Akuntansi Perbankan.pptx

Oleh Nur Devitamala

24 tayangan
Bagikan artikel

Transkrip Akuntansi Perbankan.pptx

AKUNTANSI PERBANKAN
BAB 7,8,9
NUR DEVITAMALA

BAB 7
DEPOSITO

Deposito merupakan simpanan masyarakat atau pihak ketiga yang
penarikannya dapat dilakukan pada waktu tertentu menurut
perjanjian atara penyimpan dengan bank yang bersangkutan .

Jatuh tempo Deposito pada umumnya
1
Bulan

3
Bulan

6
Bulan

12
Bulan

18
Bulan

24
Bulan

A. DEPOSITO BERJANGKA
Untuk membuka deposito, deposan dapat menggunakan setoran tunai, dengan cek,
bilyet giro, bukti transfer masuk, wesel, atau warkat lainnya yang disepakati bank.
Pada prinsipnya pada saat disetor warkat itu harus sudah efektif, artinya dapat
diuangkan.

Contoh :
Reni membuka deposito berjangka tgl 31 Mei 2015
Nominal : Rp 50 Juta, bunga 18% pa, JK 3 bln
Bank : Mitra Niaga Semarang (MNS)
Setoran :
Bilyet Giro MNS : Rp 20 Juta
Cek MNS ditarik oleh Sinta : Rp 10 Juta
Bank Transfer masuk dri MNS cab. Bandung : Rp 10 juta
Kekurangannya dibayar tunai
Pajak Bunga : 15 %

Pembukaan
Deposito

Soal

Pembukaan Deposito
Tanggal
31 Mei 2015

Rekening
Dr. Giro Reni
Dr. Giro Sinta
Dr. Rak Cab. Bandung
Dr. Kas
Cr. Deposito Berjangka

Debit
Rp 20 Juta
Rp 10 Juta
Rp 10 Juta
Rp 10 Juta

Kredit

Rp 50 Juta

Bunga Deposito Berjangka

Soal

Dengan merujuk pada contoh sebelumnya , dengan asumsi deposan mengambil deposito setiap tanggal
5 dan oajak bunga 15% dibayarkan setiap tanggal 10 kepada kantor kas negara, maka pencatatan dan
perhitungan bunganya adalah sbb :
Keterangan

Tgl

Rekening

Bunga ke-1

30 juni Dr. Biaya Bunga

Debit (Rp)

Kredit (Rp)
750.000

Cr. Bunga DB Harus dibayar
Penarikan Bunga

Pelimpahan Pajak

5 Juni

10
Juni

Dr . Bunga DB Harus dibayar

750.000
750.000

Cr. Hutang PPh

112.500

Cr. Kas / Giro

637.500

Dr. Hutang PPh
Cr. Giro Kantor Kas Negara

112.500
112.500

Keterangan

Tgl

Rekening

Bunga ke -2

31 juli

Dr. Biaya Bunga

Debit (Rp)

Kredit (Rp)
750.000

Cr. Bunga DB Harus dibayar
Penarikan Bunga

Pelimpahan Pajak

5 Juli

10 Juli

Dr. Bunga DB Harus dibayar

750.000
750.000

Cr. Hutang PPh

112.500

Cr. Kas/ Giro

637.500

Dr. Hutang PPh

112.500

Cr. Giro Kantor Kas Negara
Bunga ke -3

31 Agst

Dan Jatuh tempo

Dr. Biaya Bunga

112.500
750.000

Cr. Bunga DB Harus dibayar

Perpanj. Bunga

Dr. Deposito Berjangka Reni

750.000
50.000.000

CR. DB Tlh Jatuh Tempo
Panarikan Bunga

5 Agst

Dan Deposito

Dr. Bunga DB Harus dibayar
Dr. DB Tlh Jatuh Tempo

50.000.000
750.000
50.000.0000

Cr. Hutang PPh

112.500

Cr. Kas
Pelimpahan Pajak

10 Agst

Dr. Hutang PPh
Cr. Giro Kantor Kas Negara

50.637.500
112.500
112.500

Pencatatan Deposito Jatuh Tempo
Asumsi bulan ke 1 dan ke 2 sudah ditarik nasabah
Keterangan

Tgl

Rekening

Penarikan Bunga

31/8-2015

Dr. Deposito Berjangka

Dan Deposito

Dr. Biaya Bunga
Cr. Kas
Cr. Hutang PPh

Debit (Rp)

Kredit (Rp)

50.000.000
750.000
50.637.500
112.500

Perpanjangan Deposito Berjangka
a. Perpanjangan Otomatos
b. Perpanjangan Biasa
Namun tidak ada perbedaan dalam perncatatan
Contoh : Kalau deposito atas nama Reni diperpanjang saat jatuh tempo (31/8-2015), maka bank akan
mencatat

Dr. Deposito Berjangka (lama)
Cr. Deposito Berjangka (Baru)

Rp 50.000.000
Rp 50.000.000

Penarikan Deposito Berjangka Sebelum Jatuh Tempo
Penarikan Deposito berjangka sebelum jatuh tempo akan dikenakan penalty. Penalty secara umum
adalah :
a. Penalty dihitung sekian persen tertentu dari bunga sebelum pajak
b. Penalty dihitung sekian persen tertentu dari bunga setelah pajak
c. Penalty dihitung sekian persen tertentu dari nominal deposito

Contoh :
Intan Nawangasasi memiliki deposito berjangka di Bank Mitra Niaga Semarang dengan nominal Rp
10.000.000, jangka waktu 6 bulan, suku bunga 18% pa. Deposito yang dibuka tanggal 31 Mei 2015,
kemudian ditarik kembali oleh Intan Nawangsasi pada tanggal 30 Juni 2015.

No
1
2
3
4
5

Keterangan
Bunga Deposito = Rp 10 juta X 18% x (1/12)
Pajak Bunga = 15% X Rp 150.000
Bunga setelah pajak
Penalty = 20% X Rp 150.000
Bunga deposito yang dibayar Bank

Rekening
Dr. Deposito Berjangka
Dr. Biaya Bunga
Cr. Pendapatan Lain-lain Penalty
Cr. Hutang PPh
Cr. Kas

Debit
10.000.000
150.000

Jumlah
150.000
22.500
127.500
30.000
97.500

Penalty
Dihitung 20%
dari bunga
sebelum pajak.
(pajak 15%)

Kredit
Jurnal
30.000
22.500
10.097.500

No
1
2
3
4
5

Keterangan
Bunga Deposito = Rp 10 juta X 18% x (1/12)
Pajak Bunga = 15% X Rp 150.000
Bunga setelah pajak
Penalty = 20% X Rp 127.500
Bunga deposito yang dibayar Bank

Rekening
Dr. Deposito Berjangka
Dr. Biaya Bunga
Cr. Pendapatan Lain-lain Penalty
Cr. Hutang PPh
Cr. Kas

Debit
10.000.000
150.000

Jumlah
150.000
22.500
127.500
25.500
102.000

Penalty
Dihitung 20%
dari bunga
setelah pajak.
(pajak 15%)

Kredit
Jurnal
25.500
22.500
10.102.000

No
1
2
3
4
5

Keterangan
Bunga Deposito = Rp 10 juta X 18% x (1/12)
Pajak Bunga = 15% X Rp 150.000
Bunga setelah pajak
Penalty = 1% X Rp 10.000.000
Bunga deposito yang dibayar Bank

Jumlah
150.000
22.500
127.500
100.00
27.500

Penalty
Dihitung 1%
dari nominal
deposito.
(pajak 15%)

Perpindahan Deposito Berjangka Antarkantor Cabang
Contoh :
Deposito berjangka waktu 6 bulan, nominal Rp 10 juta, telah dibuka di Bank Mitra Niaga Semarang pada
tanggal 31 Mei 2015 dengan suku bunga 18% pa. Pada tanggal 5 Juni 2015 deposito tersebut
dipindahkan ke Bank Mitra Niaga adalah :

Lama Pengendapan Deposito
1 sampai dengan 7 hari

Alokasi Beban Bunga DiCabang
25%

8 sampai dengan 15 hari
16 sampai dengan 21 hari
22 sampai dengan akhir bulan

50%
75%
100%

Perhitungan Alokasi Beban Bunga
Kanto cabang
Bank Mitra
Niaga Semarang

Bank Mitra
Niaga Solo

Bunga = Rp 10 juta X 18% X (1/12) X 25%
Pajak = 15% X Rp 37.500
Bunga setelah pajak bulan juni

37.500
5.625
31.875

Bunga = Rp 10 juta X 18% X (1/12) X 75%
Pajak = 15% X Rp 112.500
Bunga setelah pajak bulan juni 2015

112.500
16.875
95.625

Jurnal untuk alokasi bunga
Keterangan
Di Bank Mitra
Niaga Semarang

Tgl
31/5-2015
5/6-2015

Di Bank Mitra
Niaga Solo

5/6-2015

30/6-2015

Rekening
Debit (Rp)
Kredit (Rp)
Dr. Kas
10.000.000
Cr. Deposito
10.000.000
Dr. Deposito Berjangka
10.000.000
Dr. Biaya Bunga
37.500
Cr. Hutang PPh
5.625
Cr. RAK. Cabang Solo
10.031.875
Dr. RAK Cab. Semarang
10.031.875
Cr. Deposito Berjangka
10.000.000
Cr. Bunga DB harus Dibayar
31.875
Dr. Biaya Bunga
112.500
Dr. Bunga DB Harus Dibayar
31.875
Cr. Hutang PPh
16.875
Cr. Kas
127.500

B. SERTIFIKAT DEPOSITO
Serifikat deposito diterbitkan atas unjuk.
Nilai tunai setifikat deposito ditentukan dengan rumus :
Nilai Tunai Sertifikat Deposito =

P x 360
360 + (i X t)

Contoh :
Tanggal 1 mei 2015 Diana membeli
Sertifikat Deposito seri A sebanyak 10
lembar @ Rp 10 juta secara tunai pada
Bank Mitra Niaga Semarang. Jangka
Waktu 3 bulan dengan suku bunga 20%
pa. Pajak bunga 15%

No

Keterangan :
P = nilai nominal sertifikat deposito
i = tingkat suku bunga sertifikat deposito
t = jangka waktu (dalam hari )

Keterangan

Jumlah

1

Nominal Sertifikat Deposito

100.000.000

2

Nilai tunai = ( Rp 100 juta X
360)/ (360 +(0,20 X 90))

95.238.095

3

Bunga dibayar dimuka (diskonto)

4

Pajak Bunga = 15% X 4.761.905

714.286

5

Bunga bersih yang dibayar oleh
bank

4.047.619

4.761.905

Jurnal transaksi sertifikat deposito
Keterangan
Peneritan sertifikat
Deposito

Tgl
1/5/2015

Amortisasi Bunga

1/6/2015

Amortisasi Bunga

1/7/2015

Amortisasi Bunga
Dan Penarikan
Sertifikat Deposito

1/8/2015

Rekening
Debit (Rp)
Kredit (Rp)
Dr. Kas
95.952.381
Dr. Biaya Bunga Dibayar Dimuka
4.761.905
Cr. Hutang PPh
714.286
Cr. Sertifikat Deposito
100.000.000
Dr. Biaya Bunga
1.587.302
Cr. Biaya Bunga DDM
1.587.302
Dr. Biaya Bunga
1.587.302
Cr. Biaya Bunga DDM
1.587.302
Dr. Biaya Bunga
1.587.302
Dr. Sertifiakat Deposito
100.000.000
Cr. Biaya Bunga DDM
1.587.302
Cr. Kas/ Giro DIana
100.000.000

BAB 8
PENJAMINAN SIMPANAN

A. SIMPANAN YANG DIJAMIN
Simpanan yang dijamin pada bank umum konvensional meliputi giro, deposito, sertifikat
deposito, dan atau bentuk lainnya yang dipersamakan dengan itu. Nilai simpanan yang
dijamin LPS mencakup saldo pada tanggal pencabutan izin usaha bank. Saldo dimaksud
berupa :
a. Pokok ditambah bunga yang menjadi hak nasabah
b. Nilai sekarang per tanggal pencabutan izin usaha

Contoh :
Ali mempunyai tabungan atas nama pribadi di bank XYZ dengan saldo
sebesar Rp 80 juta. Ali juga mempunyai rekening gabungan dengan Budi
dan Cici dalam bentuk giro di bank XYZ dengan saldo sebesar Rp 225
juta. Selain itu Budi mempunyai tabungan atas nama pribadi di bank XYZ
dengan saldo sebesar RP 25 Juta. Sedangkan Cici mempunyai 1 rekening
tabungan atas nama pribadi dengan saldo sebesar Rp 65 juta dan 1
rekening tabungan untuk kepentingan anaknya yang masih kecil bernama
Titi (beneficiary) dengan saldo sebesar Rp 45 Juta.

Apabila Bank XYZ dicabut izin usahanya pada tahun 2008 dengan asumsi saat itu nilai
simpanan yang dijamin per nasabah per bank paling tinggi sebesar Rp 100 juta.
Nama Rekening

Saldo per tanggal pencabutan izin

Pembagian Hak Simpanan
ALi

Budi

Cici

Ali

80

80

-

-

Ali, Budi, & Cici

225

75

75

75

Budi

25

-

25

-

Cici

65

-

-

65

Cici qq titi

45

-

-

45

Jumlah Simpanan

440

155

100

185

Jumlah Simpanan yang Dijamin

345

100

100

145

Jumlah Simpanan yang tidak dijamin

95

55

-

40

B. KEWAJIBAN BANK PESERTA PENJAMINAN
Kontribusi kepesertaan dibayar pada saat bank yang bersangkutan menjadi peserta
penjaminan yang besarnya ditetapkan 0,1% dari :
a. Modal sendiri (equitas) bank per 31/12/2004, bagi bank yang telah memperoleh izin
usaha sebelum 1/1/2005.
b. Total Modal sendiri ( equitas) per 31/12/2004, dari bank-bank yang melakukan
peggabungan usaha, bagi bank hasil penggabungan usaha yang dilakukan antara
1/1/2005 dan 22/9/2005
c. Modal disetor bank, bagi bank yang mendapatkan izin usaha pada atau setelah
1/1/2005

C. PERHITUNGAN, PEMBAYARAN PREMI, DAN
AKUNTANSINYA
1. Premi penjaminan dibayarkan 2 kali dalam 1 tahun
2. Premi untuk setiap periode di tetapkan 0,1 % dari rata-rata saldo bulanan total simpanan setiap
periode.
3. Pembayaran premi pada awal periode paling lambat tanggal :
a. 31 januari, untuk periode 1 januari s.d 30 juni dan,
b. 31 Juli, untuk periode 1 juli s.d 31 Desembber.
4. Sedangkan penyesuaian premi dilakukan dengan tahapan sbb:
a. Menghitung premi yang seharusnya dibayar
b. Menghitung kelebihan atau kekurangn premi yang dibayarkan
c. Memperhitungkan kelebihan atau kekurangan terhadap premi yang dibayarkan pada awal
periode berikutnya dengan ketentuan yang berlaku.

Contoh :
Bank ABC yang berdiri sejak 2003 mempunyai modal sendiri RP 10 M dan mulai 22/09/2005 mendaftar
sebagai peserta penjaminan simpanan ke LPS. Bank ini membayar kontribusi kepesertaan 0,1% dari
modal sendiri dan membayar premi penjaminan 0,1 % dari rata-rata saldo buanan total simpanan. Pada
17/09/2005 Bank ABC menyetor biaya premi penjaminan sebesar RP 2.366.633.000 . Data saldo
bulanan untuk simpanan di Bank ABC adalah sbb:
Bulan, Tahun

Saldo Giro

Saldo Tabungan

Saldo Deposito

Jumlah Saldo

Juli 2005

369.719.176

3.000.213.345

800.123.700

4.170.056.221

Agustus 2005

357.144.476

2.800.342.789

900.345.780

4.057.833.045

September 2005

764.285.995

2.400.456.789

1.000.358.540

4.165.101.324

Oktober 2005

259.972.471

3.035.678.800

900.342.450

4.195.993.721

November 2005

170.832.645

3.034.987.334

1.000.670.542

4.206.490.521

Desember 2005

252.133.506

2.900.347.893

1.100.348.005

4.525.829.404

Total Simpanan

25.048.304.236

Dasar Perhitungan Premi = Rp 25.048.304.236 : 6 = Rp 4.174.717.373

Jumlah Hari mulai
Juli s.d Desmeber
2005
Juli = 31 hari
Agst = 31 hari
Sept = 30 hari
Okt= 31 hari
Nov = 30 hari
Des = 31 hari
Jumlah= 184 hari

Jumlah Hari mulai 22
sept s.d 31 Des 2005
Sept (30-21) = 9 hari
Okt
= 31 hari
Nov
= 30 hari
Des
= 31 hari
Jumlah
= 101hari

Keterangan
Premi Seharusnya
Premi Awal periode 22/9 s.d 31/12 yang telah disetor per
17/11/2005
Penyesuaian premi semester 2/2005 kurang (lebih ) setor

Premi yang seharusnya
(101/184) X 0,1% X Rp.
4.174.717.373 =
Rp 2.291.556,82

Jumlah (RP)
2.291.556,82
2.366.633,00
-75.076,18

Keterangan
Premi awal semester 1 thn 2006
Penyesuaian premi periode 22/9 s.d 31/12 2005
Jumlah yang harus dibayar sebelum 31/1 2006
Premi yang telah disetor Tgl 26/1 2006
Saldo Premi Kurang (lebih ) Bayar Periode 1/2006

Jumlah (RP)
4.174.717,37
-75.076,18
4.099.641,19
4.099.641,00
0,19

Keterangan : Premi awal semester 1 tahun 2006 adalah
0,1% X Rp 4.174.717.373 = Rp 4.174.717,37

Bulan, Tahun
Jan 2006
Feb 2006
Maret 2006
April 2006
Mei 2006
Juni 2006
Total SImpanan
Keterangan
Premi Seharusnya 1/2006 ( 0,1% X (26.253.213.235/6))
Premi Awal periode Jan s.d 30 juni 2006 yang telah
diperhitungkan
Penyesuaian premi semester 1/2006 kurang (lebih ) setor

Saldo
4.227.730.702
4.306.172.377
4.412.011.603
4.625.995.435
4.427.721.639
4.427.721.639
26.253.213.235
Jumlah (RP)
4.375.535,54
4.174.717,37
200.818,17

Keterangan
Jumlah RP
Premi awal semester 2 thn 2006
= 0,1 % X dasar perhitungan premi awal semester 2 thn
2006
= 0,1 % X Rata-rata Saldo simpanan periode jan s.d juli
2006
= 0,1% X Rp 4.375.535.539
4.375.535,54
Penyesuaian Premi periode semester 1/2006
200.818,17
Saldo Premi Kurang (lebih) Bayar periode 1/2006
0,19
Jumlah Premi yang harus dibayar sebelum 31/7/2006
4.576.353,90
Premi yang telah dibayar pada 10/7/2006
4.651.430.10
Premi Kurang (Lebih) Bayar
-75.076,20

Jurnal
Tgl
22/9/2005
17/11/2005
31/12/2005
26/1/2006
31/1/2006
30/6/2006

Rekening
Dr. Dana Penyertaan
Cr. Giro LPS
Dr. Piutang premi penjaminan
Cr. Giro LPS
Dr. Biaya Premi Penjaminan
Cr. Piutang Premi Penjaminan
Dr. Piutang Premi Penjaminan
Cr. Giro LPS
Dr. Piutang Premi Penjaminan
Cr. Hutang Premi Penjaminan
Dr. Piutang Premi Penjaminan
Cr. Hutang Premi penjaminan

Debit (Rp)
Kredit (Rp)
10.000.000
10.000.000
2.366.633,00
2.366.633,00
2.291.556,82
2.291.556,82
4.099.641,00
4.099.641,00
0,19
0,19
200.818,17
200.818,17

Jurnal
Tgl
Saat
Pelaporan
Semester
10/7/2006

Rekening
Dr. Biaya Premi Penjaminan
Cr. Piutang Premi Penjaminan
Dr. Hutang Premi Penjaminan
Dr. Piutang Premi Penjaminan
Cr. Giro LPS

Debit (Rp)
Kredit (Rp)
4.375.535,54
4.375.535,54
200.818,36
4.450.611,74
4.651.430.100

D. LAPORAN BANK
Setiap Bank wajib menyampaikan laporan secara berkala kepada LPS, yaitu :
a. Laporan posisi simpanan setiap akhir bulan paling lambat tgl 15 bulan berikutnya
b. Laporan keuangan bulanan, paling lambat pada akhir bulan berikutnya
c. Laporan keuangan tahunan yang telah diaudit, paling tanggal tanggal 31 mei tahun
berikutnya.

BAB 9

SURAT BERHARGA DITERBITKAN

A. SURAT BERHARGA PASAR UANG (SBPU) YANG
DIPERDAGANGKAN
SBPU yang diperdagangkan adalah:
1. Surat sanggup ( surat aksep atau promes) :
a. Surat sanggup yang diterbitkan oleh nasabah dalam rangka penerimaan kredit
dari bank atau LKBB untuk membiayai kegiatan tertentu.
b. Surat sanggup yang diterbitkan oleh bank dalam rangka pinjaman antarbank.
2. Surat Wesel , dapat berupa
a. Surat wesel yang ditarik oleh suatu bank dan diaksep oleh pihak lain dalam rangka
transaksi tertentu penarik atau pihak tertarik adalah nasabah bank atau LKBB
b. Surat wesel yang ditarik oleh nasabah bank atau LKBB dan diaksp oleh bank atau
LKBB dalam rangka pemberian kredit untuk membiayai kegiatan tertentu.

B. PERDAGANGAN SBPU DENGAN BANK INDONESIA

Jangka waktu SBPU minimal 30 hari dan bernilai nominal minimal Rp 25.000.000 yang
selanjutnya berklipatan Rp. 5.000.000 dengan maksimum RP. 10.000.000.000. SBPU yang
diterbitkan tidak dalam rangka kredit yang sebagian atau seluruh dananya berasal dari
BLBI, penjualannya dilakukan dengan cara lelang dengan sistem diskonto.
Penyelesaian transaksi diperhitungan dengan nilai tunai SBPU sbb :
Nilai Tunai =

Nilai Nominal X 360
360 + (tingkat diskonto X jangka waktu)

C. AKUNTANSI SURAT BERHARGA DITERBITKAN
Surat Berharga diterbitkan akan dicatat pada saat penerbitan, penjualan, dan pelunasan.
Pada waktu penerbitan surat berharga sebenarnya bank baru mendapat pengukuan
hutang dari nasabah atau bank lain yang selanjutnya menjadi aset bank dan sewaktuwaktu dapat dijual untuk memenuhi likuiditas bank.

Contoh :
Misalnya awal september 2014 seorang nasabah Bank Mitra Niaga Semarang mempunyai
pinjaman kepada bank sebesar Rp 100.000.000. Pinjaman tersebut telah diangsur sampai
Februari 2015 sebesar Rp 15.700.000 dengan perincian angsuran pokok Rp 12.000.000 dan
angsuran bunga Rp 3.700.000. setelah angsuran itu ternyata dengan itikad baik membuat
surat sanggup untuk melunasi sisa kreditnya beserta tunggakan bunga yang telah mencapai
Rp 4.800.000. Bunga promes 18% per tahun dan berjangka waktu 90 hari. Penerbitan surat
berharga ini terhitung tanggal 1 mei 2015. Pada 31 Mei 2015 Bank Mitra Niaga menjualnya
ke Bank Indonesia dengan diskonto 16% per tahun. Hasil penjualannya langsung didebitkan
ke rekening giro bank indonesia milik bank Mitra Niaga.

Perhitungan untuk menentukan nilai nominal promes/ SBPU adalah :
Keterangan
Plafon kredit untuk Nasabah
Pembayaran Angsuran Pokok
Outstanding Credit
Tunggakan Bunga Kredit
Nilai Tangihan Bank terhadap Nasabah
Bunga Promes Diperhitungkan= Rp 92.800.000 X 18% X (90/360)
Nominal SBPU diterbitkan

Jumkah (Rp)
100.000.000
12.000.000
88.000.000
4.800.000
92.800.000
4.176.000
96.976.000

Perhitungan untuk menentukan nilai nominal promes/ SBPU adalah :
Tanggal
1/5/2015

rekening
Dr. Surat Berharga Diterbitkan
Cr. Kredit yang diberikan

Debit ( Rp)

Kredit (Rp)

96.976.000
88.000.000

Cr. Pendapatan Bunga

4.800.000

Cr. Bunga SBPU DDM

4.176.000

Surat berharga promes yang telah dikuasai bank ini , selanjutnya dijual 31 mei
2015 oleh bank mitra niaga ke bank indonesia dengan diskonto 16%. Untuk
mencatat penjualan surat berharga ini perlu menentukan harga tunainya dan
besarnya diskonto SBPU dalam rupiah sbb:
Tanggal
rekening
Debit ( Rp)
Kredit (Rp)
31/5/2015
Dr. Bunga SBPU Diterima Dimuka
1.392.000
Cr. Pendapatan Bunga
1.184.000
30/6/2015

31/7/2015

Cr. Hutang Bunga
Dr. Bunga SBPU Diterima Dimuka
Cr. Pendapatan Bunga
Cr. Hutang Pajak
Dr. Bunga SBPU Diterima Dimuka
Cr. Pendapatan Bunga
Cr. Hutang Pajak

208.800
1.392.000
1.184.000
208.800
1.392.000
1.184.000
208.000

Bunga SBPU yang diterima dimuka harus diamortisasi setiap akhir bulan, dengan
demikian pencatatan amortisasi dilakukan:
Keterangan
Nominal SBPU

Jumlah (Rp)
96.976.000

Harga Tunai = (Rp 96.976.000 X 360)/(360+(16%X60)
Diskonto SBPU

94.457.143
2.518.857

Bunga SBPU yang diterima dimuka harus diamortisasi setiap akhir bulan, dengan
demikian pencatatan amortisasi dilakukan:
Tanggal

Rekening

31/5/2015

Dr. Giro Bank Indonesia
Dr. Surat Berharga SBPU belum
diamortisasi
Cr. Surat Berharga SBPU

Debit (Rp)

Kredit (Rp)

94.457.143
2.518.875
96.976.000

Diskonto sebesar Rp 2.518.857 adalah untuk 60 hari atau dua bulan. Dengan
demikian bank melakukan amortisasi pada akhir bulan kedua dan ketiga.
Tanggal

Rekening

30/6/2015

Dr. Biaya Bunga SBPU

Debit (Rp)
1.259.428

Cr. Diskonto SBPU belum
31/7/2015

Dr. Biaya Bunga SBPU
Dr. Surat Berharga SBPU
Cr. Diskonto SBPU Belum
Cr. Giro Bank Indonesia

Kredit (Rp)
1.259.428

1.259.428
96.976.000
1.259.428
96.976.000

Pada tanggal 31 mei 2015 Bank mitra niaga di samping melakukan amortisasi
diskonto SBPU juga membukakan pelunasan SBPU yang dijual ke BI atas beban giro
BI yang dimiliki Bank Niaga Mitra sebesar Rp 96.976.000. Pada tanggal 31 mei
2015, bank mitra niaga juga mencatat pelunasan tersebut dari nasabah
Tanggal

Rekening

31/7/15

Dr. Kas

Debit (Rp)
96.976.000

Cr. Surat berharga diterbitkan

Keterangan
Pendapatan Bunga Surat Berharga dari Nasabah
Pajak Bunga 15% X Rp 4.176.000
Pendapatan Bunga setelah pajak
Biaya bunga SBPU dibayar ke bank Indonesia
Pendapatan Bunga Bersih

Kredit (Rp)
96.976.000

Jumlah (Rp)
4.176.000
626.400
3.549.600
2.518.875
1.030.743

TERIMAKASIH

Judul: Akuntansi Perbankan.pptx

Oleh: Nur Devitamala


Ikuti kami