Basis Akuntansi

Oleh Arnold Nainggolan

21 tayangan
Bagikan artikel

Transkrip Basis Akuntansi

BASIS AKUNTANSI
AKUNTANSI BERBASIS KAS

PENGERTIAN
Akuntansi berbasis Kas merupakan basis yang
secara tradisional digunakan oleh pemerintah di
berbagai negara. Pengakuan dan pengukuran
dilakukan berdasarkan Kas masuk dan Kas keluar.
Kelebihan:
 relatif sederhana;
 mudah dipahami dan dilaksanakan;
 proses audit lebih mudah; dan
 memudahkan dalam pengendalian belanja.
Kekurangan:
 rentan manipulasi arus kas;
 mendorong kecenderungan belanja sampai
anggaran habis;
 tidak ada pengendalian aset nonkas secara
terkoordinasi melalui akuntansi;
 aset terabaikan atau tidak digunakan dengan
efektif;
 pembengkakan utang dan risiko kebangkrutan
tidak terdeteksi melalui akuntansi dan LK; hanya memberikan gambaran parsial tentang
keuangan negara;
 tidak memfasilitasi hubungan antara analisis
ekonomis dengan output organisasi;
 tidak menggambarkan beban keuangan yang
sebenarnya terutama beban penyusutan aset
tetap; serta
 tidak mampu menghasilkan neraca sehingga
negara tidak pernah mengetahui posisi dan
risiko keuangan (blind spot accounting).
http://www.btklsby.go.id/wp-content/
uploads/2010/01/1-Materi-GambaranUmum-150414.pdf

Akuntansi Berbasis Kas Menuju Akrual

Basis akuntansi ini merupakan suatu pendekatan
unik yang dikembangkan oleh Indonesia untuk
dapat menyajikan empat laporankeuangan pokok
yang diamanatkan UU dan disesuaikan dengan
kondisi (peraturan, sistem, sarana dan prasarana,
serta SDM) di Indonesiayang sampai dengan tahun
2004 masih menggunakan pembukuan tradisional
(single entry) berbasis kas, belum menggunakan
akuntansi modern (double entry) sehingga sangat
sulit atau bahkan tidak mungkin bila langsung
menerapkan akuntansi modern berbasis akrual.
Basis Kas Menuju Akrual relatif tidak dikenal di
negara-negara lain, yang merupakan pendekatan

transisi dari kas menuju akrual yang berhasil.
http://www.btklsby.go.id/wp-content/uploads/
2010/01/1-Materi-Gambaran-Umum-150414.pdf
Akuntansi Berbasis Akrual

Basis akrual adalah suatu basis akuntansi di mana
transaksi ekonomi atau peristiwa akuntansi diakui,
dicatat, dan disajikan dalam laporan keuangan
berdasarkan pengaruh transaksi pada saat
terjadinya transaksi tersebut, tanpa
memperhatikan waktu kas diterima atau
dibayarkan. Dengan kata lain, basis akrual
digunakan untuk pengukuran aset, kewajiban dan
ekuitas dana. Akuntansi berbasis akrual
merupakan international best practice dalam
pengelolaan keuangan modern yang sesuai dengan
prinsip New Public Management (NPM) yang
mengedepankan transparansi dan akuntabilitas
pengelolaan keuangan. Akrual basis mendasarkan
konsepnya pada dua pilar yaitu:
1. Pengakuan pendapatan : Saat pengakuan
pendapatan pada basis akrual adalah pada saat
pemerintah mempunyai hak untuk melakukan
penagihan dari hasil kegiatan pemerintah. Dalam
konsep basis akrual, mengenai kapan kas benarbenar diterima menjadi hal yang kurang penting.
Oleh karena itu, dalam basis akrual kemudian
muncul estimasi piutang tak tertagih, sebab
penghasilan sudah diakui padahal kas belum
diterima.
2. Pengakuan beban: Pengakuan beban dilakukan
pada saat kewajiban membayar sudah terjadi.
Sehingga dengan kata lain, pada saat kewajiban
membayar sudah terjadi, maka titik ini dapat
dianggap sebagai starting point munculnya biaya
meskipun beban tersebut belum dibayar.
http://www.btklsby.go.id/wp-content/uploads/
2010/01/1-Materi-Gambaran-Umum-150414.pdf

Judul: Basis Akuntansi

Oleh: Arnold Nainggolan


Ikuti kami