Bab 2 Sistem Informasi Akuntansi Dan Siklus Akuntansi

Oleh Yulianti Fajrin

372,1 KB 6 tayangan 0 unduhan
 
Bagikan artikel

Transkrip Bab 2 Sistem Informasi Akuntansi Dan Siklus Akuntansi

MAKALAH SISTEM INFORMASI AKUNTANSI DAN SIKLUS AKUNTANSI DISUSUN OLEH: Yulianti Fajrin C1C019102 DOSEN PENGAMPU: Wirmie Eka Putra, S.E., M.Si. Widya Sari Wendry, S.E., M.Si. PROGRAM STUDI AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS JAMBI 2020 KATA PENGANTAR Puji syukur penulis ucapkan kepada Allah swt. karena atas segala rahmat, petunjuk, dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini untuk memenuhi tugas Akuntansi Keuangan Menengah 1. Makalah ini dibuat sedemikian rupa agar pembaca dapat dengan mudah mempelajari dan memahami tentang Sistem Informasi Akutansi dan Siklus Akuntansi. Penulis mengucapkan terima kasih kepada bapak Wirmie Eka Putra, S.E., M.Si. dan ibu Widya Sari Wendry, S.E., M.Si. selaku dosen yang telah membimbing saya dalam menyelesaikan makalah ini. Segala upaya telah dilakukan untuk menyempurnakan makalah ini, namun tidak mustahil apabila dalam makalah ini masih terdapat kekurangan dan kesalahan. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang dapat dijadikan masukan dalam menyempurnaan makalah selanjutnya. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca untuk menambah pengetahuan dan wawasan tentang Sistem Informasi Akuntansi dan Siklus Akuntansi. Jambi, 30 September 2020 Penulis ii DAFTAR ISI KATA PENGANTAR .................................................................................................. ii DAFTAR ISI ............................................................................................................... iii BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang ................................................................................................ 1 1.2 Rumusan Masalah ........................................................................................... 1 1.3 Tujuan ............................................................................................................ 1 BAB II SISTEM INFOMASI AKUNTANSI DAN SIKLUS AKUNTANSI 2.1 Sistem Informasi Akuntansi ............................................................................ 2 2.2 Persamaan Dasar Akuntansi ............................................................................ 2 2.3 Siklus Akuntansi ............................................................................................. 3 BAB III PENUTUP 3.1 Kesimpulan..................................................................................................... 8 3.2 Saran .............................................................................................................. 9 DAFTAR PUSTAKA ................................................................................................. 10 iii BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Suatu perusahaan, baik perusahaan besar, perusahaan kecil yang masuk kategori UMKM, atau bahkan perusahaan skala mikro seperti toko kelontong, memerlukan suatu sistem yang memungkinkan pengumpulan dan pengorganisasian data-data, pengolahan data untuk menjadi informasi, dan penyajian laporan. Dalam bidang akuntansi, sistem tersebut disebut Sistem Informasi Akuntansi (SIA). Sistem informasi akuntansi dalam suatu perusahaan sangat dibutuhkan oleh berbagai pihak yang berkepentingan, karena sistem informasi akuntansi menyediakan berbagai elemen penting dalam siklus akuntansi. Adanya sistem informasi akuntansi bisa digunakan sebagai bahan pertimbangan untuk pengambilan keputusan bagi para penggunanya. Siklus akuntansi dalam sebuah perusahaan akan selalu diawali dengan transaksi dan diakhiri dengan adanya laporan keuangan. Siklus akuntansi sangat berperan penting dalam pencatatan keuangan suatu perusahaan. Mengingat tujuan utama dalam akuntansi adalah memberikan informasi keuangan baik untuk pihak internal maupun eksternal perusahaan. 1.2 Rumusan Masalah 1. Apakah pengertian sistem informasi akuntansi? 2. Bagaimana persamaan dasar akuntansi? 3. Bagaimanakah tahapan-tahapan dalam siklus akuntansi? 1.3 Tujuan 1. Menjelaskan pengertian sistem informasi akuntansi. 2. Menjelaskan persamaan dasar akuntansi. 3. Menejelaskan tahapan-tahapan dalam siklus akuntansi. 1 BAB II SISTEM INFOMASI AKUNTANSI DAN SIKLUS AKUNTANSI 2.1 Sistem Informasi Akuntansi Sistem informasi akuntansi adalah sebuah sistem yang memproses data dan transaksi guna menghasilkan informasi yang bermanfaat untuk merencanakan, mengendalikan, dan mengoperasikan bisnis. Secara umum sistem informasi akuntansi membantu manajemen perusahaan untuk mengumpulkan data-data keuangan, mengolahnya menjadi informasi yang bermanfaat bagi pengguna, dan menghasilkan laporan keuangan. Sistem informasi akuntansi yang baik dan efektif memampukan manajemen perusahaan dan para pihak yang berkepentingan mendapatkan informasi secara cepat dan akurat mengenai perusahaan, seperti dalam hal: a. Besarnya kas yang dimiliki perusahaan; b. Besar saldo utang yang harus dilunasi perusahaan; c. Banyaknya aset yang dimiliki perusahaan; d. Besarnya laba yang dihasilkan perusahaan; e. Besarnya dividen yang bisa dibagikan perusahaan; f. Kinerja operasional perusahaan. Untuk perusahaan berskala kecil, sistem informasi akuntansi berbentuk pencatatan manual atau seni manual dengan menggunakan program komputer seperti Microsoft Excel. Untuk perusahaan besar, implementasi sistem informasi akuntansi memerlukan program dan basis manajemen basis data (database) khusus yang biasanya memerlukan dukungan dari perusahaan perangkat lunak (software) seperti Oracle atau SAP. Meski demikian, dasar-dasar akuntansi yang perlu dipahami adalah sama, yaitu berawal dari persamaan dasar akuntansi dan siklus akuntansi. 2.2 Persamaan Dasar Akuntansi Secara umum, sistem akuntansi yang digunakan oleh perusahaan adalah sistem pembukuan ganda (double-entry system), yaitu apabila ada suatu pencatatan yang dibuat perusahaan, maka akan ada dampak ganda, yaitu minimal satu pencatatan di sisi debit 2 dan satu pencatatan di sisi kredit. Dalam sistem pembukuan ganda tidaklah mungkin terdapat pencatatan yang berdampak hanya pada satu sisi (debit saja atau kredit saja). Pencatatan yang dilakukan pada sisi debit atau kredit ditentukan berdasarkan kesepakatan bersama dalam dunia akuntansi yaitu sebagai berikut: Nama Akun Debit + + Aset Liabilitas Ekuitas Pendapatan Beban Kredit + + + - Posisi yang dicatat pada saat transaksi yang menunjukkan peningkatan menjadi indikator saldo normal dari masing-masing akun. Dengan demikian, saldo normal akun aset adalah debit, sedangkan akun liabilitas dan ekuitas adalah kredit. Keterkaitan antara akun-akun tersebut dijelaskan dalam persamaan dasar akuntansi sebagai berikut: Aset = Liabilitas + Ekuitas 2.3 Siklus Akuntansi Siklus akuntansi merupakan keseluruhan proses yang dilakukan entitas untuk mengolah data-data keuangan hingga menjadi informasi yang bermanfaat bagi pengguna untuk pengambilan keputusan. Beikut ini adalah tahapan-tahapan dalam siklus akuntansi: a. Identifikasi peristiwa dan Pencatatan Transaksi Dari sekian banyak peristiwa, terdapat peristiwa yang berdampak pada eksternal dan internal, dan ada yang menimbulkan konsekuensi keuangan secara langsung. Peristiwa yang berdampak eksternal dan menimbulkan konsekuensi keuangan dikenal sebagai transaksi. Transaksi merupakan peristiwa atau kejadian dalam perusahaan yang memiliki dampak moneter atau konsekuensi keuangan. b. Jurnal Pencatatan transaksi harian dilakukan melalui jurnal umum (selanjutnya disebut sebagai jurnal) secara kronologis berdasarkan tanggal. Bentuk jurnal yang umum adalah sebagai berikut: 3 Tanggal Akun dan Penjelasan Ref Debit Kredit c. Posting ke Buku Besar Pemindahbukuan (posting) merupakan langkah untuk melakukan klasifikasi akun-akun yang sesuai di dalam buku besar (ledger). Langkahlangkah melakukan posting adalah sebagai berikut: 1) Mengidentifikasikan nama akun yang terkait dan memindahkan jumlah pada kolom debit/kredit ke kolom debit/kredit pada akun di buku besar. 2) Menuliskan kode nomor akun pada kolom referensi di jurnal dan halaman jurnal pada kolom referensi akun di buku besar. 3) Setelah proses pemindahbukuan selesai, saldo akhir masing-masing akun dalam buku besar ditentukan dan nantinya dipindahkan ke buku besar. Macam-macam buku besar: 1) Buku besar “T” 2) Buku besar skontro atau dua kolom 3) Buku besar tiga kolom 4) Buku besar empat kolom d. Neraca Saldo Neraca saldo (trial balance) berisi saldo akhir kumpulan akun pada akhir periode. Penyusunan neraca saldo disusun berdasarkan saldo normal akun debit dan kredit, dimulai dari akun aset, liabilitas, ekuitas, pendapatan, dan beban. Neraca saldo tidak dimaksudkan untuk memastikan bahwa seluruh transaksi dan posting ke buku besar telah dilakukan dengan benar. Sebaliknya, saldo debit dan kredit neraca saldo harus seimbang. Neraca saldo bermanfaat untuk mendeteksi kesalahan dalam proses jurnal dan posting. e. Jurnal Penyesuaian Salah satu konsekuensi entitas menerapkan prinsip akrual adalah pengakuan pendapatan dan beban harus dilakukan pada periode saat terjadinya pendapatan atau beban tersebut. Karena entitas harus melakukan proses penyesuaian untuk mengakui prinsip pengakuan pendapatan dan penandingan. 4 Secara umum, ayat jurnal penyesuaian dilakukan terhadap dua kategori akun, yaitu: 1) Penyesuaian atas pembayaran di muka  Beban dibayarkan di muka, yaitu seluruh beban yang telah dibayar secara tunai, namun masih belum dimanfaatkan atau digunakan, dan dicatat sebagai aset.  Pendapatan diterima di muka, yaitu seluruh pendapatan yang telah diterima secara tunai, namun jasa atau barang masih belum diserahkan, dan dicatat sebagai liabilitas. 2) Penyesuaian atas akrual  Pendapatan yang belum diterima, yaitu seluruh pendapatan yang telah diselesaikan penyerahan jasa atau barang terkait, namun belum diterima pembayaran tunainya atau bahkan belum dicatat.  Beban yang belum dibayar atau beban yang harus dibayar, yaitu seluruh beban yang sudah terjadi (dimanfaatkan atau digunakan), namun belum dibayarkan secara tunai. f. Neraca Saldo Disesuaikan Neraca saldo disesuaikan merupakan daftar saldo akun-akun setelah adanya penyesuaian akun tertentu. g. Laporan Keuangan Neraca saldo disesuaikan yang telah disusun segera dipilahkan agar dapat disusun menjadi laporan keuangan. Menurut PSAK 1 perusahaan menerbitkan minimal lima jenis laporan keuangan, yaitu: 1) Laporan posisi keuangan. 2) Laporan laba rugi komprehensif. 3) Laporan perubahan ekuitas. 4) Laporan arus kas. 5) Catatan atas laporan keuangan. Laporan keuangan ini merupakan informasi bagi para penggunanya, terutama pemilik perusahaan, investor, kreditur, dan juga manajemen untuk mengambil keputusan-keputusan terkait perusahaan di masa mendatang, seperti: 5 1) Kelayakan untuk menambah investasi ke dalam perusahaan atau sebaliknya penentuan apakah harus melakukan penarikan investasi. 2) Kelayakan untuk memberi pinjaman kepada perusahaan. h. Kertas Kerja Untuk mempermudah sekaligus meningkatkan akurasi penyusunan laporan keuangan, terutama dalam penyusunan secara manual, maka pembuatan neraca saldo, jurnal penyesuaian, neraca saldo disesuaikan hingga pemilahan menjadi laporan posisi keuangan, laporan perubahan saldo laba, dan laporan laba rugi komprehensif dapat dilakukan di dalam satu lembar dokumen yang dikenal sebagai kertas kerja (worksheet). i. Jurnal Penutup Akun-akun yang disajikan dalam laporan laba rugi komprehensif disebut sebagai akun temporer karena akun tersebut hanya untuk menampung jumlah dalam satu periode dan tidak dipindahkan ke periode selanjutnya. Dengan kata lain, akun-akun tersebut harus ditutup. Penutupan akun ini dilakukan dengan memindahkan ke dalam jumlah ke akun saldo laba melalui satu akun perantara yang dikenal sebagai ikhtisar keuangan (income summary). Nantinya akun ikhtisar keuangan ditutup ke akun saldo laba. Tidak hanya akun laba rugi, akun dividen juga perlu ditutup, namun langsung ke akun saldo laba. j. Neraca Saldo Setelah Penutupan Setelah seluruh akun temporer ditutup, akun yang masih bersaldo adalah akun riil yang muncul di laporan posisi keuangan. Seluruh akun riil ini kemudian disusun menjadi neraca saldo setelah penutupan. Seluruh daftar saldo yang ada ini nantinya dapat dugunakan pada periode selanjutnya. k. Jurnal Pembalik Untuk mengurangi resiko ketidaktepatan pencatatn, maka ditawarkan solusi yang sifatnya opsional, yaitu membuat jurnal pembalik. Jurnal pembalik ini dibuat pada awal periode selanjutnya dan secara khusus diterapkan untuk dua jenis ayat jurnal penyesuaian, yaitu beban yang harus dibayar dan pendapatan yang masih harus diterima. Penggunaan jurnal pembalik yang awalnya opsional akan menjadi wajib dengan tujuan untuk konsistensi yang diterapkan pada beban dibayar di muka 6 yang dicatat langung sebagai beban. Pencatatan seperti ini boleh dilakukan dalam jurnal umum, namun tetap harus dilakukan penyesuaian yang tepat dalam jurnal penyesuaian, sehingga besarnya angka bebandan beban dibayar di muka sudah tepat. 7 BAB III PENUTUP 3.1 Kesimpulan Sistem informasi akuntansi adalah sebuah sistem yang memproses data dan transaksi guna menghasilkan informasi yang bermanfaat untuk merencanakan, mengendalikan, dan mengoperasikan bisnis. Secara umum sistem informasi akuntansi membantu manajemen perusahaan untuk mengumpulkan data-data keuangan, mengolahnya menjadi informasi yang bermanfaat bagi pengguna, dan menghasilkan laporan keuangan. Secara umum, sistem akuntansi yang digunakan oleh perusahaan adalah sistem pembukuan ganda (double-entry system), yaitu apabila ada suatu pencatatan yang dibuat perusahaan, maka akan ada dampak ganda, yaitu minimal satu pencatatan di sisi debit dan satu pencatatan di sisi kredit. Dalam sistem pembukuan ganda tidaklah mungkin terdapat pencatatan yang berdampak hanya pada satu sisi (debit saja atau kredit saja). Siklus akuntansi merupakan keseluruhan proses yang dilakukan entitas untuk mengolah data-data keuangan hingga menjadi informasi yang bermanfaat bagi pengguna untuk pengambilan keputusan. Tahapan-tahapan dalam siklus akuntansi: a. Identifikasi peristiwa dan Pencatatan Transaksi b. Jurnal c. Posting ke Buku Besar d. Neraca Saldo e. Jurnal Penyesuaian f. Neraca Saldo Disesuaikan g. Laporan Keuangan h. Kertas Kerja i. Jurnal Penutup j. Neraca Saldo Setelah Penutupan k. Jurnal Pembalik 8 3.2 Saran Setelah membaca makalah ini, diharapkan pembaca maupun penulis mampu memahami tentang Sistem Informasi Akuntansi dan Siklus Akuntansi. Selain itu, jika terdapat kesalahan dalam penulisan makalah ini penulis memohon maaf yang sebesarnya. Kritik dan saran yang membangun sangat diharapkan agar penulis dapat menyempurnakan makalah selanjutnya. 9 DAFTAR PUSTAKA Krismiaji. 2015. Sistem Informasi Akuntansi. Yogyakarta: UPP STIM YKPN. Martini, Dwi dkk. 2018. Akuntansi Keuangan Menengah Berbasis PSAK. Jakarta: Penerbit Salemba Empat. 10

Judul: Bab 2 Sistem Informasi Akuntansi Dan Siklus Akuntansi

Oleh: Yulianti Fajrin

Ikuti kami