Akuntansi Manajemen

Oleh Iskandar Hidayah

16 tayangan
Bagikan artikel

Transkrip Akuntansi Manajemen

PERHITUNGAN BIAYA STANDAR : ALAT PENGENDALIAN
MANAJERIAL
Makalah
Diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah Akuntansi Manajemen
Dosen: Rd. Amar Muslih, M.Si., Ak., CA., QIA.

oleh:
Azi Nugraha Pratama

NIM 1179210010

Eulis Setiawati

NIM 1179210026

Faridani Novitanisa

NIM 1179210027

Ifa Faidah

NIM 1179210037

Ina Theana

NIM 1179210041

Iqbal Maulana

NIM 1179210042

Elsa Novitri Rinjani

NIM 1189210020

PROGRAM STUDI AKUNTANSI SYARI’AH
FAKULTAS SYARI’AH DAN HUKUM
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG
BANDUNG
2019

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kehairat Allah SWT. Berkat rahmat dan karunia-Nya
sehingga makalah ini dapat tersusun dengan baik sesuai ketentuan yang telah ditetapkan.
Penulisan makalah ini dibuat guna memenuhi tugas kelompok mata kuliah Akuntansi
Manajemen.
Tidak lupa penulis juga mengucapkan banyak terimakasih kepada semua pihak yang
telah berkontribusi dalam pembuatan makalah ini terutama Bapak Rd. Amar Muslih, M.Si., Ak.,
CA., QIA. selaku Dosen pengampu mata kuliah Akuntansi Manajemen yang telah mengarahkan
penulis dalam menyususn makalah dengan sangat baik.
Harapan penulis semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan dan pengalaman bagi
para pembaca. Karena keterbatasan pengetahuan, penulis yakin masih banyak kekurangan dalam
penulisan makalah ini. Baik dari segi susunan kalimat, tata bahasa maupun penulisannya. Oleh
karena itu, penulis sangat mengharapkan adanya saran dan kritik dari pembaca guna
kesempurnaan makalah dan acuan dalam bekal pengalaman bagi penulis untuk lebih baik di
masa yang akan datang.

Bandung , 25 November 2019

Kelompok 3

i

DAFTAR ISI

BAB I..............................................................................................................................................1
1.1

Latar Belakang..................................................................................................................1

1.2

Rumusan Masalah.............................................................................................................1

1.3

Tujuan...............................................................................................................................2

BAB II............................................................................................................................................3
2.1

Biaya Standar....................................................................................................................3

2.2

Biaya Produk Standar........................................................................................................7

2.3

Analisis Variansi...............................................................................................................7

2.4

Cara Menghitung Analisis Variansi Bahan Baku dan Tenaga Kerja................................9

2.5

Cara Menghitung Analisis Variansi Biaya Overhead.....................................................14

BAB III.........................................................................................................................................23
3.1

Penutup............................................................................................................................23

3.2

Saran................................................................................................................................23

DAFTAR PUSTAKA...................................................................................................................24

ii

1BAB I
PENDAHULUAN
1.1

Latar Belakang
Standar bisa diartikan sebagai tolak ukur atau norma dalam pengukuran kerja.
Standar dapat ditemukan dimana saja. Standar dapat dikembangkan dengan cara sendirisendiri atau unilateral, misalnya oleh suatu perusahaan, organisasi, militer, dll. Contoh
standar perusahaan adalah Standar Operating Procedure (SOP). Standar juga dapat
dikembangkan oleh suatu kelompok seperti persekutuan atau asosiasi perdagangan yang
memiliki visi yang sama.
Dalam akuntansi manajemen terdapat biaya standar yang didefinisikan
sebagai biaya yang telah ditetapkan (dianggarkan) oleh perusahaan sebelumnya yang
dijadikan pedoman dalam melakukan suatu produksi. Sistem biaya standar memeberikan
pedoman kepada menejemen beberapa biaya yang seharusnya untuk melaksanakan
kegiatan-kegiatan tertentu s
Standar juga sering digunakan dalam akuntansi manajerial di mana standar
tersebut terkait dengan kuantitas dan biaya input yang digunaan dalam produksi barang
dan penyediaan jasa. biaya standar unit untuk suatu input tertentu bergantung pada
standar kuantitas dan standar harga. Standar kuantitas mengacu pada jumlah input yang
seharusnya digunakan dan standar harga mengacu pada jumlah yang seharusnya dibayar .
Berdasarkan latar belakang diatas, maka kami melakukan penulisan lebih lanjut
dengan judul PERHITUNGAN BIAYA STANDAR: ALAT PENGENDALIAN
MANAJERIAL.

1.2

Rumusan Masalah
1. Apa pengertian dari biaya standar?
2. Apa pengerian dari biaya produk standar?
3. Apa pengertian dari analisis variansi?
4. Bagaimana cara menghitung analisis variansi bahan baku dan tenaga kerja?
5. Bagaimana cara menghitung analisis variansi biaya overhead?

1

1.3

Tujuan
1. Mengetahui pengertian dari biaya standar.
2. Mengetahui pengertian dari biaya produk standar.
3. Mengetahui pengertian analisis variansi.
4. Mengetahui cara menghitung analisis variansi bahan baku dan tenaga kerja.
5. Mengetahui cara menghitung analisis variansi biaya overhead.

2

2BAB II
PEMBAHASAN

2.1

Biaya Standar
Biaya standar adalah biaya yang ditentukan dimuka, yang merupakan jumlah biaya yang

seharusnya dikeluarkan untuk membuat satu satuan produk atau untuk membiayai kegiatan
tertentu, dibawah asumsi kondisi ekonomi, efisiensi, dan faktor-faktor lain tertentu (Mulyadi,
2010:435).
Menurut Carter (2009:158), biaya standar adalah biaya yang telah ditentukan
sebelumnya untuk memproduksi satu unit atau sejumlah tertentu produk selama suatu periode
tertentu.
1. Bagaimana Standar Dibuat
Pengalaman historis, studi teknis, dan input dari personel operasional adalah tiga
sumber potensial untuk standar kuantitatif. Meski pengalaman historis dapat memberikan
petunjuk awal dalam menyiapkan standar, hal ini seharusnya digunakan secara hati-hati.
Proses sering berjalan tidak efisien, maka penggunaan hubungan input-output masalalu
akan meneruskan ketidakefisienan ini. Studi teknis dapat menentukan cara paling efisien
untuk beroperasi dan menyediakan petunjuk yang sangant terperinci. Namun, standar yang
ditetapkan biasanya terlalu terperinci. Maka bisa jadi tidak dapat tercapai oleh personalia
operasional. Karena tenaga operasional bertanggung jawab untuk memenuhi standar,
mereka seharusnya memiliki input yang signifikan dalam penetapan standar. Prinsipprinsip sama yang mengatur anggaran partisipatif berlaku dalam penetapan standar unit.
Standar harga adalah tanggung jawab gabungan dari operasional, pembelian, personalia,
dan akuntansi. Operasional menentukan kualitas input yang dibutuhkan. Personalia dan
pembelian bertanggung jawab memperoleh kualitas input sebagaimana diminta dengan
harga terendah. Tekanan pasar, kelompok dagang dan tekanan eksternal lainnya membatasi
ragam pilihan standar harga. Dalam penetapan standar harga, pembelian harus
mempertimbangkan diskon, biaya pengiriman dan kualitas. Di lain pihak, personalia harus
mempertimbangkan pembayaran pajak penghasilan, fasilitas tambahan dan kualifikasi.
Akuntansi bertanggung jawab atas pencatatan standar harga dan menyiapkan laporan yang
membandingkan kinerja aktual terhadap standar.
3

2. Manfaat Biaya Standar

Sistem biaya standar memberikan panduan kepada manajemen beberapa biaya yang
seharusnya melakukan kegiatan tertentu untuk memungkinkan mereka melakukan
pengendalian biaya dengan meningkatkan metode produksi, memilih tenaga kerja dan
kegiatan lainnya (Mulyadi, 1991: 416).
Penggunaan sistem biaya standar memberikan manfaat bagi perusahaan untuk
(Abdul Halim, 1995: 270):
1) Perencanaan dan persiapan anggaran
2) Pengambilan keputusan tentang harga jual produk, strategi pengembangan produk dan
sebagainya.
3) Pengendalian biaya
4) Menilai hasil implementasi
5) Tingkatkan kesadaran akan pentingnya penghematan biaya
6) Implementasikan Management By Objective (MBO)
7) Membedakan biaya yang telah dihabiskan untuk produksi jadi, inventaris produk dalam
proses dan sebagainya
8) Tekan biaya administrasi
9) Menyajikan laporan biaya dengan cepat
3. Penentuan Biaya Standar
Penentuan biaya standar dapat dibagi menjadi tiga bagian: biaya bahan baku standar,
biaya tenaga kerja standar dan biaya overhead pabrik standar (Mulyadi, 1991: 419).
1) Biaya bahan baku standar

a. Harga standar (tarif) bahan langsung ditentukan oleh:
 Harga satuan bahan langsung yang harus dibeli
 Perubahan harga yang terjadi selama tahun yang bersangkutan
 Standar terpisah harus ditetapkan untuk setiap bahan
 Bagian akuntansi biaya atau pembelian
4

b. Jumlah standar bahan baku dapat ditentukan dengan:
 Investigasi teknis
 Analisis catatan masa lalu
2) Biaya tenaga kerja langsung standar
a. Jam kerja standar dapat ditentukan oleh:
 Hitung rata-rata jam kerja yang dikonsumsi dalam suatu pekerjaan dari lembar
biaya periode sebelumnya.
 Lakukan uji coba operasi produksi dalam kondisi normal yang diharapkan.
 Melakukan investigasi terhadap gerak dan waktu dari berbagai kondisi kerja
karyawan yang diharapkan.
 Tahan estimasi yang masuk akal, yang didasarkan pada pengalaman dan
pengetahuan operasi produksi dan produk
b. Tingkat upah standar ditentukan oleh:
 Perjanjian dengan organisasi karyawan.
 Data upah masa lalu yang dapat digunakan sebagai tingkat upah standar.
 Perhitungan tingkat upah dalam kondisi operasi normal
3) Biaya overhead pabrik standar
a. Siapkan anggaran untuk biaya overhead pabrik dengan mempertimbangkan tingkat

aktivitas (kapasitas) yang termasuk.
 Kapasitas teoritis adalah kapasitas pabrik atau departemen untuk menghasilkan

produk dengan kecepatan penuh tanpa berhenti selama jangka waktu tertentu.
 Kapasitas notmal adalah kemampuan perusahaan untuk memproduksi dan menjual

produk mereka dalam jangka panjang.
 Kapasitas nyata adalah kapasitas yang diharapkan akan tercapai di tahun

mendatang.
b. Pilih dasar untuk memuat biaya overhead pabrik untuk produk, termasuk:

 Unit produk.
 Biaya bahan baku.
 Biaya tenaga kerja langsung.
 Jam kerja langsung.
 Jam mesin
5

4. Mengapa Sistem Biaya Standar Diterapkan
Dua alasan untuk penerapan sistem biaya standar sering disebutkan untuk
memperbaiki perencanaan dan pengendalian, serta memfasilitasi perhitunga harga pokok
produk.
1) Perencanaan dan Pengendalian
Sistem perhitungan biaya standar memperbaiki perencanaan dan pengendalian,
serta memperbaiki pengukuran kinerja. Standar unit adalah syarat fundamental bagi
sistem anggaran fleksibel yang merupakan kunci bagi sistem perencanaan dan
pengendalian yang baik. Sistem pengendalian anggaran membandingkan biaya aktual
dengan biaya yang dianggarkan dengan menghitung varians, yaitu perbedaan antara
biaya aktual dan biaya yang direncanakan untuk tingkat aktivitas aktual. Dengan
mengembangkan standar harga per unit dan standar kuantitas, varian keseluruhan dapat
dipisahkan menjadi variansi harga dan variansi efisiensi atau penggunaan. Dengan
melakukan pemisahan tersebut, seorang manajer memiliki informasi lebih banyak. Jika
variansi tidak menguntungkan, seorang manajer dapat mangetakan apakah hal ini
diakibatkan oleh perbedaan antara harga yang direncanakan dan harga aktual, perbedaan
penggunaan yang direncanakan dan penggunaan aktual, atau keduanya. Karena para
manajer memiliki pengendalian lebih atas penggunaan input daripada atas harga,
variansi efisiensi memberikan tanda khusus tentang kebutuhan tindakan korektif dan di
mana tindakan harus difokuskan. Jadi pada prinsipnya, kegunaan variansi efisiensi
adalah meningkatkan pengendalian operasional. Sebagai tambahan, dengan memilah
variansi harga dimana manajer secara potensial memiliki lebih sedikit kendali sistem
tersebut memberikan pengukuran yang lebih baik atas efisiensi manajerial.
2) Perhitungan Harga Pokok dan Produk
Dalam sistem perhitungan biaya standar, biaya-biaya dibebankan pada produk
dengan menggunakan standar kuantitas dan harga untuk ketiga biaya produksi; bahan
baku langsung, tenaga kerja langsung, dan overhead. Sebaliknya, sistem perhitungan
biaya normal menentukan biaya overhead terlebih dahulu untuk tujuan perhitungan
6

harga pokok produk, tetapi membebankan bahan baku langsung dan tenaga kerja
langsung pada produk dengan menggunakan biaya aktual. Overhead dibebankan
dengan menggunakan tarif yang dianggarkan dan aktivitas actual. Di sisi lain dari
spektrum pembebanan biaya, suatu sistem perhitungan biaya aktual membebankan
biaya aktual dari ketiga input manufaktur pada produk. Tampilan tabel dibawah ini
meringkas pendekatan pembebanan ketiga biaya ini. Perhitungan harga pokok produk
standar memiliki beberapa keuntungan disbanding perhitungan biaya normal dan
perhitungan biaya aktual. Pertama, tentu saja memiliki kapasitas lebih untuk
pengendalian. Sistem perhitungan biaya standar juga memberikan informasi biaya per
unit yang dapat digunakan untuk keputusan penentuan harga. Secara khusus, hal ini
membantu perusahaan-perusahaan yang melakukan banyak penawaran dan perusahaan
yang dibayar berdasarkan pada penambahan biaya.
2.2 Biaya Produk Standar

Biaya produk standar merupakan biaya-biaya yang dikeluarkan oleh pabrik untuk
membuat satu unit produk jadi. Unsur biaya produksi antara lain biaya bahan baku, biaya
tenaga kerja, dan biaya overhead pabrik, memerlukan perhatian dari manajemen agar biaya
produksi terkendali sesuai dengan standar. Hal ini menimbulkan masalah bagi manajemen
dalam mengendalikan biaya produksi, karena harga pasaran yang cenderung naik turun dan
biaya pengiriman yang tidak menentu. Di dalam perusahaan manufaktur, aktivitas produksi
memegang peranan yang cukup penting, sehingga tepat tidaknya cara pengelolaan dan
pengendalian atas biaya produksi akan menentukan keberhasilan atau kegagalan keuangan
perusahaan. Dalam pengendaliannya, kita harus mengetahui apa yang sebenarnya terjadi dan
membandingkannya dengan hasil yang direncanakan sebelumnya.
2.3 Analisis Variansi

Anggaran fleksibel dapat digunakan untuk mengidentifikasi biaya yang seharusnya
muncul pada tingkat aktivitas aktual tertentu. Angka ini diperoleh dengan mengalikan jumlah
input yang diijinkan pada output aktual dengan standar harga per unit. Dengan SP ( standar
harga per unit suatu input ) dan SQ ( kuantitas standar input yang diijinkan untuk output
aktual ), biaya input yang direncanakan atau dianggarkan adalah SP x SQ. Biaya input

7

aktual adalah

AP ( harga aktual per unit input ) x AQ ( kuantitas input aktual yang

digunakan ).
A. Variansi Harga Dan Efisiensi
Total variansi anggaran adalah perbedaan antara biaya aktual input dan biaya yang
direncanakan.
Total Variansi = (AP x AQ) – (SP x SQ)
Dalam suatu sistem perhitungan biaya standar, total variansi dibagi menjadi variansi
harga dan penggunaan. Variansi harga (tarif) yaitu perbedaan antara harga aktual dan
harga standar per unit input : (AP – SP)AQ. Variansi penggunaan (efisien) yaitu
perbedaan antara kuantitas input aktual dan input standar dikalikan dengan standar harga
per unit input (AQ – SQ)SP.
Total Variansi

=

Variansi harga + variansi pengguna

=

(AP - SP)AQ + (AQ – SQ)SP

=

[(AP x AQ) – (SP x AQ)] + [(SP x AQ) – (SP x SQ)]

=

(AP x AQ) – (SP x AQ) + (SP x AQ) + (SP – SQ)

=

(AP x AQ) – (SP x SQ)

B. Keputusan Untuk Menyelidiki
Kinerja aktual jarang memenuhi standar yang di tetapkan secara tepat dan
manajemen tidak berharap demikian. Hal yang di harapkan adalah variasi acak seputar
standar. Oleh karena itu, manajemen seharusnya memiliki pemikiran tingkat kinerja yang
dapat diterima. Pada kasus yang faktor-faktornya tidak dapat dikendalikan, manager perlu
merivisi standar.
Karena biaya dan manfaat analisis variansi dengan dasar kasus perkasus sulit
dinilai, banyak perusahaan menggunakan petunjuk umum untuk menyelidiki variansi,
yaitu jika variansi berada diluar tingkat yang dapat diterima. Variansi-variansi tidak dapat
diselidiki, kecuali jika mereka sangat diperhatikan. Mereka harus disebabkan oleh sesuatu
8

yang lain daripada hanya faktor acak, dan cukup besar(dalam rata-rata) menilai biaya
pendidikan dan mengambil tindakan korektif.
Kisaran yang dapat diterima adalah standar plus atau minus suatu deviasi yang
diperbolehkan. Kisaran ukuran teratas dan terbawah yang diperbolehkan disebut batas
pengendalian.

Batas

pengendalian

atas

adalah

standara

minus

deviasi

yang

diperbolehkan.
Batas pengendalian sering dinyatakan dalam persentase standard an jumlah dolar
absolute. Prosedur statistic formal juga daoat digunakan untuk menyiapkan batas
pengendalian. Dengan cara ini, subjektivitasnya yang terlibat lebih sedikit dan seorang
manager dapat menilai perkiraan variansi yang disebabkan oleh faktor acak. Saat ini,
penggunaan prosedur formal masih kurang banyak mendapatkan dukungan.
2.4 Cara Menghitung Analisis Variansi Bahan Baku dan Tenaga Kerja

Total variansi mengukur perbedaan antara biaya aktual bahan baku dan tenaga kerja,
serta biaya yang dianggarkan untuk tingkat aktivitas aktual.
1. a. Variansi Bahan Baku Langsung
Yaitu mengukur perbedaan antara berapa yang harus dibayar unuk bahan baku
dan berapa yang secara aktual dibayar.
Rumus perhitungan variansi bahan baku langsung yaitu :
MPV = (AP x AQ) – (SP x AQ)
Atau secara faktor, kita memiliki :
MPV = (AP – SP) AQ
Dimana :
AP = Harga aktual per unit.
SP = Harga standar per unit.
AQ = Kuantitas aktual bahan baku yang digunakan.
b. Tanggung Jawab Terhadap Variansi Harga Bahan Baku
Tanggung jawab terhadap pengendalian variansi harga bahan baku biasanya oleh
agen pembelian. Harga bahan baku kebanyakan memang diluar kendalinya. Namun,
variansi harga dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti, kualitas, diskon kuantitas,
jarak sumber dari pabrik, dan lain-lain. Faktor-faktor tersebut di bawah kendali agen.

9

Penggunaan variansi harga untuk mengevkusi kinerja pembelian memiliki
beberapa keterbatasan. Penekanan untuk memenuhi atau di atas standar dapat
membuat beberapv hasil yang tidak diinginkan. Sebagai ontoh, jika agen pembelian
tertekan untuk menghasilkan variansi yang menguntungkan, bahan-bahan dengan
kualitas lebih rendah dapat terbeli atau terlalu banyak persediaan yang di beli untuk
mengambil keuntungan dari diskon.

c. Analisis Variansi Harga Bahan Baku

Langkah pertama, memutuskan signifikan atau tidaknya variansi. Jika dinilai
tidak signifikan, langkah lebih jauh tidak diperlukan. Langkah selanjutnya mencari tahu
penyebab munculnya hal tersebut, jika alasan diketahui tindakan korektif dapat diambil
jika diperlukan dan memungkinkan.
d. Waktu Perhitungan Variansi Harga

Variansi harga bahan baku dapat dihitung :
(1). Ketika bahan baku dikeluarkan untuk digunakan dalam produksi, atau
(2). Ketika bahan baku dibeli.
Perhitungan variansi harga pada titik pembelian lebih disukai. Lebih baik
memiliki informasi variansi lebih awal daripada nanti. Semakin awal informasi,
semakin tepat tindakan manajerial dapat diambil. Infomasi yang sudah lama sering tidak
berguna.
Bahan baku dapat tersimpan dalam persediaan berminggu-minggu atau berbulan-bulan
sebelum diperlukan dalam produksi. Saat variansi harga bahan baku dihitung dan
menandakan suatu masalah, tindakan korektif bias jadi sudah terlambat.
e. Variansi Penggunaan Bahan Baku Langsung

Variansi prngunaan bahan baku mengukur perbedaan antara bahan baku langsung
yang secara aktual digunakan dan bahan baku langsung yang seharusnya digunakan
untuk output aktual.
Rumus perhitungan variansi ini :
MUV = (SP x AQ) – (SP x SQ)
Atau
10

MUV = (AQ – SQ) SP
Dimana :
AQ = kuantitas aktual bahan baku yang digunakan
SQ = kuantitas bahan baku yang diperbolehkan untuk output aktual
SP = harga standar per unit

f. Tanggung Jawab variansi Pengguna Bahan Baku

Secara umum, manajer produksi bertanggung jawab pada penggunaan bahan
baku. Meminimalkan sisa, pembuangan dan pengerjaan kembali adalah cara-cara
manajer untuk memastikan standar akan terpenuhi.
g. Analisis Variansi Pengguna Bahan Baku

Dalam hal ini, variansi yang menguntungkan dapat dibebankan pada pembelian.
Karena variansi pengguna bahan baku menguntungkan, tetapi tidak lebih kecil dari pada
variansi harga yang tidak menguntungkan.
2. Variansi Tenaga Kerja Langsung
Variansi tarif(harga) dan efisiensi(penggunaan) untuk tenaga kerja dapat dihitung.
A. Variansi Tarif Tenaga Kerja : Pendekatan Rumus
Variansi tarif tenaga kerja (labor rate variance-LRV) menghitung perbedaan
antara apa yang sudah dibayar untuk tenaga kerja langsung dan apa yang seharusnya
dibayar.
LRV = (AR x AH) – (SR x AH)
Atau dengan pemfaktoran, maka akan mendapatkan rumus
LRV = (AR – SR) AH
Dimana :
AR = tarif upah aktual per jam
SR = tarif upah standar per jam
AH = jam tenaga kerja langsung aktual yang digunakan.
B. Perhitungan Variansi Tarif Tenaga Kerja

11

Aktivitas terhadap tenaga kerja langsung kepada para pengawas bluechitos akan
digunakan untuk mengilustrasikan pengawas bluechitos akan digunakan untuk
mengilustrasikan perhitungan seluruh tarif tenaga kerja. Kita mengetahui 360 jam
digunakan untuk pengawasan selama semigguperhitungan seluruh tarif tenaga kerja.
Kita mengetahui 360 jam digunakan untuk pengawasan selama minggu pertama bulan
mareama bulan maret. Upah aktual perjam yang dibayarkan untuk pengawasan adalah
$7.35. darii tampilan 2.2 , tariff upah stadar adalah $7.00 . Jadi, AH adalah 360, AR
adalah $77.35, dan SR adalah $7.00.35, dan SR adalah $7.00. Variansi tariff tenaga
kerja dapat dihitung sebagai berikut.
LRV = (AR – SR)AH
= ($7.35 - $7.00)360
= $0.35 x 360
= $126 U
Persentase dari SR x AH = $126/$2.520 = 5%
C. Tanggung Jawab Terhadap Variansi Tarif Tenaga Kerja
Tarif-tarif tenaga kerja sangat dipengaruhi oleh tekanan eksternal, seperti pasar
tenaga kerja dan kontrak persatuan buruh. Tarif upah aktual jarang mengacu pada tarif
standar. Munculnya variansi tarif tenaga kerja biasanya disebabkan olef tarif upah ratarata yang di gunakan sebagai tarif standar. Selain itu, tenaga kerja yang memiliki
keahlian dan gajinya lebih tinggi lebih banyak digunakan untuk tugas yang
membutuhkan keahlian lebih sedikit. Lembur yang tidak diperkirakan juga dapat
menyebabkan variansi tarif tenaga kerja.
Tarif upah untuk aktivitas tenega kerja tertentu sering berbeda di antara para
pekerja karena tingkat senioritas yang berbeda. Suatu tarif upah rata-rata sering dipilih
daripada standart tarif tenaga kerja yang mencerminkan tingkat yang berbeda tersebut.
Sejalan dengan perubahan bauran senioritas, tarif rata-rata pun berubah. Hal ini akan
meningkatkan variansi tarif tenaga kerja. Hal ini juga membutuhkan standar baru untuk
mencerminkan bauran senioritas yang baru. Kemampuan mengendalikan tidak dapat
diterapkan untuk penyebab variansi tarif tenaga kerja ini.
D. Analisis Variansi Tarif Tenaga Kerja
Untuk ilustrasi , anggaplah suatu penyelidikan telah dilakukan meskipun variansi
5% sepertinya tidak dinilai signifikan. Penyebab variansi telah ditemukan, yakni
pengguanaan para operator mesin yang digaji lebih tinggi dan lebih ahli sebagai
pengawas karena dua pengawas keluar tanpa pemberitahuan resmi. Tindakan korektif
adalah merekrut dan melatih dua pengawas baru.
12

E. Variansi Efisiensi Tenaga Kerja : Pendekatan Rumus
Variansi efisiensi tenaga kerja (labor efficiency variance—LEV) mengukur
perbedaan antara jam tenaga kerja yang secara aktual digunakan dan jam kerja yang
seharusnya digunakan.
LEV = (AH x SR) – (SH x SR)
Atau akan didapatkan rumus dengan pemfaktoran :
LEV = (AH – SH) SR
di mana:
AH = jam aktual tenaga kerja langsung yang digunakan
SH = jam standar kerja langsung yang seharusnya diguanakan,
SR = tarif upah standar per jam.
F. Perhitungan Variansi Efisiensi Tenaga Kerja
Bluechitos menggunakan 360 jam kerja langsung untuk pengawasan saat
memproduksikan 48.500 bungkus keripik jagung. Dari tampilan 2-2, tarif 0.007 jam per
bungkus keripik berbiaya $7 per jam seharusnya telah digunakan. Jam standar= yang
diperbolehkan untuk pengawasan adalah 339,5 (0,007 x 48.500) jadi AH adalah 360 ,
SH adalah 339,5 dan SR adalah $7. Variansi efisiensi tenaga kerja dihitung sebagai
berikut.
LEV = (AH – SH) SR
= (360 – 339,5) $7
= 20,5 x $7
= $143,50 U
Presentase dari SH x SR = $143,50 / $2.367,50 = 6%
G. Tanggung Jawab Terhadap Variansi Efisiensi Tenaga Kerja
Secara umum dapat dikatakan bahwa manajer produksi bertanggung jawab atas
penggunaan tenaga kerja langsung secara produktif. Akan tetapi, sebagaimana yang
berlaku pada semua variasi, begitu penyebab ditemukan, tanggung jawab mungkin
dapata dibebankan pada bidang lain. Sebagai contoh, kerusakan mesin dapat
menyebabkan gangguan dan penggunaan non produktif tenaga kerja. Akan tetapi,
tanggungjawab pada kerusakan ini bisa jadi merupakan kesalahan pada pemeliharaan.
Jika benar, manajer pemeliaharaan seharusnya dibebankan dengan variansi efisiensi
tenaga kerja yang tidak menguntungkan ini.
Para manajer produksi bisa jadi tergoda untuk melakukan perilaku disfungsional
jika penekanan terlalu banyak ditempatkan pada variansi efisiensi tenaga kerja. Sebagai
13

contoh, untuk menghindari kehilangan waktu dan mencegah tambahan jam kerja
kemungkinan pengerjaan ualang, seorang manajer produksi dapat mentransfer produk
cacat ke barang jadi secara sengaja.
H. Analisis Variansi Efisiensi Tenaga Kerja
Asumsikan bahwa $143,50 variansi yang tidak menguntungkan dinilai signifikan
dan penyebabnya telah diselidiki. Penyelidikan menyatakan banyaknya pemberhentian
proses muncul karena tugas operator mesin dipisah antara menjalankan mesin dan
pengawasan. (ingat bahwa pekerjaan ganda ini diperlukan karena dua pengawas telah
keluar tanpa diduga-duga). Hal ini menyebabkan pengawasan lebih banyak
menganggur. Selain itu, para operator mesin tidak dapat memenuhi output standar per
jam pengawasan karena mereka kurang berpengalaman dengan proses pemilihan.
Tindakan korektif yang diperlukan untuk menyelesaikan masalah sama dengan yang
direkomendasikan untuk variansi tarif yang tidak diinginkan—merekrut dan melatih dua
pengawas baru.
I. Jumlah LRV Dan LEV
Dari tampilan 2-6 kita dapat mengetahui variansi tenaga kerja total yang tidak
menguntungkan dalah $269,50. Total variansi ini adalah jumlah variansi tarif tenaga
kerja yang tidak menguntungkan dan variansi efisiensi tenaga kerja yang tidak
menguntungkan ($126,00 + $143,50).
3. Analisis Variansi Biaya Overhead
Variansi overhead total, yaitu perbedaan antara overhead yang dibebankan dan
overhead yang aktual, juga dibagi menjadi berbagai variansi komponen. Banyaknya
variansi komponen yang dihitung bergantung pada metode analisis variansi yang
digunakan. Kita akan fokus pada satu metode saja. Pertama, kita akan membagi overhead
dalam ketegori-kategori tetap dan variabel. Kemudian, kita akan melihat variansi
komponen untuk setiap kategori. Total variansi overhead variable dibagi menjadi dua
komponen; variansi pengeluaran overhead variable dan variansi efisiensi overhead
variable. Dengan cara yang hampir sama, total variansi overhead tetap dibagi menjadi dua
kategori; variansi pengeluaran overhead tetap dan variansi volume overhead tetap.
2.5 Cara Menghitung Analisis Variansi Biaya Overhead
A. Variansi Overhead Variable
Untuk mengilustrasikan variansi overhead variabel, kita akan menguji aktivitas satu
minggu Blue-Corn Foods (untuk minggu pertama bulan maret). Data berikut
dikumpulkan untuk periode waktu sekarang.
Tarif overhead variabel (standar)
Biaya aktual overhead variable
Jam kerja aktual (mesin dan pengawasan)
14

$3,85 /jam tenaga kerja langsung
$1.600
400

Jumlah jam yang diperbolehkan untuk produksi
Overhead variabel yang dibebankan

378,3a
$1.456 b

a 0,0078 x 48.500
b $3,85 x 378,3 (dibulatkan kebilangan bulat terdekat; overhead dibebankan dengan
menggunakan jam yang diperbolehkan dalam biaya standar).
B. Total Variansi Overhead Variable
Adalah perbedaan antara overhead variabel yang aktual dengan yang
dibebankan.Pada contoh ini, total variansi overhead variabel dihitung sebagai berikut.
Total variansi = $1.600 - $1.456
= $144 U
Overhead
variable
aktual

Tarif
overhead
variable x
jam aktual
$1.640

$60 U
Variasi
pengeluaran

Tarif
overhead
variable x
jam standar
$1.456

$84 U
Variansi
efisiensi

$144 U total
variasi

Total variansi ini dapat dibagi dalam variansi pengeluaran dan efisiensi. Penghitungan
ini diilustrasikan dengan menggunakan pendekatan tiga cabang pada tampilan 2.7.
C. Variansi Pengeluaran Overhead Variable
Variansi Pengeluaran Overhead Variable mengukur pengaruh agregat dari
perbedaan antara tarif aktual overhead variabel (actual variable overhead rate—
AVOR) dan tarif standar overhead variabel (standart variable overhead rate—SVOR).
Tarif aktual overhead variabel adalah overhead variabel aktial dibagi dengan jam aktual.
Pada contoh ini, tarifnya adalah $4 per jam ($1.600/400jam).Berikut rumus untuk
menghitung variansi pengeluaran overhead variable.
Variansi pengeluaran overhead variabel = (AVOR x AH) – (SVOR x AH)
= (AVOR – SVOR) AH
= ($4,00 - $3,85) 400
= $60 U
D. Perbandingan Variansi Harga Bahan Baku Dan Tenaga Kerja

15

Variansi pengeluaran overhead variabel mirip, tetapi tidak sama dengan variansi
harga bahan dan tenaga kerja; terdapat beberapa perbedaan konseptual. Overhead
variabel merupakan suatu input yang tidak homogen gabungan dari sejumlah besar
bahan baku; seperti bahan baku tidak langsung, tenaga kerja tidak langsung, listrik,
pemeliharaan, dan lain-lain. Tarif standar overhead variabel mewakili biaya beban per
jam dan apa yang secara aktual dikeluarkan per jam adalah suatu jenis variansi harga.
Variansi pengeluaran overhead variabel dapat muncul karena harga-harga pada setiap
bagian overhead variabel telah meningkat atau menurun.Untuk saat ini, asumsikan
bahwa perubahan harga tiap bagian overhead adalah satu satunya penyebab variansi
pengeluaran.Jika variansi pengeluaran tidak menguntungkan, kenaikan harga untuk
setiap bagian overhead variabel adalah penyebabnya. Jika variansi pengeluaran
menguntungkan, penurunan harga akan mendominasi.

E.

F.

Tanggung Jawab Pada Variansi Pengeluaran Overhead Variable
Banyak bagian overhead variabel dipengaruhi oleh beberapa pusat
pertanggungjawaban.Kemampuan mengendalikan adalah suatu prasyarat untuk
pembebanan tanggung jawab.Perubahan harga bagian overhead variabel intinya berada
di luar kendali oleh pengawas.Jika perubahan harga kecil (yang kerap demikian),
variansi pengeluaran terutama pada penggunaan efisiensi overhead dalam produksi yang
dapat dikendalikan oleh pengawas produksi.Secara umum, tanggung jawab pada
variansi pengeluaran overhead variabel dibebankan pada departemen produksi.
Analisis Variansi Pengeluaran Overhead Variable
Varisansi $60 yang tidak menguntungkan hanya mengungkapkan bahwa bluecorn food mengeluarkan lebih banyak overhead variabel secara agregat daripada yang
direncanakan. Meski variansi tersebut tidak signifikan, hal ini tidak menyatakan apa pun
tentang seberapa baik biaya tiap overhead variable yang telah dikendalian. Pengendalian
overhead variabel memerlukan analisis lini per lini pada tiap bagian.Tampilan 2.8
menapilakan suatu laporan kinerja yang menginformasikan inti lini per lini untuk
pengendalian overhead variabel yang tepat.Anggaplah angka-angka tersebut berasal dari
catatan akuntansi Blue-Corn.
Dari tampilan 2.8, jelas bahwa dua dari tiga bahan menunjukan tidak adanya
masalah pengendalian di perusahaan.Listrik adalah satu-satunya hal yang menunjukan
variansi yang tidak menguntungan, bahkan hal ini adalah penyebab keseluruhan variansi
pengeluaran overhead variabel.Jiak variansi signifikan, penelidikan dapat
dilakukan.Penyelidikan ini dapat menunjukan perusahaan listrik meningkatkan harga
listrik.Jika memang demikian, variansi di luar kendali perusahaan.Respons yang benar
adalah merevisi rumus anggaran untuk mencerminkan kenaikan biaya listrik.Namun,
harga listrik yang tidak berubah berarti penggunaan listik lebih banyak dari yang
diharapkan. Sebagi contoh, perusahaan dapat menemukan banyak penyalaan dan

16

pematian mesin yang melebihi normal hingga menyebabkan peningkatan konsumsi
listrik
Blue-Corn Foods, inc
Laporan Kinerja Anggaran Fleksibel
Untuk minggu Berakhir 8 Maret 2008
Rumus Biaya
(a)

Biaya
Aktual

Anggaran

Variansi
Pengeluaran

(b)

Bahan
Bakar

$3,00

$1.190

$1.200

$10 F

Listrik

0,78

385

312

73U

Air

0,07

25

28

3F

$3,85

$1.600

$1.540

$60U

Biaya
Total

Per jam tenaga kerja langsung.
Dihitung dengan menggunakan rumus dan tingkat aktivitas 400 jam aktual tenaga
kerja langsug.

G. Variansi Efisiensi Overhead Variable
Overhead variabel diasumsikan bervariasi sejalan dengan perubahan volume
produksi.jadi, Overhead variabel berubah sesuai proporsi perubahan jam tenaga kerja
langsung yang digunakan.Variansi efisiensi overhead variabel mengukur perubahan
dalam konsumsi overhead variabel yang muncul karena penggunaan efisien (atau tidak
efisien) tenaga kerja langsung. Rumus variansi efisiensi :
Variansi efisiensi overhead variable

= (AH – SH)SVOR
= (400-378,3)$3,85
= $ 84 U (dibulatkan)

H. Tanggung Jawab Pada Variansi Efisiensi Overhead Variable
17

Variansi efisiensi overhead variabel seecara langsung berhubungan dengan efisiensi
tenaga kerja langsung atau variansi penggunaan.Jika overhead variabel benar-benar
proporsional dengan konsumsi tenaga kerja langsung, maka variansi efisiensi overhead
variabel disebabkan oleh efisien atau tidak efisiennya penggunaan tenaga kerja langsung.
Hal tersebut sama seperti variansi penggunaan tenaga kerja. Jika jam tenaga kerja
langsung yang digunakan lebih banyak(atau lebih sedikit) daripada standarnya, biaya
total overhead variabel akan meningkat (atau menurun). Berlakunya pengukuran tersebut
bergantung pada seberapa valid hubungan antara biaya overhead variabel dan jam tenaga
kerja langsung. Dengan kata lain, apakah biaya overhead variabel benar-benar berubah
dalam proporsi perubahan jam tenaga kerja langsung? Jika memang demikian tanggung
jawab untuk variansi efisiensi overhead variabel seharusnya dibebankan pada individu
yang bertanggung jawab pada penggunaan tenaga kerja langsung : manajer produksi.
I. Analisis Variansi Efisiensi Overhead Variable
Alasan variansi efisiensi overhead variabel yang tidak menguntungkan sama dengan yang
dikemukakan variansi penggunaan tenaga kerja yang tidak menguntungkan. Waktu lebih
banyak digunakan daripada standarnya karena banyaknya waktu menganggur bagi para
pengawas dan operator mesin yang digunakan sebagai pengganti para pengawas yang
tidak berpengalaman dalam pemilihan.Informasi lebih lanjut tentang pengaruh
penggunaan tenaga kerja pada overhead variabel tersedia dalam analisis lini per lini tiap
overhead variabel. Hal ini dapat dipenuhi dengan membandingkan besarnya anggaran
untuk jam tenaga kerja aktual yang digunakan dengan besarnya anggaran untuk jam
standar yang diperbolehkan untuk tiap bagian. Laporan kinerja yang membuat
perbandingan untuk semua biaya overhead variabel ditunjukkan pada tampilan 2.9.
Dari tampilan 2.9. Kita dapat melihat bahwa biaya bahan bakar sebagian besar
dipengaruhi oleh ketidakefisienan penggunaan tenaga kerja. Hal ini dapat dijelaskan
dengan perlunya membiarkan minyak goreng panas (dengan asumsi bahan bakar
digunakan untuk masak) meski proses pemasakan diperlambat dengan adanya proses
pemilihan.
Kolom berlabel ”Anggaran untuk Jam Standar” memberikan jumlah overhead
variabel yang seharusnya dikeluarkan untuk output aktual. Total semua bagian dalam
kolom ini adalah overhead variabel yang dibebankan, yaitu jumlah yang dibebankan pada
produksi dalam sistem biaya standar. Perhatikan bahwa dalam sistem biaya standar,
overhead variabel dibebankan dengan menggunakan jam yang diizinkan untuk output
aktual (SH), sedangkan dalam perhitungan biaya normal, overhead variabel dibebankan
dengan menggunakan jam aktual. Meskipun tidak ditunjukkan perbedaan antara biaya
aktual dan kolom ini adalah total variansi overhead variabel (lebih sedikit sebesar $144)
jadi, variansi overhead variabel yang kurang dibebankan adalah penjumlahan dari
variansi pengeluaran dan efisiansi.
Blue-Corn Foods Inc.
Laporan Kinerja
18

Untuk Minggu Berakhir 8 Maret 2008
Biaya

Bahan Bakar

Rumus Anggaran
Biayaᵃ
untuk
Biaya
Aktual

Jam
Aktual

Variansi
Pengeluaran


Anggaran
untuk
Jam
Standarc

Variansi
Efisiensiᵈ

$3,00

$1.190

$1.200

$ 10 F

$ 1.135

$ 65 U

Listrik

0,78

385

312

73 U

295

17 U

Air

0,07

25

28

3F

26

2U

$ 3,85

$ 1.600

$ 1.540

$ 60 U

$ 1.456

$ 84 U

Total

ͣ Per jam tenaga kerja langsung
ᵇ Variansi pengeluaran = biaya akrual – anggaran untuk jam actual
ͨ Dihitung dengan menggunakan rumus biaya dan tingkat aktivitas 378,3 jam standar.
Dibulatkan kenilai dolar terdekat
ᵈ Variansi efisiensi = anggaran jam aktual – anggaran untuk jam standar

J. Variansi Overhead Tetap
Kita akan menggunakan contoh Blue-Corn Foods Inc. sekali lagi untuk
mengilustrasikan perhitungan variansi overhead tetap. Data tahunan dibutuhkan untuk
contoh berikut.
Hal yang Dianggarkan atau Direncanakan
Overhead tetapa yang dianggarkan

$ 749.970

Aktivitas praktis

23.400 jam tenaga kerja langsungᵃ

Tarif standar overhead tetap

$ 32,05ᵇ

ᵃJam yang diizinkan untuk memproduksi 3.000.000 bungkus kripik : 0,0078 x 3.000.000
ᵇ$ 749.970 / 23.400

Hasil Aktual
19

Produksi aktual

2.750.000 bungkus kripik

Biaya aktual overhead tetap

$ 749.000

Tarif standar overhead tetap

$ 32,05ᵇ

ᵃ Jam yang diizinkan untuk memproduksi 3.000.000 bungkus kripik : 0,0078 x
3.000.000
ᵇ $ 749.970 / 23.400

K. Total Variansi Overhead Tetap
Total variansi overhead tetap adalah pembedaan antara overgead tetap aktual dan
overhead tetap yang dibebankan. Overhead tetap yang dibebankan diperoleh dengan
mengalikan tarif standar overhead tetap dengan jam standar yang diizinkan untuk output
aktual.

Overhead tetap yang dibebankan = tarif standar overhead tetap x jam standar
= $ 32,05 x 21.450
= $ 687.473 (dibulatkan)

Total variansi overhead tetap adalah perbedaan antara overhead tetap aktual dengan
overhead tetap dibebankan.
Total variansi overhead tetap

= $ 749.000 - $ 687.473
= $ 61.527 kurang dibebankan

Untuk membantu para manajer memahami penyebab overhead tetap kurang
dibebankan sebesar $ 61.527, total variansi dasar diperoleh menjadi dua varuansi :
variansi pengeluaran overhead tetap dan variansi volume tetap.
L. Variansi Pengeluaran Overhead Tetap

20

Variansi pengeluaran overhead tetap didefinisikan sebagai perbedaan antara
overhead tetap aktual dan overhead tetap dianggarkan.Variansi pengeluaran
menguntungkan karena overhead tetap yang dikeluarkan lebih sedikit daripada yang
dianggarkan.
M. Tanggung Jawab Pada Variansi Pengeluaran Overhead Tetap
Overhead tetap dibuat dari beberapa bagia terpisah, seperi gaji, penyusutan, pajak,
dan asuransi.Banyak overhead tetap-investasi janngka panjang sebagai contoh, tidak
berubah pada jangka pendek.Akhirnya biaya overhead tetap sering di luar kendali
langsung manajemen.Karena biaya overhead tetap banyak dipengaruhi oleh keputusan
jangka panjang dan bukan oleh perubahan dalam tingkat produksi, variansi anggaran
biasanya kecil.Sebagi contoh, penyusutan, gaji, pajak, asuransi sepertinya tidak banyak
dari yang direncanakan.
N. Analisis Variansi Pengeluaran Overhead Tetap
Karena overhead tetap dibuat dari banyak bagian terpisah, perbandingan lini per
lini dan biaya yang dianggarkan dengan biaya aktual, menginformasikan penyebab
variansi pengeluaran lebih banyak.Pada intinya, laporan tersebut mengungkapkan
variansi pengeluaran overhead tetap sesuai dengan yang diperkirakan.Variansi
pengekuaran overhead adalah tetap untuk berbasis lini ataupun secara agregatdan relatif
kecil.

Blue- Corn Inc
Laporan Kinerja
Untuk Minggu Berakhir 8 Maret 2008

Overhead Tetap
Penyusutan

Biaya Aktual

Biaya yang Dianggarkan

Variansi

$ 530.000

$530.000

$0

Gaji

159.370

159.970

600 F

Pajak

50.500

50.000

500 U

9.130

10.000

870 F

$749.000

$749.970

$ 970 F

Asuransi
Total Overhead tetap

O. Variansi Volume Overhead Tetap
21

Variansi volume overhead tetap adalah perbdeaan antara overhead tetap yang
dianggarkan dan overhead tetap yang dibebankan.variansi volume mengukur pengaruh
perbedaan output aktual dan output yang digunakan di awal tahun untuk menghitung tarif
perkiraan standar overhead tetap. Jikan anda berfikir tentang output yang
dugunakanuntuk menghitung tarif overhead tetap sebagai kapasitas aktivitas yang
dibutuhkan dan output aktual sebagai kapasitas aktivitas yang digunakan maka variansi
volume mirip dengan biaya kapasitas aktivitas yang tidak digunakan. Analogi ini berlaku
ketika kita menggunakan kapasitas praktis untuk menghitung tarif overhead tetap.Semua
biaya overhead tetap adalah sumber daya yang dikeluarkan untuk mendapatkan kapasitas
produksi di awal penggunaan.
Sebagai contoh, pada awal tahun, Blue-Corn, Inc. memiliki kapasitas untuk
memproduksi 3.000.000 bungkus kerpik dengan menggunakan 23.400 jam tenaga kerja
langsung. Output aktual adalah 2.750.000 bungkus. Jadi, out[ut aktual kurang dari yang
diperkirakan dan hanya 21.450 jam yang diizinkan untuk output aktual. Kapasitas yang
digunakan lebih sedikt dari yang dimiliki, dan biaya dari kapsitas yang tidak digunakan
ini dihitung dengan mengalikan tarif dengan perbedaan dalam kapasitas yang
diperkirakan dan aktual (diukur dalam jam).Oleh karena itu, kita dapat mengartikan
variansi volume sebagai ukuran penggunaan kapasitas.

Variansi
Volume

=

$ 32,05 (23.400 – 21.450)

=

($ 32,05 x 23.400) – ($ 32,05 x 21.450)

=

$ 749.970 - $ 687.473

=

overhead tetap yang dianggarkan - overhead tetap yang dibebankan

=

$ 62.497 U

P. Tanggung Jawab Pada Variansi
Dengan mengasumsikan variansi volume mengukur penggunaan kapasitas tersirat
bahwa tanggung jawab umum atas variansi ini seharusnya dibebankan pada Departemen
Produksi.Akan tetapi, peyelidikan terhadap alasan varaiansi volume yang signifikan
terkadang dapat mengungkapakan penyebabnya adalah faktor di luar kendali produksi.
Pada contoh ini tanggung jawab spesifik dapat dibebankan ke tempat lain. Sebagai
contoh, bagian pembelian yang mendapatkan bahan kulitas yang lebih rendah dari
22

biasanya dapat mengakibatkan waktu pengerjaan kembali yang signifikan sehingga
menyebabkan produksi lebih rendah dan variansi volume yang tidak menguntungkan.
Dalam hal ini, tanggumg jawab atas variansi terletak pada bagian pembelian, bukan pada
bagian produksi

23

3BAB III
PENUTUP

3.1

Penutup
Biaya standar yaitu suatu biaya yang sudah ditentukan sebelumnya dan
merupakan jumlah biaya yang seharusnya dikeluarkan untuk membuat satu satuan produk
barang atau jasa. Biaya standar menganggarkan kuantitas dan biaya menggunakan dasar
unit. Anggaran unit ini adalah tenaga kerja, bahan baku dan overhead pabrik. Standar yang
dibuat ditetapkan berdasarkan pengalaman historis, studi teknis, dan input dari personel
operasional adalah tiga sumber potensial untuk standar kuantitatif. Standar yang saat ini
dicapai ialah standar yang dapat diraih dengan kondisi operasional yang efisien. tandar
ideal adalah standar yang dapat dicapai dengan efisiensi maksimum atau kondisi
operasional ideal. Sistem perhitungan biaya standar digunakan untuk memperbaiki
perencanaan dan pengendalaian serta memfasilitasi perhitungan harga pokok produk.
Dengan membandingkan hasil aktual dengan standar dan membagi variansi dalam
komponen harga dan kuantitas, respons balik tersedia bagi para manajer.
Informasi ini memungkinkan para manajer untuk menerapkan tingkat kendali yang
lebih besar terhadap biaya daripada yang ditemukan dalam sistem perhitungan biaya
normal atau aktual. Keputusan seperti penawaran juga dibuat lebih mudah ketika sistem
perhitungan biaya standar digunakan. Lembar biaya standar memberikan perincian untuk
perhitungan biaya standar per unit. Hal ini menunjukkan biaya standar untuk bahan baku,
tenaga kerja, serta overhead tetap dan variabel. Dengan demikian tercapai sudah judul
makalah diatas dimana biaya standar sebagai alat pengendali manajemen agar target
produksi tercapai dengan maksimal atas acuan biaya standar yang sudah ditetapkan

3.2

Saran
Penulis berharap makalah ini dapat menambah wawasan bagi seluruh mahasiswa
UIN Sunan Gunug Djati Bandung khususnya untuk mahasiswa Fakultas Ekonomi Dan
Bisnis Islam agar dapat menambah ghirah atau semangat lagi dalam menuntut ilmu, dalam
penyempurnaan makalah ini kami berharap kritik yang konstruktif dari rekan semuanya.

24

4DAFTAR PUSTAKA

Mulyadi,(2010) Sistem akuntansi , Salemba empat, Jakarta
Carter,W.K.(2009).Akuntansi Biaya”Cost Accounting”.Jakarta
Husen/Mowen,(2009),Manajerial Accounting,buku Edisi ke 8,Jakarta
Abdul,Halim(1995),Sistem Informasi Akuntansi,Yogyakarta
Https://www.academia.edu.Akuntansi.Manajemen.Biaya.Standar.Suatu.Alat.Pengendalian.
Manajerial

25

Judul: Akuntansi Manajemen

Oleh: Iskandar Hidayah


Ikuti kami