keterangan

3 Sewa kantor Des 19A

19A
Des

Keterangan

6 Biaya iklan

100.000

4.1
Saldo

Kredit

Debit

Kredit
300.000
700.000

Nomor
Perkiraan :
Refe­
rensi
JU 1
JU 2

Debit

5.1
Saldo

Kredit

Debit

72.000
96.000

Kredit

72.000
168.000
Nomor
Perkiraan :

Refe­
rensi
JU 1

Debit

Refe­
rensi
JU 1

5.3
Saldo

Kredit

Debit

120.000

Nama Perkiraan : Biaya Serba­serbi
Tanggal

Kredit

300.000
400.000

Nama Perkiraan : Biaya Sewa
Tanggal

Debit

Nomor
Perkiraan :

Nama Perkiraan : Biaya Gaji
Tanggal

Kredit

100.000

Nama Perkiraan : Pendapatan Jasa Salon

3.2
Saldo

Kredit

120.000
Nomor
Perkiraan :

Debit

5.9
Saldo

Kredit

Debit

50.000

Kredit

50.000

Neraca Saldo Salon Ayu
Neraca Saldo
Per 31 Desember 19A
Nama Perkiraan

Debit

Kredit

Putera Batam Informatika

13

Dasar Akuntansi I

Kas
Perlengkapan
Peralatan Salon
Hutang Dagang
Hutang Bank
Modal Nona Dewi
Prive Nona Dewi
Pendapatan Jasa Salon
Biaya Gaji
Biaya Sewa
Biaya Serba Serbi

Rp.

262.000 Rp.
200.000
4.500.000
200.000
3.000.000
1.500.000
100.000
700.000
168.000
120.000
50.000

Rp

5.400.000

Rp

5.400.000

Pertemuan 7
LATIHAN

Pertemuan 8
JURNAL PENYESUAIAN
Jurnal yang dibuat untuk mengoreksi atau menyesuaikan perkiraan tertentu sehingga mencerminkan
keadaan aktiva, kewajiban, pendapatan, biaya, modal yang sebenarnya.
Ada dua kondisi :
• Keadaan dimana transaksi sudah terjadi, tetapi pada akhir periode atau akhir masa laporan
belum dicatat dalam perkiraan.
• Keadaan dimana suatu transaksi telah dicatat dalam perkiraan , tetapi saldonya perlu dikoreksi
untuk mencerminkan keadaan yang sebenarnya.

14

Putera Batam Informatika

Dasar Akuntansi I

Pada tanggal 31 Desember 19A Nona Dewi memeriksa Neraca saldo, dan memutuskan sebagai berikut:
1. Peralatan salon akan dapat dipakai selama tiga tahun. Penyusutan peralatan salon untuk bulan
Desember 19A dihitung sebesar Rp 25.000,­. Maka ayat jurnal penyesuaiannya sebagai
berikut.
DR. Biaya Penyusutan
25.000
CR.
Akum. Penyusutan
25.000
2. Perlengkapan yang ada pada tgl. 31 Desember 19A tinggal Rp 50.000,­. Jumlah
yang telah
dipakai untuk kegiatan usaha selama bulan Desember 19A dengan demikian adalah sebesar
Rp 150.000,­.
DR. Biaya perlengkapan
150.000
CR.
Perlengkapan
150.000
3. Pembayaran gaji terakhir adalah Sabtu tgl. 28 Desember 19A. Pembayaran gaji berikutnya
adalah tgl. 4 Januari 19B. Gaji tgl. 30 – 31 Desember 19A sebesar Rp 18.000,­ belum dibayar.
DR. Biaya Gaji
18.000
CR.
Hutang Gaji
18.000
4. Hutang Bank diambil pada tgl. 28 Desember 19A . Atas pinjaman ini Salon Ayu dibebani
bunga sebesar Rp 12 % setahun. Bunga dibayar sebulan sekali. Pembayaran bunga pertama
akan jatuh tgl. 28 Januari 19B. Walaupun pada tgl. 31 Desember 19A belum ada pembayaran
bunga, namun bunga dari tgl. 29 – 31 Desember 19A akan merupakan biaya pada bulan
tersebut, dan dihitung sebesar Rp 4.000,­ maka harus dicatat.
DR. Biaya Bunga
4.000,­
CR.
Hutang Bunga
4.000,­

SALON AYU
NERACA LAJUR
Bulan Desember 19A
No.
Perk.

Nama Perkiraan

11 Kas
12 Perlengkapan
13 Peralatan Salon

Neraca Saldo
Debit

Kredit

Jurnal Penyesuaian
Debit

Kredit

262000
200000
4500000

Neraca Saldo

Perhitungan

Disesuaikan

Rugi Laba

Debit

Kredit

262000
B

150000

Debit

Kredit

Neraca
Debit

50000

50000

4500000

4500000

Putera Batam Informatika

Kredit

262000

15

Dasar Akuntansi I
21 Hutang Dagang
22 Hutang Bank
31 Modal Nn. Dewi
32 Prive Nn. Dewi

200000
3000000

1500000

1500000

168000

53 Biaya Sewa

700000
C

18000

700000
186000

120000

120000

120000

50000

50000

50000

5400000

A

25000

14 Akum. Penyusutan

25000
A

B

150000

D

4000

23 Hutang Gaji
55 Biaya Bunga

100000

186000

5400000

52Biaya Perlengkapan

1500000

100000
700000

51 Biaya Gaji

54 Biaya Penyusutan

200000
3000000

100000

41 Pendapatan

59 Biaya Serba serbi

200000
3000000

18000

18000

18000
4000

4000
197000

25000
150000

4000
D

197000

25000
150000

C

24 Hutang Bunga

25000

25000

4000
5447000

5447000

Laba Bersih

4000
535000 700000 4912000
165000

4747000
165000

700000 700000 4912000

4912000

Pertemuan 9
JURNAL PENYESUAIAN
(Lanjutan)
SALON AYU
NERACA
31 DESEMBER 19A
AKTIVA

16

KEWAJIBAN DAN MODAL

Putera Batam Informatika

Dasar Akuntansi I

Aktiva Lancar
Kas
Perlengkapan

Rp
Rp

Jumlah Aktiva Lancar Rp.

262.000,­
50.000,­
312.000,­

Aktiva Tetap :
Peralatan Salon Rp 4.500.000,­
Akum. Penyus. (Rp
25.000,­)
Nilai Buku
Aktiva Tetap
Rp 4.475.000,­

Jumlah Aktiva Rp 4.787.000,­

Kewajiban :
Kewajiban Lancar
Hutang Dagang
Hutang bunga
Hutang gaji
Jumlah Kwjb. Lancar
Kewajiban Jk.Panjang
Hutang Bank
Jumlah Kewajiban
Modal :
Modal Nona Dewi
Jumlah Modal

Rp. 200.000,­
Rp.
4.000,­
Rp
18.000,­
Rp 222.000,­
Rp 3.000.000,­
Rp 3.222.000,­
Rp 1.565.000,­
Rp 1.565.000,­

Jumlah Kewajiban & Modal Rp 4.787.000,­

SALON AYU
PERHITUNGAN RUGI LABA
PER 31 DESEMBER 19A
_______________________________________________________________________________
Pendapatan
Rp 700.000,­
Biaya­biaya Usaha :
Biaya Gaji
Rp 186.000,­
Biaya Perlengkapan
Rp 150.000,­
Biaya sewa
Rp 120.000,­
Biaya penyusutan
Rp 25.000,­
Biaya bunga
Rp
4.000,­
Biaya serba serbi
Rp 50.000,­
Rp 535.000,­
______________________________________________________________________________
Laba Bersih
Rp 165.000,­

SALON AYU
LAPORAN PERUBAHAN MODAL
31 DESEMBER 19A
Modal Nona Dewi, 1 Desember 19A
Laba Bersih
Rp 165.000,­
Pengambilan Prive
(Rp 100.000,­)
Modal Nona Dewi, 31 Des. 19A

Rp. 1.500.000,­
Rp
65.000,­
Rp 1.565.000,­

Putera Batam Informatika

17

Dasar Akuntansi I

Jurnal Penutup
Untuk me­“nol”­kan perkiraan­perkiraan sementara (nominal), yaitu perkiraan pendapatan, biaya dan
prive. Lihat tabel jurnal penutup.


Menutup semua perkiraan pendapatan
DR. Pendapatan Jasa Salon
CR.
Ikhtisar Rugi Laba

• Menutup semua perkiraan biaya
DR. Ikhtisar Rugi Laba
CR.
Biaya Gaji
CR.
Biaya Perlengkapan
CR.
Biaya Sewa
CR.
Biaya Penyusutan
CR.
Biaya Bunga
CR.
Biaya Serba­serbi

700.000

700.000

535.000
186.000
150.000
120.000
25.000
4.000
50.000

• Menutup Perkiraan Ikhtisar Rugi Laba
DR. Ikhtisar Rugi Laba
CR.
Modal Nn. Dewi

165.000

• Menutup Perkiraan Prive
DR. Modal Nn. Dewi
CR.
Prive Nn. Dewi

100.000

165.000

100.000

Pertemuan 10
LATIHAN
Referensi : Soal 6­2 hal. 161 , Buku Akuntansi Suatu Pengantar, Edisi IV, Soemarso SR.

Pertemuan 11
AKUNTANSI PADA PERUSAHAAN DAGANG
Kegiatan Perusahaan Dagang
• Pembelian

18

Putera Batam Informatika

Dasar Akuntansi I

• Pengeluaran Kas
• Penjualan
• Penerimaan uang
Syarat Jual Beli
1. Loko Gudang
Pembeli menanggung biaya pengiriman barang dari gudang penjual ke gudang sendiri.
2. Franco Gudang
Penjual menanggung biaya pengiriman sampai ke gudang pembeli.
3. Free On Board
Pembeli di luar negeri menanggung biaya pengiriman dari “pelabuhan dinegara penjual“ sampai
“pelabuhan dinegara pembeli” yang digunakan oleh pembeli.
4. Cost. Insurance. Freight
Penjual menanggung biaya pengiriman dan asuransi kerugian atas barang tersebut.
Potongan Harga
* Potongan Tunai (cash discount)
Bila pembayaran dilakukan lebih cepat dari jangka waktu kredit. Misalnya : 2/10, n/30 artinya
potongan akan diberikan bila pembayaran dilakukan dalam waktu 10 hari setelah tanggal transaksi,
sementara jangka waktu kredit yang diberikan dalam waktu 30 hari.
* Potongan Perdagangan
Potongan ini dilakukan karena perbedaan cara penjualan atau perbedaan langganan yang dilayani.
BUKU HARIAN KHUSUS
1. Buku Penjualan, untuk mencatat penjualan barang dagang secara kredit.
2. Buku penerimaan kas, untuk mencatat semua penerimaan uang, termasuk penjualan tunai dan
penerimaan piutang.
3. Buku pembelian, untuk mencatat pembelian barang dagang secara kredit.
4. Buku pengeluaran kas, untuk mencatat pengeluaran uang, termasuk pembelian barang dagang
tunai dan pembayaran hutang.
BUKU TAMBAHAN (SUBSIDIARY LEDGER)
Merupakan bagian dari buku besar yang merinci lebih lanjut informasi dalam salah satu perkiraan.

BUKU PENJUALAN DAN PEMINDAHAN KE BUKU BESAR
Buku Penjualan

Putera Batam Informatika

19

Dasar Akuntansi I
Nomor

Tanggal

Debitur

Faktur

Ref.

Jumlah

19A
Okt.

2

615

Toko Buku Pelita

350,000

3

616

Toko Buku Murni

1,604,000

5

617

Toko Buku Bursa

305,000

9

618

Toko Buku Pelita

1,396,000

10

619

Toko Buku Deasy

750,000

17

620

Toko Buku Ihtiar

865,000

23

621

Toko Buku Maja

1,502,000

26

622

Toko Buku Senen

27

623

Toko Buku Murni

260,000
1,908,000

TOTAL

8,940,000
113/410

Kartu Piutang
Nama

: Toko Buku Deasy

Alamat : Kramat Kwitang
Tanggal Nomor
Bukti

Keterangan

Debit

File

:

D

Nomor

:

01

Kredit

Saldo

19A
Okt

10

619

750,000

750,000

Pemindahan ke Buku
Besar
Nama Perkiraan :
Tanggal

Piutang Dagang

Ketr.

Ref.

Nomor Perkiraan
Debit

Kredit

:

113
Saldo

Debit

Kredit

19A
Okt.

28

Saldo V

31

5,170,000

BJ 35

Nama Perkiraan :

8,940,000

Penjualan

14,110,000

Nomor Perkiraan

:

410
Saldo

Tanggal

Ketr.

Ref.

Debit

Kredit

Debit

Kredit

19A
Okt.

1
31

Saldo V
BJ 35

108,236,000
8,940,000

Buku Penerimaan Kas
TOKO BUKU AR
BUKU PENERIMAAN KAS
BULAN OKTOBER 19A

20

Putera Batam Informatika

117,176,000

Dasar Akuntansi I
Nomor
Kwitansi

Tgl.

DEBET
Keterangan

Ref.

KREDIT

Potongan
Penjualan

Kas

Serba Serbi

Penjualan

Piutang
Dagang

19A
Okt.

2

751

Wesel Tagih

112

Pendapatan Bunga

414

412,000

400,000
12,000

5

752

Toko Buku Pelita

V

784,000

16,000

800,000

6

753

Toko Buku cemerlang

V

612,500

12,500

625,000

7

754

Penjualan Tunai

V

1,700,000

10

755

Toko Buku Bursa

V

588,000

12,000

1,700,000
600,000

13

756

Toko Buku Murni

V

1,571,920

32,080

1,604,000

14

757

Penjualan Tunai

V

1,632,000

17

758

Toko Buku Deasy

V

710,500

19

759

Toko Buku Ihtiar

V

1,850,000

21

760

Penjualan Tunai

V

1,920,300

23

761

Pembelian return

411

36,200

24

762

Toko Buku Koperasi

V

200,000

27

763

Toko Buku Ihtiar

V

847,700

28

764

Penjualan Tunai

V

2,086,000

2,086,000

31

765

Penjualan Tunai

V

423,400

423,400

1,632,000
14,500

725,000
1,850,000
1,920,300
36,200
200,000

17,300

15,374,520

104,380

110

412

865,000

448,200
V

7,761,700

7,269,000

410

113

Pertemuan 12
BUKU PEMBELIAN
TOKO BUKU AR
BUKU PEMBELIAN
BULAN OKTOBER 19A

Putera Batam Informatika

21

Dasar Akuntansi I

DEBET
Tgl.

Nomor
Faktur

Keterangan

KREDIT

Ref.
Pembelian

Serba Serbi

Hutang
Dagang

19A
Okt.

2

109

Gramedia

V

724,000

3

767

Gunung Agung

V

406,000

7

869

PT Agung Bakti/Per

9

772

Gunung Agung

v

11

413

115/V

724,000
406,000
57,000

208,000

Insulinde

v

623,000

623,000

13 A769

Sinar Harapan

v

1,555,000

1,555,000

14

0021

Prisma

v

910,000

16

47

Tk.Mebel Adil/Peralt.

19

569

Barata

21

50

Tk.Mebel Adil/Peralt.

133/V

165,000

25

881

PT Agung Bakti/Per

115/V

32,000

27

420

Insulinde

133/V

910,000
970,000

V

1,000,000

V

420

970,000
1,000,000

375,000
5,801,000

165,000
32,000
375,000

1,224,000
(V)

Buku Pengeluaran Kas
TOKO BUKU AR
BUKU PENGELUARAN KAS
BULAN OKTOBER 19A

22

57,000
208,000

Putera Batam Informatika

7,025,000
211

Dasar Akuntansi I
Nomor
Bukti
Nomor
Pengeluar Check
an kas

Tgl.

DEBET
Ref.

Keterangan

Serba serbi

KREDIT
Hutang
Dagang

Potongan
Pembelian

Kas

19A
Okt.

2

312

37678 Pembelian

420

2,750,000

2,750,000

4

313

37679 Peralatan

133

350,000

350,000

12

314

37680 Gunung Agung

315

37681 Upah & Gaji

510

700,000

700,000

316

37682 Langganan Koran & Majalah

519

40,000

40,000

14

317

37683 Serba serbi

519

26,400

26,400

16

318

37684 Asuransi Dibayar dimuka

116

84,000

84,000

18

319

37685 Gunung Agung

V

208,000

20

320

37686 Djambatan

V

1,850,000

1,850,000

21

321

37687 Penj. Return & Pengur.Harga

23

322

37688 Gramedia

V

1,600,000

1,600,000

24

323

37689 Pembelian

420

324

37690 Barata

2,300,000

2,300,000

325

37691 Prisma

525,000

525,000

326

37692 Upah & Gaji

510

720,000

327

37693 Iuran

519

20,000

328

37694 Sinar Harapan

V

329

37695 Biaya Advertasi

511

27

330

37696 Serba serbi

519

41,500

41,500

28

331

37697 Peralatan Kantor

133

900,000

900,000

26

V

411

406000

4060

2,080

62,000

V

89,200

720,000
20,000
1,537,500

30,750

86,000

5,869,100
(V)

205,920
62,000

89,200

V

401,940

1,506,750
86,000

8,426,500
211

36,890
423

14,258,710
110

Pertemuan 13
LATIHAN
Jurnal Khusus

Pertemuan 14
JURNAL PENYESUAIAN
Ayat jurnal penyesuaian dapat digolongkan sebagai berikut :
1. Beban yang ditangguhkan/ Biaya dibayar dimuka

Putera Batam Informatika

23

Dasar Akuntansi I

(deferred expenses / prepaid expenses) yaitu Pos biaya yang sejak awal dicatat sebagai aktiva
yang diharapkan menjadi biaya dikemudian hari selama operasi normal bisnis.
2. Pendapatan yang ditangguhkan / Pendapatan diterima dimuka
(deferred revenue / unearned revenues) yaitu pos pendapatan yang pada awalnya dicatat
sebagai kewajiban, tetapi diharapkan menjadi pendapatan dikemudian hari dalam operasi bisnis
normal.
3. Beban akrual (accrued Expenses)
Yaitu beban yang sudah terjadi namun belum dicatat dalam perkiraan.
4. Pendapatan akrual (Accrued Revenues)
Yaitu pendapatan yang sudah terjadi namun belum dicatat dalam perkiraan.

Pertemuan 15
LAPORAN KEUANGAN

24

Putera Batam Informatika

Dasar Akuntansi I

PERHITUNGAN RUGI LABA
PENDAPATAN :
Penjualan bruto
Retur penjualan &
Pengurangan harga
Potongan Penjualan
Penjualan Bersih

xxxxxx
( xx )
( xx )
xxxxxx

HARGA POKOK PENJUALAN :
Persediaan barang awal
Pembelian
Transport Pembelian

xxx
xxx
xx
xxxx

Pembelian retur & pengura­
ngan harga
Potongan Pembelian
Persediaan Tersedia Dijual
Persediaan barang akhir

( xx )
( xx )
xxxx
( xx )

Harga Pokok penjualan

( xxxx )

LABA BRUTO

xxxx

BIAYA USAHA :
Upah & Gaji
Biaya iklan & promosi
Biaya asuransi
Biaya perlengkapan
Biaya pemeliharan
Biaya penyusutan
Listrik, air & telepon
Biaya serba serbi
Total Biaya Usaha
Laba Usaha

xx
xx
xx
xx
xx
xx
xx
xx
( xx )

PENDAPATAN & BIAYA LAIN­LAIN :
Pendapatan sewa
Biaya bunga
Kerugian penjualan aktiva tetap
Total pendapatan & lain­lain Netto
LABA BERSIH

xxx

xxx
( xx )
( xx )
xx
xxx

NERACA PERUSAHAAN DAGANG
Putera Batam Informatika

25

Dasar Akuntansi I

PT X
NERACA
PER 31 DESEMBER 19A
AKTIVA

KEWAJIBAN DAN MODAL

Aktiva Lancar :
Kas
Wesel bayar
Surat­surat berharga
Wesel tagih
Piutang dagang
Persediaan barang
Perlengkapan
Asuransi dibayar dimuka
Total Aktiva Lancar
Investasi Jangka Panjang
Aktiva Tetap :
Tanah
Gedung
Peralatan
Akumulasi Penyusutan
Total Aktiva Tetap (Netto)
TOTAL AKTIVA

Kewajiban Lancar :
Hutang dagang
Hutang bank
Hutang gaji
Hutang bunga
_____________________________
Total Kewajiban Lancar
Kewajiban Jangka Panjang :
Hutang Obligasi
Total Kewajiban
Modal :
Saham Biasa
Laba ditahan
Total Modal
TOTAL KEWAJIBAN DAN MODAL

PT X
LAPORAN PERUBAHAN LABA DITAHAN
PER 31 DESEMBER 19A
Laba Ditahan, awal tahun
Laba Bersih
Pembayaran Deviden
Laba Ditahan, akhir tahun

26

xxxxx
xxx
( xx )
xxxxx

Putera Batam Informatika

Dasar Akuntansi I

Pertemuan 16
JURNAL PENUTUP, JURNAL BALIK & JURNAL KOREKSI
Jurnal Penutup
Ada 4 tahap dalam jurnal penutup :
a. Pendapatan,
yaitu memindahkan saldo semua perkiraan pendapatan ke sebuah perkiraan yang disebut Ikhtisar
Rugi Laba.
b. Biaya,
yaitu memindahkan semua saldo biaya ke perkiraan Ikhtisar Rugi Laba, termasuk didalamnya
perkiraan­perkiraan sementara untuk menetapkan harga pokok penjualan, yakni perkiraan
pembelian, pembelian return dan potongan harga, serta biaya transport pembelian.
c. Ikhtisar Rugi Laba,
yaitu memindahkan saldo perkiraan rugi laba ke perkiraan Laba Ditahan dalam perusahaan
perseroan terbatas atau ke perkiraan modal dalam perusahaan perseorangan atau persekutuan.
d. Deviden,
dalam perseroan terbatas, jurnal penutup memindahkan saldo perkiraan deviden ke perkiraan
Laba Ditahan. Sedangkan dalan perusahaan perseorangan atau persekutuan adalah memindahkan
perkiraan prive masing­masing pemilik ke perkiraan modal.
Jurnal Balik
Adalah jurnal yang dibuat pada awal periode suatu akuntansi untuk membalik jurnal penyesuaian
tertentu yang dibuat periode sebelumnya.
Pada dasarnya ada 4 macam jurnal penyesuaian yang memerlukan jurnal balik :
1. Biaya masih harus dibayar (accrued expenses)
2. Biaya dibayar dimuka (prepaid expenses), bila biaya tersebut mula­mula dicatat berbagai
perkiraan biaya (bukan perkiraan aktiva).
3. Pendapatan yang masih harus diterima (accrued revenues).
4. Pendapatan diterima dimuka (unearned revenues), bila pendapatan tersebut mula­mula dicatat
sebagai perkiraan pendapatan, bukan perkiraan hutang.
Koreksi Kesalahan
Penyebabnya :
1. Salah menulis nama perkiraan.
2. Salah dalam menuliskan jumlah.
3. Salah dalam meletakkan jumlah yang harusnya didebit atau kredit.

Pertemuan 17
LATIHAN
Perusahaan Dagang

Putera Batam Informatika

27

Dasar Akuntansi I

Referensi : Soal 10­1 : Buku Akuntansi Suatu Pengantar,Edisi IV, Soemarso
Pertemuan 18
AKUNTANSI PERUSAHAAN PABRIK
Kegiatan Perusahaan Pabrik
Perusahaan Pabrik adalah perusahaan yang kegiatannya mengolah bahan baku menjadi barang jadi
kemudian menjual barang jadi tersebut. Kegiatan khusus dalam perusahaan pabrik adalah pengolahan
bahan baku menjadi barang jadi. Kegiatan khusus ini sering disebut sebagai proses produksi, apabila
digambarkan akan nampak sebagai berikut :
Pembelian

Pemakaian

Pemakaian

Bahan
Baku

Pemakaian

Buruh
Langsung

Pembebanan

Biaya
Pabrikasi

Pembebanan

Proses
Produksi

Penyelesaian

Barang
Jadi

Masalah Khusus
Dibandingkan dengan perusahaan dagang, masalah khusus yang terjadi pada akuntansi perusahaan
pabrik adalah : Persediaan, biaya pabrik, biaya produksi, dan harga pokok produksi.
1. Persediaan
Persediaan dalam perusahaan pabrik terdiri dari :
­ Persediaan bahan baku (raw materials inventory)
­ Persediaan dalam proses (work in process)
­ Persediaan barang jadi (finished goods inventory)
2. Biaya Pabrik
a. Biaya bahan baku, yaitu biaya untuk bahan­bahan dengan mudah dan dapat langsung
diidentifikasi dengan barang jadi.
b. Biaya buruh langsung (direct labor) yaitu biaya untuk buruh yang menangani secara langsung
proses produksi atau yang dapat didentifikasikan langsung dengan barang jadi.
c. Biaya pabrikase (Factory Overhead) yaitu biaya­biaya pabrik selain bahan baku dan tenaga
kerja langsung, contoh : 1. Bahan pembantu 2. buruh tidak langsung 3. pemeliharaan dan
perbaikan 4. listrik, air, telpon, dan lain­lain.

28

Putera Batam Informatika

Dasar Akuntansi I

3. Biaya Produksi
Biaya produksi adalah biaya yang dibebankan dalam proses produksi selama suatu periode. Biaya
ini terdiri dari persediaan dalam proses awal ditambah biaya pabrik.
4. Harga Pokok Produksi
Biaya barang yang sudah diselesaikan selama suatu periode disebut harga pokok produksi barang
selesai (cost of goods manufactured) atau disingkat dengan harga pokok produksi. Harga pokok
ini terdiri dari biaya pabrik ditambah persediaan dalam proses awal periode dikurangi persediaan
dalam proses akhir periode. Harga pokok produksi selama suatu periode dilaporkan.

Putera Batam Informatika

29

Dasar Akuntansi I

Pertemuan 19
PROSES AKUNTANSI
Proses Akuntansi
Siklus akuntansi meliputi tahap pencatatan dan pengihtisaran, yang terdiri dari :
Tahap Pencatatan
1. Pembuatan atau penerimaan bukti transaksi.
2. Pencatatan dalam jurnal.
3. Pemindah bukuan ke buku besar.
Tahap Pengihtisaran
4. Pembuatan neraca saldo.
5. Pembuatan neraca lajur dan jurnal penyesuaian.
6. Penyusunan laporan keuangan.
7. Pembuatan jurnal penutup.
8. Pembuatan neraca saldo penutup.
9. Pembuatan jurnal balik.
Bahan Baku
Seperti halnya perusahaan dagang, pembelian bahan baku dicatat dalam buku pembelian untuk
pembelian secara kredit dan buku pengeluaran kas untuk pembelian secara tunai. Pembayaran hutang
yang bersangkutan dicatat dalam buku pengeluaran kas. Di buku besar, pembelian bahan baku dicatat
dalam perkiraan pembelian dan perkiraan perkiraan lain yang berhubungan, misalnya potongan
pembelian serta pembelian retur dan potongan harga. Pengeluaran bahan baku dari gudang untuk
produksi tidak dicatat. Pemakaian bahan baku selama suatu periode dicatat sebagai berikut :
Persediaan pada awal periode
Ditambah
Pembelian selama suatu periode
Sama dengan
Bahan baku tersedia untuk produksi
Dikurangi
Persediaan pada akhir periode
Sama dengan
Pemakaian bahan baku selama periode

30

Rp

1.000.000

Rp

24.000.000

Rp

25.000.000

(Rp
Rp

5.000.000)
20.000.000

Putera Batam Informatika

Dasar Akuntansi I

Jurnal penyesuaian dibuat untuk nilai persediaan yang ada di awal dan akhir periode. Nilai persediaan
ditentukan dengan mengadakan penghitungan secara phisik. Jurnal penyesuaian untuk persediaan
(awal dan akhir) dilakukan terhadap perkiraan Ikhtisar Harga Pokok Produksi.
Buruh Langsung
Pembayaran upah kepada buruh langsung dicatat dalam buku pengeluaran kas. Dalam buku besar perlu
disediakan perkiraan tersendiri untuk biaya buruh langsung. Pada akhir periode perlu dibuatkan jurnal
penyesuaian untuk upah yang belum saatnya dibayar. Pembebanan biaya buruh langsung dilakukan
dengan membuat jurnal penutup ke perkiraan Ikhtisar Harga Pokok Produksi.
Biaya Pabrikasi
Biaya ini terdiri dari berbagai jenis, misalnya : bahan pembantu, buruh tidak langsung, gaji bagian
pabrik, listrik, air, telpon, perlengkapan pabrik, pemeliharaan dan perbaikan, asuransi, penyusutan
bangunan pabrik, penyusutan mesin­mesin pabrik, penyusutan kendaraan pabrik, penyusutan perlatan
pabrik, dan lain­lain.
Untuk tiap­tiap jenis biaya dapat dibuatkan perkiraan tersendiri di buku besar atau kalau ingin lebih
sederhana, dalam buku besar hanya disediakan satu perkiraan saja yaitu biaya pabrikase sebagai
perkiraan induk, sedangkan rinciannya dapat dibuatkan buku tambahan. Pembelian biaya pabrikase,
misalnya pembelian bahan pembantu, dicatat dalam buku pembelian. Pembayaranya dicatat dalam
buku pengeluaran kas. Pembebanan biaya pabrikase ke dalam produksi dilakukan dengan membuat
jurnal penutup atas perkiraan yang bersangkutan. Perkiraan lawannya adalah Ikhtisar Harga Pokok
Produksi.
Persediaan Barang Dalam Proses
Proses produksi adalah kegiatan yang terus menerus. Sementara itu akuntansi harus melaporkan
informasi keuangan secara berkala. Sehingga pada saat laporan keuangan harus dibuat, terdapat
kemungkinan adanya sebagian barang yang belum selesai diproses. Walaupun demikian, biaya yang
telah terjadi untuk barang itu tetap harus dilaporkan. Inilah yang dicantumkan sebagai Persediaan
Barang Dalam Proses. Nilai Persediaan ini terdiri dari bahan baku, buruh langsung dan biaya pabrikase
yang telah terjadi sampai dengan saat dilaporkan.
Laporan Harga Pokok Produksi
Kegiatan produksi selama suatu periode dilaporkan dalam laporan harga pokok produksi. Laporan ini
merupakan perhitungan harga pokok barang yang telah selesai diproduksi selama suatu periode.
Jurnal Dan Buku Besar
Untuk menggambarkan pencatatan dan laporan harga pokok produksi dalam sebuah perusahaan pabrik,
anggaplah transaksi­transaksi berikut ini terjadi pada PT Kartika Jaya, sebuah perusahaan pabrik.
­ Pembelian Bahan Baku
Selama tahun 1999 ,PT Kartika Jaya membeli secara kredit bahan baku seharga Rp 1.440.000.
Potongan pembelian, pembelian retur dan pengurangan harga serta transaksi­transaksi lain yang

Putera Batam Informatika

31

Dasar Akuntansi I

berhubungan dengan pembelian bahan baku diabaikan dalam contoh ini. Ayat jurnal yang perlu
dibuat :
DR. Pembelian Bahan Baku
CR
Hutang Dagang

1.440.000
1.440.000

­ Pemakaian Buruh Langsung
Selama tahun 1999 pembayaran kepada buruh langsung berjumlah Rp 150.000,­. Upah yang masih
harus dibayar pada akhir tahun berjumlah Rp 23.000,­. Ayat jurnal yang harus dibuat sebagai
berikut:
DR. Biaya Buruh Langsung
150.000
CR. Bank
150.000
DR. Biaya Buruh Langsung
23.000
CR. Hutang Biaya
23.000
­ Pemakaian Biaya Pabrikase
Selama tahun 1999 biaya pabrikase yang dibebankan dalam produksi berjumlah Rp 450.000,­.
Jumlah ini sudah termasuk ayat jurnal yang diperlukan. Ayat jurnal yang perlu dibuat pada waktu
pembelian atau pembayaran biaya­biaya tersebut adalah sebagai berikut :
DR. Biaya bahan pembantu
DR. Biaya buruh tidak langsung
DR. Biaya gaji pabrik
DR. Biaya listrik, air, telpon
DR. Biaya perlengkapan pabrik
DR. Biaya pemeliharaan & perbaikan Pabrik
DR. Biaya asuransi pabrik
DR. Biaya pabrikase lainnya
CR. Hutang dagang

150.000
140.000
40.000
37.000
15.000
50.000
13.000
5.000
450.000

Untuk biaya penyusutan ayat jurnalnya sebagai berikut :
DR. Biaya penyusutan pabrik
75.000
CR. Akum. Penyusutan mesin­mesin pabrik
75.000
DR. Biaya penyusutan pabrik
DR. Biaya penyusutan penjualan
DR. Biaya penyust. Adm. & umum
CR. Akum. Penyusutan bangunan
CR. Akum. Penyusutan kendaraan
CR. Akum. Penyusutan peralatan

9.500
9.500
9.500

7.500
16.000
5.000

Ayat jurnal penyusutan tersebut diatas terdiri dari dua bagian. Penyusutan mesin dibebankan
seluruhnya dalam biaya pabrik. Sementara penyusutan bangunan, kendaraan dan peralatan (total Rp
28.500) dialokasikan ke biaya pabrik, penjualan serta administrasi umum. Pengalokasian didasarkan
kepada penggunaan masing­masing aktiva tetap. Khusus untuk aktiva tak berwujud, misalnya
32

Putera Batam Informatika

Dasar Akuntansi I

goodwill dan hak paten, juga harus disusutkan. Penyusutan untuk aktiva tak berwujud disebut
amortisasi. Amortisasi aktiva tak berwujud dapat dialokasikan ke biaya pabrik, biaya penjualan
serta biaya administrasi umum. Ayat jurnal yang dibuat untuk mengalokasikan biaya amortisasi
adalah sebagai berikut :
DR. Biaya amortisasi pabrik
DR. Biaya amortisasi bag. Penjualan
DR. Biaya amortisasi bag. Adm. Umum
CR. Aktiva tak berwujud

12.500
6.250
6.250

25.000

Pertemuan 20
LATIHAN
Jurnal dan Posting ke Buku Besar
Pertemuan 21

NERACA LAJUR
PT KARTIKA JAYA
NERACA LAJUR
Tahun Berakhir 31 Desember 1999

Jurnal
Nama Perkiraan

Dana Kas Kecil

Neraca Saldo

Laporan Harga

Perhitungan

Neraca Saldo

Penyesuaian

Disesuaikan

Pokok Produksi

Rugi Laba

D

D

D

K

K

K

D

K

D

K

Neraca
D

K

1000

1000

0

1000

0

Bank

67600

67600

0

67600

0

Surat­surat Berharga

25000

25000

0

25000

0

Wesel tagih

20000

20000

0

20000

0

Piutang Dagang

187900

187900

0

187900

0

Persediaan bahan baku

197000

243000

197000

243000

0

243000

0

15000

20000

15000

20000

0

20000

0

285000

257000

285000

257000

0

257000

0

Persediaan dalam proses
Persediaan barang jadi
Biaya dibayar dimuka

12000

12000

0

12000

0

Investasi jangka panjang

50000

50000

0

50000

0

Tanah

75000

75000

0

75000

0

150000

150000

0

150000

0

0

15000

0

15000

750000

0

750000

0
150000

Bangunan
Akum. Penyust. Bangunan
Mesin­mesin

15000
750000

Akum. Penyust. Mesin
Kendaraan

150000
80000

Akum. Penyust. Kendaraan
Peralatan

32000
25000

Akum. Penyust. Peralatan
Aktiva Tak berwujud

10000
50000

0

150000

0

80000

0

80000

0

0

32000

0

32000

25000

0

25000

0

0

10000

0

10000

50000

0

50000

0

Putera Batam Informatika

33

Dasar Akuntansi I
Wesel Bayar

95000

0

95000

0

95000

Hutang dagang

145000

0

145000

0

145000

Kredit Modal kerja

195500

0

195500

0

195500

Hutang Biaya

45000

0

45000

0

45000

Kredit Investasi

600000

0

600000

0

600000

Saham biasa

400000

0

400000

0

400000

Laba ditahan

123500

0

123500

0

123500

3022000

0

3022000

Penjualan
Pembelian bahan baku

1440000

1440000

0

1440000

Biaya buruh langsung

173000

173000

0

173000

Biaya bahan pembantu

150000

150000

0

150000

Biaya buruh tidak langsung

140000

140000

0

140000

Biaya gaji­pabrik
Biaya listrik, air, telp.
Pabrik

40000

40000

0

40000

37000

37000

0

37000

Biaya perlengkapan pabrik
Biaya pemel.&
Perbk.pabrik

15000

15000

0

15000

50000

50000

0

50000

Biaya asuransi pabrik

13000

13000

0

13000

Biaya penyusutan pabrik

84500

84500

0

84500

Biaya amortisasi pabrik

12500

12500

0

12500
5000

Biaya pabrikase lain

5000

5000

0

Gaji & upah bag. Penjualan

75000

75000

0

75000

Biaya listrik, air, telp. Penj.

20000

20000

0

20000

Biaya perlengkapan penj.
Biaya pemel. &
Perbaik.penj.

25000

25000

0

25000

15000

15000

0

15000

Biaya asuransi penjualan

6000

6000

0

6000

Biaya penyusutan penj.

9500

9500

0

9500

Biaya amortisasi penjualan

6250

6250

0

6250

200000

200000

0

200000

60000

60000

0

60000

4250

4250

0

4250

Gaji & upah bag. Adm.

90000

90000

0

90000

Biaya listrik, air, telp. Adm.

15000

15000

0

15000

Biaya perlengkapan adm.
Biaya pemel. & Perbaik
adm.

8000

8000

0

8000

Biaya iklan & promosi
Biaya pengiriman
Biaya penjualan lain­lain

10000

10000

0

10000

Biaya asuransi adm.

3000

3000

0

3000

Biaya penyusutan adm.

9500

9500

0

9500

Biaya amortisasi adm.

6250

6250

0

6250

Biaya adm umum lainya

6560

6560

0

6560

113190

113190

0

113190

Biaya bunga

Total
Ikhtisar Harga Pokok
Produksi

Ikhtisar Rugi Laba

34

3022000

4833000

4833000

197000

243000

197000

243000

197000

243000

15000

20000

15000

20000

15000

20000

285000

257000

285000

257000

0

0

1017000 1017000 5353000

5353000

2372000

263000

Putera Batam Informatika

285000 257000

Dasar Akuntansi I

Harga Pokok Produksi

2109000 2109000

2372000 2372000 3076500 3279000

Laba Bersih

2013500

202500

1811000

202500

3279000 3279000

2013500

2013500

Pertemuan 22
LANJUTAN
Jurnal Penyesuaian
Ayat jurnal penyesuaian yang perlu dibuat untuk persediaan bahan baku adalah sebagai berikut :
DR. Ikhtisar Harga Pokok Produksi
197.000
CR. Persediaan bahan baku
197.000
DR. Persediaan bahan baku
CR. Ikhtisar harga pokok produksi

243.000
243.000

Ayat jurnal untuk persediaan barang dalam proses :
DR. Ikhtisar harga pokok produksi
15.000
CR. Persediaan dalam proses (awal)
15.000
DR. Persediaan dalam proses (akhir)
CR. Ikhtisar harga pokok produksi

20.000

20.000

Ayat jurnal penyesuaian untuk persediaan barang jadi :
DR. Ikhtisar Rugi Laba
285.000
CR. Persediaan barang jadi (awal)
285.000
DR. Persediaan barang jadi (akhir)
CR. Ikhtisar Rugi Laba

257.000
257.000

LAPORAN KEUANGAN
Dalam neraca lajur perusahaan pabrik terdapat satu kolom tambahan, yaitu laporan harga pokok
produksi. Angka­angka dalam kolom ini merupakan dasar untuk menyusun laporan harga pokok
produksi. Total debit dan kredit kolom ini adalah Rp 2.372.000,­ dan Rp 263.000,­. Selisih kedua angka
tersebut (Rp 2.109.000,­) merupakan harga pokok produksi. Jumlah ini dipindahkan ke kolom

Putera Batam Informatika

35

Dasar Akuntansi I

perhitungan rugi laba untuk menghitung harga pokok penjualan. Senjutnya prosedur penyelesaian
neraca lajur tidak berbeda dengan perusahaan dagang.

PT KARTIKA JAYA
Laporan Harga Pokok Produksi
Tahun Berakhir 31 Desember 1999
Pemakaian bahan baku :
Persediaan bahan baku, 1 Januari 1999
Pembelian bahan baku
Persediaan bahan baku tersedia untuk produksi
Persediaan bahan baku, 31 Desember 1999
Total pemakaian bahan baku

Rp
Rp
Rp
(
Rp

197.000
1.440.000
1.637.000
243.000 )
1.394.000

Biaya Buruh Langsung

Rp

173.000

Rp

547.000

Rp
Rp

2.114.000
15.000

Biaya Pabrikase :
Biaya bahan pembantu
Biaya buruh tidak langsung
Biaya gaji­pabrik
Biaya listrik, air, telpon­pabrik
Biaya perlengkapan­pabrik
Biaya pemeliharaan & perbaikan­pabrik
Biaya asuransi­pabrik
Biaya penyusutan­pabrik
Biaya amortisasi­pabrik
Biaya pabrikase lain­lain
Total biaya pabrikase

Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp

150.000
140.000
40.000
37.000
15.000
50.000
13.000
84.500
12.500
5.000

Total Biaya Pabrik
Persediaan dalam proses, 1 Januari 1999
36

Putera Batam Informatika

Dasar Akuntansi I

Total Biaya Produksi
Persediaan dalam proses, 31 Desember 1999
Harga Pokok Produksi

Rp
(
Rp

2.129.000
20.000 )
2.109.000

___________________________________________________________________________

Pertemuan 23
LATIHAN

Perhitungan Harga Pokok Porduksi

Pertemuan 24
PERHITUNGAN RUGI LABA PERUSAHAAN PABRIK
PT KARTIKA JAYA
Perhitungan Rugi Laba
Tahun berakhir 31 Desember 1999
_________________________________________________________________________
Penjualan Netto
Rp
3.022.000
Harga Pokok Penjualan :
Persediaan barang jadi, 1 Januari 1999 Rp
285.000
Harga Pokok Produksi
Rp
2.109.000
Persediaan barang jadi tersedia dijual
Rp
2.394.000
Persediaan barang jadi, 31 Desember ’99 (
257.000 )
Harga Pokok Penjualan
Rp
2.137.000
Laba Bruto

Rp

Biaya Usaha :
Biaya Penjualan :
Biaya gaji & upah­bag. Penjualan
Biaya listrik,air, telpon­bag.penjualan
Biaya perlengkapan­bag. Penjualan
Biaya pemeliharaan & perbaikan­penjualan
Biaya asuransi bag. Penjualan
Biaya penyusutan­bag. Penjualan

Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp

885.000

75.000
20.000
25.000
15.000
6.000
9.500

Putera Batam Informatika

37

Dasar Akuntansi I

Biaya amortisasi­bag. Penjualan
Biaya iklan & promosi
Biaya pengiriman
Biaya penjualan lain­lain
Total Biaya Penjualan
Biaya Administrasi & Umum :
Biaya gaji & upah
Biaya listrik, air & telpon
Biaya perlengkapan
Biaya pemeliharaan & perbaikan
Biaya asuransi
Biaya penyusutan
Biaya amortisasi
Biaya adm. & umum lain­lain
Total Biaya administrasi & umum
Laba Usaha
Biaya Lain­Lain ( bunga )

Rp
Rp
Rp
Rp

Rp

6.250
200.000
60.000
4.250
Rp

6.560
Rp
Rp
(

Laba Bersih

Rp

421.000

148.310
315.690
113.190 )
202.500

Pertemuan 25
LATIHAN
Perhitungan Rugi Laba

Pertemuan 26

JURNAL PENUTUP PERUSAHAAN PABRIK
Jurnal penutup yang harus dibuat oleh perusahaan pabrik tidak berbeda dengan perusahaan dagang.
Tetapi, termasuk dalam jurnal penutup perusahaan pabrik adalah penutupan atas perkiraan­perkiraan
yang berhubungan dengan kegiatan prouksi.
DR. Ikhtisar Harga Pokok Produksi
CR. Pembelian bahan baku
CR. Biaya buruh langsung
CR. Biaya bahan pembantu
CR. Biaya buruh tidak langsung
CR. Biaya gaji­pabrik
CR. Biaya listrik, air, telpon­pabrik
CR. Biaya perlengkapan pabrik
CR. Biaya pemeliharaan & perbaikan­pabrik
CR. Biaya asuransi­pabrik
CR. Biaya penyusutan pabrik
CR. Biaya amortisasi pabrik
CR. Biaya pabrikase lain­lain
38

Putera Batam Informatika

2.160.000
1.440.000
173.000
150.000
140.000
40.000
37.000
15.000
50.000
13.000
84.500
12.500
5.000

Dasar Akuntansi I

Setelah ayat jurnal penutup tersebut, perkiraan­perkiraan biaya pabrik akan bersaldo nol. Sementara itu,
perkiraan Ikhtisar Harga Pokok Produksi, setelah jurnal tersebut diatas, nampak seperti di bawah ini :
Nama Perkiraan : Ikhtisar Harga Pokok Produksi
Tanggal Keterangan

D

1999
Des. 31 Penyesuaian Persediaan
bahan baku awal
Penyesuaian Persediaan
bahan baku akhir
Penyesuaian Persediaan
dalam proses awal
Penyesuaian Persediaan
dalam proses akhir
Penutupan biaya pabrik

K

197,000

Saldo
D

K

197,000
243,000

46,000

15,000

31,000
20,000

2,160,000

51,000
2,109,000

Saldo debit Perkiraan Ikhtisar Harga Produksi sebesar Rp 2.109.000,­ merupakan harga pokok barang
selesai diproduksi. Jumlah ini kemudian ditutup ke Perkiraan Ikhtisar Rugi Laba. Ayat jurnal penutup
yang dibuat adalah :
DR.
CR.

Ikhtisar Rugi Laba
Ikhtisar Harga Pokok Produksi

2.109.000

GAJI DAN KEWAJIBAN LAINNYA

2.109.000
Pertemuan 27

Pengertian
Penggajian adalah imbalan yang diterima oleh pegawai atau karyawan sehubungan dengan tugas­tugas
administrasif yang diembannya, yang biasa ditetapkan secara bulanan, sedangkan upah adalah imbalan
yang diterima oleh buruh yang melakukan pekerjaan, yang biasanya ditetapkan secara harian, satuan
produksi atau borongan.
Kewajiban Pemberi Kerja
Perusahaan mempunyai kewajiban untuk :
 Membayar gaji dan upah sebagai imbalan atas tenaga kerja yang telah dimanfaatkan.
 Memotong gaji/upah dan menanggung iuran­iuran yang ditetapkan pemerintah sebagai akibat
hubungan kerja tersebut diatas misalnya iuran Astek.
 Memotong gaji/upah yang dibawakan kepada pegawai atau buruhnya, pajak penghasilan yang
dikenakan atas gaji dan upah tersebut dan kemudian menyetorkannya ke kas negara.
Disamping gaji dan upah, pegawai atau buruh mungkin memperoleh manfaat­manfaat lain yang
diberikan dalam bentuk tunjangan, misalnya tunjangan jabatan, tunjangan perumahan, tunjangan

Putera Batam Informatika

39

Dasar Akuntansi I

kesehatan, tunjangan hari raya, uang transpor, uang makan, dan lain­lain. Kadang­kadang tunjangan
tersebut diberikan dalam bentuk natura, misalnya tunjangan perumahan diberikan dalam bentuk
fasilitas menempati rumah dinas, uang transport dapat diberikan dalam bentuk pemakaian mobil atau
kendaraan bermotor lainnya., uang makan dapat diberikan dalam bentuk makanan, dan lain­lain.
Lembur
Menurut peraturan perburuhan di Indonesia, pegawai atau buruh yang bekerja lebih dari 40 jam
seminggu harus diberikan uang lembur terhadap kelebihan jam kerja tersebut. Apabila gaji dibayar
bulanan, tarif normal perjam sama dengan jumlah gaji bulanan dibagi 173 jam.
Contoh,
Bambang Purwanto bekerja pada PT. Batamindo, diberi gaji sebesar Rp. 346.000 perbulan ditambah
dengan tunjangan transpor sebesar Rp. 100.000 per bulan, biaya pengobatan Rp. 50.000 perbulan.
Selama bulan Juli 2001 Bambang Purwanto bekerja selama 194 jam. Jumlah jam kerja normal untuk
perusahaan tersebut selama bulan July 2001 adalah 168 jam. Lembur selama 26 jam ini dilakukan pada
hari dan tanggal sebagai berikut,
Lembur (hari)
Hari/Tanggal
Jum’at, 5 Sep 2001
Senin, 8 Sep. 2001
Selasa, 9 Sep. 2001
Kamis, 25 Sep 2001
Jum’at 26 Sep 2001
Senin, 29 Sep 2001
Selasa, 30 Sep 2001

Keterangan
Hari libur
Hari Kerja
Hari Kerja
Hari Kerja
Hari Kerja
Hari Kerja
Hari Kerja

Jumlah Jam
Kerja Aktual
11
10
10
11
10
11
11
74

Jumlah Jam
Kerja Normal

Kerja

8
8
8
8
8
8
48

2
2
3
2
3
3
15

Libur
11

11

Tentukan : berapa jumlah uang lembur dan gaji bruto yang harus dibayar oleh PT.Batamindo kepada
Bambang Purwanto untuk bulan September 2001 ?
Penyelesaian :
1. Perhitungan uang lembur yang akan diterima oleh Bambang Purwanto adalah sebagai berikut:
 Lembur jam pertama pada hari kerja = 6 x 1,5 x Rp. 2.000
=
Rp.
18.000
 Lembur jam kedua dst pada hari kerja = 9 x 2 x Rp. 2.000
=
36.000
 Lembur tujuh jam pertama pada hari libur = 7 x 2 x Rp. 2.000 =
28.000
 Lembur jam kedelapan,dst pada hari libur = 4 x 3 x Rp. 2.000 =
24.000
Rp. 106.000
2. Gaji kotor yang akan diterima oleh Bambang Purwanto adalah sebagai berikut :
a. Gaji pokok
= Rp. 346.000
b. Uang lembur
=
106.000
c. By. Pengobatan
=
50.000
d. Tunjangan transpor
=
100.000
Jumlah gaji bruto
= Rp. 602.000
40

Putera Batam Informatika

Dasar Akuntansi I

Bonus
Perusahaan kadang­kadang memiliki perjanjian pemberian bonus dengan karyawan. Mereka yang
mendapat bonus umumnya adalah personil­personil kunci dalam perusahaan. Perjanjian bonus bisa
didasarkan pada bermacam­macam faktor misalnya kelebihan penjualan diatas jumlah tertentu.
Contoh,
PT. Batam Indah memberi bonus kepada karyawannya sebesar 10 % dari penjualan. Penjualan pada
bulan tersebut berjumlah Rp. 200.000.000, berapa bonus yang harus dibayarkan oleh perusahaan, dan
buatlah jurnalnya ?
Penyelesaian :
Bonus
= Penjualan pada bulan tsb x 10 %
= Rp. 200.000.000 x 10 % = Rp. 20.000.000
Jurnal
(D)
Biaya bonus
20.000.000
(K)
Utang Bonus

20.000.000

Apabila bonus dibayar, maka jurnalnya adalah sebagai berikut,
(D)
Utang bonus
20.000.000
(K)
Kas
20.000.000
Pajak Penghasilan
Gaji dan upah yang diterima karyawan adalah objek pajak penghasilan seperti ditentukan dalam
Undang­undang Pajak Penghasilan tahun 1984 bahwa atas gaji dan upah harus dikenakan pajak
penghasilan.

Penghasilan yang diterima karyawan tetap (penghasilan bruto) terdiri dari :
 Penghasilan teratur, misalnya gaji, upah, honorarium, uang lembur, uang tunjangan, dll.
 Penghasilan tak teratur seperti jasa produksi , tunjangan hari tua, dll.
Yang tidak termasuk dalam penghasilan adalah sebagai berikut :
 Pembayaran dari perusahaan asuransi karena kecelakaan, sakit, atau meninggalnya tertanggung,
dll.
 Penerimaan dalam bentuk natura dan kenikmatan lainnya, termasuk pajak yang ditanggung oleh
pemberi kerja.
Pengurangan
Pajak penghasilan karyawan dihitung atas Penghasilan Kena Pajak (PKP), untuk menghitung
Penghasilan Kena Pajak sama dengan Penghasilan bruto dikurangi dengan pengurangan­pengurangan
yang diperbolehkan untuk pajak.
Biaya­biaya untuk mendapatkan, menagih dan memelihara penghasilan telah ditetapkan yaitu :
Putera Batam Informatika

41

Dasar Akuntansi I

 Biaya jabatan sebesar 5% dari penghasilan bruto , yaitu setinggi­tingginya Rp. 1.296.000
setahun atau Rp. 108.000 sebulan.
 Biaya pensiun adalah biaya untuk mendapatkan, menagih, dan iuran pensiun setinggi­tingginya
Rp. 432.000 setahun atau Rp. 36.000 sebulan.
Perhitungan
Apabila penghasilan kena pajak telah dapat ditentukan, maka pajak penghasilan dihitung dengan
menetapkan tarif yang berlaku yaitu :
Penghasilan Kena Pajak (PKP)
0
­
25.000.000
25.000.000 ­
50.000.000
50.000.000 ­ 100.000.000
100.000.000 ­ 200.000.000
Di atas 200.000.000

Tarif
5%
10 %
15 %
25 %
35 %

Contoh.
Hasan bekerja pada PT. Batamindo dengan memperoleh gaji sebulan sebesar
Rp. 850.000, dan
membayar iuran pensiun sebesar Rp. 30.000, Hasan menikah dan mempunyai anak satu. Hitunglah
Pajak Penghasilan pasal 21 (Pph psl 21) perbulan ?
Penyelesaian,
Gaji Sebulan

Pengurangan

1. Biaya jabatan 5 % x 850.000
2. Iuran pensium

Rp. 850.000
= Rp. 42.500
=
30.000

Penghasilan Netto sebulan
Penghasilan netto setahun adalah
12 x Rp. 777.500
42

( 72.500)
Rp. 777.500
Rp. 9.330.000
Putera Batam Informatika

Dasar Akuntansi I

1. PTKP (K/1)
e. Untuk wajib pajak sendiri
= Rp. 2.880.000
f. Tambahan wajib pajak kawin =
1.440.000
g. Tambahan 1 anak
=
1.440.000
( 5.760.000)
Penghasilan Kena Pajak (PKP) setahun
PPh Psl 21 setahun terhutang :
5 % x Rp. 3.570.000
PPh Psl 21 sebulan terhutang

Rp.3.570.000

= Rp. 178.500
= Rp. 178.500
12
= Rp. 14.875

Pertemuan 28
LATIHAN
Perhitungan Gaji & Review

Putera Batam Informatika

43

Judul: Dasar Akuntansi

Oleh: Oppa Katrok


Ikuti kami