Akuntansi Zakat

Oleh Gilang Refo

18 tayangan
Bagikan artikel

Transkrip Akuntansi Zakat

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Zakat adalah rukun iman yang keempat setelah puasa di bulan ramadhan.
Zakat merupakan salah satu dari rukun iman yang wajib dilaksanakan oleh setiap
umat muslim. Karena dengan membayar zakat dapat mensucikan dan membersihkan
harta dan jiwa kita. Zakat dapat disalurkan secara langsung dari pemberi zakat
(muzakki) kepada delapan asnaf yang berhak menerima zakat (mustahik). Zakat juga
dapat disalurkan melalui amil atau lembaga pengelola zakat. Lembaga pengelola
zakat ini bertugas untuk mengumpulkan, menjaga dan menyalurkan zakat.
Sebagai landasan sistem perekonomian Islam yang menjadi tulang punggung
bagi pencapaian kesejahteraan kehidupan umat, sistem perekonomian Islam
didasarkan atas pengakuan bahwa segala sesuatu yang dimiliki manusia hanyalah
titipan dari Sang Pencipta. Dengan demikian, manusia wajib mengikuti kehendak
Allah SWT dalam mengatur masalah hak, kepemilikan dan pendistribusian dari harta
yang dimilikinya. Dalam hal ini, zakat merupakan sebuah bentuk ketaatan umat dalam
melaksanakan ketentuan Ilahi yang akan menuntun manusia untuk dapat mencapai
kehidupan yang berkeadilan dan sejahtera
Dapat kita ketahui bahwa zakat ini tidak dapat dipandang sebelah mata baik
dalam pengumpulannya maupun penyalurannya, oleh karena itu saya sebagai
pemakalah merasa tertarik untuk membahas tentang metode yang digunakan dalam
pengelolaan zakat ini, maka kami akan membahas yaitu tentang akuntnsi zakat baik
dari segi pencatatan dan yang lainnya.
B. Rumusan Masalah
1. Apa pengertian zakat?
2. Apa syarat dan wajib zakat?
3. Apa jenis dan objek zakat?
4. Bagaimana golongan yang berhak dan tidak berhak menerima zakat?
5. Bagaimana perlakuan akuntansi (PSAK 109) akuntansi untuk zakat?
6. Bagaimana contoh transaksi amil zakat?

1

BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Zakat
Dari segi bahasa, zakat memiliki kata dasar “zaka” yang berarti berkah,
tumbuh, suci, bersih dan baik. Sedangkan zakat secara terminologi berarti
aktivitas memberikan harta tertentu yang diwajibkan Allah swt, dalam jumlah
dan perhitungan tertentu untuk diserahkan kepada orang-orang yang berhak1.
Zakat menjadi berkah karena dengan membayar zakat hartanya akan
bertambah atau tidak berkurang sehingga akan menjadikan hartanya tumbuh
seperti tunas-tunas pada tumbuhan karena karunia dan keberkahan yang
diberikan Allah SWT kepada seorang muzakki, dan suci dari kotoran dan dosa
yang menyertainya yang disebabkan oleh harta yang dimilikinya tersebut,
adanya hak-hak orang lain yang menempel padanya. Maka apabila tidak
dikeluarkan zakatnya, maka harta tersebut mengandung hak-hak orang lain
yang apabila kita menggunakan atau memakanya berarti kita memakan harta
haram.
Berdasarkan pengertian tersebut, zakat tidak sama dengan donasi,
sumbangan, atau sedekah yang bersifat sukarela. Zakat merupakan suatu
kewajiban seorang muslim yang harus ditunaikan dan bukan merupakan hak,
sehingga kita tidak dapat memilih untuk membayar atau tidak. Zakat telah
memiliki atauran yang jelas mengenai harta apa yang harus dizakatkan,
batasan harta ynag terkena zakat, demikian juga cara perhitungannya telah
ditetapkan, bahkan siapa saja yang boleh dan tidak boleh menerima zakat.
Jadi, zakat merupakan sesuatu yang khusus, karena memiliki persyaratan dan
aturan yang jelas.
B. Syarat dan Wajib Zakat
Zakat itu wajib atas setiap muslim yang memenuhi syarat wajib zakat
sebagai berikut:2
1. Muslim. Setiap orang yang beragama Islam diwajibkan membayar zakat.

1
2

Sri Nurhayati, Akuntansi Syariah Di Indonesia,(Jakarta: Salemba Empat, 2015), 282.
Syakir Jamaluddin, Kuliah Fiqih Ibadah, (Yogyakarta: Surya Sarana Grafika, 2010), 199.

2

2. Merdeka. Pada Hakikatnya seorang hamba sahaya yang belum merdeka,
tidaklah memiliki apa-apa. Mereka sepenuhnya adalah milik majikannya.
Karena itu, mereka tidak wajib mengeluarkan zakat.
3. Harta itu mencapai nisab. Nisab adalah jumlah atau berat minimal yang
harus dimiliki oleh harta tersebut untuk dikeluarkan zakatnya.
4. Harta itu sampai haul. Haul adalah masa satu tahun bagi emas, perak, ternak
dan harta perniagaan, untuk dikeluarkan zakatnya.
5. Harta itu adalah miliknya secara penuh atau sempurna. Maksudnya adalah
harta tersebut bukanlah harta pinjaman (kredit) dan bukan pula harta hasil
kejahatan.
6. Harta itu bebas dari hutang. Dalam meghitung cukup nisab, harta yang akan
dikeluarkan zakatnya harus bersih dari hutang, karena ia dituntut atau
memiliki kewajiban untuk melunasi hutangnya itu.3
C. Jenis Zakat
Pada dasarnya zakat terbagi menjadi dua macam di antaranya adalah:4
1. Zakat Fitrah
Zakat yang diwajibkan kepada setiap muslim setelah matahari terbenam
sampai akhir bulan Ramadhan. Lebih utama jika dibayarkan sebelum shalat
Idul Fitri. Zakat fitrah merupakan zakat yang wajib di keluarkan menjelang
hari raya idul fitri oleh setiap muslim baik tua, muda, ataupun bayi yang
baru lahir. Zakat ini biasanya dibentuk sebagai makanan pokok seperti
beras. Besaran dari zakat ini adalah 2,5 kg atau 3,5 liter beras yang biasanya
di konsumsi, pembayaran zakat fitrah ini bisa dilakukan dengan
membayarkan harga dari makanan pokok daerah tersebut. Zakat ini di
keluarkan sebagai tanda syukur kita kepada Allah karena telah
menyelesaikan ibadah puasa. Selain itu zakat fitrah juga dapat
menggembirakan hati para fakir miskin di hari raya Idul Fitri. Zakat fitrah
juga di maksudkan untuk membersihkan dosa yang mungkin ada ketika
seseorang melakukan puasa Ramadhan.
2. Zakat Maal
3
4

Sri Nurhayati, Akuntansi Syariah Di Indonesia, 288.
Elsi Kartika, Pedoman Pengelolaan Zakat (Semarang: UNNES Press, 2006), 21.

3

Zakat maal merupakan bagian dari harta kekayaan seseorang (juga badan
hukum) yang wajib di keluarkan untuk golongan tertentu, setelah di miliki
dalam jangka waktu tertentu, dan jumlah minimal tertentu. Dalam Undang
Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat. Pada pasal 4
ayat 2 menyebutkan bahwa harta yang di kenai zakat mall berupa emas,
perak, uang, hasil pertanian dan perusahaan, hasil pertambangan, hasil
peternakan, hasil pendapatan dan jasa, serta rikaz
Sedangkan dalam referensi lain menyebutkan terdapat zakat mall dalam
lingkup ekonomi klasik, zakat berdasarkan nash yang disampaikan oleh
Rasulullah SAW, yaitu zakat yang terkait dengan hewan ternak, zakat emas
dan perak, zakat perdagangan, zakat hasil pertanian dan zakat temuan dna
hasil tambang. Sedangkan zakat ynag bersumber dari ekonomi kontemporer
dari zakat profesi, zakat surat-surat berharga, zakat industri, zakat polis
Asuransi, dan lainnya.
A. Objek Zakat Harta
1. Zakat binatang ternak (an’am)
a. Zakat unta
nisab unta

Banyaknya zakat

5-9 ekor

1 ekor kambing

10-14 ekor

2 ekor kambing

15 -19 ekor

3 ekor kambing

20-24 ekor

4 ekor kambing

25-35 ekor

1 ekor bintu makhad (unta 1 tahun)

36-45 ekor

1 ekor bintu labun (unta 2 tahun)

46-60 ekor

1 ekor hiqqah (unta 3 tahun)

61-75 ekor

1 ekor jaza’ah (unta 4 tahun)

76-90 ekor

2 ekor bintu labun

91-120 ekor

2 ekor hiqqah

Keterangan:


Untuk lebih 120 ekor, yang kelebihanya 50 ekor unta,zakatnya 1 anak unta
betina( umur 3 tahun lebih)
4



Untuk lebih dari 120 ekor, yang di yang kelebihanya 40 ekor, zakatnya 1
anak betina umur betina (umur 2 tahun lebih )

b. Zakat sapi / kebau
Nisab sapi

Banyaknya zakat

30-39 ekor

1tabi’i atau tabi’ah (sapi jantan dan betina 1 tahun)

40-49 ekor

1 musinnah (sapi betina 2 tahun)

60 ekor

2tabi’i atau tabi’ah

70 ekor

1tabi’i dan 2 musinnah

80 ekor

2 musinnah

90 ekor

3 tabi’i

100 ekor

2

tabi’I dan 1 musinnah

c. Zakat kambing /domba5
Nisab kambing / domba

Banyaknya zakat

1-39 ekor

0

40-120 ekor

1 ekor kambing

121-200 ekor

2 ekor kambing

201-300 ekor

3 ekor kambing

Selanjutnya setap kenaikan Akan ditambah 1 ekor kambing
100ekor
2. Zakat emas dan perak
Berdasarkan hasil riwayat abu daud nisab zakat emas, perak dan uang adalah
20 misoqal atau 20 dinar,sedangkan nisab perak adalah 200 dirham. Banyak
perbedaan pendapat tentang 20 misqal tersebut serta dengan beberapa gram emas.
Menurut Yusuf al Qardhawi,yang sekarang ada ulama yang menyatakan 96 gram
emas 93, 91,85 bahkan ada yamg 70 gram emas. Menurut Yusuf al Qardhawi
yang sekarang banyak di anut oleh masyarakat 20 misqal adalah sama dengan 85
emas murni. Du ratus dirham perak sama dengan 595 gram perak cukup haul dan
dengan tarif zakat2,5%

5

Ibid.,290-292

5

3. Zakat pertanian ( Zakat zira’ah )
Menurut dewan fatwa Saudi Arabia zakat pertanian zakat pertanian ini di
kenakan atas semua hasil tanaman dan buah-buahan yang di tanam dengan tujuan
untuk mengembangkan dan menginvestasikan tanah Untuk kedua hal ini akan
mengikuti zakat perdagangan zakat ini di kenakan pada panen denga syarat
dapat di simpan sebagaimana nisab pertanian adalah sebesar 5 wasaq atau
sebanyak 653kg diman 1 wasaq =60 sha’=2,175 kg kali 60 pengenanaan atau
tarif zakat tergantung penggunaan irigasi. Jika setengah tahun menggunakan
irigasi dan setengah tahun tidan menggunakan irigasi/air hujan maka zakatnya
adalah 7,5%.
Perbedaan antar air hujan dan irigasi

terkait dengan pengeluaran untuk

pembiayaan pengadaan air, dalam pertanian moderen, dapat dianalogi kan bahwa
tanaman yang di budi dayakan dengan menggunakan pupuk besarnya zakat adalah
5% apabila tanah didayagunakan menggunakan akad / kontrak muzara’ah atau
musaqat

( kerja sama pemilik tanah denagan petani yang menanam dengan

persetujuan bagi hasil ) maka kewajiban zakat pertanian ditanggung oleh pemilik
dan penggarap sesuai perolehanya masing- masing. Hal ini sesuai dengan prinsip
keadilan dan perimbangan hasil. 6
4. Zakat Barang Temuan (Rikaz) dan barang tambang (Alma’adin) serta hasil
laut
1. Dari Abu Hurairah, telah berkata Rasulullah ASW: “zakat rikaz seperlima
(HR Bukhari dan muslim)
2. Nisab barang tambahan adalah 85 gram emas murni. Nisab ini berlaku terus
(akumulasi)jadi zakatnya harus segera di bayar ketika barang tambang itu
berhasil digali, dengan besarnya 2,5% menurut menurut pendapat sebagian
besar ulama fiqih.
5. Zakat Perdagangan (Tijarah)
Menghitung nilai semua barang dagang di tambah dengan uang yang ada, baik
yang digunakan untuk perdagangan maupun yang tidak, tambah lagi dengan
piutang yang di harapkan bisa kmbali di kurangi dengan utang lancarnya,dan
apabila cukup nisab harus di keluarkan zakatnya sebesar 2,5%.7
6
7

Ibid., 293
Ibid.,294-295

6

6. Zakat Produksi Hewani
Para ulama usil fiqih berpendapat bahwa hasil ternak yang belum di keluarkan
zakatnya,wajib dikeluarkan zakat dari produksinya seperti hasil tanaman dari
tanah,madu dar lebah suus dari binatang ternak, telur dari ayam dan sutera dari
ulat sutera dan lainya.maka si pemilik harus menghitung nilai benda-benda
tersebut bersama dengan produksinya pada akhir tahun lalu mengeluarkan
zakatnya sebesar 2,5% seperti zakat pedagang khusus madu zakat 10% dengan
syarat nisab sebesar 653 kg dan tidak harus mencapai haul.8
7. Zakat Investasi
a. Investasi dalam saham
Besar zakat yang di keluarkan jika saham tersebut di perdagangkan dan
bergerak di bidang industri atau perdagangan maka di kenakan zakat 2,5%.
Sedangkan jika kebalikannya maka zakat yang dikeluarkan 10%karena di
analogikan zakat pertanian.
b. Investasi dalam obligasi
Maka zakat dikenakan atas obligasi di keuntungan sebesar 2,5% sesuai
dengan zakat perdagangan setelah memenuhi haul dan nisab(Qardhawi,2002)
c. Investasi pada asset
Menurut yusuf Qardhawi investasi aset maka di kenakan zakat yang
dianalogikan dengan zakat pertanian. Barang berupa tanah, gedung,atau alat
seperti alat produksi, alat transportasi dan lain-lain namun zakat yang di
kenakan pada penghasilan bersih atau keuntungan yang di peroleh aset sebesar
10% atau kalau ada penghasilan kotor sebesar 5%, setelah memenuhi haul dan
nisab.
8. Zakat Provesi Dan Penghasilan
a. Menganalogikan (men-qiyas-kan) secara mutlak dengan hasil pertanian, baik
nisab maupun kadar zakatnya. Dengan demikian nisabnya adalah setara
dengan nisab hasil pertanian yaitu 652, 5 kg beras, kadar yang harus
dikeluarkan 5% dan harus dikeluarkan setiap menerima.
b. Menganologikan nisabnya dengan hasil pertanian, sedangkan kadar zakatnya
dianologkan dengan emas yakni 2,5%. Hal tersebut berdasarkan atas qiyas
8

Ibid.

7

atas kemiripan (qiyas syabah) terhadap karakteristik harta zakat yang telah
ada, yakni:
1. Model memperoleh harta tersebut mirip dengan panen hasil pertanian.
Dengan demikian maka dapat diqiyaskan dengan zakat pertanian dalam
hal nisabnya.
2. Model bentuk harta yang diterima sebagai penghasilan adalah berupa mata
uang. Oleh sebab itu, bentuk harta ini dapat di-qiyas-kan dengan zakat
emas dan perak (naqd) dalam hal kadar zakat yang harus dikeluarkan yaitu
2,5%.
3. Mengategorikan dalam zakat emas dengan mengacu pada pendapat yang
menyamakan mata uang masa kini dengan emas (lihat penjelasan bakat
uang). Dengan demikian nisabnya adalah setara dengan nisab emas
sebagaimana penjelasan terdahulu, dan kadar yang harus dikeluarkan
adalah 2,5%. Sedangkan waktu penunaian zakatnya adalah segera setelah
menerima (tidak menunggu haul).
Rumus Perhitungan zakat profesi
Zakat profesi =2,5% x ( penghasilan total – pembayaran hutang atau cicilan )9
9. Zakat Atas Uang
Ada ulama yang mewajibkan dan ada yang tidak bagi yang mewajibkan maka
atas simpanan ynag dimiliki akan di kenakan zakat mengikuti zakat emas baik
nisab dan haul sebesar 2,5.10
10. Zakat Perusahaan /Institusi
Nisab zakat yang di gunakan adalah 85% gram emas dan cukup haul ( 1 tahun
qamariyah ) dengan besar zakat 2,5%jika perusahaan menggunakan yahun masehi
maka besar zakatnya adalah 2, 575( standar AAOIFI)11
D. Golongan yang berhak menerima zakat
Ada 8 golongan (asnaf) yang berhak menerima zakat yaitu:
1. Fakir (tidak punya harta dan penghasilan)
2. Miskin (punya harta dan penghasilan tapi tidak mencukupi)
3. Amil (panitia zakat)
9

Sri Dewi Anggadini Dkk, Akuntansi Syariah (Bandung: Rekayasa Sains, 2017), 132.
Sri Nurhayati Dkk, Akuntansi Syariah di Indonesia, 298
11
Ibid.,298-300
10

8

4. Mualaf (orang yang baru masuk Islam)
5. Riqab (orang yang belum merdeka)
6. Gharim (orang yang berutang)
7. Fi Sabilillah (orang yang berjuang dijalan Allah)
8. Ibnu Sabil (orang yang melakukan perjalanan)12
E. Orang yang tidak boleh menerima zakat
1. Orang kaya, yaitu orang yang berkecukupan.
2. Orang yang kuat yang mampu berusaha untuk mencukupi kebutuhanya.
3. Orang kafir di bawah perlindungan negara Islam kecuali jika diharapkan untuk
masuk islam
4. Bapak ibu atau kakek nenek hingga ke atas atau anak anak hingga ke bawah atau
istri dari orang yang mengeluarkan zakat.
F. Perlakuan akuntansi (PSAK 109)
Akuntansi untuk zakat13
1. Penerimaan zakat
Kas

Xxx

Asset Nonkas

Xxx

Penerimaan Zakat

xxx

2. Jurnal saat amil mencatat penerimaan fee
Kas

Xxx
Penerimaan Dana Amil

xxx

3. Penurunan nilai asset zakat
a. Pengurang dana zakat, jika terjadi tidak disebabkan kelalaian amil
Penurunan Nilai Aset

Xxx

Asset Nonkas

xxx

b. Kerugian dan pengurang dana amil, jika disebabkan kelalaian amil
Kerugian Penurunan-Dana Amil

Xxx

Asset Nonkas

xxx

4. Zakat yang disalurkan kepada Mustahik juga Amil
12
13

Nur Rianto Al Arif, Pengantar Ekonomi Syariah (Bandung, CV Pustaka Setia, 2015), 280-282.
Sri Nurhayati Dkk, Akuntansi Syariah di Indonesia, 312-314.

9

a. Jumlah yang diserahkan, jika pemberian dilakukan dalam bentuk kas
Penyaluran Zakat-Dana Amil

xxx

Penyaluran Zakat-Mustahik Non-Amil

xxx

Kas

xxx

b. Jumlah tercatat, jika pemberian dilakukan dalam bentuk asset nonkas
Penyaluran Zakat-Dana Amil

xxx

Penyaluran Zakat-Mustahik Non-Amil

xxx

Asset Nonkas

xxx

5. Biaya opersaional amil
Beban-Dana Fisabilillah

Xxx

Kas

xxx

6. Beban penghimpunan dan penyaluran zakat
Beban-Dana Amil

Xxx

Kas

xxx

7. Zakat disalurkan melalui amil lain, amil yang menerima diakui sebagai liabilitas
penyaluran, amil lain memperoleh ujrah dari amil sebelumnya
Jurnal penyaluran zakat melalui amil lain:

Piutang Penyaluran Zakat

Xxx

Kas

xxx

Jurnal ketika amil lain menyalurkan kepada mustahik-non amil:

Penyaluran Zakat Mustahik

Xxx

Piutang Penyaluran Zakat

xxx

Jurnal pembayaran ujrah kepada amil lain:

Beban-Dana Amil

Xxx

Kas

xxx

8. Dana zakat yang disalurkan dalam bentuk perolehan asset tetap (asset kelolaan)
a. Penyaluran zakat seluruhnya, tidak dikendalikan amil
Jurnal ketika membeli asset tetap:

Asset Tetap

Xxx

Kas

xxx

Jurnal ketika menyalurkan asset tetap:

Penyaluran Zakat-Mustahik

Xxx
10

Asset Tetap

xxx

b. Penyaluran zakat bertahap diukur sebesar penyusutan asset tetap dan masih
dalam pengendalian amil
Jurnal ketika membeli asset tetap:

Asset Tetap

Xxx

Kas

xxx

Jurnal penyaluran bertahap:

Penyaluran Zakat-Beban Depresiasi

Xxx

Akumulasi Penyusutan

xxx

Jurnal ketika sudah disalurkan sepenuhnya:

Akumulasi Penyusutan

Xxx

Asset Tetap

xxx

G. Contoh Transaksi Amil Zakat14
Tgl

Uraian Transaksi

Jurnal
Kas

11

Amil zakat dari P.

Non-kas

Kas Rp. 30.000.000,-

Rizky senilai Rp.

Penerimaan zakat-

30.000.000,-

dana zakat Rp.
30.000.000,-

12

Amil zakat menerima

Aset nonkas-bangunan Rp.

zakat berupa Ruko

250.000.000,-

untuk sekretariat

Penerimaan zakat dana

senilai Rp.

zakat Rp. 250.000.000-

250.000.000,13

14

Amil zakat menerima

Kas Rp. 100.000.000,-

zakat dari pimpinan

Penerimaan zakat-

majelis A senilai Rp.

dana zakat Rp.

100.000.000,-

100.000.000,-

PT. Joki Memberikan

Aset nonkas-kendaraan Rp.

zakat berupa sebuah

18.000.000,-

sepeda motor untuk
14

Ibid.,319-320.

11

15

operasional senilai Rp.

Penerimaan zakat-dana

18.000.000,-

zakat Rp. 18.000.000,-

Amil Zakat
menyalurkan dana
zakat kepada seorang

Penyaluran zakat-ibnu
sabil Rp. 2.000.000,Kas Rp. 2.000.000,-

Ibnu Sabil senilai
Rp.2.000.000,18

Amil zakat menerima

Kas Rp. 5.000.000,-

ujroh atas jasa pada

Penerimaan dana

penyaluran dana senilai

amil Rp. 5.000.000,-

Rp. 5.000.000,19

Terjadi kerusakan aset
nonkas-kendaraan
senilai Rp. 275.000.,Pencatannya sebagai
berikut:
a. Jika kerusakan
tidak

Penurunan nilai aset-dana
zakat Rp. 275.000,-

disebabkan dari

Aset nonkas-kendaraan

kelalaian amil

Rp. 275.000,-

b. Jika kerusakan
disebabkan

Kerugian penurunan nilai dana

oleh kerusakan

amil Rp. 275.000,-

amil

Aset nonkas-kendaraan
Rp. 275.000,-

20

UD. Raja Lele

Aset nonkas-beras

memberikan zakat

Rp.17.000.000,-

berupa 1 ton beras

Penerimaan zakat-dana

senilai Rp.

zakat Rp. 17.000.000,-

17.000.000,21

Amil zakat

Penyaluran zakat-fakir miskin

menyalurkan zakat

Rp. 7.000.000,-

beras kepada fakir
12

22

miskin senilai Rp.

Aset nonkas-beras Rp.

7000.000,-

7.000.000,-

Amil zakat menerima
dana zakat untuknya
sendiri senilai Rp.
5000.000,a. Saat penyaluran
zakat
b. Saat menerima
zakat

Penyaluran zakat-dana
amil Rp. 5.000.000,Kas Rp. 5.000.000,Kas Rp.5.000.000,Penerimaan zakatdana amil Rp.
5.000.000,-

23

Amil zakat mengambil

Beban-dana fisabilillah Rp.

dana zakat untuk biaya

500.000,-

operasional berupa

Kas Rp. 500.000,-

pembelian ATK senilai
Rp. 500.000,24

Amil zakat
mengeluarkan dana
amil untuk penyaluran

Beban-dana amil Rp.
3.000.000,Kas Rp. 3.000.000

dan penghimpunan
dana zakat senilai Rp.
3.000.000,25

Apabila zakat
disalurkan melalui amil
lain senilai Rp.
12.000.000,- dan akan
diberikan ujroh senilai
Rp. 1.000.000,- maka
pencatatannya:
A. Ketika

Piutan penyaluran zakat

penyaluran
13

zakat

Rp. 12.000.000,Kas Rp.

B. Ketika amil lain
menyalurkan
dana zakat

12.000.000,Penyaluran zakatmustahik Rp.12.000.000.Piutang penyaluran
Zakat Rp.

C. Pembayaran

12.000.000,-

ujroh kepada

Beban-dana amil

amil lain

Rp.1.000.000
Kas Rp. 1.000.000

26

Amil zakat hendak
menyerahkan zakat
berupa mobil
ambulance ke rumah
sakit senilai Rp.
100.000.000,- maka
pencatatannya:
a. Jika penyaluran
zakat tersebut
sepenuhnya
1. Ketika
membeli
aset tetap
2. Ketika
menyalurka
n aset tetap
b. Jika penyaluran

Aset tetap-kendaraan Rp.
100.000.000,Kas Rp. 100.000.000,Penyaluran zakat-mustahik
Rp.100.000.000,Aset tetap-kendaraan
Rp. 100.000.000,-

zakat secara
bertahap
1. Ketika
membeli
aset tetap

Aset tetap-kendaraan
Rp.100.000.000,Kas Rp.100.000.000,14

2. Ketika
penyaluran
bertahap

Penyaluran zakat-beban
depresiasi Rp. 100.000.000,Akumulasi penyusutan
Rp. 100.000.000,-

3. Ketika
sudah

Akumulasi penyusunan
Rp.100.000.000,-

disalurkan

Aset tetap-kendaraan

sepenuhnya

Rp.100.000.000,-

15

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
1. Dari segi bahasa, zakat memiliki kata dasar “zaka” yang berarti berkah, tumbuh,
suci, bersih dan baik. Sedangkan zakat secara terminologi berarti aktivitas
memberikan harta tertentu yang diwajibkan Allah swt, dalam jumlah dan
perhitungan tertentu untuk diserahkan kepada orang-orang yang berhak
2. Syarat wajib zakat yaitu; muslim, merdeka, harta mencapai nisab, harta sampai
haul, harta itu adalah miliknya secara penuh/sempurna
3. Terdapat 2 jenis zakat yaitu zakat fitrah dan zakat mal.
4. Objek zakat harta terdiri dari; zakat binatang ternak, zakat emas dan perak, zakat
pertanian, zakat barang temuan dan barang tambang, zakat perdagangan, zakat
investasi, zakat produksi hewani, zakat produksi dan penghasilan, zakat atas uang,
dan zakat perusahaan
5. Berikut golongan orang yang berhak menerima zakat; fakir, miskin, pihak yang
mengurus zakat, muallaf, orang yang belum merdeka, orang yang berhutang,
fisabilillah, dan ibnu sabil. Sedangkan orang yang tidak boleh menerima zakat
yaitu; orang kaya, orang yang mampu berusaha untuk mencukupi kebutuhannya,
orang kafir dibawah perlindungan negara islam, dan sanak saudara orang yang
mengeluarkan zakat.

16

DAFTAR PUSTAKA
Al Arif, Nur Rianto. Pengantar Ekonomi Syariah, Bandung, CV Pustaka Setia, 2015.
Syakir Jamaluddin, Kuliah Fiqih Ibadah, (Yogyakarta: Surya Sarana Grafika, 2010), 199.
Anggadini, Sri Dewi, Dkk. Akuntansi Syariah, Bandung: Rekayasa Sains, 2017.
Nurhayati, Sri. Akuntansi Syariah di Indonesia, Jakarta: Salemba Empat,2015.

17

Judul: Akuntansi Zakat

Oleh: Gilang Refo


Ikuti kami