Akuntansi Perpajakan

Oleh Aszlina Lina

23 tayangan
Bagikan artikel

Transkrip Akuntansi Perpajakan

MAKALAH
AKUNTANSI PERPAJAKAN
Untuk Memenuhi Tugas Seminar Perpajakan
Dosen Pengampu : Dra. Tiwuk PH, M.Ak.

Disusun Oleh :
NAMA

: NUR ASZLINAWATI

NPM

: 15.13031.000015

PRODI

: AKUNTANSI

PROGRAM STUDI EKONOMI AKUNTANSI
UNIVERSITAS TULUNGAGUNG
2019

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
BAB I PENDAHULUAN
1.1

Latar belakang

1.2

Rumusan Masalah

1.3

Tujuan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Pengertian Akuntansi Perpajakan
2.2 Fungsi Akuntasi Perpajakan
2.3 Prinsip Akuntasi Perpajakan
2.4 Peran Akuntansi Perpajakan
2.5 Sifat Akuntansi Perpajakan
2.6 Istilah-Istilah Dalam Akuntansi Perpajakan
BAB III METODE PENEITIAN
3.1 Metode Peneitian
BAB IV PEMBAHASAN
4.1 Kasus Teori
4.2 Kasus Perhitungan
BAB V PENUTUP
5.1 Kesimpulan
5.2 Saran
DAFTAR PUSTAKA

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT, berkat karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan tugas
makalah mata kuliah Seminar Perajakan ini.
Makalah ini disusun dengan tujuan untuk melengkapi Makalah Seminar Perpajakan
dengan materi “Akuntansi Perpajakan ”. Selain itu, makalah ini juga bertujuan untuk membantu
proses belajar-mengajar dalam mata Seminar Perpajakan jurusan Akuntasi di Universitas
Tulungagung.
Penulis mengharapkan kritik dan saran dari Dosen Seminar Perpajakan serta rekan
Mahasiswa agar makalah ini lebih baik ke depannya. Semoga makalah ini dapat digunakan
sesuai dengan keperluan.

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang
Dalam kehidupan sehari hari kita sering mendengar istilah akutansi dan pajak melalui
media massa seperti koran televisi dan radio maupun melaui orang orang di sekitar kita. Pada
umumnya orang beranggapan bahwa akutansi dan pajak hanya ber hubungan dengan dunia
usaha, pemerintah, dan perusahaan saja. Sebenarnya akutansi dan pajak terlebih halnya akutnsi
dapat juga dilakukan di dalam rumah tangga sekolah, dan lain lain. Yaitu dengan melakukan
pencatatan terhadap semua kegiatan yang berkaitan dengan keuangan. Pencatatan keuangan
dalam akutansi dan pajak dilakukan dengan cara atau aturan tertentu. pengetahuan mengenai
prosedur pencatatan akutansi sangat bermanfaat terutma sebagai dasar dalam pengambilan
keputusan.
1.2 Rumusan Masalah
1.

Apakah Pengertian Akuntansi Perpajakan ?

2.

Apakah Fungsi Akuntansi Perpajakan ?

3.

Bagaimana Prinsip Akuntansi Perpajakan?

4.

Bagaimana peran Akuntansi Perpajakan dalam perusahaan?

5.

Bagaimana Sifat Akuntansi Perpajakan?

6.

Apakah Istilah- Istlah Akuntansi Perpajakan?

1.3 Tujuan Masalah
1.

Mengetahui dan memahami tentang pengertian akuntansi perpajakan

2.

Mengetahui dan memahami fungsi akuntansi perpajakan.

3.

Memahami peran akuntansi perpajakan dalam perusahaan.

4.

Memahami sifat akuntansi perpajakan & istilah akuntansi perpajakan.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pengertian Akuntansi Perpajakan
Akuntansi perpajakan adalah sebuah aktivitas pencatatan keuangan pada sebuah badan usaha atau
lembaga untuk mengetahui jumlah pajak yang harus dibayarkan. Dalam dunia perpajakan, akuntansi
sebenarnya bukan istilah yang resmi. Istilah yang lebih tepat sebenarnya adalah pembukuan atau
pencatatan. Tetapi karena sistem pajak yang ditetapkan pemerintah saat ini, sebuah lembaga atau
badan usaha diharuskan untuk menerapkan sistem akuntansi. Pada dasarnya, baik akuntansi biasa
maupun perpajakan memiliki cara kerja yang serupa. Bedanya, jika akuntansi biasa menghasilkan
laporan keuangan, akuntansi perpajakan menghasilkan laporan pajak.

Dalam hal ini wajib pajak adalah Wajib Pajak Badan dan Wajib Pajak Orang Pribadi. Definisi
lain akuntansi perpajakan yait salah satu cabang akuntasi yang mencatatat, menangani,
menghitung, menganalisa dan membuat strategi perpajakan sehubungan dengan transaksi
perusahaan.
2.2 Fungsi Akuntasi Perpajakan
Dalam sebuah perusahaan, fungsi akuntansi perpajakan sangat krusial karena jika salah dalam
menentukan pajak, maka akan berakibat buruk untuk perusahaan tersebut. Salah satu akibatnya
adalah izin usaha akan dicabut. Berikut ini adalah peranan dan fungsi dari akuntasi perpajakan
dalam perusahaan, yaitu:
1. Sebagai perancang strategi perpajakan yang harus dilakukan perusahaan, strateginya yang
positif tetapi tidak melakukan suatu tindakan kecurangan atau penggelapan pajak.
2. Sebagai analisa dan prediksi nilai potensi pajak yang harus ditanggung atau dibayar oleh
perusahaan.
3. Sebagai implementasi akuntansi terhadap setiap aktivitas perusahaan maka parlu
menyiapkan dalam bentuk informasi laporan keuangan fiskal maupun dalam bentuk
laporan keuangan komersial.

4. Sebagai dokumentasi perpajakan dengan baik dan untuk dijadikan bahan evaluasi.
5. Untuk mengolah data kuantitatif yang akan dipakai dalam menyajikan laporan keuangan
yang berisi perhitungan perpajakan.
2.3 Prinsip Akuntasi Perpajakan
Prinsip akuntansi perpajakan dapat dibagi menjadi 4 , yaitu:
 Kesatuan Akuntansi
Kesatuan akuntasi dalam hal ini perusahaan dianggap sebagai satu kesatuan ekonomi
yang terpisah dengan suatu pihak yang mempunyai kepentingan dengan sumber
perusahaan.
 Kesinambungan
Dalam prinsip ini bahwa suatu entitas ekonomi diasumsikan akan terus menerus
melanjutkan usahanya dan tidak akan dibubarkan.
 Harga Perturakaran Yang Objektif
Transaksi keuangan harus dinyatakan dengan nilai berupa uang. Objektif artinya:


Tidak dipengaruhi oleh hubungan istimewa



Bisa diuji oleh pihak independen



Tidak adanya transfer pricing



Tidak adanya mark up, tidak ada KKN dan lainnya.

 Konsistensi
Dalam prinsip ini dapat dikatakan bahwa pemakaian metode dalam suatu pembukuan
tidak bisa diubah-ubah. Contohnya menentukan buku tahunan perhitungan persediaan
dan lain sebagainya.

2.4 Peran Akuntansi Perpajakan
Peranan akuntansi perpajakan untuk perusahaan adalah sebagai berikut:
 Membuat sebuah rencana dan strategi perpajakan
 Memberikan analisan dan perkiraan suatu potensi pajak perusahaan di masa yang akan
dating
 Membuat arsip dan dokumentasi perpajakan dengan baik sebagai bahan melaksanakan
pemeriksaan dan evaluasi
 Menerapkan perlakuan akuntansi atas pajak dan bisa menyajikannya dalam sebuah
laporan komersial ataupun fiskal perusahaan

2.5 Sifat Akuntansi Perpajakan
Peranan akuntansi perpajakan untuk perusahaan adalah sebagai berikut:
1. Pajak merupakan iuran masyarakat kepada pemerintah yang bersifat dipaksa dalam
membayarnya atau pembayarannya. Namun karena dipaksakan ini sering terjadi ketika
petugas pajak berlaku semauanya atau tidak adil dalam menjalankan tugasnya. Ini bisa
terjadi karena disebabkan dengan banyaknya para wajib pajak yang tidak menaati
kewajiban dalam membayar pajak sebagaimana mestinya serta adanya kekeliruan saat
mencatat transaksi perpajakan.
2. Pajak merupakan suatu alat yang penggunaanya untuk membiayai beban atau
pengeluaran pemerintah, yang mana pemerintah dapat menggunakan pajak sebagai
sumber kegiatan operasional pemerintahan. Para wajib pajak tidak menerima imbalan
jasa secara langsung, tetapi wajib pajak mendapat perlindungan dari negaranya berupa
pelayanan yang sesuai dengan haknya.
3. Fungsi pajak adalah mengatur segala aspek ekonomi, sosial, dan budaya.

2.6 Istilah-Istilah Dalam Akuntansi Perpajakan
1. Pajak Penghasilan
Pajak penghasilan adalah pajak yang penghitungannya didasarkan peraturan perpajakan
dan pajak ini dikenakan atas penghasilan kena pajak perusahaan.
2. Pajak Penghasilan Final
Pajak penghasilan final adalah pajak penghasilan yang sifatnya final atau setelah
melunasinya, kewajiban pajak sudah selesai dan penghasilan dikenakan pajak
penghasilan final tidak digabungkan dengan penghasilan jenis lain yang terkena pajak
yang kena pajak penghasilan tidak final. Pajak jenis ini dikenakan kepada jenis
penghasilan, transaksi atau usaha tertentu.
3. Laba
Laba adalah keuntungan atau kerugian bersih selama satu periode sebelum dikurangi
beban pajak
4. Penghasilan Kena Pajak,Laba Fiskal (Taxable Profit) atau Rugi Pajak (Tax Loss)
Laba atau rugi dalam satu periode yang dihitung dengan dasar peraturan perpajakan dan
menjadi dasar perhitungan.
5. Beban Pajak (Tax Expense) atau Penghasilan Pajak (Tax Income)
Jumlah agregat pajak saat ini (current tax) dan pajak tangguhan (Deferred Tax) yang
diperhitungkan dalam perhitungan laba atau rugi pada satu periode
6. Pajak Kini (Current Tax)
Jumlah pajak penghasilan terutang (payable) atas penghasilan kena pajak pada satu
periode
7. Kewajiban Pajak Tangguhan (Deferred Tax Liabilities)
Pajak penghasilan terutang (payable) untuk periode mendatang sebagai akibat perbedaan
temporer kena pajak.
8. Aset Pajak Tangguhan (Deferred Tax Assets)
Jumlah pajak penghasilan terpulihkan (recoverable) pada periode mendatang sebagai
akibat adanya perbedaan temporer yang boleh dikurangkan dan sisa kompensasi kerugian
penghasilan

BAB III
METODE PENEITIAN
3.1 Metode Penelitian
Metode penelitian yang dipakai adalah metode penelitian deskriptif yaitu melakukan
yaitu dengan meted sekunder ( tidak langsung ) yaitu dengan cara mencari bahan dari
internet, diantaranya;
1. Download Pengertian Akuntansi Perpajakan,fungsi,Prinsip,Peran,Sifat,Istilah
Akuntansi Perpajakan Terlengkap
https://www.seputarpengetahuan.co.id/2017/08/pengertian-akuntansi-perpajakan-fungsiprinsip-peran-sifat-istilah-akuntansi-perpajakan.html (18/03/2019)
2. Download materi akuntansi perpajakan serta contoh soalnya
http://www.beeaccounting.com/blog/materi-akuntansi-perpajakan-serta-contoh-soalnya/

(19/03/2019)
3. Download akuntansi perpajakan sebuah pengantar
https://www.online-pajak.com/akuntansi-perpajakan (20/03/2019)

4. Download makalah akuntansi perpajakan
https://www.academia.edu/9274337/Makalah_Akuntansi_Perpajakan (22/03/2019)

5. Download akuntansi perpajakan https://www.jurnal.id (22/03/2019)
6. Download materi pajak www.pajak.go.id (22/03/2019)

BAB IV
PEMBAHASAN
4.1 Kasus Teori
Contohnya tentang bagaimana Anda menyiapkan dana untuk membayar pajak, dan
tentang bagaimana Anda bisa membayarkan pajak setelah ada potongan (diskon) sehingga
pajak yang besar bisa sedikit di minimalisir, dengan begitu perusahaan tidak perlu khawatir
dengan pajak.
Melalui akuntansi pajak, Anda dapat memprediksikan besaran pajak yang harus
dibayarkan. Jadi Anda mampu mempersiapkannya lebih awal. Sehingga pada saat tiba
waktunya pembayaran makan Anda tidak akan kesulitan dalam membayarkannya.
Dengan adanya akuntansi pajak, perusahaan diharapkan bisa menerapkan praktik
akuntansi dengan baik atas permasalahan pajak, yang meliputi penilaian/perhitungan,
pencatatan, pengakuan atas pajak, dan dapat menyajikan di dalamnya laporan baik komersial
maupun fiskal pada suatu perusahaan.
Penyusunan akuntansi pajak pada akhirnya digunakan sebagai arsip atau dokumentasi
yang setiap saat dapat dibuka dan dipelajari. Dengan tujuan membandingkan dengan tahuntahun yang selanjutnya, apabila terdapat kemajuan bisa dilanjutkan dan dipertahankan dan
apabila ada kemrosoton dapat segera dicarikan solusi yang tepat. Ini merupakan bentuk
evaluasi dari akuntansi pajak.
Kehadiran akuntansi pajak adalah untuk memberikan kemudahan perhitungan dan riil bagi
wajib pajak. Akuntansi pajak juga berfungsi untuk menyadarkan wajib pajak untuk
menunaikan. membayarkan kewajiban pajaknya dengan kesadaran sendiri.

4.2 Kasus Perhitungan
Untuk menghitung pajak terutang, Anda bisa menggunakan rumus berikut ini:
25% x PKP = PPh badan
PPh Badan – PPh – PPh Pasal 23 = utang pajak
Cotoh Soal I:
1. PT Berkah memiliki penghasilan kotor sekitar 70 miliar, dengan PPh sekitar 2 miliar,
PPh Pasal 23 sebesar 1 miliar, dan pengeluaran sebanyak 42 miliar. Untuk mengetahui
berapa PKP perusahaan, kurangi penghasilan kotor dengan pengeluaran.
Berdasarkan rumus tersebut berarti PKP PT Berkah: 70 miliar–42 miliar= 28 miliar.
Jadi pajak terutang PT Berkah adalah:
25% x 28 miliar = 7 miliar
7 miliar –2 miliar – 1 miliar = 4 miliar.
Contoh perhitungan di atas hanyalah gambaran umum sistem akuntansi untuk
menghitung utang pajak. Menghitung pajak secara manual memang menyulitkan. Apalagi
jika jumlah wajib pajak yang harus dihitung cukup banyak.

Contoh Soal II :
1. Seorang wajib pajak orang pribadi dengan status kawin memiliki dua anak (K/2)
(PenghasilanTidak Kena Pajak K/2 = Rp.7.200.000). Peredaran bruto sebesar
Rp.500.000.000 dengan persentase penghitungan sebesar 20%.
Berapa jumlah penghasilan kena pajak nya?
Jawabannya adalah Penghasilan bruto = Rp. 500.000.000 dan Penghasilan neto (20%)
Rp. 100.000.000. PTKP K/2 (Rp 7.200.000) – PKP = Rp. 92.800.000. Jadi penghasilan
kena pajaknya sebesar Rp. 92.800.000

2. Sebuah keluarga disebuah desa Bapak dan istrinya beserta 4 anaknya. Sang Bapak
seorang kepala sekolah dengan penghasilan sebesar Rp. 9.800.000,00. Hitunglah besar
pajak penghasilannya yang harus dibayarkan perbulannya?
Jawabannya adalah
Dana jabatan : 5 % x Rp. 9.800.000,00 = Rp. 300.000,00
Sisa: Rp. 9.500.000,00
Gaji dalam waktu 1 tahun : 12 x Rp. 9.500.000,00 = Rp. 114.000.000,00
PTKP : Rp. 15.840.000,00
4 x Rp. 1.320.000,00 + Hasil Rp. 21.120.000,00
Gaji yang kena pajak : Rp. 82.880.000,00
Jumlah pajak yang harus dibayar :
5 % x Rp. 50.000.000,00 = Rp. 2.500.000,00
15 % x Rp. 32.880.000,00 = Rp. 4.932.000,00
Rp. 7.432.000,00
3. Berapa % besarnya tarif pajak atas impor yang menggunakan Angka Pengenal Importir
(API) ?
Jawabnnya adalah besarnya tarif PPh 22 atas impor yang menggunakan API adalah 2,5%
dari nilai impor yang sesuai dengan tujuan akuntansi biaya.

BAB V
PENUTUP
2.6 Penutup
Demikian makalah tentang akutansi perpajakan yang saya buat, semoga dapat
bermanfaat bagi pembelajaran kita selanjutnya dan bisa berguna bagi kita di masa depan.
5.2 Kesimpulan
Akuntansi perpajakan adalah sebuah aktivitas pencatatan keuangan pada sebuah
badan usaha atau lembaga untuk mengetahui jumlah pajak yang harus dibayarkan. Dalam
dunia perpajakan, akuntansi sebenarnya bukan istilah yang resmi. Istilah yang lebih tepat
sebenarnya adalah pembukuan atau pencatatan.
fungsi akuntansi perpajakan sangat krusial karena jika salah dalam menentukan
pajak, maka akan berakibat buruk untuk perusahaan tersebut. Salah satu akibatnya adalah
izin usaha akan dicabut.
2.7 Saran
Dalam mengikuti proses pembelajaran Akuntansi perpajakan, harus di perhatikan
dengan baik seperti istilah istilah dalam akuntansi perpajak, prinsip akuntansi
perpajakan,peran akuntansi perpajakan dan sifat dari akuntansi perpajakan.
Apabila dalam penulisan makalah ini masih terdapat banyak kekurangan dan kesalah
dalam penulisan ini penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari para
pembaca demi perbaikan makalah selanjutnya.

DAFTAR PUSTAKA

https://www.seputarpengetahuan.co.id/2017/08/pengertian-akuntansi-perpajakan-fungsi-prinsipperan-sifat-istilah-akuntansi-perpajakan.html (18/03/2019)
http://www.beeaccounting.com/blog/materi-akuntansi-perpajakan-serta-contoh-soalnya/

(19/03/2019)
https://www.online-pajak.com/akuntansi-perpajakan (20/03/2019)
https://www.academia.edu/9274337/Makalah_Akuntansi_Perpajakan (22/03/2019)
https://www.jurnal.id (22/03/2019)
www.pajak.go.id (22/03/2019)

Judul: Akuntansi Perpajakan

Oleh: Aszlina Lina


Ikuti kami