Akuntansi Zakat

Oleh Rizky Nahriati

18 tayangan
Bagikan artikel

Transkrip Akuntansi Zakat

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Zakat merupakan suatu kewajiban bagi umat Islam yang digunakan untuk membantu
masyarakat lain, menstabilkan ekonomi masyarakat dari kalangan bawah hingga kalangan
atas, sehingga dengan adanya zakat umat Islam tidak ada yang tertindas karena zakat dapat
menghilangkan jarak antara si kaya dan si miskin. Oleh karena itu, zakat sebagai salah satu
instrumen negara dan juga sebuah tawaran solusi untuk menbangkitkan bangsa dari
keterpurukan. Zakat juga sebuah ibadah mahdhah yang diwajibkan bagi orang-orang Islam,
namun diperuntukan bagi kepentingan seluruh masyarakat.
Zakat merupakan suatu ibadah yang dipergunakan untuk kemaslahatan umat sehingga dengan
adanya zakat (baik zakat fitrah maupun zakat maal) kita dapat mempererat tali silaturahmi
dengan sesama umat Islam maupun dengan umat lain.
Oleh karena itu kesadaran untuk menunaikan zakat bagi umat Islam harus ditingkatkan baik
dalam menunaikan zakat fitrah yang hanya setahun sekali pada bulan ramadhan, maupun
zakat maal yang seharusnya dilakukan sesuai dengan ketentuan zakat dalam yang telah
ditetapkan baik harta, hewan ternak, emas, perak dan sebagainya.

Page 1

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian
Akuntansi adalah seni pencatatan, penggolongan, pengihtisaran, penafsiran dan
pengkomunikasian dengan cara tertentu dan dalam ukuran moneter, transaksi, dan kejadiankejadian ekonomi dari suatu entitas hukum atau sosial.
Pengertian akuntansi dalam ilmu pengetahuan modern menegaskan bahwa akuntansi
dikhususkan untuk menentukan berbagai macam kebijakan, kemudian menyampaikan
informasi yang berkaitan dengan hasil aktivitas tersebut kepada pihak yang berkepentingan
untuk dipergunakan dalam pengambilan keputusan.
Zakat adalah sebagian harta yang wajib dikeluarkan oleh wajib zakat (Muzakki) untuk
diserahkan kepada penerima zakat (mustahiq). Pembayaran zakat dilakukan apabila nisab dan
haulnya terpenuhi dari harta yang memenuhi kriteria wajib zakat (PSAK 101 paragraf 71).
Unsur dasar laporan sumber dan penggunaan dana zakat meliputi sumber dana, penggunaan
dana, penggunaan dana selama satu jangka waktu, serta saldo dana zakat yang menunjukan
dan azakat yang belum disalurkan pada tanggal tertentu (paragraf 72). Dalam hal ini, dana
zakat tidak diperkenankan untuk menutup penyisihan kerugian aset produktif.
Sumber hukum zakat :
1. Al-Qur’an surah Al-Baqarah ayat 110
2. Al-Hadits
“golongan yang tidak mengeluarkan zakat (di dunia) akan ditimpa kelaparan dan kemarau
panjang.” (HR. Tabrani)
Menurut Alnof, Akuntansi Zakat merupakan satu proses pengakuan (recognition)
kepemilikan dan pengukuran (measurement) nilai suatu kekayaan yang dimiliki dan dikuasai
oleh muzakki untuk tujuan penetapan, apakah harta tersebut sudah mencapai nishab harta
wajib zakat dan memenuhi segala persyaratan dalam rangka penghitungan nilai zakat.
Dalam penerapannya, akuntansi zakat dana mencakup teknik penghitungan harta
wajib zakat yang meliputi pengumpulan, pengidentifikasian, penghitungan beban kewajiban
yang menjadi tanggungan muzakki dan penetapan nilai harta wajib zakat serta penyalurannya
kepada golongan yang berhak menerima zakat.
Menurut Fajar Laksana dalam AAS-IFI (Accounting & Auditing Standard for Islamic
Financial Institution) tujuan akuntansi zakat adalah menyajikan informasi mengenai ketaatan
organisasi terhadap ketentuan syariah Islam, termasuk informasi mengenai penerimaan dan
pengeluaran yang tidak diperbolehkan oleh syariah, bila terjadi, serta bagaimana
penyalurannya.

Page 2

Dari beberapa penjelasan diatas, dapat disimpulkan akuntansi zakat adalah proses
penghitungan dan pengukuran harta wajib zakat, untuk menentukan jumlah zakat yang harus
dibayarkan oleh muzakki dari harta yang dimiliki. Kemudian disalurkan kepada yang berhak
menerima zakat (mustahiq) seperti yang telah ditentukan oleh syariah Islam.[5]
Aturan
Akuntasi
Untuk
Lembaga
Pengelola
Zakat
Indonesia
Sampai dengan saat ini belum ada yang secara khusus membuat aturan akuntansi zakat, hal
inilah salah satu penyebab kesulitan dalam melakukan standarisasi pencatatan dan pelaporan
akuntansi zakat di Indonesia.
Sementara ini bentuk pencatatan dan pelaporan akuntansi zakat seringkali didasarkan kepada
metoda akuntansi yang secara umum berlaku, yang kemudian di modifikasi dengan ketentuan
syariah. Dan ketentuan syariah inilah yang menentukan terhadap perlakuan pencatatan dan
pelaporan akuntansi zakat.

2.2 Syarat dan Wajib Zakat
Syarat wajib zakat, antara lain:
a. Islam, berarti mereka yang beragama Islam baik anak-anak atau sudah dewasa,
berakal sehat atau tidak.
b. Merdeka, berarti bukan budak dan memiliki kebebasan untuk melakukan dan
menjalankan seluruh syariat Islam.
c. Memiliki satu nisab dari salah satu jenis harta yang wajib dikenakan zakat dan cukup
haul.
Zakat adalah kewajiban bagi pihak yang memenuhi semua kriteria di atas, zakat
adalah utang kepad Allah SWT dan harus disegerakan pembayarannya, serta ketika
membayar harus diniatkan untuk menjalankan perintah Allah dan mengharapkan rida-nya.[7]
Syarat harta kekayaan yang wajib dizakatkan ayau objek zakat.
a. Halal : Halal tersebut harus didapatkan dengan cara yang baik dan yang halal (sesuai
dengan tuntunan syariah).
b. Milik penuh : Artinya kepemilikan disini berupa hak untuk penyimpanan, pemakaian,
pengelolaan yang diberikan Allah SWT kepada manusia, dan dilamnya tidak ada hak
orang lain.
c. Berkembang: Menurut ahli fikih, “harta yang berkembang” secara etimologiberarti
“harta tersebut bertambah”, tetapi menurut istilah bertambah itu terbagi menjadi dua
yaitu bertambah secara nyata dan bertambah secara tidak nyata.
d. Cukup nisab : Nisab yaitu jumlah mminimal yang menyebabkan harta terkena
kewajiban zakat.

Page 3

e. Cukup haul : Haul adalah jangka waktu kepemilikan harta ditangan si pemilik sudah
melampaui dua belas bulan Qamariyah. Persyaratann setahun ini hanya untuk objek
zakat berupa ternak, uang, dan harta benda dagang.
f. Bebas dari utang: Dalam menghitung cukup nisab, harta yang dikeluarkan zakatnya
harus bersih dari hutang, karena ia dituntutatau melunasi hutangnya tersebut.
g. Lebih dari kebutuhan pokok : Kebutuhan adalah sesuatu yang betuk-betul diperukan
untuk kelangsungan hidup secara rutin; seperti kebutuhan sehari-hari.
2.3 Jenis Zakat
Jenis zakat terbagi menjadi dua bagian, yaitu:
a. Zakat jiwa/zakat fitrah
Zakat fitrah adalah zakat untuk pembersih diri yang diwajibkan untuk dikeluarkan
setiap akhir bulan Ramadhan. Ketentuan waktu pengeluaran zakat dapat dilakukan
mulai dari awal Ramadhan sampai yang paling utama pada malam Idul Fitri dan paling
lambat pagi hari Idul Fitri.
b. Zakat harta/Maal
Zakat Maal adalah zakat yang berhubungan dengan harta: yaitu emas, perak, binatang
ternak, hasil tanaman dan buah-buahan, harta barang dagangan serta hasil kerja
(profesi).


Zakat Emas dan Perak
Emas dan perak merupakan harta yang wajib di keluarkan zakatnya jika telah
memenuhi nishab dan haul.
Nishab zakat emas dan perak :
Nishab emas 20 misqaal (96 gram).
Besarnya zakat yang harus dikeluarkan 2,5%.
Kalau emas lebih dari batas tersebut, dihitung dengan ketentuan 2,5% kali besarnya
(banyaknya) emas.
Nishab perak 200 dirham. Besarnya zakat sama dengan emas 2,5%. Jadi perak yang
berjumlah 200 dirham, zakatnya 2,5% = 5 dirham. Kalau bertambah nanti, dihitung
dengan ketentuan pengeluaran zakat 2,5%. (1 dirham = 3 gram).



Binatang Ternak

Page 4

Nishab hasil peternakan (binatang ternak) yang telah ditentukan pada zaman Nabi adalah
mengenai zakat unta, sapi dan kambing.
Zakat Unta
NO

JUMLAH UNTA

JUMLAH ZAKAT

1

5 ekor

1 ekor kambing

2

10 ekor

2 ekor kambing

3

15 ekor

3 ekor kambing

4

20 ekor

4 ekor kambing
1 ekor unta umur 1 tahun

5

25 ekor

penuh
1 ekor unta umur 2 tahun

6

36 ekor

penuh
1 ekor unta umur 3 tahun

7

46 ekor

penuh
1 ekor unta umur 4 tahun

8

61 ekor

penuh
2 ekor unta umur 2 tahun

9

76 ekor

penuh
2 ekor unta umur 3 tahun

10

91 ekor

penuh
3 ekor unta umur 2 tahun

11

12

b)

121 ekor

penuh

Setiap tambahan 40

Tambah 1 ekor unta umur 2

ekor

tahun penuh

Zakat Sapi

Sapi yang sudah berjumlah 30 ekor wajib dikeluarkan zakatnya 1 ekor sapi umur 1 tahun
penuh. Dan sapi yang berjumlah 40 ekor wajib dikeluarkan 1 ekor sapi umur 2 tahun penuh.

Page 5

c)

Zakat Kambing

Kalau kambning sudah mencapai jumlah 40 ekor, wajib dikeluarkan zakatnya 1 ekor
kambing.
JUMLAH
NO

KAMBING

JUMLAH ZAKAT
1 ekor kambing umur 2

1

40-120 ekor

tahun
2 ekor kambing umur 2

2

121-200 ekor

tahun
3 ekor kambing umur 2

3

201-300 ekor

tahun
4 ekor kambing umur 2

4

5

301-400 ekor

tahun

Setiap tambah 100

Zakatnya tambah 1 ekor

ekor

kambing

3. Zakat Hasil Tanaman dan Buah-buahan
141 : ‫ االنعام‬، ‫صا ِد ِه‬
َ ‫َواَت ُ ْوا َحقَّهُ يَ ْو َم َح‬
“Berilkanlah haknya (zakat) pada waktu memetik hasilnya”.
(QS.Al-An’am:141 )[6]
Nishab tanaman dan buah-buahan (untuk wajib zakat) 1 ton padi.[7]

4. Zakat Barang Dagangan
Dijelaskan oleh hadits Rasulullah SAW yang disampaikan oleh Samurah bin Jundab, beliau
berkata :

َّ ‫سلَّ َم يَْأ ُم ُرنَا اَ ْن نُ ْخ ِر َج‬
‫الزكَاة َ ِم َّما نَعُدُّهُ ِل ْلبَي ِْغ‬
ُ ‫َكانَ َر‬
َ ‫صلَّى هّللا ُ َعلَ ْي ِه َو‬
َ ِ ‫س ْو ُل هّللا‬

Page 6

“Rasulullah menyuruh kami untuk mengeluarkan zakat dari setiap barang yang kami
persiapkan untuk perdagangan.” (HR.Abu Dawud)[8]
Nishab zakat perdagangan adalah 200 dirham atau 20 dinar (sama dengan nishab zakat emas
dan perak). Zakat yang harus dikeluarkan 2,5%. Pedagang hendaknya menghitung barangdagangannya pada akhir tahun. Penghitungannya berdasarkan pembelian.[9]

Page 7

Judul: Akuntansi Zakat

Oleh: Rizky Nahriati


Ikuti kami