Akuntansi Pemerintahan

Oleh Lely Lely

17 tayangan
Bagikan artikel

Transkrip Akuntansi Pemerintahan

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar belakang
Persamaan Akuntansi atau accounting equation merupakan suatu
persamaan yang menggambarkan bahwa jumlah harta yang tercatat pada
sebelah kiri itu sama dengan jumlah sumber pembelanjaan atau kekayaan
yang terdapat pada sebelah kanan. Pada umumnya harta yang dimiliki oleh
sebuah perusahaan dikatakan sebagai aktiva atau aset. Jika aktiva ini bernilai
Rp 1.000.000 maka sumber pembelanjaan juga harus berjumlah Rp
1.000.000. Maka aktiva ini akan menunjukkan sebagai bentuk kekayaan yang
dimiliki oleh perusahaan dan merupakan sumber daya pada perusahaan yang
melakukan usaha. Dengan demikian sumber kekayaan atau sumber
pembelanjaan ini menggambarkan siapa yang membelanjai kekayaan
tersebut saat itu. Oleh karena itu, aktiva harus sama dengan sumber harta
belanja. Sumber belanja ini terbagi menjadi atas dua yaitu berasal dari pemilik
dan dari kreditor (pemakai pinjaman). Sumber belanja yang berasal dari
pemilik disebut sebagai modal sedangkan sumber belanja yang berasal dari
kreditor dikatakan sebagai kewajiban atau hutang.
Saldo normal adalah klasifikasi terhadap suatu kode perkiraan (akun)
yang

merupakan

salah

satu

bagian

dari

prinsip

pembukuan

berpasangan.Suatu akun dapat memiliki saldo normal debit (Dr) atau kredit
(Kr). Akun dengan saldo normal debit akan bertambah nilainya jika terjadi
transaksi pada sisi debit. Sebaliknya, untuk meningkatkan nilai akun dengan
saldo normal kredit, harus ditambahkan transaksi pada sisi kredit.

B. Rumusan masalah
1. Apa pengertian dan kegunaan persamaan dasar akuntansi?
2. Bagaimana bentuk persamaan dasar akuntansi?
3. Apa pengertian saldo normal akun (akuntansi dasar) dan akun umumnya?
4. Apa peran bukti transaksi dalam proses akuntansi?
5. Apa tujuan analisis transaksi dan apa itu aturan saldo normal ?
1

BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Persamaan Dasar Akuntansi
Persamaan

dasar

akuntansi

adalah

suatu

persamaan

yang

menggambarkan posisi aktiva, hutang dan ekuitas yang diakibatkan adanya
transaksi yang terjadi pada perusahaan.
B. Kegunaan Persamaan Dasar Akuntansi
Kegunaan persamaan dasar akuntansi antara lain untuk menggambarkan
bahwa sebuah transaksi itu mempunyai pengaruh sedikitnya dua golongan
rekening atau untuk mengetahui perubahan unsur atau posisi keuangan
perusahaan, yakni untuk mengetahui perubahan posisi harta (asset), hutang
(liabilities) dan modal (ekuitas) perusahaan.
Rumus Persamaan Dasar Akuntansi
Rumus dasar tentang akuntansi yang secara matematis dapat dirumuskan
sebagai berikut :
AKTIVA = HAK KEKAYAAN
AKTIVA = HUTANG + MODAL
Atau
AKTIVA – HUTANG = MODAL
H = Harta, yaitu semua milik (Kekayaan) dari suatu perusahaan.
U = Utang, yaitu kewajiban perusahaan terhadap pihak lain.
M = Modal, yaitu hak pemilik perusahaan.
Rumus lain :
H= U + (M + P - B)
B = Biaya, pengorbanan untuk memperoleh penghasila
P = Pendapatan, adalah bertambahnya aktiva perusahaan.
Harta bersaldo normal di debet (bertambah) dan jika di kredit berkurang,
sedangkan pendapatan bersaldo normal di kredit (bertambah) dan jika di debet
2

berkurang, biaya mengurangi modal sedangkan pendapatan menambah
modal.

C. Bentuk Persamaan Dasar Akuntansi
1. Keseimbangan Antara Harta dan Modal
Harta merupakan kekayaan yang dimiliki oleh perusahaan dan merupakan
sumber pembelanjaan untuk melakukan kegiatan usaha tersebut. Oleh karena
itu, harta harus sama atau seimbang dengan sumber pembelanjaan. Sumber
pembelanjaan yang diperoleh dari pemilik disebut ekuitas/modal.Keseimbangan
atau kesamaan biasanya dinyatakan dalam suatu persamaan yaitu persamaan
akuntansi. Hubungan kedua hal di atas dapat dinyatakan sebagai keseimbangan
antara harta dan modal, sehingga persamaannya dapat ditulis sebagai berikut:
HARTA = MODAL
2. Harta sama dengan hutang ditambah modal
Harta perusahaan yang digunakan sebagai sumber pembelanjaan dalam
kegiatan diperoleh melalui dua sumber, yaitu dari pemilik dan kreditur. Sumber
pembelanjaan dari pemilik disebut ekuitas. Sedangkan sumber pembelanjaan
yang diperoleh dari kreditur bagi pemilik akan menjadi suatu kewajiban untuk
mengembalikan

,

hal

ini

disebut

sebagai

kewajiban/utang.

Sehingga

persamaannya dapat ditulis sebagai berikut:
HARTA = UTANG + MODAL
Dalam

operasi

usaha

dimungkinkan

adanya

pendapatan

dan

beban.

Pendapatan adalah kenaikan harta yang diperoleh dari hasil penjualan barang
atau jasa. Sedangkan beban adalah penurunan harta, karena merupakan
pengorbanan untuk memperoleh pendapatan. Pendapatan mempunyai sifat
menambah modal, sedangkan beban mempunyai sifat mengurangi modal
Dengan demikian pendapatan dan beban akan mempengaruhi keadaan modal
dalam perasamaan dasar akuntansi, dicatat dalam komponen modal. Namun,
untuk pengembangan akuntansi pencatatan pendapatan dan beban dapat
dipisahkan dari modal. Sehingga bentuk persamaan dapat dinyatakan sebagai
berikut:
HARTA = UTANG + MODAL + PENDAPATAN + BEBAN
3

D. Pengertian saldo normal akun (dasar akuntansi)
Saldo normal adalah klasifikasi terhadap suatu kode perkiraan (akun) yang
merupakan

salah

satu

bagian

dari

prinsip pembukuan

berpasangan.

lebih mudah saldo normal diterjemahkan dimana suatu traksakasi ditempatkan
dalam suatu aku disaat sifat transaksi itu menambah saldo akun tersebut.
Suatu akun dapat memiliki saldo normal debit (Dr) atau kredit (Kr). Akun dengan
saldo normal debit akan bertambah nilainya jika terjadi transaksi pada sisi debit.
Sebaliknya, untuk meningkatkan nilai akun dengan saldo normal kredit, harus
ditambahkan transaksi pada sisi kredit.
Persamaan dasar akuntansi adalah sebagai berikut :
Akitiva = Kewajiban + Modal
Aktiva = Kewajiban + Modal + Laba Ditahan
Akun pada sisi pada sisi kiri persamaan memiliki saldo normal debit, sedangkan
akun pada sisi kanan memiliki saldo normal kredit. Saldo normal untuk akunakun lain diturunkan dari hubungan dengan ketiga akun utama tersebut.
Contohnya :
Laba/Rugi = Total Pendapatan - Total Beban
Karena laba/rugi merupakan komponen dari modal, maka dapat dianggap
bahwa pendapatan berada di sisi kanan persamaan, sedangkan beban berada
di sisi kiri. Berikut saldo normal untuk beberapa akun umum ;
1. AktivaDebit
Aktiva atau aset adalah sumber ekonomi yang diharapkan memberikan manfaat
usaha di kemudian hari. Aktiva dimasukkan dalam laporan neraca dengan saldo
normal debit. Aktiva biasanya dikelompokkan menjadi beberapa kategori, seperti
2. Aktiva lancar
Aktiva lancar (Inggris: current asset) dalam akuntansi adalah jenis aktivayang
dapat digunakan dalam jangka waktu dekat, biasanya satu tahun. Contoh aktiva
lancar antara lain adalah kas, piutang, investasi jangka pendek, persediaan,
dan beban dibayar di muka. Pada suatu laporan neraca, aktiva biasanya
dikelompokkan menjadi aktiva lancar dan aktiva tidak lancar. Perbandingan
4

antara aktiva lancar dan kewajiban lancar disebut sebagairasio lancar. Nilai ini
sering

digunakan

sebagai

tolak

ukur likuiditas suatu

perusahaan,

yaitu

kemampuan perusahaan untuk dapat memenuhi kewajiban jangka pendeknya.
Investasi jangka panjang
3. Aktiva tetap
Aktiva tetap dalam akuntansi adalah aktiva berwujud yang memiliki umur lebih
dari satu tahun dan tidak mudah diubah menjadi kas. Jenisaktiva tidak lancar ini
biasanya dibeli untuk digunakan untuk operasi dan tidak dimaksudkan untuk
dijual kembali. Contoh aktiva tetap antara lain adalah properti, bangunan, pabrik,
alat-alat produksi, mesin, kendaraan bermotor, furnitur, perlengkapan kantor,
komputer,

dll.

Aktiva

tetap

biasanya

memperoleh

keringanan

dalam

perlakuan pajak. Kecuali tanah atau lahan, aktiva tetap merupakan subyek
dari depresiasi atau penyusutan.
4.Aktiva tak berwujud
Aktiva tidak berwujud (Inggris: intangible asset) adalah jenis aktivayang tidak
memiliki

wujud

fisik.

Jenis

utama

aktiva

tidak

berwujud

adalahhak

cipta, paten, merek dagang, rahasia dagang, dan goodwill. Aktiva jenis ini
mempunyai

umur

lebih

dari

satu

tahun

(aktiva

tidak

lancar)

dan

dapatdiamortisasi selama periode pemanfaatannya, yang biasanya tidak lebih
dari 40 tahun.
5. Aktiva pajak tangguhan
Dalam

istilah akuntansi, kewajiban adalah utang yang

harus

dilunasi

atau

pelayanan yang harus dilakukan pada masa datang pada pihak lain. Kewajiban
adalah kebalikan dari aktiva yang merupakan sesuatu yang dimiliki. Contoh
kewajiban adalah uang yang dipinjam dari pihak lain, giro atau cek yang belum
dibayarkan, dan pajak penjualan yang belum dibayarkan ke negara. Kewajiban
dimasukkan dalam laporan neraca dengan saldo normal kredit, dan biasanya
dibagi menjadi dua kelompok, yaitu:Kewajiban Lancar – kewajiban yang dapat
diharapkan untuk dilunasi dalam jangka pendek (biasanya satu tahun). Biasanya
terdiri dari hutang pembayaran (hutang dagang, gaji, pajak, dll), pendapatan
5

ditangguhkan, bagian dari hutang jangka panjang yang jatuh tempo tahun ini,
obligasi jangka pendek (misalnya dari pembelian peralatan), dll. Kewajiban
Jangka Panjang – kewajiban yang tidak dapat dipenuhi dalam satu tahun.
Biasanya terdiri dari hutang jangka panjang, obligasi pensiun, dll.
6. Modal: Kredit
Modal memiliki

banyak

arti

yang

berhubungan

dalam ekonomi, finansial,

dan akunting.
Dalam finansial dan akunting,

modal

biasanya

menunjuk

kepada

kekayaanfinansial, terutama dalam penggunaan awal atau menjaga kelanjutan
bisnis. Awalnya, dianggap bahwa modal lainnya, misal modal fisik, dapat dicapai
dengan uang atau modal finansial. Jadi di bawah kata “modal” berarti cara
produksi
7. Pendapatan: Kredit
Dalam bisnis, pendapatan adalah jumlah uang yang diterima oleh perusahaan
dari aktivitasnya, kebanyakan dari penjualan produk dan/atau jasa kepada
pelanggan. Bagi investor, pendapatan kurang penting dibanding keuntungan,
yang merupakan jumlah uang yang diterima setelah dikurangi pengeluaran.
Pertumbuhan pendapatan merupakan indikator penting dari penerimaan pasar
dari produk dan jasa perusahaan tersebut. Pertumbuhan pendapatan yang
konsisten,

dan

juga

pertumbuhan

keuntungan,

dianggap

penting

bagi

perusahaan yang dijual ke publik melalui saham untuk menarik investor.
8. Beban:Debit
Dalam istilah akuntansi, beban adalah pengurangan dari pendapatan yang akan
menghasilkan laba bersih pada laporan laba/rugi. Pada kode perkiraan, beban
biasanya merupakan jenis yang paling banyak jumlahnya, walaupun secara
sederhana, beban dapat diklasifikasikan menjadi: Beban perolehan pendapatan
Beban operasi/rutin

6

9. Beban lain-lain
Laba ditahan: Kredit
Dividen:Debit
Dividen adalah

pembagian laba kepada pemegang

saham berdasarkan

banyaknya saham yang dimiliki. Pembagian ini akan mengurangi laba ditahan
dan kas yang tersedia bagi perusahaan, tapi distribusi keuntungan kepada
para pemilik memang adalah tujuan utama suatu bisnis. Dividen dapat dibagi
menjadi tiga jenis:

Dividen tunai; metode paling umum untuk pembagian

keuntungan. Dibayarkan dalam bentuk tunai dan dikenai pajak pada tahun
pengeluarannya. Dividen saham; cukup umum dilakukan dan dibayarkan dalam
bentuk saham tambahan, biasanya dihitung berdasarkan proporsi terhadap
jumlah saham yang dimiliki. Contohnya, setiap 100 saham yang dimiliki,
dibagikan 5 saham tambahan. Metode ini mirip dengan stock split karena
dilakukan dengan cara menambah jumlah saham sambil mengurangi nilai tiap
saham sehingga tidak mengubah kapitalisasi pasarDividen properti; dibayarkan
dalam bentuk aset. Pembagian dividen denga n cara ini jarang dilakukan.
Dividen interim; dibagikan sebelum tahun buku Perseroan berakhir.
E. Peran bukti transaksi dalam akuntansi
Bukti transaksi keuangan memiliki peran yang sangat penting dalam proses
akuntansi, peran yang dimiliki bukti transaksi adalah sebagai input proses
akuntansi. Perannya sebagai input dalam proses akuntansi mengandung arti
bahwa bukti transaksi keuangan adalah sumber proses akuntansi, dengan
demikian semua tentang proses akuntansi diawali dari adanya bukti transaksi
keuangan. Dalam sebuah proses akuntansi keuangan karena terjadinya
transaksi akan dianalisis oleh perusahaan berdasarkan analisis tersebut maka
dihasilkan posisi debit dan posisi kredit akun- akun yang terlibat dalam bukti
transaksi yang dianalis. Inilah saldo normal akun yang dijadikan patokan analisa
debit dan kredit ;

7

Tabel saldo normal akun
Kelompok akun

Penambahan saldo

Pengurangan saldo

Harta

Debit

kredit

Utang

Kredit

Debit

Modal

Kredit

Debit

Penjualan / pendapatan

kredit

Debit

Pembelian / beban

Debit

Kredit

Sesuai dengan aturan debit dan kredit di atas maka saudara ditunjukkan 5
kelompok akun mulai dari kelompok akun harta, kelompok akun utang , modal,
kelompok penjualan, maupun pendapatan, dan kelompok pembelian atau beban
disertai dengan posisi debit maupun posisi kredit ketika terjadi penambahan
maupun pengurangan saldo. Tabel saldo normal itulah yang dijadikan patokan
ketika dilakukan analisa bukti transaksi. Dengan menjadikan tabel tersebut
sebagai patokan maka anda dapat menentukan posisi debit dan kredit semua
akun yang terkait dengan bukti transaksi yang anda analisa. Yang termasuk
dalam kelompok akun harta antara lain ; jenis akun kas, jenis akun perseidiaan
barang dagang, jenis akun perlengkapan dan sebagainya.
F. Tujuan analisis transaksi
Analisis

transaksi

dilakukan

untuk

mengetahui

pengaruh

suatu

transaksiterhadap posisi keuangan, yaitu untuk mengetahui hal-hal sebagai
berikut ;
1. Menentukan akun-akun yang relevan dengan transaksi yang terjadi
2. Menentukan pada sisi mana pencatatan
pengaruh transaksi tersebut dilakukan dalam akun yang relevan. “Sisi” yang
dimaksud dalam kalimat tersebut adalah sisi “debit” atau sisi “kredit”. Pada akun
berbentuk “T” istilah debit menunjukkan sisi kiri akun dan kredit menunjukkan sisi
kanan akun.
G. Aturan saldo normal
Aturan saldo normal adalah selisih positif antara sisi debit dan sisi kredit
sebuah akun dalam keadaan normal. Jika sebuah akun memiliki saldo normal
debit, jumlah sisi debit akan selalu lebih besar daripada jumlah sisi kredit. Jika
8

sebuah akun memiliki saldo normal kredit, jumlah sisi kredit akan selalu lebih
besar daripada jumlah sisi debit. Bagaimana cara mengetahui aturan debit dan
kredit dalam aturan saldo normal? Mendebit dan mengkredit suatu akun sesuai
aturan saldo normal dapat Anda perhatikan dalam tabel berikut.

Aturan saldo normal suatu akun
Kelompok akun

Saldo normal

Penambahan

Pengurangan

Aktiva

Debit

Debit

Kredit

Kewajiban

Kredit

Kredit

Debit

Modal

Kredit

Kredit

Debit

Penghasilan

Kredit

Kredit

Debit

Beban

Debit

Debit

Kredit

Berdasarkan aturan saldo normal tersebut, sisi debit digunakan untuk hal-hal
sebagai berikut:
1. mencatat tambahnya nilai akun aktiva (harta)dan beban pendapatan;
2. mencatat

berkurangnya

nilai

akun

kewajiban

(utang),

modal,

dan

(utang),

modal,

dan

penghasilan.
Adapun sisi kredit digunakan untuk hal-hal sebagai berikut:
1. mencatat

bertambahnya

nilai

akun

kewajiban

penghasilan;
2. mencatat bertambahnya nilai akun aktiva (harta) dan beban.

9

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Persamaan dasar akuntansi adalah suatu persamaan yang
menggambarkan posisi aktiva, hutang dan ekuitas yang diakibatkan adanya
transaksi yang terjadi pada perusahaan. Saldo normal adalah klasifikasi
terhadap suatu kode perkiraan (akun) yang merupakan salah satu bagian
dari

prinsip pembukuan

berpasangan.

Lebih

mudah saldo

normal

diterjemahkan dimana suatu traksakasi ditempatkan dalam suatu aku disaat
sifat transaksi itu menambah saldo akun tersebut. Suatu akun dapat memiliki
saldo normal debit (Dr) atau kredit (Kr).
Analisis transaksi dilakukan untuk mengetahui pengaruh suatu
transaksiterhadap posisi keuangan, yaitu untuk mengetahui hal-hal sebagai
berikut ;
1. Menentukan akun-akun yang relevan dengan transaksi yang terjadi
2. Menentukan pada sisi mana pencatatan.

10

http://akuntansidagang.blogspot.co.id/2014/11/cara-analisa-debit-dan-kredit-padatransaksi-perusahaan-dagang.html

http://yenikusumawat0821290117.blogspot.co.id/2011/05/saldo-normal-akun.html

http://www.warsidi.com/2016/03/pengantar-akuntansi-analisis-transaksi-jurnal-bukubesar-umum-neraca-saldo.html
http://www.akuntansiitumudah.com/saldo-normal-akuntansi/
http://akuntansis.blogspot.co.id/2014/06/analisis-transaksi-dan-saldo-normal.html
http://akuntansistieni.com/pengertian-saldo-normal-akun-akuntansi-dasar.
http://akuntansidagang.blogspot.co.id/2014/11/cara-analisa-debit-dan-kredit-padatransaksi-perusahaan-dagang.html

11

Judul: Akuntansi Pemerintahan

Oleh: Lely Lely


Ikuti kami