Akuntansi Perbankan Akuntansi Komitmen Dan Kontijensi Bank

Oleh Alwan Sembiring

1 MB 5 tayangan 0 unduhan
 
Bagikan artikel

Transkrip Akuntansi Perbankan Akuntansi Komitmen Dan Kontijensi Bank

PROYEK 2 AKUNTANSI PERBANKAN PENERAPAN AKUNTANSI KOMITMEN DAN KONTIJENSI PADA PT. BANK MANDIRI (PERSERO), TBK. PLAZA MANDIRI, JAKARTA OLEH : ALWAN H SEMBIRING BK-5H / 1805072068 DOSEN PENGAMPU : NURLINDA, S.E., Ak, M.Si., CA., CERA., CIIQA JURUSAN AKUNTANSI PRODI PERBANKAN DAN KEUANGAN POLITEKNIK NEGERI MEDAN TA. 2020/2021 DOKUMENTASI Foto Halaman Website : PSAK NO. 31 Foto pada saat mendownload data : BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Karena adanya komitmen yang diterima ataupun komitmen yang diberikan suatu bank atas ikatan atau kontrak berupa janji yang tidak dapat dibatalkan secara sepihak, dan harus dilaksanakan apabila persyaratan yang disepakati bersama dipenuhi. Maka bank sebagai lembaga keuangan memiliki kewajiban untuk melaporkan seluruh komitmen yang telah dilakukan tersebut dalam laporan komitmen yang berupa besarnya tagihan atau kewajiban bersih atas komitmen yang telah di sepakati. Sehingga bank yang bersangkutan dapat mengelola aktiva dan kewajibannya, yang termaauk didalamnya adalah untuk memenuhi kewajiban pengelolaan alat likuid yang diperkirakan akan terjadi beberapa hari atau bulan yang akan datang yang akan dikaitkan dengan tagihan yang akan diterima. Laporan Komitmen dan Kontinjensi merupakan salah satu laporan keuangan yang harus dilaporkan oleh setiap bank umum, sebagai berikut: Menurut Surat Edaran Bank Indonesia Nomor 14/35/DPNP tanggal 10 Desember 2012 “Laporan Keuangan Bank yang telah diaudit oleh Akuntan Publik, yang meliputi, Laporan Posisi Keuangan (Neraca), Laporan Laba Rugi Komprehensif, Laporan Perubahan Ekuitas, Laporan Arus Kas, dan Catatan atas Laporan Keuangan, termasuk informasi mengenai Komitmen dan Kontinjensi”. Transaksi yang termasuk ke dalam Laporan Komitmen dan Kontinjensi disebut sebagai transaksi yang bersifat Off-Balance Sheet Items. Transaksi-transaksi tersebut disajikan dengan sedemikian rupa, karena keterkaitannya dengan pos-pos aktiva dan pasiva yang terdapat pada Neraca. Dengan adanya Laporan Komitmen dan Kontinjensi ini maka posisi dari pos-pos aktiva dan pasiva yang terdapat pada Neraca menggambarkan posisi keuangan bank secara wajar. Selain bank memerlukan laporan komitmen, bank juga memerlukan laporan kontijensi, disebabkan oleh adanya suatu keadaan yang masih diliputi ketidakpastian mengenai kemungkinan diperolehnya laba atau rugi oleh suatu bank, yang baru akan terselesaikan dengan terjadi atau tidak terjadinya satu atau lebih peristiwa dimasa yang akan datang. 1.2 RUMUSAN MASALAH 1) Bagaimana cara mencatat dan menghitung transaksi komitmen? 2) Bagaimana pelaporan komitmen oleh PT. Bank Mandiri (PERSERO), Tbk. Plaza Mandiri, Jl. Gatot Subroto Kav. 36-38, Jakarta? 3) Bagaimana cara mencatat dan menghitung transaksi kontijensi? 4) Bagaimana pelaporan kontijensi oleh PT. Bank Mandiri (PERSERO), Tbk. Plaza Mandiri, Jl. Gatot Subroto Kav. 36-38, Jakarta? 1.3 TUJUAN 1) Pembaca dapat memahami cara mencatat dan menghitung transaksi komitmen. 2) Pembaca dapat memahami cara mencatat dan menghitung laporan komitmen. 3) Pembaca dapat memahami cara mencatat dan menghitung transaksi kontijensi. 4) Pembaca dapat memahami cara mencatat dan menghitung laporan kontijensi. 1.4 MANFAAT 1) Bagi penulis diharapkan dapat diperoleh pemahaman mengenai Penerapan Akuntansi Komitmen dan Kontijensi pada Bank. 2) Bagi pembaca diharapkan dapat memperoleh informasi dan pengetahuan mengenai Penerapan Penerapan Akuntansi Komitmen dan Kontijensi pada Bank. BAB II KAJIAN TEORI 2.1 KOMITMEN Komitmen adalah suatu ikatan atau kontrak berupa janji yang tidak dapat dibatalkan secara sepihak, dan harus dilaksanakan apabila persyaratan yang disepakati bersama dipenuhi. 2.1.1 Jenis-jenis Komitmen : 1. Komitmen Tagihan, yaitu komitmen yang akan diterima oleh suatu bank dari pihak lainnya. 2. Komitmen Kewajiban, yaitu komitmen yang akan diberikan oleh suatu bank dari pihak lainnya. Pencatatan Komitmen Dalam Laporan Transaksi komitmen belum mempengaruhi posisi di neraca maupun pendapatan dan biaya, oleh sebab itu transaksi komitmen harus dicatat oleh bank diluar pos-pos neraca. Tempat administratif. pencatatan transaksi Pos administratif seperti komitmen ini ini adalah pada rekening tanggal jatuh waktunya akan berubah menjadi transaksi yang akan merubah neraca dan pos pendapatan dan biaya. Standar Keuangan Akuntansi Perbankan Indonesia (SKAPI) mewajibkan bank untuk mencatat transaksi komitmen ini pada tanggal secara single entry, karena laporan keuangan harus terlihat jelas komitmen bersih dari suatu bank. 2.1.2 Transaksi-transaksi yang termasuk komitmen 1. Fasilitas pinjaman yang diterima Meliputi fasilitas pinjaman yang akan diterima oleh bank dari bank lain dan atau pihak lain dan belum dipergunakan pada tanggal penyusunan laporan keuangan. Nilai komitmen penarikan yang disajikan atau pelunasan adalah atas fasilitas sejumlah tersebut, nilai nominal sesuai dengan kesepakatan yang tertuang dalam perjanjian pemberian fasilitas kredit tersebut. 2. Fasilitas kredit yang diberikan Fasilitas kredit yang diberikan adalah fasilitas kredit yang telah disetujui oleh bank untuk diberika kepada nasabah dan masih berlaku untuk digunakan nasabah. Fasilitas kredit yang diberikan disajikan sebesar komitmen yang belum ditarik. 3. Letter Of Credit Yang Tidak Dapat Dibatalkan Letter Of Credit yang tidak dapat dibatalkan adalah L/C berdokumen yang dibuka dengan syarat tidak dapat dibatalkan. 4. Akseptasi Wesel Impor atas dasar L/C Berjangka Akseptasi Wesel Impor atas dasar L/C Berjangka adalah komitmen bank untuk melakukan pembayaran kepada pihak terkait, yang diberikan dalam bentuk penandatanganan terhadap wesel5wesel import yang ditarik atas dasar L/C berjangka yang diterbitkan bank. 5. Transaksi Valuta Asing Tunai (SPOT) Yang Belum Diselesaikan. Transaksi valuta asing tunai (SPOT) Yang Belum diselesaikan. adalah komitmen bank yang bersifat tagihan atau kewajiban yang timbul karena transaksi valas tunai. 6. Transaksi Berjangka Valuta Asing (Forward/Future) Yang Masih Berjalan. Tagihan atau kewajiban yang timbul dari transaksi berjangka valas dicatat dan disajikan sebesar tagihan atau kewajiban bank. Saldo tagihan atau kewajiban berjangka dalam valas dijabarkan ke dalam rupiah menggunakan kurs tengah tanggal laporan. 2.1.3 Laporan Komitmen Laporan Komitmen adalah laporan suatu kewajiban bagi bank untuk melaporkan besarnya tagihan atau kewajiban bersih atas seluruh transaksi komitmen yang telah dilakukan. Tujuan Untuk alat kontrol bagi bank yang bersangkutan dalam mengelola akti3a dan kewajibannya termasuk didalamnya pengelolaan alat likuid untuk memenuhi kewajiban yang diperkirakan akan terjadi beberapa hari atau bulan yang akan datang yang akan dikaitkan dengan tagihan yang akan diterima. Waktu Laporan komitmen dibuat setiap tanggal laporan bersamaan dengan pembuatan neraca dan laporan laba rugi. Isi Memerinci seluruh kewajiban dan tagihan komitmen yang dimiliki oleh suatu bank. Manfaat Dapat diketahui apakah bank memiliki suatu kewajiban atau tagihan bersih dari sejumlah komitmen yang telah ada. Komitmen ini akan mempengaruh perhitungan aktiva tertimbang menurut resiko (ATMAR) dalam rangka perhitungan rasio kecukupan modal (CAR). LAPORAN KOMITMEN Per 31 Januari 2018 (Dalam Jutaan Rupiah) TAGIHAN KEWAJIBAN ______ Rp xxx.xxx.xxx ______ Rp xxx.xxx.xxx ______ Rp xxx.xxx.xxx ______ Rp xxx.xxx.xxx ______ Rp xxx.xxx.xxx ______ Rp xxx.xxx.xxx ______ Rp xxx.xxx.xxx ______ Rp xxx.xxx.xxx 2.2 KONTIJENSI Kontijensi adalah suatu keadaan yang masih diliputi ketidakpastian mengenai kemungkinan diperolehnya laba atau rugi oleh suatu perusahaan, yang baru akan terselesaikan dengan terjadi atau tidak terjadinya satu atau lebih peristiwa dimasa yang akan datang. 2.2.1 Penyajan Dalam Laporan Keuangan Transaksi kontijensi belum mepengaruhi posisi dalam neraca dan labarugi perusahaan. PSAK No. 31 mengatur masalah Kontijensi ini. Kontijensi harus disajikan sedemikian rupa sehingga bila dikaitkan dengan pos-pos aktiva dan pasiva dapat menggambarkan posisi keuangan bank secara wajar. Kontijensi merupakan transaksi yang belum mengubah posisi aktiva dan pasiva bank pada tanggal laporan, tetapi harus dilaksanakan oleh bank apabila persyaratan yang disepakati dengan nasabah terpenuhi. Kontijensi tersebut dapat bersi at tagihan atau kewajiban baik dalam rupiah maupun valas. Sistematika penyajian laporan komitmen dan kontijen disusun berdasarkan urutan tingkat kemungkinan pengaruhnya terhadap posisi keuangan dan hasil usaha bank. Selanjutnya, komitmen dan kontijen, baik yang bersifat sebagai tagihan maupun kewajiban, masing-masing disajikan secara tersendiri tanpa pos lawan, sehingga pengungkapan dalam laporan dilakukan single entry melalui rekening administratif yang merupakan pos diluar neraca (off balance-sheet). 2.2.2 Azaz konservatif dalam Kontijensi Penyisihan suatu rugi kontijensi dapat dilakukan pada perhitungan rugi-laba bila kedua kondisi berikut dipenuhi : 1) Terdapat petunjuk kuat bahwa telah terjadi penurunan nilai suatu akti3a atau telah timbul kewajiban pada tanggal neraca 2) Jumlah kerugian yang dapat ditaksir secara wajar. 2.3 Jenis transaksi Kontijensi Jenis transaksi kontijensi adalah : garansi bank, letter of credit yang dapat dibatalkan (revocable) yang masih berjalan, transaksi opsi valuta asing, pendapatan bunga dalam penyelesaian. Transaksi tersebut wajib dilaporkan dalam laporan keuangan melalui rekening administrative yang dapat berupa tagihan maupun kewajiban. 2.3.1 Garansi Bank Garansi Bank atau bank garansi adalah semua bentuk garansi atau jaminan yang diterima atau diberikan oleh bank yang mengakibatkan pembayaran kepada pihak yang menerima jaminan apabila pihak yang dijamin bank wanprestasi atau cedera janji. Diterbitkan dengan maksud memberikan bantuan fasilitas kepada nasabah yang bersangkutan agar dapat memperlancar transaksi ayng sedang dijalankannya. Jenis bank garansi dapat berupa penerimaan atau penerbitan jaminan dalam bentuk bank garansi baik dalam rangka pemberian kredit, risk sharing, standby L/ C maupun dalam rangka pelakasaan proyek seperti big bonds, performance bonds dan advanced payment bonds, bisa juga berupa akseptasi atau endosemen surat berharga. Kegunaan Bank Garansi Bank Garansi dapat dipergunakan untuk transaksi-transaksi : 1) Tender dalam Negeri. 2) Perdagangan 3) Tender luar negeri 4) Uang muka kerja 5) Penanggungan bea masuk 6) Cukai rokok 7) Pelaksanaan Pembelian Aktiva tetap. Akuntansi Bank Garansi Meliputi saat penerbitan dan jatuh waktu. $alam jatuh waktu bank dihadapkan pada dua situasi : 1) Apabila nasabah mampu melunasi sisa kewajiban 2) Apabila terjadi wanprestasi Wanprestasi akan mengakibatkan bank penerbit garansi bank harus mengkonversi menjadi debitur umum dengan membebankan nasabah sejumlah biaya tertentu. 2.3.2 Letter Of Kredit Letter Of Kredit yang dapat dibatalkan (revocable)Masih berjalan adalah jaminan dalam bentuk L/ C yang dapat dibatalkan dalam rangka impor dan ekspor atau lalu lintas perdagangan dan disajikan sebeasr sisa jumlah L/C yang belum direalisasi. 2.3.3 Valuta Asing dan Pendapatan Bunga Transaksi opsi valuta asing adalah transaksi yang melibatkan pembelian (call option) dan penjualan (put option) atas opsi yang telah diterbitkan oleh bank. Opsi (option) adalah perjananjian memberikan pembeli diikuti hak opsi (pilihan) kepada opsi untuk merealisasikan kontrak jual beli valas, yang tidak pergerakan dana dan dilakukan pada atau sebelum waktu yang ditentukan dalam kontrak, dengan kurs opsi yang dijanjikan. Pembeli opsi tidak berkewajiban untuk melaksanakan haknya apabila yang bersangkutan merasa pengunaan hak tersebut tidak bermanfaat. 2.3.4 Pendapatan bunga dalam penyelesaian Pendapatan bunga dalam penyelesaian adalah perhitungan bunga dari aktiva produktif non-performing (kurang lancer) yang belum sebagai pendapatan bunga dalam periode berjalan. dapat diakui Dumlah pendapatan bunga dalam penyelesaian ini akan dikelompokkan sebagai tunggakann bunga sejak perhitungan bunga atas kredit atau performing dilakukan sampai dengan tanggal laporan. aktiva produktif non- 2.3.5 Laporan Kontijensi Dibuat setiap tanggal laporan yang akan mejabarkan posisi kontinjen bank, apakah terjadi short atau long position. TAGIHAN KEWAJIBAN ______ Rp xxx.xxx.xxx ______ Rp xxx.xxx.xxx ______ Rp xxx.xxx.xxx ______ Rp xxx.xxx.xxx ______ Rp xxx.xxx.xxx ______ Rp xxx.xxx.xxx ______ Rp xxx.xxx.xxx ______ Rp xxx.xxx.xxx ______ Rp xxx.xxx.xxx BAB III PEMBAHASAN 3.1 Penerapan Akuntansi Komitmen 3.1.1 Transaksi-transaksi yang diterima 1) Fasilitas pinjaman yang diterima Kasus: Apabila Bank Sederhana menyetujui perjanjian pinjaman yang akan diterima dari Bank Garuda sebesar Rp. 300 .000.000.000, oleh Bank Sederhana transaksi ini harus dicatat pada sisi rekening administratif dengan jurnal sbb. : D : RAR – Fasilitas Pinjaman Yang Diterima Rp. 300.000.000.000,- Rekening ini akan tetap outstanding hingga tanggal realisasi pinjaman, dimana akan berubah menjadi aktiva dan pasiva. Apabila pada tanggal jatuh tempo diterima pinjaman sebesar Rp. 175.000.000.000 dari Bank Garuda , dan dimasukkan ke rekening giro Bank Sederhana pada Bank Garuda . Maka Bank Sederhana akan membukukan dengan jurnal sbb: D : Giro – Bank Garuda Rp. 175.000.000.000,- K : Pinjaman yang diterima Dengan demikian jurnal single Rp. 175.000.000.000,- entry diperlukan untuk menghapus rekening administratif seperti dibawah ini : K : RAR.–Fasilitas Pinjaman Yang Diterima Rp. 175.000.000.000,- 2) Fasilitas Kredit Yang Diberikan Kasus Apabila seorang nasabah telah disetujui untuk menerima fasilitas kredit sebesar Rp.120.000.000,- maka transaksi akan dicatat sebagai komitmen kewajiban dengan ayat jurnal sebagai berikut : K : RAR – Fasilitas Kredit Yang diberikan Rp.120.000.000,- Apabila nasabah tersebut melakukan penarikan cek sebesar Rp. 35.000.000,- dan disetorkan ke nasabah Bank Garuda melalui kliring, akan dibukukan sebagai berikut : D : Debitur Rp.35.000.000,- K : Bank Indonesia-Giro Rp.35.000.000,- Ayat jurnal (komitmen) rekening administrasinya sebagai berikut : D : Rekening Administratif Rupiah Rp.35.000.000,- 3) Letter of Credit Yang Tidak Dapat Dibatalkan Kasus Bank Sederhana menerbitkan L/C irrevocable senuilai Rp.300.000.000,- untuk nasabahnya , PT UNA yang setoran jaminannya sebesar 30 %, maka jurnalnya adalah : K : Rekening Administratif Rupiah – Irrevocable L/C Dalam Negri Repo Rp.300.000.000,4) Akseptasi wesel impor atas dasar L/C Berjangka Kasus Apabila bank koresponden Bank Garuda yang merupakan bank pembayar atas L/C DN yang telah diterbitkan Bank Sederhana cabang Jakarta menerbitkan wesel berjangka senilai Rp.400.000.000,- dan meminta agar Bank Sederhana mengaksepnya, maka oleh Bank Sederhana cabang Jakarta akan diaksep dengan jurnal sebagai berikut : K : RAR – Wesel Berjangka Usance L/C DN yang diaksep Rp.400.000.000,- 5) Transaksi Valuta Asing Tunai (SPOT) Ynag Belum Diselesaikan Kasus Bank Sederhana menjual valuta US$ 20.000 kepada seorang nasabah giro rupiah dengan kurs Rp.2050,-. Penjualan valas (bank note) ini akan menciptakan kewajiban dalam valuta asing yang dijual (US$) dan tagihan dalam valuta Rp sebesar nilai lawannya, maka jurnal yang dibuat oleh Bank Sederhana sebagai berikut : D : RAR – Transaksi Penjualan Valas Tunai (SPOT) Yang Belum Diselesaikan Rp.41.000.000,- Bank Sederhana membeli valas sebesar DM 10.000.000 dari Bank Garuda dengan kurs Rp. 1.290,- per DM. Pada waktu menutup transaksi tersebut dan belum ada penyerahan valuta, oleh Bank Sederhana akan dianggap sebagai komitmen tagihan dalam valuta asing dan komitmen kewajiban dalam Rupiah, maka jurnal yang dibuat oleh Bank Sederhana : K: RAR – Transaksi Penjualan Valas Tunai (SPOT) Yang Belum Diselesaikan Rp.12.900.000,6) Transaksi Berjangka ValutaAsing (Forward?Future) Yang Masih Berjalan Kasus Bank Omega menutup kontrak pembelian berjangka dengan Bank Garuda untuk membeli valas US$ 20.000 dengan kurs Rp.2070,- yang akan direalisasikan sebulan kemudian. Pada saat menutup kontrak ini akan dibukukan sebagai komitmen tagihan dalam valas dan kewajiban dalam Rupiah, maka jurnal yang dibuat oleh Bank Sederhana sebagai berikut : K : Rekening Administratif Rupiah – Transaksi Pembelian Forward Valas Yang Belum Direalisir Rp.41.400.000,- Apabila Bank Sederhana menutup transaksi penjualan sebesar US$ 15.000 kepada bank ABC dengan kurs Rp.2075,- per US$ yang akan jatuh tempo sebulan kemudian, maka akan dicatat oleh Bank Sederhana sebagai berikut : D : Rekening Administratif Rupiah – Transaksi Penjualan Forward Valas Yang Belum Direalisir Rp.31.125.000,- 3.1.2 Laporan Komitmen LAPORAN KOMITMEN Per 31 Januari 2018 (Dalam Jutaan Rupiah) TAGIHAN KEWAJIBAN Fasilitas PYD Rp 125.000 Fasilitas KYD Rp Penjualan spot valas Rp 41 Irrevocable L/C DN Repo Rp 300 Penjualan forward valas Rp 31,125 Wesel berjangka diaksep Rp 400 Pemb. Spot valas Rp Pemb. Forward valas Rp 31,4 Jumlah kewajiban Rp 839,3 Jumlah tagihan Rp 125.045,712,5 Jumlah tagihan bersih Rp 124.232,825 85 12,9 3.2 Penerapan Akuntansi Kontijensi 3.2.1 Akuntansi untuk bank garansi 1) Apabila nasabah mampu melunasi sisa kewajibannya Kasus Apabila Bank Sederhana cabang Jakarta menerbitkan Garansi Bank atas permintaan PT. UNA yang ditujukan kepada PT. BOA di Surabaya senilai RP 500.000.000,-. Setoran jaminan dibayarkan oleh PT. UNA sebesar 60 % atas beban rekening gironya, maka ayat jurnalnya : D : Giro – PT.UNA Rp. 300.000.000,K : Setoran Jaminan Garansi Bank Rp. 300.000.000,- Ayat jurnal untuk mencatat kontijensi Garansi Bank adalah sebesar kewajiban penuh atau 100 % yaitu : K : Rekening Administratif Rupiah – Garansi Bank Yang Belum Jatuh Waktu Rp. 500.000.000,- Pada saat jatuh waktu, apabila PT UNA melunasi seluruh sisa kewajibannya atas beban rekening giro, pada saat itu pula Bank Sederhana cabang Jakarta akan mengkredit rekening antar kantor cabang Surabaya dengan memerintahkan untuk membayar kepada PT.BOA, ayat jurnalnya adalah sebabagi berikut : D : Giro – PT.UNA Rp. 200.000.000,D : Setoran Jaminan Garansi Bank Rp. 300.000.000,- K : RAK-Cabang Surabaya Rp. 500.000.000,- Cabang Surabaya akan mencatat : D : RAK – cabang Jakarta K : Giro – PT. BOA Rp. 500.000.000,Rp. 500.000.000,- Untuk menghapus pos kontijensi Garansi bank dan mencatat penerimaan kekurangan setoran jaminan adalah : D: Rekening Administratif Rupiah – Garansi bank Yang Belum Jatuh Waktu 500.000.000,- Rp. 2) Apabila terjadi Wanprestasi Kasus PT. DSK membuka garansi bank pada Bank Sederhana cabang Jakarta senilai Rp. 350.000.000,- dengan setoran jaminan sebesar 60 persen yang dibayar atas beban rekening gironya. Garansi bank ditujukan kepada nasabah cabang Bandung PT. DCK, maka jurnalnya: D : Giro – PT DSK Rp. 210.000.000,- K : Setoran Jaminan Garansi Bank Rp. 210.000.000,- Ayat jurnal administratifnya : K : Rekening Administratif Rupiah – Garansi Bank Yang Belum Jatuh Waktu Rp. 350.000.000,- Garansi Bank (Lanj.) Pada saat jatuh waktu nasabah PT.Dsk belum datang untuk melunasi sisa kewajibannya, Bank Sederhana cabang Jakarta terlebih dahulu membukukan rekening administratif atas garansi bank yang belum jatuh tempo dan menggantinya dengan garansi bank yang telah jatuh tempo, dengan ayat jurnalnya : D : RAR – Garansi Bank Yang Belum Jatuh Waktu Rp. 350.000.000,- K : RAR – Garansi Bank Yang Sudah Jatuh Waktu Rp. 350.000.000,- Apabila paling lambat dalam waktu 2 minggu nasabah tidak sanggup melunasi sisa kewajibannya, maka akan dibebankan kepada nasabah tesebut biaya provisi kredit sebesar Rp. 350.000,- dengan ayat jurnalnya : D : Debitur Rp. 140.350.000,- D : Setoran Jaminan GAransi Bank Rp. 210.000.000,- K : RAK – cabang Bandung Rp. 350.000.000,- K : Pendapatan Provisi Kredit Rp. 350.000,- Pada saat rekening administratif atas garansi bank jatuh waktu maka jurnalnya : D: Rekening Administratif Rupiah-Garansi Bank Yang Sudah Jatuh Waktu Rp. 350.000.000,- 3.2.2 Letter Of Credit Kasus Apabila bank Omega cabang Jakarta menerbitkan L/C Dalam Negeri revocable atas permintaan PT.DKS sebesar Rp.300.000.000,- dan ditujukan kepada seorang nasabah di cabang Surabaya. Setoran jaminan dilakukan sebesar 40 % dan dibayarkan oleh PT.DKS atas ebban rekening gironya, maka jurnal pada saat penerbitan : D : Giro – PT.DKS Rp. 120.000.000,- K : Setoran Jaminan L/C Dalam Negeri Revocable Rp. 1200.000.000,- Jurnal administratif untuk mencatat transaksi kontijensi ini adalah : K : RAR - L/C Dalam Negeri Revocable Yang Diterbitkan . Rp. 120.000.000,- Apabila terjadi pembatalan L/C atas permintaan nasabah PT.DKS, maka bank Omega akan mencatat jurnal : D : Setoran Jaminan L/C Dalam Negeri Revocable Rp. 120.000.000,- K : Giro – PT.DKS Rp. 120.000.000,- K : RAR - L/C Dalam Negeri Revocable Yang Diterbitkan Rp. 300.000.000,- 3.2.3 Pendapatan Bunga dalam Penyelesaian Kasus Apabila semenjak tanggal 1 Juli 20XX nasabah deitur bank Omega cabang Jakarta, PT. CKN, yuang bersaldo Rp. 400.000.000,- dan suku bunga 18%, tidak sanggup membayar bunga semenjk bulan Mei 20XX, dan oleh bank Omega digolongkan sebagai debitur yang kurang lancar. Pada pembuatan laporan keuangan tanggal 31 Juli 20XX diadakan perhitungan tunggakan bunga sebagai berikut : Tunggakan bunga = 3 bulan (Mei-Juli) Besarnya BUnga = 3/12 * 18% * Rp.400.000.000,- = Rp. 18.000.000,D : Rekening Administratif Rupiah – Tunggakan Bunga Rp 18.000.000,- 3.2.4 Laporan Kontijensi LAPORAN KONTIJENSI TAGIHAN 1)Tunggakan Bunga Rp. 18 ji TUNGGAKAN 1.Bank Garansi YangBelum Jatuh Waktu 2.Bank Garansi YangSudah Jatuh Waktu 3. L/C DN Revocable Jumlah tagihan……………. Rp. 18 jt Jumlah Kewajiban Saldo kewajiban Bersih Kontijensi Rp. 1. 132 Juta Rp 500 jt Rp. 350 jt Rp. 300 jt Rp 1.150 jt Berikut merupakan laporan Komitmen dan kontijensi bulanan pada PT. Bank Mandiri (PERSERO), Tbk. Plaza Mandiri, Jl. Gatot Subroto Kav. 36-38, Jakarta. (dalam jutaan) LAPORAN KOMITMEN DAN KONTINJENSI BULANAN PT BANK MANDIRI (PERSERO), Tbk Plaza Mandiri, Jl. Gatot Subroto Kav. 36-38, Jakarta 1219 02152913335 Per September 2018 POS POS I. TAGIHAN KOMITMEN 1. Fasilitas pinjaman yang belum ditarik a. Rupiah b. Valuta Asing 2. Posisi pembelian spot dan derivatif yang masih berjalan 3. Lainnya II. KEWAJIBAN KOMITMEN 1. Fasilitas kredit kepada nasabah yang belum ditarik a. BUMN i. Committed - Rupiah - Valuta Asing ii. Uncommitted - Rupiah - Valuta Asing b. Lainnya i. Committed ii. Uncommitted 2. Fasilitas kredit kepada bank lain yang belum ditarik a. Committed - Rupiah - Valuta Asing b. Uncommitted - Rupiah - Valuta Asing 3. Irrevocable L/C yang masih berjalan a. L/C luar negeri b. L/C dalam negeri 4. Posisi penjualan spot dan derivatif yang masih berjalan 5. Lainnya III.TAGIHAN KONTINJENSI 1. Garansi yang diterima a. Rupiah b. Valuta Asing 2. Pendapatan bunga dalam penyelesaian a. Bunga kredit yang diberikan b. Bunga lainnya 3. Lainnya IV.KEWAJIBAN KONTINJENSI 1. Garansi yang diberikan a. Rupiah b. Valuta Asing 2. Lainnya NOMINAL 176,368,814 0 0 0 176,368,814 0 349,753,361 152,508,575 35,165,460 11,190,105 7,833,913 3,356,192 23,975,355 22,261,567 1,713,788 117,343,115 31,553,378 85,789,737 20,700 5,000 5,000 0 15,700 15,700 0 20,685,149 12,368,913 8,316,236 176,538,937 0 23,505,276 15,337,787 1,270,018 14,067,769 8,134,760 8,082,733 52,027 32,729 91,347,952 90,621,700 49,044,525 41,577,175 726,252 Sumber : https://bankmandiri.co.id/documents/38265486/38265690/2018+09-Lap-KeuSeptember-18.pdf/55666b8e-ba22-39e9-9228-a6c016b9150d Menurut penulis laporan keuangan komitmen dan kontijensi yang dicatat (bukukan). oleh PT. Bank Mandiri (PERSERO), Tbk. Plaza Mandiri, Jl. Gatot Subroto Kav. 36-38, Jakarta sudah mengikuti aturan yang PSAK 31. Terlihat pada laporan tersebut diatas pos-pos neraca tersebut bertambah dengan kata lain dapat mengurangi resikoresiko seperti sewaktu bank melakukan aktivitaslindung nilai terhadap aktiva dan kewajiban neraca. Laporan Komitmen dan Kontinjensi diatas dari pospos aktiva dan pasiva yang terdapat pada Neraca menggambarkan posisi keuangan bank secara wajar. BAB IV PENUTUP Kesimpulan Dari penjabaran diatas, dapat disimpulkan bahwa Transaksi komitmen dan kontijensi belum mempengaruhi posisi di neraca maupun pendapatan dan biaya, oleh sebab itu transaksi komitmen dan kontijensi harus dicatat oleh sebab itu transaksi komitmen dan kontijensi harus dicatat oleh bank di luar pos-pos neraca. Sistematika penyajian laporan komitmen dan kontijen disusun berdasarkan urutan tingkat kemungkinan pengaruhnya terhadap posisi keuangan dan hasil usaha bank. Selanjutnya, komitmen dan kontijen, baik yang bersi at sebagai tagihan maupun kewajiban, masing5masing disajikan secara tersendiri tanpa pos lawan, sehingga pengungkapan dalam laporan dilakukan single entry melalui rekening administrati yang merupakan pos iluar neraca (off balancesheet). Daftar Pustaka Hidayah, Nurul. Akuntansi Perbankan. Pusat Pengembangan Bahan Ajar Mercu Buana. Lapoliwa, N. DaDaniel S. Kuswadi. (2000). Akuntansi Perbankan. Jakarta: institute Bankir Indonesia. Latumeirissa, J.R. (2011). Bank dan Lembaga Keuangan Lain. Jakarta : Salemba Empat. Taswan. (2008). Akuntansi Perbankan. Yogyakarta: Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen YKPN Lampiran PSAK 31 Akuntansi Perbankan https://drive.google.com/file/d/1px0cf82sH78OCRg3upAtqUQvERENIya/view?usp=sharing Lapiran Laporan keuangan komitmen dan kontijensi pada PT. Bank Mandiri (PERSERO), Tbk. Plaza Mandiri, Jl. Gatot Subroto Kav. 36-38, Jakarta. https://drive.google.com/file/d/1neimqls6M7QMNYwhSE8a-oqVRpMiiI1/view?usp=sharing Surat Edaran Bank Indonesia Nomor 14/35/DPNP tanggal 10 Desember 2012 https://drive.google.com/file/d/1HGC3kWneGL_wWgHDPzWZagc_58hh6rkG/view?usp=sh aring

Judul: Akuntansi Perbankan Akuntansi Komitmen Dan Kontijensi Bank

Oleh: Alwan Sembiring

Ikuti kami