Akuntansi Manajemen

Oleh Rini Elfina

18 tayangan
Bagikan artikel

Transkrip Akuntansi Manajemen

AKUNTANSI MANAJEMEN
RINI ELFINA
Dosen Program Studi Manajemen
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Ibnu Sina
Email: rini.elfina@uis.ac.id

1

BAB I.
PENGANTAR AKUNTANSI MANAJEMEN

A.

Pengertian Akuntansi Manajemen

Akuntansi adalah : Proses dari transaksi yang dibuktikan
dengan faktur,lalu dari transaksi dibuat jurnal,buku besar,neraca
lajur,sehingga menghasilkan informasi dalam bentuk laporan
keuangan yang dapat digunakan oleh pihak – pihak tertentu.

Manajemen adalah : Seni untuk melakukan sesuatu
guna mencapai tujuan dengan bantuan orang lain.

Manajemen perusahaan
melakukan Planning,
Controlling perusahaan.

mempunyai fungsi yaitu

Organizing,Staffing,Directring,

:
dan

Akuntansi Manajemen Adalah : Salah Satu bidang ilmu
akuntansi yang mempelajari bagaimana cara menghasilkan
informasi keuangan untuk pihak manajemen yang selanjutnya
akan digunakan untuk pengambilan keputusan.
Pada umumnya informasi yang dihasilkan lebih dalam dan
biasanya tidak dipublikasikan.
Hasil dari akuntansi manajemen berupa keputusan keputusan
bidang keuangan.
Contohnya : keputusan tentang aset tanah
Dalam Akuntasi manajemen, didalamnya ada akuntansi biaya
sebagai bagian dari akuntansi manajemen, dalam akuntansi biaya
akan dipelajari penentuan dan pengendalian biaya yang terjadi
2

dalam perusahaan yang pada akhirnya akan menghasilkan
informasi biaya yang akan digunakan manajemen untuk
mengambil keputusan.
Hasil akhir akuntansi biaya adalah informasi tentang biaya
produksi untuk kepentingan kegiatan manajemen perusahaan
industri, yang meliputi bahan baku, biaya tenaga kerja langsung,
dan biaya overhead pabrik,penyimpanan dan penjualan produk
jadi.

B. Tujuan Akuntansi Manajemen :
1. Menyediakan informasi yang biasa digunakan untuk menghitung
HPP( harga Pokok Produksi dan jasa ,dan tujuan lain yang
diinginkan manajemen)
2. Menyediakan
informasi
dalam
perencanaan,pengevaluasian,perbaikan
pengambilan keputusan).

rangka
melakukan
berkelanjutan,
dab

C. Hasil Akuntansi Manajemen
Akuntansi Manajemen akan menghasilkan informasi yang berguna bagi
pihak internal perusahaan.
Informasi akuntansi manajemen terutama digunakan oleh pimpinan
perusahaan untuk menunjang pelaksanaan fungsi – fungsi manajemen,
khususnya fungsi perencanaan dan pengawasan.

Informasi yang dihasilkan adalah :
1. Informasi akuntansi penuh
Merupakan informasi yang dibutuhkan oleh akuntansi manajemen untuk
pengambilan keputusan. Informasi akuntansi penuh adalah seluruh
3

informasi tentang aktiva,pendapatan yang diperoleh, dan biaya baik masa
lalu dan masa mendatang.
2. Informasi akuntansi deferensial
Informasi deferensial merupakan informasi yang dibuat untuk memilih
salah satu alternative pilihan pada perusahaan.
3. Informasi pertanggungjawaban
Informasi pertanggungjawaban merupakan informasi aktiva,pendapatan,
biaya yang terjadi di pusat pertanggungjawaban yang ada dalam
perusahaan.
Empat jenis pusat pertanggungjawaban, yaitu :
1. Pusat biaya adalah pusat pertanggungjawaban yang prestasi
managernya dinilai berdasarkan biaya yang telah dikeluarkan/
digunakan.
2. Pusat pendapatan adalah pusat pertanggung jawaban yang prestasi
manager
nya
dinilai
berdasarkan
pendapatan
yang
dihasilkan/diperoleh.
3. Pusat laba adalah pusat pertanggungjawaban yang menandingkan
biaya yang dikeluarkan dengan pendapatan dalam satuan moneter.
4. Pusat investasi adalah pusat pertanggungjawaban yang prestasi
manajernya dinilai berdasarkan laba yang dihasilkan yang berkaitan
dengan investasi yang ditanamkan pada pusat pertanggungjawaban
yang dipimpinnya.

D. Peran Akuntansi Manajemen dalan Perusahaan
Akuntansi manajemen mempunyai peran besar dalam perusahaan yaitu :
membantu orang – orang yang mempunyai tanggung jawab untuk
melaksanakan cita – cita atau tujuan perusahaan.

4

Akuntansi manajemen berperan sebagai pemberi informasi dibidang
keuangan,agar pengambil keputusan
mempunyai arah ketika akan
mengambil keputusan.
Peran Akuntansi Manajemen di perusahaan adalah sbb :
1. Penentuan Harga Pokok Produksi
2. Analisis Biaya Volume Laba
3. Biaya relevan untuk pengambilan keputusan
4. Penentuan harga jual
5. Penanaman Modal
6. Sistem pengendalian manajemen
7. Harga transfer
8. Balanced scorcard

5

BAB II. PERILAKU BIAYA

A. Perilaku Biaya dan Manajemen
Dalam era globalisasi perusahaan dituntut untuk berperilaku efisien dan
ekonomis dalam menghadapi persaingan yang semakin ketat ini.
Salah satu unsur penting dalam upaya untuk memenangkan persaingan
adalah kemampuan dalam menurunkan biaya tanpa mengorbankan mutu.
Biaya dalam arti luas : pengorbanan sumber ekonomi yang diukur dalam
satuan uang dalam usahanya mendapatkan sesuatu untuk mencapai tujuan
tertentu baik yang sudah terjadi dan belum terjadi/baru direncanakan.

Biaya dalam sempit : pengorbanan sumber ekonomi dalam satuan uang
untuk memperoleh aktiva.
CONTOH 1:
Perusahaan konveksi memproduksi kaos olah raga sebanyak 500 kaos.
Untuk itu perusahaan membutuhkan 1000 meter kain jenis kaos halus
dengan harga Rp. 10.000,- per meter, sehingga total harga bahan kain kaos
halus yang dipakai untuk memproduksi kaos olah raga adalah Rp.
10.000.000,-

Kesimpulan :
Biaya utk membuat kaos olah raga adalah Rp. 10.000.000,- karena :
1. Kain kaos 1000 meter merupakan pengorbanan sumber ekonomi.
2. Pengorbanan tersebut diukur dalam satuan uang yaitu Rp.
10.000.000,3. Pengorbanan sumber ekonomi telah terjadi.

6

4. Pengorbanan sumber ekonomi tersebut ada tujuannya yaitu membuat
kaos olahraga.

CONTOH 2 :
Seorang Manager Pemasaran perusahaan celana jeans berencana akan
mengiklankan produknya di stasiun televisi. Harga yang harus dibayarkan
untuk pembuatan iklan diperkirakan Rp. 1.000.000.000,-. Untuk
penayangan televisi dalam 1 tahun Rp. 5.000.000.000,- .Pajak yang harus
dibayar Rp. 100.000.000,Kesimpulan :Dalam contoh ini jumlah biaya yang akan dikeluarkan Rp.
6.100.000.000,- merupakan biaya.Biaya yang berhubungan dengan
pengorbanan yang telah terjadi dan pengorbanan yang baru direncanakan
terjadi.
Perilaku biaya adalah : cara biaya berubah dimana perubahan tersebut ada
hubungannya dengan perubahan penggunaan aktifitas.

Penggolongan biaya berdasarkan perilaku biaya :
1. Biaya tetap
2. Biaya Variabel
3. Biaya semivariabel

B. BIAYA TETAP
Adalah : biaya yang jumlah totalnya tidak berubah dalam kisaran tertentu
meskipun volume produksi perusahaan berubah.
Biaya tetap dibagi menjadi :
1. Biaya tetap komitmen

7

Merupakan biaya tetap yang tidak dapat dikurangi atau dieliminasi oleh
manajemen.
2. Biaya tetap diskresionari
Merupakan biaya tetap yang dapat dikurangi atau dieleminasi oleh
manajemen.

C. BIAYA VARIABEL
Biaya yang jumlah totalnya akan berubah sesuai dengan perubahan volume
produksi barang.

Biaya Variabel dibagi menjadi :
1. Biaya Variabel Enjiner
Merupakan biaya variable yang memiliki hubungan fisik tertentu dengan
jumlah volume yang dihasilkan dari produksi.

2. Biaya Variabel diskresionery
Merupakan biaya variable yang masukan dan keluarannya sebanding dan
sifatnya sesuai dengan kebijakan manajemen.

D. BIAYA SEMI VARIABEL
Biaya yang jumlahnya berubah – rubah secara tidak proporsional yang
mempunyai hubungan dengan perubahan kuantitas barang yang yang
diproduksi.Dalam biaya semi variabel ini memiliki unsur biaya tetap dan
biaya variabel.
Prosedur Pemisahan Biaya Semi Variabel

8

Biaya Semi Variabel memiliki unsure biaya tetap dan biaya Variabel. Ada
2 Pendekatan yang digunakan untuk memisahkan biaya semi variable ke
dalam elemen biaya tetap dan biaya variable, yaitu :
1. Pendekatan Analisis
Pendekatan ini dengan cara menyelidiki tiap – tiap pekerjaan , untuk
menentukan perlu tidaknya suatu biaya, jumlah biaya dalam kegiatan,
metode pekerjaan yang efisien sehingga dapat menentukan jumlah biaya
yang bersangkutan dengan pelaksanaan pekerjaan tersebut pada berbagai
tingkat kegiatan secara ekonomis.
2. Pendekatan historis
Pendekatan ini dengan cara menganalisis biaya yang terjadi di masa lalu
dalam hubungannya dengan v olume kegiatan. Dalam pendekatan ini data
biaya selama beberapa periode dikumpulkan dan dihitung biaya tetap dan
biaya variabelnya.
PERTIMBANGAN PERILAKU BIAYA
Untuk dapat mengklasifikan biaya sesuai dengan perilakunya maka
diperlukan berbagai pertimbangan atas dasar:
1. Waktu
Mengklasifikasikan biaya dengan cara bergantung pada batasan waktu (
jangka panjang ataupun jangka pendek), mproduk pesanan dalam waktu 1
tahun ( masuk dalam jangka pendek).
Biaya ini termasuk dalam golongan biaya tetap. Sedangkan apabila biaya
tenaga kerja ini tidak hanya satu tahun kontraknya maka manajemen bisa
memandang ini sebagai biaya variabel.
2.

Sumber Daya dan Ukuran Out Put

Mengklasifikasikan biaya dengan cara melihat keperluan sumber daya yang
dibutuhkan untuk menghasilkan output/keluaran /produk. Semakin sering
melakukan produksi/aktivitas maka semakin besar pula biayanya.
==============================================
9

BAB III. HARGA POKOK PRODUK

Dalam menentukan harga pokok produksi perusahaan dapat menggunakan
metode :
1. Full costing ; Metode untuk menentukan harga pokok produk,
dengan membebankan semua biaya produksi tetap maupun variabel
pada produk yang dihasilkan.
2. Variabel costing ; Metode untuk menentukan harga pokok produk
dengan hanya memperhitungkan biaya produksi variabel saja.
3. Activity Based Costing (ABC) : adalah system akumulasi biaya dan
pembebanan biaya ke produk dengan menggunakan berbagai cost
driver, dengan menelusuri biaya dari aktivitas produk.

Contoh soal untuk Metode Full Costing dan variabel costing:
PT. Abadi memproduksi dan menjual alat tenun dari bahan kayu. Adapun
data operasional adalah sebagai berikut :
Harga jual per unit = Rp. 500.000,Biaya produksi :
- Biaya Variabel per unit :
Bahan langsung

Rp.

110.000,-

Tenaga Kerja langsung

Rp.

60.000,-

Overhead pabrik variable
- Biaya Tetap per tahun

Rp.

30.000,-

Rp. 12.000.000,-

10

Persediaan barang jadi :
- Unit persediaan awal

Rp.

0

- Unit yang diproduksi

Rp. 100 unit

- Unit yang terjual

Rp.

Biaya pemasaran tetap selama satu tahun

80 unit
Rp.

Biaya pemasaran variable per unit

7.000.000,-

Rp.

50.000,-

Dari data diatas, maka hitunglah HPP menggunakan full costing dan
sajikan dalam laporan laba rugi :

Jawab :
Biaya Produksi :
= bahan langsung + tenaga kerja langsung + overhead pabrik variable
+overhead pabrik tetap
= Rp.110.000 + Rp. 60.000 +Rp.30.000 + (Rp. 12.000.000/100)
= Rp. 320.000,Harga pokok produk keseluruhan sebesar Rp.320.000,-

Laporan Laba Rugi :
Penjualan ( 80 x Rp. 500.000)

=

Rp. 40.000.000

HPP :
Persediaan Awal

= Rp.

0

Harga pokok produksi ( 100 x Rp320.000) = Rp. 32.000.000
Barang tersedia untuk dijual

=Rp. 32.000.000

Persediaan akhir (20 x Rp. 320.000)

=Rp. 6.400.000 (-)
11

Harga Pokok Penjualan
)
Laba Kotor

=
=

Rp. 25.600.000(Rp. 14.400.000

Biaya Pemasaran variable

=

Rp. 4.000.000

Biaya Pemasaran tetap
)

=

Rp. 7.000.000 (-

Laba bersih

= Rp. 3.400.000

12

BAB IV. ACTIVITY BASED COSTING

A. Pengertian dan Fase ABC
Salah satu cara yang digunakan untuk menentukan harga pokok produk
adalah dengan metode Activity Based Costing (ABC). ABC dapat
digunakan pula untuk menghitung komponen harga pokok dengan
detail.
Metode Activity Based Costing
Adalah metode costing yang dirancang untuk menyediakan informasi
biaya bagi manajer untuk pembuatan keputusan stratejik dan keputusan
lain yang mempengaruhi kapasitas dan biaya tetap.
Tujuan Metode Activity Based Costing
Adalah untuk mengalokasikan biaya – biaya produksi berdasarkan
aktivitas yang dilaksanakan, kemudian mengalokasikan biaya tersebut
berdasarkan aktivitas – aktivitasnya.
Manfaat Penerapan ABC
Manfaat penerapannya di perusahaan :
1. Sebagai penentu harga pokok produk yang lebih akurat.
2. Meningkatkan mutu pembuatan keputusan.
3. Menyempurnakan perencanaan strategic
4. Meningkatkan kemampuan yang lebih baik dalam mengelola
aktivitas,melalui penyempurnaan yang berkesinambungan.

Perusahaan yang layak memakai Sistem ABC apabila memenuhi syarat
– syarat sbb :
1. Perusahaan yang cukup modal ( banyak menggunakan mesin)
13

2. Perusahaan yang memiliki difersifikasi produk
3. Menggunakan fasilitas yang sama
4. Setiap produknya memiliki proses produksi yang berbeda.

AKTIVITAS ABC
Karena metode menghitung harga pokok produk dengan menggunakan
system ABC dan pembebanannya berdasarkan aktivitas yang dilakukan
untuk memproduksi produk, maka landasan utama metode ABC adalah
aktivitas.
4 kategori aktivitas dalam Sistem ABC yakni :
1. Aktivitas berlevel unit
Aktivitas berlevel unit adalah aktivitas yang dikerjakan setiap kali 1 unit
produk diproduksi.Besar kecilnya aktivitas ini dipengaruhi oleh jumlah unit
yang diproduksi. Contoh : Tenaga kerja langsung dan jam mesin.
2. Aktivitas berlevel batch
Aktivitas berlevel batch adalah aktivitas yang besar kecilnya dipengaruhi
oleh jumlah batch yang diproduksi.Sebagai contoh, biaya aktivitas setup
dan biaya penjadwalan produksi.
3. Aktivitas berlevel produk
Aktivitas berlevel produk adalah : aktivitas yang dikerjakan untuk
mendukung berbagai produk yang diproduksi oleh perusahaan.Contoh :
aktivitas desain dan pengembangan produk.

4. Aktivitas berlevel fasilitas
Adalah : Aktivitas yang meliputi aktivitas yang menopang proses
manufaktur secara umum yang diperlukan untuk menyediakan fasilitas atau
kapasitas pabrik untuk memproduksi produk namun banyak sedikitnya
aktivitas ini tidak berhubungan dengan volume atau bauran produk yang
14

diproduksi. Contoh : penerangan pabrik,pajak bumi,depresiasi
pabrik,pemeliharaan bangunan,biaya kebersihan, keamanan,pertamanan.

COST DRIVER
Cost Driver merupakan suatu factor yang menyebabkan perubahan biaya
aktifitas. Dalam pemilihan cost driver memerlukan pertimbangan sebagai
berikut :
1. Biaya Pengukuran
Sistem ABC terdapat cost driver yang dapat dipilih untuk digunakan.Cost
driver yang dipilih sebaiknya memiliki data atau informasi yang
tersedia,untuk meminimalkan biaya pengukuran.
2. Pengukuran Tidak Langsung dan tingkat korelasi
Adanya struktur informasi sebelumnya dapat digunakan dengan cara lain
untuk meminimalkan biaya dalam memperoleh kuantitas cost driver.
Tahap – Tahap penerapan ABC
Tahap Pertama ( 1)
1. Penggolongan Berbagai aktivitas
2. Pengasosiasian berbagai biaya dengan berbagai aktivitas
3. Menentukan Cost Driver yang tepat
4. Penentuan kelompok - kelompok – kelompok biaya yang homogen.
5. Penentuan tarif kelompok.
Tahap ke 2
1. Menentukan obyek biaya
KELEMAHAN ABC
1.Alokasi,beberapa biaya dialokasikan secara sembarangan,karena sulitnya
menemukan aktivitas biaya tersebut.Contoh pengelolaan proses produksi.
15

2.Mengabaikan
biaya,biaya
tertentu
yng
diabaikan
analisis.Contoh:iklan,riset,pengembangan,dan sebagainya.

dari

3.Pengeluaran dan waktu yang dikonsumsi,di samping memerlukan biaya
yang mahal juga memerlukan waktu yang cukup lama.

SOAL :
Pabrik sepatu PT. Kemuning Jaya menghasilkan produk, nike dan adidas
dan menggunakan sitem penetapan biaya dimana semua biaya tidak
langsung dikumpulkan di dalam suatu full biaya dan dialokasikan
berdasarkan pada jam mesin.
Manajemen memutuskan untuk menetapkan sistim ABC karena studi
tentang biaya mengungkapkan bahwa biaya umum berhubungan dengan
aktivitas set up dan aktivitas desain, banyaknya set up dan banyaknya jam
mesin desain merupakan pendorong aktivitas untuk kedua biaya tersebut
dan jam mesin selanjutnya digunakan sebagai dasar untuk mengalokasikan
biaya tidak langsung.
Berikut ini informasi dari pabrik sepatu KEMUNING JAYA :
Nike

Adidas

Total

Unit yang diproduksi 800
BIAYA
BAHAN
LANGSUNG
Per unit
250

17,000

17,800

Total

850,000 1,050,000

200,000

50

Biaya Upah Langsung 80,000

425,000 505,000

Jam desain

9,600

4,400

14,000

Setup
Jam mesin

120

80

200
16

5,000

45,000

50,000

OVERHEAD
Desain

350,000

Setup

250,000

Lain – lain

1,200,000

Total Overhead

1,450,000

Diminta Hitunglah total biaya dan biaya per unit untuk kedua produk
dengan sistem perhitungan Harga Pokok Produk ABC

17

BAB V. ACTIVITY BASED COSTING

A. Pengertian dan Fase ABC
Salah satu cara yang digunakan untuk menentukan harga pokok produk
adalah dengan metode Activity Based Costing (ABC). ABC dapat
digunakan pula untuk menghitung komponen harga pokok dengan
detail.
Metode Activity Based Costing
Adalah metode costing yang dirancang untuk menyediakan informasi
biaya bagi manajer untuk pembuatan keputusan stratejik dan keputusan
lain yang mempengaruhi kapasitas dan biaya tetap.
Tujuan Metode Activity Based Costing
Adalah untuk mengalokasikan biaya – biaya produksi berdasarkan
aktivitas yang dilaksanakan, kemudian mengalokasikan biaya tersebut
berdasarkan aktivitas – aktivitasnya.
Manfaat Penerapan ABC
Manfaat penerapannya di perusahaan :
1. Sebagai penentu harga pokok produk yang lebih akurat.
2. Meningkatkan mutu pembuatan keputusan.
3. Menyempurnakan perencanaan strategic
4. Meningkatkan kemampuan yang lebih baik dalam mengelola
aktivitas,melalui penyempurnaan yang berkesinambungan.

Perusahaan yang layak memakai Sistem ABC apabila memenuhi syarat
– syarat sbb :
1. Perusahaan yang cukup modal ( banyak menggunakan mesin)
2. Perusahaan yang memiliki difersifikasi produk
18

3. Menggunakan fasilitas yang sama
4. Setiap produknya memiliki proses produksi yang berbeda.

AKTIVITAS ABC
Karena metode menghitung harga pokok produk dengan menggunakan
system ABC dan pembebanannya berdasarkan aktivitas yang dilakukan
untuk memproduksi produk, maka landasan utama metode ABC adalah
aktivitas.
4 kategori aktivitas dalam Sistem ABC yakni :
1. Aktivitas berlevel unit
Aktivitas berlevel unit adalah aktivitas yang dikerjakan setiap kali 1 unit
produk diproduksi.Besar kecilnya aktivitas ini dipengaruhi oleh jumlah unit
yang diproduksi. Contoh : Tenaga kerja langsung dan jam mesin.
2. Aktivitas berlevel batch
Aktivitas berlevel batch adalah aktivitas yang besar kecilnya dipengaruhi
oleh jumlah batch yang diproduksi.Sebagai contoh, biaya aktivitas setup
dan biaya penjadwalan produksi.
3. Aktivitas berlevel produk
Aktivitas berlevel produk adalah : aktivitas yang dikerjakan untuk
mendukung berbagai produk yang diproduksi oleh perusahaan.Contoh :
aktivitas desain dan pengembangan produk.

4. Aktivitas berlevel fasilitas
Adalah : Aktivitas yang meliputi aktivitas yang menopang proses
manufaktur secara umum yang diperlukan untuk menyediakan fasilitas atau
kapasitas pabrik untuk memproduksi produk namun banyak sedikitnya
aktivitas ini tidak berhubungan dengan volume atau bauran produk yang

19

diproduksi. Contoh : penerangan pabrik,pajak bumi,depresiasi
pabrik,pemeliharaan bangunan,biaya kebersihan, keamanan,pertamanan.

COST DRIVER
Cost Driver merupakan suatu factor yang menyebabkan perubahan biaya
aktifitas. Dalam pemilihan cost driver memerlukan pertimbangan sebagai
berikut :
1. Biaya Pengukuran
Sistem ABC terdapat cost driver yang dapat dipilih untuk digunakan.Cost
driver yang dipilih sebaiknya memiliki data atau informasi yang
tersedia,untuk meminimalkan biaya pengukuran.
2. Pengukuran Tidak Langsung dan tingkat korelasi
Adanya struktur informasi sebelumnya dapat digunakan dengan cara lain
untuk meminimalkan biaya dalam memperoleh kuantitas cost driver.
Tahap – Tahap penerapan ABC
Tahap Pertama ( 1)
1. Penggolongan Berbagai aktivitas
2. Pengasosiasian berbagai biaya dengan berbagai aktivitas
3. Menentukan Cost Driver yang tepat
4. Penentuan kelompok - kelompok – kelompok biaya yang homogen.
5. Penentuan tarif kelompok.
Tahap ke 2
1. Menentukan obyek biaya
KELEMAHAN ABC
1.Alokasi,beberapa biaya dialokasikan secara sembarangan,karena sulitnya
menemukan aktivitas biaya tersebut.Contoh pengelolaan proses produksi.
20

2.Mengabaikan
biaya,biaya
tertentu
yng
diabaikan
analisis.Contoh:iklan,riset,pengembangan,dan sebagainya.

dari

3.Pengeluaran dan waktu yang dikonsumsi,di samping memerlukan biaya
yang mahal juga memerlukan waktu yang cukup lama.
CONTOH SISTEM ABC
Pabrik sepatu PT. Maju Jaya menghasilkan produk, nike dan adidas dan
menggunakan sitem penetapan biaya dimana semua biaya tidak langsung
dikumpulkan di dalam suatu full biaya dan dialokasikan berdasarkan pada
jam mesin.
Manajemen memutuskan untuk menetapkan sistim ABC karena studi
tentang biaya mengungkapkan bahwa biaya umum berhubungan dengan
aktivitas set up dan aktivitas desain, banyaknya set up dan banyaknya jam
mesin desain merupakan pendorong aktivitas untuk kedua biaya tersebut
dan jam mesin selanjutnya digunakan sebagai dasar untuk mengalokasikan
biaya tidak langsung.

Berikut ini informasi dari pabrik sepatu MAJU JAYA :
Nike

Adidas

Total

Unit yang diproduksi 800
BIAYA
BAHAN
LANGSUNG
Per unit
250

17,000

17,800

Total

850,000 1,050,000

200,000

50

Biaya Upah Langsung 80,000

425,000 505,000

Jam desain

9,600

4,400

14,000

Setup

120

80

200

Jam mesin

5,000

45,000

50,000
21

OVERHEAD
Desain

350,000

Setup

250,000

Lain – lain

1,200,000

Total Overhead

1,450,000

Diminta Hitunglah total biaya dan biaya per unit untuk kedua produk
dengan sistem perhitungan Harga Pokok Produk ABC

22

BAB VI.
BIAYA RELEVAN UNTUK PENGAMBILAN KEPUTUSAN

1. Pengertian Biaya Relevan
Biaya Relevan adalah biaya yang terjadi pada masa mendatang dalam
berbagai alternatif untuk pengambilan keputusan manajemen.
Biaya relevan disebut juga sebagai biaya deferensial yaitu biaya yang
mempunyai alternatif yang berbeda – beda.
Apabila biaya tersebut sama semua maka disebut sebagai biaya tidak
relevan.
Biaya yang tidak relevan adalah biaya yang tidak
mempengaruhi
pengambilan keputusan, oleh
karena itu biaya ini tidak perlu
diperhitungkan atau dipertimbangkan dalam proses pengambilan
keputusan.

B. Pengambilan Keputusan
Manajemen selalu mengambil keputusan yang meliputi berbagai macam
hal , contoh : keputusan dalam kegiatan produksi rutin atau keputusan yang
diambil dalam masalah – masalah khusus.
Diantara keputusan khusus dalam Perusahaan adalah :
- Keputusan mempertahankan atau menghentikan usaha
- Menyewakan atau menjual fasilitas perusahaan.
- Menerima atau menolak pesanan khusus.
- Menjual atau mengolah lebih lanjut.
- Mengganti aktiva karena kerusakan fisik dan perkembangan
teknologi.
23

C. Keputusan membuat sendiri atau membeli di tempat lain
Keputusan khusus yang pertama adalah perusahaan dihadapkan pada
pilihan dalam rangka pengadaan komponen barang untuk memproduksi
barang,perusahaan akan membuat sendiri atau membeli komponen tersebut
di tempat lain.Akuntansi manajemen membuat hitungan dari sisi keuangan
mana diantara kedua alternatif tersebut yang akan dipilih perusahaan dan
mana dari kedua alternatif tersebut yang paling menguntungkan dari segi
keuangan.Keputusan membuat sendiri atau membeli memiliki dua tipe:
1.Kondisi awal membuat sendiri
2.Kondisi awal biasa membeli
Contoh:
PT.ANDALAS selama ini membeli salah satu komponen untuk produknya
sebanyak 20.000 unit dengan harga Rp19.000 per unit.Jadi,jika membeli
komponen biaya yang akan dikeluarkan adalah :
20.000 unit x Rp19.000=Rp380.000.000
Jika perusahaan membuat sendiri komponen tersebut,biaya produksinya
sebagai berikut:
Biaya(Rp)

Unit

Jumlah (Rp)

Bahan Baku:

6.000

20.000

120.000.000

Biaya tenaga
kerja langsung

8.000

20.000

160.000.000

Biaya Overhead
Pabrik variabel

2.000

20.000

40.000.000

Biaya Tetap:
Biaya gaji tetap

40.000.000

Biaya depresiasi

40.000.000

Jumlah

400.000.000
24

Maka keputusan yang diambil adalah membeli dari luar Rp 380.000.000
karena biayanya lebih murah dibandingkan dengan membuat sendiri yaitu
Rp 400.000.000.
D.KEPUTUSAN PERTAHANKAN ATAU HENTIKAN
Dalam perusahaan yang mempunyai berbagai jenis produk dan
kadangkala dari beberapa produk yang dibuka ini ada yang menguntungkan
dan tidak menguntungkan.Dari pihak manajemen akan melakukan tindakan
apa saja untuk departemen yang tidak menguntungkan itu dengan
menggunakan analisis keuangan.
Departemen tersebut menderita kerugian secara terus-menerus.Maka
pihak manajemen harus mempertimbangkan pendapatan diferensial dan
biaya diferensial.Pengambilan keputusan dengan menghilangkan salah satu
jenis produk/departemen.Biaya-biaya yang tidak akan terjadi,jika suatu
jenis produk/departemen ditiadakan.Merupakan biaya relevan yang harus
dipertimbangkan dalam pemilihan alternatif.
Biaya tak terhindarkan(unavoidable cost) adalah biaya yang tetap akan
terjadi dengan pengambilan keputusan jika suatu jenis produk/departemen
ditiadakan (dieliminasi).Pada umumnya merupakan biaya bersama(join
cost) bagi beberapa jenis produk/departemen tidak mempengaruhi
terjadinya biaya tersebut.
Contoh:
Sebuah Departemen Store memiliki 3 departemen utama,yaitu Departemen
Makanan,Departemen Kelontong,dan Departemen Obat-obatan.Berikut ini
taksiran perhitungan rugi laba untuk setiap departemen.

Hasil
Penjualan

Makanan

Kelontong

Obat-obatan Jumlah

5.000.000

4.000.000

500.000

9.500.000

25

Biaya
Variabel

4.000.000

2.800.000

300.000

7.100.000

Margin
kontribusi

1.000.000

1.200.000

200.000

2.400.000

-Terhindarkan

750.000

500.000

75.000

1.325.000

-Tak
terhindarkan

300.000

500.000

100.000

900.000

Jumlah

1.050.000

1.000.000

175.000

2.225.000

Laba(Rugi)

(50.000)

200.000

25.000

175.000

Biaya tetap:

Manajemen Departemen Store mengambil keputusan untuk meneruskan
atau meniadakan Departemen makanan yang dalam beberapa tahun terakhir
ini selalu merugi.

Analisis Pendapatan Diferensial dan Biaya diferensial:
Alternatif I
Meneruskan Dept.
Makanan

Hasil penjualan

Alternatif II

Perbedaan

Meniadakan Dept.
Makanan

Rp.9.500.000

Rp.4.500.000

Rp.5.000.000

Variabel

Rp.7.100.000

Rp.3.100.000

Rp.4.000.000

Tetap terhindarkan

Rp.1.325.000

Rp.575.000

Rp.750.000

Jumlah

Rp.8.425.000

Rp3.675.000

Rp.4.750.000

Biaya:

26

Laba sebelum biaya
tak terhindarkan
diperhitungkan



Rp.1.075.000

Rp.825.000

Rp.250.000

Pendapatan yang dikorbankan apabila perusahaan meniadakan
Dept.Makanan adalah sebesar Rp 5.000.000,lebih besar daripada
biaya yang dapat dihindarkan,yakni Rp 4.750.000.

 Pada tabel perhitungan,Jumlah Biaya Kesempatan(Opportunity Cost)
adalah Rp 5.000.000(apabila perusahaan memilih untuk meniadakan
Dept.Makanan).
 Jika biaya kesempatan lebih besar daripada biaya terhindarkan apbila
perusahaan meniadakan Dept.Makanan,maka sebaiknya perusahaan
memutuskan untuk meneruskan departemen tersebut.
 Sebaliknya,jika biaya kesempatan lebih kecil daripada biaya
terhindarkan apabila perusahaan meniadakan Dept.Makanan,maka
sebaiknya perusahaan memutuskan untuk meniadakan departemen
tersebut.
 Biaya terhindarkan sering pula disebut sebagai penghemat biaya
tambahan (Incremental cost saving).
 Jika dengan meniadakan Dept.Makanan,perusahaan bermaksud
menambah Dept.kosmetik.
 Perusahaan harus menganalisis pendapatan diferensial dan biaya
diferensial antara tetap meneruskan Dept.Makanan dengan
meniadakan
Dept.Kosmetik(mengganti
Dept.Makanan
dgn
Dept.Kosmetik).
 Data Dept.Kosmetik:taksiran hasil penjualan Rp 3.000.000,biaya
variabel Rp 2.100.000,dan biaya tetap terhindarkan Rp 350.000.

27

Alternatif I
Meneruskan
Dept. Makanan

Alternatif II

Rp 9.500.000

Rp 7.500.000

Rp 2.000.000

-Variabel

7.100.000

5.200.000

1.900.000

-Tetap
terhindarkan

1.325.000

925.000

400.000

Jumlah

Rp 8.425.000

Rp 6.125.000

Rp 2.300.000

Laba sebelum
biaya tak
terhindarkan
diperhitungkan

Rp 1.075.000

Rp 1.375.000

(Rp 300.000)

Hasil Penjualan

Perbedaan

Menggantinya
dengan Dept.
Kosmetik

Biaya:

 Manajemen memilih alternatif II karena biaya kesempatan jika
alternatif II dipilih adalah
(Rp 2.000.000) lebih kecil
dibandingkan dengan biaya dapat dihindarkan (Rp 2.300.000).
 Jika memilih alternatif I.laba yang diperoleh (Rp 175.000=Rp
1.750.000-Rp900.000) lebih kecil dibandingkan dengan jika
alternatif II yang dipilih (Rp 475.000=Rp 1.375.000-Rp 900.000)
 Kesimpulan yang dapat diambil:Peniadaan Dept.Makanan dapat
dibenarkan,jika departemen tersebut diganti dengan Dept.Kosmetik.

28

Tugas Kelompok 1
- Keputusan Menyewakan atau Menjual fasilitas perusahaan
Contoh Soal : Perusahaan PT. Andalas mempunyai mesin lama yang sudah
mulai rusak dengan harga perolehan Rp. 60.000.000. dan nilai sisa Rp.
6.000.000. Biaya penyusutan Rp.54.000.000. Mesin tersebut direncanakan
akan disewakan, dengan biaya sewa perbulannya Rp. 2.000.000,-. Untuk
bisa disewakan mesin tersebut harus direparasi dengan biaya Rp.
15.000.000.
Selain itu PT. ANDALAS juga mempunyai alternatif untuk menjual mesin
lama tersebut seharga Rp. 20.000.000.Biaya komisi untuk perantara Rp.
1.500.000.Dari 2 alternatif diatas sebaiknya PT. ANDALAS menyewakan
atau menjual mesin lama tersebut?
Buatkan analisisnya
Masing – masing kelompok (1,2,3) membawa hasil tugasnya untuk
dipresentasikan.mencantumkan nama anggota kelompok tersebut. Semua
kelompok diwajibkan presentasi Kamis setelah libur Idul Fitri# selamat
mengerjakan#

Tugas Kelompok 2
- Menerima Atau Menolak Pesanan Penjualan Khusus
Perhitungan Rugi – Laba perusahaan PT. Andalas yang setiap bulan
memproduksi reguler genteng sebanyak 5.000 buah dengan harga jual
Rp.5.000/buah, biaya produksi terdiri dari biaya variabel per gentengnya
Rp. 800,- biaya tetapnya Rp. 15.000.000,-. Dan selanjutnya adanya
pesanan khusus 400 genteng dengan harga jual khusus Rp. 4.000/buah,sementara untuk biaya produksi biaya variabelnya sama dengan pesanan
biasa. Apakah pesanan khusus tersebut diambil atau tidak ? buatkan
analisisnya.
Masing – masing kelompok (1,2,3) membawa hasil tugasnya untuk
dipresentasikan.mencantumkan nama anggota kelompok tersebut. Semua
29

kelompok diwajibkan presentasi Kamis setelah libur Idul Fitri # selamat
mengerjakan #

TUGAS KELOMPOK 3
Menjual atau Mengolah lebih lanjut
Perusahaan kaos PT. ANDALAS bisa memilih alernatif menjual kain kaos
atau memproses kain kaos menjadi kaos polos. Harga Jual kain kaos Rp.
Rp. 29.000 permeter, harga pokok permeternya Rp. 16.000.
Bila kain kaos diproses menjadi kaos polos,harga jual perkaos yang
membutuhkan 1 meter kain kaos Rp. 35.500.
Tambahan biaya variabel Rp. 3.000 per kaos, Perusahaan bisa membuat
35.000 meter/kaos tiap periode. Buatkan analisis pengambilan
keputusannya.

Masing – masing kelompok (1,2,3) membawa hasil tugasnya ntuk
dipresentasikan.mencantumkan nama anggota kelompok tersebut. Semua
kelompok diwajibkan presentasi Kamis setelah libur Idul Fitri # selamat
mengerjakan

30

BAB VII.
PENENTUAN HARGA JUAL

a. Penentuan Harga Jual
Keputusan Penentuan harga Jual sangat penting dalam perusahaan, hal
tersebut akan dapat mempengaruhi laba yang ingin dicapai perusahaan dan
juga berpengaruh terhadap kelangsungan hidup perusahaan
TUJUAN PENETAPAN HARGA JUAL
Kotler dan Keller (2009) menyatakan bahwa tujuan penetapan harga yaitu
:
1. Kelangsungan Hidup
Perusahaan dapat mengejar kelangsungan hidup sebagai tujuan utamanya,
jika mengalami kapasitas lebih, persaingan ketat, atau perubahan keinginan
konsumen.
2. Laba Sekarang Maksimum
Banyak perusahaan menetapkan harga yang memaksimalkan labanya
sekarang.
3. Pendapatan sekarang Maksimum
Beberapa perusahaan menetapkan harga yang akan memaksimalkan dari
penjualan. Maksimalisasi pendapatan hanya membutuhkan perkiraan
fungsi pendapatan.
4. Pertumbuhan penjualan maksimum
Perusahaan lainnya ingin memaksimalkan unit penjualan.
5. Skimming pasar maksimum
Skimming pasar hanya mungkin dalam kondisi adanya sejumlah pembeli
yang memiliki permintaan tinggi, biaya perunit untuk memproduksi
31

volume kecil tidaklah sedemikian tinggi, sehingga dapat mengurangi
keuntungan .
6. Kepemimpinan mutu produk
Perusahaan mungkin mengarahkan untuk menjadi pemimpin dalam satu hal
mutu produk dipasar, dengan membuat produk yang bermutu tinggi dan
menetapkan harga yang lebih tinggi dari pesaingnya.

FAKTOR
HARGA



FAKTOR

YANG MEMPENGARUHI PENETAPAN

Kotler dan Keller (2009), keputusan penetapan harga sebuah perusahaan
dipengaruhi baik dari factor internal dan eksternal :

1. Faktor Internal . Faktor internal yang mempengaruhi penetapan
harga meliputi :
-

Tujuan Perusahaan

- Strategi bauran pemasaran
- Biaya
- Pertimbangan Organisasi

2. Faktor eksternal
Faktor eksternal yang mempengaruhi keputusan penetapan harga meliputi :
- Pasar dan permintaan
- Biaya, Harga, dan penawaran barang
- Keadaan perekonomian
32

METODE PENETAPAN HARGA
1. Metode penetapan harga jual berdasarkan biaya:
a. Cost Plus Pricing Method ( penentuan harga jual dimana biaya
digunakan sebagai dasar penentuan).
Harga Jual total = Biaya Total + Margin

Contoh :
Ali mempunyai usaha menjual roti bolu dan mendapatkan order sebanyak
1000 roti untuk sebuah acara pernikahan.
Biaya yang dikeluarkan oleh ali untuk membuat roti tersebut :
Biaya Bahan Baku

Rp .400.000,-

Biaya Tenaga Kerja langsung

Rp. 200.000,-

Biaya Overhead pabrik

Rp. 100.000,-

Jika Ali menginginkan laba sebesar 40 % dari biaya total maka :
Harga total = Biaya total + laba
= Rp. 700.000 + 40 % ( Rp. 700.000)
= Rp. 700.000 + Rp. 280.000
= Rp. 980.000
Harga jual Per roti = Rp. 980.000 : 1000
= Rp. 980
b. Mark up pricing method
Mark up pricing banyak digunakan oleh para pedagang.
Para pedagang akan menentukan harga jualnya dengan cara menambahkan
mark up yang diinginkan pada harga beli persatuan.
33

Harga jual = Harga beli + Mark up
Contoh :
Toko Sandal membeli sebuah sandal merek Ardil Rp. 100.000/buah,
dengan keuntungan ditentukan Rp.60.000. Harga Jual : Rp. 100.000 + Rp.
60.000,= Rp. 160.000

c. Penetapan Harga BEP ( Break Even Point)
Metode penetapan harga berdasarkan keseimbangan antara jumlah total
biaya keseluruhan dengan jumlah total penerimaan keseluruhan.
BEP => Total Biaya = Total Penerimaan
Contoh :
Ali memiliki usaha jus buah dirumahnya. Ali menetapkan harga jus
buahnya pergelas Rp. 7000.
Biaya tetap Rp. 300.000,- biaya variable per gelas Rp. 4.000. maka titik
impas dalam volume dan dalam rupiah adalah sebagai berikut :
BEP ( dalam unit) =
Rp. 300.000 : (Rp.7000- Rp.4000) = 100 gelas
BEP ( dalam rupiah)=
Rp. 300.000 : 1 – ( 4000 :7000) = Rp 700.000
Jadi jika Ali menjual 100 gelas atau Ali mendapatkan uang Rp. 700.000,Maka kelebihannya itu adalah keuntungannya.
2. Metode penetapan harga jual berdasarkan Harga pesaing/Kompetitor
Penetapan harga dilakukan dengan menggunakan harga kompetitor sebagai
bahan referensi.

34

3. Penetapan Harga Berdasarkan Permintaan
Penetapan harga jual dilakukan dengan menganalisis konsumen. Konsumen
diminta untuk memberikan pernyataan apakan konsumen merasa harga
murah,terlalu murah, terasa mahal dan terlalu mahal.
STRATEGI PENETAPAN HARGA
Penetapan harga Adalah : Tahapan dimana perusahaan menggolongkan
produk atau jasa yang dihasilkan menjadi 2 yaitu : produk baru atau produk
yang belum memiliki konsumen tetap atau produk yang sudah memiliki
pangsa pasar. Strategi penetapan harga ini juga berhubungan dengan siklus
kehidupan produk (Product life cycle).

UNTUK PRODUK BARU
Dalam menetapkan strategi penetapan harga yang efektif untuk produk
yang dihasilkan, atau tahap perkenalan ini terdapat 2 alternatif strategi
penetapan harga yaitu :
1. Harga mengapung (Skimming Price)
Mematok harga tinggi pada produk yang dihasilakn,diharapkan dapat
menutupi b iaya dan menghasilkan laba maksimum perusahaan memberi
keyakinan dengan harga mahal produk berkualitas). Pendekatan ini tepat
digunakan pada perusahaan yang menghasilkan produk dengan minim
pesaing.
2. Harga Penetrasi
Mematok harga yang rendah untuk menciptakan permintaan yang banyak
dari konsumen.Strategi ini diterapkan pada perusahaan yang menjual
barang dan jasa yang tidak mempunyai nilai simbolis tinggi. Pendekatan ini
juga sangat sesuai pada pasar yang sensitive harga.
PRODUK YANG TELAH BEREDAR
Strategi penetapan harga untuk produk lama yang telah beredar,tahapan
siklusnya beerada pada 3 tingkatan berikutnya setelah perkenalan yakni :
35

1. Tahapan Pertumbuhan
Penjualan Produk meningkat terus dari waktu ke waktu, selain itu pesaing
mulai muncul. Strategi pada masa tumbuhnya perusahaan sebaiknya tetap
mempertahankan harga produk sesuai pasar. Ketika pertumbuhan mulai
menurun,strategi yang pas adalah menurunkan harga untuk mendorong
penjualan sekaligus menghadapai persaingan yang semakin ketat.
2. Tahap Kematangan
Pada tahap ini perusahaan harus benar – benar responsive terhadap situasi
pasar,konsumen maupun pesaing.Penetapan harga pada tahap ini
menggunakan pendapat konsumen dan mendiskon produk atau jasa yang
dihasilkan. Hal ini diharapkan perusahaan dapat menjaga loyalitas
konsumen agar dapat meningkatkan permintaan dan laba.

3. Tahap penurunan
Pada Tahap ini merupakan tahap dimana permintaan konsumen menurun
terus menerus.Strategi yang diterapkan perusahaan pada tahap ini
sebaiknya mendiskon produk dan mempertahankan harga produk.Namun
untuk memperoleh keuntungan ,perusahaan dapat memotong biaya – biaya
yang dikeluarkan untuk produk, seperti biaya promosi.

36

Judul: Akuntansi Manajemen

Oleh: Rini Elfina


Ikuti kami