Akuntansi Syariah Hubungan Syariah Islam Dan Akuntansi

Oleh Ega Kurniasih

20 tayangan
Bagikan artikel

Transkrip Akuntansi Syariah Hubungan Syariah Islam Dan Akuntansi

DISUSUN OLEH : Ega Kurniasih
NIM : RRC1C017028
MK: AKUNTANSI SYARI”AH

Akuntansi syariah, hubungan
syariah Islam dan akuntansi
serta perkembangan transaksi
syariah



PENGERTIAN AKUNTANSI SYARIAH MENURUT AHLI

Menurut Dr. Omar Abdullah Zaid
Menurut beliau akuntansi syariah ialah suatu aktifitas yang
teratur berkaitan dengan pencatatn transaksi-transaksi, tindakan
tindakan, keputusan-keputusan yang sesuai dengan syari’at dan
jumlah-jumlahnya


Menurut Sofyan S. Harahap
Dalam bukunya “Akuntansi Islam” beliau mendefinisikan
Akuntansi Islam atau Akuntansi Syariah pada hakekatnya ialah
penggunaan akuntansi dalam menjalankan syariah Islam.


Menurut Adnan M. Akhyar
Sedangkan Adnan M. Akhyar mendefinisikan Akuntansi Syariah
sebagai praktek akuntansi yang bertujuan untuk membantu
mencapai keadilan sosial ekonomi “al falah”.


Menurut Toshikabu Hayashi
Beliau menyebutkan bahwa akuntansi syariah ialah
akuntansi yang berkonsep pada hukum syariahyang
berasal dari Tuhan yang bukan ciptaan manusia.


Manurut Napier
Berbeda lagi dnegan Napier ia menjelaskan bahwa
akuntansi syariah ialah bidang akuntansi yang
menekankan kepada dua hal yakni auntabilitas dan
pelaporan.


Pengertian Akuntansi Syariah

Akuntansi Syariah adalah suatu sistem atau
teknik dari suatu pencatatan, penggolongan dan
peringkasan, pelaporan dan menganalisa data
keuangan yang dilakukan dengan cara tertentu
yang dapat digunakan dalam pengambilan
keputusan ekonomi atau perusahaan dengan
menggunakan prinsip-prinsip syariah yang
terkandung dalam nilai-nilai islam.

Tujuan akuntansi syari’ah








Untuk menentukan hak dan
kewajiban dari pihak yang
terlibat dengan lembaga
keuangan syariah.
Untuk menjaga aset dan hakhak lembaga keuangan
syariah.
Untuk meningkatkan
kemampuan manajerial dan
produktivitas dari lembaga
keuangan syariah.
Untuk menyiapkan informasi
laporan keuangan yang
berguna kepada pengguna
laporan keuangan sehingga
mereka dapat membuat
keputusan yang tepat dalam
berhubungan dengan
lembaga keuangan



Diungkapkan dengan baik, akan
meningkatkan kepercayaan
pengguna serta meningkatkan
pemahaman informasi akuntansi
sehingga akhirnya akan meningkatkan
kepercayaan atas lembaga keuangan
syariah



Mendukung penyususnan standar
akuntansi yang konsisten. Sehingga
meningkatkan kepercayaan
pengguna laporan keuangan.



Sebagai laporan keuangan yang
bertujuan menyediakan informasi yang
menyangkut posisi keuangan, kinerja,
serta perubahan posisi keuangan suatu
perusahaan yang bermanfaat bagi
sejumlah besar pengguna dalam
pengambilan keputusan ekonomi.

 Prinsip-Prinsip

 Prinsip

Akuntansi Syar’iah

Pertanggungjawaban

 Prinsip

 Prinsip

Keadilan

kebenaran

Dasar Hukum Akuntansi Syari’ah
Dasar hukum dalam Akuntansi Syariah bersumber dari Al
Quran, Sunah Nabawiyyah, Ijma (kesepakatan para ulama),
Qiyas (persamaan suatu peristiwa tertentu), dan ‘Uruf (adat
kebiasaan) yang tidak bertentangan dengan Syariah Islam.

Kaidah-kaidah Akuntansi Syariah, memiliki karakteristik
khusus yang membedakan dari kaidah Akuntansi Konvensional.
Kaidah-kaidah Akuntansi Syariah sesuai dengan norma-norma
masyarakat islami, dan termasuk disiplin ilmu sosial yang
berfungsi sebagai pelayan masyarakat pada tempat
penerapan Akuntansi tersebut.

Ciri – ciri akuntansi syari’ah
 Dilaporkan

secara

benar
 Cepat dalam
pelaporannya
 Dibuat oleh ahlinya
(akuntan)
 Tearang, jelas, tegas
dan informatif

Memuat informasi yang
menyeluruh
 Informasi ditujukan
kepada semua pihak
yang terlibat dan
membutuhkan
 Terperinci dan teliti
 Tidak terjadi
manipulasi
 Dilakukan secara
kontinyu (tidak lalai)


Karakteristik
Akuntansi
Syari’ah








Berikut ini adalah
persyaratan dan
kaarakteristik dalam
implementasi transaksi
akuntansi syari’ah :










Transaksi syariah dilakukan berdasa
rkan prinsip saling paham dan
saling
ridha;
Prinsip kebebasan bertransaksi
diakui sepanjang objeknya halal d
an baik
(thayib);
Uang hanya berfungsi sebagai alat
tukar dan satuan pengukur nilai,
bukan sebagai komoditas
Tidak mengandung unsur riba;
Tidak mengandung unsur kezaliman;
Tidak mengandung unsur maysir;
Tidak mengandung unsur gharar;
Tidak mengandung unsur haram;
Tidak menganut prinsip nilai waktu
dari uang (time value of money)







Berikut ini adalah
persyaratan dan
kaarakteristik
dalam
implementasi
transaksi
akuntansi syari’ah







Transkasi dilakukan berdasarkan suatu
perjanjian yang jelas dan benar
Tidak ada distorsi harga melalui rekayas
a permintaan (najasy), maupun melalui
rekayasa penawaran (ihtikar); dan
Tidak mengandung unsur kolusi dengan
suap
Keharaman riba,
Pengharaman transaksi yang mengandung
unsur gharar dan bahaya,
Pengharaman transaksi yang mengandung
unsur penipuan,
Transaksi dilakukan atas dasar saling ridha
atanra penjual dan pembeli,
Transaksi hanya dilakukan oleh pemilik b
arang atau pihak yang mewakili,
Jika akad mengandung unsur yang dap
at meninggalkan sesuatu yang
wajib atau melanggar sesuatu
yang diharamkan, maka hukumnya
haram dan tidak sah.

Perbedaan mendasar akuntansi syari’ah dan
Akuntansi konvensional






Perbedaan dari
Segi
Pengertiannya



Perbedaan dari Segi
Modal



Perbedaan dari Segi
Konsep



Perbedaan dari segi
prinsip

Perbedaan dari
segi tujuannya
Perbedaan dari
Segi Karakteristik

Hubungan Akuntansi Modern Dengan Akuntansi
Islam
Luca Pacioli dengan bukunya tahun 1494M dengan
bukunya: Summa de Arithmetica geometria Proportionalita ( A review of
Arithmetica, Geometry and Proportions) pada tahun 1494M
menerangkan mengenai double entry book keeping sehingga
ditetapkan sebagai penemu akuntansi modern. Dari hal penelusuran
pemikir Islam, ditemukan bahwa ada hubungan antara para pedagang
Italia dan pedagang muslim, yang membuka kemungkinan bahwa
akuntansi modern tersebut diperoleh Luca Pacioli dari hubungannya
dengan perdagang muslim.
Bukti-bukti istilah yang digunakan Pacioli juga sama dengan apa
yang dilakukan oleh para pedagang muslim. Selain itu ketika Daulah
Islam mulai berkembang, telah dikembangkan juga sistem akuntansi
yang cukup maju dan dapat dijadikan dasar bahwa klaim muslim turut
dalam pengembangan akuntansi modern.

Paradigma
Pemikiran
Akuntansi
Syari’ah Di
Indonesia

Perkembangan Akuntansi Syari’ah di
Indonesia dilatarbelakangi oleh
perkembangan lembaga keuangan
syari’ah. Di Indonesia banyak
bermunculan lembaga-lembaga
keuangan yang berbasis syari’ah
mengingat banyaknya masyarakat yang
beragama Islam.
Menurut Bank Indonesia dalam
Outlook Bank Syariah 2013
perkembangan Bank syari’ah relatif
cukup tinggi berkisar antara 36%- 58%
dengan pertumbuhan asset perbankan
syariah mencapai ±37% dan total asset
mencapai ± Rp 179 Triliun. Namun
perkembangan Akuntansi Syari’ah hanya
di lembaga keuangan yang berbasis
syari’ah saja sedangkan disektor non
lembaga keuangan seperti perusahaan
jasa, perusahaan manufaktur dan
perusahaan ritel belum mengalami
perkembangan bahkan terlihat stagnan.

TERIMAKASIH 

Judul: Akuntansi Syariah Hubungan Syariah Islam Dan Akuntansi

Oleh: Ega Kurniasih


Ikuti kami