Akuntansi Manajemen

Oleh Ivana Karolina

21 tayangan
Bagikan artikel

Transkrip Akuntansi Manajemen

BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Di dalam suatu perusahaan diperlukan adanya akuntansi dan manajemen. Keduanya
diperlukan baik secara terpisah maupun gabungan dari keduanya.
Akuntansi sendiri memiliki arti kata asing accounting yang artinya bila diterjemahkan ke
dalam bahasa indonesia adalah menghitung atau mempertanggungjawabkan. Akuntansi
digunakan di hampir seluruh kegiatan bisnis di seluruh dunia untuk mengambil keputusan
sehingga disebut sebagai bahasa bisnis. Sedangkan manajemen adalah proses yang
dilakukan untuk mencapai sebuah tujuan suatu organisasi dengan cara bekerja dalam team.
Manajemen adalah ilmu yang sangat luas, bahkan belum jelas asal-usul ilmu ini mulai ada.
Karena ilmu manajemen adalah ilmu yang sangat berguna bukan hanya dalam ilmu bisnis
tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.
Dari penggabungan dari keduanya, dapat ditarik garis besar bahwa Peranan Akuntansi
Manajemen ditujukan untuk kepentingan pihak manajemen dalam rangka mengelola suatu
perusahaan. Akuntansi manajemen menghasilkan informasi yang tidak dapat disediakan oleh
akuntansi keuangan seperti laporan tersegmentasi, harga pokok produk variabel, dan lain
sebagainya yang lebih relevan bagi manajemen dalam pengambilan keputusan.
Biaya merupakan informasi yang penting bagi manajemen berkenaan dengan proses
pengambilan keputusan. Dalam akuntansi dikenal istilah Konsep Klasifikasi Biaya yang
berbeda untuk setiap tujuan yang berbeda. Biaya untuk berbagai keperluan dapat
diklasifikasikan ke dalam berbagai kelompok menurut karakteristiknya masing-masing.
1.2. Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan Peranan Akuntansi Manajemen?
2. Apa yang dimaksud dengan Konsep Klasifikasi Biaya?
1.3. Tujuan Penulisan
1. Memenuhi tugas kelompok dari mata kuliah Akuntansi Manajemen.
2. Mengetahui apa yang dimaksud dengan Peranan Akuntansi Manajemen.
3. Mengetahui apa yang dimaksud dengan Konsep Klasifikasi Biaya.

1

BAB II
ISI

2.1. Peranan Akuntansi Manajemen
Peranan akuntansi pada umumnya, dan manajemen pada khususnya sangat penting dalam
menyediakan informasi bagi masyarakat secara keseluruhan, terutama bagi pengambil
keputusan, para manajer, dan profesional. Akuntansi manajemen memiliki tanggung jawab
dalam mediator konflik. Hal ini berarti bahwa akuntansi manajemen dapat membantu
manajemen dalam proses pengambilan keputusan agar sumber-sumber ekonomi yang
dikuasainya atau kekayaan perusahaan dapat dialokasikan dan di transformasikan secara
lebih efektif serta efisien, termasuk pula tanggung jawab untuk memberikan informasi
mengenai aspek-aspek disfungsional yang ditimbulkan oleh konflik-konflik intra organisasi.
Sistem informasi akuntansi pada suatu organisasi memiliki dua subsistem utama, yaitu
sistem akuntansi manajemen dan sistem akuntansi keuangan. Kedua sistem akuntansi
tersebut berbeda tujuan, sifat masukan dan jenis proses yang digunakan untuk mengubah
masukan menjadi keluaran. Adapun sistem informasi akuntansi keuangan digunakan bagi
pihak eksternal, sedangkan sistem informasi akuntansi manajemen digunakan bagi pihak
internal.
Sistem akuntansi manajemen menyediakan informasi yang dibutuhkan bagi para pemakai
intern (para manajer dan profesional) untuk memenuhi tujuan-tujuan manajemen tertentu
sehingga mengurangi ketidakpastian dalam pengambilan keputusan. Inti dari sistem
informasi akuntansi manajemen adalah proses yang dideskripsikan oleh aktivitas-aktivitas
seperti pengumpulan, pengukuran, penyimpanan, analisis, pelaporan dan pengelolaan
informasi. Sistem informasi akuntansi manajemen tidak terikat oleh kriteria formal apapun
yang mendefinisikan sifat dari proses, masukan, atau keluarannya sehingga kriterianya
fleksibel dan berdasarkan pada tujuan manajemen. Sistem akuntansi manajemen memiliki
tiga tujuan umum : (Hansen, 2009:4)
a. Menyediakan informasi untuk perhitungan biaya jasa, produk, atau objek lainnya yang
ditentukan oleh manajemen. Oleh karenanya, implementasi penyediaan informasi untuk
perhitungan-perhitungan biaya oleh manajemen digunakan untuk mengevaluasi
ketepatan keputusan yang dirancang untuk meningkatkan produktivitas, menurunkan
biaya, memperluas pangsa pasar dan meningkatkan laba.
b. Menyediakan informasi untuk perencanaan, pengendalian, pengevaluasian, dan
perbaikan berkelanjutan. Oleh karenanya, informasi dibutuhkan untuk mengidentifikasi
berbagai peluang untuk perbaikan dan mengevaluasi kemajuan yang telah dicapai dalam
mengimplementasikan berbagai tindakan yang didesain untuk menciptakan perbaikan.

2

c. Menyediakan informasi untuk pengambilan keputusan. Oleh karena itu, pentingnya
pengambilan keputusan dengan memilih atau beberapa strategi yang paling masuk akal
dalam memberikan jaminan pertumbuhan dan kelangsungan hidup jangka panjang bagi
perusahaan.
Dalam sebuah sistem informasi akuntansi manajemen, masukan (input) berupa kegiatan
ekonomi yang dilakukan oleh perusahaan. Di dalam proses (process) terjadi aktivitas
pengumpulan, pengukuran, penyimpanan, analisis, pelaporan dan pengelolaan data atau
informasi. Setelah melalui proses, maka menghasilkan keluaran (output) berupa laporan
khusus, biaya produk, biaya pelanggan, anggaran, laporan kinerja dan komunikasi pribadi.
Hasil keluaran tersebut akan digunakan oleh pihak intern dalam pengambilan keputusan.
Penggunaan sistem informasi akuntansi manajemen tidak hanya digunakan pada perusahaan
manufaktur, tetapi juga digunakan pada perusahaan perdagangan, jasa dan nirlaba.
Mulyadi (2001) mengemukakan bahwa terdapat dua garis besar peranan dari akuntansi
manajemen, antara lain:
1. Peran akuntansi manajemen sebagai suatu tipe akuntansi
Peran akuntansi manajemen sebagai sistem pengolah informasi keuangan dalam
perusahaan dibagi menjadi tiga tingkat perkembangan:
a. Pencatat skor (score keeping)
Dalam pengelolaan perusahaan, manajemen melakukan perencanaan aktivitas dan
pengendalian pelaksanaan rencana aktivitasnya. Akuntansi manajemen berperan
dalam menyediakan informasi keuangan bagi penyusun rencana aktivitas, yang
memberikan informasi sebagai dasar untuk mengalokasikan sumber daya kepada
berbagai aktivitas yang direncanakan. Akuntansi manajemen juga berperan besar
dalam menyajikan informasi umpan balik kepada manajemen mengenai pelaksanaan
rencana aktivitas yang telah disusun. Akuntansi manajemen mencatat skor dan
mengkomunikasikan skor kepada manajer yang bersangkutan untuk memungkinkan
manajemen mengevaluasi pelaksanaan rencana yang telah disusun. Untuk
memenuhi fungsi sebagai pencatat skor bagi manajemen, akuntansi manajemen
harus memenuhi persyaratan : teliti, relevan, dan andal (reliable).
b. Penarik perhatian manajemen (attention directing)
Sebagai

penarik

perhatian

manajemen,

akuntansi

menyajikan

informasi

penyimpangan pelaksanaan rencana yang memerlukan perhatian manajemen, agar
manajemen

dapat

merumuskan

tindakan

untuk

mencegah

berlanjutnya

penyimpangan yang terjadi. Tahap perkembangan ini hanya dapat dicapai, jika
akuntansi manajemen telah dapat menjadi pencatat skor yang baik.
c. Penyedia informasi untuk pemecah masalah (problem solving)

3

Tahap perkembangan ini merupakan akibat lebih lanjut dari status perkembangan
yang sebelumnya telah dicapai, yaitu sebagai pencatat skor dan sebagai penarik
perhatian. Jika manajemen telah mengandalkan informasi yang dihasilkan oleh
akuntan manajemen, maka mereka akan selalu mengundangnya dalam setiap
pengambilan keputusan pemecahan masalah yang akan mereka lakukan.
2. Peran akuntansi manajemen sebagai suatu tipe informasi
Informasi merupakan suatu fakta, data, pengamatan, persepsi, atau sesuatu yang lain,
yang menambah pengetahuan. Informasi diperlukan oleh manusia untuk mengurangi
ketidakpastian

dalam

pengambilan

keputusan.

Pengambilan

keputusan

selalu

menyangkut masa yang akan datang, yang mengandung ketidakpastian, dan selalu
menyangkut pemilihan suatu alternatif tindakan diantara sekian banyak alternatif yang
tersedia. Oleh karena itu, pengambilan keputusan selalu berusaha mengumpulkan
informasi untuk mengurangi ketidakpastian yang dihadapinya dalam memilih alternatif
tindakan tersebut.
Disamping uraian mengenai garis besar pentingnya akuntansi manajemen dalam suatu
proses bisnis diatas, peran akuntan manajemen sebagai “pelaksana” sistem akuntansi
manajemen juga tidak kalah penting, serta merupakan peran pendukung dalam suatu
organisasi. Mereka membantu orang-orang yang bertanggungjawab dalam pelaksanaan
tujuan dasar organisasi (Hansen, 2009:20). Posisi yang bertanggungjawab langsung pada
tujuan dasar organisasi disebut sebagai posisi lini (line position) dan posisi yang sifatnya
mendukung dan tidak bertanggungjawab secara langsung terhadap tujuan dasar organisasi
disebut sebagai posisi staf (staff position).
Akuntan manajemen bertanggung jawab mengidentifikasi, mengumpulkan, mengukur,
menganalisis, menyiapkan, menginterpretasikan, dan mengkomunikasikan informasi yang
digunakan oleh manajemen untuk mencapai tujuan dasar organisasi. Akuntan manajemen
berfungsi sebagai anggota staf dari organisasi dan bertanggung jawab menyediakan
informasi.
Semua

praktik

memaksimumkan

akuntansi
laba.

manajemen

Secara

dikembangkan

tradisional,

kinerja

untuk

membantu

manajer

ekonomi

perusahaan

menjadi

pertimbangan utama. Oleh karenanya, manajer dan akuntan manajemen seharusnya tidak
terlalu berfokus pada laba yang akan mengakibatkan mereka membangun suatu keyakinan
bahwa satu-satunya tujuan bisnis adalah memaksimumkan kekayaan bersih. Tujuan
memaksimumkan laba harus dibatasi dengan persyaratan bahwa laba dicapai dengan caracara yang legal dan etis, sesuai dengan kode etik perusahaan atau standar etika tertentu.
Efeknya, timbulah beberapa sertifikasi khusus yang ditujukan bagi akuntan manajemen,
antara lain:

4



CMA (Certificate in Management Accounting ) adalah sertifikasi yang didesain untuk
memenuhi kebutuhan khusus para akuntan manajemen. Salah satu tujuan CMA adalah
membuat akuntansi manajemen menjadi disiplin ilmu yang diakui, profesional, dan
terpisah dari profesi akuntan publik.



CPA (Certificate in Public Accounting ), utamanya ditujukkan bagi mereka yang
berpraktik sebagai akuntan publik tetapi banyak akuntan manajemen yang memilikinya
karena sertifikat ini sangat diakui.



CIA (Certificate in Internal Auditing ) adalah sertifikasi bagi auditor internal dan
didesain untuk memiliki kompetensi teknis yang memadai.

2.2. Konsep Klasifikasi Biaya
2.2.1. Konsep Biaya
Persatuan Akuntansi Indonesia menggunakan istilah biaya sebagai cost yang dalam
bahasa indonesia sering diartikan sebagai harga perolehan atau kos, dan istilah beban
sebagai expense yang sering diartikan sebagai beban, biaya, atau ongkos. Perbedaan
kedua istilah tersebut terletak pada jangka waktu masa manfaat yang diberikan oleh
masing-masing istilah tersebut. jika sejumlah sumber ekonomi dikorbankan dengan
memberikan manfaat jangka panjang (lebih dari satu tahun) maka kita akan
menggunakan istilah cost dan jika memberikan manfaat hanya pada periode
berjalannya dan di masa yang akan datang tidak akan lagi memberikan manfaat
maka kita akan menggunakan istilah expense. Karena memberikan manfaat jangka
panjang, cost akan dikapitalisir dan ditempatkan di neraca sedangkan expense tidak
dikapitalisir dan tempatnya adalah prakiraan laba rugi. Dalam kamaruddin (2013)
cost merupakan biaya yang akan memberikan manfaat di masa yang akan datang
sehingga ditempatkan di neraca sedangkan expense atau ongkos merupakan biaya
yang dikeluarkan untuk memperoleh prestasi. Karena tidak memberikan manfaat
lagi di masa yang akan datang maka expense tempatnya adalah laporan laba rugi.
Namun demikian, melalui mekanisme pengalokasian manfaat untuk tahun berjalan
seperti depresiasi untuk aset tetap dan amortisasi untuk aset tak berwujud, cost akan
dikonversi menjadi expense. Aset tetap dan aset tak berwujud umumnya
memberikan manfaat lebih dari satu tahun dan harga perolehan untuk mendapatkan
aset tetap dan aset tak berwujud merupakan biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan.
Namun demikian karena manfaat yang diberikan lebih dari satu tahun sedangkan
laba rugi perusahaan diukur setiap periode akuntansi (satu tahun) maka untuk
mengukur laba rugi perusahaan konsumsi atas manfaat dari aset tetap dan aset tak
berwujud harus dialokasikan atau dibebankan sebagai biaya untuk tiap tahun yang

5

mengkonsumsi manfaat aset tetap dan aset tak berwujud tersebut sehingga pada
gilirannya cost akan berubah menjadi expense.
2.2.2. Klasifikasi Biaya
Biaya untuk berbagai keperluan dapat diklasifikasikan ke dalam berbagai kelompok
menurut karakteristiknya masing-masing. Biaya dapat diklasifikasi ke dalam biaya
berdasarkan penggunaan kas, berdasarkan fungsi dalam perusahaan, hubungan biaya
dengan objek yang dibiayai, perilaku biaya kaitannya dengan volume produksi,
pengambilan keputusan taktis, berdasarkan masa manfaat biaya atau kapitalisasi
biaya, berdasarkan peran biaya dalam membentuk produk, biaya pabrikasi, dan
biaya dalam pelaporan keuangan eksternal. Dalam penggunaannya, istilah-istilah
dalam klasifikasi biaya ini dapat saling silang di antara setiap jenis biaya tergantung
pada konteks pemakaian masing-masing konsep biaya. Contohnya biaya bahan
baku, berdasarkan perilakunya maka biaya bahan baku ini dapat dilihat sebagai
biaya variabel dan berdasarkan peran biaya dalam membentuk produk maka biaya
bahan baku dapat dilihat sebagai biaya utama. Namun, pemberian nama yang
berbeda tidak mempengaruhi arus kas dan kewajiban perusahaan untuk memenuhi
biaya-biaya tersebut.
Untuk memahami lebih lanjut mengenai klasifikasi biaya, berikut merupakan
klasifikasi biaya beserta penjelasan singkatnya:
1) Berdasarkan hubungan dengan pengeluaran kas


Biaya tunai
Biaya tunai (out-of pocket cost) adalah biaya yang membutuhkan
pengeluaran kas di masa mendatang akibat keputusan sekarang atau
keputusan yang akan datang. Sebagai contoh,perusaahan sekarang
mengambil keputusan untuk melakukan ekspansi usaha. Keputusan ini
mengakibatkan munculnya biaya – biaya tertentu seperti upah karyawan
akan dipekerjakan dan bahan habis pakai yang akan di gunakan. Biayabiaya ini sudah barang tentu memerlukan pengeluaran kas. Itulah biaya
tunai.



Biaya non-tunai
Biaya non-tunai adalah biaya yang pengeluaran kasnya telah dilakukan
berupa investasi, sehingga selama masa umur ekonomis investasi, biaya
tersebut berupa sunk cost. Sunk Cost adalah biaya yang telah dikeluarkan
dan yang tak dapat diubah oleh keputusan sekarang atau masa yang akan
datang. Karena tak dapat diubah kini dan yang akan datang, biaya tersebut
tak dapat di gunakan untuk menganalisa alternatif tindakan yang akan

6

datang. Dengan kata lain,biaya ini tidak akan pernah relevan dengan
pengambilan keputusan sekarang. Contohnya biaya depresiasi.
2) Berdasarkan perilaku biaya


Biaya variabel
Biaya variabel, yaitu biaya yang jumlahnya berubah secara proporsional
dengan perubahan tingkat aktivitas. Biaya ini disebut variabel karena
jumlahnya akan berubah secara proporsional jika terjadi perubahan volume
aktivitas. Misalnya harga bahan baku Rp 1.000,-per unit. Untuk
menghasilkan satu unit produk dibutuhkan satu unit bahan baku, dengan
total biaya 1 unit x Rp 1.000,- = Rp 1.000,-. Jika volume produksi
diturunkan menjadi empat unit maka diperlukan bahan baku empat unit.
Biaya bahan baku akan ikut turun menjadi 4 unit x Rp 1.000,- =Rp 4.000,-.
Sebaliknya jika volume produksi diturunkan menjadi tiga unit saja maka
dibutuhkan Rp. 1.000,- = Rp 3.000,- dan seterusnya. Dalam contoh ini
kenaikan biaya bahan baku proporsional dengan kenaikan jumlah unit
produksi. Demikian juga jika volume produksi mengalami penurunan.



Biaya tetap
Biaya tetap yaitu biaya yang kontan secara total sekalipun terjadi
perubahan tingkat aktivitas dalam suatu kisaran relevan. Bila suatu biaya
tetap dinyatakan dalam dasar perunit maka biaya tersebut kan berubah
secara terbalik dengan aktivitas. Artinya, bila volume aktivitas meningkat
maka biaya tetap per unit semakin kecil. Sebaliknya bila tingkat aktivitas
menurun maka biaya tetap per unit objek biaya kan mengalami kenaikan .
Misalnya biaya gaji manajer pabrik dibayarkan sebesar Rp10.000.000 setipa
bulan. Jumlah biaya ini secara periodik tidak berubah sekali pun terjadi
perubhan volume produksi pabrik. Jika pada periode bejalan dihasilkan 10
unit produk pabrik ,maka pada setiap produk akan di bebani gaji manajer
sebesar Rp 10.000.000 -/ 10 unit atau Rp 10.000.000 per unit
Total biaya bulanan tidak berubah, tetapi jumlah yang dibebankan pada tiap
unit akan naik jika volume produk turun, sebaliknya akan mengalami
kenaikan jika terjadi penurunan volume produksi. Karena jumlahnya yang
tidak berubah secara total, maka dalam analisis perilakunya biaya ini
dikelompokkan sebagai biaya tetap.



Biaya semivariabel
Biaya semi variabel, sejumlah biaya yang perubahan biayanya ditentukan
dan sekaligus tidak ditentukan oleh besarnya aktivitas operasional
perusahaan. Maksudnya suatu item biaya dalam jumlah tertentu sudah
7

menjadi biaya tetap sedangkan selebihnya adalah unsur semi variabel.
Contoh: biaya listrik (listrik untuk penerangan = biaya tetap, listrik untuk
menggerakkan mesin pabrik = biaya variabel), biaya pemeliharaan
kendaraan (biaya pemeliharaan kendaraan yang rutin dikeluarkan, seperti
ganti ban, ganti oli, overhaul = biaya tetap, sedangkan biaya yang
dikeluarkan tidak rutin atau insidentil seperti meratakan bekas penyok
diserempet bajaj atau metromini dan lain sebagainya = biaya variabel).
3) Berdasarkan hubungan biaya dengan objek yang dibiayai


Biaya langsung
Biaya langsung adalah suatu biaya yang dapat dengan mudah ditelusuri
hubungannya dengan objek biaya tertentu. Dengan kata lain biaya langsung
merupakan biaya yang dapat ditelusuri hubungan antara input dan
outputnya. Termasuk dalam kelompok ini yaitu biaya bahan langsung dan
tenaga kerja langsung yang digunakan dalam proses produksi. Baik dilihat
dari arus fisik maupun arus nilainya, dari sisi pandang ini biaya bahan baku
dan biaya tenaga kerja langsung dapat dikategorikan sebagai biaya
langsung.



Biaya tidak langsung
Biaya tidak langsung meliputi biaya-biaya yang tidak dapat dengan mudah
ditelusuri hubungannya dengan objek yang dibiayai. Biaya tidak langsung
juga sering terjadi dari biaya bersama seperti overhead pabrik. Biaya ini
terjadi di pabrik dalam rangka operasi pabrik tetapi tidak dapat ditelusuri
hubungan langsungnya sebagai input dengan produk sebagai output yang
dihasilkan dalam proses produksi.

4) Berdasarkan pengambilan keputusan taktis


Biaya diferensial
Biaya diferensial dalam akuntansi diferensial merupakan selisih biaya
antara dua keputusan alternatif. Konsep ini digunakan apabila ada beberapa
kemungkinan pilihan untuk dicapai, dan pilihan harus dibuat untuk memilih
satu opsi. Biaya alternatif mencakup investasi awal, tambatan tenaga kerja,
persediaan atau penelitian yang dibutuhkan untuk menerapkan aternatifnya.
Karena biaya diferensial hanya digunakan untuk pengambilan keputusan
manajemen, tidak ada entri akuntansi untuk hal ini. Juga tidak ada standar
akuntansi yang mewajibkan bagaimana biaya dihitung.
Contohnya, Perusahaan Maju Lancar mengantisipasi bahwa mesin baru
sebagai alternatif perusahaan akan meningkatkan biaya Rp 2.000.000.
Kemudian di lain sisi, truk pengantar akan meningkatkan biaya sebesar Rp
8

1.000.000. Alternatif pertama akan menghasilkan kenaikan biaya sebesar
Rp 1.000.000, dapat disimpulkan bahwa biaya diferensialnya adalah Rp
1.000.000.


Biaya kesempatan
Biaya peluang atau yang disebut juga sebagai opportunity cost atau biaya
kesempatan ini adalah biaya yang diperlukan saat memilih suatu kegiatan.
Biaya kesempatan tersebut muncul disebabkan karena kebutuhan manusia
yang tidak terbatas sehingga manusia mau tidak mau harus memilih untuk
menentukan prioritas dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Sehingga
dalam memenuhi kebutuhannya tersebut membutuhkan biaya yang harus
dikorbankan.
Misalnya, A memutuskan untuk ke warung siomay. Di warung tersebut
ternyata juga menjual batagor. A ingin membeli keduanya namun
sayangnya uang A hanya cukup untuk membeli 1 diantara kedua pilihan
menu

makanan

yang

dijual

di

warung

tersebut.

A

kemudian

mempertimbangkan apakah akan memilih siomay atau batagor. Akhirnya A
tetap membeli siomay dan biaya peluangnya adalah 1 porsi batagor karena
A gagal untuk membeli batagor.


Biaya tambahan
Biaya tambahan yaitu, biaya yang akan terjadi karena adanya proses lebih
lanjut atau kegiatan tambahan. Suatu biaya tambahan biasanya akan
menjadi biaya relevan bila terjadi diantara pilihan alternatif.



Biaya terkendali
Biaya-biaya yang dapat dikendalikan. Kebalikannya adalah biaya yang
tidak terkendalikan. Biaya ini meliputi biaya yang terjadinya dapat
disebabkan oleh keputusan manajemen yang bersangkutan. Biaya-biaya
tenggelamkan dan biaya-biaya tetap lainnya cenderung tidak terkendali.
Sebaliknya, biaya variabel yang terjadi pada masa yang akan datang
cenderung terkendali karena dapat terjadi atau tidaknya biaya ini ditentukan
oleh keputusan manajemen. Dapata terkendali atau tidaknya suatu biaya
juga dipengaruhi oleh pusat pertanggungjawaban dimana suatu biaya
terjadi. Biaya ekspansi pabrik yang diputuskan oleh manajemen puncuk
misalnya, merupakan biaya tidak terkendali kan bagi manajer pabrik
sebagai manajer yang lebih rendah levelnya. Tetapi, biaya seperti ini
terkendali pada level pucuk pimpinan sehingga memberikan dampak
berbeda pada tiap level keputusan yang berbeda.

5) Berdasarkan peran biaya dalam membentuk produk
9



Biaya utama
Biaya Utama atau Prime Cost adalah penjumlahan antara biaya bahan
dengan biaya tenaga kerja langsung. Menjadi utama karena kedua biaya
tersebut menjadi ujung tombak dalam biaya produksi.



Biaya konversi
Biaya konversi atau conversion cost adalah penjumlahan antara biaya
tenaga kerja langsung dengan biaya overhead pabrik. Dinamakan sebagai
biaya konversi karena merubah bentuk dari bahan langsung dikonversi
menjadi barang jadi.

6) Kapitalisasi biaya (masa manfaat)


Pengeluaran pendapatan
Pengeluaran pendapatan (revenue expenditure) meliputi pengeluaranpengeluaran yang dilakukan untuk memperoleh pendapatan.



Pengeluaran

modal

(capital

expenditure)

meliputi

pengeluaran-

pengeluaran-pengeluaran perusahan yang dilakukan untuk memperoleh
manfaat ekonomi yang berumur lebih lama seperti aktiva tetap.
7) Berdasarkan biaya pabrikasi


Harga pokok produk
Harga pokok produk meliputi semua biaya yang terjadi dalam rangka
pembelian atau pembuatan produk. Dengan pendekatan full costing harga
pokok produk akan sama jumlah dan kompenennya dengan biaya pabrik.
Termasuk dalam kelompok biaya ini, yaitu biaya bahan langsung, biaya
tenaga kerja langsung dan biaya overheard pabrik seperti diuraikan di atas.
Dalam pendekatan variable costing harga pokok produk hanya terdiri dari
biaya- biaya produksi variable saja.



Bahan langsung
Biaya bahan baku langsung adalah semua biaya bahan yang membentuk
bagian integral dari barang jadi dan yang dapat dimasukkan langsung dalam
kalkulasi biaya produk. Contoh bahan baku langsung adalah kayu untuk
pembuatan meubel dan tanah liat untuk pembuatan genteng.



Tenaga kerja langsung
Biaya tenaga kerja langsung adalah bagian dari upah atau gaji yang dapat
secara khusus dan konsisten ditugaskan atau berhubungan dengan
pembuatan produk, urutan pekerjaan tertentu, atau penyediaan layanan juga,
kita juga dapat mengatakan hal itu adalah biaya pekerjaan yang dilakukan
oleh para pekerja yang benar-benar membuat produk pada lini produksi.



Overhead pabrik
10

Biaya overhead pabrik (manufacturing overhead costs) adalah biaya
produksi yang tidak masuk dalam biaya bahan baku maupun biaya tenaga
kerja langsung. Apabila suatu perusahaan juga memiliki departemendepartemen lain selain departemen produksi maka semua biaya yang terjadi
di departemen pembantu tersebut (termasuk biaya tenaga kerjanya)
dikategorikan sebagai biaya overhead pabrik. Biaya overhead pabrik
biasanya muncul dari biaya-biaya yang harus dikeluarkan untuk pemakaian
bahan tambahan, biaya tenaga kerja tak langsung, pengawasan mesin
produksi, pajak, asuransi, hingga fasilitas-fasilitas tambahan yang
diperlukan dalam proses produksi.
8) Berdasarkan fungsi manajemen dalam perusahaan


Biaya produksi
Biaya yang terjadi dalam fungsi produksi. Biaya produksi adalah semua
pengeluaran yang dilakukan oleh perusahaan untuk memperoleh faktorfaktor produksi dan bahan – bahan mentah yang akan digunakan untuk
menciptakan barang-barang yang diproduksikan perusahaan tersebut.



Biaya pemasaran
Biaya yang terjadi dalam fungsi pemasaran. Biaya pemasaran adalah semua
biaya yang sejak saat produk selesai diproduksi dan disimpan dalam gudang
sampai dengan produk tersebut berubah kembali dalam bentuk uang tunai



Biaya administrasi dan umum
Biaya yang terjadi dalam fungsi administrasi dan umum, Biaya-biaya

yang digunakan untuk mengkoordinasikan kegiatan produksi dan
pemasaran produk, misalnya biaya gaji karyawan, overhead kantor,
dan biaya terkait lainnya.
9) Berdasarkan pelaporan keuangan eksternal


Harga pokok penjualan
Harga pokok penjualan atau HPP adalah istilah yang digunakan pada
akuntansi keuangan dan pajak untuk menggambarkan biaya langsung yang
timbul dari barang yang diproduksi dan dijual dalam kegiatan bisnis. Ini
termasuk biaya bahan baku, tenaga kerja langsung, dan biaya overhead dan
tidak termasuk periode (operasi) biaya seperti penjualan, iklan atau riset dan
pengembangan.



Biaya penjualan
Biaya penjualan/ BP (cost of sales) adalah biaya perolehan barang atau jasa
yang dijual selama periode yang bersangkutan, biasanya satu tahun buku,
11

seperti yang ditunjukkan dalam Laporan Laba-Rugi. Biaya tersebut harus
berkaitan dengan pendapatan yang relevan agar laporan tidak terdistorsi.
Menggunakan hanya total nilai pembelian persediaan selama periode yang
bersangkutan tidak akan menghasilkan angka yang benar dan relevan,
karena beberapa produk yang dijual sudah tersedia dalam bentuk stok
sebelum periode dimulai, dan beberapa produk yang dibeli selama periode
tersebut tetap tidak terjual pada akhir periode.


Biaya administrasi umum
Biaya administrasi umum – kantor: SDM, keuangan, top manajemen. Biaya
ini digunakan untuk menyajikan pegorbanan manfaat ekonomis yang
dilakukan atau terjadi dalam perusahaan untuk menjalankan aktivitas
organisasi selain untuk produksi dan pemasaran. Biaya ini berhubungan
dengan

aktivitas

untuk

mempertahankan

kelangsungan

keberadaan

organisasi.

12

BAB III
PENUTUP
3.1. Kesimpulan
Terdapat dua garis besar peranan dari akuntansi manajemen, antara lain:
1. Peran akuntansi manajemen sebagai suatu tipe akuntansi
a. Pencatat skor (score keeping)
b. Penarik perhatian manajemen (attention directing)
c. Penyedia informasi untuk pemecah masalah (problem solving)
2. Peran akuntansi manajemen sebagai suatu tipe informasi
Informasi merupakan suatu fakta, data, pengamatan, persepsi, atau sesuatu yang lain,
yang menambah pengetahuan. Oleh karena itu, pengambilan keputusan selalu berusaha
mengumpulkan informasi untuk mengurangi ketidakpastian yang dihadapinya dalam
memilih alternatif tindakan tersebut.
Akuntansi manajemen menghasilkan informasi yang tidak dapat disediakan oleh akuntansi
keuangan seperti laporan tersegmentasi, harga pokok produk variabel, dan lain sebagainya
yang lebih relevan bagi manajemen dalam pengambilan keputusan.
Biaya merupakan salah satu informasi yang penting bagi manajemen berkenaan dengan
proses pengambilan keputusan. Biaya dapat diklasifikasi ke dalam biaya berdasarkan
penggunaan kas, berdasarkan fungsi dalam perusahaan, hubungan biaya dengan objek yang
dibiayai, perilaku biaya kaitannya dengan volume produksi, pengambilan keputusan taktis,
berdasarkan masa manfaat biaya atau kapitalisasi biaya, berdasarkan peran biaya dalam
membentuk produk, biaya pabrikasi, dan biaya dalam pelaporan keuangan eksternal.

13

DAFTAR PUSTAKA
Belajar, M. (2012, April 1). Media Bicara. Dipetik September 30, 2018, dari dinhamfeunnes:
http://dinhamfeunnes.blogspot.com/2012/04/peran-sejarahdan-tujuan-akuntansi.html
Harsi, A. (2015, November 5). Accounting Corner. Dipetik September 30, 2018, dari accorner:
https://accorner.wordpress.com/2015/11/05/akuntansi-manajemen-dan-klasifikasi-biaya/
Suedi, B. (2012). Peranan Akuntansi Manajemen Dalam Pengambilan Keputusan Manajerial.
Jurnal STIE Semarang, Vol. 4, No. 2 , 13.
Wikipedians. (2018, Agustus 28). Akuntansi Manajemen. Dipetik September 21, 2018, dari
Wikipedia: https://id.wikipedia.org/wiki/Akuntansi_manajemen

14

Judul: Akuntansi Manajemen

Oleh: Ivana Karolina


Ikuti kami