Akuntansi Manajemen

Oleh D3 Akuntansi (ak)

17 tayangan
Bagikan artikel

Transkrip Akuntansi Manajemen

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Perkembangan usaha dagang sangat pesat pada masa perdagangan bebas seperti
sekarang ini. Persaingan global memberikan banyak pilihan kepada konsumen, dimana
konsumen semakin mempertimbangkan biaya, nilai dan manfaat dari sebuah produk.
Perkembangan perdagangan dunia menuntut usaha-usaha yang sudah ada untuk tetap dapat
bertahan agar dapat bersaing dengan usaha-usaha yang akan bermunculan dan tetap terus
memperoleh keuntungan.
Usaha yang dulu bersaing hanya pada tingkat lokal, regional atau nasional kini harus
pula bersaing dengan usaha-usaha dari seluruh dunia. Hanya usaha yang mampu
menghasilkan barang yang berkualitaslah yang dapat bersaing dalam pasar global. Selain
kualitas dan kepuasan pelanggan, usaha dagang dalam memproduksi produk harus
mempertimbangkan keputusan-keputusan penting seorang manajer guna memajukan usaha
yang dilakukan. Dalam mengambil keputusan yang mempengaruhi masa depan, manajer
meminta akuntan untuk menyiapkan analisis khusus atas biaya. Karena data biaya yang
dikumpulkan dalam rangka penilaian persediaan seringkali tidak memadai untuk analisis ini,
maka akuntan menggunakan jenis biaya yang lainnya
Pengambilan keputusan menggunakan jenis biaya lain seperti biaya diferensial
(differential cost). Analisis biaya diferensial ini dapat membantu dalam pengambilan
keputusan yaitu menolak atau menerima pesanan, membeli atau membuat sendiri, dan
menaikkan atau menurunkan volume operasi. Lingkungan usaha dagang juga sangat
mempengaruhi dalam proses pengambilan keputusan. Keputusan-keputusan yang dilakukan
oleh manajer nantinya mempunyai dampak terhadap laba perusahaan.
1.2 Tujuan Penulisan
Tujuan dari penulisan ini adalah
a.

Untuk mengetahui masalah yang dihadapi oleh perusahaan sehubungan dengan
penggunaan informasi akuntansi diferensial sebagai alat pengambilan keputusan
menerima atau menolak pesanan khusus.

b.

Untuk mengetahui peranan informasi akuntansi diferensial dalam pengambilan
keputusan menerima atau menolak pesanan khusus.

Sistem Informasi Akuntansi Diferensial | 1

BAB II
ISI PENULISAN
2.1

Pengertian Informasi
Informasi adalah ‘motor’ yang membuat manajemen berjalan. Tanpa aliran informasi

yang baik, pemimpin perusahaan akan tidak berdaya dalam melakukan suatu tindakan baik
dalam rangka pemecahan masalah maupun pencapaian tujuan perusahaan.
Menurut Sunarto dalam bukunya yang berjudul “Akuntansi Manajemen”, informasi
adalah sebagai berikut: “Informasi merupakan suatu fakta, data, pengamatan, persepsi,
atau sesuatu yang lain, yang menambah pengetahuan” (2004:10)
Sedangkan menurut James A. Hall dalam bukunya yang berjudul “Sistem Informasi
Akuntansi”, menyatakan bahwa informasi sebagai berikut: “Informasi adalah salah satu
sumber daya bisnis.”(2001:4)
Berdasarkan kedua pengertian di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa Informasi
merupakan suatu fakta, data pengamatan, persepsi, atau sesuatu yang lain yang dapat
menambah pengetahuan yang merupakan salah satu sumber daya bisnis. Informasi yang telah
diolah menjadi suatu bentuk yang penting bagi si penerima dan mempunyai nilai yang nyata
atau yang dapat dirasakan, dalam keputusan-keputusan yang sekarang atau keputusankeputusan yang akan datang.
Informasi secara garis besar dibagi menjadi dua, yaitu : informasi kualitatif dan
informasi kuantitatif. Informasi kualitatif yaitu informasi berdasarkan nilai mutu sedangkan
informasi kuantitatif yaitu informasi berdasarkan angka, jumlah dan ukuran. Salah satu
bentuk dari informasi kuantitatif adalah informasi akuntansi manajemen karena informasi ini
menggunakan satuan uang sebagai ukurannya.
2.2

Pengertian Informasi Akuntansi Diferensial
Ada beberapa pendapat mengenai pengertian informasi akuntansi diferensial, antara

lain dikemukakan oleh Hariadi dalam bukunya yang berjudul “Akuntansi Manajemen”,
sebagai berikut :
“Informasi akuntansi diferensial adalah informasi tentang bagaimana biaya,
penghasilan dan aktiva akan berbeda jika suatu tindakan di ambil ketika dibandingkan
dengan alternatif tindakan yang lain.”(2002:40)

Sistem Informasi Akuntansi Diferensial | 2

Menurut S.Munawir dalam bukunya yang berjudul “Akuntansi Keuangan dan
Manajemen”, informasi akuntansi diferensial adalah : “Informasi akuntansi diferensial
adalah informasi biaya yang akan terjadi dimasa depan (future cost) yang diperkirakan
akan berbeda untuk setiap alternatif dan bermanfaat bagi manajemen untuk
pengambilan keputusan memilih salah satu alternatif tindakan yang terbaik.”
(2002:305)
Menurut Sunarto dalam bukunya yang berjudul “Akuntansi Manajemen”, informasi
akuntansi diferensial adalah : “Informasi akuntansi diferensial merupakan informasi
akuntansi yang dihubungkan dengan pemilihan alternatif”(2004:57)
Sedangkan menurut Halim dan Supomo dalam bukunya yang berjudul “Akuntansi
Manajemen”, informasi akuntansi diferensial adalah: “Informasi akuntansi diferensial
merupakan informasi mengenai taksiran pendapatan, biaya dan aktiva yang berbeda
jika suatu tindakan tertentu dipilih, dibandingkan dengan alternatif tindakan yang
lain”(2000:8)
Berdasarkan keempat pendapat di atas dapat diketahui bahwa, informasi akuntansi
diferensial bermanfaat bagi manajemen dalam pemilihan alternatif yang terbaik bagi
perusahaan, karena informasi akuntansi diferensial memuat informasi tentang taksiran
perbedaan aktiva, pendapatan dan biaya sebagai akibat dipilihnya suatu alternatif tindakan
dibandingkan dengan alternatif tindakan yang lain.
Informasi Akuntansi Diferensial Terdiri dari :
1. Pendapatan diferensial : Bermanfaat untuk pengambilan keputusan, pendapatan
diferensial adalah pendapatan yang berbeda diantara berbagai alternatif keputusan
yang mungkin dipilih. Pendapatan masa lalu atau masa yang akan datang yang tidak
berbeda diantara berbagai alternatif keputusan yang mungkin dipilih bukan
merupakan pendapatan diferensial. Jadi, karakteristik pendapatan diferensial adalah
pendapatan masa yang akan datang dan pendapatan yang berbeda diantara berbagai
alternatif keputusan.
2. Aktiva diferensial : Berguna memberikan ukuran berapa jumlah dana yang akan
ditanamkan dalam penggantian aktiva tetap tertentu.
3. Biaya diferensial : Merupakan biaya yang akan datang yang berbeda diantara berbagai
macam alternatif keputusan yang mungkin dipilih. Besarnya biaya diferensial dihitung
dari perbedaan biaya pada alternatif

tertentu dibandingkan dengan biaya pada

Sistem Informasi Akuntansi Diferensial | 3

alternatif lainnya. Jadi, karakteristik biaya diferensial adalah biaya masa yang akan
datang dan biaya yang berbeda diantara berbagai alternatif keputusan.
4. Biaya yang akan dating : Merupakan biaya yang diharapkan akan terjadi selama
periode waktu yang tercakup oleh keputusan yang akan dibuat. Biaya masa lalu tidak
diferensial untuk pembuatan keputusan, namun bermanfaat untuk meramal biaya yang
akan terjadi dimasa yang akan datang.
5. Laba diferensial : Erat hubungannya dengan pengertian pendapatan diferensial dan
biaya diferensial. Laba diferensial adalah laba yang akan datang yang berbeda
diantara berbagai alternatif yang mungkin dipilih. Besarnya laba diferensial dihitung
dari perbedaan antara laba pada alternatif tertentu dibandingkan dengan laba pada
alternatif lainnya. Besarnya laba diferensial diperhitungkan dengan rumus:
-

Laba diferensial = Pendapatan diferensial – Biaya diferensial
Laba masa yang lalu atau laba masa yang akan datang namun tidak berbeda

diantara alternatif keputusan yang mungkin dipilih bukan merupakan laba diferensial
dan oleh karena itu dipertimbangkan dalam pengambilan keputusan. Dari definisi
yang telah diuraikan maka dapat ditarik kesimpulan bahwa karakteristik laba
diferensial adalah laba masa yang akan datang dan laba yang berbeda diantara
alternatif keputusan.
-

Pedoman untuk menentukannya dengan tiga macam cara berikut :

1) Jika alternatif keputusan mempunyai pendapatan differensial dan biaya differensial
yang berbeda, maka laba differensial adalah sebesar selisih antara pendapatan
differensial dengan biaya differensial.
2) Jika pendapatan pada alternatif keputusan besarnya sama, maka laba differensial
adalah sebesar biaya differensialnya yaitu penghematan biaya antara alternatif yang
satu dibandingkan dengan alternatif lainnya.
3) Biaya pada alternatif keputusan besarnya sama, maka laba diferensial adalah
sebesar pendapatan diferensialnya yaitu perbedaan antara pendapatan pada
alternatif yang satu dibandingkan dengan pendapatan pada alternatif lainnya.
Informasi akuntansi diferensial mempunyai dua unsur pokok :
1) Merupakan informasi yang akan dating
2) Berbeda diantara alternatif yang yang dihadapi oleh pengambil keputusan.
Informasi akuntansi diferensial terdiri dari biaya, pendapatan dan aktiva.
Informasi akuntansi diferensial yang hanya berkaitan dengan aktiva disebut aktiva

Sistem Informasi Akuntansi Diferensial | 4

diferensial (differential assets), yang hanya berkaitan dengan pendapatan disebut
pendapatan diferensial (differential revenues) dan yang berkaitan dengan biaya
disebut biaya diferensial ( differential costs).
Perbedaan biaya penuh dengan biaya diferensial :
Full Costs

Differential Costs
Biaya berbeda dalam kondisi yg berbeda.
Contoh : jika pengambilan keputusan

Unsur

Biaya langsung +

biaya

By tidak langsung

berkaitan dengan pemanfaatan kapasias
produksi maka biaya diferensial yg sangat
penting dalam pengambilan keputusan adalah
perubahan biaya dalam hubungannnya dengan
perubahan volume kegiatan.
Dengan merancang sistem akuntansi yang
dapat memisahkan biaya menurut perilakunya

Sumber

Catatan akuntansi

informasi

reguler perusahaan

dan memisahkan biaya menurut hubungan
biaya dengan cost objectives sehingga
memudahkan penaksiran biaya diferensial
sesuai dengan masalah yang dihadapi oleh
pengambil keputusan.

2.3
a)

Perspektif

Masa lalu dan masa

waktu

mendatang

Masa mendatang

Manfaat Informasi Akuntansi Diferensial Dalam Pengambilan Keputusan
Membeli / Membuat Sendiri
Keputusan membeli atau membuat sendiri dihadapi oleh manajemen terutama dalam
perusahaan yang produknya terdiri dari berbagai komponen dan yang memproduksi
berbagai jenis produk.
Keputusan membeli atau membuat sendiri dapat dibagi menjadi 2 macam :

Sistem Informasi Akuntansi Diferensial | 5

1. Keputusan membeli atau membuat sendiri yang dihadapi oleh perusahaan yang
sebelumnya memproduksi sendiri produknya, kemudian mempertimbangkan akan
membeli produk tersebut dari pemasok luar.
2. Keputusan membeli atau membuat sendiri yang dihadapi oleh perusahaan yang
sebelumnya

membeli

produk

tertentu

dari

pemasok

luar,

kemudian

mempertimbangkan akan memproduksi sendiri produk tersebut.
b) Menjual / Memproses Lebih Lanjut Suatu Produk
Dalam pengambilan keputusan macam ini, Informasi akuntansi diferensial yang
diperlukan oleh manajemen adalah pendapatan diferensial dengan biaya diferensial
jika alternatif memproses lebih lanjut dipilih.
c)

Menghentikan atau Melanjutkan Produksi Produk Tertentu.
Dalam mengahadapi kondisi ini, manajemen perlu mempertimbangkan keputusan
menghentikan atau tetap melanjutkan produksi produk atau kegiatan usaha
departemen yang mengalami kerugian tersebut.

Sistem Informasi Akuntansi Diferensial | 6

d) Menerima / Menolak Pesanan Khusus.
Dalam pengambilan keputusan menerima atau menolak pesana khusus, informasi
akuntansi diferensial yang relevan adalah pendapatan diferensial dan biaya diferensial.
Jika pendapatan diferensial ( yaitu tambahan pendapatan dengan diterimanya pesanan
khusus tersebut ) lebih tinggi dibandingkan dengan biaya diferensial ( yaitu tambahan
biaya karena memenuhi pesanan khusus tersebut maka pesanan khusus sebaiknya
diterima ). Di lain pihak, jika pendapatan diferensial lebih rendah dibandingkan
dengan biaya diferensial, maka pesanan khusus sebaiknya ditolak.
2.4
1.

Jurnal Informasi Akuntansi Diferensial
Analisis Biaya Diferensial Dalam Pengambilan Keputusan Untuk Menerima
Atau Menolak Pesanan Khusus Pada UD. Jaya Card :
-

METODE PENELITIAN :
Jenis Data Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis data
kualitatif dan kuantitatif yaitu :
a. Data Kualitatif
Data kualitatif adalah data yang tidak dapat diukur dalam skala numerik. Data
kualitatif merupakan data yang disajikan secara deskriptif atau bentuk uraian yang
berupa gambaran umum perusahaan dan struktur organisasi. Kuncoro (2009:145)
b. Data Kuantitatif
Data Kuantitatif adalah data yang diukur dalam suatu skala numerik. Data
kuantitatif merupakan data yang disajikan dalam bentuk angkah,berupa data-data
biaya produksi dan data banyaknya jumlah produksi. Kuncoro (2009:145)
Sumber Data
1. Data Primer Lubis (2010:174) data primer merupakan sumber data yang
diperoleh secara langsung dari sumber asli atau pihak pertama. Penelitian ini data
primer diperoleh pada saat wawancara dengan karyawan UD. Jaya Card yang
berhubungan dengan pengambilan data yaitu gambaran umum perusahaan,
struktur organisasi, pembagian tugas kerja, dan lain sebagainya.
2. Data Sekunder Lubis (2010:175) data sekunder merupakan sumber data riset
yang diperoleh peneliti secara tidak langsung melalui media perantara. Penelitian
pada UD. Jaya Card sumber data yang digunakan adalah data primer.

Sistem Informasi Akuntansi Diferensial | 7

Teknik Pengumpulan Data
Teknik Pengumpulan data yang digunakan yaitu :
1. Penelitian Langsung ( Field Research ) yaitu penelitian yang dilakukan dengan
cara observasi langsung dan wawancara dengan pimpinan serta staf perusahaan
yang berkompeten terhadap masalah yang diteliti.
2. Dokumentasi, yaitu biaya variabel dan biaya tetap, dan dokumen-dokumen
terkait yang relevan dengan topik yang diteliti.
Metode Analisis Data Metode analisis data yang digunakan adalah metode
deskriptif yakni suatu analisis yang menguraikan atau menggambarkan penentuan
harga pokok produksi dengan menggunakan diferensial cost pada UD. Jaya Card.
Biaya diferensial adalah berbagai perbedaan biaya antara sejumlah alternatif
pilihan yang dapat digunakan perusahaan. Analisis biaya diferensial digunakan
untuk menentukan kenaikan pendapatan, biaya, laba sehubungan dengan beberapa
kemungkinan cara untuk menggunakan fasilitas tetap atau kapasitas tersedia.
-

Hasil Penelitian dan Pembahasan
Hasil Penelitian
Gambaran Umum Objek Penelitian
UD. Jaya Card merupakan perusahaan yang bergerak di bidang percetakan
undangan. UD. Jaya Card sudah berdiri sejak tahun 2002. Berdirinya yaitu ketika
pemiliknya mengikuti pelatihan (kursus) di jakarta, setelah mengikuti pelatihan
tersebut pemilik kemudian memiliki ketrampilan membuat undangan, dengan
ilmu yang dia pelajari selama mengikuti pelatihan tersebut, pemilik kemudian
mencoba membuka usaha sendiri membuat undangan dengan modifikasi model
yang dibuat khusus oleh pemilik. Dunia percetakan sangat menjanjikan bagi
pemilik untuk masa depannya. Dengan memperlajari seluk beluk dunia percetakan
akhirnya pemilik memulai membuka order. Jaman yang terus berputar dan
berkembang membuka pemikiran bagi pemilik untuk selalu berpikir dan berusaha
untuk memaksimalkan potensi yang ada.
 Tabel 1. Data Penjualan UD. Jaya Card Bulan Mei 2014 :

Sistem Informasi Akuntansi Diferensial | 8

Nama Produk

Kuantitas

Harga Satuan

Jumlah

Soft Cover

7100 Rp

6.000

Rp

42.600.000

Hard Cover

2600 Rp

10.000

Rp

26.000.000

Art Cover

3200 Rp

2.500

Rp

8.000.000

Rp

76.600.000

Total

12900

Sumber : UD. Jaya Card, 2014.
Tabel 1 menunjukkan data penjualan keseluruhan Produk UD. Jaya Card
termasuk pesanan khusus selama bulan mei 2014 yaitu dengan jumlah undangan
yang diproduksi 12900 dengan total pendapatan Rp.76.600.000, dengan
keterangan kuantitas atau jumlah produksi didapat dari Soft Cover 355
undangan/hari, Hard Cover 130 undangan/hari, Art Cover 160/hari dikalikan
dengan 20 hari kerja/produksi.
 Tabel 2. Bahan Baku Tanpa Pesanan Khusus UD. Jaya Card Mei 2014
Nama

Kuantitas

Satuan

Kertas Jasmine

130

Lbr

Rp

4.500

Rp

585.000

Kertas Artpaper

320

Lbr

Rp

700

Rp

224.000

Karton 64 x 88

130

30 gsm

Rp

7.000

Rp

910.000

Tinta

12

100 ml

Rp

50.000

Rp

600.000

Lem

13

500 gr

Rp

13.000

Rp

169.000

Pita

26

1 rol

Rp

13.000

Rp

338.000

Plastik

13

dos

Rp

17.000

Rp

221.000

Rp

3.047.000

Total

Harga Per Unit

Jumlah

Sistem Informasi Akuntansi Diferensial | 9

Sumber : UD. Jaya Card, 2014
Tabel 2 dapat dilihat biaya bahan baku tanpa pesanan khusus Kertas
Jasmine 1 lembar = 20 undangan (2600 / 20 = 130) 130 X Rp.4500 = Rp.585.000,
Kertas Artpaper 1 Lembar = 10 undangan (3200 / 10 = 320) 320 X Rp 700 =
Rp.224.000, Karton 64X86 30 gsm 1 lembar = 20 undangan ( 2600 / 20 = 130 )
130 X Rp.7.000 = Rp. 910.000, Tinta Rp.600.000, Lem Rp.169.000, Pita
Rp.338.000, Plastik Rp.221.000. Jadi total biaya bahan baku tanpa pesanan khusus
pada

`bulan mei 2014 berjumlah Rp 3. 047.000.

 Tabel 3. Biaya Tenaga Kerja Langsung (Tanpa Pesanan Khusus) UD. Jaya
Card Mei 2014
Keterangan

Kuantitas

Jumlah (Rp)

Total (Rp)

Tenaga Kerja
Pembuatan 2 jenis
undangan dan 1
jenis undangan
pesanan khusus

3

1.500.000

4.500.000

Sumber : UD. Jaya Card, 2014
Tabel 3 menunjukkan biaya tenaga kerja langsung pembuatan 2 jenis
undangan yaitu undangan hard cover, undangan art cover dan 1 jenis undangan
soft cover yang merupakan pesanan khusus yaitu 3 orang dengan gaji masingmasing Rp.1.500.000 untuk pembuatan 3 jenis pesanan undangan, 2600 undangan
hard cover dan 7100 undangan soft cover, 3200 undangan art cover. Jadi total
biaya tenaga kerja tanpa pesanan khusus berjumlah Rp.4.500.000.
 Tabel 4. Biaya Overhead Pabrik (Tanpa Pesanan Khusus) UD. Jaya Card Mei
2014
Keterangan

Jumlah (Rp)

Total (Rp)

Biaya Tetap
Kasir

1.500.000

Sistem Informasi Akuntansi Diferensial | 10

Pemeliharaan Mesin

500.000

Penyusutan Mesin

25.000
2.025.000

Biaya Variabel
Listrik

650.000
650.000

Sumber : UD. Jaya Card, 2014
Tabel 4 menunjukkan biaya overhead pabrik UD. Jaya Card yaitu biaya
tetap

yang

didalamnya

kasir

Rp.1.500.000,

Pemeliharaan

mesin

Rp.500.000/bulan, Penyusutan mesin Rp.500.000/20 hari kerja jadi total
penyusutan mesin Rp25.000, jadi total biaya tetap Rp.2.025.000. Biaya variabel
listrik Rp. 650.000/bulan. Jadi biaya variabel sebesar Rp.650.000.
 Tabel 5. Harga Pokok Penjualan Pesanan Khusus UD. Jaya Card Mei 2014
Nama Produk

Kuantitas

Undangan Soft Cover

Harga (Rp)

7100

Jumlah (Rp)

6.000

42.600.000

Total

42.600.000

Sumber : UD. Jaya Card, 2014
Tabel 5 dapat dilihat harga pokok penjualan pesanan khusus (undangan
soft cover) yaitu kuntitas 355 undangan/hari dikalikan dengan 20 hari produksi
menjadi 7100/bulan dikalikan dengan harga satuan produk Rp.6.000, jadi harga
pokok penjualan pesanan khusus pada bulan mei 2014 yaitu Rp.42.600.000.
 Tabel 6. Bahan Baku Pesanan Khusus UD. Jaya Card Mei 2014
Nama

Kuantitas

Satuan

Harga Per unit

Nilai

Kertas Jasmine

355

Lbr

Rp

4.500 Rp

1.597.500

Karton 64 x 86

355

50 gsm

Rp

6.000 Rp

2.130.000

Tinta

14

100 ml

Rp

50.000 Rp

700.000

Lem

35

500 gr

Rp

13.000 Rp

455.000

Pita

71

1 rol

Rp

13.000 Rp

923.000

Plastik

35

1 dos

Rp

17.000 Rp

595.000

Sistem Informasi Akuntansi Diferensial | 11

Total

Rp

6.400.500

Sumber : UD. Jaya Card, 2014
Tabel 6 dapat dilihat biaya bahan baku pesanan khusus Kertas jasmine
Rp.1.597.500/bulan, Karton 64X86 Rp.2.130.000/bulan, Tinta Rp700.000/bulan,
lem Rp.455.000/bulan, Pita Rp.923.000/bulan, Plastik Rp.595.000/bulan. Jadi
total biaya bahan baku pesanan khusus pada bulan mei 2014 berjumlah
Rp.6.400.500.
 Tabel 7. Biaya Tenaga Kerja Pesanan Khusus ( Undangan Soft Cover) Mei
2014
Keterangan

Jumlah Tenaga Kerja
1 orang

Pembuatan undangan
Soft Cover
Total

Jumlah (Rp)
1.500.000

1.500.000

Sumber : UD. Jaya Card, 2014
Tabel 7 diatas menunjukkan biaya tenaga kerja pembuatan pesanan
khusus yang berjumlah 1 orang tenaga kerja dikalihkan Rp.1.500.000/org, jadi
tenaga kerja yang diperlukan untuk pembuatan pesanan khusus 4 orang, total
biaya tenaga kerja pembuatan pesanan khusus berjumlah Rp. 6.000.000.
 Tabel 8. Biaya Overhead Pabrik (Pesanan Khusus) UD. Jaya Card Mei 2014
Keterangan

Jumlah (Rp)

Total (Rp)

Biaya Tetap
Kasir

1.500.000

Pemeliharaan Mesin

500.000

Penyusutan Mesin

25.000
2.025.000

Biaya Variabel
Listrik

200.000
200.000

Sumber : UD. Jaya Card, 2014
Tabel 8 menunjukkan biaya overhead pabrik UD. Jaya Card yaitu biaya
tetap

yang

didalamnya

kasir

Rp.1.500.000,

Pemeliharaan

mesin

Sistem Informasi Akuntansi Diferensial | 12

Rp.500.000/bulan, Penyusutan mesin Rp.500.000/20 hari kerja jadi total
penyusutan mesin Rp25.000, jadi total biaya tetap Rp.2.025.000. Biaya variabel
listrik Rp. 200.000/bulan. Jadi biaya variabel sebesar Rp.200.000.

 Tabel 9. Cost Summary
Jumlah Dengan Pesanan
Khusus (Rp)

Keterangan
Biaya Bahan Baku

6.400.500

Biaya Tenaga Kerja langsung

1.500.000

BOP :
Biaya Tetap

2.025.000

Biaya Variabel

200.000

Total Biaya
Sumber : Hasil Olah Data,Mei 2014

10.125.500

Tabel 9 menunjukkan ringkasan biaya dengan pesanan khusus dari UD.
Jaya Card yaitu Biaya bahan baku Rp.6.400.500, Biaya tenaga kerja langsung Rp.
1.500.000, BOP yang didalamnya Biaya tetap Rp.2.025.000, Biaya Variabel
Rp.200.000, dan total biaya dengan pesanan khusus dari UD. Jaya Card yaitu
berjumlah Rp. 10.125.500.
 Tabel 10. Cost Summary
Keterangan

Jumlah Tanpa Pesanan
Khusus (Rp)

Biaya Bahan Baku

3.047.000

Biaya Tenaga Kerja langsung

4.500.000

BOP :
Biaya Tetap
Biaya Variabel
Total Biaya

2.025.000
650.000
10.222.000

Sistem Informasi Akuntansi Diferensial | 13

Sumber : Hasil Olah Data,Mei 2014
Tabel 10 menunjukkan ringkasan biaya tanpa pesanan khusus dari UD.
Jaya Card yaitu Biaya bahan baku Rp.3.047.000, Biaya tenaga kerja langsung Rp.
4.500.000, BOP yang didalamnya Biaya tetap Rp.2.025.000, Biaya Variabel
Rp.650.000, dan total biaya dengan pesanan khusus dari UD. Jaya Card yaitu
berjumlah Rp. 10.222.000.

Pembahasan
Perbedaan antara biaya bahan baku tanpa pesanan khusus lebih kecil dari
biaya bahan baku dengan pesanan khusus, biaya tenaga kerja langsung tanpa
pesanan khusus lebih kecil dari biaya tenaga kerja langsung dengan pesanan
khusus, sedangkan biaya overhead pabrik tetap dengan dan tanpa pesanan khusus
sama besar biayanya, biaya overhead pabrik variabel tanpa pesanan khusus lebih
kecil dari biaya overhead pabrik variabel pesanan khusus. Jadi dengan menerima
pesanan khusus tersebut laba bersih perusahaan dengan pesanan khusus
meningkat. Hasil olah data dari UD. Jaya Card menunjukkan bahwa tawaran
pesanan khusus undangan soft cover dapat diterima perusahaan, meskipun harga
jual pesanan khusus dibawah harga jual tapi harga jual tersebut masih bisa
menutupi biaya diferensial pesanan khusus, disamping itu perusahaan juga dapat
tambahan laba diferensial. Hasil uji ini sama dengan penelitian terdahulu dari
Dinar (2005) dan Diana (2012). Dengan menggunakan akuntansi diferensial
perusahaan dapat menerima pesanan khusus, karena dengan menerima pesanan
khusus meskipun dibawah harga jual, perusahaan masih bisa menutupi biaya
diferensial.

Sistem Informasi Akuntansi Diferensial | 14

BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
1. Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian tetang jurnal diatas adalah, perhitungan
biaya diferensial dalam pengambilan keputusan disimpulkan dapat diterima oleh pesanan
khusus karena pendapatan diferensial lebih besar dari biaya diferensial dan dapat
meningkatkan laba.
2. Peranan informasi akuntansi diferensial sebagai alat dalam pengambilan keputusan dalam
membantu pihak manajemen, antara lain :
a. Memicu manajer perusahaan dalam menyadari dan merumuskan masalah atau
kesempatan.
b. Memisahkan alternatif tindakan yang satu dari alternatif tindakan yang lain.
c. Menjelaskan konsekuensi berbagai alternatif tindakan yang akan dipilih.
d. Membantu menganalisis dan menilai berbagai alternatif tindakan yang akan dipilih.
Saran
Berdasarkan kesimpulan yang telah penulis kemukakan, berikut penulis akan memberikan
saran yang mungkin bermanfaat bagi Perusahaan UD. Jaya Card
1.

Sebaiknya manajemen perusahaan meneliti lebih banyak biaya-biaya yang harus
dipertimbangkan, dalam hal menerima atau menolak pesanan khusus suatu produk.

2.

Walaupun perusahaan menerima pesanan khusus dari pelanggan tertentu, hendaknya
dalam pengambilan keputusan tetap menggunakan alat bantu seperti analisis biaya
diferensial secara maksimal sehingga keputusan yang diambil oleh manajemen
perusahaan memberikan hasil yang lebih dapat diandalkan dibandingkan dengan
mengunakan perkiraan, dugaan atau pengalaman.

Sistem Informasi Akuntansi Diferensial | 15

DAFTAR PUSTAKA

1. http://blog-muhammadfaizal.blogspot.com/2012/08/informasi-akuntansi-diferensial.html
2. http://firmansyah300.blogspot.com/2009/11/akuntansi-diferensial.html
3. http://yulitamaulida21209675.blogspot.com/2013/06/jurnal-analisis-akuntansi
diferensial_9394.html
4. http://anhyfreedom.blogspot.com/2012/10/informasi-akuntansi-differensial.html
5. http://romadhonisp.wordpress.com/2010/04/30/artikel-akuntansi-1/
6. http://soehendroe.blogspot.com/2013/01/rumus-manajemen-akuntansi-informasi.html
7. http://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/emba/article/view/5566/5088
8. http://publication.gunadarma.ac.id/bitstream/123456789/5874/1/elsya%20slide.pdf
9. Armila Krisna Warindrani, 2006, Akuntansi Manajemen, Graha Ilmu, Yogyakarta.
10. Hansen dan Mowen, 2000, Akuntansi Manajemen, Edisi 4, Erlangga, Jakarta

Sistem Informasi Akuntansi Diferensial | 16

Judul: Akuntansi Manajemen

Oleh: D3 Akuntansi (ak)


Ikuti kami