Akuntansi Syariah Sejarah Dan Pemikiran Akuntansi Syariah

Oleh Febri Wiranto

28 tayangan
Bagikan artikel

Transkrip Akuntansi Syariah Sejarah Dan Pemikiran Akuntansi Syariah

AKUNTANSI SYARIAH

SEJARAH DAN PEMIKIRAN AKUNTANSI SYARIAH
OLEH :
FEBRI WIRANTO
C1C018036

Perkembangan Awal
Akuntansi
Pada awalnya akuntansi merupakan bagian dari ilmu
pasti, yaitu bagian dari ilmu pengetahuan yang
berhubungan dengan masalah hukum alam dan
perhitungan yang bersifat memiliki kebenaran absolut.
Sebagian besar dari ilmu pasti yang perkembangannya
bersifat akumulatif, maka setiap penemuan metode
baru dalam akuntansi akan menambah dan
memperkaya ilmu akuntansi tersebut. Bahkan pemikir
akuntansi pada awal perkembangannya merupakan
seorang ahli matematika Luca Paciolli dan Musa AlKhawarizmy.

LANJUTAN

Perubahan ilmu akuntansi dari bagian ilmu pasti
menjadi ilmu sosial lebih disebabkan oleh factorfaktor perubahan dalam masyarakat yang semula
dianggap sebagai sesuatu yang konstan, misalnya
transaksi usaha yang akan dipengaruhi oleh budaya
dan tradisi serta kebiasaan dalam masyarakat. Oleh
sebab itu, akuntansi masih ada ditengah-tengah
pembagian ilmu pengetahuan tersebut hingga kini.
Bahkan mayoritas pemikiran akuntansi saat ini masih
menitik beratkan pada pemikiran positif melalui
penggunaan data empiris dengan pengolahan yang
bersifat matematis.

LANJUTAN

Dapat disimpulkan bahwa pada awalnya
akuntansi merupakan bagian dari ilmu pasti
yang berhubungan dengan hukum alam dan
perhitungan
dengan
perkembangan
mengalami penyesuaian dengan kondisi
setempat sehingga lebih dikenal dengan ilmu
sosial dalam metode penemuan baru.
Perubahan ilmu akuntansi dari bagian ilmu
pasti menjadi ilmu sosial disebabkan oleh
perubahan masyarakat yang dipengaruhi oleh
budaya dan tradisi serta kebiasaan yang
konstan.

Sejarah Akuntansi
Akuntansi merupakan salah satu profesi tertua didunia.
Dari sejak zaman pra sejarah, keluarga memiliki
perhitungan tersendiri untuk mencatat makanan dan
pakaian yang harus mereka persiapkan dan mereka
gunakan pada saat musim dingin. Ketika masyarakat
mulai mengenal adanya “perdagangan”, maka pada
saat yang sama mereka telah mengenal konsep nilai
(values) dan mulai mengenal sistem moneter (monetary
system).
Bukti tentang pencatatan (bookkeeping)
tersebut dapat ditentukan dari mulai dari kerajaan
Babilonia (4500 SM) Firaun mesir dan kode-kode
Hammurabi (2250 SM) sebagaimana ditemukan adnya
kepingan pencatatan akuntansi di Ebla Syria Utara.

LANJUTAN

Menurut Peragallo, orang yang menuliskan double Entry
pertma akali adalah pedagang yang bernama Benedetto
Cotrugli dalam buku Della Mercatua e del Mercate, Perfetto
pada tahun 1458 namun baru diterbitkan pada tahun 1573.
Menurut Vernon Kam, (1990), ilmu akuntansi diperkenalkan
pada zaman Feodalisme Barat. Namun setelah dilakukan
penelitian sejarah dan arkeologi ternyata banyak data yang
membuktikan bahwa jauh sebelum penulisan ini sudah
dikenal akuntansi.
Menurut Littleton (boydoun 1959) perkembangan akuntansi
disuatu lokasi tidak hanya disebabkan oleh masyarakat
dilokasi itu sendiri melainkan juga dipengaruhi oleh
perkembangan pada saat atau periode waktu tersebut dan
dari masyarakat lainnya.

LANJUTAN
Jadi dapat kita ketahui, bahwa sejarah awal akuntansi
dimulai sejak manusia mengenal hitungan uang dan
menggunakan catatan. Pada abad XIV perhitungan rugi
laba telah dilakukan pedagang-pedagang Genoa dengan
cara menghitung harta yang ada pada akhir suatu
pelayaran dan dibandingkan pada saat mereka berangkat.
Tonggak sejarah akuntansi dimulai pada tahun 1494 pada
saat Lucas Paciolo (Lukas dari Burgos) menerbitkan buku
ilmu pasti yang berjudul “Suma de Arilhmalica,
Proportioni et Proportionaiita”. Dalam buku itu terdapat
satu bab, berjudul ‘Tractatus de Computis et Scriptorio”.
yang berisi cara-cara pembukuan menurut catatan
berpasangan (double book keeping).

Perkembangan Akuntansi
Syariah
perkembangan dilakukan pendeklarasian yang bertepatan
tahun (1 Hijriyah) di dirikan konsep seluruh umat islam itu
bersaudara dan tanpa membeda-bedakan baik dari warna
kulit, dan lain hal, dan pada saat itu masih kurang
berkembang maka Rasulullah lah yang menjadi pemimpin
di negara, dan bangsa arab melakukan perniagaan
sebanyak 2x pada musim dingin ke yaman dan pada saat
musim panas ke as-syam, dan perkembangan selanjutnya
ditegakkan pembayaran zakat dan pembayaran lainnya
dan dibentuklah baitul maal pada abad ke-7 dan
Rasulullah telah memilih 42 orang yang terpercaya untuk
menjalankan tugas masing-masing di baitul maal.

LANJUTAN
Pada pemerintahan Abu Bakar radiallahu’anhu, pada
saat itu pengelolaan baitul maal masih sangat sederhana
karena pemasukan dan pengeluaran dilakukan dengan
seimbang dan hampir tidak ada sisa dari hasil
pengelolaannya.
Pada kepemimpinan Umar bin Khatab radiallahu’anhu,
terjadi perubahan sistem administrasi yang cukup
signifikan dengan mengajukan istilah Diwan oleh Sa’ad
bin Abi Waqqas (636 M). Katadiwan berasal dari bahasa
Arab yang merupakan bentuk kata benda dari Dawwana
berarti penulisan, dengan artian diwan ini sebagai tempat
dimana pelaksana duduk, bekerja dan dimana akuntansi
dicatat dan disimpan. Diwan ini berfungsi untuk
mengurusi pembayaran gaji.

LANJUTAN
Sementara pada zaman para sahabat khalifah pertama Abu
Bakar radiallahu’anhu masih sederhana pemasukkan dan
pengeluaran seimbang sedangkan pemerintahan Umar bin
Khatab adanya perubahan sistem yang signifikan yang
dianjurkan untuk melakukan diwan yaitu pencatatan disetiap
pemasukkan dan pengeluaran dan telah memilih orang-orang
yang akan bertanggung jawab dalam setiap tugasnya,,
selanjutnya Utsaman bin Affan untuk menjamin dijalankan
hukum maka ditunjuknya orang-orang untk menjaga
penghasilan, dan sahabat yang terakhir Ali bin Abu Thalib
mulai berkembang pesat. Dan perkembangannya pesat terjadi
disetiap lokasi ke lokasi lainnya, dan dapat mengatur
perekononian serta akuntansi Islam adalah menyangkut
segala sesuatu yang lebih luas mengenai praktik kehidupan.

Sekilas Prosedur dan Istilah
yang Digunakan
A. Transaksi harus dicatat setelah terjadi.
B. Transaksi harus dikelompokkan berdasarkan jenisnya
C. Penerimaan akan dicatat disisi sebelah kanan dan
pengeluaran dicatat di sebelah kiri. Sumber-sumber
penerimaan harus di jelaskan dan dicatat
D. Pembayaran harus dicatat dan di berikan penjelasan yang
memadai di sisi kiri halaman
E. Pencatatan transaksi harus dilakukan dan dijelaskan
secara hati-hati.
F. Tidak memberikan jarak penulisan di sisi sebelah kiri dan
harus di beri garis penutup.
G. Koreksi atas transaksi yang telah dicatat tidak boleh
dengan cara menghapus atau menulis ulang tetapi harus
diganti.

LANJUTAN

h.
i.
j.
k.

Jika akun telah di tutup, maka akan di beri tanda tentang
hal tersebut.
Seluruh transaksi yang dicatat di buku jurnal akan di
pindahkan
pada
buku
khusus
berdasarkan
pengelompokan transaksi.
Orang melakukan pencatatan untuk pengelompokan
berbeda dengan orang yang melakukan pencatatan
harian.
Saldo diperoleh dari selisih

LANJUTAN

l.

Laporan harus di susun setiap bulan dan
tahun dengan detail dan memuat informasi
penting.
m. Pada setiap akhir tahun laporan yang
disampaikan
oleh
Al-Khateb
harus
menjelaskan seluruh informasi barang secara
detail dan dana yang berada di bawah
wewenangnya .
n. Laporan tahunan yang di susun Al- Khateb
akan di periksa dan di bandingkan dengan
tahun sebelumnya dan akan disimpan di
Diwan pusat.

Hubungan Akuntansi
Modern Dan Akuntansi
Islam
Hubungannya akuntansi modern dengan
akuntansi islam yaitu dimana zaman
modern ini mengikuti dari zaman islam
contohnya buku-buku yang diterjemahkan
ke bahasa eropa dan mengikuti sistemsistemnya dan masih saling berhubungan.

TERIMA KASIH

Judul: Akuntansi Syariah Sejarah Dan Pemikiran Akuntansi Syariah

Oleh: Febri Wiranto


Ikuti kami