Akuntansi Sistem Publik

Oleh Reni Krisna Dewi

18 tayangan
Bagikan artikel

Transkrip Akuntansi Sistem Publik

Tugas!
Nama Anggota Kelompok

1. Reni Krisna Dewi (AK/10/1534)
2. Adham Nurdiansyah (AK//)
3. Ihda Maulida (AK/12/1667)
4. Shella Shilva (AK/11/1574)
5. Mansur (AK/11/)

Mata Kuliah

Akuntansi Pengantar Manajemen

Dosen

Materi : Auditor Internal dan Auditor Eksternal.
Pembahasan:
1. Alasan adanya Profesi Auditor
2. Tahap-tahap Audit.
3. Karakteristik Masing-masing Auditor
4. Perbedaan Auditor Eksternal dan Internal
5. Hubungan antara Auditor Internal dan Auditor Eksternal

Pengertian Auditing Menurut American Accounting Association (AAA)
Suatu proses yang sistematis untuk mendapatkan dan menilai bukti2 secara obyektif
yang berkaitan dengan pernyataan2 tentang tindakan2 dan kejadian2 ekonomi, untuk
menentukan kesesuaian antara pernyataan2 tersebut dengan

kriteria yang telah

ditetapkan dan menyampaikan hasilnya kepada pihak yang berkepentingan
1.

Alasan Adanya Profesi Auditor :
Untuk

melakukan fungsi pengesahan atau meyakinkan akan kewajaran laporan

keuangan
2.

Tahap-Tahap Audit :
a)

Tahap-tahap dalam rangka fungsi pengesahan
1)

Auditor harus melakukan suatu pengauditan

2)

Penyusunan

Laporan auditor yang ditujukan

kepada pemakai laporan

keuangan yang memuat pendapat auditor
b) Tahap-tahap Akuntansi
1)

Analisis transaksi dan kejadian

2)

Mengukur dan mencapai data transaksi yang terjadi

3)

Mengklasifikasikan dan meringkas data yang tercatat

4)

Menyusun Laporan Keuangan sesuai dengan SABU

5)

Menyampaikan Laporan Keuangan dan laporan akuntan kepada pemegang
saham atau pihak yang berkepentingan

c)

Tahap-tahap Auditing
1)

Memahami Struktur pengendalian intern

2)

Memperoleh dan mengevaluasi bukti yang berkaitan dengan laporan keuangan

3.

3)

Menentukan kewajaran laporan keuangan atau kesesuaiannya dengan SABU

4)

Menyusun Laporan akuntan atas temuan2nya

5)

Menyampaikan laporan akuntan kepada kliennya

Karakteristik Auditor:
a.

Internal Auditor:
1)

Audit dilakukan oleh pegawai perusahaan itu sendiri.

2)

Audit untuk meneliti dan menilai prosedur-prosedur operasional keuangan
akuntansi.

3)

Audit

untuk

meneliti

dan

menilai

system

internal

control

untuk

merekomendasikan perbaikan dan penyempurnaan.
4)

Auditor bekerja secara kontinyu dengan pendekatan investigasi.

5)

Auditor bekerja cukup terperinci dalam meneliti, menganalisa, dan menilai
pelaksanaan sesuatu serta laporan hasilnya kepada manajemen mengenai
tingkat ketaatan terhadap metode, prosedur, dan kebijaksanaan yang telah
ditetapkan termasuk efisiensi dan efektifitas.

6)
b.

Auditor harus independen terhadap apa yang diperiksanya.

Eksternal Auditor:
1)

Audit dilakukan oleh orang independen (pihak luar), bukan pegawai
perusahaan.

2)

Audit dilakukan antara lain mendasarkan pekerjaannya pada hasil penilaian
terhadap laporan internal auditor.

3)

Audit untuk meneliti dan menilai internal control untuk menentukan ruang
lingkup pemeriksaan.

4)

Auditor tidak bekerja terus-menerus, melainkan berhenti bekerja pada suatu
satuan organisasi setelah penugasannya selesai.

5)

Auditor bekerja secara sampling sesuai dengan penugasan yang diterimanya
yaitu memberikan pendapat atas kewajaran laporan keuangan keseluruhan
dalam pemeriksaan umum atau melaporkan kesimpulan hasil pemeriksaan
untuk hal-hal tertentu.

6)

Auditor harus independen terhadap manajemen baik dalam kenyataan maupun
dalam pemeriksaannya.

4.
NO
1.

Perbedaan Auditor Eksternal dan Internal :
KETERANGAN
Tujuan Audit

AUDITOR INTERNAL

AUDITOR EKSTERNAL

Melakukan penilaian secara

Memberi

independent atas aktivitas

pendapat mengenai

operasional perusahaan

kewajaran laporan

dengan mengukur dan

keuangan suatu organisasi.

mengevaluasi kecukupan
kontrol serta efisiensi dan
efektifitas kinerja perusahaan
2.

Pengguna

Internal perusahaan yaitu

Pihak ketiga, seperti para

Laporan

direksi & manajemen

pemegang saham, calon
investor.

4.

Orientasi

Masalah operasional masa

Melihat catatan keuangan

lalu, sekarang dan yang akan

yang terjadi pada periode

datang dengan melakukan

lalu(historical)

perbaikan agar lebih baik
dimasa mendatang
5.

Kualifikasi

Berbagai disiplin ilmu dapat

Sarjana Akuntansi

menjadi anggota internal audit.
6.

Timing

Kegiatan audit dilakukan

Bersifat periodik biasanya

berkesinambungan.

tahunan.

Keterangan:
1.

Perbedaan Misi atau Tujuan Audit
Tanggung jawab utama auditor eksternal adalah memberikan opini atas kewajaran
pelaporan keuangan organisasi, terutama dalam penyajian posisi keuangan dan hasil
operasi dalam suatu periode. Mereka juga menilai apakah laporan keuangan organisasi
disajikan sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi yang diterima secara umum,
diterapkan secara konsisten dari periode ke periode, dan seterusnya. Opini ini akan
digunakan para pengguna laporan keuangan, baik di dalam organisasi terlebih di luar
organisasi, antara lain untuk melihat seberapa besar tingkat reliabilitas laporan
keuangan yang disajikan oleh organisasi tersebut.
Sementara itu, tanggung jawab utama auditor internal tidak terbatas pada pengendalian
internal berkaitan dengan tujuan reliabilitas pelaporan keuangan saja, namun juga
melakukan evaluasi desain dan implementasi pengendalian internal, manajemen
risiko, dan governance dalam pemastian pencapaian tujuan organisasi. Selain
tujuan pelaporan keuangan, auditor internal juga mengevaluasi efektivitas dan efisiensi
serta kepatuhan aktivitas organisasi terhadap ketentuan perundang-undangan dan
kontrak, termasuk ketentuan-ketentuan internal organisasi.

2.

Pengguna Laporan dan Organisasional
Auditor Internal merupakan bagian integral dari organisasi di mana klien utama mereka
adalah manajemen dan dewan direksi dan dewan komisaris, termasuk komite-komite
yang

ada. Biasanya

auditor

internal

merupakan

karyawan

organisasi

yang

berasngkutan. Meskipun dalam perkembangannya pada saat ini dimungkinkan untuk
dilakukan outsourcing atau co-sourcing internal auditor, namun sekurang-kurangnya
penanggung jawab aktivitas audit internal (CAE) tetaplah bagian integral dari organisasi.
Sebaliknya, auditor eksternal merupakan pihak ketiga alias bukan bagian dari
organisasi. Mereka melakukan penugasan berdasarkan kontrak yang diatur dengan
ketentuan perundang-udangan maupun standar profesional yang berlaku untuk auditor
eksternal.
3.

Perbedaan Fokus dan Orientasi

Auditor internal lebih berorientasi ke masa depan, yaitu kejaidan-kejadian yang
diperkirakan akan terjadi, baik yang memiliki dampak positif (peluang) maupun dampak
negatif (risiko), serta bagaimana organisasi bersiap terhadap segala kemungkinan
pencapaian tujuannya.
Sedangkan

auditor

eksternal

dipahaminya kejadian-kejadian

terutama

berfokus

historissebagaimana

pada

akurasi

terefleksikan

dan

bisa

pada

laporan

internal tidak

harus

keuangan organisasi.
4.

Perbedaan Kualifikasi
Kualifikasi

yang

diperlukan

untuk

seorang

auditor

seorang akuntan, namun juga teknisi, personil marketing, insinyur produksi, serta
personil yang memiliki pengetahuan dan pengalaman lainnya tentang operasi organisasi
sehingga memenuhi syarat untuk melakukan audit internal.
Auditor Eksternal harus memiliki kualifikasi akuntan yang mampu memahami dan
menilai risiko terjadinyaerrors dan irregularities, mendesain audit untuk memberikan
keyakinan memadai dalam mendeteksi kesalahan material, serta melaporkan temuan
tersebut. Pada kebanyakan negara, termasuk di Indonesia, auditor perusahaan publik
harus menjadi anggota badan profesional akuntan yang diakui oleh ketentuan
perundang-undangan.
5.

Perbedaan Timing
Auditor internal melakukan review terhadap aktivitas organisasi secara berkelanjutan,
sedangkan auditor eksternal biasanya melakukan secara periodik/tahunan.

5.

Hubungan antara Auditor Internal dan Auditor Eksternal
Hubungan auditor eksternal dan auditor internal mengatur persyaratan-persyaratan
tertentu pada area mana dan sampai sejauh apa, auditor eksternal dapat menggunakan
pekerjaan auditor internal dalam mencapai tujuan penugasannya.
Auditor eksternal harus menentukan apakah pekerjaan auditor internal bisa
digunakan, dengan mengevaluasi:
 Sejauh mana status organisasi,kebijakan maupun prosedur yang cukup guna

mendukung obyektif auditor internal
 Tingkat kompetensi auditor internal
 Apakah fungsi audit internal menerapkan pendekatan yang sistematik dan teratur,

termasuk menerapkan pengendalian kualitas.
Apabila ketiga hal tersebut tidak dipenuhi, auditor eksternal tidak
diperbolehkan menggunakan hasil dari pekerjaan audit internal.
Sedangkan beberapa hal yang dapat menciptakan terjalinnya kerjasama dari kedua
jenis auditor ini adalah :
 Tingkat pemahaman dari masing-masing internal auditor dan eksternal auditor itu

sendiri.
 Kompetensi dari kedua jenis auditor, pemberian maksud tujuan audit dari eksternal

auditor kepada internal auditor, serta pelaporan langsung kepada auditor internal.
 Tingkat perbedaan cakupan audit internal dan audit eksternal

 Obyektivitas dari internal auditor

6.

Relevansi Hasil Audit.
Apabila dari hasil evaluasi eksternal auditor dapat menggunakan pekerjaan internal
auditor, maka mereka diharuskan menentukan bagian mana pekerjaan internal auditor
yang bisa digunakan. Untuk itu, eksternal auditor juga harus mempertimbangkan:
 Relevansi audit internal
 Tujuan dan kompetensi auditor internal
 Pengujian efektivitas dari audit internal
 Strategi dan rencana audit, utamanya dalam mempertimbangkan

penggunaan judgement,
 Menilai risiko salah saji
 Merancang prosedur, serta bukti yang perlu dikumpulkan, agar pekerjaan auditor

internal dan auditor eksternal dapat mendukung opini audit.
Dalam hal auditor eksternal menggunakan pekerjaan auditor internal, maka langkah
yang akan diambil:
 Mendiskusikannya dengan auditor internal untuk koordinasi lebih lanjut
 Membaca laporan internal audit yang berkaitan dengan pekerjaan audit yang akan

digunakan untuk mendapatkan pemahaman sifat dan luasnya prosedur yang telah
dilakukan, beserta temuan-temuan yang terkait.
 Auditor eksternal juga akan menilai apakah pekerjaan auditor internal telah

direncanakan, diawasi, review, dan didokumentasikan dengan baik. Penilaian juga
akan dilakukan untuk memastikan bahwa bukti yang memadai telah diperoleh untuk
menjadi dasar bagi auditor internal menarik kesimpulan yang wajar, serta
kesimpulan-kesimpulan yang dibuat sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada.

Judul: Akuntansi Sistem Publik

Oleh: Reni Krisna Dewi


Ikuti kami