Bab I Akuntansi, Proses Akuntansi Dan Persamaan Akuntansi

Oleh Amel Lia

95 tayangan
Bagikan artikel

Transkrip Bab I Akuntansi, Proses Akuntansi Dan Persamaan Akuntansi

BAB I
Akuntansi, Proses Akuntansi dan Persamaan Akuntansi
A. Definisi Akuntansi
Adalah suatu sistem informasi yang memberikan laporan kepada berbagai pemakai
atau pembuat keputusan mengenahi aktivitas bisnis dari suatu satu kesatuan ekonomi.
Proses Akuntansi akan menghasilkan informasi Laporan Keuangan yang sangat
berguna bagi para pemakai informasi keuangan baik untuk internal perusahaan maupun
pihak diluar perusahaan termasuk pemerintah.
B.

Pemakai Informasi Akuntansi
a. Individu, masyarakat umum menggunakan informasi akuntansi untuk kepentingan
tertentu, misalnya melakukan investasi atau mau menyewa atau membeli rumah.
b. Pemodal / Investor, investor membutuhkan informasi akuntansi mengenahi posisi
keuangan suatu perusahaan untuk mengetahui prospek perusahaan dimasa
mendatang.
c. Kreditor, bank dan para rekanan membutuhkan informasi akuntansi untuk menilai
kemampuan perusahaan dalam memenuhi pembayaran sesuai penjadwalan.
d. Badan Pemerintah, seperti Kantor Pajak sangat berkepentingan untuk mengetahui
pelaporan perpajakan dari suatu perusahaan atau perorangan.
e. Manajemen, pimpinan perusahaan merupakan pihak yang paling banyak membutuhkan
informasi akuntansi untuk pengambilan suatu keputusan.
f. Akuntansi Nir Laba, Organisasi Nir Laba , seperti rumah sakit, badan-badan
pemerintah dan sekolah-sekolah yang beroperasi dengan tujuan bukan untuk mencari
laba juga menggunakan informasi akuntansi sebagaimana yang dilakukan oleh
lembaga-lembaga lainnya.
Dilihat dari sisi pemakai informasi akuntansi pada dasarnya dapat dibedakan menjadi dua
bagian pemakai yaitu pengguna internal dan pengguna eksternal, sehingga informasi
akuntansi terbedakan antara Akuntansi Keuangan dan Akuntansi Manajemen.
Akuntansi Keuangan merupakan informasi akuntansi yang memberikan informasi
pada pihak-pihak di luar perusahaan yang bukan merupakan bagian dari manajemen
perusahaan. Misalnya para kreditur, pemerintah, masyarakat dan investor.
Akuntansi Manajemen merupakan informasi akuntansi yang memberikan informasi
pada pihak-pihak pengambil keputusan internal perusahaan atau organisasi.

C. Bentuk Perusahaan/Badan Usaha dibagi menjadi 3 jenis perusahaan
Perusahaan Perseorangan, merupakan perusahaan yang kepemilikannya dimiliki
secara tunggal seorang pemilik, jenis ini biasanya berupa usaha perusahaan eceran dan
usaha profesional. Contohnya ; toko, dokter, akuntan dan pengacara.
Persekutuan (Firma dan CV), merupakan perusahaan yang kepemilikannya dari
penggabungan dua orang atau lebih yang dianggap sebagai pemilik bersama atas
perusahaan tersebut. jenis ini biasanya juga berupa usaha perusahaan eceran dan usaha
profesional yang bersekala kecil dan menengah, meskipun adapula yang bersekala besar.
Contohnya ; perusahaan eceran, akuntan dan pengacara.

Perseroan Terbatas (PT), merupakan perusahaan yang dimiliki oleh para pemegang
saham perusahaan tersebut.
Dari sudut pandang hukum, Perseroan Terbatas sangat berbeda dengan perusahaan
perseorangan dan persekutuan. Jika perusahaan perseorangan dan persekutuan
mengalami kebangkrutan, si pemberi pinjaman dapat menyita kekayaan pribadi pemiliknya
untuk menutupi kekurangan hutang-hutang perusahaannya. Tetapi jika perusahaan
bangkrut pada jenis Perseroan Terbatas, si pemberi pinjaman tidak dapat mengambil /
menyita harta pribadi para pemegang saham.
Membandingkan Perusahaan Perorangan, Persekutuan dan Perseroan Terbatas.
Perusahaan
Perorangan

Perusahaan
Persekutuan

Perseroan
Terbatas

1. Pemilik

Satu Orang

Dua orang atau
Lebih

Pemegang saham

2. Umur-entitas

Dibatasi dengan
Pilihan pemilik atau
Kematian pemilik

Dibatasi dengan
Pilihan pemilik atau
Kematian pemilik

Tidak terbatas

3. Kewajiban pribadiPemilik bertanggung
Jawab

Sekutu masing-2
bertanggung jawab
tidak bertanggung
Jawab

Pemegang saham

4. Status akuntansi Entitas akuntansi
Terpisah dari pemilik

Entitas akuntansi
Entitas akuntansi
terpisah dari sekutu terpisah dari
Pemegang saham

D. Konsep-konsep dan Prinsip Akuntansi
Praktik akuntansi harus mengacu pada peraturan dan perundangan yang mengatur
bagaimana mengukur, menilai dan mengolah data akuntansi sesuai dengan Standar
Akuntansi Keuangan (SAK) yang berisi tentang prinsip akuntansi yang berlaku umum.

1.

Konsep Entitas
Konsep entitas merupakan pemisahan antara suatu organisasi atau kesatuan usaha
dengan dengan organisasi atau kesatuan usaha lainnya dan individu-individu,
sehingga menjadikan suatu unit ekonomi yang terpisah. Konsep entitas ini merupakan
konsep yang paling dasar dalam akuntansi.
Contoh pada perusahaan General Motor, sebuah perusahaan raksasa yang memiliki
beberapa divisi Chevrolet, Oldsmobile, Cadillac dan Pontiac. Manajemen General
Motor memperlakukan masing-masing divisi sebagai suatu entitas akuntansi yang
terpisah. Misalkan penjualan di divisi oldsmobile menurun secara drastis, manajemen
akan mencari jalan keluar untuk memecahkan masalah tersebut. Tetapi bila penjualan
dari divisi-divisi itu dijadikan satu tidak dipisahkan, maka manajemen akan kesulitan
dan tidak mengetahui bahwa salah satu divisi megalami penurunan penjualan.

2.

Prinsip Keandalan
Prinsip Keandalan merupakan prinsip yang mengandalkan data yang dapat dibuktikan,
ditelusuri kebenarannya, dan dapat dikonfirmasikan oleh siapapun yang independen.
Oleh karena itu pencatatan akuntansi hendaklah didasarkan pada data-data dari suatu
aktivitas kegiatan usaha berdasarkan bukti-bukti yang obyektif.

3.

Prinsip Biaya
Prinsip Biaya merupakan prinsip yang menyatakan bahwa aktiva dan jasa yang
diperoleh dicatat menurut harga aktualnya (nilai historis) walaupun sipembeli yakin
bahwa harga yang dibayarkan itu didapatkan hasil tawar menawar , tetapi barang
tersebut harus dicatat dengan harga yang benar-benar terjadi dan dibayarkan pada
saat mendapatkannya atau terjadinya transaksi tersebut.
Contoh : Suatu Toko listrik mendapatkan barang dagangan secara borongan dari tiko
listrik lainnya yang sudah tidak beroperasi lagi senilai Rp. 1.000.000,-, harga barang
tersebut bila beli di distributor tempat kulakan biasanya senilai Rp. 2.000.000,-. Pada
prinsip biaya ini toko listrik tersebut harus mencatat hasil pembeliannya tersebut
berdasar harga perolehannya sebesar Rp. 1.000.000,- walaupun harga barang
tersebut seharusnya senilai Rp. 2.000.000,-

4.

Konsep Kesinambungan
Konsep Kesinambungan (going concern) merupakan konsep yang mengasumsikan/
menganggap bahwa suatu entitas akan terus melakukan usahanya secara terus
menerus sampai masa yang tidak dapat ditentukan.
Tidak menetapkan kegiatan usahanya hanya sampai periode tertentu, sehingga
perlakuan atas pencatatan akuntansi akan terus berkesinambungan dari tahun ke
tahun.

BAB II
Lembaga Keuangan bank dan Bukan Bank
Lembaga Keuangan merupakan lembaga yang menyediakan jasa yang berhubungan
dengan keuangan untuk masyarakat luas. Bentuk umum dari lembaga keuangan ini yaitu
perbankan, building society (sejenis koperasi), credit union, piutang saham, asuransi, dan
sejenisnya. Fungsi dari lembaga keuangan ini sendiri memang untuk menyediakan jasa atau
sebagai perantara antara pemilik modal dengan pasar uang yang mana mereka memiliki
tanggung jawab dalam penyaluran dana dari investor kepada perusahaan yang membutuhkan
dana tersebut untuk keperluannya. Dengan adanya lembaga keuangan yang memfasilitasi arus
peredaran uang dalam perekonomian, maka uang dari para investor akan dikumpulkan dalam
bentuk tabungan sehingga risiko dari para investor beralih pada lembaga keuangan ini yang
kemudian akan menyalurkan dana tersebut dalam bentuk pinjaman kepada perusahaan atau
organisasi yang membutuhkan. Dari hasil peminjaman tersebut, lembaga keuangan akan
memperoleh pendapatan atau keuntungan berupa bunga beberapa persen dari jumlah uang
yang mereka pinjamkan.
Di Indonesia, lembaga keuangan dibagi menjadi 2 (dua) kelompok, yaitu:

A. LEMBAGA KEUANGAN BANK
Maksud lembaga keuangan bank ini adalah lembaga keuangan yang berwujud bank. Bank
merupakan lembaga keuangan yang mengumpulkan dana masyarakat atau menerima
simpanan uang dari masyarakat yang kemudian akan disalurkan kepada masyarakat yang
membutuhkan dana dalam bentuk kredit atau peminjaman uang, dan juga menerbitkan
promes (banknote) demi meningkatkan taraf hidup masyarakat luas.
Tujuan didirikannya bank ada 2 (dua), yaitu:
1. Menyediakan suatu alat pembayaran yang efesien bagi nasabah.
Contohnya ialah bank menyediakan uang tunai, tabungan, dan kartu kredit untuk para
nasabahnya untuk mempermudah dalam menyimpan uang mereka. Ini merupakan
salah satu peranan dari bank yang paling penting dalam kehidupan ekonomi.
2. Meningkatkan arus dana untuk investasi dan pemanfaatan yang lebih produktif.
Dengan bank menyediakan tabungan untuk para nasabah, itu berarti bank
mempermudah nasabah dalam hal menginvestasi harta berupa uang milik mereka dan
meningkatkan arus dana yang dimiliki para nasabah. Kemudian bank menggunakan
uang itu untuk meminjamkannya kepada pihak lain yang membutuhkan dana tersebut.
Bila peran ini terus berjalan dengan baik, ekonomi suatu negara akan meningkat. Tanpa
adanya arus dana ini, uang hanya berdiam di saku seseorang dan tidak bertambah,
orang juga tidak dapat memperoleh pinjaman dan bisnis tidak dapat dibangun karena
mereka tidak memiliki dana pinjaman tersebut.
Berdasarkan cara melakukan kegiatannya bank dibagi menjadi 2 (dua), yaitu:

1. Bank Umum Konvensional
Maksud bank umum konvensional ini yaitu bank yang memberikan seluruh pelayanan
dari perbankan yang ada. Kegiatan yang dilakukan bank ini antara lain:
 Mengumpulkan dana masyarakat
Bank umum konvensional mengumpulkan dana masyarakat dalam bentuk Simpanan
Giro, Simpanan Tabungan, maupun Simpanan deposit. Biasanya bank akan
menawarkan bunga yang akan diberikan atas tabungan tersebut agar masyarakat
tertarik untuk menyimpan dananya di bank tersebut. Bahkan ada beberapa bank
yang memberikan hadiah dengan ketentuan tertentu demi menarik minat
masyarakat.

 Menyalurkan dana ke masyarakat
Selain mengumpulkan dana dari masyarakat, bank juga menyalurkan dana ke
masyarakat lain yang memang sedang membutuhkan dana untuk keperluannya.
Dana tersebut disalurkan dalam bentuk pinjaman berupa kredit investasi, kredit
modal kerja, dan juga kredit konsumsi. Namun, bagi yang mengambil kredit tersebut
di bank tentu akan dikenakan biaya administrasi oleh bank. Itulah tujuan dari bank
menyalurkan dana tersebut agar bank juga bisa memperoleh keuntungan dari
menyalurkan dana tersebut.
 Memberikan jasa bank lainnya
Maksud dari jasa lainnya yang diberikan bank disini ialah nasabah dapat
mentransfer uang ke nasabah lainnya baik dalam satu bank yang sama maupun
berbeda. Selain itu juga ada jasa kliring, jual beli surat-surat berharga, dan
sebagainya.
Jadi, bank umum konvensional memperoleh keuntungan dari hasil menyalurkan dana
kepada nasabah dengan adanya biaya administrasi tersebut.

2. Bank Umum Syariah
Tidak jauh berbeda halnya dengan bank umum konvensional, bank umum syariah juga
melakukan kegiatan perbankan pada umumnya hanya saja bank ini berdasarkan pada
prinsip syariah yaitu perjanjian berdasar pada hukum islam antara bank dengan para
nasabahnya.
Berikut adalah kegiatan yang dilakukan oleh bank umum syariah:
 Menerima simpanan dana dari masyarakat
Sama halnya dengan bank umum konvensional, bank umum syariah juga menerima
simpanan dana dari masyarakat hanya saja dalam bentuk giro berdasarkan prinsip
wadi’ah, tabungan berdasarkan prinsip wadi’ah atau mudharabah, deposito
berjangka berdasarkan prinsip mudharabah, atau simpanan simpanan dalam bentuk
lain yang berdasarkan prinsip wadi’ah ataupun mudharabah.
 Menyalurkan dana
Bank syariah juga dapat menyalurkan dana kepada masyarakat seperti halnya bank
umum konvensional, namun penyaluran dana tersebut dalam bentuk piutang yang
berdasarkan prinsip mudharabah, isthishna, ijarah, dan salam. Selain itu juga
menyalurkan dana dalam bentuk pembiayaan dengan prinsip bagi hasil, dan
pembiayaan lainnya berdasarkan prinsip qardh.
 Memberikan jasa lainnya berdasarkan prinsip dalam hukum islam
Jasa jasa lain yang diberikan bank umum syariah seperti menjual atau membeli
surat-surat berharga berdasarkan prinsip jual beli atau hiwalah, melakukan kegiatan
dalam valas berdasarkan prinsip sharf, dan lain sebagainya.
Dalam bank umum syariah, terdapat beberapa kegiatan yang dilarang untuk dilakukan
oleh bank tersebut, antara lain:
 Melakukan penyertaan modal
 Melakukan usaha perasuransian
 Melakukan kegiatan usaha yang tidak berdasar pada prinsip dalam hukum islam
 Melakukan kegiatan usaha secara konvensional
Jadi, semua kegiatan yang dilakukan oleh bank umum syariah ini berdasarkan pada
prinsip-prinsip yang ada dalam hukum islam. Dan bank ini juga memperoleh keuntungan
tidak dengan memberikan bunga, namun dengan sistem bagi hasil dengan masyarakat
yang meminjam dana pada bank syariah tersebut.

B. LEMBAGA KEUANGAN BUKAN BANK
Lembaga keuangan bukan bank ini tidak berarti lembaga keuangan ini tidak melakukan
kegiatan keuangan seperti halnya yang dilakukan oleh bank, hanya saja lembaga
keuangan bukan bank ini merupakan lembaga yang memberikan jasa dalam hal keuangan
namun bukan merupakan bank. Lembaga keuangan bukan bank (LKBB) ini juga dapat
menarik dana dari masyarakat namun secara tidak langsung seperti lembaga pembiayaan
yang terdiri dari leasing, factoring, pembiayaan konsumen dan kartu kredit, perusahaan
perasuransian, dan sebagainya.
Lembaga keuangan bukan bank (LKBB) ini didirikan dengan tujuan:
1. Untuk mendorong perkembangak pasar modal
2. Untuk membantu permodalan perusahaan yang ekonominya lemah
Jenis-jenis dari lembaga keuangan bukan bank itu sendiri ada beberapa macam, yaitu:
1. Asuransi
Perusahaan asuransi yaitu perusahaan yang memberikan jasa dalam hal
pertanggungan. Perusahaan asuransi dapat berupa perusahaan asuransi konvensional
dan asuransi syariah.
2. Pegadaian
Perusahaan pegadaian ini meminjamkan dana kepada masyarakat namun harus
dengan jaminan tertentu. Pegadaian ini juga dapat berupa pegadaian konvensional dan
pegadaian syariah.
3. Koperasi Simpan Pinjam
Koperasi ini memberikan dana pinjaman juga melayani penyimpanan dana dari
masyarakat.
4. Dana Pensiun
Perusahaan yang mengelola dana pensiun dari para pekerja suatu perusahaan.
5. Pasar Uang
Di Pasar Uang ini, masyarakat dapat menginvestasikan dana mereka dan juga
memperoleh dana pinjaman untuk keperluan masyarakat tersebut.
Itulah beberapa lembaga keuangan bukan bank (LKBB). Sebenarnya masih banyak
perusahaan yang termasuk lembaga keuangan bukan bank selain 5 (lima) perusahaan
yang disebutkan diatas.

C. PERBEDAAN DARI KEDUA LEMBAGA
Kedua lembaga tersebut memiliki beberapa perbedaan, antara lain:
1. Lembaga keuangan bank menjalankan kegiatan yang lebih lengkap bila dibandingkan
dengan lembaga keuangan bukan bank, yaitu mengumpulkan dana dari masyarakat lalu
menyalurkannya kembali ke masyarakat yang membutuhkan, serta memberikan jasajasa keuangan lainnya seperti jual beli surat-surat berharga dan sebagainya. Sedangkan
lembaga keuangan bukan bank, setiap perusahaan hanya memfokuskan pada satu
kegiatan perusahaan tersebut. Misalnya perusahaan asuransi, mereka hanya focus
untuk memberikan layanan tanggungan kepada masyarakat yang tergabung dalam
layanan mereka. Contoh lain yaitu perusahaan pegadaian, mereka hanya menyalurkan
dana pinjaman kepada masyarakat yang membutuhkan dan dengan jaminan tertentu
pastinya.
2. Lembaga keuangan bank dapat secara langsung menciptakan uang giral yang dapat
mempengaruhi jumlah uang yang beredar di masyarakat sedangkan lembaga keuangan
bukan bank tidak bisa melakukan itu.
3. Lembaga keuangan bank dapat mengumpulkan dana dari masyarakat langsung dalam
bentuk giro, tabungan, maupun deposito. Sedangkan lembaga keuangan bukan bank
tidak dapat secara langsung mengumpulkan dana dalam bentuk tersebut.

BAB III
KOMUNIKASI BISNIS
A. Pengertian Komunikasi Bisnis Menurut Para Ahli
Sebagai makhluk sosial, komunikasi merupakan hal yang sangat penting dalam kehidupan
manusia. Hampir seluruh kegiatan manusia itu memerlukan komunikasi, walaupun
komunikasinya berbeda-beda antara satu dan lainnya.
Karena itu para ahli banyak mengeluarkan pendapatnya, walau demikian intinya masih
tetap sama. Berikut ini adalah beberapa pendapat para ahli.
1.

Djoko Purwanto
Komunikasi bisnis merupakan komunikasi yang digunakan dalam dunia bisnis yang
mencangkup berbagai macam bentuk komunikasi, baik itu verbal maupun non-verbal
guna mencapai suatu tujuan tertentu.

2.

William Albig
Komunikasi bisnis adalah pertukaran informasi, gagasan, pendapat, intruksi yang
memiliki tujuan tertentu yang disajikan secara personal maupun impersional melaluli
simbol-simbol atau sinyal.

3.

William C.Himstreet dan Wyne Murlin Baty
Proses pertukaran informasi antar individu melalui sistem yang lazim baik itu dengan
simbol-simbol, sinyal atau perilaku dan tindakan.

4.

Cutris
Komunikasi bisnis adalah komunikasi yang terdapat dalam organisasi bisnis dalam
pertunjukan untuk memecahkan masalah dan membuat keputusan. Menurut posisi
yang lebih tinggi dalam bisnis, ia semakin bergantung terhadap keahlian orang lain
untuk membuat keputusan dan memecahkan masalah.

5.

Katz
Menurut Katz komunikasi bisnis adalah adanya pertukaran ide, pesan, dan konsep
yang bertkaitan dengan pencapaian srangkaian tujuan komersil.

6.

Philip Kolter
Menurut Philip komunikasi bisnis adalah suatu kegiatan manusia yang ditujukan untuk
memuaskan kebutuhan dan keinginan melalui peroses pertukaran.

7.

Persing
Komunikasi bisnis adalah proses penyampaian arti melalui lambang-lambang yang
meliputi keseluruhan unsur-unsur yang berhubungan dengan proses penyampaian dan
penerimaan pesan, baik dalam bentuk tulisan, lisan, atau non-verbal yang dilakukan di
dalam suati organisasi untuk membayar orang guna memproduksi jasa dan barang
dengan tujuan agar mendapatkan keuntungan.

8.

Rosenbalt
Komunikasi bisnis adalah suatu tindakan pertukaran informasi, ide-ide/opini, intruksi
dsb, yang dikemukakan baik secara personal maupun non-personal melalui simbol dan
tanda guna mencapai tujuan perusahaan.

9.

Hunghess dan Kapoor
Komunikasi bisnis adalah suatu kegiatan atau usaha individu yang terorganisir untuk
menghasilkan, menjual barang dan jasa dengan tujuan untuk mendapat keuntungan

dan memahami kebutuhan masyarakat. Secara umum kegiatan ini ada di dalam
industri dan masyarakat.
B. Tujuan Komunikasi Bisnis
Ada 3 tujuan utama dalam komunikasi bisnis yaitu: Memberi informasi, persuasi, dan
melakukan kolaborasi dengan pelanggan. Berikut penjelasannya.
1.

Memberi Informasi (Informing)
Memberikan informasi seputar dunia bisnis terhadap pihak lain. Contoh, jika seorang
pimpinan perusahaan ingin memperoleh pegawai yang diharapkan, maka ia akan
memasang iklan melalui media.
Dalam hal ini terdapat kelebihan dan kekurangan pada setiap media, oleh karena itu
harus pintar-pintar memilih mana media yang paling tepat.

2.

Memberi Persuasi (Persuading)
Persuasi diberikan kepada pihak lain agar apa yang disampaikan bisa dipahami
dengan benar. Hal seperti ini sering dilakukan terutama pada hubungan akan
penegasan konfirmasi pesanan pelanggan, dengan tujuan supaya kedua belah pihak
mendapatkan tidak ada yang dirugikan dan mendapatkan manfaatnya.

3.

Melakukan Kolaborasi (Collaborating)
Bekerja sama dengan pihak lain atau yang biasa disebut dengan kolaborasi ini
memudahkan seseorang dalam melakukan kerja sama bisnis.
Seiring dengan pesatnya kemajuan teknologi komunikasi, seseorang bisa
menggunakan berbagai macam media telekomunikasi seperti telepon seluler dan
media sosial dll. Teknologi komunikasi sangatlah penting untuk mempererat dalam
kerja sama bisnis.

C. Unsur-unsur Komunikasi
Terdapat 6 unsur pokok dalam komunikasi yaitu:
1. Terdapat tujuan, maksudnya adalah komunikasi tersebut memiliki tujuan yang telah
ditentukan dan sejalan dengan tujuan organisasi.
2. Ada pertukaran, maksudnya adalah komunikasi melibatkan setidaknya dua orang
atau lebih (komunikator dan komunikan).
3. Berisi informasi, gagasan, opini, instruksi adalah isi dari pesan yang terdapat
dalam komunikasi dimana bentuknya bisa beragam tergantung situasi, kondisi, dan
tujuannya.
4. Memanfaatkan saluran personal atau impersonal, maksudnya adalah komunikasi
dapat dilakukan dengan bertatap muka, memanfaatkan media khusus, atau media
massa jika ingin menjangkau banyak orang.
5. Memakai simbol atau sinyal, maksudnya adalah metode atau alat yang digunakan
untuk berkomunikasi sehingga dapat dimengerti oleh penerima pesan.
3.6. Pencapaian target atau tujuan organisasi, dimana tujuan tersebut telah ditetapkan
sebelumnya oleh manajemen.
D. Fungsi Komunikasi
Komunikasi bisnis ini mempunyai beberapa fungsi antara lain: Informative, regulatory,
persuasive, dan integrative. Untuk lebih jelasnya silahkan perhatikan berikut.
1.

Informative
Fungsi informative ini sangat diperlukan oleh manajer maupun karyawan guna
menyelesaikan tugas-tugasnya secara efisien. Informasi yang dibutuhkan mengenai:

a. Sesuatu yang ada kaitannya dengan pekerjaan seperti: Tujuan perusahaan,
prosedur, aturan-aturan yang berlaku dll.
b. Keberhasilan yang dicapai oleh perusahaan seperti: Standar kerja dan laba.
c. Sosio emotional perusahaan secara keseluruhan.
2.

Regulatory
Komunikasi dalam berbisnis juga berfungsi sebagai pengendali dan pengatur
perusahaan. Komunikasi tersebut berupa perintah dan laporan.

3.

Persuasive
Fungsi ini tercermin dalam interaksi antar karyawan, di mana seorang karyawan
berupaya agar orang yang diajak berkomunikasi menerima ide dan jalan pikirannya.

4.

Integrative
Integratif berfungsi menjadikan organisasi atau perusahaan dapat beroperasi secara
utuh dan terpadu, termasuk di dalamnya fungsi koordinasi dan penjadwalan aktivitas,
penetapan saluran informasi dan otoritas, serta menarik dan melatih para karyawan.

E. Bentuk-bentuk Dasar Komunikasi
Dalam dunia bisnis terdapat 2 istilah komunikasi yang biasa digunakan yaitu komunikasi
verbal dan nonverbal, berikut penjelasannya.
1.

Komunikasi Verbal
Komunikasi verbal merupakan salah satu bentuk komunikasi yang disampaikan
kepada pihak lain melalui tulisan dan tulisan. Seperti contoh ketika kita membaca surat
kabar atau majalah, presentasi dan sebagainya.
Komunikasi verbal ini terdapat 2 tipe yang berbeda berdasarkan aktif atau pasifnya
peserta komunikasi dalam proses komunikasi. Dimana komunikasi verbal bisa
bertindak sebagai komunikator atau pengirim pesan bisa juga bertindak sebagai
audience.
Berkomunikasi secara verbal dibutuhkan juga persiapan apa yang ingin diungkapkan
menyusun dalam suatu pola yang berarti, baik dalam bentuk tulisan atau lisan seperti:
Berbicara dan Menulis
Suatu pesan penting dan kompleks, akan lebih baik apabila disampaikan dengan
menggunakan tulisan, seperti surat, memo, dan laporan.
Mendengarkan dan Menulis
Guna mendapatkan komunikasi yang efektif, maka diperlukan komunikasi 2 arah di
mana orang-orang yang terlibat di dalamnya memerlukan keterampilan
mendengarakan dan membaca.

2.

Komunikasi Non-Verbal
Dalam komunikasi bisnis, komunikasi nonverbal merupakan bentuk komunikasi yang
paling mendasar. Walaupun komunikasi nonverbal mempunyai sifat yang kurang
terstruktur sehingga sulit untuk dipelajari.
Seperti memahami ekspresi wajah, simbol-simbol, gerakan tubuh, sandi, warna, dan
intonasi. Dalam penyampaian komunikasi ini biasanya dilakukan secara spontan tanpa
ada rencana dan terkadang dalam melakukannya tidak sadar.

Beberapa tujuan komunikasi nonverbal ialah:
a. Mengekspresikan emosi.
b. Mengatur alur suatu percakapan.
c. Menyediakan dan memberikan informasi.
d. Mengendalikan atau memengaruhi orang lain.
e. Memberi sifat dan melengkapi , menentang atau mengembangkan pesan-pesan
verbal.
f. Mempermudah tugas-tugas khusus.
Terkadang dalam prakteknya terdapat penggabungan antara komunikasi verbal dan
nonverbal. Karena terkadang kata-kata yang disampaikan dalam suatu komunikasi
hanya membawa sebagian dari pesan saja.

Judul: Bab I Akuntansi, Proses Akuntansi Dan Persamaan Akuntansi

Oleh: Amel Lia


Ikuti kami