Akuntansi Musyarakah.pptx

Oleh Jumriani Nur

22 tayangan
Bagikan artikel

Transkrip Akuntansi Musyarakah.pptx

AKUNTANSI MUSYARAKAH
(PSAK 106)

Pernyataan Standar
Akuntansi Keuangan No 106: Akuntansi
Musyarakah telah disahkan oleh Dewan Standar Akuntansi
Keuangan pada tanggal 27 Juni 2007.
Jakarta, 27 Juni 2007
Dewan Standar Akuntansi Keuangan
KETUA
M. Jusuf Wibisana
Dudi M. Kurniawan
Siddharta Utama
Hekinus Manao
Etty Retno Wulandari
Roy Iman Wirahardja
Meidyah Indreswari

ANGGOTA
Jan Hoesada
Agus Edy Siregar
Jumadi
Riza Noor Karim
Merliyana Syamsul
Jogiyanto Hartono

DEFINISI
Al-musyarakah adalah akad kerja sama antara dua
pihak atau lebih untuk suatu usaha tertentu di mana
masing-masing pihak memberikan konstribusi dana
dengan kesepakatan bahwa keuntungan dan risiko akan
ditanggung bersama sesuai dengan kesepakatan.
(Bidayatul Mujtahid II, hlm. 253-257)
Musyarakah menurut PSAK (106) adalah akad
kerjasama antara dua pihak atau lebih untuk suatu
usaha tertentu, dimana masing-masing pihak
memberikan konstribusi dana dengan ketentuan bahwa
keuntungan di bagi berdasarkan kesepakatan
sedangkan kerugian berdasarkan porsi konstribusi
dana.

Musyarakah merupakan akad kerja sama diantara
para pemilik modal yang mencampurkan modal mereka
dengan
tujuan
mencari
keuntungan.
Dalam
musyarakah, para mitra sama-sama menyediakan
modal untuk membiayai suatu usaha tertentu dan
bekerja sama mengelola usaha tersebut. Modal yang
ada harus digunakan dalam rangka mencapai tujuan
yang telah ditetapkan bersama sehingga tidak boleh
digunakan untuk kepentingan pribadi atau dipinjamkan
pada pihak lain tanpa seizin mitra lainnya. Setiap
mitra harus memberi konstribusi dalam pekerjaan
dan ia menjadi wakil mitra lain juga sebagai agen bagi
usaha kemitraan. Sehingga seorang mitra tidak dapat
lepas tangan dari aktivitas yang dilakukan mitra
lainnya dalam menjalankan aktivitas bisnis yang
normal.

Jenis Musyarakah
• Berdasarkan Eksistensinya

Syrikah Al-Milk

Syirkah Al-‘uqud

Kepemilikan bersama (co-ownership)
yang keberadaannya muncul apabila
dua orang atau lebih memperoleh
kepemilikan bersama (joint ownership)
atas suatu kekayaan (Aset).

Kemitraan
yang
tercipta
dengan
kesepakatan dua orang atau lebih
untuk bekerja sama dalam mencapai
tujuan tertentu.

Syirkah Al-‘uqud dibedakan menjadi:

1. Syirkah Abdan (syirkah fisik)

2. Syirkah Wujuh

Bentuk kerja sama antara dua pihak atau
lebih dari kalangan pekerja/profesional
di mana mereka sepakat untuk bekerja
sama mengerjakan suatu pekerjaan dan
berbagi penghasilan yang di terima.
Kerja sama antara dua pihak di mana
masing-masing pihak sama sekali tidak
menyertakan modal. Mereka menjalankan
usahanya berdasarkan kepercayaan pihak
ketiga. Masing-masing mitra menyumbang
nama baik, reputasi, credit worthiness,
tanpa menyetorkan modal.

3. Syrikah ‘Inan

Bentuk kerja sama di mana posisi dan
komposisi pihak-pihak yang terlibat di
dalamnya tidak sama, baik dalam hal modal
maupun pekerjaan. Tanggung jawab para
mitra dapat berbeda dalam pengelolaan
usaha.
4. Syirkah Mufawadah

Bentuk kerja sama di mana
komposisi pihak-pihak yang
dalamnya harus sama, baik
modal, pekerjaan, agama,
maupun risiko kerugian.

posisi dan
terlibat di
dalam hal
keuntungan

• Berdasarkan PSAK (106)

Musyarakah Permanen
Musyarakah dengan ketentuan bagian
dana setiap mitra ditentukan saat
akad dan jumlahnya tetap hingga
akhir masa akad.

Musyarakah Menurun

Musyarakah dengan ketentuan bagian
dana dalam satu mitra akan dialihkan
secara bertahap kepada mitra lainnya
sehingga
bagian
dananya
akan
menurun dan pada akhir akad mitra
lain tersebut akan menjadi pemilik
penuh musyarakah tersebut.

Skema Akad Musyarakah

Rukun dan Ketentuan Musyarakah
Pelaku

para mitra yang cakap hukum dan telah balig.

Obyek
musyarakah

suatu konsekuensi dengan dilakukannya akad
musyarakah yaitu harus ada modal dan kerja

Ijab kabul

pernyataan dan ekspresi saling rida/rela diantara
pihak-pihak pelaku akad yang dilakukan secara
verbal, tertulis, melalui korespondensi atau
menggunakan cara-cara komunikasi modern.

Nisbah

Ini merupakan bagi hasil antara
berdasarkan kesepakatan bersama.

kedua

mitra

Pengakuan dan Pengukuran
Pengakuan Dan Pengukuran Investasi Musyarakah

Investasi musyarakah yang diserahkan dalam bentuk kas dinilai sebesar
jumlah yang dibayarkan . Jurnal yang harus dibuat oleh bank syariah untuk
mencatat investasi musyarakah dalam bentuk kas adalah :

Rekening
Dr. Investasi Musyarakah
Cr. Kas

Debit

Kredit

xxx
xxx

Pengakuan dan Pengukuran Keuntungaan/Kerugian
Apabila dari investasi musyarakah diperoleh keuntungan, maka jurnal yang
harus dibuat oleh bank syariah adalah:
Rekening

Dr. Kas/Piutang

Debit

Kredit

xxx

Cr. Pendapatan Bagi Hasil

xxx

Apabila dari investasi musyarakah yang dilakukan diperoleh kerugian, maka
jurnal yang harus dibuat oleh bank syariah adalah:
Rekening
Dr. Kerugian
Cr. Penyisihan Kerugian

Debit

Kredit

xxx
xxx

Pengakuan dan Pengukuran pada Akhir Akad

Jurnal yang harus dibuat oleh bank syariah untuk mencatat jurnal penjualan
asset nonkas yang mengalami keuntungan adalah:
Rekening
Dr. Kas

Debit

Kredit

xxx

Cr. Investasi Musyarakah

xxx

Cr. Keuntungan

xxx

Sebaliknya, apabila dalam penjualan investasi musyarakah mengalami
kerugian, maka jurnal yang harus di buat bank syariah adalah :
Rekening

Debit

Dr. Kas

xxx

Dr. Kerugian

xxx

Cr. Investasi Musyarakah

Kredit

xxx

:
y
B
t
n
e
s
e
r
P
Jumriani Nur
Annisa Afisa
M. Nur M
Rahma Ramadhani

Judul: Akuntansi Musyarakah.pptx

Oleh: Jumriani Nur


Ikuti kami