Akuntansi Syariah

Oleh Febbyannisa Saraswati

21 tayangan
Bagikan artikel

Transkrip Akuntansi Syariah

ISLAM DAN SYARI’AH ISLAM
Oleh:
Sri Nurhayati / Wasilah

Makna Islam
 Bahasa : ”tunduk dan patuh”
 Terminologi:

“Islam adalah bahwasanya engkau bersaksi
bahwa sesungguhnya tiada Tuhan selain
Allah dan bahwa sesungguhnya Muhammad
adalah utusan Allah, engkau menegakkan
shalat, menunaikan zakat, melaksanakan
shaum Ramadhan, dan menunaikan ibadah
haji ke Baitullah -- jika engkau berkemampuan
melaksanakannya.” (HR Muslim)

Makna Islam
 tunduk serta patuh (aslama)
 pasrah berserah diri (sallama)
 tangga/derajat (sullam)
 kedamaian (siliim)
 kesejahteraan, kebahagiaan dan

keselamatan (salaama).

Makna Manusia
Manusia adalah makhluk yang dimuliakan
oleh Allah SWT karena mempunyai ruh dan
keistimewaan berupa akal serta diberi tugas
oleh Allah SWT untuk menjalankan peran
sebagai khalifah/wakil Allah di bumi untuk
mengatur alam dan seisinya, sesuai
ketentuan Allah SWT. (QS 32: 9, QS 17: 70,
dan QS 2: 30)
 Manusia adalah makhluk yang lemah,
bodoh, dan fakir (QS 4: 28, QS 33: 72, dan
QS 35: 15).

Al Islam
sebuah pedoman hidup dan berkehidupan
yang dikeluarkan langsung oleh Allah SWT,
Pencipta,
Pemilik,
Pemelihara,
dan
Penguasa tunggal alam semesta, agar
manusia tunduk, patuh, dan pasrah kepada
ketentuan-NYA agar dapat meraih derajat
kehidupan lebih tinggi yaitu kedamaian,
kesejahteraan dan keselamatan baik di
dunia maupun di akhirat.

Dasar-Dasar Ajaran
Islam
 AQIDAH  RUKUN IMAN
 SYARIAH  RUKUN ISLAM
 AKHLAQ  PERILAKU

Dasar Dasar Ajaran
Islam

AQIDAH

SYARIAH

SYARIAH

SYARIAH

SYARIAH

AKHLAQ

‘Aqidah
 menurut bahasa Arab ‘aqad’, berarti ikatan
 menurut istilah, aqidah adalah perjanjian

yang teguh dan kuat terpatri dalam hati
dan tertanam di dalam lubuk hati yang
paling dalam.
 Jadi, akidah bagaikan ikatan perjanjian
yang kokoh yang tertanam jauh di
dalam lubuk hati sanubari manusia.

Dalil ‘Aqidah
“Dia telah mensyariatkan bagi kamu dalam
agama, apa yang telah diwasiatkan-NYA
kepada Nuh dan apa yang telah kami
wahyukan kepadamu, dan apa yang telah
kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa, dan
Isa, yaitu: tegakkanlah agama dan janganlah
kamu berpecah-belah tentangnya............
”(QS 42:13)
atau beberapa ayat lain seperti pada
QS 2: 136, dan QS 3: 84

Rukun Iman
 Iman kepada Allah SWT
 Iman kepada para Malaikat
 Iman kepada kitab-kitab
 Iman kepada para Nabi dan Rasul
 Iman kepada hari akhir
 Iman kepada qadha dan qadar

5 Golongan Manusia
 Mu’min menerima dan meyakini rukun iman yang







enam dengan tulus dan jujur sepenuh hatinya (QS 2:
1-5)
Kafir  menolak rukun iman secara terbuka dan
terang-terangan. (QS 3: 6-7)
Munafik  berpura-pura menerima aqidah Islam,
namun menolak atau tidak mempercayai aqidah
Islam. (QS 2: 8-10)
Musyrik menyekutukan Allah SWT dengan
sembahan atau tandingan lain.(QS 2: 165, QS 10:18)
Murtad semula beriman kepada Allah SWT,
kemudian berbalik menjadi kafir. (QS 4:137)

Syariah
 menurut

bahasa Arab: jalan yang
ditempuh atau garis yang seharusnya
dilalui.
 menurut terminologi: pokok-pokok aturan
hukum yang digariskan oleh Allah SWT
untuk dipatuhi dan dilalui oleh seorang
muslim dalam menjalani segala aktifitas
hidupnya (ibadah) di dunia.

Kaidah Fiqih
 Hukum asal ibadah mahdhah adalah segala

sesuatu dilarang untuk dikerjakan, kecuali
yang
dibolehkan dalam Al-Qur’an atau
dicontohkan Nabi Muhammad melalui AsSunnah.
 Hukum asal ibadah muamalah adalah segala
sesuatu dibolehkan, kecuali ada larangan
dalam Al-Qur’an atau As-Sunnah.

Aturan ibadah
muamalah







Hukum keluarga (ahwalus syakhsiyah)
Hukum privat (ahkamul madaniyah)
Hukum pidana (ahkamul jinaiyah)
Hukum perundang-undangan (ahkamul
dusturiyah)
Hukum internasional (ahkamul dauliyah)
Hukum ekonomi dan keuangan (ahkamul
iqtishadiyah maliyah)

Akhlaq
 Akhlaq sering juga disebut sebagai ihsan (dari

kata Arab ‘hasan’, yang berarti baik).
 Menurut Nabi SAW : “Ihsan adalah engkau
beribadat kepada Tuhanmu seolah-olah
engkau melihat-Nya sendiri, kalaupun engkau
tidak melihat-Nya, maka Ia melihatmu.”
(HR.Muslim).

Akhlaq
Mengatur hubungan antara manusia dengan:
 Allah SWT dan Rasul SAW
 Diri Sendiri
 Sesama Manusia
 Alam

Akhlaq kepada Allah &
Rasul
 ”Katakanlah:

Jika kamu mencintai Allah,
ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan
mengampuni
dosamu,
Allah
maha
pengampun lagi maha penyayang.
 ”Katakanlah: ”Taatilah Allah dan RasulNya
jika kamu berpaling, maka sesungguhnya
Allah tidak menyukai orang yang berbuat
zalim” (QS. 3: 31-32 )

Akhlaq kepada diri
sendiri
 ”Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan

ruku’lah berserta orang-orang yang ruku’”
 ”Mengapa kamu suruh orang lain kebaktian,
sedang kamu melupakan dirimu sendiri
padahal kamu membaca Al Kitab? Maka
tidaklah kamu berpikir”
(QS 2:43-44)

Akhlaq kepada sesama
manusia
 ”Hai

anakku dirikanlah shalat dan suruhlah
orang mengerjakan yang baik, dan cegahlah
dari perbuatan yang munkar dan bersabarlah
terhadap
apa
yang
menimpamu.
Sesungguhnya yang demikian itu termasuk
hal-hal yang diwajibkan.
 ”Dan janganlah kamu memalingkan muka dari
manusia, dan janganlah kamu berjalan
dimuka bumi dengan angkuh, sesungguh nya
Allah tidak menyukai orang-orang yang
sombong lagi membanggakan diri” QS 2:83
dan QS 31:17-19.

Akhlaq kepada alam
”Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada
malaikat:
Sesungguhnya
Aku
hendak
menjadikan seorang khalifah di muka bumi,
Mereka berkata: mengapa Engkau hendak
menjadikan di bumi orang yang akan berbuat
kerusakan padanya dan menumpahkan
darah.......” (QS 2:30)

Islam a Comprehensive
Way of Life
ISLAM

AQIDAH

SYARIAH

IBADAH

MUAMALAH

PUBLIC RIGHTS

SPECIAL RIGHTS

CRIMINAL LAWS

AKHLAQ

CIVIL LAWS

INTERIOR AFFAIRS

ADMINISTRATIVE

ECONOMY

EXTERIOR AFFAIRS

CONSTITUENCY

INTERNATIONAL
RELATION

FINANCE

LEASING

INSURANCE

BANKING

MORTGAGE

VENTURE CAP

Hukum Islam
 disebut juga hukum syara’ adalah hukum

Allah yang mengatur perbuatan manusia yang
didalamnya mengandung tuntutan untuk
dikerjakan
oleh
para
mukallaf
atau
ditinggalkannya atau yang mengandung
pilihan antara dikerjakan dan ditinggalkan.
 Hukum syara’ hanya dapat diambil dari
sumber-sumber hukum Islam, yaitu Al Qur’an,
As Sunnah, ijma’ sahabat nabi, dan qiyas

Klasifikasi Hukum
Islam
1.
2.
3.
4.
5.

WAJIB  WAJIB ‘AIN & KIFAYAH
SUNNAH  QS : 2: 282
MUBAH  QS 2: 173
MAKRUH  HR Bukhari Muslim
HARAM  QS 17:32

Sasaran Hukum Islam
 Mensucikan

Jiwa: agar manusia menjadi
sumber kebaikan
 Menegakkan Keadilan Dalam Masyarakat
 Mewujudkan
Kemashlahatan/kesejahteraan
Manusia, yang merupakan tujuan dari hukum
islam atau Maqashidus Syariah meliputi
pemeliharaan terhadap:
agama, jiwa, harta, akal dan keturunan

Maqashidus Syariah

Memelihara
Harta

Memelihara
Akal

Memelihara
Keturunan

Memelihara
Jiwa

Memelihara
Agama

Secara Filosofi , Seluruh kegiatan
harus Sesuai Dengan Maqashidus
Syariah

Muamalah

Ibadah

Hak
Khusus

Hak Umum

Ekonomi

Maqashidus Syariah

Memelihara
Harta

Memelihara
Akal

Memelihara
Keturunan

Memelihara
Jiwa

Memelihara
Agama

Secara Filosofi , Seluruh kegiatan
Sesuai Dengan Maqashidus
Syariah

Yang Harus Dihindari

Gharar

Maisir

Riba

Risywah

Dzulmun

Memelihara Agama
(Al muhafazhah ‘alad
Dien)
 Untuk memelihara agamanya,

Allah mewajibkan manusia
untuk shalat, zakat, puasa, haji.
 Apabila
manusia
tidak
melakukan
peribadatan
tersebut maka di mata Allah ia
akan
mendapatkan
dosa
karena tidak menjalankan apa
yang diperintahkannya.
 “Tidak ada paksaan untuk
memasuki
agama
Islam;
sesungguhnya telah jelas yang
benar daripada jalan yang
salah” (QS 2:256)

Memelihara jiwa
(Al muhafazhah ‘alan
nafs)
 Memelihara jiwa ialah memelihara

hak untuk hidup secara terhormat
agar manusia terhindar dari
pembunuhan, penganiayaan baik
fisik maupun psikis, fitnah, caci
maki dan perbuatan lainnya.
 Balasan perbuatan jahat adalah
kejahatan yang seimbang
dengannya. Barang siapa yang
memaafkan dan berlaku damai,
pahalanya ada di tangan Allah.
(Q.S 42: 40)

Memelihara akal
(Al muhafazhah alal
aql)
 Menjaga akal bertujuan agar tidak

terkena kerusakan yang dapat
mengakibatkan seseorang menjadi
tak berguna lagi di masyarakat
sehingga dapat menjadi sumber
keburukan.
 Akal merupakan salah satu unsur
yang
membedakan
manusia
dengan
binatang.
Namun
demikian,
Al-Quran
juga
mengingatkan bahwa
manusia
dapat menjadi lebih hina daripada
hewan bila tidak memiliki moral.

(Al muhafazhah ’alan
nasl)
 Memelihara

keturunan
adalah
memelihara kelestarian manusia dan
membina sikap mental generasi
penerus
agar
terjalin
rasa
persahabatan
dan
persatuan
diantara sesama umat manusia.
 Untuk mencapai tujuan tersebut,
diperlukan pernikahan yang sah,
sesuai dengan ketentuan syariah,
sehingga dapat terbentuk keluarga
yang
tentram
dan
saling
menyayangi.

Memelihara harta
(Al muhafazhah ‘alal
mal)
 Menjaga harta, bertujuan agar harta yang

dimiliki oleh manusia diperoleh dan
digunakan sesuai dengan syariah. Aturan
syariah mengatur proses perolehan dan
pengeluaran harta. Dalam memperoleh
harta harus bebas dari riba, judi, menipu,
merampok, mencuri dan tindakan lainnya
yang dapat merugikan orang lain
 “Hai orang orang yang beriman, janganlah
kamu saling memakan harta sesamamu
dengan jalan yang bathil, kecuali dengan
jalan perniagaan yang berlaku dengan
suka sama suka diantara kamu dan
janganlah membunuh dirimu.
Sesungguhnya Allah adalah maha
penyayang kepadamu” (QS 4 : 29)

Terima Kasih

Judul: Akuntansi Syariah

Oleh: Febbyannisa Saraswati


Ikuti kami