Akuntansi Manajemen

Oleh Andri Sitanggang

15 tayangan
Bagikan artikel

Transkrip Akuntansi Manajemen

KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI
UNIVERSITAS PALANGKARAYA
FAKULTAS EKONOMI
“AKUNTANSI MANAJEMEN”

DOSEN PENGAJAR:
Drs. Hamun S.Masin Ak, MS.i

NAMA:
MEGA S SIMANUNGKALIT
BCA 114 243
KELAS A
JURUSAN AKUNTANSI

ALOKASI BIAYA DEPARTEMEN
PENDUKUNG
Jenis- jenis Departemen
Dalam model fungsi di perusahaan, obyek biaya adalah departemen.perusahaan mempunyai dua
kategori departemen : Departemen produksi dan Departemen pendukung. Secara langsung
departemen produksi bertanggung jawab pada pembuatan produk atau jasa yang dijual kepada
pelanggan. Departemen pendukung menyediakan pelayanan pendukung yang diperlukan departemen
produksi. Departemen ini berhubungan dengan suatu jasa atau produk organisasi tersebut secara tidak
langsung, misalnya pemeliharaan, pertamanan, permesinan, rumah tangga, personalia dan
penyimpanan.
Setelah departemen produksi dan pendukung diidentifikasi , biaya overhead yang muncul di tiap
departemen tidak ditentukan. Hal ini melibatkan penelusuran biaya pada berbagai departemen , bukan
alokasi biaya karena biaya-biaya tersebut berhubungan dengan tiap deprtemen secara lansung.
Overhead yang berhubungan dengan departemen produksi seperti perakitan dalam sebuah pabrik
pembuatan furnitur. Overhead ynga tidak dapat dbebankan dengan mudah pada departemen produksi
atau pendukung dibebankan pada departemen umum seperti general factory. General factory dapat
meliputi penyusustan gedung pabrik, gaji manajer pabrik , jasa telepon.

Pengalokasian Biaya dari Departemen ke Produk
Setelah perusahaan dibagi ke departemen dan semua biaya overhead ditelusuri ke tiapdepartemen ,
biaya departemen pendukung dibebankan ke ddepartemen produksi dan tarif overhead dibuat untuk
menentukan biaya produk.
Perusahaan manufaktur : pembuat Furnitur
Departemen produksi
Perakitan :
Gaji pengawas
Peralatan kecil
Bahan baku tidak langsung
Penyusutan mesin
Penyelesaian
Kertas gosok
Penyusutan alat penggosok dan kain
Penggosok

Departemen pendukung
Gudang penyimpanan bahan:
Gaji staf administrasi
Penyusutan forkift
Kafetaria:
Makanan
Gaji koki
Penyusutan kompor
Pemeliharaan:
Gaji petugas kebersihan
Perlengkapan pembersih
Oli mesin dan minyak pelumas
General factory:
Penyusutan bangunan
Keamanan dan utilitas

Perusahaan Jasa : Bank
Departemen produksi
Kredit kendaraan bermotor
Gaji pemroses kredit
Formulir dan perlengkapan
Kredit komersial :
Gaji pemroses kredit
Penyusutan peralatan kantor
Peranti lunak untuk memprediksi
Kebangkrutan
Personal banking
Perlengkapan dan pengiriman laporan

Departemen pendukung
kendara lewat :
gaji kasir
penyusutan peralatan
pemrosesan data :
gaji staf
peranti lunak
penyusutan peranti keras
administrasi bank:
gaji CEO
gaji resepsionist
biaya telepon
penyusutan lemari besi
( contoh pembagian perusahaan manufaktur dan perusahaan jasa )

Langkah langkah dalam pengalokasian biaya departemen pendukung ke departemen produksi
1. Membagi perusahaan dalam departemen-departemen
2. Mengkalisifikasikan tiap departemen sebagai departemen pendukung dan departemen
produksi
3. Menelusuri semua biaya overhead perusahaan di departemen pendukung dan departemen
produksi
4. Mengalokasikan biaya departemen pendukung ke departemen produksi
5. Menghitung tarif overhead yang telah ditentukan sebelumnya untuk departemen produksi
6. Mengalokasikan biaya overhead ke tiap unit produk melalui tarif overhead yang telah
ditentukan sebelumnya

Jenis – jenis dasar alokasi
Departemen produksi membutuhkan jasa pendukung . oleh sebab itu biaya departemen pendukung
ditimbulkan oleh aktivitas departemen produksi. Faktor penyebab ( causal factor) adalah variabel atau
aktivitas dalam departemen produksi yang menyebabkan munculnya biaya jasa pendukung. Dalam
memilih dasar pengalokasian biaya departemen pendukung , berbagai usaha harus dilakukan untuk
mengidentifikasikan faktor penyebab yang sesuai 9 penggerak biaya ). Menggunakan faktor penyebab
akan menghasilkan biaya produk yang lebih akurat . selain itu jika faktor penyebab diketahui, para
manajer dapat mengontrol konsumsi jasa pendukung secara lebih baik. Untuk mengilustrasikan jenis
penggerak biaya yang dapat dilakukan dengan baik pertimbangkanlah 3 departemen pendukung
berikut listrik, personalia dan penanganan bahan baku.untuk biaya listrik,dasar alokasi yang logis
adalah jam penggunaan listrik yang dapat diukurdengan meteran terpisah untuk tiap departemen. Jika
meteran terpisah tidak ada jam mesin yang digunakan tiap departemen mungkin akan menjadi
pengganti atau penggerak yang baik.untuk biaya personalian , baik jumlah karyawan departemen
produksi maupun pergantian tenaga kerja adalah penggerak biaya yang mungkin digunakan .
penanganan bahan baku , jumlah perpinfdahan bahan lamanya jam penanganan bahan dan jumlah

bahan yang dipindahakn dapat menjadi biaya penggerak. Meskipun penggunaan faktor untuk
mengalokasikan biaya bersama adalah cara terbaik , faktor penyebab yang mudah diukur terkadang
tidak dapat ditemukan. Jika hal ini terjadi akuntan mencari proxy(faktor terdekat ) yang baik. Sebagai
contoh, biaya bersama penyusutan pabrik mungkin dialokasikan ke departemen produksi berdasarkan
luas ruang . luas ruang yang digunakan tidak menyebabkan penyusutan . namun dapat
diargumentasiakan bahwa luas ruang yang ditempati suatu departemen merupakan proxy yang baik
untuk layanan yang diberikan ke departemen tersebut oleh bangunan pabrik.

Tujuan Alokasi
Beberapa tujiuan penting berhubungan dengan alokasi biaya departemen pendukung ke departemen
produksi , dan akhirnya ke produk tertentu. Tujuan – tujuan utama berikut telah diidentifikasikan oleh
IMA
1.
2.
3.
4.
5.

Memperoleh harga yang disepakati bersama]
Menghitung profitabilitas lini produk
Memperkirakan produk ekonomi dari perancangan dan pengendalian
Menilai persedian
Memotivasi para manajer

Penentuan harga yang kompetitif masyarakat pemahaman atas biaya. Dengan hanya mengetahui biaya
tiap jasa atau produk perusahaan dapat membuat penawaran yang baik. Jika biaya tidak dialokasikan
secara akurat, biaya beeberapa jasa biasa terlalu tinggi hingga mengakibatkan penawaran yang terlalu
tinggi dan hilangnya potensi bisnis, sebaliknya penawaran akan terlalu rendah dan mengakibatkan
kerugian pada jasa ini jika biaya terlalu rendah dari yang sebenarnya. Hal yang berhubungan dekat
dengan penentuan harga adalah laba. Perusahaan – perusahaan dengan banyak produk harus yakin
bahwa semua produk menguntungkan dan laba perusahaan secara keseluruhan tidak menyamarkan
kinerja buruk dari beberapa produk tertentu.
Alokasi dapat digunakan untuk memotivasi para
manajer. Jika biaya departemen pendukung tidak dialokasikan ke departemen produksi, para manajer
dapat memperlakukan jasa ini seakan-akan jasa ini gratis. Dengan mengalokasikan biaya dan meminta
para manajer departemen produksi bertanggung jawab atas kinerja ekonomi unit mereka , suatu
oerganisasi dapat memastikan para manajer menggunakan suatu jasa manfaat marginal suatu jasa
sama dengan biaya marginalnya. Jadi jelas terdapat alasan-alasan baik untuk mengalokasikan biaya
departemen pendukung. Akan tetapi validitas alasan-alasan ini bergantung pada akurasi dan
kewajaran pembebanan biaya yang dilakukan karna alokasi biaya pendukung dimasukkan kesemua
biaya departemen produksi dan biaya ini sering digunakan untuk menentukan profitabilitas dan
kinerja departemen , metode alokasi biaya bisa menjadi perhatian utama manajer departemen
produksi. Secara etis akuntan harus berusaha memiliki metode alokasi yang adil.hal ini berarti dasar
alokasi harus memiliki hubungan sebab akibat dengan biaya yang dipertimbangkan . selain itu
perubahan dasar alokasi bisa menghasilkan perubahan dalam alokasi jumlah uang. Dalam menentukan
cara pengalokasian biaya departemen pendukung petunjuk biaya manfaat harus diperhitungkan.
Dengan kata lain biaya untuk mengimplementasikan skema alokasi tertentu harus dibandingkan
dengan manfaat yang didapat. Akibatnya perusahaan mencoba untuk menggunakan dasar alokasi
yang mudajh diukur dan dipahami.

Mengalokasikan Biaya Suatu Departemen ke
Departemen Lain
Biaya departemen pendukung sering dialokasikan ke departemen lain melalui penggunaan tarif
pembebanan . pada kasus ini kita terfokus pada alokasi biaya suatu departemen ke departemn lain.
Sebagai contoh departemen pemrosesan data suatu perusahaan dapat melayani berbagai departemen
lainnya. Kemudia biaya pengoperasian departemen pemrosesan data dialokasikan ke departemendepartemen yang melayani.

Tarif Pembebanan Tunggal
Beberapa perusahaan lebih suka mengembangkan tarif pembebenan tunggal liahat kembali kasul
hamilton dan Barry , kantor akuntan publik di skenario pembuka . ingatlah bahwa bahwa perusahaan
pengembangan departemnen fotokopi internal untuk melayani tiga departemen produksi (audit, pajak,
dan MAS) . biaya departemen fotokopi meliputi biaya tetap sebesar $26.190per tahun(gaji dan sewa
mesin)
Departemen Audit
Departemen pajak
Departemen MAS

94.500
67.500
108.000

Total

270.000

Jika tarif pembebanan tunggal digunakan, biaya tetap sebesar $26.190 akan dikombinasikan dengan
perkiraan biaya variabel sebesar $26.190akan dikombinasikan dengan perkiraan biaya variabel
sebesar $6.210 (270.000 x $0,023 ). Biaya total sebesar $32.400dibagi dengan perkiraan
270.000halaman yang akan difotokopi untuk mendapatkan tarif sebesar $0,12 per halaman. Jumalh
yang dibebankan kee tiap departemen produksi semata-mata adalah fungsi dari tiap halaman yang
difotokopi. Anggaplah penggunaan aktual departem audit 92.000 halaman dertemen pajak 65.000
halaman, dan MAS 115.000 halaman total beban departemen fotokopi akan menjadi seperti berikut ini
:
Audit
Pajak
MAS
TOTAL

Jumlah halaman (x)
92.000
65.000
115.000
272.000

Beban per halaman
$0,12
0,12
0,12

(=) total pembebanan
$ 11.040
7.800
13.800
$ 32.640

Tarif Pembebanan Ganda
Tarif pembebeanan tunggal terkadang menyamarkan berbagai faktor penyebab yang menimbulkan
biaya total departemen pendukung. Departemen fotokopi di Hamilton & Berry adalah contoh yang
bagus. Kita melihat tarif pembebanan tunggal didasarkan pada jumlah halaman yang difotokopi
seolah-olah adalah $0,12. Akan tetapi ini tidak benar. Mengapa biaya ini muncul? Ketika hamilton &
Barry mendirikan departemen fotokopi , Hamilton & Barry pasti teah meneliti departemen Audit,
Pajak, MAS untuk menentukan pemakaian tertinggi bulanan yang hampir sama dengan
setahun.pembebanan untuk departemen fotokopi. Tarif pertama adalah tarif variabel untuk tinta dan
kertas.tarif ini dapat dihitung dengan mudah , yaitu sebesar $0,023 per halaman . tentu saja
penyebabnya adalah tarif tetap untuk sewa peralatan dan upah. Biaya ini dibebankan untuk
departemen produksi berdasarkan padarencana penggunaan tertinggi departemen produksi.
Jumlah halaman
tertinggi
Audit
Pajak
MAS
TOTAL

7.875
22.500
9.000
39.375

Proporsi
penggunaan
teringgi
0,20
0,57
0,23

Total biaya tetap
$26.190
26.190
26.190

Jumlah yang
dialokasikan ke
tiap departemen
$5.328
14.928
6.024
$26.190

Jumlah yang dibebankan pada departemen produksi sekarang adalah produksi sekarang adalah fungsi
dari jumlah halaman yang difotokopi dan penggunaan tertinggi yang di antisipasi. Anggaplah
penggunaan aktual departemen audit 92.000 halaman , pajak 65.000 halaman, dan MAS 115.000
halaman. total beban departemen fotokopi akan menjadi seperti berikut ini.

Audit
Pajak
MAS
TOTAL

Jumlah halaman
X $0,023
$2.116
1.495
2.645
$6.256

Alokasi biaya tetap

= total pembebanan

$5.238
14.928
6.024
26.190

$7.354
16.423
8.669
$32.446

Penggunaan yang Dianggarkan versus Penggunaan
Aktual
Ketika kita mengalokasikan biaya departemen pendukung ke departemen produksi , apakah kita
seharusnya mengalokasikan biaya aktual atau biaya yang dianggarkan . terdapat dua alasan dasar
pengalokasian biaya departemen pendukung . alasan pertama adalah menghitung biaya produk yang
di produksi. Dalam kasus ini ,biaya departemen pendukung yang dianggarkan dialokasikan ke
departemen produksi sebagai langkah awal dalam pembentukan tarif overhead. Penggunaan kedua
biaya departemen pendukung yang dialokasikan adalah untuk evaluasi kinerja . dalam kasus ini, biaya
departemen pendukung yang dianggarkan juga dialokasikan ke departemen produksi. Para manajer
departemn pendukung dan produksi biasanya bertanggung jawab atas kinerja unit mereka .
kemampuan mereka untuk mengendalikan biaya adalah faktor penting dalam evaluasi kinerja mereka.
Kemampuan ini biasanya diukur dengan membandingkan biaya aktual dengan biaya yang
direncanakan atau dianggarkan. Jika biaya aktual melebihi biaya yang dianggarkan , biaya tersebut
mungkin beroperasi tidak efisien dengan perbedaan antara dua biaya tersebut dengan ukuran
ketidakefisienan. Jika biaya aktual lebih kecil dari biaya yang dianggarkan , unit tersebut mungkin
dioperasikan secara efisien.
Prinsip umum evaluasi kinerja adalah para manajer seharusnya tidak bertanggung jawab atas biaya
atau aktivitas ynga tidak mereka kendalikan . karna para manajer departemen produksi memiliki
masukan yang signifikan berkaitan dengan tingkat pelayanan yang dikonsumsi, mereka seharusnya
bertanggung jawab atas biaya jasa bagian mereka.
Ketika alokasi dilakukan dengan menganggarkan biaya departemen produksi , biaya yang digunakan
tentu adalah biaya departemen pendukung yang dianggarkan. Biaya pemfotokopian yang dialokasikan
ke tiap departemen akan ditambahkan ke biaya departemen produksi lainnya, termasuk biaya secara
langsung dapat ditelusuri ke tiap departemen ditambah alokasi departemen pendukung lainnya untuk
menghitung antisipasi pengeluaran tiap departemen.
Dalam
sebuah pabrik manufaktur , alokasi biaya departemen pendukung yang dianggarkan ke departemen
produksi akan mendahului perhitungan tarif overhead yang ditentukan terlebih dahulu.

Memilih Metode alokasi Biaya Departemen pendukung
Sejauh ini , kita telah membahas alokasi biaya dari satu departemen pendukung ke beberapa
departemen produksi. Kita menggunakan metode langsung alokasi biaya departemen hanya
dialokasikan kedepartemen produksi. Hal ini sesuai dengan contoh terdahulu karena tidak ada
departemen pendukung lain dan tidak ada kemungkinan interaksi antar departemen pendukung.
Perusahaan sebenarnya banyak memiliki beberapa departemen pendukung. Beberapa departemen
pendukung tersebut sering berinteraksi. Contohnya, dalam satu pabrik, personalia dan kafetaria saling
melayani, selain melayani departemen pendukung laindan departemen produksi.
Dalam
menetapkan metode yang digunakan untuk mengalokasikan biaya departemen pendukung ,

perusahaan harus menetukan seberapa besar interaksi departemen pendukung . selain itu mereka harus
menimbang biaya dan manfaat yang berhubungan dengan ketiga metode pengalokasian biaya.
1. Metode alokasi langsung
Ketika perusahaan mengalokasikan biaya departemen pendukung hanya ke departemen produksi ,
mereka menggunakan metode alokasi langsung. Metode langsung adalah metode yang paling
sederhana dan paling langsung untuk mengalokasikan biaya departemen pendukung. Biaya jasa
variabel dialokasikan secara langsung ke departemen produksi sesuai proporsi penggunaan jasa
departemen tersebut. Biaya tetap juga dialokasikan secara langsung kedepartemen produksi , tetapi
sesuai proporsi kapasitas normal atau praktis departemen produksi.
2. Metode Alokasi berurutan
Metode alokasi berurutan (atau bertahap) mengakui adanya interaksi antar departemen pendukung.
Akan tetapi, metode berurutan tidak sepenuhnya mengakui interaksi antar departemen pendukung.
Alokasi biaya dilakukan dengan cara menurun, mengikuti prosedur ranking yang telah ditetapkan
terlebih dahulu. Urutannya biasanya ditentukan dengan me-ranking departemen pendukung sesuai
urutan jumlah pelayanan yang diberikan dari urutan terbanyak hingga paling sedikit . tingkat
pelayanan biasanya diukur denagn biaya langsung tiap departemen pendukung ;departemen dengan
biaya tertinggi dianggap sebagai pemberi layana terbanyak.
Metode berurutan lebih akurat daripada metode langsung karena mengakui beberapa interaksi antar
departemen pendukung. Akan tetapi metode ini tidak mengakui semua interaksi;tidak asa biaya
pemeliharaan yang dibebankan pada departemen sumber tenaga kerja meskipun departemen tersebut
menggunakan 10% output departemen pemeliharaan. Metode timbal balik memperbaiki kelemahan
ini.
3. Metode Alokasi Timbal Balik
Metode alokasi timbal balik (reciprocal)mengakui semua interaksi antar departemen pendukung .
dalam metode timbal balik, pemakaian suatu departemen pendukung oleh departemen menentukan
biaya total tiap departemen pendukung yang biaya totalnya mencerminkan interaksi antar departemen
pendukung. Kemudian, biaya total departemen pendukung yang baru tersebut dialokasikan ke
departemen produksi. Metode ini memperhitungkan semua interaksi antar departemen pendukung.

Biaya Total departemen pendukung untuk menentukan biaya total departemeepartemen pendukung
agar mencerminkan interaksi dengan departemen pendukung lainnya , suatu sistem persamaan linier
yang simultan harus dipecahkan. Setiap persamaan yang merupakan suatu persamaan biaya bagi
sebuah departemen pendukung, didefinisikan sebagai jumlah biaya langsung departemen ditambah
proporsi jasa yang diterima dari departemen pendukung lainnya.
Biaya total = Biaya langsung + biaya yang dialokasikan
Metode ini paling bagus dijelaskan dengan menggunakan suatu contoh yang menggunanakn data yang
sama dngan yang digunakan untuk mengilustrasikan metode langsung dan berurutan . rasio alokasi
yang dibutuhkan untuk persamaan simultam diinterpresentasikan sebagai berikut: departemen
pemeliharaan menerima 20 persen dari output departemen sumber tenaga ; departemen sumber tenaga

menerima 10 persen dari output departemen pemeliharaan sekarang, P adalah biaya total departemen
sumber tenaga dan M adalah biaya total departemen pemeliharaan . seperti yang ditunjukkan
sebelumnya, biaya total departemen pendukung adalah jumlah biaya langsungnya ditambah proporsi
jasa yang diterima dari departemen pendukung lainnya.
P = biaya langsung + bagian biaya pemeliharaan
M = biaya langsung + bagian biaya listrik

Alokasi ke Departemen Produksi Setelah biaya total tiap Departemen Pendukung
diketahui,alokasi Departemen Produksi dapat dilakukan. Alokasi alokasi ini berdasarkan pada
proporsi output yang digunakan tiap Departemen Produksi,seperti ditunjukkan pada tampilan
7-12.Perhatikan bahwa biaya total yang dialokasikan ke Departemen Produksi (dari
Departemen Sumber Tenaga dan Pemeliharaan) sama dengan 410.000. Hal itu merupakan
total biaya langsung kedua Departemen Pendukung (250.000 + 160.000). Biaya total yang
dialokasikan sebenarnya sama dengan 410.000, tetapi perbedaan tersebut disebabkan oleh
pembulatan.

Perbandingan Ketiga Metode
Tampilan 7-13 memperlihatkan alokasi biaya dari Departemen Sumber Tenaga dan
Pemeliharaan ke Departemen Pengasahan dan Perakitan dengan menggunakan tiga metode
alokasi biaya Departemen Pendukung. Seberapa berbedakah hasilnya? Apakah jenis metode
yang digunakan benar benar menjadi masalah? Ketiga metode alokasi dapat memeberikan
hasil yang berbeda, tergantung pada tingkat interaksi antar-Departemen Pendukung. Dalam
contoh yang telah dibahas, metode langsung mengalokasikan 12.500 lebih banyak ke
Departemen Pengasahan (12.500 lebih sedikit ke Departemen Perakitan) daripada yang
dihitung oleh metode berurutan. Manajer Depertemen Perakitan tentu akan lebih menyukai
metode langsung,sedangkan manajer Departemen pengasahan akan lebih menyukai metode
berurutan. Karena metode alokasi dapat memepengaruhi tanggung jawab manajer atas biaya ,
akuntan harus memahami berbagai konsekuensi yang ditimbulkan oleh penggunaan metode
yang berbeda dan memiliki alasan yang tepat bagi pilihan yang dibuatnya.
Mempertahankan perspektif biaya manfaat dalam pemilihan metode alokasi
merupakan hal penting. Akuntan harus menimbang manfaat alokasi yang lebih baik
dibandingkan dengan peningkatan biaya karena penggunaan metode yang secara teoritis lebih
disukai, seperti metode timbale balik. Sebagai contoh, sekitar 20 tahun yang lalu, pengontrol
pabrik IMB Poughkeepsie memutuskan metode alokasi biaya timbal balik akan bekerja lebih
baik dalam mengalokasikan biaya Departemen Pendukung. Dia mengindentifikasi lebih dari
700 Departemen Pendukung dan menghitung sistem persamaan dengan menggunkan
computer. Berdasarkan perhitungannya, dia tidak memiliki masalah.Akan tetapi, para
menejer Departemen Produksi tidak memahami metode timbale balik.Mereka yakin bahwa

ada tambahan biaya yang yang dialokasikan ke departemen mereka, tetapi mereka tidak yakin
betul bagaimana hal itu dilakukan.Setelah berbulan bulan rapat manajer ini,pengontro
tersebut menyerahkan dan kembali pada metode berurutan yang telah dipahai semua orang.
Faktor lain dalam pengalokasian biaya Departemen Pendukung adalh perubahan
teknologi yang cepat.Saat ini, banyak perusahaan menyadari alokasi biaya Depaetemen
Pendukung berguna bagi mereka.Akan tetapi,perpindahan menuju alokasi perhitungan
berdsarakan aktivitas dan manufactur just-in-time dapat meniadakan kebutuhan atas alokasi
biaya Departemen Pendukung secara virtual. Dalam pabrik yang menetapkan JIT dengan selsel manufaktur,banyak pelayanan misalnya, pemeliharaan,penanganan bahan baku, dan
penyetelan) dikerjakan oleh para pekerja sel.Alokasi tidak diperlukan.

Tarif Overhead Depertemen dan
Perhitungan Harga Pokok Produksi
Setelah mengalokasikan semua biaya pendukung ke Departemen Produksi,tarif overhead
dapat dihitung untuk tiap departemen.Tarif ini dihitung dengan menambahkan biaya
Departemen Pendukung yang dialokasiakn denagn biaya overhead yang secara langsung
dapat ditelusuri ke Departemen Produksi dan membagi jumlah total ini dengan beberapa
ukuran aktivitas, seperti jam tenaga kerja langsung atau jam mesin.
Sebagai contoh, dari tampilan 7-10, biaya total overhead untuk Departemen
Pengasahan setelah alokasi biaya pendukung adalah 355.000.Asumsikan bahwa jam mesin
adalah dasar untuk pembebanan biaya overhead pada produk yang melewati Departemen
Pengasahan dan tingkat aktivitas normal adalah 71.000 jam mesin.Tarif overhead untuk
Departemen Pengasahandihitung sebagai berikut.

Tarif overhead=355.000/71.000 jam mesin=5 perjam mesin

Dengan cara yang sama,asumsikanlah Departemen Perakitan menggunakan jam
tenaga kerja langsung untuk membebankan overheadnya. Denagn tingkat aktivitas normal
sebesar 107.500 jam tenaga kerja langsung,tariff overhead untuk Departemen Perakitan
adalah sebagai berikut.

Tarif overhead=215.000/107.500 jam tenaga kerja langsung
=2 per jam tenaga kerja langsung

Dengan menggunakan tarif tarif ini, biaya produk per unit dapat ditentukan. Sebagai contoh,
anggapalah suatu produk membutukan dua jam mesin pengasahan dan satu jam perakitan untuk yang
diproduksi. Biaya overhead yang dibebankan pada satu unit yang diproduksi ini menjadi 12[(2*5)+
(1*2)]. Jika produk yang sama menggunakan bahan baku senialai 15 dan tenaga kerja sebesar 6
(ditotal dari Pengasahan dan Perakitan), maka biaya total per unit adalah 33 (12+15+6).
Seseorang mungkin bertanya Tanya, seberapa akuratkanlah biaya 33 ini. Apakah hal ini bebar
benar biaya untuk memproduksi produk yang dipertanyakan? Karena bahan baku dan tenaga kerja

secara langsung dapat ditelusuri ke produk, sebagian besar akurasi pembebanan biaya
overhead.Sebaliknya, akurasi pembebanan biaya overhead bergantung pada tingkat kolerasi
cara antara factor yang digunakan untuk mengalokasikan biaya overhead Departemen ke
produk. Sebagai contoh, jika biaya listrik berkolerasi tinggi dengan jam penggunaan listrik
dan jam mesin berkolerasi tinggi dengan konsumsi produk atas biaya overhead Departemen
Pengsahan, maka kita cukup yakin bahwa tariff overhead sebesra 5 memebebankan biaya
pada produk individual secara akurat. Akan tetapi, jika alokasi biaya atau keduanya salahmaka biaya produk akan terdistori. Alasan yang sama dapat diberlakukan pada Departemen
Perakitan. Untuk memastikan keakuratan biaya produk,perhatian yang besar harus diberikan
dalam pengidentifikasian dan penggunaan factor factor penyebab pada kedua tahap
pembebanan overhead.

Lampiran:Alokasi Biaya Patungan
Produk Patungan(joint produk) adalah dua atau lebih produk yang diproduksi secara
simultan dengan proses yang sama hingga pada titik”pemisahan”. Titik pemisahan(split-off
point) adalah titik yang produk patungannya menjadi terpisah dan bisa diidentifikasi. Sebagai
contoh, minyak dan gas alam adalah produk patungan. Ketika suatu perusahan mengebor
minyak,perusahaan tersebut juga akan mendapatkan gas alam. Biaya eksplorasi,perolehan
hak atas mineral, dan pengeboran terjadi pada awal hingga ttitk pemisahan. Sebagai contoh
minyak mentah bisa diproses lebih lanjut untuk bahan bajar pesawat,bensin,minyak
tanah,naptha,dan produk petrikimiawi lainnya. Intinya adalah biaya bahan baku
langsung,tenaga kerja langsung dan overhead yang terjadi hingga titik pemisahan awal adalah
biaya patungan yang bisa dialokasikan ke produk akhir secara arbiter.

Akuntansi untuk Biaya Produk Patungan
Akuntansi untuk seluruh biaya patungan dari produksi (bahan baku langsung,tenga kerja, dan
overhead) tidak berbeda dengan akuntansi untuk biaya produk secara umum.Alokasi dari
biaya patungan ke setiap adalah sumber kesulitannya. Alokasi harus dilakukan untuk tujuan
pajak penghasilan dan pelaporan keuangan-untuk menilai persediaan yang dimasukkan ke
neraca dan menentukan laba. Jadi, meskipun abritter, suatu metode alokasi harus ditemukan
untuk mengalokasikan biaya sewajar mungkin. Karena pendapat pribadi dilibatkan, [ara
akuntans yang kompetennya sama bisa menghasilkan biaya yang berbeda untuk produk yang
sama.Berbagai metode digunakan untuk mengalokasin biaya patungan. Metode ini mencakup
metode unit fsik,niali penjualan-s at pemisahan, dan metode nilai bersih yang dapat
direalisasikan.

Metode Unit Fisik Berdasarkan metode unit fisik (physical units method) biaya
patungan didistribusikan ke produk berdasarkan ukuran fisik. Ukuran fisik ini bisa dinyatakan
dalam unit, seperti pon,ton,gallon,kaki persegi,berat atom atau suhu.
Secara perhitungan, metode unit fisik mengalokasikan ke setiap produk patungan
proporsi yang sama dari biaya patungan dengan proporsi unit yang mendasarinya. Jadi, jika
suatu proses patungan menghasilkan 300 pon Produk A dan 700 pon Produk B menerima 70
persen. Perhitungan alternatifnya adalah membagi total biaya patungan dengan total output
untuk menemukan rata rata biaya per unit. Kemudian rerata biaya per unit dikalikan dengan
jumlah unit dari setiap produk. Meskipun tidak sepenuhnya memuaskan, metode ini memiiki
logika ukuran yang mendasarinya. Karena semua proses produksi sama, salah satu biaya
produksi tidak mungkin lebih tinggi daripada biaya lainnya.
Sebagai contoh, anggaplah perusahaan penggergajian kayu memproses kayu menjadi
empat kelas dengan luar total 3.000.000 kaki persegi berikut.

Pertama dan kedua

450.000

Umum nomor 1

1.200.000

Umum nomor 2

600.000

Umum nomor 3

750.000

Total

3.000.000

Total biaya patungan adalah 186.000. Dengan menggunakan metode unit fisik, berapa biaya
patungan yang dialokasikan ke setiap kelas kayu? Pertama, tentukan proporsi dari total unit
untuk setiap kelas, kemudian bebankan proporsi biaya patungan pada setiap kelas.

Unit
Pertama dan kedua

450.0000

Persen Unit

Alokasi Biaya Patungan

0,15

27.900

Umum nomor 1

1.200.000

0,40

74.400

Umum nomor 2

600.000

0,20

37.200

Umum nomor 3

750.000

0,25

46.500

Total

3.000.000

186.000

Metode unit fisik mengganggap setiap unit bahan baku produk akhir memiliki biaya
yang sama untuk diproduksi. Hal ini paling tepat jika elemen yang dominan bisa ditelusuri
hingga ke produk.

Metode Nilai Penjualan saat Pemisahan Metode nilai penjualan pemisahan (sales
value at split off method) mengalokasikan biaya patungan berdasarkan proporsi setiap produk
pada nilai penjualan pada titik pemisahan. Berdasarkan metode ini,semakin tinggi nilai pasar,
semakinbesar bagian dari biaya patungan yang dibrbankan terhadap produk tersebut. Asalkan
harga saat pemisahan stabil atau fluktuasi harga pada berbagai produk disinkronisasi (tidak
harus pada jumlahnya, tetapi bisa juga pada tingkat perubahan), biaya yang dialokasikannya
akan tetap kostan.
Dengan menggunakan contoh yang sama, yaitu pada biaya penggergajian kayu
dipembahasan sebelumnya dari metode unit fisik, biaya patungan sebesar 186.000
didistribusikan ke berbagai kelas berdsarkan nilai pasarnya saat pemisahan.

Unit

Harga saat
pemisahan

Pertama dan kedua

450.000

Umum nomor 1

1.200.000

Umum nomor 2

600.000

Umum nomor 3

750.000

Total

3.000.000

*jumlah totalnya bukan 186.000 karena pengaruh pembulatan
Perhatikanlah bahwa biaya patungan dialokasikan berdasrkan proporsi nilai penjualan
pada titik. Sebagai contoh, kelas kayu Umom nomor 1 bernilai 240.000 saat pemisahan, dan
jumlah itu berarti 47,99 persen dari total nilai penjualan. Oleh sebab itu, 47,99 persen total
biaya patungan dibebankan pada kelas kayu Umum nomor 1.

Metode Nilai Bersih yang Dapat Direalisasikan Ketika nilai pasar digunakan
untuk mengalokasikan biaya patungan, kita menggunakan nilai pasar saat titik pemisahan.
Akan tetapi, harga pasar produk tertentu terkadang tidak ada yang tersedia saat titk
pemisahan. Dalam hal ini, metode nilai bersih direalisasikan (net relizable value method)
bisa digunakan. Pertama, tentukan nilai penjualan hiotetis (hypothetical sales value) untuk
setiap produk bersama dengan pengurangan semua biaya pemrosesan yang bisa dipisahkan
(atau lebih lanjut) dari nilai akhir pasar. Hal ini akan memperkirakan niali penjualan saat
pemisahan. Kemudian, metode nilai bersih yang dapt direalisasikan bisa digunakan untuk
memprotatakan biaya patungan berdasarkan bagian dari setiap produk atas nilai penjualan
hipotetis.
Misalkan, suatu perusahaan memproduksi produk Alpha dan Beta dengan proses
patungan. Biaya satu putaran produksi adalah 5.750, serta menghasilkan 1.000 galon Alpha
dan 3.000 galon Beta. Kedua produk ini tidak bisa dijual saat pemisahan, tetapi harus
diproses lebih lanjut sehingga biaya pemisahan adalah 1 per gallon untuk Alpha dan 2 per
gallon Beta. Alokasi biaya patungan dengan menggunakan metode nilai bersih yang dapat
direalisasikan adalah sebagai berikut.

Perhatikan bahwa biaya patungan diaokasikan berdasarkan bagian dari setiap produk atas
nilai pas r hipotesis. Jadi,Alpha menerima 40 persen dari biaya patungan (2.300) karena
mencakup 40 persen dari nilai pasar hipotesis. Metode nilai bersih yang dapt direalisasikan
akan berguna ketika satau atau beberapa produk tidak bisa dijual saat titik pemisahan, tetapi
harus diproses lebih lanjut.

Produk Sampingan Proses produksi patungan menghasilkan output yang terdiri atas
dua atau lebih produk yang diproduksi secara simultan. Produk patungan atau utama
memiliki nilai penjualan yang relative signifikan. Produk Sampingan (by product)
memiliki nilai penjualan yang relative kurang signifikan. Produk sampingan pada umumnya
tidak dialokasikan kepada biaya produk patungan. Penjualan produk sampingan dimasukkan
dalam “pendapatan lain lain” pada laporan laba rugi atau diperlakukan sebagai kredit untuk
Barang dalam Proses dari produk utama.

Soal Kaji Ulang
1. Pengalokasian biaya departemen pendukung dengan menggunakan metode langsung,
berurutan, dan timbal balik
Antioch Manufacturing memproduksi suku cadang mesin berdasarkan pesanan. Sebagian besar
bisnisnya diperoleh dari pengajuan penawaran. sebagian besar perusahaan yang bersaing dengan
Antioch Manufacturing mengajukan penawaran dengan kenaikan biaya dengan plus kenaikan 20
persen. Baru- baru ini antioch menurunkan kenaikannya dari 25 persen menjadi 20 persen dengan
harapan mendapatkan lebih banyak penjualan. Antioch menguperasikan dua departemen pendukung
dan dua departemen produksi. Berikut adalah biaya yang dianggarkan dan tingkat aktivitas normal
tiap departemen.

Biaya overhead
Jumlah karyawan
jam pemeliharaan
mjam mesin
jam tenaga kerja

Departemen Pendukung

Departemen Produks

A

B

C

D

$100.000
8
2.000
-

$200.000
7
200
-

$100.000
30
6400
10.000
1.000

$50000
30
1.600
1.000
10.000

Biaya langsung departemen A dilaokasikan bedasarkan jumlah karyawan, sedangkan biaya langsung
departemen B berdasarkan pada jam pemeliharaan. Tarif overhead departemen digunakan untuk
membebankan biaya pada produk. Departemen C menggunakan jam mesin dan departemen D
menggunakan jam tenaga kerja.
Perusahaan ini sedang menyiapkan penawaran untuk setiap pekerjaan (pekerjaan K)yang
membutuhkan tiga jam mesin perunit yang diproduksi pada departemen C, dan tidak memerlukan
waktu di departemen D. Perkiraan biaya biaya utama( bahan baku langsung dan tenaga kerja
langsung) per unit adalah $67.
Diminta :
1. Alokasikan biaya pendukung ke departemen produksi dengan menggunakan metode
langsung!
2. Berapakah penawaran untuk pekerjaan K jika menggunakan metode alokasi langsung?
3. Alokasikan biaya pendukung ke departemn produksi dengan menggunakan metode berurutan!
4. Berapakah penawaran untuk pekerjaan K jika menggunakan metode berurutan?
5. Alokasikan biaya pendukung ke departemen produksi dengan menggunakan metode timbal
balik!
6. Berapakan penawaran untuk pekerjaan k jika menggunakan metode timbal balik?

Solusi
1.
Departemen Pendukung

Departemen

Produksi
A
Biaya langsung
Departemen A
Departemen B
Total

B

$100.000
(100.000)
_
$
0

$200.000
_
(200.000)
$
0

C
$100.000
50.000a
160.000b
$ 310.000

D
$50000
50.000a
40.000b
$140.000

a

$50.000=(30/60)x $100.000
$160.000=(6.400/8.000)x $200.000
c
$40.000= (1.600/8.000) x $200.000
b

2. Departemen C : tarif overhead = $310.000/10.000= $31 per jam mesin. Biaya produk
penawaran :
Biaya utama
Overhead
Biaya total per unit
Harga penawaran

$ 67
93
$ 160
$ 192

3.
Departemen Pendukung
A
B
Biaya langsung
$100.000
$200.000
a
Departemen A
40.000
(200.000)
Departemen B
(140.000
Total
$
0
$

a

$40.000= (2000/10.0000)x $200.000
$128.000=(6.400/10.0000x $200.000
c
$32.000= (1600/10.000)x $200.000
d
$70.000 = (30/60)x $140.000
b

Departemen Produksi
C
D
$100.000
$50000
b
128.000
32.000c
70.000d
70.000d
0
$ 289.000
$152.000

4. Departemen C : tarif overhead = $298.000/10.000= $29,80 per jam mesin .
Biaya produk dan harga penawaran :
Biaya utama
Overhead (3x $29,80)
Biaya total per unit
Harga penawaran(9$156,40)x 1,2

$ 67,00
89.40
$ 156,40
$ 187,68

5. Rasio lokasi

A
B

Departemen Pendukung
A
B
0,1045
0,2000
-

Departemen Produksi
C
D
0,4478
0,4478
0,6400
0,1600

A = $100.000+0,2000 B
B = $200.000+ 0,1045 A
A = $100.000 + 0,2 ($200.000+0,1045A)
A =$100.000+$40.000 + 0,0209 A
0,9791A= $140.000
A = $142.988
B = $200.000+ 0,1045($142.988)
B= $214.942
6.

Departemen Pendukung
A
B
Biaya langsung
$100.000
$200.000
Departemen A
42.988
(214.942)
Departemen B
(143.002)
14.942
Total
$
(14)
$

Departemen Produksi
C
D
$100.000
$50000
137.563
34.391
64.030
64.030
0
$ 301.593
$148.421

$14 yang tersisa di departemen A adalah akibat pembulatan

7. Departemen C : tarif overhead =$301.593/10.000=$30,16 per jam mesin.
Biaya produk dan harga penawaran :
Biaya utama
$ 67,00
Overhead (3x $30,16)
90.48
Biaya total per unit
$ 157,48
Harga penawaran(9$157,48)x 1,2 $ 188,98

2. Pengalokasian biaya produk patungan
Sanders Pharmaceutil company membeli bahan baku yang kemudian di proses untuk
menghasilkan 3 bulan kimia ; anarol, estyl, dan betryl. Pada bulan juni, sanders membeli
10.000 galon bahan baku seharga $250.000 dan juga terjadi biaya konversi bersama sebesar
$70.000. berikut ini informasi penjualan dan produksi pada bulan juni.

Galon yang
diproduksi
Anarol
Estyl
betryl

2.000
3.000
5.000

Harga saat
pemisahaan
$55
40
30

Biaya
pemrosesan lebih
lanjut per Galon
$5

Harga jual
akhir
$60

Anarol dan estyl dijual ke perusahaan farmasi lainnya saat titik pemisahaan. Betryl bisa dijual
saat bisa dijual saat titik pemisahan atau diproses lebih lanjut dan dikemas untuk dijual
sebagai obat sama.
Diminta :
Alokasikan biaya patungan untuk ketiga produk tersebut dengan menggunakan :
1. Metode unit fisik
2. Metode nilai penjualan saat pemisahaan
3. Metode nilai besrih yang dapat direalisasikan

Solusi
1. Total biaya patungan utuk dialokasikan : $250.000+$70.000= $320.000
Metode unit fisik
Galon yang

persen galon yg

x

diproduksi
2000
3000
5000
10.000

diproduksi
(2000/10.000)=0,20
(3000/10.000)=0,30
(5000/10.000)=0,50

biaya

=

alokasi

biaya
Anarol
Estyl
Betryl
total

patungan
$320.000
320.000
320.000

patungan
$64.000
96.000
160.000

2. Metode nilai penjualan saat pemisahan

Anarol
Estyl
betryl
total

Galon
yang
diproduksi
2.000
3.000
5.000

Harga saat
pemisahaan
$55
40
30

Pendapatan
saat
pemisahaan
$110.000
120.000
150.000
$380.000

Persen
pendapatan
(x)
0,28947
0,31579
0,39474

Biaya
bersama
(=)
$320.000
320.000
320.000

Alokasi
biaya
bersama
$ 92.630
101.053
126.317
320.000

3. Metode nilai bersih yang dapat direalisasikan
Langkah 1. Tentukan langkah penjualan hipotesis
Harga akhir
(-)
Anarol
Estyl
betryl
total

$55
40
60

Pemrosesan
lebih lanjut
per galon(+)
$5

Harga
penjualan
hipotesis (x)
$55
40
55

Galon (+)
2.000
3.000
5.000

Pendapatan
hipotesis
$ 110.000
120.000
275.000
$505.000

Langkah 2. Alokasikan biaya patungan sebagai proporsi pendapatan penjualan hipotesis

Anarol
Estyl
betryl
total

Pendapatan
penjualan
hipotesis
$ 110.000
120.000
275.000
$505.000

Persen (x)

Biaya patungan
(=)

Alokasi biaya
patungan

0,21782
0,23762
0,54456

$320.000
320.000
320.000

$ 69.702
76.039
174.259
$302.000

Judul: Akuntansi Manajemen

Oleh: Andri Sitanggang


Ikuti kami