Buku Pengantar Akuntansi

Oleh Rika Kartika

22 tayangan
Bagikan artikel

Transkrip Buku Pengantar Akuntansi

PENGANTAR
AKUNTANSI 2

Pengantar Akuntansi 2

i

ii

Pengantar Akuntansi 2

PENGANTAR AKUNTANSI 2

Penulis:
Dina Khairuna Siregar, SE, Ak., MM.
Ina Khodijah, S.E.I., M.Ak.
Rika Kartika, ST. M.Ak.

PENERBIT:
CV. AA. RIZKY
2020
Pengantar Akuntansi 2

iii

PENGANTAR AKUNTANSI 2
© Penerbit CV. AA RIZKY
Penulis:

Dina Khairuna Siregar, SE, Ak., MM.
Ina Khodijah, S.E.I., M.Ak.
Rika Kartika, ST. M.Ak.
Editor :
Khaerul Ikhwan, SE.
Desain Sampul dan Tata Letak:
Tim Kreasi CV. AA. RIZKY
Cetakan Pertama, April 2020
Penerbit:
CV. AA. RIZKY
Jl. Raya Ciruas Petir, Puri Citra Blok B2 No. 34
Kecamatan Walantaka, Kota Serang - Banten, 42183
Hp. 0819-06050622, Website : www.aarizky.com
E-mail: aa.rizkypress@gmail.com

Anggota IKAPI

No. 035/BANTEN/2019

ISBN : 978-623-7726-66-1
viii + 90 hlm, 23 cm x 15,5 cm

Copyright © 2020 CV. AA. RIZKY
Hak cipta dilindungi undang-undang
Dilarang memperbanyak buku ini dalam bentuk dan dengan cara
apapun tanpa ijin tertulis dari penulis dan penerbit.
Isi diluar tanggungjawab Penerbit

iv

Pengantar Akuntansi 2

Undang-undang No.19 Tahun 2002 Tentang Hak Cipta
Pasal 72

1. Barang siapa dengan sengaja melanggar dan tanpa hak
melakukan perbuatan sebagaimana dimaksud dalam pasal
ayat (1) atau pasal 49 ayat (1) dan ayat (2) dipidana
dengan pidana penjara masing-masing paling sedikit 1
(satu)
bulan
dan/atau
denda
paling
sedikit
Rp.1.000.000,00 (satu juta rupiah), atau pidana penjara
paling lama 7 (tujuh) tahun dan/atau denda paling banyak
Rp.5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah).
2. Barang siapa dengan sengaja menyiarkan, memamerkan,
mengedarkan, atau menjual kepada umum suatu ciptaan
atau barang hasil pelangaran hak cipta terkait sebagai
dimaksud pada ayat (1) dipidana dengan pidana penjara
paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling banyak
Rp.500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah)
Pengantar Akuntansi 2

v

PRAKATA
Alhamdulillah, segala puji dan syukur penulis
panjatkan kehadirat Alloh SWT karena buku ini selesai
disusun. Buku ini disusun untuk membantu para mahasiswa
dalam mempelajari materi pengantar akuntansi II yaitu
tentang konsep dasar pengakuan aset tetap , liabilitas,ekuitas
dan investasi.
Penulis menyadari apabila dalam penyusunan buku ini
terdapat kekurangan, tetapi penulis meyakini sepenuhnya
bahwa sekecil apapun buku ini tetap memberikan manfaat.
Tak lupa ucapan terima kasih kepada Tim Penyusun
dan pihak-pihak yang membantu terselesainya buku ini.
Semoga amalnya di terima Allah sebagai amal jariyah dan
buku ini dapat bermanfaat.

Serang, April 2020
Penulis

vi

Pengantar Akuntansi 2

DAFTAR ISI
PRAKATA .................................................................................................... vi
DAFTAR ISI ................................................................................................ vii
BAB I

PIUTANG .................................................................................. 1
1.1 Definisi Piutang........................................................... 1
1.2 Jenis Piutang................................................................. 1
1.3 Piutang Dagang ........................................................... 1
1.4 Penilaian Piutang Dagang ...................................... 2
1.5 Estimasi Piutang Tak Tertagih ............................ 6
1.6 Piutang Wesel .............................................................. 8
1.7 Pelaporan dan Analisis Piutang .......................... 10
1.8 Soal Latihan .................................................................. 12

BAB II

ASET TETAP DAN ASET TIDAK TETAP .................... 15
2.1 Definisi Aset Tetap .................................................... 15
2.2 Penentuan Biaya Perolehan Aset Tetap .......... 15
2.3 Penyusutan Aset Tetap ........................................... 19
2.4 Pelepasan Aset Tetap ............................................... 23
2.5 Sumber Daya Alam .................................................... 25
2.6 Aset Tidak Berwujud................................................ 26
2.7 Soal Latihan .................................................................. 28

BAB III HUTANG LANCAR................................................................ 31
3.1 Definisi Hutang Lancar............................................ 31
3.2 Jenis Hutang Lancar .................................................. 31
3.3 Pelaporan dan Analisis Hutang Lancar ........... 37
3.4 Soal Latihan .................................................................. 37
BAB IV HUTANG JANGKA PANJANG ........................................... 1
4.1 Definisi Hutang Jangka Panjang .......................... 41
Pengantar Akuntansi 2

vii

4.2
4.3
4.4
4.5

Obligasi ............................................................................ 42
Jenis- Jenis Obligasi ................................................... 43
Metode Pencacatan Obligasi ................................. 46
Prosedur
Amortisasi
Premium
dan
DiskonObligasi ............................................................. 49
BAB V PEMBENTUKAN PERUSAHAAN PERSEROAN,
SALDO LABA DAN TRANSAKSI SAHAM .................... 51
5.1 Pengertian dan karakteristik Perseroan
Terbatas .......................................................................... 51
5.2 Sumber Modal Perseroan Terbatas ................... 51
5.3 Komponen Utama dari Ekuitas Pemegang
Saham............................................................................... 52
5.4 Penggolongan Saham dalam Perseroan
Terbatas .......................................................................... 57
5.5 Prosedur Akuntansi dalam Penerbitan
Saham............................................................................... 58
5.6 Kebijakan Dividen ...................................................... 66
5.7 Soal Latihan ................................................................... 70
BAB VI INVESTASI JANGKA PANJANG ....................................... 73
6.1 Pengertian Investasi ................................................. 73
6.2 Tujuan Investasi Jangka Panjang ........................ 73
6.3 Jenis Investasi .............................................................. 73
6.4 Metode Pencatatan Investasi Saham ................ 74
6.5 Masalah Akuntansi Investasi Saham ................. 74
6.6 Investasi Jangka Panjang Obligasi ...................... 78
6.7 Masalah Akuntansi Investasi Obligasi .............. 78
6.8 Penentuan Harga Perolehan Obligasi ............... 79
6.9 Penghentian/Pengalihan Investasi Obligasi . 83
6.10 Pertukaran Obligasi dengan Saham .................. 85
6.11 Soal Latihan ................................................................... 85
DAFTAR PUSTAKA.................................................................................. 87
TENTANG PENULIS ................................................................................ 88

viii

Pengantar Akuntansi 2

BAB I
PIUTANG
1.1 Definisi Piutang
Piutang adalah jumlah kewajiban seseorang atau
perusahaan, dimana diharapkan diterima dalam bentuk uang
kas. Piutang terjadi karena perusahaan menjual barang atau
jasa secara kredit. Manajemen piutang sangat penting karena
piutang menggambarkan salah satu asset perusahaan yang
nilainya signifikan dari total aset.
1.2 Jenis Piutang
Biasanya piutang diklasifikasikan menjadi 3 yaitu :
1. Piutang Dagang (Account Receivable)
2. Wesel Tagih (Notes Receivable)
3. Piutang Lainnya
1.3 Piutang Dagang
Piutang

dagang

merupakan

hak

atau

tagihan

perusahaan terhadap pihak lainnya yang pada akhirnya akan
dimintakan pembayarannya apabila telah pada waktunya.
Pengakuan terjadinya piutang bagi perusahaan jasa yaitu
ketika perusahaan memberikan jasa kepada pelanggan secara
kredit sementara untuk perusahaan dagang piutang dagang
dicatat terjadi ketika perusahaan menjual barang dagang
secara kredit.
Pengantar Akuntansi 2

1

Ilustrasi contoh piutang dagang sebagai berikut,
asumsi pada tanggal 1 Februari 2019 Toko Rejeki menjual
barang dagangan secara kredit

kepada Toko Maju Lancar

sebesar Rp. 1.000.000 dengan syarat 2/10,n/30. Pada tanggal
5 Februari 2019 Toko Maju Lancar mengembalikan barang
yang dibelinya dari Toko Rejeki senilai Rp.100.000,-. Pada
tanggal 11 Februari 2019 Toko Rejeki menerima pelunasan
dari Toko Maju Lancar atas piutangnya. (Asumsi :Harga Pokok
Penjualan diabaikan).

1.4 Penilaian Piutang Dagang
Perusahaan melaporkan total piutang dagangnya di
dalam laporan posisi keuangan, tetapi seringkali mengalami
kesulitan untuk menghitung jumlah piutangnya yang pasti
karena adanya piutang yang tidak tertagih. Untuk itu
perusahaan mencatat piutang tak tertagih sebagai beban
piutang tak tertagih (Bad Debt Expense) atau istilah lainnya
beban piutang ragu-ragu (Uncollectible account expense)
Terdapat dua metode akuntansi untuk piutang tak
tertagih :
1. Metode penghapusan langsung (Direct Write off Method)
yaitu mencatat beban piutang tak tertagih pada saat
piutang benar benar tidak tertagih

2

Pengantar Akuntansi 2

2. Metode penyisihan (Allowance Method) yaitu mencatat
beban piutang tak tertagih dengan mengestimasi jumlah
piutang tak tertagih pada akhir periode akuntansi
Metode Penghapusan Langsung (Direct Write off Method)
Dengan metode penghapusan langsung, perusahaan
menentukan jumlah piutang tak tertagih dan membebankan
kerugian pada Beban Piutang Tak Tertagih (Bad Debt
Expense).
Ilustrasi : Toko Makmur menghapus piutang tak
tertagih dari Toko Jaya sebesar Rp. 150.000,- pada tanggal 20
Desember, Maka Toko Makmur akan mencatat jurnal sebagai
berikut :

Dengan metode ini beban piutang tak tertagih hanya akan
dilaporkan sebesar jumlah actual kerugian piutang yang tidak
tertagih. Perusahaan melaporkan piutang dagang dengan nilai
jumlah kotor. Selain itu dengan metode penghapusan langsung
perusahaan sering mencatat piutang tak tertagih tidak sama
dengan periode pencatatan pendapatan. Dalam metode
penghapusan langsung juga tidak menunjukkan piutang dalam
laporan posisi keuangan pada jumlah yang sebenarnya
diharapkan

diterima

oleh

perusahaan.

Maka

metode

penghapusan langsung tidak dapat diterima untuk tujuan
pelaporan keuangan.
Metode Penyisihan (Allowance Method)
Metode penyisihan digunakan untuk mengestimasi
jumlah piutang tak tertagih di akhir periode akuntansi. Metode

Pengantar Akuntansi 2

3

ini lebih sesuai dengan memadukan beban dengan pendapatan
pada periode yang sama pada laporan laba rugi. Perusahaan
akan melaporkan piutang pada laporan posisi keuangan
sebesar kas yang dapat direalisasikan (Cash Net Realizable
Value). Kas yang dapat direalisasikan adalah jumlah uang kas
bersih yang akan diterima perusahaan. Metode ini mengurangi
jumlah piutang dagang dalam laporan posisi keuangan dengan
estimasi piutang tdak tertagih.
Perusahaan wajib menggunakan metode penyisihan
dalam pelaporan keuangan ketika piutang tak tertagih
jumlahnya material. Dalam metode ini ada 3 hal penting yaitu :
1. Perusahaan mengestimasi jumlah piutang dagang tak
tertagih, dengan memadukan beban piutang tak tertagih
terhadap pendapatan pada periode akuntansi yang sama
saat mencatat pendapatan
2. Perusahaan mendebit akun beban piutang tak tertagih dan
mengkredit akun Penyisihan Piutang Tak Tertagih dicatat
melalui jurnal penyesuain pada akhir periode. Penyisihan
Piutang Tak Tertagih adalah akun lawan (contra) dari
Piutang Dagang
3. Ketika perusahaan menghapus piutang, maka akun debit
Penyisihan Piutang Tak Tertagih dan kredit adalah akun
Piutang Dagang
Ilustrasi Metode Penyisihan Piutang Tak Tertagih,
Asumsi

Milenial

Co

mempunyai

saldo

penjualan

Rp.

25.000.000 pada tahun 2018. Dari jumlah tersebut sebesar
Rp.500.000 menjadi piutang pada tanggal 31 Desember 2018.
Diestimasi bahwa sebesar Rp, 100.000 tidak akan tertagih.
Maka jurnal penyesuainnya adalah :

4

Pengantar Akuntansi 2

Jumlah

Rp,

400.000

pada

ilustrasi

dibawah

ini

menggambarkan nilai realisasi kas dari piutang pada tanggal
laporan.

Penghapusan Piutang Tak Tertagih
Ilustrasi asumsi bahwa Milenial Co menghapus sebesar
Rp25.000

piutang PT.ABC pada tanggal 1 Februari 2019.

Jurnal entry untuk penghapusan piutang tersebut adalah :

Setelah jurnal diatas di posting maka penghapusan piutang tak
tertagih akan mengurangi jumlah piutang dagang dan
penyisihan piutang tak tertagih. Dapat dilihat dari buku besar
dibawah ini :

Pemulihan Piutang Tak Tertagih
Terkadang perusahaan dapat menagih ke customer
piutang yang sudah dihapus. Maka langkah yang harus
dilakukan perusahaan ada 2 :
Pengantar Akuntansi 2

5

1. Membalikkan jurnal penghapusan dengan cara mendebit
akun piutang dagang dan mengkredit penyisihan piutang
tak tertagih
2. Mencatat penerimaan pembayaran piutang dari customer
dengan cara mencatat debit akun kas dan mengkredit akun
piutang dagang
Ilustrasi asumsi bahwa PT ABS membayar piutangnya
pada tanggal 15 Mei 2019 sebesar Rp.25.000 yang telah
dihapus oleh Millenial Co, maka Milenial Co akan mencatat
jurnal sebagai berikut :

1.5 Estimasi Piutang Tak Tertagih
Ada dua cara yang dilakukan untuk menentukan
besarnya estimasi atas piutang tak tertagih yaitu :
1. Persentase Penjualan
Perusahaan memperkirakan berapa persen dari
penjualan kredit tidak akan tertagih. Persentase ini
didasarkan pada pengalaman masa lalu dan kebijakan
kredit. Menekankan pencocokan pencatatan antara biaya
dengan pendapatan.
Jurnal penyesuaian adalah untuk mencatat piutang
tak tertagih dan mengabaikan saldo yang ada di Akun
Penyisihan Piutang Tak tertagih
llustrasi:

Asumsi

bahwa

PT.

ABC

memilih

untuk

menggunakan dasar persentase penjualan. Diestimasi
6

Pengantar Akuntansi 2

bahwa 2% dari penjualan kredit bersih akan menjadi tidak
tertagih. Jika penjualan kredit bersih untuk 2018 adalah Rp
100.000.000, maka jurnal penyesuaiannya adalah:

2. Persentase Piutang
Perusahaan menetapkan persentase antara jumlah
piutang dan kerugian yang diperkirakan dari piutang yang
tidak tertagih. Ada 2 metode yang digunakan yaitu :
a. Berdasarkan prosentase tertentu dari jumlah saldo
akhir piutang usaha yaitu berdasarkan data historis
b. Berdasarkan klasifikasi/pengelompokan umur piutang.
Ilustrasi: Asumsi saldo neraca percobaan yang belum
disesuaikan menunjukkan Penyisihan Piutang Tak Tertagih
dengan

saldo

kredit

Rp.

250.000.

Siapkan

jurnal

penyesuaian dengan asumsi Rp. 1.300.00 adalah estimasi
piutang tak tertagih dari umur piutang.

Pengantar Akuntansi 2

7

1.6 Piutang Wesel
Piutang

wesel

atau

surat

perjanjian

piutang

(promissory note) merupakan janji tertulis untuk membayar
sejumlah uang (nilai nominal), biasanya disertai dengan bunga
pada saat diminta atau pada saat waktu yang telah ditentukan
di kemudian hari. Piutang wesel digunakan saat (1) ketika
perorangan atau perusahaan meminjamkan uang (2) ketika
jumlah transaksi melewati batas normal pinjaman (3)
pelunasan piutang dagang
Karakteristik dari piutang wesel adalah sebagai
berikut :
1. Pihak yang membuat wesel tagih disebut sebagai Maker
(Pembuat Wesel Tagih)
2. Pihak yang akan menerima pembayaran disebut sebagai
Payee (Penerima Pembayaran)
3. Nilai Nominal merupakan jumlah saat wesel disepakati di
awal. Tanggal penerbitan merupakan tanggal saat wesel
diterbitkan
Menghitung Bunga
Rumus untuk menghitung bunga piutang wesel adalah
sebagai berikut :

8

Pengantar Akuntansi 2

Pengakuan Piutang Wesel
Contoh ilustrasi Mitra Co pada tanggal 1 April
menebitkan piutang wesel sebesar Rp.1.000.000 untuk
melunasi piutang dagangnya kepada PT. Rejeki Lancar dengan
bunga 12%, jangka waktu 2 bulan, maka jurnal entry yang di
catat oleh PT Rejeki Lancar adalah sebagai berikut :

Pencatatan jurnal saat PT. Rejeki Lancar menerima pelunasan
wesel tagih pada tanggal 1 juni adalah sebagai berikut :

Akrual Piutang Bunga
Ilustrasi : Mitra Co pada tanggal 1 November 2018
menebitkan piutang wesel sebesar Rp.1.000.000 untuk
melunasi piutang dagangnya kepada PT. Rejeki Lancar dengan
bunga 12%, jangka waktu 4 bulan, maka jurnal entry yang di
catat oleh PT Rejeki Lancar adalah sebagai berikut :

Pengantar Akuntansi 2

9

Piutang wesel jatuh tempo tetapi tidak dapat ditagih
Ilustrasi : PT ABC meminjamkan uang kepada PT.
Bersama sebesar. Rp 10.000.000 pada tanggal 1 Juni, PT ABC
menerima piutang wesel dengan tingkat bunga 9% jangka
waktu lima bulan, jurnal pencatatan transaksi tersebut pada
tanggal 1 November saat jatuh tempo dan PT bersama belum
melunasi Piutang Wesel adalah :

1.7 Pelaporan dan Analisis Piutang
Pelaporan Piutang
Pelaporan Piutang dalam Laporan Posisi Keuangan
harus dilaporkan sebagai berikut :
1. Identifikasi dalam laporan posisi keuangan atau dalam
catatan setiap jenis piutang.
2. Laporkan piutang jangka pendek sebagai aset lancar.
3. Laporkan jumlah piutang bruto dan akun penyisihan
piutang ragu-ragu.
Pelaporan Piutang dalam Laporan Laba Rugi harus
dilaporkan sebagai berikut :
1. Laporkan beban piutang tak tertagih sebagai biaya
penjualan.
2. Laporkan pendapatan bunga di bawah “Penghasilan dan
beban lain-lain.”
Analisis Piutang
Ada metode untuk melakukan Analisis Piutang
perusahan, yaitu:

10

Pengantar Akuntansi 2

1. Perputaran

Piutang

Dagang

(Turnover

Account

Receivable)
Penjualan Kredit Bersih : Rata-rata bersih Piutang Dagang
= Perputaran Piutang Dagang
2. Jumlah

hari

penjualan

dalam

piutang

(Average

Collection period in days)
Hari dalam 1 tahun : Perputaran Piu Dagang = Jumlah
hari penjualan dalam piutang
Ilustrasi : Dalam satu tahun terakhir PT. Transmart
memiliki penjualan bersih Rp 547.000.00 Dan memiliki saldo
piutang awal (bersih) sebesar Rp 53.500.000 juta dan saldo
piutang akhir (bersih) sebesar Rp 72.000.000. Dengan asumsi
bahwa penjualan PT. Transmart semuanya secara kredit,
perputaran piutang dagangnya dihitung sebagai berikut.
Perputaran Piutang Dagang
Penjualan Kredit Bersih : Rata-rata bersih Piutang Dagang =
Perputaran Piutang Dagang
547.000.000 : (53.500.000+72.000.000)/2 = 8,72 kali
Jumlah hari penjualan dalam piutang
Hari dalam 1 tahun : Perputaran Piu Dagang = Jumlah hari
penjualan dalam piutang
360 hari : 8,72 = 41 hari

Pengantar Akuntansi 2

11

1.8 Soal Latihan
Soal Latihan
1. PT. ABC melakukan transaksi sebagai berikut :
a. Pada tanggal 1 April menjual barang dagang secara
kredit sebesar Rp. 2.000.000 kepada Mirna Elisa secara
kredit
b. Pada tanggal 5 April Mirna Elisa mengembalikan barang
yang dibeli karena rusak senilai Rp. 300.000
c. Pada tanggal 11 April Mirna Elisa melunasi piutang
dagangnya
Instruksi : Catatlah jurnal transaksi PT ABC diatas !
2. Duta solution memiliki akun penjualan kredit sebesar
Rp.50.000.000 dan sisa sebesar 750.000 belum tertagih
pada akhir tahun. Perusahaan memperkirakan bahwa
sebesar Rp 175.000 dari piutang tidak akan tertagih.
Instruksi : Catatlah jurnal untuk mencatat estimasi piutang
tak tertagih !
3. Pada akhir tahun 2018, Mega Stores mempunyai saldo
piutang dagang sebesar Rp. 25.000.000 dan penyisihan
piutang ragu sebesar Rp. 780.000,-. Pada tanggal 14 April
2019

perusahan

mempelajari

bahwa

piutang

Paul

Appliences tidak akan tertagih dan perusahaan menyetujui
untuk menghapus piutang Peter Appliences sebesar Rp.
160.000,Instruksi :
a. Siapkan

jurnal

untuk

menghapus

piutang

Paul

Appliences
b. Siapkan jurnal seandainya pada tanggal 1 Mei Paul
Appliences melunasi piutangnya yang sudah dihapus
oleh Mega Stores

12

Pengantar Akuntansi 2

4. PT. Berkah memiliki akun di buku besarnya pada akhir
tahun menunjukkan informasi sebagai berikut :
Piutang Usaha Dr Rp. 25.000.000.
Pendapatan Penjualan Cr Rp. 80.000.000.
Penyisihan Piutang Tak Tertagih Dr Rp 1.500.000.
Piutang tak tertagih diperkirakan 10% dari piutang.
Instruksi : Persiapkan entri untuk mencatat jurnal
penyesuaian Penyisihan untuk Piutang Tak Tertagih.
5. Mitra Aksesoris menerima piutang wesel dari Leonard
sebesar Rp. 3.000.000, jangka waktu 90-hari, tingkat bunga
6% pada tanggal 10 Mei sebagai penyelesaian Piutang
Leonard yang sudah jatuh tempo. Piutang wesel jatuh
tempo pada tanggal 8 Agustus. Instruksi : Jurnal apa yang
dibuat Mitra Aksesoris pada tanggal jatuh tempo, dengan
asumsi Leonard melunasi piutang wesel dan bunga penuh
6. Duta Office Supplies memiliki penjualan bersih Rp
123.000.00

Dan memiliki saldo piutang awal (bersih)

sebesar Rp 18.500.000 juta dan saldo piutang akhir
(bersih) sebesar Rp 25.000.000. Asumsi bahwa penjualan
Duta Office Supplies semuanya secara kredit.
Instruksi : Hitung perputaran piutang dagang dan jumlah
hari penjualan dalam piutang !

*****

Pengantar Akuntansi 2

13

14

Pengantar Akuntansi 2

BAB II
ASET TETAP DAN ASET
TIDAK TETAP
2.1 Definisi Aset Tetap
Aset tetap dalam akuntansi adalah aset berwujud yang
dimiliki untuk digunakan dalam produksi atau penyediaan
barang atau jasa, untuk direntalkan kepada pihak lain, atau
untuk tujuan administratif; dan diharapkan untuk digunakan
selama lebih dari satu periode.
Aset tetap memiliki 3 karakteristik yaitu :
1. Mempunyai bentuk fisik
2. Digunakan dalam operasi perusahaan
3. Tidak untuk dijual
Biasanya aset tetap disebut juga property dan
peralatan. Aset tetap ini di dalam perusahaan digunakan untuk
beberapa jangka waktu, kecuali tanah, asset tetap lainnya akan
mengalami penurunan masa manfaat.
2.2 Penentuan Biaya Perolehan Aset Tetap
Prinsip

biaya

historis

mensyaratkan

bahwa

perusahaan mencatat nilai aset tetap pada biaya perolehan.
Biaya perolehan terdiri dari semua biaya yang diperlukan
untuk memperoleh aset dan membuat aset siap untuk
digunakan sesuai tujuannya.
Pengantar Akuntansi 2

15

Tanah
Semua biaya yang dikeluarkan agar tanah siap untuk
digunakan yang akhirnya akan meningkatkan jumlah nilai
tanah. Biaya biasanya termasuk:
1. Harga pembelian tanah
2. Biaya proses seperti biaya pengacara,
3. Biaya komisi broker real estat,
4. Pajak properti yang masih harus dibayar dan hak gadai
lainnya yang ditanggung pembeli, dan
Ilustrasi : PT. Murah Rejeki membeli real estat dengan biaya
tunai Rp 200.000.000. Properti ini berisi gudang tua yang
dihancurkan dengan biaya bersih Rp. 15.000.000. Pengeluaran
tambahan adalah biaya pengacara, sebesar Rp 10.000.000, dan
komisi broker real estat, Rp 4.000.000.
Diminta: Tentukan jumlah yang akan dilaporkan sebagai nilai
tanah.
Tanah
Harga Tanah

Rp. 200.000.000

Biaya penghancuran gudang

15.000.000

Biaya Pengacara

10.000.000

Biaya Komisi Broker Real Estate

4.000.000

Biaya Perolehan Tanah

Rp.229.000.000,-

PT. Murah rejeki mencatat jurnal sebagai berikut :
Tanah

229.000.000,Kas

229.000.000,-

Gedung
Gedung adalah fasilitas yang digunakan dalam operasi
perusahaan, seperti toko, pabrik, gudang dll. Biaya perolehan

16

Pengantar Akuntansi 2

gedung adalah biaya yang terkait langsung dengan pembelian
atau pembangunan konstruksi :
 Biaya pembelian:
Harga pembelian, biaya pengacara, asuransi hak milik, dan
komisi broker real estat.
Renovasi dan penggantian atau perbaikan atap, lantai,
kabel listrik, dan pipa ledeng.
 Biaya konstruksi:
Harga kontrak ditambah pembayaran untuk biaya arsitek,
izin bangunan, dan biaya penggalian.
Peralatan
Peralatan termasuk asset yang digunakan dalam
operasi perusahaan seperti mesin pabrik, truk, dan pesawat.
Biaya

perolehan

peralatan

adalah semua

biaya

yang

dikeluarkan untuk memperoleh peralatan dan menyiapkannya
untuk siap digunakan.
Biasanya biaya ini termasuk:
o Harga pembelian tunai.
o PPN
o Biaya pengiriman.
o Asuransi selama transit dibayar oleh pembeli.
o Pengeluaran

yang

dibutuhkan

dalam

perakitan,

pemasangan, dan pengujian unit.
Ilustrasi: PT. Maju Lancar membeli mesin pabrik dengan
harga tunai Rp 75.000.000 Pengeluaran terkait adalah PPN Rp.
7.500.000, asuransi selama pengiriman Rp.2.500.000, dan
pemasangan dan pengujian mesin Rp. 3.000.00.
Diminta: Tentukan jumlah yang akan dilaporkan sebagai nilai
mesin.

Pengantar Akuntansi 2

17

Mesin
Harga Mesin

Rp.

75.000.000

PPN

7.500.000

Biaya asuransi

2.500.000

Biaya Pemasangan dan Pengujian Mesin

3.000.000

Biaya Perolehan Mesin

Rp. 88.000.000,-

PT. Murah rejeki mencatat jurnal sebagai berikut :
Peralatan

88.000.000,Kas

88.000.000,-

Ilustrasi: PT. Jaya Abadi membeli truk pengiriman dengan
harga tunai Rp 125.000.000 Pengeluaran terkait adalah PPN
Rp.12.500.000, biaya pengecatan Rp 5.000.000, biaya surat ijin
kendaraan bermotor Rp. 3.000.000, dan polis asuransi
kecelakaan untuk tiga tahun Rp 7.500.000.
Diminta : Hitung biaya perolehan truk.
Truk
Harga Truk

Rp. 125.000.000

PPN

12.500.000

Biaya pengecatan

5.000.000

Biaya Perolehan Truk

Rp. 142.500.000,-

Biaya surat surat kendaraan bermotor dicatat sebagai
beban, sementara asuransi truk dicatat sebagai asuransi
dibayar dimuka. Maka jurnal entry yang dicatat oleh PT. Jaya
Abadi adalah sebagai berikut :
Peralatan

142.500.000

Beban surat kendaraan

3.000.000

Asuransi dibayar dimuka

7.500.000

Kas

18

Pengantar Akuntansi 2

153.000.000,-

2.3 Penyusutan Aset Tetap
Penyusutan adalah proses pengalokasian beban dari
aset tetap selama masa manfaatnya secara rasional dan
sistematis. Penyusutan asset adalah proses alokasi biaya,
bukan penilaian aset. Penyusutan aset berlaku untuk
bangunan dan peralatan, tidak berlaku untuk tanah. Aset akan
disusutkan,

karena

kemampuan

asset

menghasilkan

pendapatan akan menurun selama masa manfaat aset.
Metode Penyusutan
Penyusutan umumnya akan dihitung menggunakan
salah satu dari 3 metode dibawah ini :
1. Metode Garis Lurus (Straight Line)
2. Metode Unit Aktivitas ( Unit of Activity)
3. Metode Saldo Menurun (Decline Balance)
1. Metode Garis Lurus
Dengan

menggunakan

metode

garis

lurus

perusahaan akan membebankan jumlah yang sama untuk
beban penyusutan selama masa manfaat asset. Untuk
menghitung beban penyusutan dengan garis lurus maka
perusahaan harus menentukan jumlah beban yang dapat
disusutkan (depricable cost). Beban yang dapat disusutkan
adalah nilai asset dikurangi dengan nilai residual
Nilai Aset

- Nilai Sisa

= Beban yang dapat disusutkan

Rp.110.000.000 - Rp.10.000.000 =
Beban yang : Masa Manfaat
dapat disusutkan

Rp. 100.000.000,-

= Beban Penyusutan Tahunan
(dalam tahun )

Rp. 100.000.000 : 5 = Rp. 20.000.000,-

Pengantar Akuntansi 2

19

Ilustrasi: PT. Jaya Abadi membeli truk pada 1 Januari 2017.
Diketahui: Nilai Truk

Rp 100.000.000

Nilai sisa

Rp. 10.000.000

Masa manfaatnya

5 tahun

Diminta : Hitung Penyusutan dengan menggunakan
Metode Garis Lurus
Unit
Tahun

Activiti

Biaya
x

Per unit

=

Beban

Aku

Nilai

Tahunan

Depresiasi

Buku

2017

15.000

Rp1.000

Rp15.000.000

Rp15.000.000

Rp85.000.000

2018

30.000

Rp1.000

Rp30.000.000

Rp45.000.000

Rp65.000.000

2019

20.000

Rp1.000

Rp20.000.000

Rp65.000.000

Rp45.000.000

2020

25.000

Rp1.000

Rp25.000.000

Rp90.000.000

Rp20.000.000

2021

10.000

Rp1.000

Rp10.000.000

Rp100.000.000

Rp10.000.000

Jurnal Entry

Beban Penyusutan Truk

Penyusutan

20.000.000

Aku. Penyusutan Truk

20.000.000

Tahun 2017

Ilustrasi: PT. Jaya Abadi membeli truk pada tanggal 1 April
2017.
Year

Dasar
Penyusutan

2017

Rp100.000.000

2018

Rp100.000.000

2019

Beban Peny
Tahun
ini

Aku
Penyusutan

Tarif

Penyusutan
Tahunan

x

20% =

Rp20.000.000 x

Rp15.000.000

Rp15.000.000

x

20% =

Rp20.000.000

Rp20.000.000

Rp35.000.000

Rp100.000.000

x

20% =

Rp20.000.000

Rp20.000.000

Rp55.000.000

2020

Rp100.000.000

x

20% =

Rp20.000.000

Rp20.000.000

Rp75.000.000

2021

Rp100.000.000

x

20% =

Rp20.000.000

Rp20.000.000

Rp95.000.000

2022

Rp100.000.000

x

20% =

Rp20.000.000 x

Rp5.000.000

Rp100.000.000

Bagian
Tahun
9/12

3/12

=

=

Rp100.000.000

Jurnal Entry
Penyusutan

Beban Penyusutan Truk
Aku. Penyusutan Truk

Tahun 2017

20

Pengantar Akuntansi 2

15.000.000
15.000.000

2. Metode Unit Aktivitas
Dalam metode ini perusahaan memperkirakan total
unit aktivitas untuk menghitung beban penyusutan per
unit. Hal ini menyebabkan beban penyusutan bervariasi
berdasarkan unit kegiatan. Beban yang dapat disusutkan
Nilai Aset : Total Unit Aktivitas = Beban yang dapat disusutkan
Rp.110.000.000 : 100.000 km
Beban yang

=

x Unit Aktivitas= Beban Penyusutan Tahunan

dapat disusutkan
Rp. 1.100 :

Rp. 1.100,-

dalam 1 tahun

15.000 km

= Rp. 16.500.000,-

adalah beban dikurangi nilai residual.
Ilustrasi: PT. Jaya Abadi membeli truk pada 1 Januari 2017.
Diketahui Nilai Truk

Rp 110.000.000

Nilai sisa

Rp. 10.000.000

Estimasi Masa manfaatnya 100.000 km
Unit aktivitas berturut-turut 15.000 km , 30.000 km, 20.000
km, 25.000 km dan 10.000 km
Diminta : Hitung Penyusutan dengan menggunakan
Metode Unit Aktivitas
Unit

Biaya
x

Per unit

=

Beban

Aku

Nilai

Tahunan

Depresiasi

Buku

Tahun

Activiti

2017

15.000

Rp1.000

Rp15.000.000

Rp15.000.000

Rp85.000.000

2018

30.000

Rp1.000

Rp30.000.000

Rp45.000.000

Rp65.000.000

2019

20.000

Rp1.000

Rp20.000.000

Rp65.000.000

Rp45.000.000

2020

25.000

Rp1.000

Rp25.000.000

Rp90.000.000

Rp20.000.000

2021

10.000

Rp1.000

Rp10.000.000

Rp100.000.000

Rp10.000.000

Pengantar Akuntansi 2

21

Jurnal

Beban Penyusutan

Penyesuaian

15.000.000

Aku. Penyusutan

15.000.000

Tahun 2017
3. Metode Saldo Menurun
Metode penyusutan ini adalah metode penyusutan
yang dipercepat dimana penyusutannya menggunakan tarif
dua kali lipat dari metode garis lurus sehingga disebut juga
metode penyusutan yang dipercepat atau Metode saldo
menurun. Nilai penyusutan yang digunakan adalah Nilai
buku.
Ilustrasi: PT. Jaya Abadi membeli truk pada 1 Januari 2017.
Diketahui Nilai Truk

Rp 110.000.000

Masa manfaatnya
Nilai Buku

5 tahun

Tarif

Beban Penyusutan

Aset awal x Saldo Menurun

= Tahunan

Tahun
Rp.110.000.000 x 40%*

=

Rp. 44.000.000,-

*100%/5 thn =20%*2=40%

Nilai Buku
Tahun

Awal tahun

2017

Rp110.000.000

Tarif
x

Saldo menurun =

Beban Peny

Akumulasi

Nilai

Tahunan

Depresiasi

Buku

Rp44.000.000

Rp66.000.000

40%

Rp44.000.000

2018

66.000.000

40%

26.400.000

70.400.000

39.600.000

2019

39.600.000

40%

15.840.000

86.240.000

23.760.000

2020

23.760.000

40%

9.504.000

95.744.000

14.256.000

2021

14.256.000

40%

4.256.000

100.000.000

10.000.000

* perhitungan 5.702.000 (12.960.000 x40%) dibulatkan menjadi 4.256.000

22

Pengantar Akuntansi 2

Beban Penyusutan

Beban Penyusutan

Tahun 2017

44.000.000

Akumulasi Penyusutan

44.000.000

Ilustrasi penyusutan dengan Metode Saldo menurun
contoh penyusutan pada bagian tahun
Nilai Buku

Tarif saldo

Tahun

Awal tahun

2017

Rp110.000.000

x

Menurun

=

Beban Peny

Bagian

Penyusutan

Akumulasi

Tahunan

Tahun

Tahun Ini

Penyusutan

9/12

Rp33.000.000

Rp33.000.000

40%

Rp44.000.000

2018

77.000.000

40%

30.800.000

30.800.000

63.800.000

2019

46.200.000

40%

18.480.000

18.480.000

82.280.000

2020

27.720.000

40%

11.088.000

11.088.000

93.368.000

2021

16.632.000

40%

6.652.800

6.632.000

100.000.000

dibulatkan

PERBEDAAN METODE PENYUSUTAN
Saldo

Tahun

Garis Lurus

Unit aktivitas

2017

Rp 20.000.000

15.000.000

44.000.000

2018

20.000.000

30.000.000

26.400.000

2019

20.000.000

20.000.000

15.840.000

2020

20.000.000

25.000.000

9.504.000

2021

20.000.000

10.000.000

4.256.000

Menurun

2.4 Pelepasan Aset Tetap
Aset tetap yang tidak lagi memiliki umur ekonomis
yang lebih lama dapat :
1. Dibuang
2. Dijual
3. Ditukar dengan aset tetap lainnya
Pencatatan akuntansi untuk membuang aset yang
tidak lagi digunakan dengan cara :
a. Tidak mencatat penerimaan uang kas
b. Debit akun akumulasi penyusutan
c. Kredit akun Aset
Pengantar Akuntansi 2

23

d. Mencatat kerugian pembuangan asset bila ada
Pembuangan Aset
Ilustrasi : Sejahtera Fotocopy akan membuang mesin
fotocopy yang sudah tidak bisa digunakan lagi dengan nilai
asset sebesar Rp.45.000.000 dan akumulasi penyusutan mesin
fotocopy sebesar Rp. 45.000.000. Catat atas jurnal atas
pembuangan asset tersebut !
Jurnal

Aku. Penyusutan – Peralatan 45.000.000

pembuangan

Peralatan

45.000.000

asset

Ilustrasi : Sejahtera Fotocopy akan membuang mesin
fotocopy yang sudah tidak bisa digunakan lagi dengan nilai
asset sebesar Rp.45.000.000 dan akumulasi penyusutan mesin
fotocopy sebesar Rp. 40.000.000. Catat atas jurnal atas
pembuangan asset tersebut !
Jurnal

Aku. Penyusutan – Peralatan 40.000.000

pembuangan

Kerugian Pembuangan Aset

Aset

Peralatan

5.000.000
45.000.000

Penjualan Aset
Dalam penjualan asset yang dimiliki perusahaan akan
membandingkan nilai buku aset dengan hasil yang diterima
dari penjualan. Jika nilai penjualan melebihi nilai buku aset,
maka diperoleh keuntungan saat pembuangan aset. Tetapi jika
hasil penjualan lebih kecil dibanding nilai buku, maka terjadi
kerugian saat pelepasan.
Ilustrasi : Pada 1 Juli 2018, High Company menjual perabot
kantor seharga Rp 23.500.000 tunai. Nilai Perolehan Perabot
kantor awalnya sebesar Rp 60.000.000 Pada 1 Januari 2018,

24

Pengantar Akuntansi 2

High Company telah mengakumulasi penyusutan sebesar
Rp.25.000.000 Depresiasi untuk enam bulan pertama 2018
adalah Rp.7.500.000. Persiapkan entri jurnal untuk mencatat
biaya penyusutan hingga tanggal penjualan (1 Juli).
Jurnal Penyusutan

Beban Penyusutan

Jan- Juni 2018

7.500.000

Aku Penyusutan Peralatan 7.500.000

Selanjutnya menghitung keuntungan atau kerugian penjualan
asset dengan cara membandingkan harga jual dengan harga
buku asset
Harga Perolehan Aset

Rp.60.000.000

Dikurangi:Aku Penyusutan (25.000.000+7.500.000)

37.500.000

Nilai Buku Aset saat penjualan

22.500.000

Nilai saat penjualan asset

23.500.000

Keuntungan Penjualan Aset

1.000.000

Jurnal saat penjualan asset adalah sebagai berikut :
Jurnal saat penjualan

Cash

23.500.000

asset

Aku. Penyusutan Peralatan 37.500.000
Aset Tetap
1 July

60.000.000

Keuntungan Penjualan Aset 1.000.000

Apabila terjadi kerugian penjualan asset maka akan
mendebit akun kerrugian penjualan asset sebesar selisih nilai
buku dengan harga jual asset.
2.5 Sumber Daya Alam
Sumber daya alam merupakan asset tidak tetap yang
berasal dari tanah seperti minyak, gas dan mineral. Biaya
perolehan sumber daya alam yang dapat dieksplorasi terdiri
dari :

Pengantar Akuntansi 2

25

1. Harga yang dibutuhkan untuk memperoleh sumber daya
dan
2. Semua biaya yang dikeluarkan agar sumber daya alam siap
dieksplorasi
Deplesi adalah alokasi biaya penyusutan secara
rasional dan sistematis selama masa manfaat sumber daya
alam. Dalam penyusutannya biasanya menggunakan metode
unit aktivitas.
Ilustrasi: PT. Tambang Batubara menginvestasikan
sebesar Rp. 10.000.000.000 dalam sebuah tambang yang
diperkirakan memiliki 10 juta ton batubara dan tidak ada nilai
residu.

Pada

tahun

pertama,

PT

Tambang

Batubara

menambang dan menjual 250.000 ton batubara. PT Tambang
Batubara menghitung biaya penyusutan sebagai berikut :
Total Biaya – Nilai Residual

= Deplesi per unit

Total Estimasi Unit tersedia
Rp. 10.000.000.000

= Rp. 1.000 per ton

10.000.000
Rp.1.000 x 250.000
Jurnal Deplesi

= Rp. 250.000.000

Persediaan (Batubara)
Aku. Deplesi

250.000.000
250.000.000

2.6 Aset Tidak Berwujud
Aset tidak berwujud adalah hak istimewa, dan
keunggulan kompetitif yang dihasilkan dari kepemilikan aset
jangka panjang yang tidak memiliki substansi fisik. Aset tidak
berwujud ini ada yang memiliki jangka waktu terbatas dan ada
yang tidak terbatas.

26

Pengantar Akuntansi 2

Contoh dari asset tidak berwujud adalah :
o Patents
o Hak cipta
o Merk
o Goodwill
o Franchise
o Sewa
Akuntansi untuk Aset tidak Berwujud
Pencatatan akuntansi untuk aset yang jangka waktuya
terbatas maka dicatat dengan :
1. Amortisasi beban sebagai beban operasional dalam laporan
laba rugi
2. Mengkredit akun asset tidak berwujud
Sementara untuk pencatatan Akuntansi untuk aset
yang jangka waktuya tidak terbatasmaka dicatat dengan tidak
mengamortisasi beban
Paten
Paten adalah Hak eksklusif untuk memproduksi,
menjual, atau mengendalikan suatu penemuan selama waktu
tahun tertentu. Biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh
paten dikapitalisasi dan diamortisasi selama masa hukumnya
atau masa manfaatnya, mana yang lebih pendek. Biaya
Penelitian dan Pengembangan merupakan biaya dalam
pengembangan paten. Biaya hukum yang dikeluarkan karena
berhasil mempertahankan paten dikapitalisasi ke akun Paten.
Ilustrasi: Lab Medica membeli paten dengan biaya Rp
600.000.000.Lab Medica memperkirakan umur manfaat paten
adalah sepuluh tahun. Lab Medica akan mencatat amortisasi
tahunan untuk 31 Desember yang berakhir sebagai berikut.
Pengantar Akuntansi 2

27

Harga Paten

Rp 600.000.000

Umur Manfaat
Beban tahunan
Jurnal

10 tahun
Rp. 60.000.000

Beban Amortisasi

Penyesuaian

60.000.000

Paten

60.000.000

Hak Cipta
Hak cipta diberikan pada penulis atau pencipta untuk
menjual, mengawasi, atau menerbitkan hasil karyanya. Hak
cipta dapat dijual kepada pihak lain dengan perjanjian yang
telah disepakati. Harga perolehan hak cipta meliputi
pengeluaran mulai penyusunan sampai pengurusan ijin hak
cipta hingga sertifikat hak cipta diterima. Pencatatan
akuntansi untuk hak cipta adalah beban diamortisasi selama
masa manfaatnya.
Hak Merek Dagang
Hak cipta dan hak untuk menggunakan simbol dari
suatu produk. Harga perolehan hak merek dagang ini
mencakup biaya perencanaan, desain, pembuatan logo atau
lambang termasuk perijinan merk dagang sampai sertifikat
merek dagang diterbitkan. Pencatatan akuntansi untuk hak
merek dagang adalah mengkapitalisasi biaya perolehannya
dan tidak ada beban diamortisasi.
2.7 Soal Latihan
1. Pada tanggal 1 Maret 2019, Merdeka Group memberi
gedung yang akan dijadikan gedung kantor. Adapun Biaya
yang

dikeluarkan

terdiri

dari

harga

gedung

Rp.

750.000.000, biaya menghancurkan gedung yang lama
sebesar Rp. 25.000.000, biaya notaris sebesar Rp.
28

Pengantar Akuntansi 2

5.000.000, biaya komisi agen property Rp. 7.500.000, biaya
arsitek sebesar Rp. 10.000.000.
Instruksi : Hitung dan catat jurnal perolehan atas gedung
oleh Merdeka Group
2. SiCepat jasa kurir memiliki mobil yang digunakan untuk
operasional perusahaan. Harga perolehan mobil sebesar
Rp. 250.000.000 dengan masa manfaat 4 tahun, nilai residu
Rp. 30.000.000, total unit aktiviti 125.000 km (unit aktivi
selama 4 tahun berturut-turut 20.000, 45.000, 35.000,
25,000)
Instruksi :
a. Hitung penyusutan dengan menggunakan garis lurus
b. Hitung penyusutan dengan menggunakan unit aktiviti
c. Hitung

penyusutan

dengan

menggunakan

saldo

menurun
3. Pada tanggal 1 Januari 2018 Real Property menjual asetnya
seharga Rp.15.000.000. Nilai awal perolehan asset adalah
Rp. 75.000.000 dan mempunyai akumulasi penyusutan
sebesar Rp. 55.000.000.
Instruksi : Catatlah Jurnal atas penjualan asset oleh Real
Property!
4. PT.

Tambang

Emas

menginvestasikan

sebesar

Rp.

25.000.000.000 dalam sebuah tambang yang diperkirakan
memiliki 125.000 ton emas dan tidak ada nilai residu.
Selama enam bulan terakhir

sebanyak 15.000 telah di

tambang.
Instruksi : Siapkan jurnal untuk mencatat Deplesi !

*****

Pengantar Akuntansi 2

29

30

Pengantar Akuntansi 2

BAB III
HUTANG LANCAR
3.1 Definisi Hutang Lancar
Hutang lancar adalah kewajiban yang diperkirakan
akan dibayar dengan menggunakan aset/aktiva lancar atau
bisa juga dengan menciptakan kewajiban lancar lainnya dan
harus segera dilunasi dalam jangka waktu tidak lebih dari satu
tahun.
3.2 Jenis Hutang Lancar
Berikut

yang termasuk dalam kategori kewajiban

lancar adalah :
• Hutang Usaha
• Hutang Wesel
• Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan
• Pendapatan Diterima Dimuka
• Hutang Gaji dan Upah
• Liabilitas Jangka Panjang yang akan jatuh tempo periode
berikutnya
3.2.1 Hutang Usaha
Hutang Usaha (Account Payable) timbul pada saat
barang atau jasa diterima sebelum melakukan pembayaran.
Dalam transaksi perusahaan dagang, seringkali perusahaan
membeli barang dagangan secara kredit dari pemasok
Pengantar Akuntansi 2

31

(supplier) untuk dijual kembali kepada konsumen /
pelanggan.
Ilustrasi : Pada tanggal 12 Mei 2019 Merah Office Supply
membeli secara kredit 50 buah calculator dengan harga @
Rp 100.000 dari Rex Electronik dan pada tanggal 20 Mei
2019 melunasi hutangnya kepada Rex Electronik
Jurnal

Persediaan Barang Dagang

Persediaan

5.000.000

Hutang Dagang

5.000.000

Perpectual
Jurnal
Persediaan

Pembelian

5.000.000

Hutang Dagang

5.000.000

Periodical
Jurnal

Hutang Dagang

Pelunasan

5.000.000

Kas

5.000.000

Hutang

3.2.2 Hutang Wesel
Hutang wesel merupakan janji tertulis dicatat sebagai
utang wesel Hutang Wesel biasanya terdapat pembayaran
bunga

dan

kebutuhan

seringkali
pembiayaan

diterbitkan

untuk

memenuhi

(pendanaan) jangka

pendek.

Hutang wesel diterbitkan oleh debitur ketika sejumlah
uang dipinjam dari bank atau kreditur. Hutang wesel juga
dapat diterbitkan untuk menggantikan sementara utang
usaha yang telah jatuh tempo.
Ada 2 jenis yaitu :
1. Hutang wesel Berbunga (Interest Bearing Notes)
2. Hutang wesel Bayar yang Di-Diskontokan (Discounted
Notes)

32

Pengantar Akuntansi 2

Rumus untuk menghitung bunga piutang wesel
adalah sebagai berikut :
Nilai Nominal Hutang Wesel

x

Suku Bunga Tahunan x Jangka

Waktu = Bunga

Contoh Hutang Wesel Berbunga
Ilustrasi: Bank Nasional setuju untuk meminjamkan
Rp.10.000.000 pada 1 November 2018, kepada PT ABC jika
PT ABC menyetujui wesel bayar sebesar Rp.10.000.000,
dengan bunga 6 %, jangka waktu empat bulan. PT ABC
mencatat

uang tunai yang diterima pada tanggal 1

November sebagai berikut:
Jurnal mencatat

Kas

penerimaan

10.000.000
Wesel Bayar 10.000.000

uang
Pada tanggal 31 Desember PT ABC mencatat jurnal
penyesuaian atas beban bunga yang terjadi selama 1
November sampai 31 Desember 2018
Jurnal

Beban Bunga

Penyesuaian
31

Desember

100.000

Hutang Bunga 100.000
(10.000.000 x 6% x 2/12)

2018
Pada tanggal 1 Maret 2019 PT ABC melunasi wesel
bayarnya ke Bank Nasional. Maka PT ABC mencacat jurnal
entry sebagai berikut :
Jurnal

Wesel bayar

mencatat

Beban Bunga *

100.000

pelunasan

Hutang Bunga

100.000

wesel bayar

Kas

10.000.000

10.200.000

Pengantar Akuntansi 2

33

(10.000.000 x6%x2/12)
Contoh Hutang Wesel Tidak Berbunga
Ilustrasi:

Pada tanggal 1 November 2018, PT ABC

menerbitkan Wesel bayar Rp.10.200.000, empat bulan,
tidak berbunga kepada Bank Nasional. Nilai sekarang dari
wesel bayar adalah Rp.10.000.000.

PT ABC mencatat

transaksi ini sebagai berikut :
Jurnal mencatat Kas
penerimaan

10.000.000
Wesel Bayar

10.000.000

uang
Pada tanggal 31 Desember PT ABC mencatat jurnal
penyesuaian atas wesel bayar dan pada tanggal 1 Maret
2019 PT ABC melunasi wesel bayarnya ke Bank Nasional.
Maka PT ABC mencacat jurnal entry sebagai berikut :
Jurnal mencatat Beban Bunga
jurnal
penyesuaian

100.000

Wesel Bayar

100.000

(10.200.000-10.000.000)*2/4
=100.000

Jurnal mencatat Beban Bunga
penambahan

100.000

Wesel Bayar

100.000

wesel bayar dan (10.200.000-10.000.000)*2/4 =100.000
Wesel Bayar
10.200.000
Pelunasan
Wesel Bayar

Kas

10.200.000

3.2.3 Hutang Pajak Pertambahan Nilai
Hutang Pajak Pertambahan Nilai merupakan pajak
atas konsumi barang atau jasa yang akan dibiayakan
kepada penguna/customer akhir. PPN ini akan dipungut

34

Pengantar Akuntansi 2

oleh penjual dan akan disetorkan ke kas Negara. Di
Indonesia tarif PPN ini adalah sebesar 10%
Ilustrasi : Toko Laris menjual roti kepada konsumen pada
tanggal tertentu sebesar Rp.500.000. Dengan asumsi 10
persen PPN, Toko Laris Manis membuat entri berikut untuk
mencatat penjualan.
Jurnal

Kas

550.000

Pencatatan

Penjualan

500.000

Penjualan

PPN

50.000

3.2.4 Pendapatan diterima dimuka
Pendapatan Diterima Dimuka (Unearned Revenue)
timbul pada saat pembayaran telah diterima namun barang
atau jasa belum diberikan. Contoh; Sewa Diterima Dimuka
(Unearned Rent), Langganan Majalah dibayar dimuka, Tiket
Pesawat dibayar dimuka, Hotel dibayar dimuka dll Uang
yang diterima dimuka ini, bagi yang menerima uang muka
merupakan utang, karena uang telah diterima pada periode
barang atau jasa yang belum diterima.
Bagaimana

perusahaan

mencatat

pendapatan

diterima dimuka dimana saat barang atu jasa belum
dikirimkan atau diberikan?
1. Ketika perusahaan menerima pembayaran dimuka,
maka Debit akun Kas dan kredit akun kewajiban yang
disebut dengan pendapatan diterima dimuka
2. Ketika perusahaan mengakui pendapatan, maka Deebit
akun pendapatan diterima dimuka dan kredit akun
pendapatan
Ilustrasi: Sehat Magazine sebagai penerbit majalah
menjual 2,000 langganan majalah tahunan pada 1 August
2015, dengan harga @ Rp. 20.000 .Siapkan jurnal untuk
Pengantar Akuntansi 2

35

Sehat Magazine pada tanggal 1 August 2015 dan jurnal
penyesuaian pada tanggal 31 December 2015.
Jurnal

saat

menerima

Kas

(20.000x 2.000)

40.000.000

Pendapatan diterima dimuka

40.000.000

pembayaran
dimuka
Jurnal penyesuaian
pada tanggal 31
Desember

Pendapatan diterima dimuka 16.666.667
Pendapatan langganan Majalah 16.666.667
(40.000.000 x 5/12) =16.666.667

3.2.5 Hutang Upah/Gaji
Hutang Upah (Wages Payable) merupakan jumlah
upah yang terhutang kepada karyawan buruh atas manfaat
yang telah diterima perusahaan melalui pemakaian jasajasa karyawan/buruh selama periode berjalan. Utang upah
timbul karena adanya perbedaan tanggal pembayaran
dengan

tanggal

tutup

buku

perusahaan,

sehingga

memerlukan jurnal penyesuaian
3.2.6 Hutang PPh Karyawan
Hutang Pajak Penghasilan Karyawan (Employees
Income Taxes Payable) merupakan jumlah pajak yang
terhutang kepada pemerintah atas besarnya gaji karyawan
yang

terkena

pajak

penghasilan.

Pemberi

kerja

(perusahaan) wajib memotong dan memungut pajak atas
gaji karyawannya yang melebihi jumlah penghasilan tidak
kena pajak (PTKP)
Ilustrasi: Bapak Amir karyawan dari PT ABC
memperoleh Gaji sebulan Rp. 8.000.000/bln. Berdasarkan
perhitungan PPh Pasal 21 yang terutang sebulan sebesar
Rp.155.000. Siapkan Jurnal entry yang harus dicatat oleh
PT ABC atas gaji dan hutang PPh Bp Amir
36

Pengantar Akuntansi 2

Jurnal

Beban Gaji

8.000.000

Pembayaran Gaji

Kas.

7.845.000

dan Hutang PPh

Hutang PPh Pasal 21 155.000

Pasal 21
3.2.7 Liabilitas Jangka Panjang yang akan jatuh tempo
periode berikutnya
Liabilitas jangka panjang yang akan dilunasi periode
berikutnya

diklasifikasikan

menjadi

liabilitas

jangka

pendek, kecuali :
1. Dilunasi

dengan

akumulasi

dana

yang

tidak

diklasifikasikan sebagai aset lancar
2. Dibiayai kembali atau dilunasi dengan penerbitan
liabilitas jangka panjang yang baru,
3. Dikonversi menjadi saham biasa
3.3 Pelaporan dan Analisis Hutang Lancar
Pelaporan Hutang Jangka pendek dalam laporan posisi
keuangan umumnya dilaporkan pada nilai jatuh tempo penuh.
Apabila ada selisih antara nilai sekarang dengan nilai jatuh
tempo maka dianggap tidak material.
Analisis hutang lancar yang digunakan ada 2 jenis
yaitu :
1. Current Rasio =

Current Aset/Aset Lancar
Current Liabilities/Hutang Lancar

2. Current Asset – Current Liablities = Working Capital
3.4 Soal Latihan
1. Murah Rejeki Offices Supplies mempunyai transaksi
sebagai berikut ini :
Pengantar Akuntansi 2

37

1 April

Membeli Persediaan Barang Dagang dari PT.
Berkah Jaya secara kredit Rp. 5.000.000.
Murah Rejeki Office Supplies mengunakan
metode sistem Persediaan periodic

1 Mei

Murah Rejeki Office Supplies Menerbitkan
Hutang wesel sebesar Rp.5.000.000, 12 bulan,
6% untuk PT. Berkah Jaya atas pembelian
persediaan Barang tgl 1 April

1 Mei

Meminjam Rp. 7.500.000 dari Bank Nasional
dengan menandatangani Hutang wesel 12
bulan, tanpa bunga dengan nilai hutang wesel
Rp. 8,000.000,-

Instruksi : Siapkan Jurnal atas transaski Murah Rejeki
Office Supplies diatas dan Jurnal Penyesuaian pada tanggal
31 Desember !
2. Maju Bersama Services meminjam uang sebesar Rp
25.000.000 pada tanggal 1 November 2018, dengan
menandatangani hutang wesel sebesar Rp. 25.000.000,
bunga 8%, jangka waktu 4 bulan.
Instruksi:

a. Buat Jurnal saat menandatangani hutang
wesel pada tanggal 1
November 2018
b. Buat Jurnal Penyesuaian pada tanggal 31
Desember 2018
c. Buat jurnal saat pelunasan hutang weel
pada tanggal 1 Maret 2019

3. PT. XYZ meminjam uang sebesar Rp 60.000.000 pada
tanggal 1 Desember 2018, dengan menandatangani hutang
wesel bayar sebesar Rp 61.500.000 jangka waktu 3 bulan,
tanpa bunga.
38

Pengantar Akuntansi 2

Instruksi:

a. Buat Jurnal saat menandatangani hutang
wesel pada tanggal 1
1 Desember 2018
b. Buat Jurnal Penyesuaian pada tanggal 31
Desember 2018
c. Buat jurnal saat pelunasan hutang wesel
pada tanggal 1 Maret 2019

4. PT. Indo Pratama melakukan penjualan kredit sebesar Rp
3.000.000 yang dikenakan PPN sebesar 10%. selain itu juga
melakukan penjualan tunai yang berjumlah Rp.2.200.00
termasuk PPN 10%
Instruksi : Siapkan Jurnal atas transaksi PT. Indo Pratama
atas transaksi penjualan kredit dan penjualan tunai!
5. Nyaman Properti menerima uang muka pada tanggal 1
Oktober 2018 atas sewa ruangan kantor untuk 2 tahun
kepada PT. Sukses selalu sebesar Rp. 100.000.000.
Instruksi :
a. Buat Jurnal pada saat menerima pembayaran uang muka
pada tanggal 1 Oktober 2018
b. Buta Jurnal penyesuain pengakuan pendapatan pada
tanggal 31 Desember 2018

*****

Pengantar Akuntansi 2

39

40

Pengantar Akuntansi 2

BAB IV
HUTANG JANGKA
PANJANG
4.1 Definisi Hutang Jangka Panjang
Upaya terpenuhinya kebutuhan perusahaan dalam
meningkatkan aktiva tetap, menambah modal kerja permanen,
akuisisi, dan lain-lain, namun ketika emisi saham baru tidak
dapat dilakukan oleh perusahaan, maka agar mendapatkan
pendanaan yang lebih untuk perusahaan,maka perusahaan
perlu mencari dana tersebut melalui utang jangka panjang.
Hutang jangka panjang adalah kewajiban perusahaan
yang wajib dilunasi dengan periode pembayarannya kurun
waktu lebih dari satu tahun atau satu periode akuntansi sejak
neraca dibuat dan pelunasannya dibayar dari sumber-sumber
yang tidak termasuk dalam aktiva lancar, artinya sumber dana
untuk melunasi utang jangka tersebut berasal dari aktiva tidak
lancar, seperti, saham. Utang jangka panjang, diantaranya
yaitu utang obligsi, utang hipotik, suatu jenis pinjaman (utang)
jangka panjang dengan jaminan benda-benda tidak bergerak,
wesel bayar jangka panjang, dan perjanjian-perjanjian dengan
pembayaran angsuran.

Pengantar Akuntansi 2

41

4.2 Obligasi
Obligasi adalah surat hutang jangka panjang atau suatu
pernyataan atas timbulnya utang untuk kesanggupan dalam
membayar utang pokok dan coupon interest rate, yang telah
ditetapkan

nominal

dan

waktu

pembayaran.

Obligasi

diterbitkan oleh pihak peminjam dana, yang kemudian
diserahkan kepada pihak pemberi pinjaman dana tersebut.
Diterbitkannya hutang obligasi ini memilik beberapa
keuntungan dan kelemahan. Beberapa keuntungan dengan
diterbitkannya obligasi yaitu, biaya bunga dapat digunakan
untuk mengurangi laba sebelum pajak dan roda perekonomian
perusahaan tidak dapat diatur oleh pemegang obligasi
(bondholder). Sedangkan, kerugiannya yaitu, dengan adanya
oblligasi sehingga perusahaan memiliki beban tetap pertahun
dari coupon interest rate.
Penerbitan Obligasi
Menurut Ross, et al (2008), pada umumnya prosedur
yang dilakukan dalam penerbitan obligasi hampir sama
dengan prosedur penerbitan saham, yaitu sebagai berikut :
1. Penerbitan obligasi ini harus disetujui oleh dewan direksi.
2. Perusahaan menyiapkan registration statement yang akan
diperiksa oleh lembaga terkait.
3. Jika disetujui oleh lembaga terkait, registration statement
tersebut akan berlaku 20 hari setelahnya dan obligasi dapat
diperjualbelikan.
Registration
indenture,

yaitu

statement
perjanjian

obligasi

tertulis

membutuhkan

antara

perusahaan

peminjam dengan perusahaan trust yang umumnya adalah
bank, bank tersebut bertugas untuk

42

Pengantar Akuntansi 2

1. Memastikan bahwa semua aturan didalam indenture
dipatuhi,
2. Mengelola sinking fund, dan
3. Mewakili pemegang obligasi jika perusahaan tersebut gagal
bayar.
Indenture obligasi harus mencantumkan beberapa
aturan dasar seperti nilai denominasi obligasi tersebut, waktu
jatuh tempo, tingkat bunga yang ditawarkan, dan aturan
pembayaran bunga tersebut. Transaksi antara pembeli dan
penjual obligasi yang nantinya akan menentukan harga pasar
dari obligasi tersebut. Nilai pasar suatu obligasi tergantung
pada

beberapa

faktor

termasuk

tingkat

bunga

yang

ditawarkan. Selain itu, nilai pasar obligasi tidak harus sama
dengan nilai denominasinya.
Di dalam Indenture obligasi terdapat bagian protective
covenant yang membatasi kegiatan dari perusahaan peminjam
untuk melindungi hak pemegang obligasi. Protective covenant
dapat dibedakan menjadi dua, yaitu :
1. Positive covenant mencantumkan kegiatan-kegiatan yang
harus dilakukan oleh peminjam, misalnya, peminjam harus
menjaga working capital pada level tertentudan, peminjam
harus menyerahkan laporan keuangan periodik pada
pemberi pinjaman.
2. Negative

covenant

membatasi

kegiatan

yang

boleh

dilakukan oleh perusahaan, misalnya, membatasi jumlah
dividen yang boleh dibayarkan, perusahaan tidak boleh
menerbitkan hutang jangka panjang lagi, perusahaan tidak
dapat menjual aset yang besar nilainya tanpa persetujuan
pemberi pinjaman, dan perusahaan tidak boleh melakukan
merger dengan perusahaan lain.

Pengantar Akuntansi 2

43

4.3 Jenis- Jenis Obligasi
Obligasi terdiri dari beberapa jenis yang dapat
dikelompokan menjadi empat kelompok, dapat dilihat pada
gambar dibawah ini.
Berdasarkan Jaminan

Obligasi yang dijamin

Obligasi yang tidak
diberi jaminan

Berdasarkan waktu
jatuh tempo

Obligasi biasa

Obligasi berseri
OBLIGASI
Berdasarkan Bentuk

Obligasi atas nama

Obligasi atas unjuk

Berdasarkan sifatnya
yang dapat diukur
dengan saham

Obligiasi konvertibel

Obligasi yang tidak dapat
ditukar dengan saham

Utang Obligasi
Ketika dalam periode surat obligasi beredar, dimana
posisi perekonomian perusahaan dalam keadaan baik maka
surat obligasi ini dapat dijual. Suku bunga dalam obligasi
menentukan harga jual dari surat obligasi tersebut. Hubungan
harga jual surat obligasi dan suku bunga oblgasi, berbanding
lurus.

44

Harga

penempatan

Pengantar Akuntansi 2

obligasi

dapat

ditentukan

berdasarkan kurs yang berlaku atau

berdasarkan tingkat

bunga efektif rata-rata yang diinginkan oleh investor.
Obligasi yang dikeluarkan dicatat dalam rekeningnya
sebesar nilai nominal Jika harga jual surat obligasi tidak sama
dengan nominal, (a) jika nominal lebih rendah dari harga jual,
maka pencatatan selisihnya pada rekening agio obligasi dan
(b) jika nominal lebih tinggi dari harga jual, maka pencatatan
selisihnya pada rekening disagio obligasi.
Biaya penjualan obligasi diperhitungkan sebagai
pengurang harga jual dan tidak dicatat dalam rekening
tersendiri.

Jika aktiva tetap digunakan untuk menukar

obligasi, maka yang dicatat adalah sebesar jumlah harga jual
obligasi. Harga jual ini dicatat sebagai harga perolehan aktiva
tetap. Jika harga jual obligasi tidak dapat diketahui, pencatatan
dapat menggunakan jumlah harga pasar (harga penilaian)
aktiva tetap. Jika harga jual obligasi atau harga pasar aktiva
tetap yang dijadikan dasar pencatatan utang obligasi itu tidak
sama dengan nilai nominal obligasi, selisihnya dicatat dalam
rekening agio atau disagio obligasi.
Penempatan obligasi melalui pemesanan, yaitu pihak
pembeli melakukan pembayaran
uang muka kemudian pada tanggal tertentu membayar
pelunasannya. Pihak pembeli dapat menerima surat obligasi,
ketika telah melakukan pelunsan. Jumlah yang belum dilunasi
oleh perusahaan dicatat sebagai piutang dan jumlah obligasi
yang dipesan dikreditkan ke rekening utang obligasi dipesan.
Pencatatan agio atau disagio obligasi dilakukan pada waktu
pesanan diterima.

Pengantar Akuntansi 2

45

4.4 Metode Pencacatan Obligasi
Adapaun Metode pencatatan dari utang obligasi,
adalah sebagai berikut :
1. Utang obligasi dicatat sebesar nilai nominal obligasi yang
terjual
1 Januari 2015 PT Doa Ibu memiliki surat obligasi dengan
nilai nominal Rp.3000.000 dan akan dijual, suku bunga per
tahun 10%.
1 Maret 2015 yang terjual obligasi nominal Rp. 2.700.000
dengan kurs 110%. Maka,
Jurnal

Kas

Rp.2.970.000

Penjualan

Utang Obligasi

Rp. 2.700.000

Obligasi

Agio Obligasi

Rp. 270.000

dengan

kurs

110%
Keterangan :
Kas

= 110% x Rp. 2.700.000 = Rp. 2.970.000

Utang obligasi = Rp. 2.700.000
Agio obigasi

= 10% x Rp. 2.700.000

Tanggal 1 Mei 2015 yang terjual obligasi nominal
Rp.100.000 dengan kurs 80%. Maka,
Jurnal

Kas

Rp. 80.000

Penjualan

Disagio obligasi

Obligasi

Utang Obligasi

Rp. 20.000
Rp. 100.000

dengan kurs
80%
Keterangan :
Kas
46

= 80% x Rp. 100.000 = Rp. 80.000
Pengantar Akuntansi 2

Disagio obligasi = 20% x Rp. 100.000 = Rp. 20.000
Utang obigasi

= Rp. 100.000

2. Utang obligasi dicatat sebesar nilai nominal obligasi yang
diotorisasikan / diterbitkan.
Pencatatan untuk obligasi yang belum terjual atau sudah
terjual
1 Januari 2015 obligasi yang akan dijual Rp. 3000.000, suku
bunga per tahun 10%. Maka,
Pencatatan

Obligasi yang belum terjual Rp. 3.000.000

untuk obligasi
yang

Otorisasi utang obligasi

Rp.3.000.000

belum

terjual

1 Maret 2015 yang terjual obligasi nominal Rp. 2.700.000
dengan kurs 110%. Maka,
Jurnal

Kas

Penjualan
Obligasi
dengan

Rp.2.970.000
Utang Obligasi

Rp. 2.700.000

Agio Obligasi

Rp. 270.000

kurs

110%

Tanggal 1 Mei 2015 yang terjual obligasi nominal

Rp.

100.000 dengan kurs 80%. Maka,
Jurnal

Kas

Penjualan

Disagio obligasi

Obligasi dengan

Rp. 80.000
Rp. 20.000

Utang Obligasi

Rp. 100.000

kurs 80%

Jika harga jual obligasi diatas atau dibawah nilai
nominal,

maka

akan

timbul

istilah

agio

dan

disagio.(penyesuaian suku bunga nominal, hal ini disebabkan
suku bunga di pasaran berbeda dengan suku bunga obligasi).
Pengantar Akuntansi 2

47

Jika timbul agio, maka agio ini pengurangan terhadap
biaya bunga obligasi yang dibayar selama umur obligasi dan
dikreditkan ke rekening biaya bunga obligasi, sedangkan jika
timbul disagio, maka disagio ini akan ditambahkan pada biaya
bunga obligasi yang dibayarkan selama umur obligasi dan
dikreditkan ke rekening disagio obligasi. Amortisasi agio atau
disagio obligasi dapat dilakukan dengan cara garis lurus
ataupun bunga efektif.
Ilustrasi : PT Berkah Jaya menjual obligasi seharga
Rp.10.500.000, dengan obligasi nominal Rp. 10.000.000,
jangka waktu 5 tahun, suku bunga 10% per tahun, dibayarkan
setiap setengah tahun. Hitunglah amortisasi obligasi !
Jawab :
Amortisasi agio menggunakan metode garis lurus
Tahun
ke-

Pembayaran
Bunga ke-

1

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

2
3
4
5

Bunga Yang dibayar
5%x obligasi nominal

Amortisasi Agio
(1/10)x 50000

500.000
500.000
500.000
500.000
500.000
500.000
500.000
500.000
500.000
500.000

50.000
50.000
50.000
50.000
50.000
50.000
50.000
50.000
50.000
50.000

Bunga
Efektif
450.000
450.000
450.000
450.000
450.000
450.000
450.000
450.000
450.000
450.000

Agio
Obligasi
500.000
450.000
400.000
350.000
300.000
250.000
200.000
150.000
100.000
50.000
-

Nilai Buku
Obligasi
10.500.000
10.450.000
10.400.000
10.350.000
10.300.000
10.250.000
10.200.000
10.150.000
10.100.000
10.050.000
10.000.000

Ilustrasi : PT Berkah Jaya menjual obligasi seharga
Rp.9.700.000, dengan obligasi nominal Rp. 10.000.000, jangka
waktu 5 tahun, suku bunga 10% per tahun, dibayarkan setiap
setengah tahun. Hitunglah amortisasi obligasi !

48

Pengantar Akuntansi 2

Jawab :
Amortisasi Disagio menggunakan metode garis lurus
Tahun
ke-

Pembayaran
Bunga ke-

1

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

2
3
4
5

Bunga Yang dibayar
5%x obligasi nominal

Amortisasi Disagio

500.000
500.000
500.000
500.000
500.000
500.000
500.000
500.000
500.000
500.000

30.000
30.000
30.000
30.000
30.000
30.000
30.000
30.000
30.000
30.000

Bunga
Efektif
530.000
530.000
530.000
530.000
530.000
530.000
530.000
530.000
530.000
530.000

Disagio
Obligasi
300.000
270.000
240.000
210.000
180.000
150.000
120.000
90.000
60.000
30.000
-

Nilai Buku
Obligasi
9.700.000
9.730.000
9.760.000
9.790.000
9.820.000
9.850.000
9.880.000
9.910.000
9.940.000
9.970.000
10.000.000

4.5 Prosedur Amortisasi Premium dan DiskonObligasi
Premium obligasi

adalah selisih lebih antara hasil

bersih penempatan obligasi dengan nilai

nominalnya,

sedangan diskon obligasi adalah selisih kurang antara hasil
bersih penempatan obligasi dengan nilai nominalnya.
Penarikan Obligasi sebelum tanggal jatuh tempo
Penyebab penarikan obligasi sebelum tanggal jatuh
tempo, yaitu :
1. Bertujuan sebagai pelunasan obligasi
2. Bertujuan untuk memberikan pengaruh terhadap harga
pasar obligasi dan atau untuk mengurangi beban utang
jangka panjang untuk sementara waktu. Obligasi iniakan
dijual kembali pada saat yang tepat.
Pencatatan Utang Obligasi Selama Masa Obligasi
1. Jurnal penerbitan obligasi
2. Jurnal pembayaran bunga obligasi

Pengantar Akuntansi 2

49

3. Jurnal penyesuaian beban bunga obligasi yang belum
dibayar
4. Jurnal penyesuaian amortisasi premium atau diskon
obligasi
5. Jurnal pembalikan awal periode
6. Jurnal pelunasan obligasi

*****

50

Pengantar Akuntansi 2

BAB V
PEMBENTUKAN PERUSAHAAN
PERSEROAN, SALDO LABA
DAN TRANSAKSI SAHAM
5.1 Pengertian dan karakteristik Perseroan Terbatas
Perseroan Terbatas merupakan suatu badan usaha
yang berbentuk badan hukum yang modalnya terbagi atas
saham-saham

dimana

setiap

pemegang

saham/pemilik

(Persero) hanya bertanggung jawab kepada perusahaan
secara terbatas sebanyak nilai saham yang dikuasainya.
Perseroan

adalah

sebuah

badan

hukum,

yang

dibedakan dan perpisahan dari individu–individu yang
mendirikan dan menjalankan organisasi tersebut. Sebagai
badan hukum, perseroan harus tunduk terhadap ketentuanketentuan

yang

berlaku

dimana

perusahaan

tersebut

didirikan, termasuk ketentuan untuk membayar pajak atas
laba yang dihasilkan organisasi.
5.2 Sumber Modal Perseroan Terbatas
Modal pemilik dalam perseroan dinamakan modal
pemegang saham

(stockholder’s equity). Dalam

neraca

perseroan, bagian modal pemegang saham akan dilaporkan
secara terperinci jumlah dari masing-masing dua sumber

Pengantar Akuntansi 2

51

utama modal. Berikut ini merupakan dua sumber modal
perseroan :
1) Modal disetor (paid-in capital)
Modal disetor atau disebut juga modal dikontribusi
adalah keseluruhan jumlah kas dan aktiva lainnya yang
disetorkan oleh pemegang saham ke dalam perseroan
untuk dipertukarkan dengan saham. Jadi, pemegang saham
dapat menyetor dalam bentuk uang tunai maupun dalam
bentuk harta non kas ke dalam perusahaan dan saham yang
diterbitkan oleh perusahaan dapat berupa saham biasa
(common stock) dan saham istimewa (Preffered stock).
2) Laba ditahan
Laba ditahan adalah laba perusahaan perseroan yang
tidak dibagikan kepada para pemegang saham. Laba tidak
dibagi ini adalah akumulasi dari laba perseroan dari tahuntahun yang lalu dan tidak dibagikan kepada para pemilik.
Laba ditahan dimaksudkan sebagai modal tambahan
perseroan terbatas, agar dapat berkembang dengan baik.
Besarnya nilai laba ditahan yang akan ditinggalkan dari
laba perseroan akan ditentukan dalam rapat umum
pemegang saham.
5.3 Komponen Utama dari Ekuitas Pemegang Saham
Neraca suatu perseroan akan melaporkan aktiva dan
kewajiban dengan cara yang sama dengan perusahaan
perseorangan dan persekutuan. Namun demikian bagian
modal dalam perseroan, yang disebut dengan ekuitas
pemegang saham, dilaporkan dengan cara yang berbeda.
1) Modal Disetor (paid in capital)
Modal disetor berisi jumlah setoran modal oleh
pemegang saham yang dinyatakan dalam nilai nominal
52

Pengantar Akuntansi 2

saham yang ditertibkan, termasuk deviden saham yang
akan dibagikan (stock dividen distributable) dan pesanan
saham yang dipesan (stock subcribed). Saham yang
ditertibkan dapat berupa saham yang ditertibkan dapat
berupa saham biasa (common stock) maupun saham
prioritas (preferen stock).
2) Tambahan Modal Disetor
Tambahan modal (PIC) disetor dapat berasal dari
agio/disagio penjualan saham (PIC in excess of par),
penjualan saham tresuri (PIC from treasury stock), maupun
transaksi lain terkait saham seperti dari hak konversi. Agio
adalah kelebihan nilai jual bersih (proceeds) dari pada nilai
nominal (par value), sedangkan disagio adalah sebaliknya
namun for your information, tidak semua saham memiliki
nilai nominal. Pada kondisi ini nilai nominal digantikan
dengan nilai yang ditetapkan (stated value). Apabila tidak
ditetapkan nilai, saham tanpa nilai yang dijual dicatat
sebesar nilai proceeds.
3) Saldo Laba (Retained Earnings (R/S))
Saldo Laba adalah akumulasi laba yang masih belum
dibagikan kepada pemegang saham dari periode ke
periode. Laba bersih perusahaan periode berjalan langsung
menambahkan saldo laba

periode

sebelumnya

dan

berkurangnya apabila ada deviden. Atau kita rumukan
sebagai berikut:
Ending R/E = beginning R/E + net income – devidend
Saldo laba memiliki saldo normal kredit karena
bagian dari owner’s equity. Saldo laba yang negatif atau
bersaldo debet, artinya akumulasi rugi bersih yang disebut
Pengantar Akuntansi 2

53

defisit modal (capital deficiency) atau “perusahaan
tersebut

sudah

makan

modal”

perusahaan

yang

mengalami defisit namun memiliki aktiva yang dapat
direvaluasi dengan niali pasar saat ini, akan melakukan
tersebut sehingga defisitnya menjadi nol. Kebijakan ini
disebut kuasi reorganisasi (quasi reorganization).
Saldo Laba (Retained Earning)
Saldo laba adalah laba bersih yang tidak dibagikan
kepada para pemegang saham. Ada beberapa unsur yang
memengaruhi perubahan laba ditahan, antara lain adalah
sebagai berikut:
1. Adanya penyesuaian dari periode yang lalu dan perubahan
kebijakan akuntansi.
2. Timbulnya dividen (cash dividend, stock dividend, property
dividend)
3. Tredapat transaksi treasury stock
4. Timbulnya penyesuaian akibat quasi reorganization.
Saldo laba diklasifikasikan menjadi dua unsur yaitu
saldo laba yang dicadangkan (approprianted) dan saldo laba
yang tidak dicadangkan (un- approprianted). Cadangan saldo
laba merupakan saldo laba yang dicadangkan untuk tujuan
tertentu. Beberapa alasan perseroan membentuk cadangan
terhadap saldo laba, antara lain:
1. Pembatasan perundang-undang (legal restriction)
2. Pembatasan kontrak (contractual restriction)
3. Estimasi kemungkinan terjadinya kerugian (existence of
possible losses) dan
4. Perlindungan terhadap posisi modal kerja (protection of
working capital position)

54

Pengantar Akuntansi 2

Berikut ini adalah ilustrasi terkait saldo laba :
a. PT. Makmur Jaya mencadangkan saldo laba sebesar Rp.
21.600.000 selama lima tahun untuk tujuan pelunasan
obligasi. Jurnal nya
Saldo laba

Rp. 21.600.000

Cadangan

Rp. 21.600.000

pelunasan obligasi

b. Akhir tahun kelima cadangan saldo laba berjumlah Rp.
216.000.000.

jika

diasumsikan

pencadangan

telah

terpenuhi perlu dibuat jurnal:
Cadangan

pelunasan

Rp. 216.000.000

obligasi

Rp. 216.000.000

Saldo laba

Hak-Hak Pemegang Saham
Saham merupakan tanda ikutnya seseorang atau
perusahaan dalam ikut memiliki kekuasaan atas perseroan
terbatas. Sebagai pemilik atau pemegang saham atau persero
mempunyai hak-hak sebagai berikut :
1) Hak suara
Hak untuk berpartisipasi dalam pengelolaan melalui
pemberian suara atas perkara yang diajukan pada
pemegang saham. Hak ini merupakan satu-satunya hak
pemegang saham untuk “bersuara” dalam pengelolaan
perseroan. Setiap saham yang dikeluarkan mempunyai satu
hak suara.
2) Dividen
Hak untuk menerima bagian yang layak dari dividen
yang dibagikan. Tiap saham dalam kategori tertentu akan
menerima jumlah dividen yang sama.

Pengantar Akuntansi 2

55

3) Likuidasi
Hak

untuk

menerima

bagian

yang

sesuai

(berdasarkan jumlah saham yang dimiliki) atas aktiva yang
tersisa, setelah perseroan membayar semua hutangnya
pada saat likuidasi.
4) Prioritas
Hak untuk tetap memiliki jumlah kepemilikan dalam
perseroan terbatas dalam proporsi yang sama. Misalnya
anda memiliki 5 persen dalam perseroan, Jika perseroan
tersebut mengeluarkan 100.000 lembar saham yang baru,
maka perseroan tersebut harus menawarkan kesempatan
pada anda terlebih dahulu untuk membeli 5 persen (5000
lembar) dari saham yang diedarkan tersebut. Hak prioritas
ini biasanya diberikan pada pemegang saham perseroan.
Kewajiban-Kewajiban Pemegang Saham
Berdasarkan UU No. 40 tahun 2007, tanggung jawab
pemegang saham yang terbatas sebesar nilai nominal saham
akan berlaku efektif pada saat perseroan terbatas efektif
menjadi suatu badan hukum. Prosesnya adalah :
1) Pembuatan akta pendirian (pasal 7 ayat 1)
2) Pengesahan oleh menteri (pasal 10 ayat 6)
3) Status badan hukum efektif (pasal 7 ayat 2)
4) Pendaftaran dalam daftar perusahaan (pasal 29); dan
5) Pengumuman pada tambahan berita negara (pasal 30)
Oleh karena badan hukum perseroan terpisah dari
pemilik, pemasok (supplier) hanya berhak menuntut aset
perusahaan sebagai pelunasan hutang dagang perusahaan.
Pemasok tidak berhak menuntut harta pribadi pemegang
saham, begitupula kreditor lain, kecuali yang bersangkutan
menyertakan
56

jaminan

pribadi

Pengantar Akuntansi 2

atau

kecurangan

atau

pelanggaran hukum dalam kontrak perjanjian pinjaman uang.
Kewajiban (tanggung jawab) pemegang saham hanya terbatas
atas investasi mereka pada peseroan. Inilah yang menjadi
perbedaan yang paling dasar antara Perseroan Terbatas
dengan Firma dan Perseorangan. Dalam kaitannya dengan
kebangkrutan atau likuidasi, kerugian pemegang saham
sebatas kerugian investasi mereka pada perusahaan.
5.4 Penggolongan Saham dalam Perseroan Terbatas
Saham

yang

diterbitkan

oleh

perseroan

akan

mempunyai nilai nominal yang tercantum dalam lembar
saham (shares of stock) yang akan ditempatkan atau dijual
kepada calon pemegang saham. Saham tersebut ada dua jenis
yaitu :
1) Saham Biasa (common stock)
Perseroan secara umum pertama-tama menerbitkan
saham biasa (common stock) yang merupakan tanda
pemilikan bagi persero dan kalau perseroan tersebut hanya
menerbitkan satu jenis saham biasa saja, maka hak para
persero untuk setiap lembar mendapatkan hak yang sama.
Investor yang membeli saham biasa akan mengambil
risiko yang paling besar dalam perseroan. Perseroan tidak
pernah berjanji untuk membayar mereka. Jika perseroan
tersebut berhasil maka perseroan tersebut akan membayar
deviden pada pemegang saham, tapi bila laba bersih dan
kas yang dimiliki perseroan terlalu rendah, maka pemegang
saham dapat saja tidak memperoleh deviden.
2) Saham Preferen
Saham preferen merupakan salah satu jenis saham
yang dikeluarkan oleh perusahaan selain dari saham biasa.
Pada saham preferen, perusahaan memberikan hak
Pengantar Akuntansi 2

57

prioritas untuk mendapatkan deviden terlebih dahulu
daripada saham biasa kepada para pemegangnya. Jadi,
apabila perusahaan mendapatkan laba atau deviden pada
periode tertentu, maka pemegang saham preferen akan
diberikan deviden terlebih dahulu daripada saham biasa.
Berikut karakteristik dari saham preferen :
1) Memiliki prioritas untuk mendapatkan terlebih dahulu
dalam pembagian deviden
2) Jumlah Deviden yang diterima selalu sama
3) Mendapatkan risiko yang lebih kecil dibandingkan
dengan pemegang saham biasa
4) Saham preferen memiliki sifat campuran antara saham
biasa dan hutang jangka panjang
5) Deviden yang diberikan biasanya dinyatakan dalam
satuan unit moneter atau sebesar prosentasi tertentu
dari nilai pari
5.5 Prosedur Akuntansi dalam Penerbitan Saham
Perusahaan-perusahaan besar memerlukan jumlah
uang yang sangat besar untuk melakukan kegiatan operasi
perusahaan. Mereka tidak dapat berharap untuk membiayai
seluruh operasi mereka dari hasil pinjaman. Mereka
memerlukan modal yang akan di dapatkan dengan cara
mengeluarkan saham atau menerbitkan saham. Anggaran
dasar yang terdapat dalam akte pendirian perseroan
menyebutkan

jumlah

saham

yang

dapat

dikeluarkan

perseroan tersebut.
Modal saham yang dimiliki oleh perseroan terbatas
dapat dijual atau ditempatkan dengan tiga kemungkinan,
yaitu:

58

Pengantar Akuntansi 2

1) Dijual atau ditempatkan sama dengan nilai nominal.
Penjualan saham dengan harga ini sering disebut dengan
penempatan dengan harga pari.
2) Dijual diatas harga nominal. Penempatan saham dengan
harga

ini

akan

menimbulkan

keuntungan

kepada

perusahaan dalam bentuk Agio saham atau Premium.
3) Dijual dengan harga dibawah nilai nominal. Penempatan
saham dengan harga ini akan menimbulkan kerugian
kepada perusahaan yang disebut dengan Disagio saham
atau Discount.
Saham Tresuri (Treasury Stock)
Saham treasuri atau saham yang diperoleh kembali
adalah saham perusahaan yang sudah diterbitkan dan
beredar,

kemudian

dibeli

kembali

oleh

perusahaan.

Perusahaan dapat membeli saham dengan berbagai alasan,
diantaranya :
1) Diberikan sebagai bonus kepada pejabat dan karyawan
perusahaan
2) Meningkatkan volume perdagangan saham dibursa efek
dengan harapan dapat mendongkrak harga pasar
3) Memperoleh tambahan saham yang akan dipergunakan
dalam rangka akuisisi perusahaan lain
4) Mengurangi jumlah lembar saham yang beredar, yang pada
akhirnya akan memperbesar laba per lembar saham.
Terdapat dua metode untuk mencatat transaksi –
transaksi saham treasuri yaitu metode harga perolehan (cost
method) dan metedo nilai nominal (par method), diantara
kedua metode tersebut, metode harga perolehan yang paling
sering digunakan oleh perusahaan.
Contoh :
Pengantar Akuntansi 2

59

Suatu perseroan mempunyai modal disetor dari saham biasa
yang diterbitkan dengan komposisi sebagai berikut :
Transaksi yang berkaitan dengan saham treasuri dan
jurnalnya
a. Dibeli 1.000 lembar saham treasuri senilai Rp. 180 per
lembar
31 Des

Saham Treasuri

Rp. 180.000

Kas
(1)

Rp. 180.000 (1)

(Rp. 180 x 1.000
lembar)

b. Dijual 200 lembar saham treasuri seharga Rp. 240 per
lembar
31 Des

Kas

Rp.

Saham Treasuri

48.000

(2)

Modal disetor diatas

Rp.36.000 (3)
Rp. 12.000

saham treasuri
(2) (Rp.

240

x

200

x

200

lembar)
(3) (Rp.

180

lembar)

c. Dijual 200 lembar saham trasuri seharga Rp. 160 per
lembar
31 Des

Kas

Rp. 32.000 (4)

Modal disetor atas saham

Rp. 4.000

trasuri

Rp. 36.000 (5)

Saham treasuri
(4) Rp.

160

x

200

x

200

lembar)
(5) Rp.

180

lembar)

60

Pengantar Akuntansi 2

Pencatatan Penarikan Kembali Saham
Untuk penarikan saham yang akan dijual lagi, dicatat
sebesar harga perolehan (metode cost) pada perkiraan Modal
disetor/diperoleh kembali (Modal treasury) di debet dan pada
saat dijual dicatat di kredit sebesar yang sama yaitu sebesar
harga perolehan (harga beli). Laba/rugi dicatat pada
perkiraan modal disetor kembali. Untuk pelaporan rekening
Modal disetor kembali dilaporkan dalam neraca kelompok
Modal pemegang saham, sedangkan rekening modal diperoleh
kembali dilaporkan juga dalam neraca kelompok modal
pemegang saham yang merupakan rekening berlawanan
(ontra account).
1) Contoh penempatan/penjualan saham biasa milik
sendiri sebesar sama dengan nilai nominal
Misal PT Hasbi Kencana menerbitkan 100.000 lembar
saham biasa dengan harga per lembar atau Nilai nominal
sebesar Rp10.000. Pada tanggal 25 Juni 2011 dijual tunai
20.000 lembar saham biasa kepada Bp. Falian dengan harga
seluruhnya Rp200.000.000
Jurnal :
25 Juni 2011

Cash

Rp 200.000.000
Common Stock

Rp 200.000.000

Perhitungan:
Nilai Nominal 20.000 lb x Rp10.000 = Rp 200.000.000
2) Contoh penempatan/penjualan saham biasa milik
sendiri sebesar dibawah nilai nominal
Misal PT Hasbi Kencana menerbitkan 100.000 lembar
saham biasa dengan harga per lembar atau nilai nominal
sebesar Rp10.000. Pada tanggal 26 Juni 2011 dijual tunai
Pengantar Akuntansi 2

61

10.000 lembar saham biasa kepada Bp. Adit dengan harga
seluruhnya Rp90.000.000
Jurnal :
26 Juni 2011

Cash

Rp 90.000.000

Discount on common Stock Rp 10.000.000
Common Stock

Rp 100.000.000

Perhitungan :
Nilai Nominal sebenarnya 10.000 lb x Rp10.000 = Rp
100.000.000
Harga jual............................................................. = Rp 90.000.000
Rugi......................................................................... = Rp 10.000.000
3) Contoh Penempatan/penjualan saham biasa milik
sendiri sebesar diatas nilai nominal
Misal PT Hasbi Kencana menerbitkan 100.000 lembar
saham biasa dengan harga per lembar atau nilai nominal
sebesar Rp10.000. Pada tanggal 27 Juni 2011 dijual tunai
40.000 lembar saham biasa dengan harga perlembarnya
Rp12.000 jadi seluruhnya Rp480.000.000
Jurnal :
25 Juni 2011

Cash

Rp 480.000.000
Premium on common Stock

Rp

80.000.000

Common Stock

Rp

400.000.000

Perhitungan :
Nilai Nominal sebenarnya 40.000 lb x Rp10.000 = Rp
400.000.000
Harga jual............................................................. = Rp 480.000.000
Laba........................................................................ = Rp 80.000.000

62

Pengantar Akuntansi 2

4) Contoh Penempatan/penjualan saham preferen sebesar
dibawah nilai nominal
Misal PT Hasbi Kencana menerbitkan 100.000 lembar
saham preferen dengan harga per lembar atau nilai
nominal sebesar Rp20.000. Pada tanggal 28 Juni 2011
dijual tunai 10.000 lembar saham preferen dengan harga
perlembar Rp18.000.
Jurnal :
28 Juni 2011

Cash

Rp 180.000.000

Discount on common Stock Rp 20.000.000
Common Stock

Rp 200.000.000

Perhitungan :
Nilai Nominal sebenarnya 10.000 lb x Rp20.000 = Rp
200.000.000
Harga jual............................................................. = Rp 120.000.000
Rugi........................................................................ = Rp 80.000.000
5) Contoh Penempatan/penjualan saham preferen sebesar
diatas nilai nominal
Misal PT Hasbi Kencana menerbitkan 100.000 lembar
saham preferen dengan harga per lembar atau nilai
nominal sebesar Rp20.000. Pada tanggal 29 Juni 2011
dijual tunai 20.000 lembar saham preferen dengan harga
perlembarnya Rp22.000.
Jurnal :
29 Juni 2011

Cash

Rp 440.000.000
Premium on common Stock

Rp 40.000.000

Common Stock

Rp 400.000.000

Perhitungan :
Nilai Nominal sebenarnya 40.000 lb x Rp10.000 =
Rp400.000.000
Pengantar Akuntansi 2

63

Harga jual............................................................. = Rp 440.000.000
Laba....................................................................... = Rp 40.000.000
6) Contoh mengeluarkan saham biasa untuk Aktiva selain
kas
Misal PT Hasbi Kencana menerbitkan 100.000 lembar
saham biasa dengan harga per lembar atau nilai nominal
sebesar Rp10.000. pada tanggal 30 Juni 2011 Bp. Doni
menukarkan 10.000 lembar saham biasa dengan peralatan
senilai Rp5.000.000 dan tanah senilai Rp120.000.000, maka
jurnal yang dicatat oleh perusahaan sebagai berikut :
30 Juni 2011

Peralatan

Rp

5.000.000

Tanah

Rp 120.000.000

Agio saham biasa

Rp 25.000.000

Saham biasa

Rp 100.000.000

Perhitungan :
Saham biasa yang seharusnya 10.000lb x Rp10.000 = Rp
100.000.000
Peralatan.................................................................... = Rp 5.000.000
Tanah......................................................................... = Rp 120.000.000
Laba........................................................................... = Rp 25.000.000
7) Contoh penempatan/penjualan saham biasa tanpa nilai
nominal
Misal PT Kesempurnaan pada tanggal 16 Juli 2011 dijual
tunai 20.000 lembar saham biasa tidak bernilai nominal
dengan harga seluruhnya Rp220.000.000
Pencatatan yang dilakukan oleh PT Kesempurnaan :
16 Juli 2011

Cash

Rp220.000.000
Saham biasa (Common stock) Rp220.000.000

64

Pengantar Akuntansi 2

8) Contoh

penempatan/penjualan

saham

melalui

pemesanan
Perseroan juga dapat menjual langsung kepada investor
atau pihak lain sesuai dengan rencana penerbitan saham,
dan penerbitan saham yang dilakukan oleh perusahaan
dapat juga diterbitkan melalui sistem pemesanan.
Misal PT Kesempurnaan melakukan penerbitan saham
melalui sistem pemesanan. Transaksi yang terjadi atas
pemesanan tersebut antara lain;
Pada tanggal 1 Maret 2016 diterima pesanan 10.000 lembr
saham biasa dengan nilai nominal Rp20,- Bp. Yuda membeli
saham tersebut dengan harga Rp21,- per lembar dan uang
muka yang dibayarkan sebesar 40% dari total harga yang
diberikan Bp. Yuda.
Jurnal :
1 Maret 2011

Piutang pesanan saham

Rp 210.000

Saham biasa yang dipesan

Rp 200.000

Agio saham biasA

Rp 10.000

Perhitungan :
Piutang pesanan saham………………....10.000 lb x Rp 21,- =
Rp 210.000
Saham biasa yang dipesan (sebenarnya) 10.000 lb x Rp 20,= Rp 200.000
Agio saham………………………… Rp210.000-Rp200.000 = Rp
10.000
Pada saat membayar 40% dimuka
1 Maret 2011

Kas

Rp 84.000
Piutang pesanan saham

Rp 84.000

Pengantar Akuntansi 2

65

Perhitungan :
Kas = 40% x Rp 210.000 = Rp 84.000
Pada tanggal 1 Juli 2011 diterima pembayaran terakhir
60% dari harga pesanan dan menerbitkan sertifikat
saham biasa, maka jurnalnya
1 Juli 2011

Kas

Rp126.000
Piutang pesanan saham

Rp 126.000

Perhitungan :
Kas = 60% x Rp 210.000 = Rp 126.000
Pada saat diterbitkan sertifikat saham
1 Juli 2011

Saham biasa yang dipesan Rp 200.000
Saham biasa

Rp 200.000

5.6 Kebijakan Dividen
Dividen merupakan pembagian laba kepada para
pemegang saham dalam berbagai bentuk. Alasan perusahaan
membayar dividen yaitu :
1. Ada perjanjian dengan kreditor tertentu
2. Ada persyaratan dalam perundang – undangan
3. Ada keinginan untuk mempertahankan asset

untuk

ekspansi dan
4. Ada keinginan melakukan pembayaran dividen merata.
Jenis – jenis dividen (types of dividend) yaitu :
1) Dividen tunai (cash dividend)
2) Dividen Property (property dividend)
3) Dividen likuidasi (liquidating dividend)
4) Dividen saham (stock dividend)

66

Pengantar Akuntansi 2

Terdapat tiga tanggal yang perlu diperhatikan dalam
pembayaran dividen, yaitu:
1. Tanggal pengumuman (date of declaration) dimana saat
dewan direksi mengumumkan akan membagi dividen.
2. Tanggal pencatatan (date of record) dimana saat proses
administrasi terhadap para pemegang saham yang berhak
memperoleh dividen , dan
3. Tanggal pembayaran (date of payment) diman saat
pembayaran kepada para pemegang saham.
1. Dividen Tunai (Cash Dividend)
Dividen tunai adalah pembagian laba kepada para
pemegang saham yang berupa uang kas. Misal, diumumkan
dan dibayar dividen saham sebesar Rp. 180.000. jurnal
yang harus dibuat sebagai berikut:
a. Saat Pengumuman
31
Des

Saldo laba

Rp. 180.000

Utang dividen

Rp. 180.000

b. Saat Pencatatan
Tidak dijurnal
c. Saat Pembayaran
31
Des

Utang Dividen

Rp. 180.000

Kas

Rp. 180.000

2. Dividen Property (Property Dividend)
Dividen property adalah pembagian laba kepada para
pemegang saham dalam bentuk bukan kas, melainkan
berupa properti seperti persediaan, asset tetap dan lain
sebagainya. Diasumsikan, diumumkan property dividen

Pengantar Akuntansi 2

67

berupa investasi dalam bentuk sekuritas dengan harga
perolehaninvestasi pada saat pengumuman dividen sebesar
Rp. 480.000 pada saat itu nilai pasar investasi sekuritas
sebesar Rp. 800.000. Jurnal yang dibuat adalah sebagai
berikut:
a. Saat Pengumuman
31

Saldo Laba

Des

Rp. 800.000

Utang Dividen

Rp. 800.000

Kemudian
Properti (Investasi)

Rp. 320.000

Laba atas kenaikan

Rp. 320.000

property

b. Saat Pencacatan
Tidak dijurnal
c. Saat Pembayaran
Utang Dividen property

Rp.800.000

Properti (Investasi)

Rp.800.000

3. Dividen Likuidasi (Liquidating Dividend)
Dividen likuidasi merupakan pembagian laba kepada
para pemegang saham yang didasarkan kepada modal
disetor (paid in capital) bukan didasarkan kepada saldo
dividen, dividen seperti ini adalah pengembalian investasi
(return of investment) kepada para pemegang saham.
Diasumsikan PT. Sejahtera mengumumkan dan membayar
dividen sebesar Rp. 4.800.000 yang sebesar Rp. 2.800.000
merupakan dividen tunai dan sisanya merupakan dividen
likuidasi. Jurnal yang dibuat adalah sebagai berikut:

68

Pengantar Akuntansi 2

a. Saat Pengumuman
Saldo laba
Tambahan

Rp. 2.800.000
modal

Rp. 2.000.000

disetor
Utang dividen

Rp. 4.800.000

b. Saat Pencatatan
Tidak dijurnal
c. Saat Pembayaran
Utang dividen

Rp. 4.800.000

Kas

Rp. 4.800.000

4. Dividen Saham (Stock Dividend)
Dividen saham adalah pembagian laba kepada para
pemegang saham berupa saham (stock) bukan merupakan
asset. Diasumsikan jika PT. Megantara mempunyai saham
yang beredar 10.000 lembar dengan nilai nominal Rp. 40
dan saldo laba Rp. 100.000; diasumsikan diumumkan 10%
dividen

saham

dengan

harga

saham

pada

saat

pengumuman dividen Rp. 52. Jurnal yang dibuat adalah
sebagai berikut:
a. Saat Pengumuman
Saldo laba
Saham

Rp. 52.000 (1)
biasa

yang

dibagikan

Rp. 40.000 (2)
Rp. 12.000

Tambahan modal disetor

(1)

Rp. 52 x 1.000 lembar = Rp. 52.000

(2)

Rp. 40 x 1.000 lembar = Rp. 40.000

b. Saat Pencatatan
Tidak dijurnal

Pengantar Akuntansi 2

69

c. Saat Pembayaran
Saham biasa yang dibagikan

Rp. 40.000

Saham biasa

Rp. 40.000

5.7 Soal Latihan
SOAL ESAI
1. Apakah karakteristik dari saham biasa, saham preferen dan
saham treasuri?
2. Mungkinkah saham biasa tidak mempunyai nilai nominal?,
apa manfaat dari nilai nominal saham biasa?
3. Terangkan apa yang disebut tambahan modal disetor?
Mungkinkah saldonya negative?
4. Terdapat dua metode untuk mencatat saham treasuri,
mana yang paling sering digunakan? Mengapa?
5. Dalam kondisi apa saja saham treasuri akan timbul?
SOAL 1
Pada tanggal 31 Januari telah berjalan, akun dan saldo berikut
ini muncul dalam buku besar PT. Bangsa, perusahaan pakan
ternak.
Saham preferen 3%, nilai nominal

Rp. 25.000

(modal dasar 50.000 lembar, ditempatkan dan disetor 30
lembar)

Rp. 750.000.000

Agio saham preferen

Rp. 90.000.000

Saham biasa, nilai nominal

Rp. 30.000

(modal dasar 400.000 lembar ditempatkan, dan disetor
120.000 lembar)

Rp. 3.600.000.000

Agio saham biasa

Rp. 300.000.000

Saldo laba

70

Pengantar Akuntansi 2

Rp. 5.794.000.000

Pada rapat umum pemegang saham tahunan tanggal 2 April,
dewan direksi menyajikan rencana untuk memodernisasi dan
mengembangkan pabrik operasi dengan biaya mendekati Rp.
6.500.000.000. Perusahaan berencana (a) membeli sebuah
gedung yang bernilai Rp. 8.200.000.000 dan tanah dimana
gedung tersebut berdiri, senilai Rp. 900.000.000 sesuai
dengan negosiasi awal dengan menerbitkan 45.000 lembar
saham biasa, (b) menerbitkan 15.000 lembar saham preferen
yang belum diterbitkan melalui lembaga penjamin, dan (c)
meminjam dana seebsar Rp. 2.500.000.000. Rencana tersebut
disetujui oleh pemegang saham dan diselesaikan dengan
transaksi berikut ini:
Juni 6 menerbitkan saham 45.000 lembar saham biasa
dengan mempertukarkan tanah dan
sebuah gedung sesuai dengan rencana.
14

Menerbitkan 15.000 lembar saham preferen dan
menerima kas sebesar Rp. 36.000 per lembar

30

Meminjam dana sebesar Rp. 2.500.000.000 dari Bank
Nasional dan mnyerahkan surat
Hipotek dengan bunga 7%

Tidak ada transaksi lain yang terjadi di bulan Juni.
Diminta:
Buatlah ayat jurnal untuk mencatat transaksi – transaksi di
atas!
SOAL 2
Berikut ini adalah akun – akun terilih yang muncul dalam buku
besar PT. Kala pada awal tahun fiscal berjalan tanggal 1 Juli
2010.
Saham preferen 2%, nilai nominal Rp. 100.000

Pengantar Akuntansi 2

71

(modal dasar 25.000 lembar ditempatkan, dan disetor 18.000
lembar)

Rp. 1.800.000.000

Agio saham preferen

Rp. 216.000.000

Saham biasa, nilai nominal

Rp. 40.000

(modal dasar 100.000 lembar ditempatkan dan disetor 70.000
lembar)

Rp. 2.800.000.000

Agio saham biasa

Rp. 700.000.000

Saldo laba

Rp. 3,200.000.000

Selama tahun berjalan, perseroan menyelesaikan sejumlah
transaksi yang memengaruhi ekuitas pemegang saham yaitu:
a. Menerbitkan 11.000 lembar saham biasa dan menerima kas
sebesar Rp. 620.000.000
b. Menjual 4.000 lembar saham preferen 2% seharga Rp.
124.000.000
c. Membeli 8.000 lembar saham treasuri (saham biasa) senilai
Rp. 580.000.000
d. Menjual 6.000 lembar saham treasuri (saham biasa)
seharga Rp. 457.500.000
e. Menjual 1.200 lembar saham treasuri (saham biasa)
seharga Rp. 89.750.000
f. Mengumumkan dividen tunai sebesar Rp. 4.000 per lembar
untuk saham preferen dan Rp. 750 per lembar untuk saham
biasa.
g. Membayar dividen tunai.
Diminta:
Buatlah ayat jurnal untuk mencatat transaksi – transaksi
diatas!

*****

72

Pengantar Akuntansi 2

BAB VI
INVESTASI JANGKA
PANJANG
6.1 Pengertian Investasi
Investasi adalah penanaman modal dalam jangka
waktu lebih dari satu tahun, pada umumnya lebih dari itu,
dengan tujuan untuk memberikan penghasilan tetap atau
menguasai perusahaan lain.
6.2 Tujuan Investasi Jangka Panjang
Adapun tujuan dari investasi jangka panjang adalah
sebagi berikut :
1. Untuk memperoleh hasil yang tetap
2. Untuk menguasai perusahaan lain
3. Untuk menurunkan persaingan
4. Untuk membentuk dana khusus
5. Untuk menjamin suplai bahan baku
6. Untuk tujuan politik perdagangan yang lain
6.3 Jenis Investasi
Jenis investasi yang umum dibagi atas dua yaitu :
1. Investasi dalam bentuk saham
2. Investasi dalam bentuk obligasi

Pengantar Akuntansi 2

73

6.4 Metode Pencatatan Investasi Saham
Pengertian Saham
Saham adalah surat tanda pemilikan suatu perusahaan.
pemegang saham berarti merupakan pemilik perusahaan.
Pada dasarnya ada dua jenis saham, yaitu saham biasa dan
saham preference. Dengan demikian investasi saham dapat
dilakukan pada saham biasa maupun pada saham preference.
Pngertian Pencatatan Investasi
Pencatatan investasi saham dapat dilakukan dengan
(1) Metode Harga Perolehan (Cost Method), atau (2) Metode
Ekuitas (Equity Method).
Metode Harga Perolehan
Metode harga perolehan dipakai apabila investor tidak
memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kebijakan
manajemen perusahaan. Biasanya tingkat pemilikannya
kurang dari 20 persen dari seluruh saham yang beredar.
Metode Ekuiti
Metode Ekuiti dipakai apabila investor memiliki
pengaruh yang signifikan terhadap kebijakan manajemen
perusahaan. Biasanya tingkat pemilikannya 20 persen atau
lebih dari seluruh saham yang beredar.
6.5 Masalah Akuntansi Investasi Saham
Masalah akuntansi yang timbul pada investasi jangka
panjang saham adalah sebagai berikut:
1. Penentuan Harga Perolehan pada saat perolehan saham .
2. Pencatatan selama pemilikan investasi saham.
3. Pencatatan penjualan saham.
74

Pengantar Akuntansi 2

Akuntansi Pembelian Saham
Pencatatan investasi saham dilakukan pada saat
transaksi pembelian saham sebesar harga perolehan. Harga
perolehan adalah jumlah uang yang dikeluarkan untuk
memperoleh saham, yang meliputi: harga beli saham ditambah
dengan biaya lainnya termasuk pajak yang harus ditanggung
oleh pembeli.
Ilustrasi 1 (Saham dibeli secara terpisah):
PT ABC membeli 1000 lembar saham biasa PT Almaida
dengan harga per lembar Rp12.000. Nilai Nominal saham
Rp10.000, biaya komisi broker sebesar Rp600.000, dan 1000
lembar saham preference PT Aida, 10%, nominal Rp5.000,
dengan Biaya yang di keluarkan sebesar Rp100.000.
Harga perolehan: Saham Biasa:
Saham Biasa:
Harga Beli :1.000 x Rp12.000

Rp 12.000.000

Biaya Pembelian

Rp

Harga Perolehan Saham Biasa

Rp 12.600.000

600.000

============
Saham Preference:
Harga Beli :1.000 x Rp5.000 x 1,10

Rp 5.500.000

Biaya Pembelian

Rp

100.000

Harga Perolehan Saham Prioritas

Rp

5.600.000

============
Jurnal
Saham

Pembelian
Biasa

Saham Preference

dan

Investasi saham biasa

Rp 12.600.000

Investasi saham preference Rp. 5.600.000
Kas

Rp 18.200.000

Masalah timbul apabila saham dibeli secara lumpsum, yaitu
dua macam saham atau lebih dibeli sekaligus dengan satu
Pengantar Akuntansi 2

75

harga. Dalam kasus ini, jumlah harga beli harus dialokasikan
kepada masing - masing jenis saham dengan harga pasar
selatif.
Ilustrasi 2 (Saham dibeli secara Lumpsum):
PT. MELATI saham satu lots saham PT. MAWAR
dengan harga beli Rp15.000.000. Dalam satu lots terdiri dari
400 lembar saham biasa dengan nilai nominal Rp5.000 per
lembar dan 100 lembar saham preference dengan harga
nominal per lembar Rp1.000. Harga pasar saham biasa dan
saham preference masing- masing Rp7.500 dan Rp6.000 per
lembar.
Harga perolehan masing-masing dihitung sbb:
Saham biasa

Rp3.000.000
: ----------------- x Rp15.000.000 = Rp 12.500.000
Rp3.600.000

Rp 600.000
Saham prefernce : ----------------- x Rp15.000.000 = Rp 2.500.000
Rp3.600.000
Jurnal

Pembelian

Saham

Secara

Lumpsum

Investasi saham biasa

Rp. 12.500.000

Investasi saham preference Rp. 2.500.000
Kas

Rp 15.000.000

Akuntansi Hasil Investasi Saham
Hasil investasi saham adalah dividen. Dividen yang
diberikan kepada para pemegang saham selain berbentuk kas
dapat juga berbentuk selain kas, misalnya berbentuk surat
berharga, berbentuk saham, dll.
Akuntansi untuk mencatat hasil investasi:
1. Metode Harga Perolehan:
a. Pencatatan pada tanggal pengumuman dividen, dengan

76

Pengantar Akuntansi 2

mendebit Piutang Dividen dan mengkredit Pendapatan
Dividen.
b. Pencatatan pada tanggal pembayaran dividen, dengan
mendebit Kas dan mengkredit Piutang Dividen.
2. Metode Ekuiti:
a. Pencatatan pada tanggal pengumuman dividen, dengan
mendebit Piutang Dividen dan mengkredit Investasi
Saham.
b. Pencatatan pada tanggal pembayaran dividen, dengan
mendebit Kas dan mengkredit Piutang Dividen.
c. Pencatatan pada tanggal neraca, mengakui bagian laba
investee, dengan mendebit Investasi Saham dan
mengkredit Piutang Pendapatan Investasi.
Ilustrasi 3 (Melanjutkan contoh 1):
Pada tanggal 20 Desember 2015 PT. ALMAIDA
mengumumkan dividen tunai untuk setiap 1 lembar saham
biasa yang beredar akan menerima Rp1.000,00 pada tanggal
10 Januari 2003. Laba Bersih PT.ALMAIDA untuk tahun yang
berakhir 31-12-2015 adalah sebesar Rp.20.000.000,00.
Pencatatan apabila menggunakan Metode Harga Perolehan:
a. Pencatatan pada tanggal pengumuman dividen:
Piutang Dividen

Rp 1.000.000

Pendapatan Dividen

Rp 1.000.000

b. Pencatatan pada tanggal pembayaran dividen:
Kas

Rp 1.000.000
Piutang Dividen

Rp 1.000.000

Pengantar Akuntansi 2

77

Sedangkan pencatatan apabila menggunakan Metode
Ekuiti: adalah sebagai berikut:
a. Pencatatan pada tanggal pengumuman dividen:
Piutang Dividen

Rp 1.000.000

Investasi Saham

Rp 1.000.000

b. Pencatatan pengakuan bagian laba, 31-12-2015:
Misalnya, PT.ABC mempunyai 10% saham beredar PT.
ALMAIDA, maka Bagian Laba PT.ABC adalah 10% x
Rp20.000.000,00 atau = Rp2.000.000,00.
Investasi Saham

Rp 2.000.000

Pendapatan Investasi

Rp 2.000.000

c. Pencatatan pada tanggal pembayaran dividen:
Kas

Rp 1.000.000
Piutang Dividen

Rp 1.000.000

6.6 Investasi Jangka Panjang Obligasi
Surat Utang Obligasi adalah surat tanda bukti utang.
Bagi perusahaan yang menerbitkan obligasi merupakan utang,
dan bagi perusahaan yang membeli obligasi untuk tujuan
investasi, merupakan investasi.
6.7 Masalah Akuntansi Investasi Obligasi
Masalah yang terjadi dalam investasi obligasi adalah
sebagai berikut :
1. Menentukan Harga Perolehan Obligasi dan pencatatan pada
saat perolehan.
2. Akuntansi Selama Pemilikan Obligasi
a. Penerimaan/Pengakuan Bunga Obligasi
78

Pengantar Akuntansi 2

b. Amortisasi Agio/ Akumulasi Disagio Obligasi
3. Pelunasan Obligasi pada saat jatuh tempo
4. Penjulan Obligasi sebelum jatuh tempo.
6.8 Penentuan Harga Perolehan Obligasi
Harga perolehan obligasi adalah semua pengeluaran
untuk membeli obligasi, yang biasanya meliputi harga beli
ditambah dengan biaya-biaya pembelian.
Ada tiga kemungkinan pada saat pembelian:
1. Obligasi dibeli sebesar harga nominal.
Bunga efektif = Bunga nominal obligasi
2. Obligasi dibeli di atas nilai nominal --> Timbul agio.
Bunga efektif < Bunga nominal obligasi
3. Obligasi dibeli di bawah nilai nominal --> Timbul disagio.
Bunga efektif > bunga nominal obligasi
Besarnya harga perolehan ditentukan dengan dua cara:
1. Harga pokok ditentukan berdasarkan kurs tertentu
Misal, PT X membeli 1000 lembar obligasi, nominal
Rp10.000/lembar, bunga 12% per tahun dibayar pada
tanggal 1 Februari dan 1 Agustus, Kurs beli 102. Biaya
pembelian Rp 500.000. Obligasi tersebut dibeli tepat pada
tanggal bunga.
Harga pokok dihitung, sebagai berikut:
Harga beli: 1.000 x Rp10.000 x 1,02

Rp 10.200.000

Biaya pembelian

Rp

Harga pokok investasi obligasi

Rp 10.700.000

Nilai nominal obligasi

Rp 10.000.000

Agio obligasi

Rp

500.000

700.000

Pengantar Akuntansi 2

79

Jurnal yang dibuat pada saat pembelian:
Investasi obligasi

Rp10.700.000

Kas

Rp10.700.000

Jika obligasi dibeli diantara tanggal bunga (misalnya,
tanggal 1 Mei):
Investasi obligasi

Rp10.700.000

Pendapatan bunga

Rp

300.000

Kas

Rp11.000.000

Bunga: 3/12 x 12% x Rp10.000.000 = Rp300.000,00.
2. Harga pokok ditentukan berdasarkan bunga efektif.
Jika bunga efektif lebih besar daripada bunga
nominal, berarti obligasi dibeli dengan menimbulkan
DISAGIO.
Jika bunga efektif lebih kecil daripada bunga nominal,
berarti obligasi dibeli dengan menimbulkan AGIO. Harga
perolehan investasi obligasi dihitung sebagai berikut:
Nilai sekarang dari nilai jatuh tempo

Rp. xxxx

Nilai sekarang dari penerimaan
bunga selama umur investasi

Rp. xxxx -

Harga perolehan

Rp. xxxx

Contoh 1:
PT ABC membeli obligasi PT MBA nominal Rp100.000, bunga
8% per tahun, periode 1 Januari 2010 sampai 1 Januari 2015.
Bunga dibayar tiap tanggal 1 Januari dan 1 Juli. Obligasi dibeli
dengan tingkat bunga efektif 10%. Harga perolehan dan
disagio obligasi dihitung sebagai berikut:

80

Pengantar Akuntansi 2

Nilai jatuh tempo obligasi

Rp100.000

Nilai sekarang nilai jatuh obligasi :
Rp100.000 x 0,61391

Rp 61.391

Nilai sekarang bunga: Rp4.000 x 7,72173 Rp 30.997
Harga perolehan obligasi

Rp 92.278

Disagio obligasi

Rp 7.722

Keterangan:
Present value : Bunga 10% per tahun atau 5% tengah tahunan,
periode 5 tahun atau 10 periode.
a : (1+0,05)-10 = 0,61391
1 - (1,05)-10
R = ----------------0,05
0,38608
R = ----------------- = 7,72173
0,05
Akuntansi Selama Pemilikan Investasi Obligasi
a. Penentuan / Pengakuan Bunga Obligasi
Tahun pertama: 2010:
1. Saat penerimaan bunga, tanggal 1 Juli 2010
Kas

Rp 4.000
Pendapatan bunga

Rp 4.000

2. Amortisasi tengah tahunan dengan menggunakan
metode bunga efektif.
Pendapatan bunga

Rp744

Investasi obligasi

Rp744

Amortisasi dihitung dengan cara:
Bunga nominal: 4% x Rp100.000

Rp4.000

Pengantar Akuntansi 2

81

Bunga efektif:

3% x Rp108.530

Rp3.256

Amortisasi

Rp 744

3. Pengakuan bunga dan amortisasi tengah tahunan
metode bunga efektif pada tanggal 31 Desember 2010:
Mencatat bunga yang masih akan diterima dari hari
kupon sampai tanggal tutup buku.
Piutang bunga

Rp 4.000

Pendapatan bunga

Rp4.000

Mencatat amortisasi agio obligasi:
Pendapatan bunga obligasi

Rp 766

Investasi obligasi

Rp 766

Mencatat amortisasi disagio obligasi:
Investasi obligasi

Rp. 766

Pendapatan bunga obligasi

Rp. 766

Amortisasi dihitung sebagai berikut:
Bunga nominal:

4% x Rp100.000

Rp 4.000

Bunga efektif : 3% x Rp107.786

Rp 3.234

Amortisasi

Rp 766

b. Amortisasi / Akumulasi Investasi Obligasi
Metode Garis Lurus
Amortisasi Agio/Akumulasi Disagio dibebankan sama
besar selama umur obligasi.
Contoh:
Besarnya agio obligasi

Rp 8.530

Periode amortisasi 10 kali
Amortisasi per periode (selama 10 kali)

82

Pengantar Akuntansi 2

Rp 853

Metode Bunga Efektif
Besarnya amortisasi agio/akumulasi disagio dihitung
berdasarkan skema sebagai berikut:
Nilai buku obligasi awal
tahun x %se bunga efektif

= Rp xxx

Nilai nominal x %se bunga nominal

= Rp xxx

Amortisasi tahun tertentu

= Rp xxx

Contoh:
Bunga efektif : 3% x Rp108.530

= Rp3.256

Bunga nominal : 4% x Rp100.000

= Rp4.000

Amortisasi periode 1

= Rp 744

6.9 Penghentian/Pengalihan Investasi Obligasi
Ada dua jenis penghentian/pengalihan investasi
obligasi :
1. Pelunasan Obligasi Saat Jatuh Tempo
2. Penjualan Obligasi Sebelum Jatuh Tempo
Jika obligasi dijual sebelum tanggal jatuh tempo, maka
perhitungan laba atau rugi didasarkan pada selisih antara
uang diterima dari penjualan dengan nilai buku obligasi pada
saat penjualan. Nilai buku investasi obligasi adalah:
NB:
 Harga perolehan + Akumulasi Disagio sampai dengan
penjaulan.
 Harga perolehan - Amortisasi Agio sampai dengan
penjualan.
Prosedurnya adalah sebagai berikut:
Buat catatan amortisasi agio dari amortisasi terakhir sampai
dengan saat penjualan.
Buat catatan penjualan investasi obligasi.
Pengantar Akuntansi 2

83

Contoh:
Pada tanggal 1 Oktober 2010 obligasi PT MBA dijual dengan
kurs 105%, (lihat tabel amortisasi), belum termasuk bunga
berjalan.
1. Mencatat amortisasi selama 3 bulan:
Pendapatan bunga

Rp432

Investasi obligasi

Rp432

(3/6 x Rp863 = Rp432)
2. Mencatat penjualan obligasi:
Kas

Rp107.000
Pendapatan bunga

Rp

2.000

Investasi obligasi

Rp 104.150

Laba penjualan obligasi

Rp

850

Menghitung laba rugi penjualan:
Harga jual : 1,05 x Rp100.000

Rp105.000

Nilai buku obligasi:
Harga perolehan

Rp108.530

Amortisasi 1995

Rp744

Amortisasi 1996

Rp1.560

Amortisasi 1/7/97

Rp1.644

Amortisasi1/8-1/10

Rp.432
Rp.4.380
Rp.104.150

Laba penjualan obligasi

Rp. 850

(Bunga berjalan : 3/6 x 4% x Rp. 100.000 = Rp. 2.000)
6.10 Pertukaran Obligasi dengan Saham
Saham yang diterima dicatat sebesar harga pasarnya.

84

Pengantar Akuntansi 2

Contoh penjualan obligasi di atas, dalam kasus ini dianggap
obligasi ditukar dengan saham, kurs 105%.
1. Mencatat amortisasi selama 3 bulan:
Pendapatan bunga

Rp432

Investasi obligasi

Rp432

2. Mencatat pertukaran:
Investasi saham

Rp105.000

Kas

Rp 2.000

Pendapatan bunga

Rp 2.000

Laba pertukaran

Rp

Investasi obligasi

Rp104.150

850

6.11 Soal Latihan
SOAL 1
PT. Satria memiliki modal dalam saham biasa yang sudah
beredar 25.000 lembar dengan nilai nominal @Rp. 10.000.
Pada tanggal 5 Januari 2010 PT. Panser membeli 20.000
lembar saham biasa PT. Satria yang beredar dengan kurs beli
@Rp. 12.500 lembar. Biaya – biaya yang dikeluarkan dalam
pembelian ini adalah provisi dan materai 1%.
Diminta:
1. Tentukan harga perolehan dari investasi tersebut!
2. Buatlah jurnal yang diperlukan!
3. Berapakah prosentase kepemilikan saham?
SOAL 2
Keaadaan modal PT. Yongki pada tanggal 1 Januari 2010
adalah modal saham preferen 3.000 lembar dan saham biasa
10.000 lembar yang sudah beredar. Pada tanggal 7 Januari
2010 PT. Zaki membeli 2.000 lembar saham preferen dan
Pengantar Akuntansi 2

85

6.000 lembar saham biasa dari PT. Yongki dengan harga Rp.
58.960.000.
Diminta :
1. Tentukan harga perolehan investasi saham preferen dan
saham biasa bila harga pasar saham preferen diketahui
@Rp. 11.500 dan harga pasar saham biasa diketahui @Rp.
5.100 dan pencatatan dalam bentuk jurnal umum.
2. Tentukan harga perolehan investasi saham preferen dan
saham biasa bila harga pasar saham preferen diketahui
@Rp. 11.500 dan harga pasar saham biasa tidak diketahui
dan pencatatan dalam bentuk jurnal umum.
3. Tentukan harga perolehan investasi saham preferen dan
saham biasa bila harga pasar saham preferen tidak
diketahui dan harga pasar saham biasa tidak diketahui dan
pencatatan dalam bentuk jurnal umum.

*****

86

Pengantar Akuntansi 2

DAFTAR PUSTAKA
Nuh, Muhamad dan Hamizar. 2011. Intermediate Accounting.
Jakarta: Lentera Ilmu Cendekia
Ross, Waterfeld, Jaffe, and Jordan.2008. Modern Financial
Management: 8th edition. New York: McGrawHill/Irwin.
Satria, Dy Ilham. 2016. Modul Akuntansi Keuangan 2. Aceh :
Universitas Malikussaleh
Warren, Reeve, dan Duchac,. 2015. Accounting: 25th
South Western : Cengage Learning,

edition.

Weygant Jerry , Paul Kimmel dan Donald E Kieso. 2015
Financial Accounting with International Financing
Reporting Standards : 3th edition. New Jersey:John
Wiley & Son.
Wibowo, Sampoerno. 2009. Akuntansi Keuangan 2. Bandumg :
Politeknik Telkom

Pengantar Akuntansi 2

87

TENTANG PENULIS
Dina Khairuna Siregar, SE, Ak., MM.
adalah

pengajar

Fakultas

Jurusan

Ekonomi

dan

Akuntansi
Bisnis

di

Universitas Bina Bangsa Kota Serang Banten. Beliau meraih gelar sarjana dari
Jurusan

Akuntansi

di

Universitas

Padjadjaran Bandung pada tahun 2005.
Dan pada tahun 2013 mendapatkan gelar magister nya dari
STIE Indonesia Banking School Jakarta. Penulis dilahirkan di
Medan pada tanggal 01 April 1979.

Ina Khodijah, S.E.I., M.Ak, adalah pengajar
Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan
Bisnis di Universitas Bina Bangsa Kota
Serang - Banten. Beliau meraih gelar
sarjana dari Jurusan Akuntansi Syariah di
Sekolah Tinggi Ekonomi Islam SEBI di
Depok pada tahun 2012. Dan pada tahun
2016 mendapatkan gelar magister nya dari Universitas Esa
Unggul Jakarta. Penulis dilahirkan di Serang pada tanggal 07
Desember 1986 dan telah menikah serta dikarunia satu orang
anak.

88

Pengantar Akuntansi 2

Rika Kartika, ST., M.Ak, lahir di Serang
pada tanggal 31 Desember 1990, lulus dari
SMAN

1

Kota

melanjutkan

Serang,

Sarjana

Teknik Industri di
Nasional

Bandung,

pendidikan

Magister

kemudian

Teknik,

jurusan

Institut Teknologi
mendapatkan
Akuntansi

di

Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. Saat ini, mengajar
Program Studi Akuntansi di Universitas Bina Bangsa, kota
Serang- Banten.

*****

Pengantar Akuntansi 2

89

90

Pengantar Akuntansi 2

Judul: Buku Pengantar Akuntansi

Oleh: Rika Kartika


Ikuti kami