Akuntansi Manajemen

Oleh Iskandar Hidayah

232,4 KB 4 tayangan 0 unduhan
 
Bagikan artikel

Transkrip Akuntansi Manajemen

PERHITUNGAN BIAYA STANDAR : ALAT PENGENDALIAN MANAJERIAL Makalah Diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah Akuntansi Manajemen Dosen: Rd. Amar Muslih, M.Si., Ak., CA., QIA. oleh: Azi Nugraha Pratama NIM 1179210010 Eulis Setiawati NIM 1179210026 Faridani Novitanisa NIM 1179210027 Ifa Faidah NIM 1179210037 Ina Theana NIM 1179210041 Iqbal Maulana NIM 1179210042 Elsa Novitri Rinjani NIM 1189210020 PROGRAM STUDI AKUNTANSI SYARI’AH FAKULTAS SYARI’AH DAN HUKUM UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG BANDUNG 2019 KATA PENGANTAR Puji dan syukur penulis panjatkan kehairat Allah SWT. Berkat rahmat dan karunia-Nya sehingga makalah ini dapat tersusun dengan baik sesuai ketentuan yang telah ditetapkan. Penulisan makalah ini dibuat guna memenuhi tugas kelompok mata kuliah Akuntansi Manajemen. Tidak lupa penulis juga mengucapkan banyak terimakasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam pembuatan makalah ini terutama Bapak Rd. Amar Muslih, M.Si., Ak., CA., QIA. selaku Dosen pengampu mata kuliah Akuntansi Manajemen yang telah mengarahkan penulis dalam menyususn makalah dengan sangat baik. Harapan penulis semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca. Karena keterbatasan pengetahuan, penulis yakin masih banyak kekurangan dalam penulisan makalah ini. Baik dari segi susunan kalimat, tata bahasa maupun penulisannya. Oleh karena itu, penulis sangat mengharapkan adanya saran dan kritik dari pembaca guna kesempurnaan makalah dan acuan dalam bekal pengalaman bagi penulis untuk lebih baik di masa yang akan datang. Bandung , 25 November 2019 Kelompok 3 i DAFTAR ISI BAB I..............................................................................................................................................1 1.1 Latar Belakang..................................................................................................................1 1.2 Rumusan Masalah.............................................................................................................1 1.3 Tujuan...............................................................................................................................2 BAB II............................................................................................................................................3 2.1 Biaya Standar....................................................................................................................3 2.2 Biaya Produk Standar........................................................................................................7 2.3 Analisis Variansi...............................................................................................................7 2.4 Cara Menghitung Analisis Variansi Bahan Baku dan Tenaga Kerja................................9 2.5 Cara Menghitung Analisis Variansi Biaya Overhead.....................................................14 BAB III.........................................................................................................................................23 3.1 Penutup............................................................................................................................23 3.2 Saran................................................................................................................................23 DAFTAR PUSTAKA...................................................................................................................24 ii 1BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Standar bisa diartikan sebagai tolak ukur atau norma dalam pengukuran kerja. Standar dapat ditemukan dimana saja. Standar dapat dikembangkan dengan cara sendirisendiri atau unilateral, misalnya oleh suatu perusahaan, organisasi, militer, dll. Contoh standar perusahaan adalah Standar Operating Procedure (SOP). Standar juga dapat dikembangkan oleh suatu kelompok seperti persekutuan atau asosiasi perdagangan yang memiliki visi yang sama. Dalam akuntansi manajemen terdapat biaya standar yang didefinisikan sebagai biaya yang telah ditetapkan (dianggarkan) oleh perusahaan sebelumnya yang dijadikan pedoman dalam melakukan suatu produksi. Sistem biaya standar memeberikan pedoman kepada menejemen beberapa biaya yang seharusnya untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan tertentu s Standar juga sering digunakan dalam akuntansi manajerial di mana standar tersebut terkait dengan kuantitas dan biaya input yang digunaan dalam produksi barang dan penyediaan jasa. biaya standar unit untuk suatu input tertentu bergantung pada standar kuantitas dan standar harga. Standar kuantitas mengacu pada jumlah input yang seharusnya digunakan dan standar harga mengacu pada jumlah yang seharusnya dibayar . Berdasarkan latar belakang diatas, maka kami melakukan penulisan lebih lanjut dengan judul PERHITUNGAN BIAYA STANDAR: ALAT PENGENDALIAN MANAJERIAL. 1.2 Rumusan Masalah 1. Apa pengertian dari biaya standar? 2. Apa pengerian dari biaya produk standar? 3. Apa pengertian dari analisis variansi? 4. Bagaimana cara menghitung analisis variansi bahan baku dan tenaga kerja? 5. Bagaimana cara menghitung analisis variansi biaya overhead? 1 1.3 Tujuan 1. Mengetahui pengertian dari biaya standar. 2. Mengetahui pengertian dari biaya produk standar. 3. Mengetahui pengertian analisis variansi. 4. Mengetahui cara menghitung analisis variansi bahan baku dan tenaga kerja. 5. Mengetahui cara menghitung analisis variansi biaya overhead. 2 2BAB II PEMBAHASAN 2.1 Biaya Standar Biaya standar adalah biaya yang ditentukan dimuka, yang merupakan jumlah biaya yang seharusnya dikeluarkan untuk membuat satu satuan produk atau untuk membiayai kegiatan tertentu, dibawah asumsi kondisi ekonomi, efisiensi, dan faktor-faktor lain tertentu (Mulyadi, 2010:435). Menurut Carter (2009:158), biaya standar adalah biaya yang telah ditentukan sebelumnya untuk memproduksi satu unit atau sejumlah tertentu produk selama suatu periode tertentu. 1. Bagaimana Standar Dibuat Pengalaman historis, studi teknis, dan input dari personel operasional adalah tiga sumber potensial untuk standar kuantitatif. Meski pengalaman historis dapat memberikan petunjuk awal dalam menyiapkan standar, hal ini seharusnya digunakan secara hati-hati. Proses sering berjalan tidak efisien, maka penggunaan hubungan input-output masalalu akan meneruskan ketidakefisienan ini. Studi teknis dapat menentukan cara paling efisien untuk beroperasi dan menyediakan petunjuk yang sangant terperinci. Namun, standar yang ditetapkan biasanya terlalu terperinci. Maka bisa jadi tidak dapat tercapai oleh personalia operasional. Karena tenaga operasional bertanggung jawab untuk memenuhi standar, mereka seharusnya memiliki input yang signifikan dalam penetapan standar. Prinsipprinsip sama yang mengatur anggaran partisipatif berlaku dalam penetapan standar unit. Standar harga adalah tanggung jawab gabungan dari operasional, pembelian, personalia, dan akuntansi. Operasional menentukan kualitas input yang dibutuhkan. Personalia dan pembelian bertanggung jawab memperoleh kualitas input sebagaimana diminta dengan harga terendah. Tekanan pasar, kelompok dagang dan tekanan eksternal lainnya membatasi ragam pilihan standar harga. Dalam penetapan standar harga, pembelian harus mempertimbangkan diskon, biaya pengiriman dan kualitas. Di lain pihak, personalia harus mempertimbangkan pembayaran pajak penghasilan, fasilitas tambahan dan kualifikasi. Akuntansi bertanggung jawab atas pencatatan standar harga dan menyiapkan laporan yang membandingkan kinerja aktual terhadap standar. 3 2. Manfaat Biaya Standar Sistem biaya standar memberikan panduan kepada manajemen beberapa biaya yang seharusnya melakukan kegiatan tertentu untuk memungkinkan mereka melakukan pengendalian biaya dengan meningkatkan metode produksi, memilih tenaga kerja dan kegiatan lainnya (Mulyadi, 1991: 416). Penggunaan sistem biaya standar memberikan manfaat bagi perusahaan untuk (Abdul Halim, 1995: 270): 1) Perencanaan dan persiapan anggaran 2) Pengambilan keputusan tentang harga jual produk, strategi pengembangan produk dan sebagainya. 3) Pengendalian biaya 4) Menilai hasil implementasi 5) Tingkatkan kesadaran akan pentingnya penghematan biaya 6) Implementasikan Management By Objective (MBO) 7) Membedakan biaya yang telah dihabiskan untuk produksi jadi, inventaris produk dalam proses dan sebagainya 8) Tekan biaya administrasi 9) Menyajikan laporan biaya dengan cepat 3. Penentuan Biaya Standar Penentuan biaya standar dapat dibagi menjadi tiga bagian: biaya bahan baku standar, biaya tenaga kerja standar dan biaya overhead pabrik standar (Mulyadi, 1991: 419). 1) Biaya bahan baku standar a. Harga standar (tarif) bahan langsung ditentukan oleh:  Harga satuan bahan langsung yang harus dibeli  Perubahan harga yang terjadi selama tahun yang bersangkutan  Standar terpisah harus ditetapkan untuk setiap bahan  Bagian akuntansi biaya atau pembelian 4 b. Jumlah standar bahan baku dapat ditentukan dengan:  Investigasi teknis  Analisis catatan masa lalu 2) Biaya tenaga kerja langsung standar a. Jam kerja standar dapat ditentukan oleh:  Hitung rata-rata jam kerja yang dikonsumsi dalam suatu pekerjaan dari lembar biaya periode sebelumnya.  Lakukan uji coba operasi produksi dalam kondisi normal yang diharapkan.  Melakukan investigasi terhadap gerak dan waktu dari berbagai kondisi kerja karyawan yang diharapkan.  Tahan estimasi yang masuk akal, yang didasarkan pada pengalaman dan pengetahuan operasi produksi dan produk b. Tingkat upah standar ditentukan oleh:  Perjanjian dengan organisasi karyawan.  Data upah masa lalu yang dapat digunakan sebagai tingkat upah standar.  Perhitungan tingkat upah dalam kondisi operasi normal 3) Biaya overhead pabrik standar a. Siapkan anggaran untuk biaya overhead pabrik dengan mempertimbangkan tingkat aktivitas (kapasitas) yang termasuk.  Kapasitas teoritis adalah kapasitas pabrik atau departemen untuk menghasilkan produk dengan kecepatan penuh tanpa berhenti selama jangka waktu tertentu.  Kapasitas notmal adalah kemampuan perusahaan untuk memproduksi dan menjual produk mereka dalam jangka panjang.  Kapasitas nyata adalah kapasitas yang diharapkan akan tercapai di tahun mendatang. b. Pilih dasar untuk memuat biaya overhead pabrik untuk produk, termasuk:  Unit produk.  Biaya bahan baku.  Biaya tenaga kerja langsung.  Jam kerja langsung.  Jam mesin 5 4. Mengapa Sistem Biaya Standar Diterapkan Dua alasan untuk penerapan sistem biaya standar sering disebutkan untuk memperbaiki perencanaan dan pengendalian, serta memfasilitasi perhitunga harga pokok produk. 1) Perencanaan dan Pengendalian Sistem perhitungan biaya standar memperbaiki perencanaan dan pengendalian, serta memperbaiki pengukuran kinerja. Standar unit adalah syarat fundamental bagi sistem anggaran fleksibel yang merupakan kunci bagi sistem perencanaan dan pengendalian yang baik. Sistem pengendalian anggaran membandingkan biaya aktual dengan biaya yang dianggarkan dengan menghitung varians, yaitu perbedaan antara biaya aktual dan biaya yang direncanakan untuk tingkat aktivitas aktual. Dengan mengembangkan standar harga per unit dan standar kuantitas, varian keseluruhan dapat dipisahkan menjadi variansi harga dan variansi efisiensi atau penggunaan. Dengan melakukan pemisahan tersebut, seorang manajer memiliki informasi lebih banyak. Jika variansi tidak menguntungkan, seorang manajer dapat mangetakan apakah hal ini diakibatkan oleh perbedaan antara harga yang direncanakan dan harga aktual, perbedaan penggunaan yang direncanakan dan penggunaan aktual, atau keduanya. Karena para manajer memiliki pengendalian lebih atas penggunaan input daripada atas harga, variansi efisiensi memberikan tanda khusus tentang kebutuhan tindakan korektif dan di mana tindakan harus difokuskan. Jadi pada prinsipnya, kegunaan variansi efisiensi adalah meningkatkan pengendalian operasional. Sebagai tambahan, dengan memilah variansi harga dimana manajer secara potensial memiliki lebih sedikit kendali sistem tersebut memberikan pengukuran yang lebih baik atas efisiensi manajerial. 2) Perhitungan Harga Pokok dan Produk Dalam sistem perhitungan biaya standar, biaya-biaya dibebankan pada produk dengan menggunakan standar kuantitas dan harga untuk ketiga biaya produksi; bahan baku langsung, tenaga kerja langsung, dan overhead. Sebaliknya, sistem perhitungan biaya normal menentukan biaya overhead terlebih dahulu untuk tujuan perhitungan 6 harga pokok produk, tetapi membebankan bahan baku langsung dan tenaga kerja langsung pada produk dengan menggunakan biaya aktual. Overhead dibebankan dengan menggunakan tarif yang dianggarkan dan aktivitas actual. Di sisi lain dari spektrum pembebanan biaya, suatu sistem perhitungan biaya aktual membebankan biaya aktual dari ketiga input manufaktur pada produk. Tampilan tabel dibawah ini meringkas pendekatan pembebanan ketiga biaya ini. Perhitungan harga pokok produk standar memiliki beberapa keuntungan disbanding perhitungan biaya normal dan perhitungan biaya aktual. Pertama, tentu saja memiliki kapasitas lebih untuk pengendalian. Sistem perhitungan biaya standar juga memberikan informasi biaya per unit yang dapat digunakan untuk keputusan penentuan harga. Secara khusus, hal ini membantu perusahaan-perusahaan yang melakukan banyak penawaran dan perusahaan yang dibayar berdasarkan pada penambahan biaya. 2.2 Biaya Produk Standar Biaya produk standar merupakan biaya-biaya yang dikeluarkan oleh pabrik untuk membuat satu unit produk jadi. Unsur biaya produksi antara lain biaya bahan baku, biaya tenaga kerja, dan biaya overhead pabrik, memerlukan perhatian dari manajemen agar biaya produksi terkendali sesuai dengan standar. Hal ini menimbulkan masalah bagi manajemen dalam mengendalikan biaya produksi, karena harga pasaran yang cenderung naik turun dan biaya pengiriman yang tidak menentu. Di dalam perusahaan manufaktur, aktivitas produksi memegang peranan yang cukup penting, sehingga tepat tidaknya cara pengelolaan dan pengendalian atas biaya produksi akan menentukan keberhasilan atau kegagalan keuangan perusahaan. Dalam pengendaliannya, kita harus mengetahui apa yang sebenarnya terjadi dan membandingkannya dengan hasil yang direncanakan sebelumnya. 2.3 Analisis Variansi Anggaran fleksibel dapat digunakan untuk mengidentifikasi biaya yang seharusnya muncul pada tingkat aktivitas aktual tertentu. Angka ini diperoleh dengan mengalikan jumlah input yang diijinkan pada output aktual dengan standar harga per unit. Dengan SP ( standar harga per unit suatu input ) dan SQ ( kuantitas standar input yang diijinkan untuk output aktual ), biaya input yang direncanakan atau dianggarkan adalah SP x SQ. Biaya input 7 aktual adalah AP ( harga aktual per unit input ) x AQ ( kuantitas input aktual yang digunakan ). A. Variansi Harga Dan Efisiensi Total variansi anggaran adalah perbedaan antara biaya aktual input dan biaya yang direncanakan. Total Variansi = (AP x AQ) – (SP x SQ) Dalam suatu sistem perhitungan biaya standar, total variansi dibagi menjadi variansi harga dan penggunaan. Variansi harga (tarif) yaitu perbedaan antara harga aktual dan harga standar per unit input : (AP – SP)AQ. Variansi penggunaan (efisien) yaitu perbedaan antara kuantitas input aktual dan input standar dikalikan dengan standar harga per unit input (AQ – SQ)SP. Total Variansi = Variansi harga + variansi pengguna = (AP - SP)AQ + (AQ – SQ)SP = [(AP x AQ) – (SP x AQ)] + [(SP x AQ) – (SP x SQ)] = (AP x AQ) – (SP x AQ) + (SP x AQ) + (SP – SQ) = (AP x AQ) – (SP x SQ) B. Keputusan Untuk Menyelidiki Kinerja aktual jarang memenuhi standar yang di tetapkan secara tepat dan manajemen tidak berharap demikian. Hal yang di harapkan adalah variasi acak seputar standar. Oleh karena itu, manajemen seharusnya memiliki pemikiran tingkat kinerja yang dapat diterima. Pada kasus yang faktor-faktornya tidak dapat dikendalikan, manager perlu merivisi standar. Karena biaya dan manfaat analisis variansi dengan dasar kasus perkasus sulit dinilai, banyak perusahaan menggunakan petunjuk umum untuk menyelidiki variansi, yaitu jika variansi berada diluar tingkat yang dapat diterima. Variansi-variansi tidak dapat diselidiki, kecuali jika mereka sangat diperhatikan. Mereka harus disebabkan oleh sesuatu 8 yang lain daripada hanya faktor acak, dan cukup besar(dalam rata-rata) menilai biaya pendidikan dan mengambil tindakan korektif. Kisaran yang dapat diterima adalah standar plus atau minus suatu deviasi yang diperbolehkan. Kisaran ukuran teratas dan terbawah yang diperbolehkan disebut batas pengendalian. Batas pengendalian atas adalah standara minus deviasi yang diperbolehkan. Batas pengendalian sering dinyatakan dalam persentase standard an jumlah dolar absolute. Prosedur statistic formal juga daoat digunakan untuk menyiapkan batas pengendalian. Dengan cara ini, subjektivitasnya yang terlibat lebih sedikit dan seorang manager dapat menilai perkiraan variansi yang disebabkan oleh faktor acak. Saat ini, penggunaan prosedur formal masih kurang banyak mendapatkan dukungan. 2.4 Cara Menghitung Analisis Variansi Bahan Baku dan Tenaga Kerja Total variansi mengukur perbedaan antara biaya aktual bahan baku dan tenaga kerja, serta biaya yang dianggarkan untuk tingkat aktivitas aktual. 1. a. Variansi Bahan Baku Langsung Yaitu mengukur perbedaan antara berapa yang harus dibayar unuk bahan baku dan berapa yang secara aktual dibayar. Rumus perhitungan variansi bahan baku langsung yaitu : MPV = (AP x AQ) – (SP x AQ) Atau secara faktor, kita memiliki : MPV = (AP – SP) AQ Dimana : AP = Harga aktual per unit. SP = Harga standar per unit. AQ = Kuantitas aktual bahan baku yang digunakan. b. Tanggung Jawab Terhadap Variansi Harga Bahan Baku Tanggung jawab terhadap pengendalian variansi harga bahan baku biasanya oleh agen pembelian. Harga bahan baku kebanyakan memang diluar kendalinya. Namun, variansi harga dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti, kualitas, diskon kuantitas, jarak sumber dari pabrik, dan lain-lain. Faktor-faktor tersebut di bawah kendali agen. 9 Penggunaan variansi harga untuk mengevkusi kinerja pembelian memiliki beberapa keterbatasan. Penekanan untuk memenuhi atau di atas standar dapat membuat beberapv hasil yang tidak diinginkan. Sebagai ontoh, jika agen pembelian tertekan untuk menghasilkan variansi yang menguntungkan, bahan-bahan dengan kualitas lebih rendah dapat terbeli atau terlalu banyak persediaan yang di beli untuk mengambil keuntungan dari diskon. c. Analisis Variansi Harga Bahan Baku Langkah pertama, memutuskan signifikan atau tidaknya variansi. Jika dinilai tidak signifikan, langkah lebih jauh tidak diperlukan. Langkah selanjutnya mencari tahu penyebab munculnya hal tersebut, jika alasan diketahui tindakan korektif dapat diambil jika diperlukan dan memungkinkan. d. Waktu Perhitungan Variansi Harga Variansi harga bahan baku dapat dihitung : (1). Ketika bahan baku dikeluarkan untuk digunakan dalam produksi, atau (2). Ketika bahan baku dibeli. Perhitungan variansi harga pada titik pembelian lebih disukai. Lebih baik memiliki informasi variansi lebih awal daripada nanti. Semakin awal informasi, semakin tepat tindakan manajerial dapat diambil. Infomasi yang sudah lama sering tidak berguna. Bahan baku dapat tersimpan dalam persediaan berminggu-minggu atau berbulan-bulan sebelum diperlukan dalam produksi. Saat variansi harga bahan baku dihitung dan menandakan suatu masalah, tindakan korektif bias jadi sudah terlambat. e. Variansi Penggunaan Bahan Baku Langsung Variansi prngunaan bahan baku mengukur perbedaan antara bahan baku langsung yang secara aktual digunakan dan bahan baku langsung yang seharusnya digunakan untuk output aktual. Rumus perhitungan variansi ini : MUV = (SP x AQ) – (SP x SQ) Atau 10 MUV = (AQ – SQ) SP Dimana : AQ = kuantitas aktual bahan baku yang digunakan SQ = kuantitas bahan baku yang diperbolehkan untuk output aktual SP = harga standar per unit f. Tanggung Jawab variansi Pengguna Bahan Baku Secara umum, manajer produksi bertanggung jawab pada penggunaan bahan baku. Meminimalkan sisa, pembuangan dan pengerjaan kembali adalah cara-cara manajer untuk memastikan standar akan terpenuhi. g. Analisis Variansi Pengguna Bahan Baku Dalam hal ini, variansi yang menguntungkan dapat dibebankan pada pembelian. Karena variansi pengguna bahan baku menguntungkan, tetapi tidak lebih kecil dari pada variansi harga yang tidak menguntungkan. 2. Variansi Tenaga Kerja Langsung Variansi tarif(harga) dan efisiensi(penggunaan) untuk tenaga kerja dapat dihitung. A. Variansi Tarif Tenaga Kerja : Pendekatan Rumus Variansi tarif tenaga kerja (labor rate variance-LRV) menghitung perbedaan antara apa yang sudah dibayar untuk tenaga kerja langsung dan apa yang seharusnya dibayar. LRV = (AR x AH) – (SR x AH) Atau dengan pemfaktoran, maka akan mendapatkan rumus LRV = (AR – SR) AH Dimana : AR = tarif upah aktual per jam SR = tarif upah standar per jam AH = jam tenaga kerja langsung aktual yang digunakan. B. Perhitungan Variansi Tarif Tenaga Kerja 11 Aktivitas terhadap tenaga kerja langsung kepada para pengawas bluechitos akan digunakan untuk mengilustrasikan pengawas bluechitos akan digunakan untuk mengilustrasikan perhitungan seluruh tarif tenaga kerja. Kita mengetahui 360 jam digunakan untuk pengawasan selama semigguperhitungan seluruh tarif tenaga kerja. Kita mengetahui 360 jam digunakan untuk pengawasan selama minggu pertama bulan mareama bulan maret. Upah aktual perjam yang dibayarkan untuk pengawasan adalah $7.35. darii tampilan 2.2 , tariff upah stadar adalah $7.00 . Jadi, AH adalah 360, AR adalah $77.35, dan SR adalah $7.00.35, dan SR adalah $7.00. Variansi tariff tenaga kerja dapat dihitung sebagai berikut. LRV = (AR – SR)AH = ($7.35 - $7.00)360 = $0.35 x 360 = $126 U Persentase dari SR x AH = $126/$2.520 = 5% C. Tanggung Jawab Terhadap Variansi Tarif Tenaga Kerja Tarif-tarif tenaga kerja sangat dipengaruhi oleh tekanan eksternal, seperti pasar tenaga kerja dan kontrak persatuan buruh. Tarif upah aktual jarang mengacu pada tarif standar. Munculnya variansi tarif tenaga kerja biasanya disebabkan olef tarif upah ratarata yang di gunakan sebagai tarif standar. Selain itu, tenaga kerja yang memiliki keahlian dan gajinya lebih tinggi lebih banyak digunakan untuk tugas yang membutuhkan keahlian lebih sedikit. Lembur yang tidak diperkirakan juga dapat menyebabkan variansi tarif tenaga kerja. Tarif upah untuk aktivitas tenega kerja tertentu sering berbeda di antara para pekerja karena tingkat senioritas yang berbeda. Suatu tarif upah rata-rata sering dipilih daripada standart tarif tenaga kerja yang mencerminkan tingkat yang berbeda tersebut. Sejalan dengan perubahan bauran senioritas, tarif rata-rata pun berubah. Hal ini akan meningkatkan variansi tarif tenaga kerja. Hal ini juga membutuhkan standar baru untuk mencerminkan bauran senioritas yang baru. Kemampuan mengendalikan tidak dapat diterapkan untuk penyebab variansi tarif tenaga kerja ini. D. Analisis Variansi Tarif Tenaga Kerja Untuk ilustrasi , anggaplah suatu penyelidikan telah dilakukan meskipun variansi 5% sepertinya tidak dinilai signifikan. Penyebab variansi telah ditemukan, yakni pengguanaan para operator mesin yang digaji lebih tinggi dan lebih ahli sebagai pengawas karena dua pengawas keluar tanpa pemberitahuan resmi. Tindakan korektif adalah merekrut dan melatih dua pengawas baru. 12 E. Variansi Efisiensi Tenaga Kerja : Pendekatan Rumus Variansi efisiensi tenaga kerja (labor efficiency variance—LEV) mengukur perbedaan antara jam tenaga kerja yang secara aktual digunakan dan jam kerja yang seharusnya digunakan. LEV = (AH x SR) – (SH x SR) Atau akan didapatkan rumus dengan pemfaktoran : LEV = (AH – SH) SR di mana: AH = jam aktual tenaga kerja langsung yang digunakan SH = jam standar kerja langsung yang seharusnya diguanakan, SR = tarif upah standar per jam. F. Perhitungan Variansi Efisiensi Tenaga Kerja Bluechitos menggunakan 360 jam kerja langsung untuk pengawasan saat memproduksikan 48.500 bungkus keripik jagung. Dari tampilan 2-2, tarif 0.007 jam per bungkus keripik berbiaya $7 per jam seharusnya telah digunakan. Jam standar= yang diperbolehkan untuk pengawasan adalah 339,5 (0,007 x 48.500) jadi AH adalah 360 , SH adalah 339,5 dan SR adalah $7. Variansi efisiensi tenaga kerja dihitung sebagai berikut. LEV = (AH – SH) SR = (360 – 339,5) $7 = 20,5 x $7 = $143,50 U Presentase dari SH x SR = $143,50 / $2.367,50 = 6% G. Tanggung Jawab Terhadap Variansi Efisiensi Tenaga Kerja Secara umum dapat dikatakan bahwa manajer produksi bertanggung jawab atas penggunaan tenaga kerja langsung secara produktif. Akan tetapi, sebagaimana yang berlaku pada semua variasi, begitu penyebab ditemukan, tanggung jawab mungkin dapata dibebankan pada bidang lain. Sebagai contoh, kerusakan mesin dapat menyebabkan gangguan dan penggunaan non produktif tenaga kerja. Akan tetapi, tanggungjawab pada kerusakan ini bisa jadi merupakan kesalahan pada pemeliharaan. Jika benar, manajer pemeliaharaan seharusnya dibebankan dengan variansi efisiensi tenaga kerja yang tidak menguntungkan ini. Para manajer produksi bisa jadi tergoda untuk melakukan perilaku disfungsional jika penekanan terlalu banyak ditempatkan pada variansi efisiensi tenaga kerja. Sebagai 13 contoh, untuk menghindari kehilangan waktu dan mencegah tambahan jam kerja kemungkinan pengerjaan ualang, seorang manajer produksi dapat mentransfer produk cacat ke barang jadi secara sengaja. H. Analisis Variansi Efisiensi Tenaga Kerja Asumsikan bahwa $143,50 variansi yang tidak menguntungkan dinilai signifikan dan penyebabnya telah diselidiki. Penyelidikan menyatakan banyaknya pemberhentian proses muncul karena tugas operator mesin dipisah antara menjalankan mesin dan pengawasan. (ingat bahwa pekerjaan ganda ini diperlukan karena dua pengawas telah keluar tanpa diduga-duga). Hal ini menyebabkan pengawasan lebih banyak menganggur. Selain itu, para operator mesin tidak dapat memenuhi output standar per jam pengawasan karena mereka kurang berpengalaman dengan proses pemilihan. Tindakan korektif yang diperlukan untuk menyelesaikan masalah sama dengan yang direkomendasikan untuk variansi tarif yang tidak diinginkan—merekrut dan melatih dua pengawas baru. I. Jumlah LRV Dan LEV Dari tampilan 2-6 kita dapat mengetahui variansi tenaga kerja total yang tidak menguntungkan dalah $269,50. Total variansi ini adalah jumlah variansi tarif tenaga kerja yang tidak menguntungkan dan variansi efisiensi tenaga kerja yang tidak menguntungkan ($126,00 + $143,50). 3. Analisis Variansi Biaya Overhead Variansi overhead total, yaitu perbedaan antara overhead yang dibebankan dan overhead yang aktual, juga dibagi menjadi berbagai variansi komponen. Banyaknya variansi komponen yang dihitung bergantung pada metode analisis variansi yang digunakan. Kita akan fokus pada satu metode saja. Pertama, kita akan membagi overhead dalam ketegori-kategori tetap dan variabel. Kemudian, kita akan melihat variansi komponen untuk setiap kategori. Total variansi overhead variable dibagi menjadi dua komponen; variansi pengeluaran overhead variable dan variansi efisiensi overhead variable. Dengan cara yang hampir sama, total variansi overhead tetap dibagi menjadi dua kategori; variansi pengeluaran overhead tetap dan variansi volume overhead tetap. 2.5 Cara Menghitung Analisis Variansi Biaya Overhead A. Variansi Overhead Variable Untuk mengilustrasikan variansi overhead variabel, kita akan menguji aktivitas satu minggu Blue-Corn Foods (untuk minggu pertama bulan maret). Data berikut dikumpulkan untuk periode waktu sekarang. Tarif overhead variabel (standar) Biaya aktual overhead variable Jam kerja aktual (mesin dan pengawasan) 14 $3,85 /jam tenaga kerja langsung $1.600 400 Jumlah jam yang diperbolehkan untuk produksi Overhead variabel yang dibebankan 378,3a $1.456 b a 0,0078 x 48.500 b $3,85 x 378,3 (dibulatkan kebilangan bulat terdekat; overhead dibebankan dengan menggunakan jam yang diperbolehkan dalam biaya standar). B. Total Variansi Overhead Variable Adalah perbedaan antara overhead variabel yang aktual dengan yang dibebankan.Pada contoh ini, total variansi overhead variabel dihitung sebagai berikut. Total variansi = $1.600 - $1.456 = $144 U Overhead variable aktual Tarif overhead variable x jam aktual $1.640 $60 U Variasi pengeluaran Tarif overhead variable x jam standar $1.456 $84 U Variansi efisiensi $144 U total variasi Total variansi ini dapat dibagi dalam variansi pengeluaran dan efisiensi. Penghitungan ini diilustrasikan dengan menggunakan pendekatan tiga cabang pada tampilan 2.7. C. Variansi Pengeluaran Overhead Variable Variansi Pengeluaran Overhead Variable mengukur pengaruh agregat dari perbedaan antara tarif aktual overhead variabel (actual variable overhead rate— AVOR) dan tarif standar overhead variabel (standart variable overhead rate—SVOR). Tarif aktual overhead variabel adalah overhead variabel aktial dibagi dengan jam aktual. Pada contoh ini, tarifnya adalah $4 per jam ($1.600/400jam).Berikut rumus untuk menghitung variansi pengeluaran overhead variable. Variansi pengeluaran overhead variabel = (AVOR x AH) – (SVOR x AH) = (AVOR – SVOR) AH = ($4,00 - $3,85) 400 = $60 U D. Perbandingan Variansi Harga Bahan Baku Dan Tenaga Kerja 15 Variansi pengeluaran overhead variabel mirip, tetapi tidak sama dengan variansi harga bahan dan tenaga kerja; terdapat beberapa perbedaan konseptual. Overhead variabel merupakan suatu input yang tidak homogen gabungan dari sejumlah besar bahan baku; seperti bahan baku tidak langsung, tenaga kerja tidak langsung, listrik, pemeliharaan, dan lain-lain. Tarif standar overhead variabel mewakili biaya beban per jam dan apa yang secara aktual dikeluarkan per jam adalah suatu jenis variansi harga. Variansi pengeluaran overhead variabel dapat muncul karena harga-harga pada setiap bagian overhead variabel telah meningkat atau menurun.Untuk saat ini, asumsikan bahwa perubahan harga tiap bagian overhead adalah satu satunya penyebab variansi pengeluaran.Jika variansi pengeluaran tidak menguntungkan, kenaikan harga untuk setiap bagian overhead variabel adalah penyebabnya. Jika variansi pengeluaran menguntungkan, penurunan harga akan mendominasi. E. F. Tanggung Jawab Pada Variansi Pengeluaran Overhead Variable Banyak bagian overhead variabel dipengaruhi oleh beberapa pusat pertanggungjawaban.Kemampuan mengendalikan adalah suatu prasyarat untuk pembebanan tanggung jawab.Perubahan harga bagian overhead variabel intinya berada di luar kendali oleh pengawas.Jika perubahan harga kecil (yang kerap demikian), variansi pengeluaran terutama pada penggunaan efisiensi overhead dalam produksi yang dapat dikendalikan oleh pengawas produksi.Secara umum, tanggung jawab pada variansi pengeluaran overhead variabel dibebankan pada departemen produksi. Analisis Variansi Pengeluaran Overhead Variable Varisansi $60 yang tidak menguntungkan hanya mengungkapkan bahwa bluecorn food mengeluarkan lebih banyak overhead variabel secara agregat daripada yang direncanakan. Meski variansi tersebut tidak signifikan, hal ini tidak menyatakan apa pun tentang seberapa baik biaya tiap overhead variable yang telah dikendalian. Pengendalian overhead variabel memerlukan analisis lini per lini pada tiap bagian.Tampilan 2.8 menapilakan suatu laporan kinerja yang menginformasikan inti lini per lini untuk pengendalian overhead variabel yang tepat.Anggaplah angka-angka tersebut berasal dari catatan akuntansi Blue-Corn. Dari tampilan 2.8, jelas bahwa dua dari tiga bahan menunjukan tidak adanya masalah pengendalian di perusahaan.Listrik adalah satu-satunya hal yang menunjukan variansi yang tidak menguntungan, bahkan hal ini adalah penyebab keseluruhan variansi pengeluaran overhead variabel.Jiak variansi signifikan, penelidikan dapat dilakukan.Penyelidikan ini dapat menunjukan perusahaan listrik meningkatkan harga listrik.Jika memang demikian, variansi di luar kendali perusahaan.Respons yang benar adalah merevisi rumus anggaran untuk mencerminkan kenaikan biaya listrik.Namun, harga listrik yang tidak berubah berarti penggunaan listik lebih banyak dari yang diharapkan. Sebagi contoh, perusahaan dapat menemukan banyak penyalaan dan 16 pematian mesin yang melebihi normal hingga menyebabkan peningkatan konsumsi listrik Blue-Corn Foods, inc Laporan Kinerja Anggaran Fleksibel Untuk minggu Berakhir 8 Maret 2008 Rumus Biaya (a) Biaya Aktual Anggaran Variansi Pengeluaran (b) Bahan Bakar $3,00 $1.190 $1.200 $10 F Listrik 0,78 385 312 73U Air 0,07 25 28 3F $3,85 $1.600 $1.540 $60U Biaya Total Per jam tenaga kerja langsung. Dihitung dengan menggunakan rumus dan tingkat aktivitas 400 jam aktual tenaga kerja langsug. G. Variansi Efisiensi Overhead Variable Overhead variabel diasumsikan bervariasi sejalan dengan perubahan volume produksi.jadi, Overhead variabel berubah sesuai proporsi perubahan jam tenaga kerja langsung yang digunakan.Variansi efisiensi overhead variabel mengukur perubahan dalam konsumsi overhead variabel yang muncul karena penggunaan efisien (atau tidak efisien) tenaga kerja langsung. Rumus variansi efisiensi : Variansi efisiensi overhead variable = (AH – SH)SVOR = (400-378,3)$3,85 = $ 84 U (dibulatkan) H. Tanggung Jawab Pada Variansi Efisiensi Overhead Variable 17 Variansi efisiensi overhead variabel seecara langsung berhubungan dengan efisiensi tenaga kerja langsung atau variansi penggunaan.Jika overhead variabel benar-benar proporsional dengan konsumsi tenaga kerja langsung, maka variansi efisiensi overhead variabel disebabkan oleh efisien atau tidak efisiennya penggunaan tenaga kerja langsung. Hal tersebut sama seperti variansi penggunaan tenaga kerja. Jika jam tenaga kerja langsung yang digunakan lebih banyak(atau lebih sedikit) daripada standarnya, biaya total overhead variabel akan meningkat (atau menurun). Berlakunya pengukuran tersebut bergantung pada seberapa valid hubungan antara biaya overhead variabel dan jam tenaga kerja langsung. Dengan kata lain, apakah biaya overhead variabel benar-benar berubah dalam proporsi perubahan jam tenaga kerja langsung? Jika memang demikian tanggung jawab untuk variansi efisiensi overhead variabel seharusnya dibebankan pada individu yang bertanggung jawab pada penggunaan tenaga kerja langsung : manajer produksi. I. Analisis Variansi Efisiensi Overhead Variable Alasan variansi efisiensi overhead variabel yang tidak menguntungkan sama dengan yang dikemukakan variansi penggunaan tenaga kerja yang tidak menguntungkan. Waktu lebih banyak digunakan daripada standarnya karena banyaknya waktu menganggur bagi para pengawas dan operator mesin yang digunakan sebagai pengganti para pengawas yang tidak berpengalaman dalam pemilihan.Informasi lebih lanjut tentang pengaruh penggunaan tenaga kerja pada overhead variabel tersedia dalam analisis lini per lini tiap overhead variabel. Hal ini dapat dipenuhi dengan membandingkan besarnya anggaran untuk jam tenaga kerja aktual yang digunakan dengan besarnya anggaran untuk jam standar yang diperbolehkan untuk tiap bagian. Laporan kinerja yang membuat perbandingan untuk semua biaya overhead variabel ditunjukkan pada tampilan 2.9. Dari tampilan 2.9. Kita dapat melihat bahwa biaya bahan bakar sebagian besar dipengaruhi oleh ketidakefisienan penggunaan tenaga kerja. Hal ini dapat dijelaskan dengan perlunya membiarkan minyak goreng panas (dengan asumsi bahan bakar digunakan untuk masak) meski proses pemasakan diperlambat dengan adanya proses pemilihan. Kolom berlabel ”Anggaran untuk Jam Standar” memberikan jumlah overhead variabel yang seharusnya dikeluarkan untuk output aktual. Total semua bagian dalam kolom ini adalah overhead variabel yang dibebankan, yaitu jumlah yang dibebankan pada produksi dalam sistem biaya standar. Perhatikan bahwa dalam sistem biaya standar, overhead variabel dibebankan dengan menggunakan jam yang diizinkan untuk output aktual (SH), sedangkan dalam perhitungan biaya normal, overhead variabel dibebankan dengan menggunakan jam aktual. Meskipun tidak ditunjukkan perbedaan antara biaya aktual dan kolom ini adalah total variansi overhead variabel (lebih sedikit sebesar $144) jadi, variansi overhead variabel yang kurang dibebankan adalah penjumlahan dari variansi pengeluaran dan efisiansi. Blue-Corn Foods Inc. Laporan Kinerja 18 Untuk Minggu Berakhir 8 Maret 2008 Biaya Bahan Bakar Rumus Anggaran Biayaᵃ untuk Biaya Aktual Jam Aktual Variansi Pengeluaran ᵇ Anggaran untuk Jam Standarc Variansi Efisiensiᵈ $3,00 $1.190 $1.200 $ 10 F $ 1.135 $ 65 U Listrik 0,78 385 312 73 U 295 17 U Air 0,07 25 28 3F 26 2U $ 3,85 $ 1.600 $ 1.540 $ 60 U $ 1.456 $ 84 U Total ͣ Per jam tenaga kerja langsung ᵇ Variansi pengeluaran = biaya akrual – anggaran untuk jam actual ͨ Dihitung dengan menggunakan rumus biaya dan tingkat aktivitas 378,3 jam standar. Dibulatkan kenilai dolar terdekat ᵈ Variansi efisiensi = anggaran jam aktual – anggaran untuk jam standar J. Variansi Overhead Tetap Kita akan menggunakan contoh Blue-Corn Foods Inc. sekali lagi untuk mengilustrasikan perhitungan variansi overhead tetap. Data tahunan dibutuhkan untuk contoh berikut. Hal yang Dianggarkan atau Direncanakan Overhead tetapa yang dianggarkan $ 749.970 Aktivitas praktis 23.400 jam tenaga kerja langsungᵃ Tarif standar overhead tetap $ 32,05ᵇ ᵃJam yang diizinkan untuk memproduksi 3.000.000 bungkus kripik : 0,0078 x 3.000.000 ᵇ$ 749.970 / 23.400 Hasil Aktual 19 Produksi aktual 2.750.000 bungkus kripik Biaya aktual overhead tetap $ 749.000 Tarif standar overhead tetap $ 32,05ᵇ ᵃ Jam yang diizinkan untuk memproduksi 3.000.000 bungkus kripik : 0,0078 x 3.000.000 ᵇ $ 749.970 / 23.400 K. Total Variansi Overhead Tetap Total variansi overhead tetap adalah pembedaan antara overgead tetap aktual dan overhead tetap yang dibebankan. Overhead tetap yang dibebankan diperoleh dengan mengalikan tarif standar overhead tetap dengan jam standar yang diizinkan untuk output aktual. Overhead tetap yang dibebankan = tarif standar overhead tetap x jam standar = $ 32,05 x 21.450 = $ 687.473 (dibulatkan) Total variansi overhead tetap adalah perbedaan antara overhead tetap aktual dengan overhead tetap dibebankan. Total variansi overhead tetap = $ 749.000 - $ 687.473 = $ 61.527 kurang dibebankan Untuk membantu para manajer memahami penyebab overhead tetap kurang dibebankan sebesar $ 61.527, total variansi dasar diperoleh menjadi dua varuansi : variansi pengeluaran overhead tetap dan variansi volume tetap. L. Variansi Pengeluaran Overhead Tetap 20 Variansi pengeluaran overhead tetap didefinisikan sebagai perbedaan antara overhead tetap aktual dan overhead tetap dianggarkan.Variansi pengeluaran menguntungkan karena overhead tetap yang dikeluarkan lebih sedikit daripada yang dianggarkan. M. Tanggung Jawab Pada Variansi Pengeluaran Overhead Tetap Overhead tetap dibuat dari beberapa bagia terpisah, seperi gaji, penyusutan, pajak, dan asuransi.Banyak overhead tetap-investasi janngka panjang sebagai contoh, tidak berubah pada jangka pendek.Akhirnya biaya overhead tetap sering di luar kendali langsung manajemen.Karena biaya overhead tetap banyak dipengaruhi oleh keputusan jangka panjang dan bukan oleh perubahan dalam tingkat produksi, variansi anggaran biasanya kecil.Sebagi contoh, penyusutan, gaji, pajak, asuransi sepertinya tidak banyak dari yang direncanakan. N. Analisis Variansi Pengeluaran Overhead Tetap Karena overhead tetap dibuat dari banyak bagian terpisah, perbandingan lini per lini dan biaya yang dianggarkan dengan biaya aktual, menginformasikan penyebab variansi pengeluaran lebih banyak.Pada intinya, laporan tersebut mengungkapkan variansi pengeluaran overhead tetap sesuai dengan yang diperkirakan.Variansi pengekuaran overhead adalah tetap untuk berbasis lini ataupun secara agregatdan relatif kecil. Blue- Corn Inc Laporan Kinerja Untuk Minggu Berakhir 8 Maret 2008 Overhead Tetap Penyusutan Biaya Aktual Biaya yang Dianggarkan Variansi $ 530.000 $530.000 $0 Gaji 159.370 159.970 600 F Pajak 50.500 50.000 500 U 9.130 10.000 870 F $749.000 $749.970 $ 970 F Asuransi Total Overhead tetap O. Variansi Volume Overhead Tetap 21 Variansi volume overhead tetap adalah perbdeaan antara overhead tetap yang dianggarkan dan overhead tetap yang dibebankan.variansi volume mengukur pengaruh perbedaan output aktual dan output yang digunakan di awal tahun untuk menghitung tarif perkiraan standar overhead tetap. Jikan anda berfikir tentang output yang dugunakanuntuk menghitung tarif overhead tetap sebagai kapasitas aktivitas yang dibutuhkan dan output aktual sebagai kapasitas aktivitas yang digunakan maka variansi volume mirip dengan biaya kapasitas aktivitas yang tidak digunakan. Analogi ini berlaku ketika kita menggunakan kapasitas praktis untuk menghitung tarif overhead tetap.Semua biaya overhead tetap adalah sumber daya yang dikeluarkan untuk mendapatkan kapasitas produksi di awal penggunaan. Sebagai contoh, pada awal tahun, Blue-Corn, Inc. memiliki kapasitas untuk memproduksi 3.000.000 bungkus kerpik dengan menggunakan 23.400 jam tenaga kerja langsung. Output aktual adalah 2.750.000 bungkus. Jadi, out[ut aktual kurang dari yang diperkirakan dan hanya 21.450 jam yang diizinkan untuk output aktual. Kapasitas yang digunakan lebih sedikt dari yang dimiliki, dan biaya dari kapsitas yang tidak digunakan ini dihitung dengan mengalikan tarif dengan perbedaan dalam kapasitas yang diperkirakan dan aktual (diukur dalam jam).Oleh karena itu, kita dapat mengartikan variansi volume sebagai ukuran penggunaan kapasitas. Variansi Volume = $ 32,05 (23.400 – 21.450) = ($ 32,05 x 23.400) – ($ 32,05 x 21.450) = $ 749.970 - $ 687.473 = overhead tetap yang dianggarkan - overhead tetap yang dibebankan = $ 62.497 U P. Tanggung Jawab Pada Variansi Dengan mengasumsikan variansi volume mengukur penggunaan kapasitas tersirat bahwa tanggung jawab umum atas variansi ini seharusnya dibebankan pada Departemen Produksi.Akan tetapi, peyelidikan terhadap alasan varaiansi volume yang signifikan terkadang dapat mengungkapakan penyebabnya adalah faktor di luar kendali produksi. Pada contoh ini tanggung jawab spesifik dapat dibebankan ke tempat lain. Sebagai contoh, bagian pembelian yang mendapatkan bahan kulitas yang lebih rendah dari 22 biasanya dapat mengakibatkan waktu pengerjaan kembali yang signifikan sehingga menyebabkan produksi lebih rendah dan variansi volume yang tidak menguntungkan. Dalam hal ini, tanggumg jawab atas variansi terletak pada bagian pembelian, bukan pada bagian produksi 23 3BAB III PENUTUP 3.1 Penutup Biaya standar yaitu suatu biaya yang sudah ditentukan sebelumnya dan merupakan jumlah biaya yang seharusnya dikeluarkan untuk membuat satu satuan produk barang atau jasa. Biaya standar menganggarkan kuantitas dan biaya menggunakan dasar unit. Anggaran unit ini adalah tenaga kerja, bahan baku dan overhead pabrik. Standar yang dibuat ditetapkan berdasarkan pengalaman historis, studi teknis, dan input dari personel operasional adalah tiga sumber potensial untuk standar kuantitatif. Standar yang saat ini dicapai ialah standar yang dapat diraih dengan kondisi operasional yang efisien. tandar ideal adalah standar yang dapat dicapai dengan efisiensi maksimum atau kondisi operasional ideal. Sistem perhitungan biaya standar digunakan untuk memperbaiki perencanaan dan pengendalaian serta memfasilitasi perhitungan harga pokok produk. Dengan membandingkan hasil aktual dengan standar dan membagi variansi dalam komponen harga dan kuantitas, respons balik tersedia bagi para manajer. Informasi ini memungkinkan para manajer untuk menerapkan tingkat kendali yang lebih besar terhadap biaya daripada yang ditemukan dalam sistem perhitungan biaya normal atau aktual. Keputusan seperti penawaran juga dibuat lebih mudah ketika sistem perhitungan biaya standar digunakan. Lembar biaya standar memberikan perincian untuk perhitungan biaya standar per unit. Hal ini menunjukkan biaya standar untuk bahan baku, tenaga kerja, serta overhead tetap dan variabel. Dengan demikian tercapai sudah judul makalah diatas dimana biaya standar sebagai alat pengendali manajemen agar target produksi tercapai dengan maksimal atas acuan biaya standar yang sudah ditetapkan 3.2 Saran Penulis berharap makalah ini dapat menambah wawasan bagi seluruh mahasiswa UIN Sunan Gunug Djati Bandung khususnya untuk mahasiswa Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam agar dapat menambah ghirah atau semangat lagi dalam menuntut ilmu, dalam penyempurnaan makalah ini kami berharap kritik yang konstruktif dari rekan semuanya. 24 4DAFTAR PUSTAKA Mulyadi,(2010) Sistem akuntansi , Salemba empat, Jakarta Carter,W.K.(2009).Akuntansi Biaya”Cost Accounting”.Jakarta Husen/Mowen,(2009),Manajerial Accounting,buku Edisi ke 8,Jakarta Abdul,Halim(1995),Sistem Informasi Akuntansi,Yogyakarta Https://www.academia.edu.Akuntansi.Manajemen.Biaya.Standar.Suatu.Alat.Pengendalian. Manajerial 25

Judul: Akuntansi Manajemen

Oleh: Iskandar Hidayah

Ikuti kami