Akuntansi Penyesuaian

Oleh Izulhaq Saputra

131,3 KB 6 tayangan 0 unduhan
 
Bagikan artikel

Transkrip Akuntansi Penyesuaian

MAKALAH AKUNTANSI PENYESUAIAN DISUSUN OLEH : DHIYA ULHAQ SAPUTRA NIM. C1B017132 MATA KULIAH : PENGANTAR AKUNTANSI DOSEN PENGAMPU : WIRMIE EKA PUTRA, SE., M.Si. PROGRAM STUDI MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS JAMBI 2020 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Akuntansi merupakan Pelaporan keuangan yang berisi informasi-informasi yang berguna dalam membantu pengambilan keputusan bagi para pemakainya. Dalam kehidupan sehari-hari tanpa kita sadari, sesungguhnya kita telah menggunakan jasa akuntansi. Ketika seorang pemilik warung mencatat pembelian barang dagangannya, mencatat siapa saja yang berhutang pada warungnya, memisahkan kotak antara uang yang masuk dari hasil penjualan dengan kotak uang yang dialokasikan untuk belanja kebutuhan barang dagangan dan kebutuhan operasional di warungnya. Maka, pada dasarnya pemilik warung tadi telah menerapkan teknik akuntansi. Penerapan pengetahuan di bidang akuntansi tentu semakin luas dan kompleks jika dihadapkan pada bisnis dengan skala yang lebih besar, maka dari itu proses penyesuaian merupakan proses yang sangat penting dalam persiapan penyusunan laporan keuangan. 1.2 Rumusan Masalah 1. Apa itu Karakteristik Proses Penyesuaian? 2. Bagaimana Proses Penyesuaian? 3. Apa saja Jenis Akun yang Memerlukan Proses Penyesuaian? 4. Bagaimana Cara Membuat Jurnal Penyesuaian? 1.3 Tujuan Penulisan 1. Untuk mengetahui Karakteristik Proses Penyesuaian 2. Untuk mengetahui Proses Penyesuaian 3. Untuk mengetahui Jenis Akun yang Memerlukan Proses Penyesuaian 4. Untuk mengetahui Cara Membuat Jurnal Penyesuaian BAB II PEMBAHASAN 2.1 Pengertian Persamaan Dasar Akuntansi A. Karakteristik Proses Penyesuaian Konsep periode akuntansi (accounting period concept) mengharuskan pendapatan dan beban dilaporkan pada periode yang tepat dengan mengacu pada International Financial Reporting Standards (IFRS) yang mengharuskan penggunaan akuntansi berbasis akrual (accrual basis of accounting). Dalam akuntansi berbasis akrual, pendapatan dicatat dalam laporan laba rugi pada periode saat pendapatan tersebut dihasilkan. Konsep akuntansi yang mendukung pencatatan pendapatan seperti ini disebut konsep pengakuan pendapatan (revenuae recognition concept), sedangkan beban dilaporkan pada periode yang sama dengan pendapatan yang terkait dengan beban tersebut. Konsep akuntansi yang mendukung pencatatan pendapatan dan beban yang terkait dengan pendapatan tersebut pada periode yang sama disebutkonsep pemadanan (matching concept), atau prinsip pemadanan (matching principle). Selain berdasarkan akuntansi berbasis akrual, ada juga perusahaan yang menggunakan akuntansi berbasis kas (cash basis of accounting). Dalam akuntansi berbasis kas, pendapatan dan beban dilaporkan dalam laporan laba rugi pada periode ketika kas diterima atau dikeluarkan. Ada dua cara untuk melakukan proses akuntansi : 1. Akuntansi Akrual (accrual accounting) mencatat dampak dari setiap transaksi pada saat terjadinya. Sebagian besar perusahaan menggunakan dasar akrual. 2. Akuntansi dasar Kas (cash-basis accounting) hanya mencatat penerimaan kas dan pembayaran kas. Akuntansi dasar kas ini mengabaikan piutang, utang, dan penyusutan. Akuntansi dasar kas juga hanya digunakan oleh perusahaan yang sangat kecil. B. Proses Penyesuaian Konsep periode akuntansi mengharuskan pendapatan dan beban dilaporkan pada periode yang tepat. Hal ini terkait basis pencatatan akuntansi accrual basis. Seperti yang telah disampaikan sebelumnya bahwa dalam pencatatan accrual basis pendapatan dicatat dalam laporan laba rugi pada periode saat pendapatan tersebut dihasilkan. Begitu juga dengan beban, yang dilaporkan pada periode yang sama dengan pendapatan yang terkait dengan pendapatan tersebut. Proses penyesuaian dilakukan di akhir. Beberapa akun memerlukan pemutakhiran (updating) dengan alasan sebagai berikut : 1. 2. Beberapa beban tidak dicatat secara harian. Beberapa pendapatan dan beban direalisasi dengan berlalunya waktu dan bukan transaksi yang terjadi secara khusus. 3. Beberapa pendapatan dan beban mungkin belum dicatat. Analisis dan pemutakhiran akun-akun pada akhir periode sebelum laporan keuangan disiapkan disebut proses penyesuaian (adjusting process). Ayat saldo yang memutakhirkan saldo akun pada akhir periode akuntansi disebut ayat jurnal penyesuaian (adjusting entries). Ayat jurnal penyesuaian akan selalu melibatkan akun pendapatan atau beban dan akun aset atau liabilitas. C. Jenis Akun yang Memerlukan Penyesuaian Yaitu : 1. Beban dibayar di muka (prepaid expenses) Beban dibayar di muka Beban dibayar di muka adalah transaksi yang pada saat terjadinya dikelompokkan sebagai harta(aktiva), tetapi akan menjadi beban di kemudian hari. Beban ini merupakan harta perusahaan yang akan memberikan manfaat di masa yang akan datang. Contoh dari akun beban dibayar di muka adalah sewa dibayar di muka, asuransi dibayar di muka, iklan dibayar di muka, bunga dibayar dimuka, dan sebagainya. Pencatatan beban dibayar di muka dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu: a. dicatat sebagai harta b. dicatat sebagai beban Ilustrasi pencatatan. Contoh jurnal penyesuaian perusahaan jasa untuk akun beban dibayar di muka: Tanggal 01 Januari 2019: PT Anak Zaman Now membeli bahan habis pakai (supplies) sebesar Rp 1.350.000. Atas transaksi ini perusahaan membuat catatan jurnal sebagai berikut: Tanggal 31 Januari 2019: PT Anak Zaman Now menghitung sisa bahan habis pakai yang telah digunakan, dan ternyata jumlah sisa bahan habis pakai sebesar Rp 550.000 Berarti jumlah bahan habis pakai yang digunakan sebesar: = Rp 1.350.000 – Rp 550.000 = Rp 800.000 Untuk lebih memudahkan pemahaman kita terhadap transaksi-transaksi di atas, mari dilihat akun Bahan Habis Pakai di BUKU BESAR: Saldo akun beban bahan habis pakai adalah sebesar bahan habis pakai yang digunakan di bulan Januari 2019, yakni sebesar Rp 800.000. Akun Bahan habis pakai di Buku besar nilainya sama dengan jumlah sisa pemakaian, yaitu sebesar Rp 550.000. 2. Pendapatan Diterima di muka (deferred revenue) Pendapatan diterima di muka adalah transaksi yang sejak awalnya dicatat sebagai utang (kewajiban), tetapi akan menjadi pendapatan di kemudian hari. Pendapatan ini timbul karena perusahaan telah menerima pembayaran atas suatu pekerjaan, tetapi belum menyelesaikan pekerjaan tersebut. Contoh dari akun pendapatan diterima di muka adalah sewa diterima di muka, bunga diterima di muka, asuransi diterima di muka, dan sebagainya. Pencatatan pendapatan diterima di muka dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu: a. dicatat sebagai utang (kewajiban). b. dicatat sebagai pendapatan Ilustrasi pencatatan. Contoh Jurnal Penyesuaian Pendapatan diterima dimuka Saldo Akun Sewa diterima di muka PT Anak Zaman Now tanggal 28 Februari 2019 berikut ini: Saldo ini mencerminkan penerimaan sewa 3 bulan pada tanggal 1 Februari untuk bulan Februari, Maret, dan April. Pada akhir bulan Februari, akun Sewa Diterima di Muka seharusnya naik (di-debit) sebesar Rp 120.000dan akun Pendapatan Sewa seharusnya naik (di-kredit) Rp 120.000. Nilai sebesar Rp 120.000 mencerminkan pendapatan sewa untuk satu bulan, yaitu hasil perhitungan Rp 360.000 dibagi 3. Ayat jurnal penyesuaian untuk pendapatan sewa adalah sebagai berikut: (Debit) Sewa Diterima di Muka Rp 120.000 (Kredit) Pendapatan Sewa Rp 120.000. Sedangkan akun T untuk pendapatan sewa adalah sebagai berikut: c. Setelah penyesuaian dicatat dan diposting, akun Sewa Diterima di Muka yang merupakan Utang PT Anak Zaman Now akan bersaldo kredit Rp 240.000. Jumlah ini merupakan pendapatan tangguhan (defferal) yang akan menjadi pendapatan di masa depan. Akun Pendapatan Sewa memiliki saldo Rp 120.000, yaitu pendapatan untuk periode ini. Jika jurnal penyesuaian untuk sewa diterima di muka dan pendapatan sewa di atas tidak dicatat. Laporan keuangan yang disiapkan pada tanggal 28 Februari akan menjadi salah saji. Dalam Laporan Laba Rugi, Pendapatan Sewa dan laba bersih akan kurang catat Rp 120.000. Sedangkan di Neraca, Sewa Diterima di Muka akan lebih catat RP 120.000 dan Modal PT Anak Zaman Now akan kurang catat Rp 120.000. 3. Utang Beban Utang beban / Beban yang masih harus dibayar adalah beban yang sudah menjadi kewajiban dilihat dari segi waktu tetapi belum dicatat atau dilakukan pembayarannya. Contoh akun beban yang masih harus dibayar adalah gaji yang masih harus dibayar, bunga yang masih harus dibayar, dan sebagainya. 4. Piutang Pendapatan (accrued receivable) Piutang pendapatan / Pendapatan yang masih harus diterima adalah pendapatan yang sudah menjadi hak dilihat dari segi waktu tetapi belum dicatat atau diterima pembayarannya. Contoh akun pendapatan yang masih harus diterima adalah bunga yang masih harus diterima (piutang bunga), sewa yang masih harus diterima (piutang sewa), dan sebagainya. 5. Bahan Habis Pakai 6. Kerugian Piutang Piutang Dagang (Account Receivable) akibat adanya penjualan kredit barang/jasa terkadang tidak dapat ditagih karena berbagai hal yang terjadi pada debitur, misalnya usaha debitur bangkrut. Contoh piutang tak tertagih menjadi kerugian bagi perusahaan yang dicatat sebagai biaya usaha dengan nama akun Kerugian Piutang atau Kerugian Piutang Tak Tertagih atau Biaya Penghapusan Piutang. Semakin banyak piutang dagang yang diberikan semakin banyak pula jumlah piutang yang ta terbayar. 7. Penyusutan (depreciation) Penyusutan aktiva tetap Penyusutan aktiva tetap adalah berkurangnya kemampuan suatu aktiva tetap untuk memberikan manfaat ekonomis secara berangsur-angsur sejalan dengan perjalanan waktu. Contoh akun aktiva tetap adalah peralatan kantor, peralatan toko, kendaraan, mesin, gedung, tanah, dan sebagainya. Besarnya nilai penyusutan aktiva tetap dicatat sebagai beban penyusutan aktiva tetap (D), tetapi tidak langsung dicatat pada aktiva tetap yang bersangkutan karena aktiva tetap harus dicatat sebesar harga perolehannya, akun yang dipakai adalah akumulasi penyusutan aktiva tetap (K) yang merupakan akun kontra aktiva tetap tersebut. D. Jurnal Penyesuaian Jurnal penyesuaian adalah jurnal yang digunakan untuk mencatat akun buku besar yang perlu disesuaikan agar menunjukkan keadaan yang sebenarnya. Untuk membantu memahami cara membuat jurnal penyesuaian, kami sajikan contoh berikut ini: Misalnya ada 4 akun yang memerlukan penyesuaian, yaitu: 1. Pendapatan 2. Perlengkapan 3. Beban sewa 4. Beban gaji BAB III PENUTUP 3.1 Kesimpulan Jurnal penyesuaian Persediaan terdiri dari Beban yang masih harus dibayar dicatat menggunakan Pendapatan yang masih harus diterima Beban diterima di muka Pendapatan diterima di muka disesuaikan menggunakan Buku besar pembantu utang dagang Buku besar pembantu piutang dagang Pendekatan ikhtisar laba rugi Pendekatan harga periodik penjualan. Jurnal penyesuaian adalah jurnal yang dibuat untuk menyesuaikan nilain akun-akun setiap buku besar yang belum mencerminkan jumlah (saldo) yang sebenarnya. Akan tetapi tidak semua akun memerlukan jurnal penyesuaian pada akhir periode akuntansi. Akun-akun yang lazim disesuaikan pada akhir periode akuntansi untuk perusahaan jasa. Proses penyesuaian dibuat untuk menyesuaikan angka-angka dalam neraca saldo agar dapat menggambarkan keadaan yang sebenarnya sesuai dengan tuntutan dalam penyajian laporan keuangan. Atau penyesuaian dilakukan untuk memperbaiki rekening-rekening tertentu sehingga mencerminkan keadaan harta, hutang, modal, pendapatan, dan biaya dari suatu perusahaan agarmemperlihatkan kondisi keuangan perusahaan yang sebenarnya, karena selama ini ada anggapan bahwa semua neraca saldo yang sudah seimbang, berarti sudah memperlihatkan kondisi yang sebenarnya, padahal masih banyak yang perlu disesuaikan atau di perbaiki. 3.2 Saran Menyadari bahwa penulis masih jauh dari kata sempurna, kedepannya penulis akan lebih fokus dan detail dalam menjelaskan tentang makalah di atas dengan sumber-sumber yang lebih banyak yang tentunya dapat di pertanggung jawabkan karena penulis masih dalam tahap pembelajaran.

Judul: Akuntansi Penyesuaian

Oleh: Izulhaq Saputra

Ikuti kami