Akuntansi Manajemen

Oleh Jheyzhen Mania

193,8 KB 6 tayangan 0 unduhan
 
Bagikan artikel

Transkrip Akuntansi Manajemen

MAKALAH AKUNTANSI MANAJEMEN “ PERHITUNGAN BIAYA BERDASARKAN AKTIVITAS DAN MANAJEMEN BERDASARKAN AKTIVITAS ” DISUSUN OLEH : JHEYZHEN MANIA (C 301 17 240) PROGRAM STUDI S1 AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS TADULAKO TAHUN 2019 KATA PENGANTAR Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT karena berkat Rahmat dan Karunia-Nya yang begitu besar, kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan harapan dapat bermanfaat dalam menambah ilmu dan wawasan kita. Makalah ini dibuat dalam rangka memenuhi salah satu tugas mata kuliah Akuntansi Manajemen dalam membuat makalah ini, dengan keterbatasan ilmu pengetahuan yang kami miliki, kami berusaha mencari sumber data dari berbagai sumber informasi. Kegiatan penyusunan makalah ini memberikan kami tambahan ilmu pengetahuan yang dapat bermanfaat bagi kehidupan, dan semoga bagi para pengguna makalah ini. Sebagai manusia biasa, kami sadar bahwa dalam pembuatan makalah ini masih jauh dari kata sempurna, oleh karena itu kami berharap akan adanya masukan yang membangun, sehingga makalah ini dapat bermanfaat baik bagi sendiri mapun pengguna makalah ini. Palu, 23 Februari 2019 Penyusun i DAFTAR ISI Kata Pengantar....................................................................................................... i Daftar Isi................................................................................................................ ii BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang..................................................................................... 1 1.2 Rumusan Masalah............................................................................... 1 1.3 Tujuan ................................................................................................. 1 BAB II PEMBAHASAN 2.1 Perhitungan biaya berdasarkan aktivitas dalam perhitungan produk ................................................................................................. 2 2.2 Cara mengurangi tarif aktivitas .......................................................... 4 2.3 Manajemen berdasarkan aktivitas (ABM) dan hubungannya dengan perhitungan biaya berdasarkan aktivitas (ABC) .................... 7 2.4 Analisis nilai Proses ........................................................................... 8 2.5 Ukuran kinerja aktivitas ..................................................................... 11 2.6 Biaya pelanggan dan pemasok berdasarkan aktivitas ........................ 12 BAB III PENUTUP 3.1 Kesimpulan ........................................................................................ 15 DAFTAR PUSTAKA............................................................................................ 16 ii BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Akuntansi aktivitas adalah factor penting untuk mengoperasionalkan perbaikan berkelanjutan, meningkatnya persaingan harus terus mencari berbagai cara untuk unggul dari perusahaan lain, contohnya dengan mengurangi biaya dan meningkatkan efesiensi. Nilai terhadap pelanggan sangat penting sehingga perusahaan dituntut agar memberikan barang atau jasa yang bermanfaat bagi penggunanya dan tentunya berkualitas dengan harga yang terjangkau. Memperbaiki berbagai proses berarti memperbaiki cara berbagai aktivitas yang terkait, jadi manajemen berbagai aktivitas bukan biaya adalah kunci keberhasilan pengendalian bagi perusahaan yang beroperasi dalam lingkungan perbaikan yang berkelanjutan. Perwujudan dari berbagai aktivitas tersebut adalah hal penting untuk perbaikan perhitungan biaya dan pengendalian yang lebih baik mengarah pada pandangan baru atas berbagai proses bisnis yang disebut sebagai manajemen berdasarkan manajemen aktivitas. 1.2 Rumusan Masalah 1. Jelaskan Perhitungan biaya berdasarkan aktivitas dalam perhitungan produk ? 2. Bagaimana Cara mengurangi tarif aktivitas ? 3. Apakah Manajemen berdasarkan aktivitas (ABM) itu dan hubungannya dengan perhitungan biaya berdasarkan aktivitas (ABC) Bagaimana cara memahami perbedaan system akuntansi manajemen berdasarkan fungsi dan aktivitas ? 4. Bagaimana menganalisis nilai Proses ? 5. Bagaimana Ukuran kinerja aktivitas ? 6. Bagaimana Biaya pelanggan dan pemasok berdasarkan aktivitas ? 1 1.3 Tujuan 1. Menjelaskan Perhitungan biaya berdasarkan aktivitas dalam perhitungan produk. 2. Untuk memahami Cara mengurangi tarif aktivitas. 3. Untuk memahami Manajemen berdasarkan aktivitas (ABM) dan hubungannya dengan perhitungan biaya berdasarkan aktivitas (ABC). 4. Untuk memahami Analisis nilai Proses. 5. Untuk memahami Ukuran kinerja aktivitas. 6. Untuk memahami Biaya pelanggan dan pemasok berdasarkan aktivitas. 2 BAB II PEMBAHASAN 2.1 Perhitungan Biaya Berdasarkan Aktivitas Dalam Perhitungan Produk 2.1.1 Biaya per Unit Perhitungan biaya berdasarkan fungsi dan berdasarkan aktivitas membebankan biaya kepada objek biaya seperti produk, pelanggan, pemasok, bahan baku, dan jalur pemasaran. Ketika biaya dibebankan pada objek biaya, biaya per unit adalah total biaya yang berkaitan dengan unit yang diproduksi dibagi dengan jumlah unit yang diproduksi. Total biaya/biaya produksi yaitu jumlah dari bahan baku, tenaga kerja langsung dan overhead pabrik. 2.1.1.1 Pentingnya Biaya Produk per Unit Sistem akuntansi biaya memiliki tujuan pengukuran dan pembebanan biaya sehingga biaya per unit suatu produk atau jasa dapat ditentukan. Pengukuran biaya meliputi penentuan jumlah dolar dari bahan baku langsung, tenaga kerja langsung, dan overhead yang digunakan pada produksi. Sedangkan pembebaban biaya merupakan proses menghubungkan biaya, setelah diukur, dengan unit yang diproduksi. 2.1.1.2 Cara untuk Mendapatkan Informasi Biaya per Unit Untuk mendapatkan informasi biaya per unit, diperlukan definisi biaya produk, pengukuran biaya dan pembebanan biaya. Ada dua sistem pengukuran biaya, adalah: 1. Perhitungan biaya aktual: membebankan biaya aktual bahan baku langsung, tenaga kerja langsung dan overhead ke produk. 2. Perhitungan biaya normal: membebankan biaya aktual bahan baku langsung dan tenaga kerja langsung; akan tetapi biaya overhead dibebankan ke produk dengan menggunakan tarif perkiraan. Tarif perkiraan adalah suatu tarif yang didasarkan pada perkiraan data dan dihitung dengan menggunakan rumus: Tarif perkiraan overhead = biaya yang diperkirakan/penggunaan aktivitas yang diperkirakan. 3 2.1.2 Perhitungan Biaya Produk Berdasarkan Fungsi Perhitungan biaya produk berdasarkan fungsi membebankan biaya dari bahan baku langsung dan tenaga kerja langsung ke produk dengan menggunakan penelusuran langsung. Sedangkan untuk membebankan biaya overhead ke produk, menggunakan penggerak aktivitas tingkat unit, adalah faktor yang menyebabkan perubahan dalam biaya seiring dengan perubahan jumlah unit yang diproduksi. Selain itu ada empat tingkat kapasitas yang dapat dipilih, yaitu: Kapasitas aktivitas yang diharapkan adalah output aktivitas yang diharapkan perusahaan dapat tercapai pada tahun yang akan datang. Kapasitas aktivitas normal adalah output aktivitas rata-rata yang perusahaan alami dalam jangka panjang (volume normal dihitung lebih dari satu periode). Kapasitas aktivitas teoritis adalah output aktivitas maksimum secara absolut yang dapat direalisasikan dengan berasumsi bahwa semua beroperasi secara sempurna. Kapasitas aktivitas praktis adalah output maksimum yang dapat diwujudkan jika semuanya berjalan dengan efisien. 2.1.2.1 Tarif Keseluruhan Pabrik Ada dua tahap untuk menghitung tarif overhead keseluruhan pabrik. Pertama, biaya overhead yang dianggarkan akan diakumulasikan menjadi satu kesatuan untuk keseluruhan pabrik. Kedua, biaya overhead dibebankan ke produk, melalui cara mengkalikan tarif tersebut dengan jumlah total jam tenaga kerja langsung aktual yang digunakan masing-masing produk. Contoh: Belring memproduksi dua telepon: telepon nirkabel dan model reguler, perusahaan tersebut memiliki data perkiraan dan aktual untuk tahun 2015: overhead yang dianggarkan 500.000 Aktivitas yang diperkirakan 170.000 Aktivitas aktual 150.000 Overhead aktual 600.000 Overhead yang Dibebankan Overhead yang dibebankan adalah jumlah overhead yang dibebankan ke 4 produksi aktual pada titik tertentu dalam suatu waktu dan dihitung dengan menggunakan rumus : Overhead yang dibebankan = tariff overhead x output aktivitas aktual Biaya per unit Biaya per unit suatu produk dihitung dengan menjumlahkan biaya utama produk pada biaya overhead yang dibebankan, kemudian membagi jumlah biaya dengan unit yang diproduksi. Keterangan Nirkabel Produk yang diproduksi Biaya utama Jam tenaga kerja Reguler 30.000 120.000 95.000 800.000 10.000 langsung (2,94 per jam 90.000 tenaga kerja langsung) 2.1.2.1 Tarif departemen Beberapa departemen produksi mungkin lebih banyak menggunakan overhead daripada departemen produksi lainnya. Produk yang menghabiskan waktu lebih banyak dalam departemen yang banyak menggunakan overhead seharusnya dibebankan biaya overhead lebih banyak daripada produk yang menghabiskan waktu sedikit. Tarif departemen memperhitungkan hal ini sedangkan tarif keseluruhan pabrik tidak memperhitungkannya karena menggunakan rata-rata. Penghitungan tarif departemen Tarif pabrikasi = overhead yang dianggarkan / jam mesin yang diharapkan Tarif perakitan = overhead yang dianggarkan/jam TKL Overhead yang Dibebankan = (tarif pabrikasi x jam mesin aktual) + (tarif perakitan x jam TKL aktual) 2.1.3 Keterbatasan sistem akuntansi biaya berdasarkan fungsi Tarif keseluruhan pabrik dan tarif departemen telah digunakan selama beberapa dekade dan dilanjutkan terus oleh banyak organisasi. Akan tetapi dalam 5 beberapa situasi, tarif-tarif tersebut tidak berfungsi dengan baik dan dapat menimbulkan distorsi biaya (ketidakakuratan pembebanan biaya) produk. Terdapat dua faktor utama yang menyebabkan ketidakmampuan tarif keseluruhan biaya atau departemen berdasarkan unit untuk membebankan biaya overhead secara tepat. Pertama adalah proporsi biaya overhead yang tidak berkaitan dengan unit terhadap jumlah biaya overhead berjumlah besar. Dan kedua adalah tingkat keanekaragaman produknya sangat besar. 2.2 Cara Mengurangi Tarif Aktivitas 2.2.1 Mengurangi Jumlah Tarif dengan Menggunakan Rasio Konsumsi Salah satu cara yang sangat langsung untuk mengurangi jumlah tarif adalah mengumpulkan semua aktivitas yang memiliki rasio konsumsi yang sama dalam satu kelompok biaya (cost pool). Sebagai contoh, misalkan pabrik BelRing menggunakan tujuh aktivitas, dua diantaranya adalah menguji produk dengan biaya 44.000 dan pengepak produk dengan biaya 36.000. Ada 2 model telepon yang diproduksi. Data aktivitas dari kedua aktivitas ini adalah sebagai berikut: Aktivitas Penggerak Model Standar Model Deluks Menguji produk Jam pengujian 4.000 6.000 Mengepak produk Jam pengepakan 7.200 10.800 Diketahui: a. 4,40 per jam pengujian (44.000/10.000) b. 2,00 per perintah pengepakan (36.000/18.000). Jadi biaya yang dibebankan pada model standar: = (4,40x4.000)+(2,00x7.200) = 32.000 Biaya yang dibebankan pada model deluks: = (4,40x7.200)+(2,00x10.800) = 48.000 Perhatikan bahwa berbagai rasio konsumsinya sama untuk tiap aktivitas: 0,40 dan 0,60 (Model Standar menggunakan 40 persen dari tiap aktivitas, sedangkan model Deluks menggunakan 60 persen). Kedua aktivitas tersebut dapat digabungkan 6 dalam satu kelompok (pool) dengan jumlah biaya 80.000. Penggerak apa pun dapat digunakan untuk menghitung tarif kelompok (pool rate). Contohnya jika jam pengujian digunakan, maka tarif aktivitasnya adalah 8,00 per jam pengujian (80.000/10.000). Jumlah yang dibebankan pada model standar: = (8,00x 4.000) = 32.000 Jumlah yang dibebankan pada model Deluks: = (8,0x6.000) =48.000 Keduanya merupakan jumlah yang sama tepat jika menggunakan dua tarif yang terpisah. Jadi langkah pertama untuk mengurangi kerumitan sistem ABC adalah menggabungkan semua aktivitas yang memiliki tarif yang sama dalam satu kelompok biaya (cost pool). 2.2.2 Mengurangi Jumlah Tarif melalui Aproksimasi ABC Salah satu cara mengurangi jumlah tarif adalah dengan hanya menggunakan aktivitas yang paling mahal dan menggunakan penggeraknya untuk membebankan biaya pada produk. Dengan cara ini sebagian besar biaya akan dibebankan pada berbagai produk secara akurat. Biaya-biaya dari kebanyakan aktivitas yang biayanya tinggi dibebankan dengan menggunakan berbagai penggerak sebab dan akibat (cause and effect), sedangkan berbagai biaya aktivitas yang tidak mahal dibebankan secara lebih arbitrer. Pendekatan ini sederhana, mudah dipahami dan sering mengarah pada perkiraan pembebanan (aproksimasai) ABC yang cukup bagus. Untuk mengilustrasikan sifat dari pendekatan aproksimasi ini, serangkaian data dari pabrik BelRing di Denver akan digunakan. Pabrik di Denver tersebut menghasilkan dua jenis telepon seluler, yaitu standar dan deluks. Data ABC dapat disajikan sebagai berikut: Tabel 7. Data ABC pabrik BelRing di Denver Aktivitas Biaya Penggerak 7 Rasio Konsumsi yang Aktivitas diharapkan Jumlaha Standar Deluks 1. Penyetelan Batch 200.000 ΣPenyetelan 1.000 0,25 0,75 2. Permesinan 250.000 Jam mesin 100.000 0,50 0,50 3. Pengujian 80.000 Jam pengujian 10.000 0,30 0,70 4. Pembelian bahan 350.000 Pesanan 3.500 0,20 0,80 3.000 0,35 0,65 1.500 0,40 0,60 pembelian 5. Pembongkaran 60.000 bahan Pesanan penerimaan 6. Pemindahan 60.000 ΣPerpindahan bahan Σbiaya aktivitas 1.000.000 Jumlah (a) adalah aktivitas yang diperkirakan akan digunakan untuk setiap produk  Pembebanan biaya tingkat unit (keseluruhan pabrik) menggunakan jam mesin sebagai penggerak tunggal tingkat unit: Standar = 0,5x1.000.000 = 500.000 Deluks = 0,5x1.000.000 = 500.000  Pembebanan biaya berdasarkan aktivitas Pembebanan ini menggunakan setiap biaya aktivitas dan berbagai rasio/tarif yang terkait dengan penggunaannya. Pembebanan biaya berdasarkan aktivitas untuk standar sebesar 314.000 dan untuk deluks sebesar 686.000. Contoh penggunaan rasio penyetelan untuk batch 0,25 x 200.000=50.000. ulangi perhitungan ini untuk setiap aktivitas sehingga jumlahnya menghasilkan 323.000 dibebankan pada telepon seluler standar. Aktivitas 1,2, dan 4 menghasilkan 80% dari jumlah biaya aktivitas. Pembebanan biaya dengan menggunakan kelompok biaya dan penggerak aktivitas terkait atas ketiga aktivitas yang tidak mahal di alokasikan pada ketiga aktivitas yang biayanya lebih tinggi dalam proporsi biaya aslinya. Pembebanan biaya ABC diperkirakan dengan cukup baik melalui sistem 8 yang disederhanakan dengan hanya menggunakan tiga penggerak. Berikut Aproksimasi pembebanan ABC: Tabel 8. Aproksimasi Pembebanan ABC Aktivitas Biaya Penggerak Aktivitas Rasio Konsumsi yang diharapkan Jumlah Standar Deluks 1. Penyetelan Batch 250.000 ΣPenyetelan 1.000 0,25 0,75 2. Permesinan 312.500 Jam mesin 100.000 0,50 0,50 3. Pembelian bahan 437.500 Pesanan 3.500 0,20 0,80 pembelian Σbiaya aktivitas 1.000.000 Sistem pembebanan ABC dapat diperoleh sebagai berikut: 1) Biaya standar = 306.250 2) Biaya Deluks = 693.750 Biaya aktivitas asli ditambah dengan bagian dari sisa aktivitas yang lebih murah. Contohnya kelompok biaya untuk penyetelah batch: = 200.000+ {(200.000/800.000)x200.000} = 250.000 Beban dibebankan pada setiap produk dengan menggunakan rasio setiap kelompok. Biaya dibebankan pada telepon seluler standar untuk aktivitas penyetelan: = 0,25x250.000 = 62.500, ulangi perhitungan ini untuk dua aktivitas lainnya sehingga menghasilkan jumlah 306.250.Untuk telepon seluler standar, kesalahannya sebesar 2,5 persen {(314.000-306.250)/314.000} dengan menggunakan pembebanan ABC sebagai benchmark. 2.3 Aktivitas Manajemen Berdasarkan Aktivitas (ABM) Dan Hubungannya Dengan Perhitungan Biaya Berdasarkan Aktivitas (ABC). 9 2.3.1 Pengertian Activity Based Managenent (ABM) ABM merupakan suatu konsep yang mengerahkan perhatian pada konsumsi sumber daya terhadap aktivitas yang dilakukan oleh suatu perusahaan, sehingga untuk dapat mengetahui bagaimana suatu perusahaan menggunakan sumber dayanya, maka terlebih dahulu haruslah dipahami mengenai aktivitas-aktivtas apa sajakah yang telah terjadi didalam perusahaan tersebut. Aktivitas-aktivitas tersebut merupakan aktivitas yang telah mengkonsumsi sumber daya melalui pengidentifikasian pemicu biayanya dimana biaya-biaya ini timbul karena dilaksanakannya aktivitas-aktivitas tersebut. Pengertian dan pemahaman yang baik mengenai berbagai aktivitas yang telah dilaksanakan akan dapat memberikan pandangan yang baik tentang bagaimana menggunakan, mengelola, dan mengendalikan sumber daya perusahaan, dan dapat pula digunakan untuk mengetahui peluang yang ada untuk meningkatkan kinerja perusahaan serta memberi pedoman yang baik untuk menilai kinerja tersebut dalam rangka untuk mendukung perbaikan berkesinambungan. Activity Based Management merupakan pendekatan yang terintegrasi yang memfokuskan perhatian manajemen pada aktivitas yang bertujuan untuk meningkatkan nilai yang diterima oleh pelanggan dan meningkatkan laba perusahaan melalau penyediaan nilai pelanggan tersebut dengan menggunakan informasi yang diperoleh dari Activity Based System, dimana antara ABM dan ABC saling berkaitan satu sama lain. 2.3.2 Pengertian Activity Based Costing ( ABC ) Sebelum mengetahui apa itu yang dimaksud dengan Activity Based Costing (ABC), telebih dahulu kita mengenal istilah-istilah yang disebut dengan aktivitas, sumber daya, objek biaya, cost poll, elemen biaya, dan cost driver. Aktivitas merupakan tindakan, gerakan, atau rangkaian dari suatu pekerjaan yang dilakukan. Aktivitas juga dapat diartikan sebagai kumpulan dari tindakan yang dilakukan dalam organisasi yang berguna untuk tujuan penentuan biaya berdasarkan aktivitas yang ada. Misalnya pemindahan bahan merupakan suatu aktivitas dari pergudangan. Sumber daya merupakan unsur yang dibebankan 10 atau yang digunakan dalam pelaksaan suatu aktivitas. Misalnya : gaji dan bahan merupakan sumber daya yang digunakan untuk melakukan suatu aktivitas. Objek biaya merupakan bentuk akhir dimana pengukuran biaya itu diperlukan. Misalnya, pelanggan, produk, jasa, kontrak , atau unit kerja lainnya dimana manajemen menginginkan pengukuran biaya secara terpisah merupakan objek biaya. Elemen biaya merupakan jumlah yang dibayarkan untuk sumber daya yang dikonsumsi aktvitas dan yang terkandung di dalam cost poll. Misalnya untuk hal-hal yang berkaitan dengan mesin mungkin mengandung elemen biaya untuk tenaga, elemen biaya teknik, dan elemen biaya depresiasi. Cost driver merupakan faktor-faktor yang menyebabkan perubahan biaya aktivitas, juga merupakan faktor yang dapat diukur yang dapat digunakan untuk membebankan biaya ke aktivitas dan dari aktivitas ke aktivitas lainnya, produk atau jasa. Ada dua jenis cost driver, yaitu 1. Driver sumber daya adalah ukuran kuantitas sumber daya yang dikonsumsi oleh aktivitas. Driver sumber daya ini digunakan untuk membebankan biaya sumber daya yang dikonsumsi oleh aktivitas ke cost poll tertentu. ssContohnya adalah presentase dari luas total yang digunakan oleh suatu aktivitas. 2. Driver aktivitas adalah ukuran frekuensi dan intensitas permintaan terhadap suatu aktivitas terhadap objek biaya. Driver aktivitas digunakan untu membebankan biaya dari cost poll ke objek biaya. Contohnya, jumlah suku cadang yang berbeda yang digunakan dalam produk akhir untuk mengukur konsumsi aktivitas penanganan bahan untuk setiap produk. Activity Based Costing adalah metode pembebanan aktivitas-aktivitas berdasarkan besarnya pemakaian sumber daya, dan membebankan biaya pada objek biaya, seperti produk atau pelanggan, berdasarkan besarnya aktivitas, serta untuk mengukur biaya dan kinerja dari aktivitas yang terkait dengan proses dan objek biaya. Pengertian mendasar dari sistem ABC adalah adanya analisa terhadap keseluruhan aktivitas-aktivitas yang bertujuan untuk mengidentifikasi adanya halhal sebagai berikut : a. Aktivitas yang ada dalam tiap-tiap dapartemen dan sebab timbulnya aktivitas 11 b. Dalam kondisi yang bagaimana setiap aktivitas tersebut dilaksanakan. c. Bagaimana frekuensi masing-masing aktivitas dalam pelaksanaannya. d.Sumber-sumber yang dikonsumsi untuk melakasanakan masing-masing aktivitas. e. Faktor-faktor apa yang menjadi penyebab timbulnya aktivitas tersebut atau pembenahan atas sumber daya yang dimiliki perusahaan. Dalam Activity Based Costing (ABC) semua biaya dibebankan ke produk yang menimbulkan aktivitas atau apabila ada alasan yang mendasar bahwa biaya tersebut dipengaruhi oleh produk yang dibuat, baik biaya produksi, maupun biaya non-produksi. ABC atau penentu harga pokok produk berbasis aktivitas merupakan sistem informasi tentang pekerjaan atau kegiatan yang mengkonsumsi sumber daya dan menghasilkan nilai bagi konsumen. Defenisi lain ABC adalah suatu informasi yang dapat menyajikan secara akurat dan tepat waktu mnegenai pekerjaan atau aktvitas yang mengkonsumsi sumber biaya aktivitas untuk mencapai tujuan pekerjaan produk dan pelanggan. ABC dirancang untuk mengukur harga pokok produk melalui aktivitas-aktivitas. Biaya-biaya akan diukur dari aktivitas ke produk berdasarkan permintaan tiap-tiap produk terhadap aktivitas selama proses produksi, sehingga biaya yang timbul masing-masing jenis produk akan terlihat lebih jelas. Sistem tersebut menerapkan sistem akuntansi aktivitas untuk menghasilkan perhitungan harga pokok produk yang lebih akurat. Alokasi Biaya Secara tradisional, akuntan membebankan biaya kepada produk hanya berpedoman pada banyak sedikitnya jumlah unit yang dihasilkan sebagai satu-satunya faktor yang menyebabkan biaya dan aktivitas muncul. Akuntan menggunakan volume related cost driver untuk membebankan biaya. Setelah ditelusuri ternyata beberapa biaya dan aktivitas yang muncul bukan dipicu oleh jumlah unit yang diproduksi sehingga tidak semua biaya overhead yang muncul dipicu oleh jumlah unit yang diproduksi. Dalam hal ini akuntan harus mengetahui dasar apa yang bisa digunakan untuk mengalokasikan biaya atas aktivitas dan mengetahui cost driver yang rasional (Cost Driver merupakan faktorfaktor yang menimbulkan timbulnya biaya). 12 Manajemen berdasarkan aktivitas adalah pendekatan untuk keseluruhan system yang terintegrasi dan berfokus pada perhatian manajemen atas berbagai aktivitas dengan tujuan meningkatkan nilai bagi pelanggan dan laba yang dicapai dengan mewujudkan nilai ini.ABC adalah sumber utama informasi manajemen berdasarkan aktivitas, sehingga model manajemen didasarkan pada dua dimensi:  Dimensi biaya : memberikan informasi kepada sumber daya, aktivitas dan objek biaya yang menjadi perhatian seperti produk, pelanggan, pemasok, dan saluran distribusi dengan tujuan memperbaiki akurasi pembebanan biaya yang berguna untuk perhitungan harga pokok produksi, manajemen biaya strategis, dan analisis taktis.  Dimensi proses ; memberikan informasi mengenai aktivitas apa saja yang dilakukan, mengapa harus dilakukan dan seberapa baik aktivitas tersebut dilakukan, tujuannya adalah untuk mengurangi biaya sehingga mampu untuk melakukan dan mengukur perbaikan berkelanjutan. Hubungan ABM dengan perhitungan ABC ABM melibatkan ABC dan menggunakannya sebagai sumber informasi utama dengan tujuan memperbaiki pengambilan keputusan dengan menginformasikan biaya yang akurat dan mengurangi biaya dengan mendorong serta mendukung berbagai usaha perbaikan berkelanjutan. Hubungan ABC dengan ABM terjadi karena ABM membutuhkan informasi dari ABC untuk melakukan analisis yang berhubungan dengan perbaikan yang berkesinambungan ABM untuk standar pemasaran. Biaya pemasaran adalah biaya yang timbul karena terjadinya pertukaran dantara perusahaan dengan konsumen. Yang termasuk biaya pemasaran antara lain : Biaya promosi, Biaya distribusi fisik, Biaya riset pasar, Biaya pengembangan produk. Sistem ABC tidak hanya memperbaiki pengalokasian sumber daya salam suatu perusahaan tetapi dengan mudah dapat diimplementasikan tterhadap aktivitas pemasaran. Adapun langkah-langkah yang dapat ditempuh untuk menerapkan sistem ABC terhadap aktivitas pemasaran sbb: 13 1. Memilih segmen tertentu sebagai dasar untuk menganalisa profitabilitas. Contoh : daerah pengelompokan pelanggan dan lini produksi. 2. Menetapkan aktifitas pemasaran yang lebih terperinci untuk penggudangan, transportasi, kredit dan penagihan, aktifitas pemasaran umum, penjualan pribadi, periklanan dan promosi penjualan. 3. Mengakumulasi biaya langsung dari semua aktifitas dan memisahkan biaya langsung tersebut kedalam katgori biaya variabel dan biaya tetap. 4. Menentukan pemacu biaya untuk setiap aktifitas. 5. Menghitung biaya per unit untuk setiap aktifias dengan membagi biaya aktifitas total dengan pemacu biaya yang dipilih. 6. Mengalokasikan biaya ke segmen tertentu untuk menganalisis profitabilitas segmen tersebut. 7. Membagikan biaya yang dianggarkan (biaya mandor) dengan biaya actual untuk setiap aktifitas pemasaran dan menghitung selisih harga & efisiensi. 2.4 Analisis Nilai Proses Analisis nilai proses mendefinisikan akuntansi pertanggungjawaban berdasarkan aktivitas, berfokus pada pertanggungjawaban aktivitas bukan pada biaya dan menekankan maksimisasi kinerja sistem secara menyeluruh bukan kinerja individu. Analisis nilai proses memungkinkan konsep akuntansi pertanggungjawaban kontemporer dapat dijalankan. Analisis nilai proses memusatkan pada tiga aspek yaitu analisis penggerak, analisis aktivitas, dan analisis kinerja. 2.4.1 Analisis Penggerak Mengelola aktivitas memerlukan pemahaman tentang apa yang menyebabkan biaya aktivitas. Setip aktivitas memiliki input dan output . Input aktivitas merupakan sumber daya yang dibutuhkan oleh aktivitas untuk 14 memproduksi keluaran. Output aktivitas merupakan hasil atau produk dari aktivitas. Ukuran output aktivitas menunjukan berapa banyak aktivitas tersebut dilakukan dan merupakan ukuran yang dapat dikuantifikasi. Ukuran output yang efektif adalah ukuran dari permintaan yang ditempatkan pada aktivitas dan itulah yang disebut penggerak aktivitas. Dengan berubahnya permintaan aktivitas, biaya aktivitas juga berubah. Namun, ukuran output , mungkin tidak dan biasanya tidak berhubungan dengan penyebab utama biaya aktivitas, ukuran tersebut merupakan konsenkuensi dari aktivitas ynag dilakukan. Tujuan dari analisis penggerak adalah untuk mencari penyebab utama. Jadi analisis penggerak adalah usaha untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang menjadi penyebab utama biaya aktivitas. 2.4.2 Analisis Aktivitas: Mengidentifikasi dan Menilai Isi Nilai Analisis aktivitas merupakan inti analisis proses. Analisis aktivitas merupakan proses mengidentifikasi, menyusun gambaran dan mengevaluasi aktivitas – aktivitas dalam suatu organisasi. Analisis aktivitas harus menunjukkan empat hasil: (1) mengidentifikasi aktivitas apa yang dikerjakan, (2) berapa banyak orang yang melaksanakan aktivitas tersebut, (3) waktu dan sumber daya yang diperlukan untuk melaksanakan aktivitas, serta (4) melakukan penilaian aktivitas organisasi, termasuk rekomendasi untuk memilih dan menerapkan aktivitas yang menambah nilai. Langkah terakhir ini merupakan tahap paling penting dalam mengklasifikasikan aktivitas penambahan nilai dan aktivitas bukan penambahan nilai.  Aktivitas Bernilai – Tambah. Aktivitas penambah nilai adalah aktivitas yang perlu dilakukan untuk menjaga agar perusahaan tetap bertahan dan berkembang dalam bisnis yang dijalankannya. Sejumlah aktivitas, yang perlu dilakukan adalah aktivitas yang dimaksudkan memenuhi ketentuan hukum yang disepakati. Sementara aktivitas perusahaan yang lain disebut dengan discettionary activity, yang diklasifikasikan sebagai aktivutas penambah nilai karena memenuhi tiga kondisi yaitu: 1. Aktivitas yang mampu menghasilkan perubahan suatu keadaan (change of state). 15 2. Perubahan sifat tersebut tidak dapat dicegah oleh aktivitas sebelumnya. 3. Aktivitas tersebut memungkinkan aktivitas lain dapat dilaksanakan.  Aktivitas Tak Bernilai – Tambah. Sedangkan aktivitas bukan penambahan nilai merupakan aktivitas yang tidak perlu dilakukan karena tidak membuat perusahaan dapat bertahan atau berkembang dalam bisnisnya. Aktivitas ini tidak dapat memenuhi salah satu dari tiga syarat yang harus ada dalam aktivitas yang menambah nilai. Kegagalan memenuhi dua syarat yang pertama merupak hal yang sering dijumpai dalam aktivitas perusahaan. Contoh Aktivitas tak Bernilai – Tambah. Dalam operasi produk, lima aktivitas utama berikut sering disebut sebagai aktivitas yang sia-sia dan tidak dibutuhkan yaitu penjadwalan, perpindahan, waktu tunggu, pemeriksaan dan penyimpanan.  Pengurangan Biaya. Perbaikan berkelanjutan membawa tujuan pengurangan biaya. Berbagai usaha untuk mengurangi biaya dari berbagai produk dan proses yang ada akan disebut perhitungan biaya kaizen. Perhitungan biaya ini memiliki ciri perbaikan yang konstan dan meningkat atas berbagai proses dan produk yang ada. Analisis aktivitas adalah elemen penting dalam perhitungan biaya kaizen, yang dapat mengurangi biaya melalui empat cara yaitu: 1. Eliminasi aktivitas berfokus pada berbagai aktivitas yang tak bernilaitambah. 2. Pemilihan aktivitas melibatkan pemilihan berbagai rangkaian aktivitas yang ditimbulkan oleh beberapa strategi yang saling bertentangan. 3. Pengurangan aktivitas ditujukan terutama untuk memperbaiki efisiensi dari berbagai aktivitas yang dibutuhkan atau menjadi stategi jangka pendek untuk memperbaiki berbagai aktivitas tak bernilai-tambah sampai aktivitas-aktivitas tersebut ditiadakan. 16 4. Penyatuan aktivitas meningkatkan efesiensi dari berbagai aktivitas yang membutuhkan dengan menggunakan economi of sale 2.4.3 Pengukuran Kinerja Aktivitas Penilaian terhadap seberapa baik suatu aktivitas atau proses dilaksanakan merupakan hal yang sangat mendasar bagi manajemen dalam upaya untuk memperbaiki profitabilitas. Ukuran prestasi aktivitas dapat dinilai atas dasar keuangan dan non keuangan. Ukuran ini dirancang untuk menilai seberapa baik suatu aktivitas dilaksanakan dan apa hasil yang telah dicapai. Mengukur prestasi aktivitas terletak pada tiga dimensi yaitu: efisiensi, kualitas, dan waktu. Efisiensi berfokus pada hubungan antara masukan aktivitas dan keluaran aktivitas. Kualitas berhubungan dengan pelaksanaan aktivitas yang benar pada saat pertama dilakukan. Waktu yang lebih lama berarti lebih banyak konsumsi sumber daya dan kekurang mampuan untuk bereaksi terhadap permintaan pelanggan. 2.5 Ukuran Kinerja Aktivitas Ukuran keuangan untuk efisiensi aktivitas meliputi :  Pelaporan biaya bernilai dan tak bernilai tambah Pelaporan ini adalah cara untuk meningkatkan efisiensi aktivitas. Suatu sistem akuntansi perusahaan seharusnya membedakan antara biaya bernilai tambah dan tak bernilai tambah karena memperbaiki kinerja aktivitas membutuhkan penghapusan tak bernilai tambah dan mengoptimalkan aktivitas bernilai tambah. Mengetahui jumlah biaya yang dihemat merupakan hal yang penting bagi tujuan strategis . Sebagai contoh , jika suatu aktivitas dihapus, maka biaya yang dihemat seharusnya dapat ditelusuri pada produk individual. Penghematan ini dapat menghasilkan penurunan harga bagi pelanggan dan membuat perusahaan lebih kompetitif. Dengan membandingkan biaya aktual dengan biaya aktivitas bernilai tambah, manajemen dapat menilai tingkat ketidak efisienan aktivitas dan menentukan potensi untuk perbaikan.Biaya bernilai tambah ( standar quantities – 17 SQ) dapat dihitung dengan mengalikan kuantitas standar bernilai tambah dengan standar harga ( standar price – SP ). Biaya tak bernilai tambah dapat dihitung sebagai perbedaan anatara output aktual tingkat aktivitas (activity quantity – AQ) dan tingkat bernilai tambah ( SQ) dikalikan dengan biaya standar per unit. Biaya bernilai tambah = SQ x SP Biaya tak bernilai tambah = (AQ- SQ) SP Dimana, SQ = Tingkat keluaran bernilai tambah untuk suatu aktivitas SP = Harga standar per unit ukuran keluaran aktivitas AQ = Kuantitas actual dari keluaran aktivitas yang digunakan atau kuantitas actual dari kapasitas aktivitas yang diperoleh.  Pelaporan Tren Ketika perusahaan mengambil berbagai tindakan untuk memperbaiki baebagai aktivitas, apakah penurunan biaya akan langsung terjadi ? salah satu cara menjawab pertanyaan ini adalah membandingkan berbagai biaya untuk tiap aktivitas dengan berjalannya waktu. Tujuannya adalah perbaikan aktivitas yang diukur melalui pengurangan biaya sehingga kita dapat melihat penurunan biaya tak bernilai tambah dari satu periode ke periode berikutnya.  Peran Standar Kaizen Perhitungan biaya Kaizen berkaitan dengan penurunan biaya berbagai produk dan proses yang telah ada. Dalam operasional perhitungan biaya ini mengarah pada penurunan biaya yang tak bernilai tambah. Pengendalian berbagai proses penurunan biaya ini dapat dicapai melaluai penggunaan berualang dua subsiklus utama. 1. Kaizen atau perbaikan berkelanjutan. 2. Siklus pemeliharaan. Subsiklus kaizen ditentukan oleh rangkaian Plan-Do-Check-Action.  Benchmarking Pendekatan lain untuk penetapan standar yang digunakan untuk mengidentifikasi berbagai peluang perbaikan aktivitas disebut sebagai benchmarking. Contohnya yaitu asumsikan bahwa output dari aktivitas pembelian diukur melalui jumlah pesanan pembelian.biaya aktivitas pembelian untuk satu 18 pabrik sebesar $90.000 dan output aktivitasnya adalah 4.500 pesanan pembelian melalui pembagian biaya aktivitas pembelian dengan jumlah pesanan pembelian yang dibuat akan menghasilkan biaya perunit $20 per pesanan. Jika biaya perunit terbaik adalah $15 per pesanan, maka pabrik dengan biaya per unit $20 akan tahu bahwa pabrik tersebut mampu memperbaiki efisiensi aktivitasnya paling tidak sebesar $5 per unit.  Pengaruh Penggerak dan Perilaku Ukuran output aktivitas dibutuhkan untuk menghitung dan menelusuri berbagai biaya tak bernilai tambah. Jika kinerja suatu tim dipengaruhi oleh kemampuannya untuk mengurangi biaya tak bernilai tambah, maka seleksi sebagai penggerak aktivitas dan cara bagaimana mereka digunakan dapat mempengaruhi perilaku.  Manajemen Kapasitas dan Aktivitas Kapasitas aktivitas adalah jumlah frekuensi suatu aktivitas dapat dilakukan. Penggerak aktivitas mengukur kapasitas aktivitas. Contohnya perusahaan produksi batch menentukan kualitas keseluruhan batch permintaan atas aktivitas pengawasan menentukan jumlah kapasitas aktivitas yang dibutuhkan. Jika jumlah batch yang dipriksa adalah untuk output aktivitas ada 60 batch yang dijadwalkan untuk diproduksi. Jadi kapasitas yang dibutuhkan adalah 60 batch. Seorang pengawasdapat memeriksa 20 batchi per tahun. Jadi, perusahaan harus mempekerjakan 3 orang pengawas untuk memberikan kapasitas yang dibutuhkan. Jika setiap pengawas di gaji sebesar $120.000. tarif yang dianggarkan adalah $2.000 per batch ($120.000/60). 2.6 Biaya Pelanggan Dan Pemasok Berdasarkan Aktivitas Dalam sistem perhitungan biaya berdasarkan aktivitas, keakuratan perhitungan haga pokok produk diperbaiki dengan penelusuran biaya aktivitas pada produk yang memakai aktivitas. Sistem ABC juga dapat digunakan untuk menentukan keakuratan biaya pelanggan dan pemasok. Pengetahuan akan biaya 19 pelanggan dan pemasok dapat menjadi informasi vital untuk memperbaiki tingkat laba suatu perusahaan. 2.6.1.1 Perhitungan Biaya Pelanggan Berdasarkan Aktivitas. Para pelanggan dapat memakai aktivitas penggerak pelanggan dalam proporsi yang berbeda. Sumber-sumber dari keanekaragaman pelanggan meliputi beberapa hal seperti frekuensi pesanan, frekuensi pengiriman, jarak geografis, dukungan penjualan dan promosi serta kebutuhan dukungan rekayasa teknik. Sehingga dalam hal ini berarti ABC dapat berguna bagi organisasi yang mungkin hanya memiliki satu produk, produk sejenis atau struktur JIT di mana penelusuran langsung mengurangi nilai ABC untuk perhitungan harga pokok produk. 2.6.1.2 Perhitungan Biaya Pelanggan versus Perhitungan Biaya Produk. Pembebanan biaya dari cutomer service pada pelanggan, dilakukan dengan cara yang sama untuk biaya produksi yang dibebankan pada produk. Biaya sumber daya yang dipakai dibebankan ke aktivitas, dan biaya aktivitas di bebankan ke tiap pelanggan. 2.6.2.1 Perhitungan Biaya Pemasok Berdasarkan Aktivitas. Pemasok dapat mempengaruhi banyak aktivitas internal suatu perusahaan dan secara signifikan meningkatkan biaya pembelian. Perhitungan biaya berdasarkan aktivitas adalah kunci penelusuran biaya yang berhubungan dengan pembelian, kualitas, keandalan, dan kinerja pengiriman hingga ke para pemasok. Pehitungan biaya berdasarkan aktivitas adalah kunci penelusuran biaya yang berhubungan dengan pembelian, kualitas, kendalan dan kinerja pengiriman kepada para pemasok. 2.6.2.2 Metodologi Perhitungan Biaya Pemasok. Pembebanan biaya untuk aktivitas yang berhubungan dengan pemasok mengikuti pola yang sama dengan perhitungan biaya pelanggan dan perhitungan harga pokok produk pada ABC. Aktivitas penggerak pemasok seperti pembelian, penerimaan, pemerikasaan komponen, pengerjaan ulang dan lain-lain dicatat dalam kamus aktifitas. Biaya sumber daya yang dipakai dibebankan pada aktivitas ini, dan biaya aktivitas dibebankan pada pemasok individual. 20 BAB III PENUTUP 3.1 Kesimpulan Dari materi diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa Manajemen berdasarkan aktivitas berfokus pada 21 aktivitas dengan tujuan berfokus memperbaiki nilai bagi pelanggan dan meningkatkan profitabilitas yang kokoh. Analisis nilai proses melibatkan analisis penggerak biaya, analisis aktivitas, dan pengukuran kinerja. Dimensi ini lah yang menghubungkan analisis volume proses dengan konsep perbaikan lanjutan. Kinerja aktivitas dievaluasi dengan menggunakan tiga dimensi: efesiensi, kualitas dan waktu. Penulusuran biaya yang digerakkan pelanggan kepada pelanggan dapat menyediakan informasi penting untuk manajer. Keakuratan biaya pelanggan memungkinkan para manajer untuk membuat keputusan penentuan harga, keputusan bauran pelanggan, dan keputusan yang berhubungan dengan pelanggan secara lebih baik, sehingga dapat memperbaiki profitabilitas. Sama halnya, penulusuran biaya yang digerakkan pemasok kepada pemasok akan memungkiinkan manajer untuk memilih pemasok yang benar-benar berbiaya rendah sehingga menghasilkan keunggulan bersaing yang lebih tinggi dan meningkatkan profitabilitas. DAFTAR PUSTAKA 22 Hansen, D.R. & Mowen, M.M. 2004. Management Accounting Akuntansi Manajemen Buku 1. Terjemahan Fitriasari & Kwary. 2004. Jakarta : Salemba Empat. https://www.academia.edu/6473197/Akuntansi_Manajemen_-_ABM http://dianpermataunusa.blogspot.com/2016/04/analisis-manajemenberdasarkan.html http://coreaccountingindonesia.blogspot.com/2018/08/perhitungan-biayaproduk-berdasarkan-abc.html http://farizqashinta2904.blogspot.com/2013/07/perhitungan-biayaberdasarkan-aktivitas.html https://edoc.site/makalah-perhitungan-biaya-berdasarkan-aktivitas-danmanajemen-berdasarkan-aktivitas-pdf-free.html https://shpashter.wordpress.com/2014/06/26/abm-manajemen-berdasarkanaktivitas-makalah-akuntansi-manajemen/ 23

Judul: Akuntansi Manajemen

Oleh: Jheyzhen Mania

Ikuti kami