Akuntansi Leasing (sewa)

Oleh Siti Nurjanah (janah)

16 tayangan
Bagikan artikel

Transkrip Akuntansi Leasing (sewa)

AKUNTANSI
LEASING
Ida Fitriani ( 2014017110 )
Alerni Bauronga ( 2015017040 )
Idham Novendri ( 2015017049 )
Ferderikus Wisnu ( 2015017053 )
Irmawati Tia ( 2015017058 )
Siti Nurjanah
( 2015017060 )
Bangkit Triono
( 2015017072 )
Anggiani Dwi Lestari ( 2015017156 )

Pengertian Leasing
Lease adalah perjanjian antara lessor dan lesse
yang memberikan hak kepada lesse untuk
menggunakan prperti tertentu, yang dimiliki oleh
lesor, selama priode waktu tertentu
dengan
membayar sejumlah uang (sewa) yang sudah
ditentukan, yang umumnya dilakukan secara priodik.

Pihak–Pihak yang Terkait dalam Leasing

1. BANK
2. Perusahaan competiv Leasing
3. Pihak Independen

Keunggulan dan Kerugian Lease
Keunggulan:
1. Pembiayaan 100% dengan suku bunga Tetap.
2. Proteksi terhadap Keusangan
3. Fleksibilitas
4. Pembiayaan yang lebih murah
5. Keuntungan pajak
6. Pembiayaan diluar neraca
Kerugian:
7. Biaya Bunga yang Tinggi
8. Biaya Marjinal Yang Tinggi
9. Kurangnya Perlindungan Hukum
10. Proses Eksekusi Leasing Macet yang Sulit

Sifat-Sifat Konseptual dari Lease
Bebagai pandangan tentang kapitalisasi lease
adalah sebagai berikut:
1. Jangan mengkapitalisasi setiap aktiva yang dilease.
2. Mengkapitalisasi lease serupa dengan pembelian
cicilan
3. Mengapitalisasi semua lease jangka panjang
4. Mengkapitalisasi lease perusahaan di mana penalti
atas pelanggaran perjanjian berjumlah substasial.

AKUNTANSI OLEH LESSEE
Contoh jurnal untuk lease dan lessor dengan
asumsi peralatan dilease dan yang dikapitalisasi:
Delta

ILFC

(Lesee)

(Lessor)

Peralatan Yang Dilease xxx

Piutang Lease (Bersih) xxx

--Kewajiban Lease

--Peralatan

xxx

xxx

Kriteria kapitalisasi

Kriteria-kriteria tersebut akan dibahas berikut ini.
1. Pengujian pengalihan kepemilikan
2. Menguji opsi pembelian dengan harga
khusus
3. Pengujian umur ekonomis (pengujian 75%)
4. Pengujian pemilihan investasi

Pembayaran lease minimum. Pembayaran ini
adalah pembayaran yang harus dilakukan oleh
lease sehubungan dengan properti yang
dilease.
Pembayaran
lease
minimum
mencangkup hal-hal berikut ini:
1. Pembayaran sewa minimum.
2. Nilai residu yang dijamin
3. Penelit atas kegiatan memperbaharui
atau memperpanjang lease
4. Opsi membeli dengan harga khusus

Biaya –biaya Executory
Sebagaimana aktiva lainnya,aktiva berwujud yang di
lease
juga
membutuhkan
beban
asuransi,pemeliharaan ,dan pajak disebut biaya
executory selama umur ekonomisnya.
Tingkat diskonto
Lessee menghitung nilai sekarang dari pembayaran lease
minimun dengan menggunakan suku bunga pinjaman
inkremental lessee,yang didefinisikan sebagai:”suku
bunga yang pada awal lease,harus dikeluarkan oleh
lessee untuk meminjam dana yang perlukan guna
membeli aktiva yang dileasse menurut pinjaman yang di
jamin ,dengan jangka waktu pelunasan yang serupa
dengan skedul pembayaran dalam kontrak lease.

Aktiva dan kewajiban yang diperlakukan secara
berbeda
Dalam transaksi lease modal, lessee menggunakan lease
sebagai sumber pembiayaan. Lessor membiayai transaksi
(menyediakan modal investasi) melalui aktiva yang dilease ,dan
lessee melakukan pembayaran sewa, yang sebenarnya
merupakan pembayaran cicilan. Karena itu selama umur
properti yang dilease pembayaran sewa kepada lessor
mencakup pembayaran pokok ditambah bunga.
1. Pencatatan aktiva dan kewajiban
2. Periode penyusutan
3. Metode bunga efektif
4. Konsep penyusutan

Metode Lease Modal (lessee)
Jangka waktu dan provisi dari perjanjian lease tersebut dan data terkait lainnya sebagai
berikut:
• Jangka waktu lease adalah 5 tahun ,dan perjanjian lease tidak dapat dibatalkan,yang
mengharuskan pembayaran sewa yang sama sebesar $25.981,62 pada awal setiap
tahun( dasar anuitas jatuh tempo)
• Peralatan tersebut memiliki nilai wajar pada awal lease sebesar $100.000 dengan estimasi
umur ekonomis 5 tahun tanpa nilai residu.
• Sterling membayar seluruh biaya executory secara langsung kepada pihak ketiga kecuali
untuk pajak properti sebesar $2.000 pertahun,yang dimasukan dalam pembayaran
tahunan pada lessor.
• Lease ini tidak mencakup opsi pembaruhan,dan peralatan kembali menjadi milik
Caterpillar pada akhir masa lease.
• Suku bunga pinjaman inkremental sterling adalah 11% pertahun .
• Sterling menyusutkan peralatan serupa miliknya atas dasar garis lurus
• Caterpillar menetapkan sewa tahunan untuk memperoleh tingkat pengembalian atas
investasi sebesar 10% pertahun

Lease ini memenuhi kriteria untuk diklasifikasi sebagai lease modal alasan sbb:
• Jangka waktu lease selama 5 tahun yang sama dengan estimasi umur
ekonomis peralatan selama 5 tahun ,memenuhi pengujian 75%.
• Nilai sekarang dari pembayaran lease minimun ($100.000 sebagaimana di
hitung di bawah) melebih 90% dan nilai wajar properti($100.000)
Pembayaran lease minimun adalah $119.908,10($23.981,62 x 5), dan
jumlah yang dikapitalisasi sebagai aktiva yang di lease di hitung sebagai nilai
sekarang dari pembayaran lease minimun(tidak termasuk biaya executory pajak
properti sebesar $2.000) sbb:
jumlah yang dikapitalisasi = ($25.981,62-$2.000) x

Nilai sekarang anuitas jatuh tempo sebesar 1 selama 5
periode pada 10%

= $23.981,62 x 4, 16986
= $100.000

Suku bunga implitsit lessor sebesar 10% yang digunakan ,bukan suku bunga
pinjaman inkremental lessee sebesar 11% karena (1) nilainya lebih rendah dan (2)
lessee mengetahui suku bunga ini
Ayat jurnal untuk mencatat lease modal pada pembukuan sterling per 1 januari 2008
adalah;
peralatan yang dilease menurut lease modal
kewajiban lease

100.000
100.000

Jurnal diatas mencatat kewajiban pada jumlah bersih sebesar $100.000 (nilai
sekarang dari pembayaran sewa masa depan) dan bukann jumlah kotor sebesar $
119.908,10($23.981,62 x 5).
Jurnal untuk mencatat pembayaran lease pertama per 1 jan 2008 adalah;
beban pajak properti
kewajiban lease
kas

2.000,00
23.981,62
25.981,62

STERLING CONSTRUCTION
SKEDUL AMORTISASI LEASE
(DASAR ANUITAS JATUH TEMPOH)
Tanggal

Pembayaran Biaya
Lease
Executor (b)
Tahunan (a)

Bunga (10%) Penguranga
Atas
n kewajiban
kewajiban
Lease (d)
(c)

1/1/08

Kewajiban
Lease (e)
$100.000,00

1/1/08

$ 25.981 ,62 $2.000

$ -0-

$ 23.981,62

76.018,38

1/1/09

25.981,62

2.000

7.601,84

16.379,78

59.638,60

1/1/10

25.981,62

2.000

5.963,86

18.017,76

41.620,84

1/1/11

25.981,62

2.000

4.162,08

19.819,54

21.801,30

1/1/12

25.981,62

2.000

2.180,32*

21.801,30

-0-

$19.908,10

$100.000,00

$129.908,10 $10.000

Pada akhir tahun fiskal lessee conpany,31 des 2008 ,bunga akrual (accrued
interest) dicatat sbb;
beban bunga
7.601,84
hutang bunga
7.601,84
Penyusutan atas peralatan yang dilease selama 5 tahun jangka waktu
lease,dgn menggunakan kebijakan penyusutan normal sterling(metode garis
lurus),menghasilkan ayat jurnal berikut per 31 des 2008;
beban penyusutan─lease modal
20.000
akumulasi penyusutan─lease modal
20.000
($100.000÷5 tahun)
Pada tanggal 31 des 2008, aktiva yang dicatat menurut lease modal telah
diidentifikasi secara terpisah pada neraca lessee.
Transaksi lease pada tgl 31 des 2008 akan disajikan sebagai berikut

kewajiban lancar
utang bunga
kewajiban lease
kewajiban tidak lancar
kewajiban lease

$ 7.601,84
16.379,78
$ 59.638,60

Ayat jurnal untuk mencatat pembayaran lease per 1 jan 2009 adl sbb;
beban pajak properti
2.000,00
hutang bunga
7.601,84
kewajiban lease
16.379,78
kas
25.981,62
Pada saat berakhirnya masa lease,jumlah yang dikapitalisasi sebagai
peralatan yang dilease telah seluruhnya diamortisasi dan kewajiban lease
telah seluruhnya dilunasi. Jika peralatan dibeli pada akhir masa lease dengan
harga $ 5.000 dan estimasi umur peralatan di ubah dari 5 menjadi 7 tahun.
Ayat jurnal di buat sbb
peralatan ($ 100.000+ $ 5.000)
105.000
akumulasi penyusutan ──lease modal
100.000
peralatan yang dilease menurut lease modal
100.000
akumulasi penyust.─
100.000
kas
5.000

Metode operasi(Lessee)

Dalam metode operasi,beban sewa (dan kewajiban yang
berhubungan) harus diakturalkan dari hari ke hari ke lessee ketika
properti digunakan. Lessee membebankan sewa ke periodeperiode yang memperoleh manfaat dari penggunaan aktiva dan
mengabaikan ,dalam akuntansi,setiap komitmen untuk melakukan
pembayaran masa depan.
Contoh: beban tahun pertama ke operasi adalah 25.981,62 yaitu
jumalh pembayaran sewa jurnal:
Beban sewa 25.981,62
Kas
25.981,62

Perbandingan lease modal
dengan lease operasi
• Lease diklasifikasikan sebagai lease operasi, maka beban
tahun pertama akan menjadi $ 25.981,62 ,yaitu jumlah
pembayaran sewa.
• Walaupun total beban operasi selama jangka waktu lease
adalah sama baik apakah lease diperlakukan sebagai lease
modal maupun lease operasi,namun menurut perlakuan
lease modal beban akan lebih besar di tahun-tahun awal
dan lebih rendah di tahun-tahun terakhir.

perbedaan –perbedaan akan terjadi jika
lease modal dan bukan lease operasi
yang digunakan ;
• Kenaikan jumlah hutang yang
dilaporkan (baik jangka pendek
maupun jangka panjang)
• Kenaikan jumlah total aktiva (terutama
aktiva jangka panjang ),dan
• Laba yang rendah pada awal masa
lease dan karenanya,laba ditahan
menjadi lebih rendah.

AKUNTANSI OLEH LESSOR

Keunggulan Leasing bagi Lessor ada 3 hal utama yaitu:
• Pendapatan Bunga. Leasing adalah salah satu bentuk
pembiayaan; oleh karena itu, lembaga keuangan dan perusahaan
leasing mengganggap leasing sangat karena menyediakan margin
bunga yang kompetitif.
• Insentif Pajak. Dalam banyak kasus, perusahaan yang melease
tidak dapat menggunakan manfaat pajak, tetapi leasing
memberikan mereka peluang untuk mengalihkan manfaat pajak
semacam itu kepada pihak lain (leassor) berupa pengembalian,
atas tariff sewa yang lebih rendah dari aktiva yang dilease.
• Nilai Residu yang Tinggi. Keunggulan lain bagi leasor adalah
pengembalian property pada akhir masa lease. Nilai residu dapat
menghasilkan laba yang sangat besar.

Ekonomi Leasing

Lessor menentukan jumlah sewa berdasarkan tingkat pengembalian
suku bunga implicit yang dibutuhkan untuk menjustifikasi leasing aktiva.
Faktor-faktor penting yang dipertimbangkan dalam menentukan tingkat
penegmbalian adalah posisi kredit lease, lamanya lease, dan status nilai
residu (dijamin atau tidak dijamin). Jika nilai residu dilibatkan, leasor
tidak harus menutup pembayaran lease sebesar itu. Oleh karena itu,
pembayaran lease akan menjadi lebih kecil.
Klasifikasi Lease oleh Lessor
• Dari sudut pandang lessor, semua lease dapat diklasifikasikan untuk
tujuan akuntansi sebagai berikut:
• Lease Operasi
• Lease Pembiayaan Langsung
• Lease Jenis Penjualan

Contoh: Caterpilar /sterling, suku bunga implisit
lesor 10% biaya perelatan bagi lesor 100.000
(juga nilai pasar wajar) estimasi nilai residu 0,
jumlah pembayaran lease sbb:
Nilai pasar wajar peralatan yang di
lease

100.000

Dikurangi: nilai sekarang dari nilai residu 0
Jumlah yg akan dipulihkan oleh lesor
melalui pembayaran lease
Pembayaran lease awal tahun untuk
menghasilkan pengembalian 10%
(100.000/4,16986)

100.000
23.981,62

Perbedaan antara lease pembiayaan langsung dan lease jenis
penjualan bagi lessor adalah adanya atau tidak adanya laba
produsen atau penyalur. Lease jenis penjualan melibatkan laba
produsen atau penyalur, sedangkan lease pembiayaan langsung
tidak memiliki unsure tersebut. Laba atau rugi leassor adalah
perbedaan antara nilai wajar property yang dilease pada awal lease
dengan biaya atau jumlah tercatat (nilai buku) leassor.
Umumnya lease jenis penjualan terjadi apabila perusahaan
manufaktur atau penyalur menggunakan leaseing sebagai sarana
untuk memasarkan produk mereka. Lease pembiayaan langsung
umumnya terjadi dari hasil perjanjian dari leassor yang terutama
bergerak dibidang keuangan, seperti perusahaan lease
pembiayaan, bank, perusahaan asuransi, dan perwalian pension.
Akan tetapi, leassor tidak harus merupakan perusahan manufaktur
untuk mengakui laba atau rugi pada awal lease yang membutuhkan
aplikasi akuntansi lease jenis penjualan.

Semua lease yang tidak memenuhi klasifikasi
sebagai lease pembiayaan langsung atau jenis
penjualandiklasifikasikan dan diperlakukan
oleh lessor sebagai lease operasi. Untuk tujuan
perbandingan dengan akutansi lease, hanya
lease operasi dan pembiayaan langsung yang
akan pada bagian berikut. Lease jenis penjualan
yang lebih kompleks akan dibahas lebih jelas
dibawah ini.

Metode Pembiayaan Langsung
(Lessor)
Lese pembiayaan langsung pada hakikatnya adalah
pembiayaan atas pembelian aktiva oleh lease. Pada jenis
lease ini, lessor mencatat piutang lease alih-alih aktiva
lease. Piutang lease ini menjadi nilai saat ini dari
pembayaran
minimum
lease.
Ingatlah
bahwa
“pembayaran lease minimum” mencakup beberapa hal
berikut:
• Pembayaran lease (tidak termasuk biaya executory).
• Opsi pembelian dengan harga khusus (jika itu ada).
• Nilai residu yang dijamin (jika ada).
• Denda atau penalty atas kegagalan untuk
memperbaharui (jika ada).

Informasi yang relevan bagi Caterpilar dalam akuntansi untuk
transaksi lease ini adalah sebagai berikut:
1. Jangka waktu lease adalah 5 tahun yang dimulai pada
tanggal 1 Januari 2008, tidak dapat dibatalkan, dan
membutuhkan pembayaran sewa yang sama sebesar
$25.981,62 pada awal setiap tahun, pembayaran termasuk
$2.000 biaya executor (pajak properti).
2. Peralatan memiliki biaya $100.000 bagi Caterpillar, nilai
wajar pada awal lease sebesar $100.000, umur ekonomis
selama 5 tahun , dan tidak ada nilai residu.
3. Tidak ada biaya langsung awal yang dikeluarkan untuk
negosiasi dan menutup transaksi lease.
4. Lease tidak memiliki opsi untuk memperbaharui kontrak dan
peralatan dikembalikan Caterpilar pada akhir masa lease.
5. Ketertagihan dapat dijamin dan tidak ada biaya tambahan
yang harus dikeluarkan oleh Carterpillar.
6. Caterpillar menentukan pembayaran lease tahunan untuk
menjamin tingkat pengembalian 10% atas investasinya.

Nilai pasar wajar peralatan yang di lease
100.000
Dikurangi: nilai sekarang dari nilai residu
0
Jumlah yg akan dipulihkan oleh lesor melalui pembayaran lease
100.000
Pembayaran lease awal tahun untuk menghasilkan pengembalian 10%
(100.000/4,16986)
23.981,62
Piutang lease merupakan nilai sekarang dari pembayaran lease minimum
caterpillar menghitung sbb:
Piutang lease: 25.981,62 -2000 x nilai sekarang anuitas jatuh tempo sebesar 1
untuk 5 periose 10%
Piutang lease: 23.981,62 x 4,16986
Piutang lease: 100.000
Caterpillar mencatat lease aktiva dan piutang per 1 januari 2008 (awal lease) sbb:
Piutang lease 100.000
peralatan 100.000

Skedul
amortisasi lease

tanggal

Pembayar Biaya
an
executoy
Lease
tahunan

Bunga
(10%)
Atas
piutang
lease

1/1/08

Piutang
lease

100.000

1/1/08

25.981,62

2000

0

23981,62

76018,38

1/1/09

25.981,62

2000

7.601,84

16379,78

59638,60

1/1/10

25.981,62

2000

2.963.86

18017,76

41620,84

1/1/11

25.981,62

2000

4.162,08

19819,54

21801,30

1/1/12

25.981,62

2000

2.180,32

21801,30

0

19.908,10

100.000

129908,10 10.000

1 jan 2008 mencatat pembayaran lease
Kas
25.981,62
piutang lease
23.981,62
beban/ hutang pajak properti
2.000
31 des 2008 pendapatan bunga selama tahun pertama diakui
Piutang bunga
7.601,84
pendapatan bunga—lease
7.601,84
Bagian aktiva yg berhubungan transaksi lease 31 des 2008 sbb:
Aktiva lancar:
Piutang bunga 7.601,84
Piutang lease 16.379,76
Aktiva tidak lancar:
Piutang lease 59.638,60
Mencatat penerimaan pembayaran lease tahun kedua:
1 jan 2009
kas 25.981,62
---piutang
16.379,76
--- piutang bunga
7.601,84
--- beban/ hutang pajak properti 2.000
31 des 2009 Piutang bunga
5.963,86
---pendapatan bunga—lease
5.963,86

Metode Operasi (Lessor)
Menurut metode operasi setiap penerimaan sewa
oleh lessor dicatat sebagai pendapatan sewa. Aktiva
yang dilease disusutkan dengan cara yang biasa, dimana
beban penyusutan periode berjalan ditandingkan
dengan pendapatan sewa. Jumlah pendapatan yang
diakui dalam setiap periode akuntansi berjumlah sama
(dasar garis lurus) tanpa memandang ketentuan atau
provisi lease, kecuali dasar lain yang sistematis dan
rasional dan mencerminkan pola waktu dimana
manfaat itu diperoleh dari aktiva yang dilease.

Ayat jurnal mencatat penerimaan sewa asumsi beban pajak 2000
sbb:
Kas
2000
Pendapatan sewa
2000
Penyusutan dicatat oelh lessor biaya perolehan 100.000 umur 5
tahun
Beban penyusutan—peralatan yg dilease 20.000
akum penyusustan-- peralatan yg dilease
20.000

MASALAH-MASALAH AKUNTANSI KHUSUS

Nilai residu
Sampai saat ini pembahasan mengenai nilai residu belum
dilakukan dalam rangka mengembangkan masalah
akuntansi dasar untuk lease dan akuntansi lessor. Akuntansi
untuk nilai residu sangatlah kompleks da mungkin bagian
yang paling sulit dari akuntansi lease.
Arti nilai residu
Nilai residu adalah estimasi nilai wajar dari aktiva yang
dilease pada akhir masa lease, sering nilai residu yang
besar terjadi pada akhir masa lease, terutama ketika umur
ekonomis masa aktiva yang dilease melebihi jangka waktu
lease.

• Dijamin atau Tidak dijamin
Nilai residu bisa dijamin atau tidak dijamin oleh lease, jika lease setuju
untuk membayar setiap kekurangan dibawah jumlah yang ditetapkan
yang akan diterima oleh lessor berupa nilai residu pada masa akhir lease,
maka jumlah yang ditetapkan tersebut adalah nilai residu yang dijamin.
Nilai residu yang dijamin digunakan dalam perjanjian lease dengan dua
alasan. Pertama adalah alasan bisnis, dan yang kedua adalah alasan
manfaat akuntansi yang akan dibahas pada akhir bab ini.
• Pembayaran Lease
Nilai residu yang dijamin menurut definisinya memiliki jaminan realisasi
yang lebih besar dari pada nilai residu yang tidak dijamin. Sebagai
akibatnya, leasor dapat menyesuaikan pembayaran lease karena
kepastian pemulihan semakin meningkat. Namun, sesudah tingkat ini
ditentukan tidak ada perbedaan dari sudut pandang akintansi apakah nilai
residu dijamin atau tidak dijamin. Investasi bersih yang dicatat oleh lessor
akantetap sama.

• Akuntansi lesse untuk nilai Residu Apakah estimasi
nilai residu yang dijamin atau tidak dijamin
memiliki baik konsekuensi ekonomi maupun
akuntansi nagi lesse. Perbedaan akuntansinya
adalah bahwa pembayaran lesse minimum yaitu
dasar kapitalisme.
• Nilai residu yang dijamin (akuntansi lesse). Nilai
residu yang dijamin memengaruhi penghitungan
pembayaran lease minimum oleh lessee dan
karenanya, jumlah ini dikapitalisasi sebagai aktiva
yang dilease dan kewajjiban lease.

Dengan menggunakan pembayaran sewa
yang dihitung oleh lessor pada ilustrasi 21-17,
pembayaran lease minimum adalah $121.185,45
([$23.237,09 x 5] + $5.000). nilai sekarang dari
pembayaran lease minimum yang dikapitalisasi
(tidak termasuk biaya executory) dihitung pada
ilustrasi
21-18
Jumlah yang dikapitalisasi sterling (suku bunga 10%)
(dasar anuitas jatuh tempo: termasuk nilai residu yang dijamin)
Nilai sekarang dari 5 pembayaran sewa tahunan
($23.237,09 x 4,16986, Tabel 6-5)

$96.895,40

Nilai sekarang dari nilai residu yang dijamin sebesar $5.000 yang jatu tempo
5 tahun setelah tanggal dimulainya : ($5.000 x 0,62092, tabel 6-2)
Jumlah yang dikapitalisasi lessee

3.104,60
$100.000,00

STERLING CONSTRUCTION
Skedul Amortisasi lease
(dasar anuitas jatuh tempo :
termasuk nilai residu yang dijamin)

tanggal

Pembayaran Biaya
Lease Plus
executoy
GRV

Bunga (10%) Penguranga
Atas
n kewajiban
kewajiban
lease

1/1/08

Kewajiban
lease
$100.000,00

1/1/08

$25.237,09

$2.000

-0-

$23.237,09

76.762,91

1/1/09

25.237,09

2.000

$7.676,29

15.560,80

61.202,11

1/1/10

25.237,09

2.000

6.120,21

17.116,88

44.085,23

1/1/11

25.237,09

2.000

4.408,52

18.828,57

25.256,66

1/1/12

25.237,09

2.000

2.525,67

20.711,42

4.545,24

31/12/12

5000,00

2.000

454,76

4.545,24

-0-

Pada ilustrasi 21-19 disajikan skedul beban bunga dan amortisasi kewajiban sebesar
$100.000 bagi lesse company yang menghasilkan $5000 pembayaran nilai residu
akhir yang dijamin pada akhir 5 tahun.
Ayat jurnal (ilustrsi 21-24) untuk mencatat aktiva yang di lease dan kewajiban ,
penyusutan, bunga, pajak properti, dan pembayaran lease dibuat berdasarkan nilai
residu yang dijamin. Aktiva yang di lease dicatat pada $100.000 dan disusutkan
selama 5 tahun. Dengan asumsi bahwa digunakan metode garis lurus, beban
penyusutan setiap tahun adalah $19.000 ([$100.000 -$5.000] : 5 tahun).
Pada akhir masa lease, sebelum lesse mengembalikan aktiva ke lessor, akun aktiva dan
kewajiban lease memiliki saldo seperti disajikan pada ilustrasi 21-20
Peralatan yang di lease menurut
$100.000,00
Hutang bunga
$454,76
Lease modal
Kewajiban lease 4.545,24
Dikurangi akumulasi penyusutanLease modal 95.000,00
$5.000,00
$5.000,00

ayat jurnal berikut ini akan dibuat, dengan asumsi kas akan dibayarkan untuk
menutup nilai residu :
Kerugian atas lease modal
2.000,00
Beban bunga (atau hutang bunga)
454,76
Kewajiban lease
4.545,24
Akumulasi penyusutan-lease modal
95.000,00
Peralatan yang di lease menurut lease modal
100.000,00
Kas
2.000,00

Nilai Residu yang tidak dijamin (Akuntansi
lessee). Nilai residu yang tidak dijamin dari
sudut pandang lesse adalah sama sepertk tidak
adanya nilai residu dalam hal dampaknya
terhadap metode penghitungan pembayaran
lease minimum lessee dan kapitalisasi aktiva
yang di lease serta kewajiban lease

Jumlah yang dikapitalisasi sterling (tingkat 10%)
(dasar anuitas jatuh tempo, termasuk nilai yang tidak
dijamin)
Nilai sekarang dari 5 pembayaran sewa tahunan sebesar
$96.895,40
$23.237,09 x 4,16986 (Tabel 6-5)
Nilai residu yang tidak dijamin sebesar $5.000 (tidak
Dikapitalisasi lease
-0Jumlah yang dikapitalisasi lessee
$96.895,40

Skedul beban bunga dan amortisasi kewajiban lease sebesar $96.895,40 milik lease
company, dengan asumsi nilai residu tidak dijamin sebesar $5.000 pada akhir tahun 5
disajikan pada ilustrasi 21-22
tanggal

Pembayaran Biaya
Lease Plus
executory
GRV

Bunga (10%) Penguranga
Atas
n kewajiban
kewajiban
lease

Kewajiban
lease

1/1/08

25.237,09

-0

$23.237,09

$96.895.40

1/1/09

25.237,09

2.000

$7.365,83

15.871,26

73.658,31

1/1/10

25.237,09

2.000

5.778,71

17.458,38

57.787,05

1/1/11

25.237,09

2.000

4.032,87

19.204,22

40.328,67

1/1/12

25.237,09

2.000

2.112,64

21.124,45

21.124,45

$19.290,05

$96.895.40

-0-

1/1/08
2.000

$126.185,45 10.000

Dengan asumsi bahwa aktiva yang dilease sudah disustkan
sepenuhnya dan kewajiban lease sudah diamortisasi
seluruhnya tidak ada ayat jurnal yang dibutuhkan pada
akhir masa lease kecuali untuk menghapus aktiva dari
pembukuan.
Peralatan yang dilease
kewajiban lease
Menurut lease modal

• Dikurangi akumulasi
• Penyusutan-lease modal
• $ -0-

$ -0-

$96.895
$96.895

Ayat jurnal lesse yang melibatkan nilai residu. Ayat jurnal yang dibuat oleh
sterling baik untuk nilai residu yang dijamin dan tidak dijamin ditunjukan
pada ilustrasi 21-24 dalam bentuk komparatif.
























Nilai residu dijaminnilai residu tidak dijamin
Kapitalisasi lease 1/1/08
Peralatan yang dilease menurut
peralatan yang dilease menurut
Lease modal
100.000,00
lease modal
96.895,40
Kewajiban lease
100.000,00
kewajiban lease
96.895,40
Pembayaran pertama 1/1/08
beban pajak properti 2.000,00 beban pajak properti
2.000,00
kewajiban lease 23.237,09 kewajiban lease
23.237.09
kas
25.237,09
kas
25.237,09
ayat jurnal penyesuaian untuk bunga akrual 31/12/08
beban bunga 7.676,29 beban bunga
7.365,83
hutang bunga 7.676,29
hutang bunga
7.365,83
ayat jurnal untuk mencatat penyusutan 31/12/08
beban penyusutan-lease modal 19.000,00 beban penyusutan-lease modal 19.379,08
akumulasi penyusutan- akumulasi penyusutan
lease modal 19.000,00 lease modal
19.379,08
([$100.000 - $ 5.000] : 5 tahun)
($96.895,40 : 5 tahun)
Pembayaran kedua 1/1/09
Beban pajak properti 2.000,00 Beban pajak properti
2.000,00
Kewajiban lease 15.560,00
Kewajiban lease
18.871,26
Beban bunga (atau hutang
Beban bunga (atau hutang
Bunga) 7.676,29
Bunga)
7.365,83
Kas 25.237,09
Kas
25.237,09

Akuntansi lessor untuk nilai residu
Sebagaimana diindikasikan terdahulu, investasi bersih
yang akan dipulihkan oleh lessor akan sama apakah
nilai residu dijamin atau tidak dijamin. Dengan
menggunakan data caterpillar/sterling dan asumsi
adanya nilai residu sebesar $5.000 serta klasifikasi
lease sebagai lease pembiayaan langsung, jumlah
yang dibutuhkan dihitung sebagai berikut :

Nilai pasar wajar peralatan yang dilease
$100.000,00
Kurang : nilai saat ini dari nilai residu ($5.000 x 0.62092, Tbel 6-2)
3.104,60
Nilai yang akan dipulihkan oleh lessor melalui pembayaran lease
$96.895,40
Lima pembayaran lease awal tahun umtuk menghasilkan Pengembalian 10%
($96.895,40 + 4,16986, Tabel 6-5)
$23.237,09

CATERPILLAR FINANCIAL
Skedul Amortisasi lease (dasar anuitas jatuh tempo,nilai residu yang tidak
dijamin atau tidak dijamin)
tanggal

Bunga (10%) Pemulihan
Atas piutang Piutang
lease
lease

Piutang
lease

1/1/08

Pembayaran Biaya
Lease
executory
tahunan
plus nilai
residu
$25.237,09
$2.000

-0-

$23.237,09

100.000,00

1/1/08

$25.237,09

2.000

$7.676,29

15.560,80

76.762,91

1/1/09

25.237,09

2.000

6.120,21

17.116,88

61.202,11

1/1/10

25.237,09

4.408,52

18.828,57

44.085,23

1/1/11

25.237,09

2.525,67

20.711,42

25.256,66

1/1/12

25.237,09

454,76

4.545,24

4.545,24

31/12/12

$131.185,45

$21.185,45

100.000,00

0-

2.000
2.000
0
10.000

Awal lease 1/1/08
Piutanglease100.000,00
100.000,00

Peralatan

Pembayaran pertama yang diterima 1/1/08
Kas
25.237,09
Piutanglease23.237,09
Beban/hutangpajakproperti

2.000,00

Ayat jurnal penyesuaian untuk bunga akrual 31/12/08
Piutangbunga
7.676,29
Pendapatanbunga

7.676,29

Lease jenis penjualan (lessor) Sebagaimana diindikasikan
sebelumnya, perbedaan utma antara lease pembiayaan langsung
dengan lease jenis penjualan adalah laba (atau rugi) kotor produsen
atau penyalu.
Dalam lease jenis penjualan, lessor mencatat harga jual aktiva
terkait, biaya barang terjual dan pengurang persediaan yang terkait,
serta piutang lease. Informasi yang dibutuhkan untuk mencatat
lease jenis penjualan adalah sebagai berikut:
Ketika mencatat pendapatan penjualan dan harga pokok
penjualan, ada perbedaan antara akuntansi untuk nilai residu yang
dijamin dan tidak dijamin. Terdapat kepastian kecil bahwa bagian
nilai residu yang tidak dijamin dari aktiva telah “terjual” oleh karena
itu, penjualan dan harga pokok penjualan hanya diakui untuk
bagian yang realisasinya terjamin. Akan tetapi laba kotor dari
penjualan aktiva adalah sama apakah nilai residu yang digunkan
terjamin atau tidak terjamin.

Opsi pembelian dengan harga khusus (lessee)
Opsi pembelian dengan harga khusu memungkinkan lessee untuk membeli
properti yang dilease dengan harga yang jauh dibawah perkiraan nilai wajar
properti di masa depan. Harga tersebut begitu menguntungkan pada awal lease
sehingga bisa dipastikan bahwa opsi ini akan digunakan. . Jika terdapat opsi
pemebelian dengan harga khusus, maka lessee harus menambah nilai sekarang
dari pembayaran lease minimum dengan nilai sekarang dari harga opsi.
Akuntansi untuk lease dipengaruhi oleh opsi pembelian dengan harga khusus
dalam cara yang sama sepopsi erti pada nilai residu yang dijamin. Artinya, dengan
nilai residu yang dijamin, lesse harus memebayar nilai residu pada akhir lease.
Begitu pula, opsi pembelian dalam harga khusus kemungkinan besar akan dibayar
oleh lessee.
Satu-satunya perbedaan antara perlakuan akuntansi untuk opsi pembelian
dengan harga khusus dan nilai residu yang dijamin dalam jumlah serta situasi
yang sama terletak pada perhitungan penyusutan tahanan. Dalam kasus nilai
residu dijamin, lessee menyusutkan aktiva selama masa lease, sementara dalam
opsi pembelian dengan harga khusus, lessee menggunakan umur ekonomis
aktiva.

Biaya Langsung Awal (Lessor).

Ada dua jenis biaya langsung awal (initial direct cost).20 pertama,
biaya langsung inkremental (incremental direct cost), adalah
biaya-biaya yang dibayarkan kepada pihak ketiga yang
independen, yang terjadi pada awal perjanjian lease.
Jenis kedua, biaya langsung internal (internal direct cost), adalah
biaya-biaya yang secara langsung berhubungan dengan kegiatan
khusus yang dilaksanakan oleh lessor pada lease tertentu.
Namun biaya langsung awal tidak boleh mencangkup biaya tidak
langsung internal, yang berhubungan dengan aktivitas yang
dilaksanakan oleh lesor untuk iklan, menjalankan lease yang sudah
ada, dan menetapkan serta memonitor kebijakan kredit. Biaya ini
juga tidak boleh memasukan biaya untuk supervisi dan
administrasi, serta beban seperti sewa dan penyusustan.

Akuntansi untuk biaya langsung awal tergantung pada jenis
leasenya:
• Untuk lease operasi, lessor harus menangguhkan biaya
langsung awal dan mengalokasikannya selama jangka
waktu lease secara proporsional dengan pendapatan sewa.
• Dalam transaksi lease jenis penjualan, lessor
membebankan biaya langsung awal pada tahun terjadinya;
dibebankan pada periode di mana laba atas penjualan
diakui.
• Dalam lease pembiayaan langsung, biaya langsung awal
ditambahkan ke investasi bersih dalam lease dan
diamortisasi selam umur lease sebagai penyesuaian hasil.

• Lancar Versus Tidak Lancar.

Apa yang terjadi jika situasinya adalah anuitas biasa
(ordinary annuity) dan bukan anuitas jatuh tempo? Sebagai
contoh, misalkan bahwa sewa dibayar pada akhir tahun (31
Desember) dan bukan pada awal tahun (1 Januari). FASB
statement No. 13 tidak mengindikasi cara untuk mengukur
jumlah lancar dan tidak lancar; pernyataan ini
mengharuskan bahwa kewajiban lessee harus diidentifikasi
secara terpisah dalam neraca sebagai kewajiban menurut
lease modal dan harus dianggap, dalam beberapa situasi,
sebagai kewajiban lainnya ketika mengklarifikasinya sebagai
kewajiban lancar dan tidak lancar pada neraca
berklasifikasi.21 metode yang paling umum untuk mengukur
bagian kewajiban lancar dalam lease anuitas biasa adalah
perubahan metode nilai sekarang.22

Mengungkapkan data Lease.
FASB mengharuskan bahwa informasi berikut ini yang
berhubungan dengan lease diungkapkan dalam laporan keuangan
lessee atau dalam catatan. Persyaratan ini dapat bervariasi
menurut jenis lease (modal atau operasi) dan menurut siapa yang
melaporkannya (lessor atau lessee). Persyaratan pengungkapan ini
menyediakan bagi para investor dengan informasi berikut ini:
• Deskripsi umum mengenai sifat perjanjian lease.
• Sifat, waktu, dan jumlah tunai masuk dan tunai keluar terkait
lease, mencangkup pembayaran yang akan dibayar atau
diterima dalam tiap tahun dari lima tahun ke depan.
• Jumlah pemasukkan dan pengeluaran lease yang dilaporkan
dalam laporan laba rugi setiap periode.
• Jumlah pemasukan dan pengeluaran lease yang dilaporkan
dalam laporan laba rugi setiap periode.
• Deskripsi dan jumlah aktiva lease menurut klasifikasi umum
neraca dan kewajiban yang terkait.
• Jumlah piutang dan jumlah pemasukan belum didapat yang
sesuai perjanjian lease.23

AKUNTANSI LEASE-MASALAH YANG BELUM
TERPECAHKAN
• Sebagaimana dijelaskan pada awal bab ini, akuntansi lease adalah bidang yang banyak digunakan
untuk menghindari statement No. 13. Dalam praktik, aturan akuntansi untuk mengkapitalisasi
lease sebagian telah dibuat tidak efektif oleh keinginan yang kuat dari lessee untuk menolak
kapitalisasi. Leasing umumnya melibatkan jumlah dolar yang besar, yang apabila dikapitalisasi
akan meningkatkan secara material kewajiban yang dilaporkan dan karenanya mempengaruhi
secara negatif rasio hutang terhadap ekuitas.
• Untuk menghindari kapitalisasi aktiva yang dilease, perjanjian lease dirancang, ditulis, dan
diinterpretasikan sehingga tidak satupun dari empat kriteria kapitalisasi lease yang terpenuhi
dari sudut pandang lessee. Pengaturan perjanjianlease seperti itu tidak terlalu sulit jika
spesifikasi berikut terpenuhi:
• Pastikan bahwa lease tidak mencangkup pengalihan hak kepemilikan properti kepada lessee.
• Jangan memasukkan opsi pembelian dengan harga khusus (bargain purchase option).
• Tetapkan masa lease lebih kecil 75% dari estimasi umur ekonomis properti yang dilease.
• Atur agar nilai sekarang dari pembayaran lease minimum lebih kecil 90% dari nilai wajar properti
yang dilease.

Menghindari tiga kriteria pertama relarif mudah, tetapi
membutuhkan sedikit kecerdikan untuk menghindari
pengujian pemulihan 90% bagi lessee sekaligus memenuhi
keinginan lessor. Dua faktor yang melibatkan usaha ini adalah
(1) penggunaan suku bunga pinjaman inkremental oleh lessee
apabila lebih tinggi dari suku bunga implisit lessor, dengan
menghilangkan informasi tentang suku bunga implisit bagi
lessee; dan (2) penjamin nilai residu.
Penggunaan suku bunga yang lebih tinggi oleh lessee mungkin
merupakan alasan yang lebih populer. Walupun lessee
mengetahui nilai wajar properti yang dilease dan tentu saja
pembayaran sewa, namun mereka umumnya tidak mengetahui
estimasi nilai residu yang digunakan ole lessor.

Penjamin nilai residu adalah cara lain yang unik tetapi
umum digunakan oleh lessee dan lessor. Pada kenyataannya,
telah muncul industri baru untuk menghindari simerti antara
lessee dan lessor dalam hal akuntansi untuk lease. Penjaminan
nilai residu telah mengakibatkan berkembangnya banyak
perusahaan yang inti fungsinya, atau bahkan satu-satunya
fungsi, adalah untuk menjamin nilai residu aktiva dilease.
Karena nilai residu yang dijamin dimasukan dalam
pembayaran lease minimum untuk lessor, maka pemulihan 90%
dari pengujian nilai pasar wajar dipenuhi. Lease ini bukan
merupakan lease operasi bagi lessor. Namun, karena nilai
residu dijamin oleh pihak ketiga, maka pembayaran lease
minimum oleh lessee tidak mencangkup penjaminan itu.

Judul: Akuntansi Leasing (sewa)

Oleh: Siti Nurjanah (janah)


Ikuti kami