Akuntansi Pertanggungjawaban Ppt (akuntansi Manajemen)

Oleh Fathia Santoso

70 tayangan
Bagikan artikel

Transkrip Akuntansi Pertanggungjawaban Ppt (akuntansi Manajemen)

Akuntansi Manajemen

AKUNTANSI PERTANGGUNGJAWABAN

Fathia Rahma Santoso
Lusi Aprilia

(1461176)
(1461172)

AKUNTANSI
PERTANGGUNGJAWABAN
TRADISIONAL

Pengertian Akuntansi
Pertanggungjawaban
• Akuntansi pertanggungjawaban (responsibility accounting) adalah sistem
akuntansi yang dirancang untuk dapat mencatat dan melaporkan
pendapatan dan/atau biaya yang timbul akibat pelaksanaan suatu
aktivitas kepada manajer yang bertanggung jawab terhadap aktivitas
tersebut.

Struktur Organisasi
• Penyusunan struktur organisasi tergantung pada pendekatan yang
digunakanperusahaan dalam mengelompokan aktivitas. Aktivitas
organisasi dapat dikelompokkan berdasarkan fungsi, produk, geografis.
• Karakteristik penting organisasi yang mendukung pengendalian
operasional:
1. Tidak terjadi tumpang tindih dalam pembebanan tanggung jawab.
2. Setiap manajer memahami tanggung jawabnya dengan jelas.
3. Individu yang diberi tanggung jawab harus memiliki kewenangan yang
memadai.

Keterkaitan Struktur Organisasi
dan Pelaporan Pertanggungjawaban
• Pendekatan Fungsional

Direktur Utama
Direktur Divisi

Pemasaran

Produksi

Keuangan

Manajer Pabrik
Komersial

Konsumen

Militer

Kepala Departemen
Pengolahan

Subperakitan

Perakitan

• Pendekatan Produk
Direktur Utama

Direktur Divisi
Produk Kimia

Produk Obat

Produk Cat

Manajer Pabrik

Medis

Farmasi

Rumah Sakit

Kepala Departemen
Pencampuran

Pembotolan

Pengemasan

• Pendekatan Geografis
Direktur Utama

Direktur Divisi
Wilayah Tengah

Wilayah Barat

Wilayah Timur

Manajer Pabrik
Pabrik
Surabaya

Pabrik
Semarang

Pabrik
Tanggerang

Kepala Departemen
Asbes

Fiber

Penyekat

Penentuan Pihak Yang
Mengendalikan Biaya
• Menurut
pandangan
tradisional,
asumsi
dasar
akuntansi
pertanggungjawaban adalah individu yang berwenang mengendalikan
aktivitas harus bertanggung jawab terhadap biaya yang timbul akibat
pelaksanaan aktivitas tersebut.
• Biaya setiap unsur pengeluaran terdiri atas dua elemen:
1. Harga per unit.
2. Kuantitas unsur yang digunakan.
• Keragaman dan sifat saling ketergantungan faktor-faktor penentu biaya
menyebabkan biaya harus dibebankan pada individu manajer berdasarkan
pengendalian relatif daripada pengendalian absolut.

Tanggung Jawab Terhadap Biaya
Overhead
• Langkah-langkah perhitungan tarif penagihan departemen jasa sama
seperti langkah-langkah penentuan tarif pembebanan overhead pabrik
yang ditentukan di muka.
• Perhitungan tarif penagihan departemen jasa disajikan sebagai berikut:
1. Mengestimasi atau menganggarkan biaya yang dapat ditelusur langsung
ke departemen jasa.
2. Mengalokasikan anggaran biaya bersama ke setiap departemen.
3. Mengalokasikan anggaran biaya departemen jasa ke departemen lain.
4. Menghitung tarif penagihan dengan cara membagi jumlah estimasi biaya
departemen jasa dengan jumlah perkiraan jam jasa.

LAPORAN
PERTANGGUNGJAWABAN

Laporan Pertanggungjawaban
• Laporan pertanggungjawaban memiliki dua tujuan utama:
1. Memotivasi individu mencapai kinerja yang tinggi dengan melaporkan
efisiensi dan inefisiensi kepada manajer pusat pertanggungjawaban dan
atasannya.
2. Memberi informasi yang dapat membantu manajer pusat
pertanggungjawaban untuk mengidentifikasi inefisiensi sehingga mereka
dapat mengendalikan biaya menjadi lebih efisien.

Karakteristik Laporan
Pertanggungjawaban
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.

Laporan harus sesuai dengan struktur organisasi.
Laporan harus konsisten bentuk dan isinya setiap diterbitkan.
Laporan harus tepat waktu.
Laporan harus diterbitkan secara teratur.
Laporan harus mudah dipahami.
Laporan memuat perincian yang memadai, tetapi tidak berlebihan.
Laporan harus menyajikan data perbandingan.
Laporan harus analitis.
Laporan untuk manajer operasi harus menyajikan informasi mengenai
unit fisik sekaligus jumlah rupiahnya.

Ilustrasi Laporan
Pertanggungjawaban
• Tingkat Pertanggungjawaban
Tingkat 1

Tingkat 2

Tingkat 3

Tingkat 4

Direktur Utama

Direktur
Pemasaran

Manajer
Pabrik A

Kepala
Departemen
Pengolahan

Direktur
Produksi

Manajer
Pabrik B

Manajer
Pabrik C

Kepala
Departemen
Perakitan

Direktur
Keuangan

Manajer
Pabrik D

Kepala
Departemen
Penyelesaian

ANALISIS PENYIMPANGAN DAN
ANGGARAN FLEKSIBEL

Penyusunan Anggaran Fleksibel
• Anggaran fleksibel (flexible budget) adalah anggaran yang mengukur
jumlah biaya yang seharusnya pada satu set volume aktivitas atau anggaran
yang disesuaikan dengan volume aktivitas sesungguhnya.
• Penyimpangan pengeluaran (spending variance) adalah perbedaan antara
biaya sesungguhnya dengan biaya dianggarkan pada tingkat aktivitas yang
sesungguhnya.
• Perhitungan penyimpangan pengeluaran:
Penyimpangan Pengeluaran
=
Biaya sesungguhnya – Biaya dianggarkan pada aktivitas
sesungguhnya
=
Biaya sesungguhnya – {(tarif tetap x tingkat aktivitas
dianggarkan) + (tarif variabel x tingkat aktivitas sesungguhnya)}

• Penyimpangan kapasitas menganggur (idle capacity variance) adalah
perbedaan antara biaya dianggarkan pada tingkat aktivitas sesungguhnya
dengan biaya yang dibebankan ke produk yang dihasilkan selama satu
periode (atau ke departemen pemakai atas jasa yang diberikan selama
satu periode).
• Perhitungan penyimpangan kapasitas menganggur :
Penyimpangan Pengeluaran
=
Biaya dianggarkan pada aktivitas sesungguhnya – biaya yang dibebankan
=
{(Tarif tetap x tingkat aktivitas dianggarkan) + (tarif variabel x tingkat
aktivitas sesungguhnya)} - {(Tarif tetap x tingkat aktivitas sesungguhnya) + (tarif
variabel x tingkat aktivitas sesungguhnya)}
= (Tarif tetap x tingkat aktivitas dianggarkan) - (Tarif tetap x tingkat aktivitas
sesungguhnya)
= (Tingkat aktivitas dianggarkan - tingkat aktivitas sesungguhnya) Tarif tetap

AKUNTANSI
PERTANGGUNGJAWABAN—
PENDEKATAN ALTERNATIF

Akuntansi Pertanggungjawaban—
Pendekatan Alternatif
• Kritik terhadap kegunaan akuntansi pertanggungjawaban dapat
dikelompokkan menjadi 2, yaitu:
1. Berhubungan dengan perilaku disfungsional manajer yang dievaluasi atas
dasar kinerja yang dilaporkan oleh sistem tersebut.
2. Berhubungan dengan kegunaan data yang dihasilkan oleh sistem bagi
manajer.

Perilaku Disfungsional Manajer
• Manajer mengendalikan aktivitas yang menimbulkan biaya sehingga
penyimpangan yang terjadi dibebankan kepada manajer, bukan kepada
proses bisnis penyebab terjadinya penyimpangan.
• Individulah yang dievaluasi, bukan proses bisnisnya. Hal tersebut
menimbulkan perilaku disfungsional yaitu:
1. Manajer cenderung mengutamakan kepentingan sendiri.
2. Manajer memusatkan perhatian pada pencapaian anggaran.
3. Manajer memusatkan perhatian pada target jangka pendek.
4. Manajer yang pandai memanipulasi akan sukses.

Kegunaan Informasi Bagi Manajer
• Penyimpangan dilaporkan dengan tujuan:
1. Menjaga agar manajer bertanggung jawab terhadap terjadinya biaya.
2. Memberikan informasi yang berguna bagi manajer pusat
pertanggungjawaban dalam upaya mengendalikan aktivitas bisnis menjadi
lebih efisien.

TERIMA KASIH

Judul: Akuntansi Pertanggungjawaban Ppt (akuntansi Manajemen)

Oleh: Fathia Santoso


Ikuti kami