Akuntansi Manajemen

Oleh Erastia Nw

17 tayangan
Bagikan artikel

Transkrip Akuntansi Manajemen

AKUNTANSI MANAJEMEN
• Pengertian system informasi manajemen adalah system informasi
yang menghasilkan keluaran (output) dan berbagai proses yang di
perlukan untuk memenuhi tujuan tertentu manajemen.
• Sistem akuntansi manajemen mempunyai tiga tujuan al :
1. Menyediakan informasi yang dipergunakan dalam perhitungan
harga pokok jasa, produk, dan tujuan lain yang diinginkan
manajemen
2. Menyediakan informasi yang dipergunakan dalam perencanaan,
pengendalian, pengevaluasian dan perbaikan berkelanjutan.
3. Menyediakan informasi untuk pengambilan keputusan.
• PROSES MANAJEMEN
Proses manajemen adalah sebagai suatu aktivitas-aktivitas yang
meliputi antara lain :
 Perencanaan.
 Pengendalian. Dan
 Pengambilan keputusan

PROSES MANAJEMEN
• Perencanaan, adalah formulasi terinci dari kegiatan
untuk mencapai suatu tujuan akhir.
• Pengendalian, adalah aktivitas manajerial untuk
memonitor pelaksanaan rencana dan melakukan
tidakan korektif sesuai dengan kebutuhan.
• Proses Pengambilan Keputusan, yaitu proses
pemilihan di antara berbagai alternatif.

AKUNTANSI MANAJEMEN DAN
AKUNTANSI KEUANGAN
• Sistem informasi akuntansi pada suatu organisasi
memiliki dua subsistem utama yaitu :
• Sistem akuntansi Manajemen , yaitu menghasilkan
informasi untuk pengguna internal, seperti manajer,
eksekutif dan pekerja (di sebut akuntansi internal).
• Sistem akuntansi keuangan, yaitu berhubungan
terutama dengan penyediaan keluaran bagi
pengguna eksternal (di sebut akuntansi eksternal).

PERBEDAAN AKUNTANSI MANAJEMEN DAN
AKUNTANSI KEUANGAN
• AKUNTANSI MANAJEMEN
1. Fokus internal
2. Tidak mengikuti aturan
3. Informasi keuangan dan non
keuangan(bersifat subyektif)
4. Penekanan pada masa yang akan
datang

• AKUNTANSI KEUANGAN
1. Fokus eksternal
2. Mengikuti aturan tertentu dari
pihak eksternal
3. Informasi keuangan bersifat
objektif
4. Berorientasi histories

5. Evaluasi dan keputusan internal
didasarkan atas informasi yang
sangat rinci

5. Informasi mengenai
perusahaan secara
keseluruhan

6. Sangat luas dan multi disiplin

6. Lebih independen

TEMA BARU DALAM AKUNTANSI MANAJEMEN
• Manajemen berdasarkan aktivitas (Activity-Based
Management), adalah suatu pendekatan di seluruh
system dan terintegrasi, yang memfokuskan
perhatian manajemen pada berbagai aktivitas,
dengan tujuan meningkatkan nilai untuk pelanggan
dan laba sebagai hasilnya.
• Orientasi pada pelanggan, yaitu perusahaan dapat
menciptakan
keunggulan
kompetitif
dengan
menciptakan nilai bagi pelanggan yang lebih baik
dengan biaya yang sama atau lebih rendah dari
pesaing.
• Perspektif lintas fungsional, yaitu akuntan
manajemen harus memahami banyak fungsi bisnis,
mulai dari manufaktur, pemasaran, distribusi hingga
ke pelayanan konsumen.

TEMA BARU DALAM AKUNTANSI MANAJEMEN
• Manajemen kualitas total (Total quqlity management),
perbaikan berkelanjutan adalah hal yang mendasar sifatnya
bagi pengembangan proses manufaktur yang sempurna, yang
merupakan kunci untuk bertahan hidup dalam lingkungan
persaingan global.
• Waktu sebagai unsure kompetitif, Waktu adalah unsure
penting dari semua tahap rantai nilai, Perusahaan kelas dunia
mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk mencapai pasar
dengan cara memperpendek siklus desain, implementasi dan
produksi.
• Efisiensi, meningkatkan efisiensi adalah hal yang sangat vital
bagi organisasi, baik pengukuran efisiensi financial maupun
nonfinansial.
• Bisnis secara elektronik (E-business), adalah semua transaksi
bisnis atau pertukaran informasi yang dijalankan dengan
menggunakan teknologi informasi dan komunikasi

KODE / PERILAKU ETIS
• Perilaku etis yaitu melibatkan pemilihan tindakantindakan yang benar, sesuai serta adil.
• STANDAR PERILAKU ETIS UNTUK AKUNTAN
MANAJEMEN :
 Kompetensi.
 Kerahasiaan
 Integritas
 Objektivitas

STANDAR PERILAKU ETIS UNTUK AKUNTAN
MANAJEMEN
1. kompetensi, akuntan manajemen bertanggung
jawab untuk :
a. Menjaga tingkat kompetensi profesional yang
diperlukan
dengan
dg.
terus
menerus
mengembangkan pengetahuan dan keahliannya.
b. Melakukan kewajiban profesionalnya sesuai dg.
Hukum, peraturan, dan standar teknis yang berlaku.
c. Menyusun laporan dan rekomendasi yg. Lengkap
serta jelas setelah melakukan analisis yang
memadai terhadap informasi yg, relevan dan andal

STANDAR PERILAKU ETIS UNTUK AKUNTAN
MANAJEMEN
2. Kerahasiaan, akuntan manajemen bertanggung jawab
untuk :
a. Menahan diri utk tdk mengungkapkan tanpa izin
informasi rahasia yg diperoleh dari tempat kerjannya,
kecuali diharuskan secara hukum.
b. memberitahu bawahan seperlunya kerahasiaan dari
informasi yang diperoleh dari tempat kerjanya, dan
memonitor aktivitas mereka utk menjaga kerahasiaan
tsb.
c. Menahan diri untuk menggunakan informasi rahasia yg
diperoleh dari tempat kerjanya utk tujuan yg tidak etis
dan tidak sah baik secara pribadi maupun melalui pihak
ke tiga

STANDAR PERILAKU ETIS UNTUK AKUNTAN
MANAJEMEN
3. Integritas, akuntan manajemen bertanggung jawab
untuk :
a. Menghindari konflik kepentingan yg aktual dan
mengingatkan semua pihak terkait mengenai adanya
potensi konflik’
b. Menahan diri dari keterlibatan berbagai aktivitas yg akan
menimbulkan kecurigaan thd kemampuan mereka untuk
melakukan tugasnya secara etis.
c. Menolak
pemberian,
penghargaan,
dan
keramahtamahan yg dpt mempengaruhi mereka dalam
bertugas.
d. Menahan diri untuk tidak melakukan pengikisan thd
legitimasi organisasi dan tujuan-tujuan etis, baik secara
pasif maupun aktif

STANDAR PERILAKU ETIS UNTUK AKUNTAN
MANAJEMEN
Mengenali dan mengkomunikasikan berbagai
keterbatasan profesional atau kendala lainnya yg
akan menghalangi munculnya penilaian yg
bertanggung jawab atau keberhasilan dlm
mengerjakan suatu aktivitas.
f. Mengkomunikasikan informasi yang baik atau buruk,
dan penilaian atau opini profesional.
g. Menahan diri dari keterlibatan dalam aktivitas yang
merugikan profesi.
e.

STANDAR PERILAKU ETIS UNTUK AKUNTAN
MANAJEMEN
4.

Objektivitas,
akuntan
manajemen
bertanggung jawab untuk :
a. Mengkomunikasikan informasi dg adil dan
objektif.
b.Mengungkapkan semua informasi relevan
yang diperkirakan dapat mempengaruhi
pemahaman pengguna terhadap laporan,
komentar, dan rekomendasi yang disajikan .

SERTIFIKASI YANG TERSEDIA BAGI
AKUNTAN MANAJEMEN




Sertifikasi Akuntansi Manajemen (Certificate
in Management Accounting – CMA ).
Akuntan Publik (Certified Public Accountants
– CPA ).
Auditor Internal Bersertifikat (Certified
Internal Auditor – CIA )

PEMBEBANAN BIAYA : PENELUSURAN LANGSUNG (DIRECT TRACING),
PENELUSURAN PENGGERAK (DRIVER TRACING) DAN ALOKASI /
ALLOCATION

• Biaya adalah kas atau nilai ekuivalen kas yang
dikorbankan untuk mendapatkan barang atau jasa
yang diharapkan memberi manfaat saat ini atau
dimasa datang bagi organisasi.
• Objek biaya dapat berupa al :
• Produk
• Pelanggan
• Departemen
• Proyek
• Aktivitas dll.

PEMBEBANAN BIAYA : PENELUSURAN LANGSUNG (DIRECT TRACING),
PENELUSURAN PENGGERAK (DRIVER TRACING) DAN ALOKASI /
ALLOCATION

• Contoh.
– Jika suatu bank ingin menetapkan biaya kartu kredit
platinium, maka objek biaya adalah kartu kredit pltinium.
– Jika sebuah rumah sakit ingin menetapkan biaya
departemen operasional, maka objek biaya adalah
departemen operasional dll
Keakuratan Pembebanan
• Keakuratan adalah suatu konsep yang relative, dan harus
dilakukan dengan wajar serta logis terhadap penggunaan
metode pembebanan biaya.
• Tujuannya adalah untuk mengukur dan membebankan biaya
terhadap sumber daya yang dikonsumsi oleh objek biaya

PEMBEBANAN BIAYA : PENELUSURAN LANGSUNG (DIRECT TRACING),
PENELUSURAN PENGGERAK (DRIVER TRACING) DAN ALOKASI /
ALLOCATION

Ketertelusuran

• Ketertelusuran
adalah
kemampuan
untuk
membebankan biaya ke objek biaya dengan cara
yang layak secara ekonomi berdasarkan hubungan
sebab akibat.
• Metode Penelusuran
• Penelusuran adalah pembebanan aktual
biaya
keobjek biaya, dengan menggunakan ukuran yang
dapat diamati atas sumber daya yang dikonsumsi
oleh objek biaya

PEMBEBANAN BIAYA : PENELUSURAN LANGSUNG (DIRECT TRACING),
PENELUSURAN PENGGERAK (DRIVER TRACING) DAN ALOKASI /
ALLOCATION



Metode Penelusuran ada 2 yaitu :
1. Penelusuran langsung, adalah suatu proses
pengidentifikasian dan pembebanan biaya
yang berkaitan secara khusus dan fisik
dengan suatu objek.
2. Penelusuran
Penggerak,
aadalah
penggunaan penggerak untuk membebani
biaya ke objek biaya

PEMBEBANAN BIAYA : PENELUSURAN LANGSUNG (DIRECT TRACING),
PENELUSURAN PENGGERAK (DRIVER TRACING) DAN ALOKASI /
ALLOCATION

• Contoh
• Ryan dan Shana pergi makan siang bersama, mereka
sepakat untuk berbagi biaya makan siang. Mereka
memesan pizza ukuran besar (terbagi menjadi 10
potong) seharga $9, satu gelas besar root beer
seharga $2 (dengan isi untuk 5 gelas), dan Shana
memesan sepiring kecil salad seharga $1. Berapa
biaya yang dibebankan per orang ?. Asumsi : Ryan
memakan tujuh potong pizza dan meminum tiga
gelasroot beer sedangkan Shana mengkonsumsi
sisanya.

PEMBEBANAN BIAYA : PENELUSURAN LANGSUNG (DIRECT
TRACING), PENELUSURAN PENGGERAK (DRIVER TRACING) DAN
ALOKASI / ALLOCATION
Keterangan
Salad (Penelusuran Langsung)
Pizza (Penelusuran Penggerak) :
$ 9/10 x 3 potong
$ 9/10 x 7 potong
Root Beer (Penelusuran
Penggerak) :
$ 2/5 x 2 gelas
$ 2/5 x 3 gelas
Total

Shana
$1

Ryan
-

$ 2,7
-

6,3

$ 0,8

$ 1,2
$ 7,5

$ 4,5

BIAYA PRODUK DAN JASA
• Keluaran (out put) organisasi menggambarkan salah
satu dari objek biaya terpenting. Ada dua jenis
keluaran al :
• Produk berwujud, yaitu barang yang dihasilkan
dengan mengubah bahan baku melalui penggunaan
tenaga kerja dan masukan (input) modal (Lahan,
pabrik dan mesin).
• Contoh :
– Televisi
– Mobil.
– Komputer dll

BIAYA PRODUK DAN JASA






Jasa (service) yaitu suatu aktivitas yang
dilakukan untuk seorang pelanggan dengan
menggunakan
produk
atau
fasilitas
organisasi.
Contoh :
Penyewaan kendaraan
Penyewaan Video dll.

BIAYA PRODUK DAN PELAPORAN KEUANGAN EKSTERNAL
• Salah satu tujuan system manajemen biaya adalah perhitungan
biaya produk untuk pelaporan keuangan eksternal.
• Biaya dikelompokkan menjadi dua kategori fungsional utama al :
1. Biaya produksi, adalah biaya yang berkaitan dengan pembuatan
barang dan penyediaan jasa.
2. Biaya non produksi, adalah biaya yang berkaitan dengan fungsi
perencanaan, pengembangan, pemasaran, distribusi, layanan
pelanggan, dan administrasi umum.
• Biaya Produksi dibagi menjadi 3 al :
1. Bahan Langsung
2. Tenaga Kerja Langsung
3. Biaya Overhead Pabrik

LAPORAN KEUANGAN EKSTERNAL
• Agar memenuhi kebutuhan pelaporan eksternal,
maka biaya-biaya harus diklasifikasikan berdasarkan
fungsi.
• Ketika menyusun laporan L/R Biaya produksi dan
biaya penjualan serta biaya administrasi dipisahkan.
• Contoh
Organisasi ManufakturLaporan Laba Rugi
Untuk Periode Tahun yang Berakhir 31 Desember 2011

LAPORAN KEUANGAN EKSTERNAL
Kterangan
Penjualan
Harga Pokok Penjualan :
- Persediaan awal barang jadi
- Harga Pokok Produksi
- Barang tersedia untuk dijual
- Persediaan akhir barang jadi
Marjin Kotor
-Beban Operasi :
- Beban penjualan
- Beban administrasi
-Laba sebelum pajak

Rp

500.000
1.200.000
1.700.000
300.000

600.000
300.000 +

Rp
2.800.000

1.400.000 1.400.000

900.000 500.000

JENIS-JENIS SISTEM AKUNTANSI MANAJEMEN




Sistem Akuntansi Manajemen berdasarkan fungsi
(Functional-based management / FBM).
– Dalam system FBM biaya-biaya sumber daya dibebankan
ke unit-unit fungsional dan kemudian ke produk.
– Dalam pembebanan biaya digunakan penelusuran
langsung dan penelusuran penggerak.
Sistem Akuntansi Manajemen berdasarkan aktivitas
(Activity-based management / ABM)
– Dalam system ABM Biaya dilacak untuk aktivitas dan
kemudian ke produk
– Dalam pembebanan biaya digunakan Penelusuran
langsung dan penggerak yang intensif.

Perbandingan antara system FBM
dengan ABM
Berdasar FBM
1. Penggerak berdasar unit

Berdasar ABM
1. Penggerak berdasar unit dan
non unit
2. Intensif dalam penelusuran
2. Intensif alokasi
Pembiayaan produk luas dan
3. Pembiayaan produk sempit dan 3.
fleksibel
kaku
Fokus pada pengelolaan
4. Fokus pada pengelolaan biaya 4.
aktivitas
5. Informasi aktivitas sedikit
5. Informasi aktivitas terinci
6. Maksimalisasi dari kinerja unit
6.
Maksimalisasi kinerja system
individual
meluas
7. Penggunaan ukuran kinerja
7. Penggunaan baik ukuran
financial
kinerja financial maupun non
finansial

ANGGARAN BERDASARKAN FUNGSI DAN AKTIVITAS
PENJELASAN ANGGARAN
• Anggaran adalah rencana keuangan untuk masa depan,
rencana tersebut mengidentifikasi tujuan dan tindakan yang
diperlukan untuk mencapainya.
• ANGGARAN , PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN
• Perencanaan dan pengendalian mempunyai hubungan yang
sangat erat.
 Perencanaan, adalah pandangan kedepan untuk melihat
tindakan apa yang seharusnya dilakukan agar dapat
mewujudkan tujuan-tujuan tertentu.
 Pengendalian, adalah melihat kebelakang, memutuskan
apakah
yang
sebenarnya
telah
terjadi
dan
membandingkannya dengan hasil yang direncanakan
sebelumnya.
 Sedangkan anggaran merupakan komponen utama dari
perencanaan.

ANGGARAN BERDASARKAN FUNGSI DAN
AKTIVITAS
• Kelebihan dari anggaran
1. Memaksa para manajer untuk mlakukan
perencanaan.
2. Menyediakan
informasi
yang
dapat
digunakan untuk memperbaiki pembuatan
keputusan.
3. Menyediakan standar untuk evaluasi kinerja.
4. Memperbaiki komunikasi dan koordinasi.

MEMPERSIAPKAN ANGGARAN INDUK
Anggaran Induk (master budget) adalah rencana keuangan komprehensif bagi
organisasi secara keseluruhan.

• Komponen utama anggaran induk
1. Anggaran Operasional, mendeskripsikan aktivitas yang
menghasilkan pendapatan bagi perusahaan.
• Hasil akhir anggaran operasional adalah suatu proforma atau
perkiraan laba rugi, dan disertai dengan laporan pendukung al
:
– Anggaran penjualan
– Anggaran produksi
– Anggaran pembelian bahan baku langsung
– Anggaran tenaga kerja langsung
– Anggaran overhead
– Anggaran beban penjualan dan administrasi
– Anggaran persediaan akhir barang jadi
– Anggaran harga pokok penjualan.

MEMPERSIAPKAN ANGGARAN INDUK
2. Anggaran Keuangan (Financial Budget),
memerinci aliran masuk dan keluar kas serta
posisi keuangan secara umum.
• Anggaran keuangan terdiri dari :
 Anggaran Kas
 Anggaran Neraca
 Anggaran untuk pengeluaran modal

MENGGUNAKAN ANGGARAN UNTUK
EVALUASI KINERJA


Ada dua pertimbangan utama yang harus
dipertimbangkan al :
1. Menetapkan bagaimana jumlah yang
dianggarkan
seharusnya
dibandingkan
dengan hasil actual .
2. Melibatkan dampak anggaran atas perilaku
manusia.

ANGGARAN STATIS VERSUS ANGGARAN
FLEKSIBEL
• Anggarana statis (static budged) adalah anggaran
untuk tingkat aktivitas tertentu. Karena anggaran
statis tergantung pada tingkat aktivitas tertentu,
maka anggaran statis ini tidak begitu berguna untuk
menyiapkan laporan kinerja.
• Anggaran Fleksibel Aktivitas (Activity flexible
budgeting), adalah prediksi beberapa biaya aktivitas
nantinya jika terdapat perubahan pada output
aktivitas, anggaran ini memungkinkan perbaikan
dalam pelaporan kinerja anggaran tradisional

Soal Latihan
• PT. LA ingin mengadakan investasi perluasan pabrik, dana
investasi yg diperlukan sebanyak Rp 150.000.000. Dana investasi
tsb seluruhnya akan ditanamkan dalam aktiva tetap, dg nilai sisa
Rp 10.000.000. Umur ekonomis investasi piperkirakan 5 tahun.
Metode penyusutan adalah garis lurus . Tax 30 %. Dana untuk
investasi diperoleh dari modal sendiri sebesar 40% dari
kebutuhan, 40% dari pinjaman bank dan sisanya dari obligasi.
Biaya modal sendiri sebesar 20%, biaya modal dari pinjaman
bank 16% dan biaya modal dari dana obligasi 18%. Bunga
pinjaman Bank dan bunga obligasi dinyatakan sebesar biaya
pinjaman dan biaya obligasi. Manajemen menetapkan bahwa
untuk menghitung arus kas bersih investasi digunakan teori “
weighted Average Cost of capital”. Ramalan atas penjualan dan
biaya operasi tunai selama lima tahun adalah Sbb :

Soal Latihan
• Tahun volume penjualan
biaya operas tunai
1
5.000 unit
Rp 17.500.000
2
5.200 “
“ 19.000.000
3
5.500 “
“ 20.000.000
4
5.700 “
“ 20.500.000
5
6.000 “
“ 22.500.000
Harga jual per unit ditetapkan sama selama 5 tahun sebesar Rp 12.000
Diminta :
1. Menyusun proyeksi R/L dan mengitung Net Cash Flow
2. Menentukan Payback Period
3. Memberi syaran apakah proyek tsb dilaksanakan / tidak berdasarkan
perhitungan dengan menggunakan metode :
a. NPV
b. Profitability Index (PI)

BIAYA STANDAR SUATU ALAT PENGENDALIAN MANAJERIAL
Biaya standar adalah biaya produksi yang ditentukan dimuka untuk
mengukur pelaksanaan / pengeluaran biaya produksi sesungguhnya.

• Analisis Variansi : Penjelasan Umum
• Anggaran fleksibel dapat digunakan untuk mengidentifikasi
biaya yang seharusnya telah muncul pada tingkat aktivitas
actual tertentu. Angka ini diperoleh dengan cara mengalikan
jumlah input yang diizinkan pada output actual dengan
standar harga perunit. Dengan asumsi bahwa SP adalah
Standar Harga per unit suatu input dan SQ adalah Kuantitas
Standar input yang diizinkan untuk output actual, biaya input
yang direncanakan atau dianggarkan adalah SP x SQ.
Sedangkan Biaya input aktual adalah AP x AQ, dimana AP =
harga actual per unit input dan AQ = kuantitas input actual
yang digunakan.

BIAYA STANDAR SUATU ALAT PENGENDALIAN
MANAJERIAL
• Variansi Harga dan Efisiensi
Variansi Total Anggaran adalah perbedaan antara biaya
actual input dan biaya yang direncanakan.
• Variansi Total = (AP x AQ) – (SP x SQ)
Dimana :
 AP = harga actual per unit
 AQ = kuantitas actual bahan baku yang digunakan
 SP = Harga standar per unit
 SQ = kuantitas standar bahan baku yang digunakan

BIAYA STANDAR SUATU ALAT PENGENDALIAN MANAJERIAL
Keterangan

Standar
Harga
$
0,006
0,031
0,005
0,400
0,044

Bahan Baku Langsung:
- Jagung kuning
- Minyak goring
- Garam
- Limau
- Bungkus
Total bahn baku lngsung
Tenaga Kerja Langsung
- Pengawas
7,000
- Operator mesin
10,000
Total TKL
Overhead :
- Overhead variable
3,850
- Overhead Tetap
32,050
Total overhead
Total biaya standar unit

StandarPeng Standar
gunaan
Biaya
$
18 ons
0,108
2 ons
0,062
1 ons
0,005
0,01 ons
0,004
1bungkus
0,044

Subtotal
$

0,223
0,0070 jam
0,0008 jam

0,049
0,008
0,057

0,0078 jam
0,0078 jam

0,030
0,250
0,280
0.560

BIAYA STANDAR SUATU ALAT PENGENDALIAN
MANAJERIAL
 Standar Biaya = stangar harga x standar penggunaan
 Overhead tetap dibulatkan
Data PT. Chendy dari minggu pertama Maret sbb :
• Produksi actual
= 48.500 bungkus kripik jagung
• Biaya actual jagung 780.000 ons seharga @$ 0,0069 = $ 5.382
• Biaya aktual pengawas
360 jam seharga @$ 7,35 = $ 2.646
1.
2.

Hitunglah Variansi harga bahan baku
Hitunglah Variansi Penggunaan bahan baku

BIAYA STANDAR SUATU ALAT PENGENDALIAN MANAJERIAL
Macam-Macam Analisis Variansi :
I. Analisis variansi bahan baku
1. Analisis Variansi Harg Bahan Baku
Variansi Harga Bahan Baku (Material Price Variance – MPV)
Yaitu mengukur perbedaan antara berapa yang harus dibayar
untuk bahan baku dan berapa secara actual dibayar.
Rumus :
MPV = (AP-SP) x AQ
Dimana :
 AP = harga aktual per unit
 AQ = kuantitas actual bahan baku yang digunakan
 SP = Harga Standar per Unit

BIAYA STANDAR SUATU ALAT PENGENDALIAN MANAJERIAL
• Variansi Harga Bahan Baku dihitung sbb :
MPV = (AP-SP) x AQ
= ($0,0069 - $ 0,0060) x 780.000
= $ 0,0009 x 780.000
= $ 702 U
MPV
Persentase = -----------------------------SP x AQ
= 702/4.680
= 15%
Analisis Variansi Harga Bahan Baku

• Memutuskan apakah variansi signifikan / tidak.
• Jika tidak signifikan maka tidak ada langkah lebih jauh yang diperlukan.
• Jika signifikan maka untuk mencari tahu mengapa hal tersebut muncul

BIAYA STANDAR SUATU ALAT PENGENDALIAN MANAJERIAL
2. Analisis Variansi Penggunaan Bahan Baku

• Variansi penggunaan bahan baku (materials usage variance –
MUV)
Yaitu mengukur perbedaan antara bahan baku langsung yang
secara actual digunakan dan bahan baku langsung yang
seharusnya digunakan untuk output actual
Rumua :
• MUV = (AQ – SQ) x SP
Dimana :
 AQ = Kuantitas actual bahan baku yang digunakan.
 SQ = Kuantitas standar bahan baku yang diperbolehkan untuk
output actual
 SP = Harga standar per unit

BIAYA STANDAR SUATU ALAT PENGENDALIAN MANAJERIAL
• Variansi penggunaan bahan baku
MUV = (AQ – SQ) x SP
= (780.000 - 873.000) x $0,006
= $ 558 F
Standar kuantitas bahan baku dihitung sbb:
Jagung : 18 x 48.500 = 873.000 ons
MUV
Persentase
= ----------------------SQ x SP
= 558 / 5.238
= 10,7%
Analisis Penggunaan Bahan Baku
 Variansi penggunaan bahan baku yang dapat ditoleransi adalah hasil
pembelian jagung berkualitas tinggi yang dibeli oleh departemen
pembelian.
 Variansi yang ditoleransi pada intinya dapat dibebankan pada pembelian

BIAYA STANDAR SUATU ALAT PENGENDALIAN
MANAJERIAL
II. Analisis Tenaga Kerja Langsung



Variansi Tarif Tenaga Kerja (Labor Rate variance – LRV)
Yaitu menghitung perbedaan antara apa yang sudah dibayar untuk tenaga
kerja langsung dan apa yang seharusnya dibayar.

Rumus :
LRV = (AR – SR ) x AH
Dimana :
AR = Tarif upah actual per jam
SR = Tarif upah standar per jam
AH = Jam tenaga kerja langsung actual yang digunakan.
LRV = (AR – SR) x AH
= ($ 7,35 - $ 7,00) x 360
= $ 0,35 x 360
= $ 126 U

BIAYA STANDAR SUATU ALAT PENGENDALIAN
MANAJERIAL
LRV
• Persentase =------------= $ 126 / $ 2.520 = 5 %
SR x AH
Analisis Variansi Tarif Tenaga Kerja
 Variansi sebesar 5% dianggap tidak signifikan.
 Asumsi suatu penyelidikan telah dilakukan, dan penyebab
variansi adalah penggunaan operator mesin yang digaji lebih
tinggi dan lebih ahli sebagai pengawas, yang disebabkan oleh
dua pengawas keluar tanpa pemberitahuan resmi.
 Tindakan korektif adalah dengan merekrut dan melatih dua
pengawas baru.

BIAYA STANDAR SUATU ALAT PENGENDALIAN
MANAJERIAL
2. Variansi Efisiensi Tenaga Kerja (labor effisiency variance – LEV)
Yaitu mengukur perbedaan antara jam tenaga kerja yang secara actual
digunakan dan jam tenaga kerja yang seharusnya digunakan .
Rumus :





LEV = (AH – SH) x SR
Dimana :
AH = Jam tenaga kerja langsung actual yang digunakan.
SH = Jam standar tenaga kerja langsung yang seharusnya digunakan
SR = Tarif upah standar per jam
LEV = (AH – SH) x SR
= (360 – 339,5*) x $ 7
= 20,5 x $7
= $ 143,5 U

BIAYA STANDAR SUATU ALAT PENGENDALIAN
MANAJERIAL
* Perhitungan SH / Jam Standar TKL :
= 0,007 x 48.500
= 339,5 jam
LEV
Persentase = ---------------------= $ 143,50 / $ 2.376,50 = 6 %
SH x SR
Analisis Variansi Efisiensi Tenaga Kerja
Asumsi bahwa $ 143,5 variansi yang tidak ditoleransi dinilai signifikan.
Hal ini disebabkan banyaknya pemberhentian proses muncul karena tugas
operator mesin dipisah antara yang menjalankan mesin dan pengawasan .
(pekerjaan ganda diperlukan karena dua pengawas keluar tanpa
keterangan).
Tindakan koreksi yang direkomendasikan adalah merekrut dan melatih
dua pengawas baru.

BIAYA STANDAR SUATU ALAT PENGENDALIAN
MANAJERIAL
III. Analisis Variansi : Biaya Overhead.
Variansi Overhead Variabel
PT. Chendy aktivitas satu minggu (untuk minggu pertama bulan
Maret). Data berikut dikumpulkan untuk periode waktu
sekarang :
 Tarif overhead variabel ( standar )
$ 3,85 per jam
TKL
 Biaya actual overhead variable
$ 1.600
 Jam kerja actual (mesin dan pengawasan)
400
 Jumlah bungkus keripik yang diproduksi
48.500
 Jumlah jam yang diperbolehkan untk produksi
378,3 a/
 Overhead variable yang dibebankan
$ 1.456 b/

BIAYA STANDAR SUATU ALAT PENGENDALIAN
MANAJERIAL
Catatan :
a/. 0,0078 x 48.500
b/ $3,85 x 378,3 (dibulatkan kekoma terdekat, overhead
dibebankan
dengan
menggunakan
jam
yang
diperbolehkan dalam system biaya standar)
Variansi Total Overhead Variabel, adalah perbedaan antara
overhead variable yang actual dengan yang dibebankan .
Variansi Total = $ 1.600 - $ 1.456
= $ 144 U

BIAYA STANDAR SUATU ALAT PENGENDALIAN
MANAJERIAL
• Variansi Total Dapat Dibagi Dua
1.Variansi Pengeluaran Overhead Variabel
Yaitu mengukur pengaruh agregat dari perbedaan antara tariff actual
overhead variable (actual variable overhead rate – AVOR) dan tariff
standar overhead variable (standard variable overhead rate – SVOR).
Tarif actual overhed variable adalah overhead variable actual dibagi dengan
jam actual.
Dalam contoh kita, tariff ini adalah $ 1.600 / 400 = $ 4 per jam
Varians pengeluaran overhead variable
= (AVOR X AH) – (SVOR X AH)
= (AVOR – SVOR) X AH
= ($ 4 - $ 3,85) X 400
= $ 60 U

BIAYA STANDAR SUATU ALAT PENGENDALIAN
MANAJERIAL
2. Varians Efisiensi overhead variable, yaitu
mengukur perubahan dalam konsumsi
overhead variable, yang muncul karena
penggunaan efisiensi tenaga kerja langsung.
Varans Efisiensi Overhead Variable
= (AH – SH) X SVOR
= (400 – 378,3) X 3,85
= $ 84 U (dibulatkan)

BIAYA STANDAR SUATU ALAT PENGENDALIAN
MANAJERIAL
B. Varians Overhead Tetap
• Varians Total Overhead Tetap, adalah
perbedaan antara overhead tetap actual dan
overhead tetap yang dibebankan, dimana
overhead tetap yang dibebankan diperoleh
dengan mengalikan tariff standar overhead
tetap dengan jam standar yang diizinkan
untuk out put actual.

BIAYA STANDAR SUATU ALAT PENGENDALIAN
MANAJERIAL
• Contoh :
• Hal yang dianggarkan / direncanakan
- Overhead tetap yang dianggarkan
$
749.970
- Aktivitas praktis 23.400jam tenaga kerja langsung a/
- Tarif standar overhead tetap 32,05 b/
a/ jam yang diizinkan untuk memproduksi 3.000.000
bungkus kripik : 0,0078 x 3.000.000
b/ $ 749.970 / 23.400

BIAYA STANDAR SUATU ALAT PENGENDALIAN
MANAJERIAL
Hasil Aktual
- Produksi actual
2.750.000 bungkus kripik
- Biaya actual overhead tetap
$ 749.000
- Jam standar yang dimungkinkan untuk produksi actual
21.450 *
*/ 0,0078 x 2.750.000
Jadi Overhead Tetap Yang Dibebankan
= Tarif standar overhead tetap x Jam standar
= $ 32,05 x 21.450
= $ 687.473 (dibulatkan)

BIAYA STANDAR SUATU ALAT PENGENDALIAN
MANAJERIAL
1. Varians Pengeluaran Overhead Tetap , perbedaan antara

overhead tetap actual dengan overhead tetap yang
dianggarkan.
= ($ 749.000 - $ 749.970)
= $ 970 F (varians yang dikeluarkan)

2. Varians Volume Overhead Tetap, perbedaan antara overhead
tetap yang dianggarkan dengan overhead tetap yang
dibebankan.
= ($ 749.970 – $ 687.473)
= $ 62.497 U

Soal latihan
Jaya manufakturing memiliki lembar biaya standar sbb, untuk
salah satu produknya :
Bahan baku (2 kaki @ $5)
$ 10
Tenaga kerja langsung (0.5 jam @ $10)
5
Overhead tetap (0.5 jam @ $ 2)*
1
Overhead variable (0.5 jam @ $ 4)
2
Biaya unit standar
$ 18
* Tarif berdasarkan pada aktivitas yang diperkirakan yaitu, 2.500
jam

Soal latihan
Selama beberapa tahun belakangan ini, hasil aktual berikut
tercatat :
Produksi
6.000 unit
Bahan baku (11.750 kaki dibeli dan digunakan) $ 61.100
Tenaga kerja langsung (2.900 jam)
29.580
Overhead tetap
6.000
Overhead variable
10.500
Diminta :
Hitung variansi : bahan baku, tenaga kerja langsung, overhead
variable dan overhead tetap

AKUNTANSI PERTANGGUNGJAWABAN
1. Akuntansi pertanggungjawaban berdasarkan fungsi, aktivitas
dan strategi
 Akuntansi
pertangungjawaban
berdasarkan
fungsi,
menugaskan tanggung jawab pada unit organisasional dan
menyatakan ukuran kinerja berdasarkan faktor keuangan.
 Akuntansi pertanggungjawaban berdasarkan aktivitas,
menempatkan tanggung jawab pada proses dan
menggunakan ukuran kinerja keuangan dan nonkeuangan.
 Akuntansi pertanggungjawaban berdasarkan strategi,
menerjemahkan misi dan strategi organisasi ke dalam tujuan
operasional dan mengukur empat perspektif yang berbeda
yaitu perspektif keuangan, perspektif pelanggan, perpektif
proses serta perspektif pembelajaran dan pertumbuhan.

AKUNTANSI PERTANGGUNGJAWABAN
2. Analisis Nilai Proses
• Analisis penggerak, untuk pencarian akar penyebab
• Analisis aktivitas, untuk mengidentifikasikan dan menghitung isi nilai
• Pengukuran kinerja aktivitas, dapat diukur dalam bentuk keuangan dan
nonkeuangan
3. ukuran kinerja Aktivitas
Mengetahui seberapa baik kita saat ini dalam melakukan suatu aktivitas
seharusnya membuka potensi untuk melakukannya dengan lebih baik.
Dalam pembahasan ini difokuskan pada pengukuran keuangan. Ukuran
keuangan untuk efisiensi aktivitas meliputi al :
o Laporan biaya aktivitas bernilai tambah dan tidakbernilai tambah
o Trend dalam laporan biaya aktivitas
o Standar Kaizen
o Benchmarking
o Penghitungan biaya daur hidup

AKUNTANSI PERTANGGUNGJAWABAN
4. Balanced Scorecard
Balanced scorecard adalah system manajemen strategis yang mendefinisikan
system akuntansi pertanggungjawaban berdasarkan strategi.
Balanced scorecard menterjemahkan misi dan strategi organisasi kedalam
empat perspektif yaitu :
 Perspektif Keuangan, menetapkan tujuan kinerja keuangan jangka pendek
dan jangka panjang meliputi : pertumbuhan pendapatan, peurunan biaya,
dan pemanfaatan asset
 Perspektif Pelanggan, adalah sumber komponen pendapatan dari tujuan
keuangan
 Perspektif Proses, adalah sarana untuk menciptakan nilai pelanggan dan
pemegang saham meliputi ; proses inovasi, proses operasional dan proses
pasca penjualan.
 Perspektif Pembelajaran dan Pertumbuhan, yaitu sumber kemampuan yang
memungkinkan penyelesaian atau pemenuhan tujuan tiga perspektif lainnya
antara lain ; peningkatan kemampuan pegawai, peningkatan motivasi,
pemberdayaan dan pensejajaran , dan peningkatan kemampuan system
informasi.

Aktivitas bernilai tambah yaitu aktivitas-aktivitas yg perlu untuk
dipertahankan dalam bisnis
• Suatu aktivitas yg dapat diubah diklasifikasikan sbg nilai
tambah jika secara simultan memenuhi tiga kondisi :
1. Aktivitas yg menghasilkan perubahan.
2. Perubahan tsb tidak dapat dicapai oleh aktivitas yg sblmnya.
3. Aktivitas tsb memungkinkan aktivitas lain utk dilakukan
Contoh :
Produksi batang yg digunakan dalam silinder hidrolik.
Aktivitas pertama, pemotongan batang, memotong batang
panjang sesuai ukuran yang
benar untuk hidrolik.
Selanjutnya, batang yg terpotong dilas untuk memotong
pelatnya.

Aktivitas tak bernilai tambah, merupakan aktivitas yd tidak dapat
memenuhi salah satu dari ketiga kondisi yg didefinisikan
sblmnya
• Contoh :
Pemesanan ulang suku cadang, memproduksi secara terburuburu, dan pengerjaan ulang karena suku cadang yang cacat,
jaminan kerja, penanganan keluhan pelanggan, dan pelaporan
produk cacat.
Dalam operasional manufaktur ada 5 aktivitas utama yang siasia dan tidak perlu al :
1. Penjadwalan
2. Pemindahan
3. Penantian
4. Pengawasan
5. penyimpanan

Pelaporan biaya bernilai tambah dan tak bernilai tambah
• Biaya bernilai tambah
• Biaya tak bernilai tambah

= SQ X SP
= (AQ – SQ) X SP

Dimana :
SQ = tingkat out put bernilai tambah suatu aktivitas
SP = harga standar per unit ukuran output aktivitas.
AQ = kuantitas aktual yg digunakan utk sumber daya yg fleksibel
atau kapasitas aktivitas praktis yang dibutuhkan untuk
sumber daya yang terikat

contoh
• Pertimbangkan empat aktivitas berikut untuk perusahaan JIT : pengelasan,
pengerjaan ulang produk cacat, persiapan peralatan, dan pengawasan
pembelian komponen. Persiapan dan penggunaan bahan adalah aktivitas
yang diperlukan, pengawasan dan pengerjaan ulang adalah aktivitas yg
tidak diperlukan . Data berikut mengacu pada keempat aktivitas untuk
tahun yg berakhir 31 Desember 2010 tsb :
Aktivitas
penggerak aktivitas
SQ
AQ
SP
Pengelasan
jam pengelasan
10.000 12.000 $ 40
Pengerjaan ulang
jam pengerjaan ulang
0
10.000 9
Persiapan
jam persiapan
0
6.000 60
Pengawasan
jumlah pengawasan
0
4.000 15
Diminta :
Buatlah laporan biaya bernilai tambah dan tak bernilai tambah per 31-122010.

KALKULASI BIAYA PRODUKSI
• Kalkulasi biaya produk tradisional adalah penjumlahan dari
biaya bahan langsung, biaya tenaga kerja langsung dan alokasi
biaya overhead.
• Kalkulasi biaya berdasarkan aktivitas (Activity Based Costing
atau ABC) adalah perhitungan biaya produk didasarkan
aktivitas nyata pengorbanan input untuk memperoleh output.
Tujuan perhitungan model ini adalah untuk menentukan
obyek biaya secara akurat.
• Kalkulasi biaya tepat waktu (Just in Time atau JIT), adalah
pengorbanan sumber daya untuk mencipta output yang
hanya diminta pelanggan yang didasarkan pada penghematan
biaya persediaan, biaya tenaga kerja, dan biaya overhead
lainnya. Tujuannya untuk menghilangkan pemborosan dg cara
memproduksi suatu produk hanya dalam kuantitas yg diminta
pelanggan

Contoh kalkulasi Biaya Tradisional, ABC dan JIT
• Berikut adalah data akunatnsi untuk ketiga model tersebut :
Keterangan
produk A
produk B
total
Unit yg diproduksi 200 unit
100 unit
300 unit
Biaya bahan langsung
Rp 600.000
Rp 150.000
RP 750.000
Biaya tenaga kerja lgsg
Rp 200.000
Rp 50.000
Rp 250.000
Total biaya utama Rp 800.000
Rp 200.000
Rp 1.000.000
Biaya overhead pabrik:
Aktivitas
Aktivitas
Total Biaya
By pemeliharaan mesin
4.000 jam
1.000 jam
Rp 250.000
By penanganan bahan
400 jam
200 jam
Rp 300.000
By persiapan mesin 100 jam
50 jam
Rp 450.000
Total
Rp 1.000.000

Contoh kalkulasi Biaya Tradisional, ABC dan JIT
• Keterangan
produk A
produk B
total
Just in Time by sel 1 by sel 2
By pemeliharaan mesin
Rp 100.000
Rp 150.000
Rp 250.000
By penangan bahan Rp 200.000
Rp 100.000
Rp 300.000
Biaya persiapan batch
Rp 300.000
Rp 150.000
Rp 450.000
Total
Rp 600.000
Rp 400.000
Rp 1.000.000
Catatan :
Keterangan tentang pembebanan biaya overhead pabrik ke proses produksi :
a. Model Traditional Costing, didasarkan pada jam mesin
b. Model Activity Based Costing (ABC), didasarkan pada aktivitas
c. Model Just in Time (JIT), didasarkan pada jumlah biaya sel
Berdasarkan data diatas dapat disajikan kalkulasi biaya model tradisional, ABC dan
JIT

Soal untuk dikerjakan dan dikumpulkan
PT. Genderang memproduksi dua jenis produk (A dan B). Biaya overhead
telah dibagi kedalam 4 kelompok (cost Pools) yg menggunakan pemicu
biaya/cost driver sbb:
Produk
jumlah jumlah jam
pesanan
setup pesanan mesin pengemasan
A 40
70
2.000 150
B 10
140
3.000 250
Biaya per
Kelompok Rp 7.500
Rp 4.200
Rp 60.000
Rp20.000
Diminta :
1. Hitunglah tarif alokasi untuk setiap dari pemicu biaya yg disajikan diatas
2. Alokasikan biaya overhead ke produk A dan B dg menggunakan ABC
3. Hitunglah tarif overhead dg menggunakan jam mesin berdasarkan
pendekatan kalkulasi biaya tradisional. Alokasikan biaya overhead ke produk
A dan B

BIAYA KUALITAS
. Definisi Kualitas
Adalah derajat atau tingkat kesempurnaan, dalam hal ini,
kualitas adalah ukuran relative dari kebaikan (goodness)
Produk atau jasa yang berkualitas adalah yang memenuhi atau
melebihi harapan pelanggan dalam delapan dimensi al :
1. Kinerja (performance)
2. Estetika (aesthetic)
3. Kemudahan perwatan dan perbaikan (serviceability)
4. Fitur (features)
5. Keandalan (reliability)
6. Tahan lama (durability)
7. Kualitas kesesuaian (quality of conformance)
8. Kecocokan penggunaan (fitness for use)

BIAYA KUALITAS
Definisi Biaya Kualitas, adalah biaya-biaya yang
timbul karena mungkin atau telah terdapat
produk yang buruk kualitasnya.
Kategori Biaya Kualitas al :
1. Biaya pencegahan
2. Biaya Penilaian
3. Biaya Kegagalan Internal
4. Biaya Kegagalan Eksternal

BIAYA KUALITAS
• Biaya pencegahan, terjadi untuk mencegah kualitas yang
buruk pada produksi atau jasa yang dihasilkan. Misalnya;
biaya rekayasa kualitas, program pelatihan kualitas,
perencanaan kualitas, pelaporan kualitas, pemilihan dan
evaluasi pemasok, audit kualitas, siklus kualitas, uji lapangan
dan peninjauan desain.
• Biaya Penilaian, terjadi untuk menentukan apakah produk dan
jasa telah sesuai dengan persyaratan atau kebutuhan
pelanggan. Misalnya; biaya pemeriksaan dan pengujian bahan
baku, pemeriksaan kemasan, pengawasan kegiatan penilaian,
penerimaan produk, penerimaan proses, peralatan
pengukuran, dan pengesahan dari pihak luar.

BIAYA KUALITAS
• Biaya kegagalan internal, terjadi karena produk dan jasa yang
dihasilkan tidak sesuai dengan spesifikasi atau kebutuhan
pelanggan. Misalnya ; sisa bahan, pengerjaan ulang,
penghentian mesin, pemeriksaan ulang, pengujian ulang, dan
perubahan desain.
• Biaya kegagalan eksternal, terjadi karena produk dan jasa yang
dihasilkan gagal memenuhi persyaratan atau tidak memuaskan
kebutuhan pelanggan setelah produk disampaikan kepada
pelanggan. Misalnya ; biaya penarikan produk dari pasar, biaya
kehilangan penjualan karena kinerja produk yang buruk, retur
penjualan karena kualitas yang buruk, biaya garansi,perbaikan,
tanggung jawab hukum yang timbul, ketidak puasan pelanggan,
hilangnya pangsa pasar, biaya untuk mengatasi keluhan
pelanggan

Contoh soal
• Pada awal tahun 2009, PT ASI memulai sebuah program perbaikan
kualitas. Banyak upaya yang dilakukan untuk mengurangi jumlah unit
cacat yang diproduksi. Pada akhir tahun, laporan manajer produksi
mengungkapkan bahwa sisa bahan baku dan pengerjaan ulang mengalami
penurunan. Direktur utama persh. Tsb merasa gembira mendengarkan
keberhasilan tersebut tetapi ia menginginkan penilaian terhadap dampak
keuangan dari perbaikan tsb. Untuk membuat penilaian ini, data
keuangan tahun berjalan dan tahun sebelumnya dikumpulkan sbb :
Keterangan
2009($)
2010($)
Penjualan
10.000.000
10.000.000
Sisa bahan baku
400.000
300.000
Pengerjaan ulang
600.000
400.000
Pemeriksaan produk
100.000
125.000
Garansi produk
800.000
600.000
Pelatihan kualitas
40.000
80.000
Pemeriksaan bahan baku
60.000
40.000

Contoh soal
• Diminta :
1. Klasifikasikan biaya-biaya sebagai biaya pencegahan,
penilaian, kegagalan internal dan kegagalan ekternal.
2. Hitunglah biaya kualitas sebagai presentase dari penjualan
untuk masing-masing tahun. Berapa banyak pertambahan
laba yang disebabkan oleh peningkatan kualitas.
3. Jika biaya-biaya kualitas dapat ditekan menjadi2,5 % dari
penjualan, berapa banyak tambahan laba yang dihasilkan
melalui perbaikan kualitas.
4. Susunlah laporan biaya kualitas untuk tahun 2010

BIAYA KUALITAS
• Pengukuran Biaya Kualitas
Biaya kualitas dibagi menjadi 2 al :
1. Biaya kualitas yang dapat diamati, yaitu biaya yang
tersedia atau dapat diperoleh dari catatan akuntansi
perusahaan.
2. Biaya kualitas yang tersembunyi, yaitu biaya kesempatan
yang terjadi karena kualitas buruk. Contohnya ; biaya
kehilangan penjualan, biaya ketidakpuasan pelanggan,
dan biaya kehilangan pangsa pasar.
Ada 3 alat untuk mengestimasi/mengukur biaya kualitas yang
tersembunyi al :
 Metode Pengali
 Metode penelitian pasar
 Fungsi kerugian kualitas Taguchi

BIAYA KUALITAS
1. Metode Pengali, mengasumsikan bahwa total biaya kegagalan
adalah hasil pengalian dari biaya-biaya kegagalan yang
terukur.
Total biaya kegagalan eksternal = k (biaya kegalan eksternal
yang terukur)
2. Metode Penelitian Pasar, metode penelitian pasar formal
digunakan untuk menilai dampak kualitas yang buruk
terhadap penjualan dan pangsa pasar.
3. Fungsi Kerugian Kualitas Taguchi, setiap penyimpangan dari
nilai target suatu karakteristik kualitas dapat menimbulkan
biaya kualitas yang tersembunyi.
2

L (y) = k(y – T)

BIAYA KUALITAS
• k
= konstanta proporsionalitas yang besarnya
bergantung
pada struktur biaya kegagalan eksternal
perusahaan
• y
= nilai aktual dari karakteristik kualitas
• T
= nilai target dari karakteristik kualitas
• L
= kerugian kualitas

LAPORAN BIAYA KUALITAS
Biaya Pencegahan :
• Pelatihan kualitas
• Rekayasa keandalan
Biaya Penilaian:
• Pemeriksaan bahan baku
• Penerimaan produk
• Penerimaan proses
Biaya kegagalan Internal:
• Sisa bahan
• Pengerjaan ulang
Biaya kegagalan eksternal :
• Keluhan pelanggan
• Garansi
• Perbaikan
• Total biaya kualitas

xxx
xxx

xxx
xxx
xxx

xxx

xxx

xxx
xxx

xxx

xxx
xxx

xxx

xxx

xxx

PRODUKTIVITAS : PENGUKURAN DAN
PENGENDALIAN
Produktivitas berkaitan dengan memproduksi output secara
efisien, dan secara spesifik mengacu pada hubungan antara
output dan input yang digunakan untuk memproduksi
output.
• Efisiensi Produktif Total adalah suatu titik di mana dua
kondisi terpenuhi al :
1. Pada setiap bauran input untuk memproduksi output
tertentu, tidak satu input pun yang digunakan lebih dari yang
diperlukan untuk menghasilkan output.
2. Atas bauran-bauran yang memenuhi kondisi yang pertama,
dipilih bauran dengan biaya terendah.


PRODUKTIVITAS : PENGUKURAN DAN
PENGENDALIAN
• Pengukuran Produktivitas Parsial
 Pengukuran Produktivitas adalah penilaian kuantitatif atas
perubahan produktivitas. Tujuan pengukuran ini adalah untuk
menilai apakah efisiensi produktif telah meningkat atau
menurun.
Pengukuran Produktivitas Parsial adalah
pengukuran produktivitas untuk satu input pada suatu
waktu .
Rasio produktivitas = Output / Input
 Pengukuran Produktivitas Total, yaitu pengukuran
produktivitas dari seluruh input atau secara umum
pengukuran produktivitas total adalah sebagai pemfokusan
perhatian pada beberapa input yang secara total
menunjukkan keberhasilan perusahaan.

PELAPORAN SEGMEN DAN EVALUASI KINERJA
Analisis dan Pembandingan : Perhitungan biaya Variabel dan
biaya Absorpsi
 Perhitungan biaya variable (variable costing), yaitu
membebankan hanya biaya manufaktur variable ke produk.
 Perhitungan biaya absorpsi (absorption costing / full costing),
yaitu membebankan semua biaya manufaktur ke produk.

Klasifikasi biaya sebagai biaya produk atau periode
menurut perhitungan biaya variable dan absorpsi.

PELAPORAN SEGMEN DAN EVALUASI
KINERJA
Keterangan

Absorption costing

Variable costing

Biaya produk

Bahan baku langsung
Tenaga kerjalangsung
Overhead variable
Overhead tetap

 Bahan baku langsung
 Tenaga kerja langsung
 Overhead variable


Biaya periode

Beban penjualan
Beban administrasi

Overhead tetap
Beban penjualan
Beban administrasi

Perhitungan Biaya Variabel dan Evaluasi Kinerja
Manajer
• Jika kinerja laba diharapkan untuk mencerminkan kinerja
manajerial, maka manajer berhak untuk mengharapkan
berlakunya hal-hal sbb :
 Ketika pendapatan penjualan meningkat dari satu periode ke
periode berikutnya, sementara faktor-faktor lainnya tetap,
maka laba akan meningkat.
 Ketika pendapatan penjualan menurun dari satu period eke
periode berikutnya, sementara faktor-faktor lainnya tetap,
maka laba akan menurun
 Ketika pendapatan penjualan tidak berubah dari satu periode
ke periode berikutnya, sementara faktor-faktor lainnya tetap
maka laba akan tetap.

Perhitungan Biaya Variabel dan Evaluasi
Kinerja Manajer
 Manfaat perhitungan biaya variable dalam mengevaluasi
kinerja para manajer
Dengan pemisahan biaya menurut perilaku, perhitungan biaya
variable meningkatkan kemampuan manajer dalam
menelusuri dan mengendalikan biaya. Perhitungan biaya
variable memelihara antara usaha dan hasil yang diperlukan
bagi evaluasi kinerja manajemen yang lebih baik.
 Perhitungan biaya variable digunakan dalam perencanaan
dan pengendalian
Perhitungan biaya variable mensyaratkan manajemen untuk
membedakan antara biaya tetap dan variable. Pembedaan ini
penting dalam penyusunan anggaran biaya

ANALISIS BIAYA , VOLUME DAN LABA ALAT
PERENCAAN MANAJERIAL
• Yang menjadi fokus utama dalam analisis
biaya, volume dan laba (CVP) adalah :
 Harga produk
 Volume atau tingkat aktivitas
 Biaya variable per unit
 Total biaya tetap
 Komposisi dari kombinasi produk terjual

ANALISIS BIAYA , VOLUME DAN LABA ALAT
PERENCAAN MANAJERIAL
• Asumsi-asumsi dalam analisis biaya-volume-laba al :
 Fungsi pendapatan dan fungsi biaya berbentuk linier.
 Harga, total biaya tetap biaya variable per unit dapat
diidentifikasi secara akurat dan tetap konstan
sepanjang rentang/kisaran yang relevan
 Apa yang diproduksi dapat dijual
 Untuk analisis multi, diasumsikan bahwa bauran
penjualan diketahui
 Harga jual dan biaya diketahui dengan pasti

ANALISIS BIAYA , VOLUME DAN LABA ALAT
PERENCAAN MANAJERIAL
Dasar Analisis Biaya-Volume dan Laba
• Pengetahuan dasar yang sangat menentukan dalam analisis
biaya, volume dan laba adalah pemahaman tentang
penyusunan laporan rugi laba dengan pendekatan “ variable
Costing “
• Hubungan konsep biaya, volume dan laba dalam perencanaan
laba dapat digunakan untuk menghitung :
 Titik impas / BEP
 Target laba
 Marjin keamanan / MOS
 Titik penutupan usaha

ANALISIS BIAYA , VOLUME DAN LABA ALAT
PERENCAAN MANAJERIAL
1. Titik Impas / BEP, adalah tingkat aktivitas dimana suatu
organisasi tidak mendapat laba dan juga tidak merugi. Titik
impas/BEP dapat dihitung dengan dengan menggunakan al :
 Metode persamaan
Laba = penjualan – biaya variable – biaya tetap
 Metode Marjin Kontribusi
BEP (Rp) = biaya tetap / rasio marjin kontribusi
BEP (unit) = biaya tetap / marjin kontribusi per unit
 Metode Grafik

ANALISIS BIAYA , VOLUME DAN LABA ALAT
PERENCAAN MANAJERIAL
2. Analisis Target Laba
 Pada dasarnya sama dengan analisis titik impas,
perbedaannya hanya pada jumlah laba yang diperhitungkan
dalam formulanya
 BEP = biaya tetap + laba / rasio marjin kontribusi
3. Marjin Keamanan / margin of safety (MOS)
 Merupakan kelebihan penjualan yang dianggarkan atau
realisasi di atas volume penjualan pada titik impas. Hasil
perhitungannya menunjukkan jumlah sampai seberapa besar
penjualan dapat turun sehingga sampai pada titik impas.
 MOS = total penjualan – titik impas.

ANALISIS BIAYA , VOLUME DAN LABA ALAT
PERENCAAN MANAJERIAL
4. Titik Penutupan Usaha
• Suatu perusahaan dapat dipertimbangkan untuk
ditutup, jika hasil penjualan sudah tidak dapat lagi
menutupi biaya tetap tunai atau biaya tetap yang
segera memerlukan pengeluaran kas.
 Titik penutupan usaha (dalam Rp) = biaya tetap
tunai / rasio marjin kontribusi
 Titik penutupan usaha (dalam unit) = biaya
tetap tunai / marjin kontribusi per unit

ANALISIS DIFERENSIAL DAN KEPUTUSAN
KHUSUS / TAKTIS
Proses Keputusan Taktis
• Pengambilan keputusan dengan menggunakan
konsep biaya relevan umumnya digunakan untuk
keputusan tingkat taktis sebagai penjabaran dari
keputusan stratejik dari manajemen puncak.
Pemahaman mengenai konsep biaya relevan ini
terutama bermanfaat untuk :
• Keputusan membeli atau membuat sendiri
• Pesanan khusus
• Menjual atau memproses lebih lanjut

ANALISIS DIFERENSIAL DAN KEPUTUSAN
KHUSUS / TAKTIS
Konsep umum biaya relevan :
• Biaya diferensial, adalah perbedaan atau selisih biaya antara
dua alternative atau lebih
• Biaya tambahan, yaitu tambahan biaya yang akan terjadi
karena memilih suatu alternative
• Biaya kesempatan, yaitu potensi perolehan keuntungan
berupa pendapatan atau penghematan biaya yang hilang
karena memilih suatu alternative.
• Biaya terhindarkan, yaitu suatu biaya yang dapat dihilangkan
seluruhnya atau sebagian sebagai akibat dari pemilihan satu
alternative dalam suatu pengambilan keputusan.

Produk Bersama (Product Mix)
• Produk bersama adalah dua produk atau lebih yang
dihasilkan dari suatu unit input. Biaya pabrik yang
terjadi dalam menghasilkan produk bersama sampai
titik pemisahan disebut joint product cost.
• Produk bersama ini dapat berbentuk produk utama
dan produk sampingan.
Sehubungan dengan
pertimbangan biaya relevan keputusan khusus yang
timbul dari produk sampingan adalah keputusan
menjual atau mengolah lebih lanjut.

VARIABLE COSTING DAN PELAPORAN
TERSEGMENTASI
• VARIABLE COSTING DAN FULL COSTING
PENDEKATAN FULL COSTING / ABSORPTION COSTING
Dalam pendekatan / metode ini, perhitungan harga pokok
produk tanpa mempertimbangkan fator perilakunya (semua
unsur biaya produksi menjadi elemen harga pokok produk).
Dalam pendekatan full costing / pendekatan tradisional
menghasilkan laporan laba rugi
dimana biaya-biaya
diorganisir dan disajikan berdasarkan fungsi-fungsi produksi,
administrasi, dan penjualan. Biasanya laba rugi dengan
pendekatan ini digunakan untuk memenuhi pihak luar
perusahaan.

VARIABLE COSTING DAN PELAPORAN
TERSEGMENTASI
• PENDEKATAN VARIABLE
COSTING / DIRECT COSTING /
CONTRIBUTION APPROACH
• Dalam pendekatan ini biaya-biaya yang diperhitungkan sebagai
harga pokok produk adalah biaya produksi variable . Biaya –
biaya produksi tetap dikelompokkan sebagai biaya periodik
bersama-sama dengan biaya tetap non produksi.
• Dengan pendekatan variable costing, laporan laba rugi yang
mengelompokkan biaya berdasarkan perilaku biaya di mana
biaya – biaya dipisahkan menurut kategori biaya variable dan
biaya tetap dan tidak dipisahkan menurut fungsi – fungsi
produksi, administrasi dan penjualan. Laporan laba rugi ini
digunakan untuk memenuhi pihak internal perusahaan.

Contoh soal
• PT. Gersang memproduksi dan menjual 5.000 unit produk x
per tahun dengan Rp 18.750 per unit. Berikut adalah struktur
biaya produksi, pemasaran dan administrasi tahun 2010






BIAYA VARIABEL PER UNIT
BIAYA-BIAYA TETAP PER TAHUN
Bahan langsung Rp 1.500Overhead pabrik Rp 22.500.000
Tenaga kerja langsung
Rp 3.000Penjualan, adm. Rp 7.500.000
Overhead pabrik Rp 750
Total biaya tetap Rp 30.000.000
Penjualan, administrasi Rp 2.250

Berdasarkan data diatas diminta :
1. Hitunglah harga pokok produk per unit dg pendekatan full costing dan
variable costing
2. Susunlah laporan laba – rugi dengan pendekatan full costing dan variable
costing

KALKULASI BIAYA PRODUKSI
1. KALKULASI BIAYA PRODUKSI TRADISIONAL
Yaitu penjumlahan dari biaya bahan langsung, biaya tenaga kerja
langsung, dan alokasi biaya overhead.
2. KALKULASI BIAYA BERDASAR AKTIVITAS/ACTIVITY BASED COSTING ( ABC)
Yaitu perhitungan biaya produk didasarkan aktivitas nyata pengorbanan
input untuk memperoleh out put. Tujuannya adalah untuk menentukan
objek biaya secara akurat.
3. KALKULASI BIAYA MODEL TEPAT WAKTU/ JUST IN TIME
Yaitu pengorbanan sumber daya untuk mencipta output yang hanya
diminta pelanggan yang didasarkan pada penghematan biaya
persediaan, biaya tenaga kerja dan BOP lainnya. Tujuannya adalah untuk
menghilangkan pemborosan dengan cara memproduksi suatu produk
hanya dalam kuantitas yg diminta pelanggan

Berikut adalah data akuntansi untuk ketiga model tsb
keterangan

Produk A

Produk B

total

Unit yg diproduksi

200 unit

100 unit

300 unit

Biaya bahan langsung
Biaya tenaga kerja langsung
Total biaya

Rp 600.000
Rp 200.000
Rp 800.000

Rp 150.000 Rp 750.000
Rp 50.000 Rp 250.000
Rp 200.000 Rp 1.000.000

Biaya Overhead Pabrik :
Biaya pemeliharaan mesin
Biaya penangan bahan
Biaya persiapan mesin
Total
Just In Time
Biaya pemeliharaan mesin
Biaya penanganan bahan
Biaya persiapan batch
Total

Aktivitas
4.000 jam
400 jam
100 jam

Aktivitas
1.000 jam
200 jam
50 jam

Biaya sel 1
Rp 100.000
Rp 200.000
Rp 300.000
Rp 600.000

Biaya sel 2
Rp 150.000
Rp 100.000
Rp 150.000
Rp 400.000

Total Aktivitas
Rp 250.000
Rp 300.000
Rp 450.000
Rp 1.000.000
Total Biaya
Rp 250.000
Rp 300.000
Rp 450.000
Rp 1.000.000

Soal lanjutan
• Keterangan tentang pembebanan biaya overhead pabrik ke
proses produksi :
a. Model Traditional Costing, didasarkan pada jam mesin
b. Model Activity Based Costing/ABC, didasarkan pada aktivitas
c. Model Just in Time (JIT), didasarkan pada jumlah biaya sel
Berdasarkan data akuntansi diatas, hitunglah kalkulasi biaya
dengan :
1. Model tradisional .
2. Model ABC
3. Model JIT

SOAL-SOAL LATIHAN
• Soal I
PT. Century Kelabu pada bulan Juni 2010 menjual 150 unit
produknya dg harga Rp 3.500 per unit. Biaya variabel per unit
Rp 2.625. biaya tetap Rp 75.000, berdasarkan data tersebut :
a. Susunlah laporan laba rugi berdasarkan pendekatan kontribusi
(variable costing)
b. Hitunglah titik impas / BEP
c. Hitunglah MOS (margin of safety)
d. Jika perusahaan mengharapkan laba Rp 100.000, hitung
besarnya penjualan.
Soal II
PT Sinar memproduksi dan menjual 5.000 unit produk X per tahun
dg harga 18.750 per unit.

SOAL-SOAL LATIHAN
PT Y memproduksi dan menjual 5.000 unit
produk X per tahun dg harga Rp
18.750 per unit
Berikut adalah struktur biaya produksi, pemasaran, dan administrasi tahun 2010 :
Biaya - biaya variabel per unit :
Bahan langsung
Rp 1.500
Tenaga kerja langsung
“ 3.000
BOP
“ 750
Penjualan, administrasi
“ 2.250
Biaya – biaya tetap pertahun :
BOP
Rp 22.500.000
Penjualan, administrasi
“ 7.500.000
Berdasarkan data tsb di atas, saudara diminta untuk :
1. Menghitung harga pokok per unit dg pendekatan variable costing dan full
costing
2. Menyusun laba rugi tahun 2010 dengan pendekatan variable costing dan full
costing

SOAL-SOAL LATIHAN
Soal III
PT. Monalisa merakit alat-alat elektronik. Setiap minggu memproduksi dan
memakai sebanyak 100 unit sound system dg biaya produksi Rp 30.450 per
unit. Perush kemudian menerima penawaran dari pemasok luar yg
menyediakan 100 unit sound system seminggu dg harga Rp 27.550 per unit.
Sementara bagian akuntansi persh melaporkan biaya-biaya produksi sound
system dg struktur sbb :
Keterangan
1 unit (Rp)
100 unit (Rp)
Bahan langsung
8.700
870.000
Upah langsung
5.800
580.000
BOP variabel
1.450
145.000
Gaji supervisi
4.350
435.000
Penyusutan peralatan
2.900
290.000
Alokasi overhead umum
7.250
725.000
Total Biaya 30.450 3.045.000
Diminta : Saudara sbg manajer Persh diminta untuk membantu memutuskan
apakah membuat sendiri atau menerima penawaran dari pemasok luar

SOAL-SOAL LATIHAN
Soal IV
Sebuah persh es krim sedang beroperasi pd 80 % dari kapasitas produktifnya.
Persh tsb memiliki kapasitas 20 juta unit ukuran setengah galon. Total biaya yg
berkaitan dg pembuatan dan penjualan 16 juta unit adalah sbb ( dalam ribuan
dollar ) :
Keterangan Total ($) Biaya per unit($)
Biaya-biaya variabel :
Bahan-bahan susu 11.200 0.70
Gula
1.600 0.10
Penyedap
2.400 0.15
Tenaga kerja langsung
4.000 0.25
Pengemasan
3.200 0.20
Komisi
320 0.02
Distribusi
480 0.03
Lain-lain
800 0.05
Total biaya variabel 24.000 1.50

SOAL-SOAL LATIHAN
Keterangan Total ($) Biaya per unit($)
Biaya-biaya Tetap :
Gaji
960 0.060
Penyusutan 320 0.020
Utilitas
80 0.005
Pajak
32 0.002
Lain-lain
160 0.010
Total biaya Tetap
1.552 0.097
Total biaya 25.552 1.597
Harga jual grosir 32.000 2.00
Sebuah distributor es krim dari wilayah lain yg biasanya tdk dilayani oleh
persh, ingin membeli 2 juta unit dg harga $ 1.55 per unit, asalkan distributor
tersebut dpt memasang mereknya pada es krim tsb. Distributor juga setuju
untuk membayar biaya transportasi. Karena distributor berhubungan
langsung ke persh, maka tdk ada komisi penjualan. Sebagai manajer persh es
krim tsb, apakah anda menerima / menolak pesanan

SOAL-SOAL LATIHAN
Soal V
PT. Kencono Wungu mempunyai data sbb : Produk X mempunyai harga jual
Rp 10.000 per unit pada kondisinya yang sekarang, dg volume penjualan
10.000 unit. Biaya penuh persatuan produk X sbb :
Keterangan 1 unit(Rp)
10.000 unit(Rp)
Bahan langsung
2.000 20.000.000
Upah langsung
1.000 10.000.000
BOP Variabel
1.500 15.000.000
BOP Tetap 1.300
13.000.000
Biaya adm dan umum tetap
500
5.000.000
Biaya pemasaran tetap
750
7.500.000
Total Biaya 7.050 70.500.000
Karena dipasar telah terjadi perkembangan baru dan meningkatnya
permintan konsumen terhadap produk Y yang merupakan hasil pengolahan
dari produk X dg harga jual Rp 18.500 per unit .

SOAL-SOAL LATIHAN

• Biaya pengolahan lebih lanjut(biaya diferensial) sebesar Rp 5.000 per unit.
Untuk pengolahan lebih lanjut produk tersebut :
1. Tidak diperlukan tambahan fasilitas produksi
2. Diperlukan tambahan fasilitas produksi (tambahan mesin Rp 100.000.000)
umur ekonomis 3 tahun, dan ROI = 20% per tahun.
Diminta , apakah untuk mengolah produk X menjadi produk Y tersebut
diterima atau ditolak. Jelaskan dengan perhitungannya !
Soal VI
Pada awal tahun 2010, PT Sengkuni memulai sebuah program perbaikan
kualitas. Banyak upaya yang dilakukan untuk mengurangi jumlah unit
cacat yang diproduksi. Pada akhir tahun, laporan manajer produksi
mengungkapkan bahwa sisa bahan baku pengerjaan ulang mengalami
penurunan. Direktur utama persh tsb merasa gembira mendengar
keberhasilan tersebut tetapi ia menginginkan penilaian terhadap dampak
keuangan dari perbaikan tersebut. Untuk membuat penilaian ini, data
keuangan tahun berjalan dan tahun sebelumnya dikumpulkan sbb :

SOAL-SOAL LATIHAN
Keterangan 2009($) 2010($)
Penjualan 10.000.000
10.000.000
Sisa bahan baku
400.000
300.000
Pengerjaan ulang
600.000
400.000
Pemeriksaan produk
100.000
125.000
Garansi produk
800.000
600.000
Pelatihan kualitas
40.000
80.000
Pemeriksaan bahan baku
60.000
40.000
Diminta :
1. Klasifikasikan biaya-biaya sbg biaya pencegahan, penilaian, kegagalan
internal atau kegagalan eksternal.
2. Hitunglah biaya kualitas sbg % dari penjualan untuk masing-masing tahun.
Berapa banyak tambahan laba yg disebabkan oleh peningkatan kualitas? Dg
asumsi bahwa biaya-biaya kualitas dapat ditekan menjadi 2,5 % dari
penjualan, berapa banyak tambahan laba yg dihasilkan melalui perbaikan
kualitas (pendapatan penjualan tetap sama)
3. Susunlah laporan biaya kualitas untuk tahun 2010

SOAL-SOAL LATIHAN
PT. Lembah Tidar memiliki tiga divisi yaitu: divisi A, B dan C. Data akuntansi
biaya per unit ketiga divisi tsb adalah sbb : (perhitungan dalam rupiah, kecuali
unit input dan out put)
Keterangan
divisi A
divisi B
divisi C
VC
FC
VC
FC
VC
FC
BBB
25
BTKL
20
18
16
BOP
15
20
14
25
13
30
By pemasaran
10
25
9
30
8
35
By administrasi
8
30
7
35
6
40
Jumlah
78
75
48
90
43
105
Harga pasar per unit 200
500
800
Unit input
1.000
800
600
Unit out put
800
600
500

SOAL-SOAL LATIHAN
Keterangan :
1. Biaya didasarkan pada input yang diproses
2. Out put divisi A dapat dijual kepasar / ditransfer ke divisi B untuk diolah
3. Out put divisi B juga dapat dijual kepasar/ditransfer ke divisi C
4. Harga transfer ditetapkan oleh top eksekutif yaitu 200% variable cost dari
divisi A ke B dan B ke C, atau 150% full cost dari divisi A ke B dan B ke C
Diminta hitunglah :
1. Harga transfer dari divisi A ke B dan B ke C berdasarkan 200% variabel
cost dan 150% full cost
2. Laba divisi A, B dan C berdasar 200% variabel cost dan 150% full coat
3. Laba divisi A, B dan C berdasarkan harga pasar
4. Laba kantor pusat PT Lembah Tidar

Judul: Akuntansi Manajemen

Oleh: Erastia Nw


Ikuti kami