Akuntansi-koperasi

Oleh Hamdi Jb

504,6 KB 4 tayangan 0 unduhan
 
Bagikan artikel

Transkrip Akuntansi-koperasi

BAB 3 AKUNTANSI untuk KOPERASI ◙ Karakteristik Badan Usaha Koperasi ◙ Usaha dan Jenis-Jenis Koperasi ◙ Terminologi ◙ Perlakuan Akuntansi ◙ Tahap Pencatatan Akuntansi Koperasi ◙ Contoh Transaksi dan Formulir 183 AKUNTANSI untuk KOPERASI Gambaran Umum Usaha 1. Karakteristik Badan Usaha Koperasi Koperasi merupakan suatu bentuk perusahaan yang ”unik”, karena berbeda dengan bentuk badan usaha/perusahaan yang lain. Koperasi merupakan kumpulan orang-orang, tetapi berbeda dengan perusahaan yang dimiliki sekumpulan orang-orang (Firma, PT). Koperasi dibentuk dan dikelola secara demokratis untuk memenuhi kebutuhan anggota tanpa menjadikan keuntungan/laba sebagai tujuan utamanya karena koperasi didirikan untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi para anggotanya. Sama seperti di negara-negara yang sedang berkembang, koperasi di Indonesia sulit berkembang dan perkembangannya sangat tertinggal jauh baik oleh badan usaha milik swasta maupun badan usaha pemerintah. Pemerintah selalu berusaha memberikan berbagai kemudahan dan peluang seperti kemudahan dalam memperoleh bantuan permodalan, manajemen, pemasaran, pendidikan dll. Bila koperasi ingin maju, maka harus menawarkan keunggulan khusus atau keunggulan tambahan yang 184 tidak diberikan organisasi-organisasi pesaingnya. Hal ini dapat terwujud bila anggota koperasi secara bersamaan menjadi pemilik maupun pengguna jasa koperasi yang didirikan. 2. Usaha dan jenis-jenis koperasi: Seperti badan usaha yang lain, koperasi dapat berusaha di semua sektor, apakah sektor perdagangan, manufaktur, jasa keuangan dan pembiayaan (financing), asuransi, transportasi dll. Jenis-jenis Koperasi Berdasarkan kepentingan anggota dan usaha utamanya, koperasi dapat digolongkan menjadi: 1. Koperasi Konsumen adalah koperasi yang anggotanya para konsumen akhir atau pemakai barang/jasa. Kegiatan atau jasa utama dari koperasi jenis ini adalah melakukan pembelian bersama. Contoh: Waserda (warung serba ada), minimarket dll 2. Koperasi Produsen adalah koperasi yang anggotanya tidak memiliki perusahaan sendiri, tetapi bekerja sama dalam wadah koperasi untuk menghasilkan dan memasarkan barang atau jasa. Contoh: koperasi karoseri, koperasi jasa konsultasi dll 3. Koperasi Simpan-Pinjam adalah koperasi yang kegiatan atau jasa utamanya menyediakan dan menyimpan uang para anggotanya 4. Koperasi Pemasaran adalah koperasi yang anggotanya para pemilik barang atau jasa dan bersama-sama memasarkan barang atau jasa tersebut. 3. Terminologi (Glosari) Karena perbedaan karakteristik koperasi dibandingkan usaha lainnya, maka terdapat istilah-istilah yang berbeda dengan istilah yang dipakai pada industri lainnya. Beberapa istilah perlu diketahui untuk memahami koperasi. 185 Koperasi merupakan kumpulan dari orang-orang, maka istilah-istilah khusus pada koperasi sebagian besar adalah istilah berhubungan dengan modal koperasi yaitu: Modal anggota adalah simpanan pokok dan simpanan wajib yang harus dibayar anggota koperasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku dalam koperasi tersebut. Modal Sumbangan adalah sejumlah uang atau barang modal yang dapat dinilai dengan uang yang diterima dari pihak lain yang bersifat hibah dan tidak mengikat. Modal sumbangan tidak dapat dibagikan kepada anggota selama koperasi masih beroperasi. Modal Penyertaan adalah sejumlah uang atau barang modal yang dapat dinilai dengan uang yang ditanamkan pemodal untuk menambah dan memperkuat struktur permodalan dan meningkatkan usaha koperasi. Simpanan pokok adalah sejumlah uang yang besarnya sama yang wajib dibayarkan oleh para anggota koperasi pada saat pertama kali masuk sebagai anggota. Simpan jenis ini hanya dapat diambil bila anggota tersebut mengundurkan diri. Simpanan wajib adalah sejumlah uang yang besarnya bervariasi yang wajib dibayar anggota kepada koperasi dalam waktu dan kesempatan tertentu. Simpanan ini hanya dapat diambil bila anggota tersebut mengundurkan diri Cadangan adalah bagian dari sisa hasil usaha yang disisihkan sesuai dengan ketentuan anggaran dasar atau ketetapan rapat anggota. Sisa Hasil Usaha (SHU) adalah gabungan dari hasil partisipasi neto dan laba/rugi kotor dengan nonanggota, ditambah/dikurangi dengan pendapatan dan beban lain serta beban perkoperasian dan pajak penghasilan badan koperasi Disamping itu beberapa istilah yang digunakan dalam pembuatan Laporan Laba-Rugi berbeda dengan istilah perusahaan lainnya, yaitu: Partisipasi Bruto adalah kontribusi anggota kepada koperasi sebagai imbalan penyerahan barang dan jasa kepada anggota yang mencakup harga pokok dan partisipasi neto. Partisipasi Neto adalah kontribusi anggota terhadap hasil usaha koperasi koperasi yang merupakan selisih antara partisipasi bruto dengan beban pokok. 186 Pendapatan dari Non Anggota adalah penjualan barang/jasa kepada non anggota. Beban Perkoperasian adalah beban sehubungan dengan gerakan perkoperasian dan tidak berhubungan dengan kegiatan usaha. Istilah lainnya Promosi Ekonomi Anggota adalah peningkatan pelayanan koperasi kepada anggotanya dalam bentuk manfaat ekonomi yang diperoleh sebagai anggota koperasi. Badan Usaha Otonom adalah bagian organisasi mandiri yang mempunyai kegiatan dan anggota khusus dalam sebuah koperasi sehingga unit usaha ini setara dengan sebuah entitas akuntansi. Contoh: Sebuah koperasi mempunyai unit usaha simpan pinjam, waserda dll. Perlakuan Akuntansi Koperasi harus dikelola secara profesional. Seperti pada Badan Usaha lain, peranan akuntansi sangat penting untuk mengelola keuangan koperasi. Pada prinsipnya akuntansi koperasi tidak jauh berbeda dengan akuntansi perusahaan lainnya. Beberapa perbedaan mendasar diatur dalam PSAK (Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan) untuk koperasi yaitu PSAK No. 27. Berikut ini disajikan perbedaan perlakuan akuntansi untuk: 1. Aktiva 2. Kewajiban 3. Modal 4. Pendapatan dan 5. Beban 1. Aktiva Pencatatan Aktiva koperasi sama dengan perusahaan yang lain kecuali yang dijelaskan dalam PSAK No. 27 paragraf 63 dan 65. a. Pada paragraf 63 menjelaskan perlakuan akuntansi untuk aktiva yang diperoleh dari sumbangan dan b. Pada paragraf 65 menjelaskan perlakuan akuntansi untuk aktiva yang dibatasi penggunaannya. 187 Koperasi merupakan kumpulan orang-orang dan merupakan badan usaha yang diharapkan menjadi soko guru ekonomi di Indonesia maka pemerintah secara berkala mengadakan pembinaan ataupun pemberian bantuan. Perlakuan akuntansinya diatur sebagai berikut: 63 Aktiva yang diperoleh dari sumbangan yang terikat penggunaannya dan tidak dapat dijual untuk menutup kerugian koperasi diakui sebagai aktiva lain-lain. Sifat keterikatan penggunaan tersebut dijelaskan dalam catatan atas laporan keuangan Aktiva yang dicadangkan untuk kepentingan bersama para anggota merupakan aktiva yang bukan milik koperasi. Oleh karena itu pengurus harus mempertanggungjawabkan penggunaan aktiva ini dan dalam pencatatannya tidak boleh diakui sebagai aktiva koperasi. Hal ini diatur dalam paragraf 65 65 Aktiva-aktiva yang dikelola oleh koperasi, tetapi bukan milik koperasi, tidak diakui sebagai aktiva, dan harus dijelaskan dalam catatan atas laporan keuangan 2. Kewajiban Untuk kewajiban yang ada di koperasi sama dengan kewajiban di Badan Usaha lain kecuali yang diatur dalam PSAK. Kewajiban yang diatur PSAK No. 27 paragraf 61 adalah simpanan Sukarela. Simpanan Pokok dan Simpanan Wajib merupakan modal koperasi karena simpanan ini tidak dapat diambil sewaktu-waktu. Simpanan anggota yang sifatnya sukarela (simpanan sukarela) tidak dapat dianggap sebagai modal karena simpanan ini dapat diambil sewaktu-waktu. Oleh karena itu simpanan sukarela dianggap sebagai utang sebagaimana dijelaskan dalam PSAK No. 27 paragraf 61 . 61 Simpanan anggota yang tidak berkarakteristik sebagai ekuitas diakui sebagai kewajiban jangka pendek atau jangka panjang sesuai dengan tanggal jatuh temponya dan dicatat sebesar nilai nominalnya 3. Ekuitas Koperasi merupakan kumpulan dari orang-orang yang memenuhi syarat sebagai anggota. Oleh karena itu ekuitas koperasi merupakan kumpulan dari setoran para anggota baik berupa simpanan pokok maupun simpanan wajib yang tidak dapat diambil selama yang bersangkutan masih tercatat sebagai 188 anggota. Selain itu ekuitas koperasi berasal dari modal sumbangan, modal penyertaan, cadangan dan SHU (Sisa Hasil Usaha) yang belum dibagi. 4. Pendapatan Pendapatan diatur dalam PSAK No. 27 paragraf 67 dan 69 67 Pendapatan yang timbul dari transaksi koperasi dengan anggota diakui sebesar pendapatan bruto Sedangkan di paragraf 69 dinyatakan 69 Pendapatan koperasi yang berasal dari transaksi dengan nonanggota diakui sebagai pendapatan (penjualan) yang dilaporkan terpisah dari partisipasi anggota dalam laporan perhitungan hasil usaha sebesar nilai transaksi. Selisih antara pendapatan dan beban pokok transaksi dengan non-anggota diakui sebagai laba atau rugi kotor dengan non-anggota. 5. Beban Beban diatur dalam PSAK No. 27 paragraf 72 a. Beban Usaha dan beban-beban perkoperasian harus disajikan terpisah dalam laporan perhitungan hasil usaha. Laporan Keuangan Hasil akhir dari akuntansi koperasi adalah laporan keuangan. Laporan keuangan koperasi terdiri dari: a. neraca, b. perhitungan hasil usaha, c. laporan arus kas, d. laporan promosi ekonomi anggota, dan e. Catatan atas laporan Keuangan. Neraca menyajikan informasi mengenai aktiva, kewajiban dan ekuitas koperasi pada waktu tertentu. Modal koperasi terdiri dari simpanan pokok, simpanan wajib, cadangan koperasi, dan hibah/donasi. Simpanan sukarela dimasukkan dalam utang lancar. Hal ini disebabkan Simpanan Sukarela merupakan simpanan yang dapat diambil setiap saat. Aktiva disajikan menurut tingkat likuiditas dan utang disusun berdasarkan jatuh temponya. Laporan perhitungan hasil usaha atau laporan sisa hasil usaha (SHU) memuat hasil usaha dengan anggota dan laba/rugi kotor dengan nonanggota. Pada dasarnya, harus diadakan pemisahan antara penggunaan 189 pendapatan yang diperoleh dari pelayanan terhadap anggota sendiri dan terhadap pihak ketiga atau nonanggota. Demikian pula harus dibedakan penjualan kepada anggota dan bukan anggota. Jadi bagian sisa hasil usaha yang diperoleh dari pelayanan terhadap pihak ketiga, termasuk bukan anggota, tidak boleh dibagikan pada anggota karena bagian pendapatan ini bukan diperoleh dari jasa anggota sehingga lebih baik digunakan untuk biaya cadangan. Laporan arus kas adalah laporan yang menyajikan informasi perubahan kas pada periode tertentu yang terdiri dari saldo awal, sumber penerimaan, pengeluaran kas pada periode tertentu. Laporan promosi ekonomi anggota adalah laporan yang mengikhtisarkan manfaat ekonomi yang didapat anggota selama periode tertentu. Laporan ini mengikhtisarkan: 1. manfaat ekonomi dari pembelian atau pengadaan barang. 2. manfaat ekonomi dari pemasaran dan pengolahan bersama. 3. manfaat ekonomi dari simpan pinjam lewat koperasi. 4. manfaat ekonomi dari pembagian sisa hasil usaha (SHU). Catatan atas laporan Keuangan menyajikan pengungkapan (disclosure) yang memuat: 1. yang berhubungan dengan perlakuan akuntansi antara lain mengenai: a. Pengakuan pendapatan dan beban sehubungan dengan transakasi koperasi baik dengan anggota maupun dengan nonanggota. b. Kebijakan akuntansi tentang aktiva tetap, penilaian persediaan, piutang dll. c. Dasar penetapan harga pelayanan baik kepada anggota maupun kepada nonanggota. 2. pengungkapan informasi yang lain, di antaranya: a. Kegiatan atau pelayanan utama koperasi kepada anggota baik yang tercantum di AD/ART (Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga) maupun dalam praktik yang dilakukan koperasi b. Aktivitas koperasi dalam pengembangan sumber daya dan mempromosikan usaha ekonomi anggota, pendidikan dan pelatihan perkoperasian, usaha, manajemen yang diselenggarakan untuk anggota dan penciptaan lapangan usaha baru untuk anggota. c. Ikatan atau kewajiban bersyarat yang timbul dari transaksi koperasi dengan anggota dan nonanggota. 190 d. Pengklasifikasian piutang dan utang yang timbul dari transaksi koperasi dengan anggota dan nonanggota. e. Pembatasan penggunaan dan risiko atas aktiva tetap yang diperoleh dari hibah atau sumbangan. f. Aktiva yang dioperasikan oleh koperasi tetapi bukan milik koperasi. g. Aktiva yang diperoleh dari hibah dalam bentuk pengalihan saham dari perusahaan swasta. h. Pembagian Sisa hasil Usaha dan penggunaan cadangan. i. Hak dan tanggungan pemodal yang modalnya berupa modal penyertaan. j. Penyelenggaraan Rapat Anggota dan keputusan-keputusan penting yang berpengaruh pada perlakuan akuntansi dan penyajian laporan keuangan. Di bagian berikut disajikan ilustrasi bentuk/format Laporan Keuangan Neraca KOPERASI ”MAJU BERSAMA” NERACA 31 Desember 2007 dan 2008 AKTIVA 2007 2008 Aktiva Lancar (Rp) xxx (Rp) xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx Kas dan bank Investasi jangka pendek Piutang usaha Piutang pinjaman anggota Piutang pinjaman non-anggota Piutang lain-lain xxx xxx xxx xxx KEWAJIBAN DAN EKUITAS Kewajiban Jangka Pendek Utang usaha Utang bank Utang pajak Utang simpanan anggota Utang dana bagian SHU Utang jangka panjang akan jatuh tempo 2007 2008 (Rp) xxx (Rp) xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx 191 Penyisihan piutang tak tertagih Persediaan Pendapatan akan diterima Jumlah Aktiva Lancar Investasi Jangka Panjang Penyertaan pada koperasi Penyertaan pada non-koperasi Jumlah Investasi Jangka Panjang Aktiva Tetap Tanah/hak atas tanah Bangunan Mesin Inventaris Akumulasi penyusutan Jumlah Aktiva Tetap Aktiva Lain-Lain Aktiva tetap dalam konstruksi Beban ditangguhkan Jumlah Aktiva Lain-Lain 192 xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx Biaya harus dibayar Jumlah Kewajiban Jangka Pendek Kewajiban Jangka Panjang Utang bank xxx xxx xxx xxx xxx xxx Utang jangka panjang lainnya Jumlah Kewajiban Jangka Panjang Ekuitas Simpanan wajib Simpanan pokok xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx Modal penyetaraan partisipasi anggota Modal penyertaan Modal sumbangan Cadangan xxx xxx SHU belum dibagi xxx xxx Jumlah ekuitas xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx JUMLAH AKTIVA xxx xxx JUMLAH KEWAJIBAN DAN EKUITAS xxx xxx Laporan perhitungan sisa hasil usaha (SHU) KOPERASI ”MAJU BERSAMA” LAPORAN PERHITUNGAN HASIL USAHA Untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2007 dan 2008 (dalam ribuan rupiah) PARTISIPASI ANGGOTA Partisipasi bruto anggota Beban pokok Partisipasi neto anggota 2007 Rpxxx xxx xxx Rpxxx 2008 Rpxxx xxx xxx Rpxxx PENDAPATAN DARI NON-ANGGOTA Penjualan Harga pokok Laba(rugi) kotor dengan nonanggota Sisa hasil usaha kotor Rpxxx xxx xxx xxx Rpxxx Rpxxx xxx xxx xxx Rpxxx BEBAN OPERASI Beban usaha Sisa hasil usaha koperasi Beban perkoperasian Sisa hasil usaha setelah beban perkoperasian Pendapatan dan beban lain-lain Sisa hasil usaha sebelum pos-pos luar biasa Pendapatan dan beban luar biasa Sisa hasil usaha sebelum pajak Pajak penghasilan Sisa hasil usaha setelah pajak Rpxxx Rpxxx xxx Rpxxx xxx Rpxxx xxx Rpxxx xxx Rpxxx Rpxxx Rpxxx xxx Rpxxx xxx Rpxxx xxx Rpxxx xxx Rpxxx 193 Laporan promosi ekonomi anggota (koperasi konsumsi) KOPERASI ”MAJU BERSAMA” LAPORAN PROMOSI EKONOMI ANGGOTA Untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2007 dan 2008 (dalam ribuan rupiah) 2007 2008 Manfaat Ekonomi dari Pemasaran Produk Anggota Pemasaran produk anggota atas dasar harga koperasi Pemasaran produk anggota atas dasar harga pasar Jumlah promosi ekonomi dan transaksi pemasaran produk anggota Rpxxx xxx Rpxxx Rpxxx xxx Rpxxx Manfaat Ekonomi dari Pengadaan barang untuk Anggota Pemasaran produk anggota atas dasar harga koperasi Pemasaran produk anggota atas dasar harga pasar Jumlah promosi ekonomi dan transaksi pengadaan barang untuk anggota Rpxxx xxx Rpxxx Rpxxx xxx Rpxxx Manfaat Ekonomi dari Simpan Pinjam Lewat Koperasi Penghematan beban pinjaman anggota Kelebihan balas jasa simpanan anggota Jumlah promosi ekonomi dari transaksi penyediaan jasa untuk anggota Rpxxx xxx Rpxxx Rpxxx xxx Rpxxx Jumlah Promosi Ekonomi Anggota Selama Tahun Berjalan Rpxxx Rpxxx Promosi Ekonomi pada Akhir Tahun Pembagian sisa hasil usaha tahun berjalan untuk anggota Rpxxx Rpxxx JUMLAH PROMOSI EKONOMI ANGGOTA Rpxxx PROMOSI EKONOMI SELAMA TAHUN BERJALAN 194 Rpxxx Untuk memperjelas bahasan akuntansi koperasi, maka di bagian berikutnya diuraikan pencatatan yang dilakukan dalam satu siklus akuntansi. Siklus Akuntansi Koperasi sama seperti Badan Usaha yang lain yang dimulai dari bukti transaksi dan berakhir pada penyajian Laporan Keuangan. Uraian masing-masing tahapan dalam siklus tersebut diberikan di bahasan berikut . Bukti-bukti transaksi koperasi Bukti transaksi merupakan dokumen dasar untuk membuat jurnal dan merupakan bukti bahwa telah terjadi transaksi di koperasi.. Semua bukti transaksi dari bagian pembelian, bagian penjualan, dan bagian lain-lain datang ke bagian akuntansi. Bukti-bukti tersebut harus dianalisis kebenarannya. Hal ini dilakukan untuk menghindari penyelewengan-penyelewengan. Masing-masing koperasi mempunyai bukti-bukti transaksi yang berbeda dan akan tergantung pada jenis koperasinya. Berikut ini diberikan contoh bukti-bukti transaksi yang ada di unit toko koperasi ”Maju Bersama”. Bukti transaksi yang ada di unit toko koperasi ”Maju Bersama” sama seperti bukti transaksi yang terjadi di perusahaan dagang lainnya, yang dapat dikelompokkan menjadi: a. Bukti penerimaan kas b. Bukti pengeluaran kas c. Bukti penjualan d. Bukti pembelian dan e. Bukti umum a. Bukti penerimaan kas adalah bukti transaksi yang membuktikan bahwa koperasi telah menerima sejumlah uang tunai atau alat pembayaran yang sama dengan uang tunai (cek). Bukti penerimaan kas digunakan sebagai tempat mencatat semua transaksi yang berhubungan dengan penerimaan uang tunai . Sumber penerimaan uang tunai antara lain dari: 1. penerimaan simpanan dari anggota koperasi 2. penerimaan dari penjualan tunai 3. penerimaan tagihan dari debitur 4. penerimaan uang dari pihak lain yang merupakan realisasi hak koperasi 5. penerimaan bunga 6. penerimaan berupa uang jasa seperti komisi 7. penerimaan kembali utang karyawan koperasi 8. penerimaan lainnya yang dapat menambah uang tunai koperasi. 195 Untuk tujuan pengendalian, bukti penerimaan kas dibuat minimal rangkap dua dan masing-masing dibuat dengan warna yang berbeda agar tidak terjadi penyelewengan. Jika bukti dibuat rangkap tiga, maka yang asli untuk pembayar, yang kedua untuk bagian keuangan, dan yang ketiga untuk arsip kasir. Bentuk dari Bukti Penerimaan Kas tergantung pada kebutuhan masing-masing koperasi dengan memperhatikan prinsip pengendalian dan mengarah pada pengelolaan yang profesional. Contoh: Pada tanggal 12 Januari 2007, koperasi simpan pinjam ”Berkah”, menerima selembar cek dari Andra senilai Rp 400.000,00 dan uang tunai sejumlah Rp20.000,00. Pembayaran tersebut terdiri dari angsuran pinjaman Rp225.000,00 bunga pinjaman Rp15.000,00 dan tabungan sukarela Rp180.000,00. Koperasi simpan pinjam ”Berkah” mencatat transaksi di atas ke dalam bukti penerimaan kas sebagai berikut: KOPERASI SIMPAN PINJAM ”BERKAH” Jl. Bandung no. 003, Malang Tlp: (0341) 567899 Malang, 12 Januari 2007 BPK no: 005/BPK/07 BUKTI PENERIMAAN KAS (anggota/bukan anggota) Telah diterima dari: Andra Terdiri dari: Uang tunai : Rp 20.000,00 Cek : Rp 400.000,00 Jumlah : Rp 420.000,00 (empat ratus dua puluh ribu rupiah) Untuk 196 : Penerimaan pokok pinjaman Bunga pinjaman Tabungan Rp 225.000,00 Rp 15.000,00 Rp 180.000,00 Disetujui oleh Dibukukan oleh Diterima oleh Ariel Dhani Nia ––––––––– Manajer ––––––––––– Bag. pembukuan ––––––––––––– Kasir Untuk pembukuan Ref Hal buku harian/ Jurnal : 34 111 114 411 213 Debet Kredit Rp420.000,00 Rp225.000,00 Rp15.000,00 Rp180.000,00 Putih: untuk pembayar Merah: Pembukuan Biru: Bagian keuangan Kuning: arsip 111: akun kas 114: akun pinjaman yang diberikan 411: akun bunga atas volume pinjaman yang diberikan 213: akun tabungan Idul Fitri b. Bukti pengeluaran kas adalah bukti transaksi yang membuktikan bahwa koperasi telah membayar sejumlah uang tunai atau alat pembayaran lainnya yang disamakan dengan uang tunai. Bukti pengeluaran merupakan alat untuk mencatat semua transaksi yang berhubungan dengan pengeluaran uang kas atau tunai, Pengeluaran uang tunai antara lain digunakan untuk: 1. pembayaran kembali simpanan sukarela 2. pengembalian simpanan pokok dan wajib kepada anggota koperasi yang keluar 3. pembelian barang secara tunai 4. pemberian pinjaman kepada anggota koperasi 5. pembayaran gaji karyawan dan manajer 6. pengeluaran-pengeluaran lainnya Contoh: 1. Pada tanggal 21 Januari 2007 Koperasi mengeluarkan uang untuk pencairan pinjaman anggota no 107 atas nama Arjuna sebesar Rp275.000,00. Dari pinjaman ini biaya administrasi yang dikenakan ke pinjaman tersebut sebesar Rp25.000,00 yang langsung dipotong pada saat pencairan.Transaksi ini dapat di samping dicatat di bukti penerimaan kas juga dicatat di jurnal. Contoh formulir bukti pengeluaran kas 197 KOPERASI ”MAJU BERSAMA” Jl. Anggrek no. 003, Malang Tlp: (0341) 456789 Malang,………. BKK no: BUKTI PENGELUARAN KAS Telah dibayarkan kepada:…Tuan Arjuna (anggota/bukan anggota) Terdiri dari: Uang tunai : Rp 275.000,00 Cek : Rp…-………………………………………… Jumlah : Rp 275.000 (dua ratus tujuh puluh lima ribu rupiah) Untuk : pencairan pinjaman senilai Rp 300.000,00 dan biaya administrasi Rp25.000,00 Dibuat oleh Disetujui oleh Diterima oleh ___________ (Kasir) ______________ (Manajer Koperasi) ______________ (Nama) Untuk pembukuan Ref Debet Kredit Hal buku harian :…………… Jurnal :……………. Putih: Penerima Merah muda: Pembukuan Biru: Bag. keuangan Kuning: Arsip Jurnalnya: Piutang Arjuna Rp300.000,00 Pendapatan administrasi Rp25.000,00 Kas Rp275.000,00 2. Pada tanggal 5 Januari 2007, koperasi Makmur Sejahtera membayar utang kepada PT Mandiri Perkasa sebesar Rp32.000.000,00 (Faktur pembelian no. 310/FP/01). Bukti pengeluaran kas yang dibuat oleh koperasi adalah sebagai berikut: 198 KOPERASI SIMPAN PINJAM ”MAKMUR SEJAHTERA” Jl. Titan no. 57, Malang Tlp: (0341) 758347 Malang, 5 Januari 2007 BKK no: 001/BKK/07 BUKTI PENGELUARAN KAS Telah dibayarkan kepada: PT Mandiri Perkasa (anggota/bukan anggota) Terdiri dari: Uang tunai : Rp…………………………………………… Cek : Rp32.000.000,00 Jumlah : Rp32.000.000,00 (Tiga puluh dua juta rupiah) Untuk : Pembayaran Utang kepada PT Mandiri Perkasa Faktur pembelian no. 310/FP/01). Dibuat oleh Disetujui oleh Diterima oleh Rizki _________ (Kasir) Andien ________________ (Manajer Koperasi) ama ____________ (Nama) Untuk pembukuan Hal buku harian Jurnal : 01 Ref Debet 211 111 Rp32.000.000,00 Kredit Rp32.000.000,00 Putih: untuk pembayar Merah: Pembukuan Biru: Bagian keuangan Kuning: arsip 199 Bukti penjualan/faktur penjualan adalah bukti pembukuan yang membuktikan koperasi melakukan transaksi penjualan barang secara kredit. Penjualan secara tunai dicatat pada bukti penerimaan kas. Ilustrasi pencatatan bukti penjualan Pada 12 Januari 2007, Koperasi Sejahtera Mandiri yang beralamat di Jalan Arif Rahman Hakim no. 23 Malang, Telp (0341) 563738 menjual barang kepada Tuan Adnan (anggota) secara kredit. Barang-barang yang dijual adalah sebagai berikut: 25 boks air mineral gelas merk ”Oase” Rp175.000,00 30 buah notes merk ”Cahaya” Rp210.000,00 5 boks mi instan merk ”Supermi” Rp175.000,00 KOPERASI ”Sejahtera Mandiri” Jl. Arif Rahman Hakim no. 23, Malang Telp (0341) 563738 Malang, 12 Januari 2007 FJ No.: 013/FJ/07 FAKTUR PENJUALAN Akun Tuan: Adnan (anggota/bukan anggota) Didebet uang Rp560.000,00 ( lima ratus enam puluh ribu rupiah ) Untuk penyerahan barang-barang: No. Nama barang Banyak Harga satuan Jumlah 1. 2. 3. Air mineral merk ’Oase’ Notes merk ’Cahaya’ Mi instan merk ’Supermi’ 25 boks 30 buah 5 boks Rp 7.000,00 Rp 7.000,00 Rp 35.000,00 Rp 175.000,00 Rp 210.000,00 Rp 175.000,00 Manajer Kabag. Penjualan _____________ (Adrian) ________________ (Bayu) Untuk pembukuan Ref Debet Hal buku harian :…………… Jurnal :023 112 411 Rp560.000,00 Putih: Pembeli Merah: Pembukuan Biru: Bagian keuangan 112: akun piutang dagang 200 411: akun penjualan Kredit Rp560.000,00 Kuning : Arsip Bukti pembelian/faktur pembelian adalah bukti pembukuan yang membuktikan koperasi telah membeli barang secara kredit. Pembelian secara tunai dicatat pada bukti pengeluaran kas. Ilustrasi pencatatan bukti pembelian Pada tanggal 14 Februari 2007, Koperasi ”Setaman Jaya” yang beralamat di Jl. Mertojoyo 235 Malang, Telp (0341) 490677 membeli barang secara kredit berupa 5 buah lemari ukuran sedang dari Toko Abadi yang beralamat di Jl. Arwana 32 seharga Rp900.000,00. KOPERASI ”SETAMAN JAYA” Jl. Mertojoyo 235, Malang Tlp: (0341) 490677 Malang, 14 Februari 2007 FB No.: 043/FB/07 FAKTUR PEMBELIAN Dibeli dari:……………………………………………….. (anggota/bukan anggota) No. Nama barang banyak Harga satuan Jumlah 1. Lemari ukuran sedang 5 buah Rp180.000,00 Rp900.000,00 Pegawai Gudang ____________ (Zaki) Telah diperiksa kebenarannya Kepala Bagian Pembelian Manajer _____________________ (Diaz) __________________ (Thalita) Untuk pembukuan Ref Debet Hal buku harian :…………… 511 Rp900.000,00 Jurnal 211 : 67 Putih: Penjual Kuning: Pembukuan Biru: Bagian keuangan 511: akun pembelian 211: akun utang dagang Kredit Rp900.000,00 Jingga: Arsip 201 Bukti umum/bukti serba-serbi adalah bukti pembukuan yang digunakan untuk mencatat transaksi yang tidak dapat dicatat dalam bukti penerimaan kas, bukti pengeluaran kas, faktur penjualan, faktur pembelian. Transaksi yang dicatat pada bukti ini adalah: 1. retur pembelian 2. retur penjualan 3. penghapusan piutang 4. penghapusan aktiva tetap 5. pembagian SHU Ilustrasi pencatatan bukti umum atau serba-serbi Pada tanggal 20 Februari 2007 Unit toko Koperasi Setaman Jaya mengembalikan 2 buah lemari ukuran sedang yang dibeli dari Toko Abadi KOPERASI ”SETAMAN JAYA” UNIT TOKO Jl. Mertojoyo 235, Malang Tlp: (0341) 490677 Malang, 20 Februari 2007 BUKTI UMUM No: 07/BU/07 Lemari ukuran sedang yang dibeli dari Toko Abadi sebanyak 2 buah @ Rp150.000,00 dikembalikan karena rusak Dibukukan oleh Telah diperiksa kebenarannya Manajer Unit Toko Kepala Bagian Akuntansi ____________ (Alif) ______________ (Annisa) ________________ (Yudha) Untuk pembukuan Ref Debet Hal buku harian :…………… 211 Rp300.000,00 Kredit Jurnal :……………. 513 Rp300.000,00 Putih: Penerima Biru: Bagian keuangan Jingga: Arsip 211: akun utang dagang 513: akun retur pembelian dan potongan harga 202 Tahap Pencatatan Akuntansi Koperasi Dari bukti transaksi yang telah diuraikan sebelumnya, tahap berikutnya adalah membuat jurnal. A. Jurnal Jurnal adalah daftar atau buku tempat mencatat transaksi secara kronologis (berurutan) sesuai tanggal terjadinya transaksi dengan mencantumkan akun yang didebit dan akun yang dikredit serta jumlah nominal masing-masing. Contoh: Berikut adalah transaksi-transaksi yang terjadi di Koperasi Sumber Makmur selama bulan Mei 2007 Mei 1 Dibeli perlengkapan toko koperasi secara kredit Rp321.000,00 4 Dijual barang dagangan secara kredit kepada Toko Ali Rp6.350.000,00 6 Diterima simpanan pokok dan wajib dari 8 anggota baru koperasi. Simpanan pokok Rp125.000,00 simpanan wajib Rp75.000,00 Jurnal yang dibuat untuk mencatat transaksi-transaksi di atas adalah: Tanggal Mei 1 4 6 No. Bukti FB 031 FJ 023 BKM 012 Nama akun Perlengkapan toko Utang dagang Membeli perlengkapan toko secara kredit Ref Debet 321.000 Kredit 321.000 Piutang dagang Penjualan Menjual barang dagangan secara kredit 6.350.000 Kas Simpanan pokok Simpanan wajib Menerima setoran simpanan pokok dan simpanan wajib dari anggota baru 1.600.000 6.350.000 1.000.000 600.000 203 B. Buku Besar Setelah transaksi-transaksi selesai dicatat dalam jurnal, berikutnya harus dipindahkan atau posting transaksi-transaksi tersebut ke buku besar. Buku besar (Ledger) adalah kumpulan akun-akun suatu perusahaan. Pencatatan atas bertambah atau berkurangnya suatu akun dalam buku besar akan mempengaruhi satu atau lebih akun lainnya. Hal ini merupakan akibat dari sistem pencatatan berpasangan (double entry system). Pengaruh dari kenaikan atau penurunan suatu akun adalah bertambahnya atau berkurangnya akun lain.Dalam pencatatan akun-akun di buku besar membutuhkan akun-akun yang tersusun dengan baik. Untuk membantu penyusunan akun-akun tersebut, dibutuhkan Kode akun. Kode akun yaitu simbol berupa angka, huruf, atau gabungan keduanya yang menunjukkan akun tertentu. Bagan atau daftar yang menunjukkan kode akun dan akun yang dikodekannya disebut bagan akun. Dalam pembuatan kode akun harus diingat bahwa perusahaan (koperasi) akan berdiri/beroperasi selamanya (prinsip going concern). Dengan demikian kode yang dibuat harus dirancang untuk kepentingan jangka panjang. Contoh bagan akun koperasi simpan pinjam I. AKTIVA 1.1. AKTIVA LANCAR 1.1.01 Kas 1.1.01.01 Kas 1.1.02 Bank 1.1.02.01 Bank BNI 1.1.02.02 Bank BRI 1.1.02.03 Bank Mandiri 1.1.03 Piutang 1.1.03.01 Piutang 1.1.04 Penyisihan piutang tak tertagih 1.1.04.01 Penyisihan piutang tak tertagih 1.1.05 Pendapatan Jasa yang akan ditagih 1.1.05.01 Pendapatan Jasa yang akan ditagih 1.2. AKTIVA TETAP 1.2.01 Tanah 1.2.01.01 Tanah 204 1.2.02 Gedung kantor 1.2.01.02 Gedung kantor 1.2.03 Peralatan kantor 1.2.03.01 Peralatan kantor 1.2.04 Akumulasi Penyusutan 1.2.04.01 Akumulasi Penyusutan Gedung 1.2.04.02 Akumulasi Penyusutan Peralatan II. KEWAJIIBAN 2.1. KEWAJIBAN LANCAR 2.1.01 Dana sosial 2.1.01.01 Dana sosial 2.1.02 Dana Pendidikan 2.1.02.01 Dana Pendidikan 2.1.03 Dana pembangunan kerja daerah 2.1.03.01 Dana pembangunan kerja daerah 2.1.04 Dana kesejahteraan pegawai 2.1.04.01 Dana kesejahteraan pegawai 2.1.05 Tabungan Idul Fitri 2.1.05.01 Tabungan Idul Fitri 2.2. KEWAJIBAN JANGKA PANJANG 2.2.01 Utang Bank 2.2.01.01 Utang Bank Mandiri 2.2.01.02 Utang Bank Muamalat 2.2.01.03 Utang Bank BNI III. Modal 3.1. Simpanan pokok 3.1.01 Simpanan pokok 3.1.01.01 Simpanan pokok 3.2. Simpanan wajib 3.2.01 Simpanan wajib 3.2.01.01 Simpanan wajib 3.3. Sisa Hasil Usaha 3.3. 01 Sisa Hasil Usaha 3.3. 01.01 Sisa Hasil Usaha 3.4. Cadangan 3.4.01. Cadangan 3.4. 01.01.Cadangan 205 IV. PENDAPATAN 4.1. Pendapatan Operasional 4.1.01. Pendapatan jasa 4.1.01.01 Pendapatan jasa 4.2. Pendapatan komisi 4.2.01 Pendapatan komisi 4.2.01.01 Pendapatan komisi 4.3. Pendapatan lain-lain 4.3.01 Pendapatan lain-lain 4.3.01.01 Pendapatan lain-lain V. BEBAN-BEBAN 5.1. Beban bunga bank 5.1.01 Beban bunga bank 5.1.01.01 Beban bunga bank Mandiri 5.1.01.02 Beban bunga bank Muamalat 5.1.01.03 Beban bunga bank BNI 5.2. Beban gaji/upah 5.2.01 Beban gaji/upah 5.2.01.01 Beban gaji/upah karyawan tetap 5.2.01.02 Beban gaji/upah karyawan kontrak 5.3. Beban RAT Tahun Buku 5.3.01 Beban RAT Tahun Buku 5.3.01.01 Beban RAT Tahun Buku 5.4. Beban administrasi dan umum 5.4.01 Beban administrasi dan umum 5.4.01.01 Biaya listrik, air, dan telepon 5.4.01.02 Beban transportasi 5.4.01.03 Beban rapat 5.4.01.04 Beban penghapusan piutang 5.4.01.05 Beban penyusutan gedung kantor 5.4.01.06 Beban penyusutan peralatan kantor 5.4.01.07 Tunjangan hari raya 5.4.01.08 Beban pembinaan 5.4.01.09 Pajak Penghasilan (PPh) 206 Jika diperhatikan dengan lebih teliti, kode dan nama akun di atas memiliki kesamaan dengan kode dan nama akun untuk perusahaan jasa dan perusahaan dagang. Perbedaan yang tampak untuk bagan akun koperasi adalah pada akun-akun modal koperasi. Jika pada perusahaan jasa atau dagang modal berupa setoran pemilik (perusahaan perseorangan), modal koperasi terdiri dari simpanan pokok dan simpanan wajib. Contoh B-3 Dengan menggunakan data jurnal pada contoh di atas, posting ke buku besar adalah sebagai berikut: Kas Tanggal Keterangan Mei 6 Menerima setoran simpanan pokok dan simpanan wajib Piutang dagang Tanggal Keterangan Mei 4 Menjual barang dagangan secara kredit Ref Ref Perlengkapan toko Tanggal Keterangan Ref Mei 1 Membeli perlengkapan toko Debet 1.600.000 Debet 6.350.000 Debet 321.000 kredit Kredit Kredit no: 111 Saldo 1.600.000 D no: 112 Saldo 6.350.000 D no:114 Saldo 321.000 D 207 Utang dagang Tanggal Keterangan Ref Mei 1 Membeli perlengkapan toko Simpanan pokok Tanggal Keterangan Mei 6 Simpanan wajib Tanggal Keterangan Mei 6 Penjualan Tanggal Keterangan Mei 4 Menjual barang dagangan secara kredit Ref Ref Ref Debet Debet Debet Debet Kredit 321.000 no: 211 Saldo 321.000 K Kredit 1.000.000 no: 311 Saldo 1.000.000 K Kredit 600.000 no: 312 Saldo 600.000 K kredit 6.350.000 no:411 Saldo 6.350.000 K C. Buku Besar Pembantu (Subsidiary Ledger) Buku besar pembantu (subsidiary ledger) adalah buku besar yang digunakan untuk merinci lebih lanjut informasi yang terdapat dalam salah satu akun di dalamnya. Akun yang memiliki buku besar pembantu disebut akun pengendali (controlling account). Buku besar pembantu yang dimiliki oleh koperasi adalah: 208 1. 2. 3. 4. 5. 6. buku piutang kepada anggota buku utang pada anggota buku utang buku piutang buku simpanan anggota buku aktiva tetap Contoh : Dengan menggunakan data jurnal A-1 dan buku besar B-3, contoh buku besar pembantu adalah sebagai berikut: Buku simpanan anggota (untuk satu orang) KOPERASI SUMBER MAKMUR Jl. Mawar Jambe 83, Malang Telp: (0341) 485769 Nama anggota : Firman Alamat: Jl. Tenaga Dalam No. 32 Tlp. (0341) 489729 Pekerjaan: Arsitek No. anggota : 07-039 Tanggal masuk : 6 Mei 2007 Tanggal keluar : ………. Tanda tangan: (dalam ribuan rupiah) Tanggal Keterangan Mei 6 Debet Simpanan Kredit Simpanan Saldo Wajib Pokok Sukarela Wajib Pokok Sukarela simpanan 125 75 Paraf 200 Setelah dilakukan posting ke buku besar, maka tahapan selanjutnya adalah mengumpulkan saldo-saldo di akhir periode. Kumpulan saldo-saldo buku besar di akhir periode dinamakan Neraca Saldo. Seperti perusahaan yang lain, pencatatan yang dilakukan koperasi juga menggunakan dasar akrual (accrual basis). Oleh karena itu pada akhir periode memerlukan jurnal penyesuaian (adjusting entries). Pada prinsipnya pemakaian metode akrual ini adalah mengakui pendapatan yang sudah menjadi 209 haknya walaupun belum diterima dan membebankan biaya bila sudah menjadi kewajibannya. Untuk memudahkan penyusunan Laporan Keuangan, sebaiknya disusun Kertas Kerja (worksheet). Cara penyusunannya sama dengan yang dilakukan perusahaan pada umumnya. Dari hasil Kertas Kerja yang disusun sebelumnya, koperasi dapat dengan mudah menyusun Laporan Keuangan. Contoh soal dan penyelesaiannya: Sekelompok pengrajin kulit yang banyak memproduksi jaket, sabuk, dompet dll di desa Jamberejo Kecamatan Bululawang Kabupaten Malang akan mendirikan Koperasi untuk memperlancar usaha mereka. Koperasi tersebut diberi nama Koperasi Serba Usaha ”Makmur Sentosa”. Transaksi selama bulan April 2007 adalah sebagai berikut: April 210 2 Menerima setoran dari anggota dengan rincian: simpanan pokok Rp200.000.000,00, simpanan wajib Rp100.000.000,00 dan simpanan sukarela Rp30.000.000,00 3 Untuk mengurangi risiko, dibuka rekening tabungan atas nama Sdr Sofyan selaku ketua dan Ibu Agustin selaku bendahara, di bank BRI kota Malang sebesar Rp250.000.000,00 3 Bapak Muhammad sebagai penggagas awal pendirian koperasi ini menghibahkan tanah beserta bangunannya yang digunakan untuk kantor koperasi di mana ditaksir nilai pasarnya Rp75.000.000,00 dan bangunan Rp50.000.000,00 4 Dibeli peralatan dan mebelair untuk kantor senilai Rp1.500.000,00 4 Dikeluarkan dana sebesar Rp200.000,00 untuk konsumsi rapat pembentukan koperasi 5 Dikeluarkan uang tunai sebesar Rp3.500.000,00 untuk pengurusan Akte pendirian dan pengurusan NPWP 7 Dibeli ATK (alat tulis kantor) senilai Rp250.000,00 13 Atas pengajuan kredit untuk koperasi, pada tgl tersebut diterima transfer pencairan kredit lunak untuk modal kerja dari Bank Bukopin senilai Rp 300.000.000,00 tingkat bunga 9% flat jangka waktu 3 tahun. Biaya administrasi 1% dan Biaya provisi 1,25% 15 Diserahkan pencairan pinjaman sebesar Rp125.000.000,00 kepada 25 orang anggota dengan bunga 15% per tahun dipotong biaya administrasi 1% via Bank yang diterima oleh koordinator 17 Diterima uang tunai dari 10 anggota baru dengan menyetor simpanan pokok masing-masing Rp1.000.000,00 simpanan wajib Rp500.000,00 dan simpanan sukarela yang totalnya berjumlah Rp4.000.000,00 19 Diterima simpanan sukarela sejumlah Rp45.000.000,00 21 Dikeluarkan pencairan pinjaman modal kerja dengan bunga 1% per bulan, tanpa biaya administrasi kepada 30 anggota masingmasing sebesar Rp3.000.000,00 25 Dikeluarkan biaya pelatihan Manajemen Koperasi selama 3 hari yang diadakan Disperindagkop kabupaten Malang untuk 2 orang pengurus sebesar Rp1.500.000,00 30 Dikeluarkan honorarium pegawai administrasi senilai Rp2.000.000 30 Biaya administrasi dan jasa giro Bank bulan ini masing-masing sebesar Rp 75.000,00 dan Rp 250.000,00 Jurnal transaksi di atas adalah: Rekening April 2 Kas Ref. Debet (Rp 000,00) Kredit (Rp 000,00) 330.000 Simpanan Pokok 200.000 Simpanan Wajib 100.000 Simpanan Sukarela 30.000 (mencatat setoran simpanan) 211 3 Kas di bank (Bank) 250.000 Kas 3 250.000 (membuka rek. Tabungan Bank) Tanah 75.000 Bangunan 50.000 Modal sumbangan 4 (mencatat modal sumbangan) Peralatan 125.000 1.500 Kas 4 (membeli peralatan secara tunai) Biaya administrasi & umum 1.500 200 Kas 5 (membebankan biaya konsumsi rapat) Aktiva Lain-lain 200 3.500 Kas 3.500 (mencatat biaya pengurusan akte pendirian & NPWP) 7 Perlengkapan 250 Kas 250 (mencatat pembelian ATK) 13 Kas di Bank 293.250 Biaya administrasi Bank 3.000 Biaya provisi 3.750 Utang Bank 300.000 (mencatat pencairan pinjaman dari BUKOPIN) 15 Piutang pinjaman anggota Pendapatan jasa Kas di Bank (mencatat pencairan pinjaman anggota) 212 125.000 1.250 123.750 17 19 Kas 19.000 Simpanan Pokok 10.000 Simpanan Wajib 5.000 Simpanan sukarela 4.000 (mencatat setoran anggotan baru) Kas 25.000 Simpanan sukarela 21 (mencatat simpanan sukarela) Piutang pinjaman anggota 25.000 90.000 Kas 25 (pencairan pinjaman modal kerja) Beban perkoperasian 90.000 1.500 Kas 1.500 (mencatat biaya pelatihan ) 30 Beban pokok 2.000 Kas 30 2.000 (mencatat biaya gaji karyawan adm.) Kas di Bank 175 Beban bunga simpanan 75 Jasa giro 250 (mencatat pendapatan dari jasa giro dan pembebanan biaya adm. Bank) 213 Dari jurnal tersebut, langkah selanjutnya adalah melakukan posting ke buku besar masing-masing rekening Kas Tanggal Keterangan April 2 214 mencatat setoran simpanan Ref Debet Kredit 330.000 Saldo Debet Kredit 330.000 3 membuka rek. Tabungan Bank BRI 250.000 80.000 4 membeli peralatan secara tunai 1.500 78.500 4 membebankan biaya konsumsi rapat 200 78.300 5 mencatat biaya pengurusan akte pendirian & NPWP 7 mencatat pembelian ATK 3.500 74.800 250 74.550 15 mencatat setoran anggota baru 19.000 93.550 17 mencatat simpanan sukarela pencairan pinjaman modal kerja 25.000 118.550 90.000 28.550 25 mencatat biaya pelatihan 1.500 27.050 30 mencatat biaya gaji karyawan adm. 2.000 25.050 Kas di Bank Tanggal Keterangan 3 membuka rek. Tabungan Bank 13 mencatat pencairan pinjaman dari BUKOPIN Ref Debet Saldo Debet Kredit 250.000 250.000 293.250 543.250 15 mencatat pencairan pinjaman anggota 30 mencatat pendapatan dari jasa giro Kredit 123.750 419.500 175 419.675 Piutang Pinjaman anggota Tanggal Keterangan Ref Debet Kredit Saldo Debet Kredit 15 mencatat pencairan pinjaman anggota 125.000 125.000 21 pencairan pinjaman modal kerja 90.000 215.000 Perlengkapan (ATK) Tanggal Keterangan 7 mencatat pembelian ATK Ref Debet 250 Kredit Saldo Debet Kredit 250 215 Tanah Tanggal Keterangan 3 mencatat tanah sebagai modal sumbangan Ref Debet Kredit 75.000 Saldo Debet Kredit 75.00 Bangunan Tanggal Keterangan 3 mencatat bangunan sebagai modal sumbangan Ref Debet Kredit 50.000 Saldo Debet Kredit 50.000 Peralatan Tanggal Keterangan 4 membeli peralatan secara tunai Ref Debet Kredit 1.500 Saldo Debet Kredit 1.500 Aktiva Lain-lain Tanggal Keterangan 5 216 mencatat biaya pengurusan akte pendirian & NPWP Ref Debet 3.500 Kredit Saldo Debet Kredit 3.500 Utang Bank Tanggal Keterangan 13 mencatat pencairan pinjaman dari BUKOPIN Ref Debet Kredit 300.000 Saldo Debet Kredit 300.000 Simpanan Sukarela Tanggal Keterangan Ref Debet 2 setoran simpanan 17 mencatat setoran anggota baru 19 mencatat simpanan sukarela Kredit Saldo Debet Kredit 30.000 4.000 30.000 34.000 2.500 36.500 Simpanan Pokok Tanggal Keterangan 2 Ref Debet setoran simpanan 17 mencatat setoran anggota baru Kredit Saldo Debet Kredit 200.000 200.000 10.000 210.000 Simpanan Wajib Tanggal Keterangan 2 setoran simpanan 17 mencatat setoran anggota baru Ref Debet Kredit Saldo Debet Kredit 100.000 100.000 5.000 105.000 217 Modal Sumbangan Tanggal Keterangan 2 mencatat modal sumbangan Ref Debet Kredit 125.000 Saldo Debet Kredit 125.000 Pendapatan Jasa Tanggal Keterangan Ref Debet Mencatat pendpt jasa dari pencairan pinjaman anggota Kredit Saldo Debet Kredit 1.250 1.250 Jasa Giro Tanggal Keterangan Ref Debet 30 mencatat pendapatan dari jasa giro Bank Kredit Saldo Debet Kredit 250 250 Beban Perkoperasian Tanggal Keterangan 25 mencatat biaya pelatihan 218 Ref Debet 1.500 Kredit Saldo Debet Kredit 1.500 Beban Bunga Bank Tanggal Keterangan 30 mencatat pembebanan biaya bunga Bank Ref Debet Kredit 75 Saldo Debet Kredit 75 Beban Usaha Tanggal Keterangan 4 membebankan biaya konsumsi rapat 30 mencatat biaya gaji karyawan adm. Ref Debet Kredit Saldo Debet Kredit 200 200 2.000 2.200 Beban Administrasi Bank Tanggal Keterangan 13 Mencatat biaya adm. pinjaman dari BUKOPIN Ref Debet Kredit 3.000 Saldo Debet Kredit 3.000 Biaya Provisi Tanggal Keterangan 13 mencatat biaya provisi pinjaman dari BUKOPIN Ref Debet 3.750 Kredit Saldo Debet Kredit 3.750 219 Soal Pada tanggal 24 Juli 2007, para karyawan di Instansi pendidikan ”X”di Malang berinisiatif mendirikan Koperasi Serba Usaha dan diberi nama Koperasi ”Usaha Makmur” yang beralamat di Jalan Merjosari Blok L Malang. Koperasi ini beranggotakan 200 orang dan bergerak di bidang penyediaan kebutuhan sehari-hari dan segala jenis perabot Rumah tangga. Transaksi di bulan Agustus 2007 adalah sebagai berikut: Agustus 220 1 Didirikan koperasi dengan simpanan pokok Rp100.000,00 simpanan wajib Rp50.000,00 2 Dikeluarkan biaya-biaya rapat pembentukan koperasi yang dihadiri 112 anggota sebesar Rp500.000,00 4 Dibayar biaya notaris untuk mengurus akte pendirian, surat izin usaha dan NPWP sebesar Rp2.500.000,00 6 Diterima pinjaman lunak dari Bank Syariah Mandiri dengan bunga menurun sebesar 17,5% sebesar Rp300.000.000,00 dipotong biaya administrasi 1% dan biaya provisi 1,25% jangka waktu 3 tahun 7 Diterima hibah dari Bapak Muhammad berupa 1 unit komputer lengkap dengan printernya senilai Rp7.000.000,00 dan almari kaca untuk display barang seharga Rp2.000.000,00 8 Perlengkapan toko dan ATK (alat tulis kantor) yang dibeli pada bulan ini Rp500.000,00 9 Petugas toko membeli barang untuk mengisi persediaan berupa: 2 ton beras Mentari @ Rp5000,00/kg 1 ton gula pasir di Pabrik Gula Kebon Agung @ Rp6.200,00/kg 50% dibayar tunai, sisanya dibayar bulan depan . 11 Dibeli secara tunai 2 buah tape compo @ Rp2.000.000-, 2 buah kipas angin @ Rp700.000,00 dan 5 buah magic jar seharga Rp 500.000,00 sebagai persediaan. 13 Penjualan secara kredit barang pada hari ini terdiri dari: 5 kuintal beras @ Rp5.500,00/kg 50 kg gula pasir @ Rp7.500,00 13 Dibeli secara kredit kepada pedagang pasar besar makanan dan minuman ringan untuk dijual kembali senilai Rp3.000.000,00 14 Dicatat simpanan pokok dan wajib anggota baru sebanyak 5 orang 14 Koperasi membeli mi istant sebanyak 20 dos @ Rp37.500,00/dos 15 Seorang pedagang eceran membeli 1 kuintal beras Mentari @ Rp5.300,00 15 Anggota dengan no keanggotaan 007 membeli tape compo, seharga Rp2.500.000,00 dicicil 5x dan dikenakan biaya administrasi 1,5 % per bulan 19 Koperasi membeli sebuah sepeda motor bekas secara tunai senilai Rp7.800.000,00 untuk inventaris 20 Dicatat penjualan tunai pada tanggal 20 yang terdiri dari: 1 ton beras Mentari @ Rp5.300,00/kg 1 kuintal gula pasir @ Rp7.400,00/kg 1 dos mi instan Rp40.000,00 25 Dicatat penjualan yang terjadi antara tgl 20–25 yang terdiri dari: 2 kuintal beras Mentari @ Rp5.300,00/kg 1 kuintal gula pasir @ Rp7.400,00/kg 2 dos mi instan Rp40.000,00 makanan dan minuman ringan Rp2.000.000,00 221 27 Untuk mengisi stok barang, pegawai toko membeli secara kredit: 1 ton beras Mentari @ Rp5.500,00 1 ton gula pasir @ Rp7.500,00/kg makanan dan minuman ringan senilai Rp2.500.000,00 30 Dibayar gaji 2 orang pegawai toko masing-masing Rp750.000,00 Diminta: a. Jurnallah transaksi di atas b. Posting-lah jurnalnya ke Buku Besar 222 BAB 4 AKUNTANSI Untuk PERBANKAN Karakteristik Usaha Perbankan Jenis Jas Perbankan Terminologi Perlakuan Akuntansi Contoh Transaksi Pelaporan Keuangan pada Bank 223 AKUNTANSI untuk PERBANKAN Gambaran Umum Usaha 1. Karakteristik usaha perbankan Bank adalah lembaga yang berperan sebagai perantara keuangan (financial intermediary) antara pihak yang memiliki dana dan pihak yang memerlukan dana. Sebagai perantara keuangan, bank menghimpun dana dari masyarakat yang surplus dana dalam bentuk simpanan dan sebagai imbalannya Bank akan memberikan bunga kepada nasabah penyimpan. Dari hasil menghimpun dana tersebut bank akan menyalurkan dalam bentuk kredit kepada masyarakat yang membutuhkan dana (defisit dana) dan sebagai imbalannya Bank akan memperoleh pendapatan bunga yang nilainya lebih besar daripada bunga yang dibayarkan kepada penyimpan dana. Jadi aktivitas pokok perbankan adalah menghimpun dana dan menyalurkan dana. Selain itu, Bank merupakan lembaga yang berfungsi memperlancar lalu lintas pembayaran. Bank memainkan peran penting dalam memelihara kepercayaan masyarakat terhadap sistem moneter. Oleh karena itu pemerintah melalui Bank Indonesia (BI) banyak mengeluarkan peraturan di bidang perbankan. Menurut pasal 5 UU No. 7 tahun 1992, Bank dibagi menjadi: a. BANK UMUM; merupakan Bank yang dapat memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran dan melakukan kegiatan khusus dalam kegiatan antara lain: menyalurkan pembiayaan jangka panjang, pembiayaan untuk pengembangan koperasi, pengembangan pengusaha dibidang UKM, 224 pengembangan ekspor non-migas dan pengembangan pembangunan perumahan b. BANK PERKREDITAN RAKYAT; merupakan bank yang menerima simpanan hanya dalam bentuk deposito berjangka, tabungan dan bentuk simpanan lain yang setara dengan itu. 2. Jenis jasa perbankan Jenis Produk perbankan 1. Kredit/Pinjaman a. Kredit rekening koran, yaitu pinjaman dengan jumlah tertentu dari bank yang dapat ditarik sesuai keinginan peminjam dengan menjaminkan barang atau surat berharga. b. Letter of Credit (L/C), yaitu instrumen yang memberi hak kepada seseorang atau perusahaan penerima L/C untuk meminta pembayaran kepada bank penerbit melalui bank korespondensinya berdasarkan persyaratan yang tercantum dalam L/C tersebut. c. Kredit aksep, yaitu pinjaman yang diberikan kepada nasabah dalam bentuk wesel yang dapat diperjualbelikan. d. Kredit dengan jaminan surat-surat berharga, yaitu pinjaman yang diberikan bank kepada nasabah untuk keperluan pembelian surat berharga yang nantinya juga akan menjadi jaminan pinjaman tersebut. e. Pinjaman subordinasi, yaitu pinjaman yang berdasarkan suatu perjanjian hanya dapat dilunasi apabila bank telah memenuhi kewajiban tertentu dan dalam hal terjadinya likuidasi hak tagihnya berlaku paling akhir dari semua simpanan dan pinjaman diterima. 2. Simpanan a. Tabungan, yaitu simpanan pihak lain pada bank yang penarikannya hanya dapat dilakukan menurut syarat tertentu yang disepakati, tetapi tidak dapat ditarik dengan cek, bilyet giro, atau alat lainnya yang dapat dipersamakan dengan itu. b. Giro, yaitu simpanan pihak lain pada bank yang penarikannya dapat dilakukan setiap saat dengan menggunakan cek, bilyet giro, kartu ATM, sarana perintah pembayaran lainnya atau dengan cara pemindahbukuan. c. Deposito, simpanan pihak lain pada bank yang penarikannya hanya dapat dilakukan pada waktu tertentu menurut perjanjian antara penyimpan dengan bank yang bersangkutan. 225 d. Sertifikat deposito, simpanan pihak lain pada bank dalam bentuk deposito yang sertifikat penyimpanannya dapat dipindahtangankan. e. Bentuk lain yang dipersamakan dengan bentuk simpanan di atas Jenis Jasa Perbankan 1. Transfer, yaitu perpindahan dana antarrekening dari suatu bank ke kantor cabangnya atau bank lain baik untuk kepentingan nasabah maupun bank itu sendiri. Jasa transfer banyak ditawarkan oleh Bank untuk memperoleh fee base income. Selain untuk memperoleh fee base income, jasa transfer dapat dijadikan sebagai sarana promosi kepada nasabah tertentu (nasabah tabungan, kredit dll) melalui pembebasan biaya transfer. Jenis-jenis transfer: a. Berdasarkan mekanisme pelaksanaannya: - transfer melalui Bank Indonesia - transfer melalui Bank lain - transfer melalui cabang Bank sendiri b. Berdasarkan kepentingan pihak pemakai jasa: - transfer untuk kepentingan debitur - transfer untuk kepentingan nondebitur - transfer untuk kepentingan bagian-bagian dalam Bank itu sendiri c. Berdasarkan setoran dananya: - Debet rekening Giro/Tabungan/Deposito - Kas/tunai - Setoran Kliring - Hasil Inkaso d. Berdasarkan media pelaksanaan transfer: - Dibawa sendiri/setor langsung - Melalui teleks/faksimile - Melalui ATM e. Berdasarkan lalu-lintas dana: - Transfer keluar (Outgoing transfer) - Transfer masuk (Incoming transfer) Dalam mekanisme transfer ada 4 pihak yang terlibat, yaitu: a. Nasabah adalah sebagai pihak pemilik/pengirim yang memberi amanah kepada Bank untuk memindahkan dananya ke pihak penerima. b. Bank Penarik (Drawer Bank) adalah bank pelaku transfrer yang menerima dana dan amanat dari nasabah untuk ditransfer ke pihak Bank Tertarik (Drawee) yang pada 226 akhirnya Bank Tertarik akan menyerahkan kepada penerima dana akhir. c. Bank Tertarik (Drawee Bank) adalah Bank yang menerima transfer masuk dari Bank Penarik untuk diteruskan kepada penerima dana akhir. d. Penerima Dana (Beneficiary) adalah pihak akhir yang menerima dana transfer dari Bank Tertarik. 2. Inkaso, yaitu jasa perbankan yang melibatkan pihak ketiga dalam rangka penyelesaian tagihan berupa warkat/surat berharga yang tidak dapat diambil alih atau dibayarkan segera kepada pemberi amanat untuk keuntungannya. Bank yang terlibat dalam Inkaso adalah: a. Bank pemrakarsa adalah Bank penerima warkat dari pihak ketiga untuk ditagihkan dan hasilnya untuk kepentingan pihak ketiga tersebut b. Bank Pelaksana adalah Bank yang melakukan penagihan kepada pihak ketiga (nasabah di Bank Pelaksana) atas amanah dari Bank Pemrakarsa dan hasilnya untuk kepentingan pihak ketiga (nasabah Bank Pemrakarsa) Warkat Inkaso dapat dibedakan menjadi: a. Warkat Inkaso tanpa lampiran yaitu warkat Inkaso yang tidak dilampiri dengan dokumen apapun seperti cek, giro bilyet atau surat berharga lainnya. b. Warkat Inkaso dengan lampiran yaitu warkat Inkaso yang harus dilampiri dokumen-dokumen seperti kuitansi, faktur, polis asuransi atau surat lain yang disetujui Bank Dilihat dari lalu lintas dananya, Inkaso dibedakan menjadi: a. Inkaso Keluar yaitu kegiatan Inkaso atas Instruksi nasabah untuk melakukan penagihan kepada pihak ketiga di cabang Bank sendiri atau Bank lain diluar kota. b. Inkaso Masuk yaitu tagihan masuk atas beban rekening bank sendiri dan hasilnya dikirim ke cabang Bank Pemrakarsa untuk keuntungan pihak ketiga. Dilihat dari mekanisme pelaksanaannya, inkaso dibedakan menjadi: a. Inkaso melalui bank lain yaitu inkaso yang dilaksanakan terhadap pihak ketiga yang merupakan nasabah dari Bank lain. b. Inkaso melalui cabang sendiri yaitu Inkaso yang dilakukan melalui cabang Bank sendiri untuk pihak ketiga di luar kota pada kantor cabang Bank sendiri. 227 3. Kartu kredit (credit card), yaitu kartu yang dapat digunakan sebagai alat pembayaran dalam transaksi jual beli barang atau jasa, kemudian pelunasan atas penggunaannya dapat dilakukan sekaligus atau dengan cicilan dengan jumlah minimum tertentu. 4. Safe deposit box, yaitu jasa penyediaan tempat penyimpanan barang berharga dengan jaminan keamanan penuh dari bank penyedia jasa dengan dikenakan biaya sesuai kesepakatan nasabah dengan bank. 5. Rupiah Traveler’s cheque (cek perjalanan) yaitu surat berharga yang diterbitkan bank dari dana nasabah dengan masa berlaku tidak terbatas yang berlaku di mana saja dan dapat diuangkan sewaktu-waktu. 6. Payment Point (Rekening titipan) yaitu rekening yang menampung pembayaran dari masyarakat untuk keuntungan pihak tertentu, umumnya perusahaan publik. Rekening titipan biasa dimanfaatkan untuk membayar tagihan-tagihan rutin yang jumlahnya tidak terlalu besar. 7. Bank garansi, yaitu jasa pembayaran kewajiban suatu pihak kepada pihak lain yang terikat dalam suatu kontrak atau perjanjian untuk mendukung kelancaran pembayaran kontrak atau perjanjian tersebut. Terminologi (Glosari) Khusus dalam Perbankan Berikut ini adalah definisi dari istilah-istilah khusus dalam perbankan sesuai PSAK No. 31 (diurutkan secara alfabetis): Aktiva produktif adalah penanaman modal bank, baik dalam rupiah maupun valuta asing dalam bentuk kredit, efek (surat berharga), efek yang dibeli dengan janji dijual kembali (reverse repo), tagihan derivatif, tagihan akseptasi, penempatan dana pada bank lain, penyertaan, dan lain-lain. Bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan/atau bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat. Efek adalah surat berharga komersial, saham, obligasi, tanda bukti utang, unit penyertaan kontrak investasi kolektif, kontrak berjangka, dan setiap derivatif dari efek. Estimasi kerugian komitmen dan kontinjensi adalah taksiran kerugian akibat tidak dipenuhinya komitmen dan kontinjensi oleh nasabah. Kas adalah mata uang kertas dan logam, baik rupiah maupun valuta asing yang masih berlaku sebagai alat pembayaran yang sah. Kewajiban segera adalah kewajiban bank kepada pihak lain yang sifatnya wajib segera dibayarkan sesuai dengan perintah pemberi amanat atau perjanjian yang ditetapkan sebelumnya. 228 Komitmen adalah ikatan atau kontrak berupa janji yang tidak dapat dibatalkan (irrevocable) secara sepihak dan harus dilaksanakan apabila persyaratan yang disepakati bersama dipenuhi. Kontinjensi adalah kondisi atau situasi dengan hasil akhir berupa keuntungan atau kerugian yang baru dapat dikonfirmasikan setelah terjadinya satu peristiwa atau lebih pada masa yang akan dating. Kredit adalah peminjaman uang atau tagihan yang dapat dipersamakan dengan itu berdasarkan persetujuan atau kesepakatan pinjam-meminjam antara bank dengan pihak lain yang mewajibkan pihak peminjam untuk melunasi utangnya setelah jangka waktu tertentu dengan jumlah bunga, imbalan, atau pembagian hasil keuntungan. Hal yang termasuk dalam pengertian kredit yang diberikan adalah kredit dalam rangka pembiayaan bersama, kredit dalam restrukturisasi, dan pembelian surat berharga nasabah yang dilengkapi dengan Note Purchase Agreement (NPA). Penempatan pada bank lain adalah penanaman dana bank pada bank lain baik dalam negeri maupun di luar negeri, dalam bentuk interbank call money, tabungan, deposito berjangka, dan lain-lain yang sejenis, yang dimaksudkan untuk memperoleh penghasilan. Penyertaan saham adalah penanaman dana bank dalam bentuk saham perusahaan lain untuk tujuan investasi jangka panjang, baik dalam pendirian maupun ikut serta dalam operasi lembaga keuangan lainnya, termasuk penyertaan sementara dalam rangka restrukturisasi kredit atau lainnya. Penyisihan kerugian aktiva produktif adalah penyisihan yang dibentuk untuk menutup kemungkinan kerugian yang timbul sehubungan dengan penanaman dana ke dalam aktiva produktif, baik dalam bentuk rupiah maupun valuta asing. Pinjaman diterima adalah dana yang diterima dari bank lain, Bank Indonesia, atau pihak lain dengan kewajiban pembayaran kembali sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan dalam perjanjian pinjaman. Pinjaman subordinasi dan simpanan masyarakat tidak termasuk dalam pengertian ini. Pinjaman subordinasi adalah pinjaman yang berdasarkan suatu perjanjian hanya dapat dilunasi apabila bank telah memenuhi kewajiban tertentu dan dalam hal terjadinya likuidasi hak tagihnya berlaku paling akhir dari semua simpanan dan pinjaman diterima. Posisi devisa neto adalah: a. selisih bersih aktiva dan kewajiban moneter dan valuta asing b. selisih bersih tagihan dan kewajiban komitmen dan kontinjensi dalam valuta asing 229 Simpanan adalah dana yang dipercayakan oleh masyarakat (di luar bank) kepada bank berdasarkan perjanjian penyimpanan dana. Simpanan dari bank lain adalah kewajiban bank kepada bank lain, baik dalam negeri maupun di luar negeri dalam bentuk giro, tabungan, interbank call money, deposito berjangka, dan lain-lain yang sejenis. Perlakuan Akuntansi dalam Perbankan Di samping diatur dalam PSAK no. 31 tentang Akuntansi Perbankan, secara rinci Akuntansi Perbankan diatur dalam PAPI (Pedoman Akuntansi Perbankan Indonesia) bagi Bank Konvensional dan PAPSI (Pedoman Akuntansi Perbankan Syariah Indonesia) untuk bank Syariah. Beberapa rekening tidak dibahas secara detil, karena pembahasannya membutuhkan pengetahuan di bidang lain untuk melengkapi bahasan. Contohnya: akuntansi derivatif, transaksi akseptasi dll Akuntansi Aktiva Aktiva disusun berdasarkan urutan likuiditasnya. Rekening-rekening Aktiva Bank terdiri dari: a. c. e. g. i. k. Kas Giro pada Bank Lain Efek (surat berharga) Tagihan derivative Tagihan Akseptasi Aktiva Tetap b. d. f. h. j. l. Giro pada Bank Indonesia Penempatan pada Bank Lain Efek yg dibeli dg janji dijual kembali Kredit Yg Diberikan Penyertaan Saham Aktiva Lain-lain Perlakuan akuntansi untuk masing-masing akun aktiva adalah sebagai berikut: a. Kas Kas adalah mata uang kertas dan logam baik rupiah maupun mata uang asing yang masih berlaku sebagai alat pembayaran yang sah. Transaksi kas diakui sebesar nilai nominal. Perubahan-perubahan kas di Bank pada umumnya disebabkan oleh: 1. Penyetoran dan penarikan tunai oleh nasabah 2. Penyetoran dan penarikan dari rekening Bank yang bersangkutan di BI (Bank Indonesia) 3. Penggunaan transaksi intern bank Pencatatan/jurnal-jurnal yang diperlukan: - Penerimaan setoran: Contoh: Diterima setoran Tuan Aris pada rekening tabungannya sebesar Rp 25,000.000,00 230 Kas Tabungan Tuan Aris - Rp 25.000.000,00 Rp 25.000.000,00 Penarikan setoran: Contoh: Tuan Aris menarik Rp 1.000.000,00 dari rekeningnya Tabungan Tuan Aris Kas Rp 1.000.000,00 Rp 1.000.000,00 Seperti perusahaan lain pada umumnya, Bank menggunakan Petty Cash (Kas Kecil) untuk membayar pengeluaran-pengeluaran yang jumlahnya relatif kecil Sistem pencatatan Petty Cash ada 2: a. Sistem Impres (Imprest Fund System) dan b. Sistem Fluktuasi (Fluctuating System) Dari kedua sistem di atas sistem Impres yang lebih sering digunakan. Contoh: Transaksi yang berhubungan dengan kas selama pada bulan Nopember 2006 di Bank Amerta adalah sebagai berikut: Tanggal 1 - 11- 06 4 - 11- 06 19 -11- 06 20 -11- 06 30 -11- 06 30 -11- 06 30 -11- 06 Transaksi Dibentuk Dana Kas kecil Pembelian konsumsi rapat bulanan Pembayaran biaya perjalanan Pembayaran BBM Pembayaran langganan koran Pembayaran makan siang pegawai Pengisian kembali kas kecil Rp 500.000,00 Rp 75.000,00 Rp 50.000,00 Rp 125.000,00 Rp 50.000,00 Rp 250.000,00 Rp 450.000,00 Saat pembentukan 1-11-2006 : Dana kas kecil Kas Rp 500.000,00 Rp 500.000,00 Transaksi tanggal 4 sampai 30 2006 tidak dicatat, tetapi hanya dibuat memo dan bukti-bukti pengeluaran kas dikumpulkan. Jurnal pada saat pengisian kembali Dana Kas Kecil Beban konsumsi rapat Rp 75.000,00 Beban transportasi Rp 50.000,00 Beban BBM Rp 125.000,00 231 Beban koran Rp 50.000,00 Beban konsumsi pegawai Rp 250.000,00 Kas Rp 400.000,00 b. Transaksi giro pada Bank Indonesia diakui sebesar nilai nominal. Jurnalnya: Setoran pada Bank Indonesia: Contoh: Bank Artha menyetorkan Rp2.500.000.000,00 tunai pada rekening gironya di Bank Indonesia Giro pada Bank Indonesia Kas Rp2.500.000.000,00 Rp2.500.000.000,00 Penarikan setoran: Contoh: Bank Makmur menarik Rp3.000.000.000,00 tunai dari rekening gironya di Bank Indonesia Kas Rp3.000.000.000,00 Giro pada Bank Indonesia Rp3.000.000.000,00 c. Giro pada bank lain Adalah rekening giro bank pada bank lain di dalam dan di luar negeri baik dalam mata uang rupiah maupun mata uang asing dengan tujuan untuk menunjang transaksi antarbank. Transaksi giro pada Bank Indonesia diakui sebesar nilai nominal. Jurnalnya: Setoran ke bank lain: Contoh: Bank Mulia menempatkan giro pada Bank Artha sebesar Rp100.000.000,00. Giro pada Bank Artha Rp100.000.000,00 Kas/rekening. . ./kliring Rp100.000.000,00 Penarikan dari bank lain: Contoh: Bank Mulia menarik Rp20.000.000,00 dari rekening gironya di Bank Kita. Kas/rekening…/kliring Rp20.000.000,00 Giro pada Bank Kita Rp20.000.000,00 Bila bank memiliki giro di bank lain, maka bank akan mendapatkan jasa berupa bunga. Perlakuan akuntansinya: 232 Pengakuan pendapatan: Contoh: Bank Sejahtera memiliki rekening giro di Bank Mulia sebesar Rp60.000.000,00. Bank Mulia memberikan bunga tahunan sebesar 10%. Pendapatan bunga giro yang akan diterima Rp6.000.000,00 Pendapatan bunga giro Rp6.000.000,00 Penerimaan pendapatan bunga: Giro pada bank lain Rp6.000.000,00 Pendapatan bunga giro yang akan diterima Rp6.000.000,00 d. Penempatan pada bank lain Penempatan pada bank lain adalah penempatan dana bank pada bank lain baik dalam negeri maupun luar negeri sebagai secondary reserve dengan tujuan memperoleh penghasilan. Penempatan pada bank lain dapat berbentuk giro, depotiso, call money, dll. Penempatan pada bank lain diakui pada saat dilakukan penyerahan sebesar nilai nominal penyetoran atau nilai yang dijanjikan sesuai jenis penempatan. Contoh: Bank Mulia menempatkan dana dalam bentuk sertifikat deposito pada Bank Sejahtera sebanyak 100 lembar dengan nominal masing-masing Rp1.000.000,00. Tingkat bunga yang diberikan Bank Sejahtera sebesar 15%, jangka waktu 90 hari. Saat penempatan: Penempatan pada bank Sejahtera Rp100.000.000,00 Kas Rp100.000.000,00 Saat pengakuan pendapatan bunga: Pdptn bunga penempatan yg akan diterima Rp3.750.000,00 Pendapatan bunga penempatan Rp3.750.000,00 Saat jatuh tempo: Kas/rekening/kliring Rp103.750.000,00 Pdptn bunga penempatan yg akan diterima Rp3.750.000,00 Penempatan pada bank lain Rp100.000.000,00 e. Efek/Surat Berharga Adalah surat berharga komersial, saham, obligasi, tanda bukti utang, derivatif dari efek. Untuk menghindari dana yang menganggur/kelebihan dana, bank dapat menempatkan pada investasi sementara dan dapat diuangkan sewaktu-waktu bila dibutuhkan. Pembelian efek ini dapat 233 dilakukan secara tunai, melibatkan giro pada Bank Indonesia, giro pada bank lain atau penempatan pada Bank lain Contoh: Pada tanggal 5 Mei 2007 Bank Unggul membeli 1000 lembar saham PT A dengan nilai nominal Rp20.000,00 kurs 110 dan komisi pialang 5%. Pembelian investasi sementara secara tunai Investasi sementara – saham PT A Rp23.100.000,00 Kas Rp23.100.000,00 Pembl. investasi smntara mell. beban giro BI Investasi sementara – saham PT A Rp23.100.000,00 Giro BI Rp23.100.000,00 Pembelian obligasi melalui beban giro bank lain Contoh: Bank Singgasana membeli obligasi PT B pada tanggal 31 Mei 2007 sebanyak 500 lembar nominal Rp100.000,00 dengan kurs 95% Bunga obligasi 18% per tahun dibayar tiap tanggal 1 Maret dan 1 September. Biaya pembelian 5%. Pembelian melalui Giro pada bank lain. Perhitungan: Harga beli obligasi 500 x Rp 100.000,00 x 95% Rp47.500.000,00 Biaya pembelian 5% x Rp 47.500.000,00 Rp2.375.000,00 Harga Perolehan Rp49.875.000,00 Bunga berjalan 1 Maret–31 Mei : 3/12 x 18% x Rp50.000.000 Rp2.250.000,00 Pembayaran yg dilakukan Rp52.125.000,00 Jurnalnya: 31 Mei 2007 (saat pembelian) Investasi sementara – obligasi PT B Rp49.875.000,00 Pendapatan bunga Rp2.250.000,00 Giro Bank lain Rp52.125.000,00 1 September 2007 (saat penerimaan bunga) Kas Rp4.500.000,00 Pendapatan Bunga Rp4.500.000,00 Perhitungannya: Bunga 6/12 x 18 % x Rp50.000.000,00 = Rp4.500.000,00 234 f. Efek yg dibeli dg janji dijual kembali Adalah penanaman dana dalam bentuk pembelian efek di mana si penjual berjanji akan membeli kembali dengan harga yang telah disepakati. Penyajian di neraca sebesar tagihan bruto dikurangi dengan (dioffset) dengan pendapatan bunga yang ditangguhkan. Perlakuan Akuntansi yang dibutuhkan yaitu: 1. Pada saat pembelian efek Efek yg dibeli dg janji dijual kembali xxx Kas/rekening . . ./kliring xxx Pendpt bunga yg ditangguhkan xxx 2. Amortisasi pendpt bunga yg ditangguhkan Pendapatan bunga yg ditangguhkan xxx Pendapatan bunga xxx 3. Pada saat penjualan kembali Kas/rekening…/kliring xxx Pendpt bunga yg ditangguhkan xxx Efek yg dibeli dg janji dijual kembali xxx Pendapatan Bunga xxx g. Tagihan derivatif Adalah tagihan karena potensi keuntungan dari suatu perjanjian/kontrak transaksi derivatif (terdapat selisih positif antara nilai kontrak dengan nilai wajar transaksi derivatif pada tanggal laporan) h. Kredit yang diberikan Kelompok Aktiva setelah kas dan Investasi sementara pada surat berharga adalah Piutang. Dalam industri perbankan Piutang berbentuk Kredit yang diberikan kepada nasabah dan merupakan usaha utama Bank. Contoh: Pada tanggal 5 Maret 2007, Bayu Perkasa mengajukan permohonan kredit kepada bank Andalas Cabang Malang sebesar Rp150.000.000,00. Kredit tersebut hanya disetujui sebesar Rp100. 000.000,00 pada tanggal 1 April 2007. Biaya yang dibebankan kepada Tuan Bayu terdiri dari: - Biaya provisi dan komisi 0,25% - Bea materai Rp30.000,00 - Biaya administrasi Rp125.000,00 - Biaya Notaris Rp300.000,00 - Biaya Asuransi Rp500.000,00 Jangka waktu kredit 5 tahun dengan bunga yang dibebankan 21% per tahun. Pada saat realisasi, Tuan bayu meminta kredit yang cair tersebut 235 ditransfer ke tabungannya sebesar Rp90.000.000,00 dan sisanya diterima dalam bentuk tunai. Bank akan mencatat transaksi tersebut sebagai berikut: Kredit yang diberikan Rp100.000.000,00 Tabungan Bayu Perkasa Rp90.000.000,00 Provisi dan komisi Rp2.500.000,00 Bea materai Rp30.000,00 Biaya administrasi Rp125.000,00 Biaya Notaris Rp300.000,00 Biaya Asuransi Rp500.000,00 Kas Rp4.500.000,00 Penyisihan Penghapusan Aktiva Produktif Aktiva Produktif Bank meliputi: 1. penempatan pada bank lain baik dalam maupun luar negeri kecuali dalam bentuk giro 2. surat berharga/efek 3. kredit yang diberikan 4. penyertaan Aktiva produktif di atas adalah yang paling besar memberikan sumbangan pendapatan bagi Bank, tetapi juga merupakan aset yang paling berisiko. Risiko dari kredit yang disalurkan dapat dilihat dari posisi tingkatan kolektibilitasnya yang terbagi menjadi: 1. Kolektibilitas Lancar 2. Kolektibilitas kurang Lancar 3. Diragukan dan 4. Macet Pergeseran posisi kolektibilitas dapat dilihat dari seberapa lama nasabah tidak mengangsur pinjamannya. Masing-masing tingkatan pergeserannya selama 3 bulan. Jadi bila seorang nasabah tidak mengangsur selama 3 bulan posisi kolektibilitasnya akan bergeser dari Lancar ke posisi Kurang Lancar, bila tidak mengangsur selama 6 bulan kolektibilitas akan bergeser ke posisi macet. Demikian seterusnya. Untuk mengantisipasi resiko, maka Bank diwajibkan membentuk cadangan/penyisihan terhadap aktiva produktif sesuai dengan klasifikasinya. Pada akhir periode, Bank akan membuat jurnal penyesuaian untuk tiap-tiap jenis aktiva produktif. 236 1. Penempatan pada Bank Lain Biaya Cad. Penempatan pada Bank Lain Rp……,00 Cad.Penghapusan Penempatan pd Bank Lain Rp…..,00 2. Surat Berharga Biaya Penyisihan/Penurunan Nilai SB Rp…….,00 Cad.Penurunan Nilai Surat Berharga Rp…….,00 3. Kredit yang diberikan Bila Cadangan Penghapusan Kredit pada suatu periode sebesar Rp2.500.000,00 maka jurnalnya adalah: Biaya Penghapusan Kredit yang Diberikan Rp2.500.000,00 Cad.Penghapusan Kredit yang Diberika Rp2.500.000,00 i. j. Untuk memperbaiki Kualitas Aktiva Produktif, maka Bank dapat menghapus kredit yang kolektibilitasnya tergolong Macet. Hal ini dilakukan agar kinerja bank tidak menjadi buruk, walaupun dalam kenyataan kredit tersebut masih tetap ditagih hingga lunas. Prosedur penghapusan yang benar diberikan pada contoh di bawah ini: Bank akan menghapusbukukan kredit macet pada suatu periode sebesar Rp200.000.000,00 di mana diperkirakan bunga yang masih akan diterima sebesar Rp20.000.000,00. Total agunan berupa tanah dan bangunannya dari kredit ini ditaksir mempunyai harga pasar senilai Rp75.000.000,00. Jurnal yang harus dibuat: Aktiva Tetap-Agunan dlm Penyelesaian Rp175.000.000,00 Cadangan Penghapusan Kredit Rp45.000.000,00 Kredit yang diberikan Rp200.000.000,00 Pendapatan Bunga yg msh akan diterima Rp20.000.000,00 Tagihan Akseptasi adalah tagihan yang timbul dari transaksi Eksport Import yang dilakukan nasabah Bank Penyertaan Saham adalah penanaman dana bank dalam bentuk saham perusahaan lain untuk tujuan investasi jangka panjang baik dalam rangka pendirian maupun ikut serta dalam operasi lembaga keuangan/perusahaan lain serta dalam rangka restrukturisasi kredit atau lainnya. 237 Metode Akuntansi untuk mencatat penyertaan adalah: - Metode Biaya digunakan bila jumlah penyertaan kurang dari 20% - Metode Ekuitas digunakan bila jumlah penyertaan sama atau lebih dari 20%. Pencatatan yang dibutuhkan: saat melakukan penyertaan Bank ”Harmoni” membeli 20 % saham berhak suara (100.000 lembar) PT ”Berdikari” seharga Rp 2.000.000.000,00 Penyertaan Saham Kas Rp 2.000.000.000,00 Rp 2.000.000.000,00 saat perusahaan/investee mengumumkan laba/rugi Pencatatan yang dilakukan tergantung metode yang dipakai. Contoh: PT Berdikari mengumumkan laba tahun 2007 sebesar Rp300.000.000,00. Metode Biaya Tidak ada jurnal Metode Ekuitas Penyertaan Saham Rp 60.000.000,00 Pendapatan dari penyertaan saham Rp 60.000.000,00 Bila perusahaan rugi Rp 50.000.000,00 Kerugian dari penyertaan saham Rp 10.000.000,00 Penyertaan saham Rp 10.000.000,00 saat penerimaan dividen Dividen yang dibagikan dari laba periode 2007 sebesar Rp 400,00 perlembar Metode Biaya Kas Rp 40.000.000,00 Pendapatan Dividen Rp 40.000.000,00 Metode Ekuitas Kas Rp 40.000.000,00 Penyertaan saham Rp 40.000.000,00 saat terjadi penurunan nilai secara permanen Kerugian Penurunan nilai penyertaan xxx Penyertaan saham xxx 238 saat pelepasan sebagian/seluruh saham Bank menjual 20.000 lembar saham PT Berdikari pada nilai nominal Kas Rp 400.000.000,00 Penyertaan saham Rp 400.000.000,00 Bila penyertaan Bank dalam rangka restrukturisasi kredit maka penyertaannya bersifat sementara. Dalam rangka restrukturisasi kredit PT ”Berdikari” di bank ”Harmoni” maka Bank membeli 50.000 lembar saham pada nilai nominal PT tersebut. Setelah usaha PT ”Berdikari” lancar maka saham yang dibeli bank ditebus pada nilai nominal. Jurnal yang dibutuhkan saat penebusan Kas Rp 200.000.000,00 Penyertaan sementara Bank Rp 200.000.000,00 k. Aktiva Tetap Pengertian Aktiva Tetap Bank sama dengan pengertian aktiva tetap pada perusahaan yang lain yaitu aktiva berwujud yang diperoleh dalam bentuk siap pakai atau dibangun terlebih dahulu yang digunakan dalam operasi dan tidak akan dijual dalam jangka pendek. Aktiva Tetap dicatat sebesar Harga Perolehan. Dalam industri Perbankan kelompok Aktiva Tetap dijadikan satu dengan Inventaris (ATI) yang menurut aturan Bank Indonesia maksimum sebesar 5 % dari Total Asset. Cara perolehan Aktiva Tetap bermacam-macam - Pembelian Tunai Contoh: Bank Merdeka Cabang Malang membeli tanah seluas 500 meter seharga Rp1.500.000,00/m2. Biaya yang dikeluarkan agar tanah siap dibangun sebesar Rp2.500.000,00, komisi makelar 5% dari harga tanah, sedangkan biaya notaris untuk pengurusan surat-surat tanah Rp10.0000.000,00 Harga Perolehan Tanah yang harus dicatat terdiri dari: Harga Tanah Rp 750.000.000,00 Komisi makelar (5%) Rp 37.500.000,00 Biaya perataan tanah Rp 2.500.000,00 Biaya notaris Rp 10.000.000,00 Rp 800.000.000,00 239 - l. Jurnalnya: Aktiva Tetap & Inventaris-Tanah Rp 800.000.000,00 Kas Rp 800.000.000,00 Pembelian secara Kredit Bila tanah tersebut dibeli secara kredit dengan ketentuan uang muka sebesar Rp200.000.000,00 dan bunga 6%/tahun, jangka waktu kredit 5 tahun, maka jurnal yang diperlukan. Pembayaran uang muka Uang muka Rp200.000.000,00 Kas Rp200.000.000,00 Saat perolehan aktiva tetap Aktiva tetap Rp800.000.000,00 Beban bunga ditangguhkan Rp180.000.000,00 Utang angsuran pembelian Rp760.000.000,00 Uang muka Rp200.000.000,00 Perhitungan bunga yang ditangguhkan: 6 % x 5 x Rp600.000.000,00 = Rp180.000.000,00 Pembayaran angsuran dan bunga: Angsuran pokok : Rp600.000.000,00/60 = Rp10.000.000,00 Bunga = 1/12 x 6 % x Rp600.000.000,00 = Rp3.000.000,00 Rp13.000.000,00 Utang angsuran Rp13.000.000,00 Kas Rp13.000.000,00 Beban bunga Rp3.000.000,00 Beban bunga ditangguhkan Rp3.000.000,00 Kedua jurnal di atas dapat digabung menjadi: Utang angsuran Rp13.000.000,00 Beban bunga Rp3.000.000,00 Beban bunga ditangguhkan Rp3.000.000,00 Kas Rp13.000.000,00 Aktiva Lain-lain adalah aktiva yang tidak dapat digolongkan dalam pos-pos sebelumnya dan tidak cukup material disajikan sebagai pos tersendiri. Komponen Aktiva lain-lain antara lain: 1. Aktiva tetap yang tidak digunakan 2. Beban dibayar dimuka 3. Beban yang ditangguhkan 4. emas batangan 240 5. comemmorative coin 6. uang muka pajak 7. pendapatan yang masih harus diterima Contoh perlakuan Akuntansi dari Aktiva tetap yang tidak digunakan. Sebuah kendaraan milik Bank ”Karabat” Kijang sudah tidak digunakan lagi karena dianggap boros bahan bakar. Harga perolehan mobil ini Rp100.000.000,00 dan sudah disusutkan sebesar Rp55.000.000,00. Harga pasar mobil ini hanya Rp35.000.000,00. Jurnalnya: Aktiva lain-lain Rp35.000.000,00 Akumulasi penyusutan Rp55.000.000,00 Beban penurunan nilai aktiva Rp10.000.000,00 Aktiva Tetap (kendaraan) Rp100.000.000,00 Satu bulan kemudian bank memutuskan untuk menjual mobil tersebut dan ternyata laku senilai Rp30.000.000,00 Kas Rugi penjualan aktiva Aktiva lain-lain Rp30.000.000,00 Rp5.000.000,00 Rp35.000.000,00 Akuntansi Kewajiban Kewajiban Bank terdiri dari: a. b. c. d. e. f. g. h. i. j. k. Kewajiban segera Simpanan Simpanan dari bank lain Efek yg dijual dg janji dibeli kembali Kewajiban derivatif Kewajiban akseptasi Surat berharga yg diterbitkan Pinjaman yg diterima Estimasi kerugian komitmen dan kontinjensi Kewajiban lain-lain Pinjaman subordinasi 241 a. Kewajiban segera Adalah kewajiban bank kepada pihak lain yang sifatnya wajib segera dibayarkan sesuai dengan perintah pemberi amanat atau perjanjian yang ditetapkan sebelumnya. Kewajiban segera disajikan sebesar jumlah kewajiban Bank Contohnya : a. kiriman uang, b. penerimaan pajak melalui Bank yg masih harus disetor, c. deposito yang sudah jatuh tempo tetapi belum diambil, d. bunga yang sudah jatuh tempo tetapi belum diambil oleh nasabah. Transfer uang Contoh: Tuan Amat mentransfer uang via Bank Baru ke saudaranya yang mempunyai rekening di bank Lama sebesar Rp5.000.000,00 - Pada saat menerima dana untuk transfer uang Kas/ rekening …../kliring Rp5.000.000,00 Kewajiban segera-kiriman uang Rp5.000.000,00 - Pada saat dilakukan pembayaran kiriman uang Kewajiban segera-kiriman uang Rp5.000.000,00 Kas/ rekening …../kliring Rp5.000.000,00 Titipan Pajak Nasabah CV Dinar menyetorkan uang senilai Rp30.000.000,00 untuk membayar pajak tahun 2006 melalui Bank Gajayana. Pada saat diterima dana untuk penyetoran pajak: Kas/ rekening …../kliring Rp30.000.000,00 Kewajiban segera-pajak nasabah Rp30.000.000,00 Pada saat kewajiban pajak disetor Kewajiban segera-pajak nasabah Rp30.000.000,00 Kas/ rekening …../kliring Rp30.000.000,00 Bunga yang sudah jatuh tempo dari deposito Deposito Tuan Santosa senilai Rp50.000.000,00 jangka waktu 3 bulan bunga 9% per tahun belum diambil. Jurnalnya: Pada saat pengakuan beban bunga: Beban bunga deposito Rp 1.125.000,00 Beban bunga deposito yg masih hrs dibayar Rp 1.125.000,00 242 Pada saat bunga sudah jatuh tempo tetapi belum diambil nasabah Beban bunga deposito ymh dibayar Rp1.125.000,00 Kewajiban segera-bunga deposito jatuh tempo Rp1.125.000,00 Pada saat bunga deposito jatuh tempo dan diambil nasabah Kewajiban segera-bunga deposito jatuh tempo Rp1.125.000,00 Kas/ rekening …../kliring Rp900.000,00 Kewajiban segera-pajak nasabah (20%) Rp225.000,00 Penutupan Rekening giro/tabungan Tuan Naruto menutup tabungannya yang bernilai Rp 15.000.000,00. Saat penutupan rekening giro/tabungan oleh nasabah atau Bank lain Tabungan Naruto Rp 15.000.000,00 Kewajiban segera-penutupan rekening Rp 15.000.000,00 Saat penyelesaian rekening yang ditutup Kewajiban segera-penutupan rekening Rp 15.000.000,00 Kas/ rekening …../kliring Rp 15.000.000,00 b. Simpanan Adalah dana yang dipercayakan oleh masyarakat kepada bank berdasarkan perjanjian penyimpanan dana. Bentuk simpanan dapat berupa giro, tabungan, deposito, sertifikat deposito atau yang disamakan dengan itu. Contoh: Bapak Wijaya mebuka tabungan di bank pada tanggal 5 April 2008 senilai Rp3.000.000,00. Setelah 1 tahun tabungan tersebut ditutup Jurnal-jurnalnya: Saat penerimaan setoran Kas/ rekening …../kliring Rp3.000.000,00 Tabungan Rp3.000.000,00 Bila penyetoran tersebut berbentuk giro/deposito, maka jurnalnya: Kas/ rekening …../kliring Rp3.000.000,00 Giro/deposito Rp3.000.000,00 Saat penarikan giro/tabungan Tabungan/giro Rp3.000.000,00 Kas/ rekening …../kliring Rp3.000.000,00 Saat penarikan deposito jatuh tempo Deposito Rp3.000.000,00 Kas/ rekening …../kliring Rp3.000.000,00 243 Pengakuan beban bunga/giro/deposito Untuk pengakuan beban simpanan/giro/deposito perlakuannya/ jurnalnya sama seperti perlakuan pada kewajiban segera Beban bunga deposito Rp1.125.000,00 Beban bunga deposito yg masih hrs dibayar Rp1.125.000,00 Pembayaran bunga giro/tabungan Perlakuannya sama dengan Kewajiban segera Beban bunga deposito ymh dibayar Rp1.125.000,00 Kwjbn segera-bunga deposito jatuh tempo Rp1.125.000,00 Penerbitan sertifikat Deposito Sertifikat Deposito yang diterbitkan Bank Majapahit dibeli Nona Aline yang total nilai nominalnya Rp25.000.000,00 Bunga 12% per tahun jatuh tempo 1 bulan. Perhitungannya: Nilai nominal sertifikat Deposito Rp25.000.000,00 Nilai Tunai = 25.000.000X360 360+ (12 % x30) Rp24.752.475,00 Bunga dibayar di muka Rp247.525,00 Pajak penghasilan atas bunga (20%) Rp49.505,00 Bunga bersih yang dibayar Bank Rp198.020,00 Jurnalnya: Kas Rp24.801.980,00 Bunga Sertifikat Dep. Di byr di muka Rp247.525,00 Sertifikat Deposito Rp25.000.000,00 Kewajiban segera-pajak nasabah Rp49.505,00 c. Simpanan dari Bank Lain Adalah kewajiban Bank kepada Bank lain baik di dalam maupun di luar negeri dalam bentuk giro, tabungan, interbank call money, deposito berjangka dll. Perlakuan akuntansinya sama dengan simpanan di atas, tetapi yang menyimpan adalah lembaga Bank. d. Surat Berharga yang Dijual dengan Janji Dibeli Kembali Adalah surat berharga/efek yang dijual untuk memperoleh dana dengan janji akan dibeli kembali pada harga yang telah disepakati. Jurnal yang diperlukan sama dengan sertifikat deposito, hanya saja pinjaman ini dalam bentuk menjual efek/surat berharga untuk sementara waktu. Contoh: Surat Berharga PT Citra yang dimiliki Bank Akbar sebanyak 1000 lembar @ Rp25.000,00 dijual kepada Tuan Anggoro hanya seharga Rp24.000.000,00 244 dan akan dibeli kembali 5 bulan yang akan datang. Harga beli yang disepakati sebesar Rp26.000.000,00 Pada saat penjualan surat berharga Kas/ rekening …../kliring Rp24.000.000,00 Beban bunga dibayar dimuka Rp2.500.000,00 Efek yg dijual dg janji dibeli kembali Rp25.000.000,00 Beban bunga Rp1.500.000,00 Amortisasi beban bunga dibayar di muka (dijurnal tiap bulan selama 5 bulan) Beban bunga Rp500.000,00 Beban bunga dibayar di muka Rp500.000,00 Saat pembelian kembali surat berharga yang dijual Efek yg dijual dg janji dibeli kembali Rp25.000.000,00 Beban bunga Rp2.500.000,00 Kas/ rekening …../kliring Rp26.000.000,00 Beban bunga dibayar di muka Rp1.500.000,00 e. Kewajiban derivatif Kewajiban derivatif terjadi karena kerugian dari suatu perjanjian/ kontrak transaksi derivatif f. Kewajiban Akseptasi adalah kewajiban yang timbul dari transaksi Ekspor-Impor yang dilakukan nasabah Bank g. Surat berharga yg diterbitkan adalah surat pengakuan utang yang diterbitkan oleh Bank seperti wesel, obligasi, atau surat berharga lain yang diperdagangkan baik di pasar uang (Surat Berharga Pasar Uang/SBPU) maupun pasar modal (efek utang). Perlakuan akuntansi yang diperlukan: a. saat penerbitan b. saat amortisasi bunga ditangguhkan/diskonto/premium c. saat jatuh tempo Untuk surat berharga yang berbentuk obligasi, maka jurnal tambahannya adalah pada saat: i. pengakuan beban bunga, dan ii. pembayaran bunga secara periodik Contoh: Obligasi bernilai nominal Rp 100.000,00 diterbitkan pada tanggal 1 April 2007 sebanyak 500 lembar terjual dengan harga Rp110.000,00/lembar berjangka waktu 3 bulan, tingkat bunga 9% p.a./per annual/pertahun. 245 Jurnal-jurnalnya: saat penerbitan Kas Rp55.000.000,00 Premium obligasi yang ditangguhkan Rp5.000.000,00 Obligasi yg diterbitkan Rp50.000.000,00 saat amortisasi premium Premium obligasi yang ditangguhkan Rp1.666.666,67 Pendapatan premium obligasi Rp1.666.666,67 Jurnal ini dibuat selama 3 bulan saat pengakuan beban bunga Beban bunga obligasi Rp1.125.000,00 Beban bunga obligasi yg msh hrs dibayar Rp1.125.000,00 saat pembayaran bunga Beban bunga obligasi yg msh hrs dibayar Rp1.125.000,00 Kas Rp1.125.000,00 Pada saat obligasi jatuh tempo Obligasi yg diterbitkan Rp50.000.000,00 Premium obligasi yang ditangguhkan Rp5.000.000,00 Pendapatan premium obligasi Rp5.000.000,00 Kas Rp50.000.000,00 h. Pinjaman yg diterima Selain berasal dari giro, tabungan dan deposito sumber dana bank dapat berasal dari pinjaman dari pihak lain. Pinjaman ini sebagian besar merupakan sumber pendanaan jangka panjang. Jenis pinjaman yang diterima bank biasanya berbentuk: a. Pinjaman dari Bank Lain b. Pinjaman dari Luar Negeri c. Pinjaman Obligasi d. KLBI (Kredit Likuiditas Bank Indonesia) e. Pinjaman sindikasi (pembiayaan bersama) Pinjaman yg diterima disajikan sebesar saldo pinjaman yang belum dilunasi pada tanggal laporan Contoh di bawah ini adalah pinjaman yang diterima dari bank lain. BPR ”Sugih Artha” mendapat pinjaman dari Bank Sakura senilai Rp500.000.000,00 dengan tingkat bunga 7,5% per tahun. Biaya yang 246 i. j. dikeluarkan sehubungan dengan pinjaman terdiri dari biaya provisi 0,25%, biaya notaris Rp500.000,00, biaya asuransi Rp1.750.000,00 dan biaya penilai agunan (appraisal) sebesar Rp750.000,00 . Jurnal yang diperlukan Saat persetujuan pinjaman ditanda tangani Tagihan komitmen-pinjaman diterima blm ditarik Rp500.000.000 Tagihan komitmen Rp500.000.000 Saat realisasi pinjaman diterima Tagihan komitmen Rp500.000.000 Tagihan komitmen-pinjaman diterima blm ditari Rp500.000.000 Kas Rp500.000.000 Pinjaman yg diterima Rp500.000.000 Saat pembayaran biaya-biaya Biaya provisi Rp1.250.000,00 Biaya notaris Rp750.000,00, Biaya premi asuransi Rp1.600.000,00 Biaya penilaian agunan Rp400.000,00 Kas Rp4.000.000,00 Saat pengakuan beban bunga Beban bunga Rp37.500.000,00 Beban bunga yang harus dibayar Rp37.500.000,00 Pembayaran bunga yg jatuh tempo Beban bunga yang harus dibayar Rp37.500.000,00 Kas Rp37.500.000,00 Saat pinjaman dilunasi Pinjaman yg diterima Rp 500.000.000,00 Kas Rp500.000.000,00 Estimasi kerugian komitmen dan kontinjensi Adalah taksiran kerugian akibat tidak dipenuhinya komitmen dan kontinjensi oleh nasabah. Di PSAK No. 31 paragraf 78 dinyatakan Bank membentuk taksiran kerugian komitmen dan kontinjensi berdasarkan kualitas komitmen dan kontinjensi setelah dikurangi estimasi nilai realisasi bersih jaminan. Kualitasnya dinilai dari prospek usaha, kondisi keuangan dan kemampuan membayar nasabah Kewajiban lain-lain Kewajiban Bank yang tidak dapat digolongkan ke dalam salah satu dari pos kewajiban yang ada dan nilainya tidak material (tidak terlalu besar) digolongkan pada Kewajiban lain-lain. 247 Kewajiban lain-lain terdiri dari: a. Setoran jaminan/margin deposit untuk L/C (letter of credit) b. Pendapatan provisi/komisi diterima di muka c. Kewajiban pajak tangguhan d. Bunga yang masih harus dibayar e. Pendapatan sewa diterima di muka Contoh: Tuan Brotoseno memproduksi dan mengekspor patung antik yang bahannya berasal dari limbah tanaman (bonggol bambu, akar kayu, dahan kayu jati kecil dll). Untuk memperlancar transaksinya, Tuan Brotoseno menyetorkan jaminan sebesar Rp 240.000.000,00 sebagai syarat penerbitan bank garansi. Jurnal yang dibutuhkan: Saat penerimaan setoran jaminan Kas Rp 240.000.000,00 Setoran jaminan Rp 240.000.000,00 Pada saat bank garansi jatuh tempo Setoran jaminan Rp 240.000.000,00 Kas Rp 240.000.000,00 k. Pinjaman subordinasi Pinjaman subordinasi adalah pinjaman yang berdasarkan perjanjian hanya dapat dilunasi apabila bank telah memenuhi kewajiban tertentu. Jika bank dilikuidasi, hak tagih pinjaman subordinasi berlaku paling akhir dibandingkan pinjaman yang lain. Sumber pinjaman subordinasi adalah utang kepada Bank Dunia, ADB (Asian Development Bank), atau lembaga keuangan internasional serupa lainnya. Akuntansi Ekuitas Ekuitas Bank terdiri dari: a. Modal Disetor Modal disetor adalah modal yang telah efektif diterima bank sebesar nilai nominal saham. Modal ini merupakan bagian dari modal yang ditempatkan dan telah disetor penuh oleh pemegang saham. Bentuk-bentuk modal disetor antara lain: - setoran saham dalam bentuk setoran tunai maupun barang - utang yang dikonversi menjadi modal - setoran saham dalam bentuk dividen saham, dan - aktiva nonkas 248 Contoh: Tuan Rudi, sebagai pemegang saham Bank Artha Graha, menyetorkan uang sebesar Rp300.000.000,00 dan mobil dengan nilai pasar Rp150.000.000,00 Jurnal yang dibutuhkan: Kas Rp 300.000.000,00 Mobil Rp 150.000.000,00 Modal disetor Rp 450.000.000,00 b. Tambahan Modal Disetor Tambahan modal disetor terdiri dari: - agio saham - selisih pembelian kembali saham yang telah terjual (treasury stock) dengan harga yang lebih rendah daripada harga jualnya - keuntungan dari penjualan treasury stock/TS contoh: Tuan Rafi membeli saham Bank Artha Graha sebanyak 100.000 lembar seharga Rp5.500,00 per lembar saham. Nilai nominal saham adalah Rp5.000,00 per lembar saham. Jurnal yang diperlukan: Kas Rp 550.000.000,00 Modal disetor Rp 500.000.000,00 Agio saham Rp 50.000.000,00 Karena membutuhkan dana, Tuan Rafi menjual sebagian saham yang dibelinya dan menawarkan ke Bank Artha Graha. Jumlah saham yang dibeli Bank sebesar 30.000 lembar dan dibeli dengan harga Rp4.750,00 per lembar. Modal Saham yg diperoleh kembali (TS) Rp 150.000.000,00 Kas Rp 142.500.000,00 Tambahan modal dari Rp 7.500.000,00 perolehan kembali saham Satu bulan kemudian Tuan Rafi membeli kembali saham tersebut dengan harga Rp 5.100,00 per lembar Kas Rp 153.000.000,00 Treasury Stock Rp 150.000.000,00 Tambahan agio modal dari pembelian kembali TS Rp 3.000.000,00 249 c. Saldo Laba (Rugi) Saldo laba (rugi) adalah akumulasi hasil usaha periodik setelah memperhitungkan pembagian dividen dan koreksi laba/rugi periode sebelumnya. Saldo laba dikelompokkan menjadi: 1. Cadangan tujuan, yaitu cadangan yang dibentuk dari laba bersih setelah pajak yang tujuan penggunaannya telah ditetapkan 2. Cadangan umum, yaitu cadangan yang dibentuk dari laba bersih setelah pajak yang tujuannya memperkuat modal 3. Sisa laba belum dicadangkan, terdiri dari laba (rugi) periode lalu yang belum ditetapkan penggunaannya dan laba (rugi) periode berjalan Contoh: Bank Sejahtera memindahkan laba tahun berjalan sebesar Rp560.000.000,00 ke saldo laba. Jurnal yang dibutuhkan: Ikhtisar laba (rugi) Rp560.000.000,00 Saldo laba Rp560.000.000,00 Akuntansi Pendapatan & Beban Pendapatan dan Beban Bank antara lain terdiri dari: a. Pendapatan dan beban bunga Pendapatan bunga adalah pendapatan yang diperoleh dari penanaman dana bank pada aktiva produktif, sedangkan beban bunga adalah beban yang dibayarkan kepada nasabah atau pihak lain yang berkaitan dengan kegiatan penghimpunan dana. Pendapatan dan beban bunga diakui secara akrual. b. Provisi dan komisi Provisi adalah imbalan yang diterima atau dibayar sehubungan dengan fasilitas yang diberikan atau diterima, contohnya penerimaan atau pembayaran provisi untuk plafon kredit, provisi bank garansi, iuran tahunan kartu kredit, dan biaya komitmen. Komisi adalah imbalan atau jasa perantara yang diterima atau dibayar atas suatu transaksi atau aktivitas. Komisi terdiri dari komisi kiriman uang, komisi transaksi kartu kredit, komisi atas penyaluran kredit program dengan sistem channeling. c. Keuntungan atau kerugian transaksi mata uang asing Transaksi mata uang asing adalah segala jenis transaksi yang dilakukan dalam mata uang asing. Keuntungan dan kerugian transaksi mata uang asing timbul akibat selisih kurs. Keuntungan dan kerugian transaksi mata uang 250 asing disajikan pada laporan laba rugi tahun berjalan dalam pos Keuntungan dan Kerugian Transaksi Mata Uang Asing d. Beban Administrasi Umum/Overhead Adalah berbagai beban yang timbul untuk mendukung kegiatan operasional Bank. Ciri-ciri Beban Administrasi Umum: 1. tidak dapat dikaitkan langsung dengan jasa yang dihasilkan 2. tidak memberikan manfaat di masa yang akan datang 3. diakui pada saat terjadi Macam-macam beban admistrasi umum: 1. Beban sewa 2. Beban promosi 3. Biaya tenaga kerja 4. Biaya pendidikan dan latihan 5. Biaya penyusutan Aktiva Tetap 6. Amortisasi Aktiva Tetap tak berwujud Pengakuan Beban Administrasi Umum ada 2 cara, yaitu: i. Diakui seluruhnya pada periode terjadinya ii. Dialokasikan secara proporsional selama beberapa periode untuk beban administrasi umum yang memiliki masa manfaat lebih dari satu periode Pelaporan Keuangan pada Bank Laporan Keuangan Bank terdiri atas: 1. Neraca ◘ Aktiva dan kewajiban disajikan dalam neraca berdasarkan karakteristiknya dan disusun berdasarkan urutan likuiditasnya ◘ Dalam kaitan pengungkapan hubungan bank dengan pihak lain, perlu dilakukan pemisahan pengungkapan: ◙ Saldo pada BI ◙ Penempatan pada bank lain ◙ Penempatan pada pasar uang ◙ Simpanan dari bank ◙ Simpanan lain ◘ Pos–pos dengan nilai material yang tidak dapat digolongkan ke dalam pos–pos aktiva dan kewajiban disajikan tersendiri. Contohnya: selisih kurs, setoran jaminan listrik, dll ◘ Jumlah aktiva dan kewajiban yang disajikan pada neraca tidak boleh disalinghapuskan dengan kewajiban atau aktiva lain kecuali secara 251 ◘ hukum dibenarkan dan saling hapus tersebut mencerminkan perkiraan realisasi atau penyelesaian aktiva atau kewajiban Pengungkapan kredit, deposito, pinjaman yang diterima, pinjaman subordinasi, dan modal pinjaman disajikan secara terpisah antara pihak terkait dengan bank dan pihak yang tidak terkait untuk keperluan pengawasan bank 2. Laporan laba rugi ◘ Laporan laba rugi disajikan dengan mengelompokkan pendapatan dan beban menurut karakteristiknya dan disusun dalam bentuk bertahap (multiple–step) secara terperinci dan dibedakan antara yang berasal dari kegiatan operasional dan nonoperasional. ◘ Setiap jenis pendapatan dan beban utama dari operasi suatu bank harus diungkapkan secara terpisah untuk kepentingan penilaian kinerja bank. ◘ Keuntungan dan kerugian yang timbul dari hal–hal berikut dapat dilaporkan secara neto, yaitu penjualan dan perubahan nilai tercatat efek, penjualan penyertaan efek investasi, transaksi dalam valuta asing. ◘ Pendapatan bunga dan beban bunga diungkapkan secara terpisah untuk memberikan pemahaman yang lebih baik mengenai komposisi nilai bersih bunga 3. Laporan arus kas ◘ Laporan arus kas terdiri untuk kas dan setara kas terdiri atas kas, giro BI, dan Giro pada bank lain ◘ Laporan disajikan berdasarkan penggunaan dan perolehan kas untuk aktivitas operasi, aktivitas investasi, dan aktivitas pendana-an 4. Laporan perubahan ekuitas 5. Catatan atas laporan keuangan ◘ Analisis jatuh tempo aktiva dan kewajiban diungkapkan menurut kelompok jatuh tempo berdasarkan periode yang yang tersisa. ◘ Konsentrasi distribusi aktiva, kewajiban, dan unsur lain di luar neraca harus diungkapkan untuk kepentingan perkiraan risiko yang timbul saat realisasi. ◘ Pengungkapan risiko yang berkaitan dengan valuta asing memberikan petunjuk yang bermanfaat atas risiko kerugian karena perubahan nilai tukar ◘ Bank harus mengungkapkan jenis kredit dan jumlahnya, jumlah kredit untuk pihak dengan hubungan istimewa, kedudukan bank dalam pembiayaan bersama, jumlah kredit yang direstrukturisasi, klasifikasi kredit berdasar jangka waktu, ketertagihan, dan tingkat bunga. 252 Kerangka Laporan Keuangan Bank Berikut ini diberikan Kerangka pembuatan Laporan keuangan bank yang utama yaitu: Neraca dan Laporan Laba/Rugi Bank ”Aneka Warna” Neraca Per 31 Desember 20xx No R E K E N I N G A 1 2 9 10 11 AKTIVA Kas Penempatan pada B I: a. Giro Bank Indonesia b. Sertifikat BI c. Lainnya Giro pada Bank Lain a. Rupiah b. Valuta Asing Pnmpatan pd Bank Lain a. Rupiah b. Valuta Asing PPAP-Penempatan pd bank Lain Kredit yang Diberikan a. Rupiah b. Valuta Asing PPAP – Kredit yg Diberikan Pendapatan yang Masih akan Diterima Biaya dibayar di muka Uang muka pajak Aktiva Tetap 12 13 14 15 Ak. Penyusutan Aktiva tetap Agunan yang diambil alih Aktiva Lain-lain RAK antarkantor cbg 3 4 5 6 7 8 JUMLAH No Rp xxx Rp xxx Rp xxx R E K E N I N G JUMLAH 2 3 4 5 6 Pasiva Giro a. Rupiah b. Valuta asing Kwjbn segera lainnya Komisi diterima di muka Utang PPh Tabungan Simpanan Berjangka a. Rupiah i. pihak terkait ii. pihak tidak terkait b. Valuta Asing Rp xxx Rp xxx Rp xxx Rp xxx Rp xxx 7 i. pihak terkait ii. pihak tidak terkait Sertifikat Deposito a. Rupiah b. Valuta Asing Rp xxx 1 Rp xxx Rp xxx Rp xxx Rp xxx Rp xxx Rp xxx Rp xxx Rp xxx 8 9 10 Rp xxx Rp xxx Rp xxx Rp xxx 11 12 13 14 Simpanan dr Bank Lain Kewajiban Akseptasi Kewajiban Sewa Guna Usaha Setoran jaminan Utang pajak Pinjaman yg Diterima i. pihak terkait ii. pihak tdk terkait Pinjaman Subordinasi i. pihak terkait ii. pihak tdk terkait Rp xxx Rp xxx Rp xxx Rp xxx Rp xxx Rp xxx Rp xxx Rp xxx 253 15 16 17 Total Aktiva Rp xxx Cadangan Umum Modal Disetor Laba tahun Berjalan Total Pasiva Rp xxx Rp xxx Rp xxx Rp xxx Bank ”Aneka Warna” Laporan Laba-Rugi Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 20xx No 1. 2. 3. 4. 5. 6. 254 R E K E N I N G Pendapatan dan Beban Operasional Pendapatan Bunga 1.1. Hasil Bunga a. Rupiah b. Valuta Asing 1.2. Provisi dan Komisi a. Rupiah b. Valuta Asing Jumlah Pendapatan Bunga Beban Bunga 2.1. Beban Bunga a. Rupiah b. Valuta Asing 2.2. Komisi dan Provisi Jumlah Beban Bunga Pendapatan bunga bersih 3.1. Pendapatan Operasional lainnya 3.2. Pendapatan Provisi, Komisi, fee 3.3. Pendapatan transaksi mata uang asing 3.4. Pendapatan kenaikan nilai surat berharga 3.5. Pendapatan lainnya Pendapatan Lainnya Jumlah pendapatan Operasional lainnya Beban (Pendapatan) Penghapusan Aktiva Produktif Beban Estimasi kerugian Kontinjensi Beban Operasional Lainnya 6.1. Beban Administrasi dan Umum 6.2. Beban Personalia JUMLAH Rp xxx (Rp xxx) Rp xxx (Rp xxx) (Rp xxx) (Rp xxx) 7. 8. 9. 6.3. Beban penurunan nilai surat berharga 6.4. Beban transaksi valas 6.5. Beban lainnya Jumlah beban operasional lainnya LABA (RUGI) OPERASIONAL PENDAPATAN DAN BEBAN NON OPERASIONAL Pendapatan non Operasional Beban non Operasional Pendapatan (Beban) non Operasional Pendapatan/Beban Luar Biasa LABA / RUGI TAHUN BERJALAN Rp xxx Rp xxx Rp xxx Rp xxx Siklus Akuntansi Bank sama dengan siklus Akuntansi Perusahaan lainnya. Perbedaannya disebabkan operasi dari masing-masing berbeda sehingga menimbulkan pencatatan/rekening yang berbeda. Di bawah ini diberikan contoh transaksi yang terjadi selama bulan Juli 2007 di Bank ”Artha Lumintu” yang baru 1 bulan mendapat izin untuk membuka Kantor Cabang Malang (beberapa rekening sudah mempunyai saldo di bulan lalu): Juli 1 2 3 3 4 5 8 Diterima setoran giro dari Astuti sebesar Rp500.000.000,00. Giro ini berupa uang tunai dan cek yang efektif hari ini dari sdri Wahyu yang merupakan nasabah giro Cabang Surabaya sebesar Rp150.000.000,00. Bank menempatkan dananya pada Bank ”Artha Lancar” sebesar Rp250.000.000,00 lewat rekening giro Bank Indonesia. Penempatan berbentuk deposito berjangka 3 bulan dengan suku bunga 15% Nasabah bernama Dewi pada tanggal ini menyerahkan warkat berupa: b. 2 lembar cek Bank BNI masing-masing Rp35.000.000 dan Rp40.000.000 ditandatangani tanggal 30 Juni 2007 c. 3 lembar cek Bank BCA, BRI dan Mandiri, masing-masing sebesar Rp50.000.000,00, Rp15.000.000,00 dan Rp10.000.000,00 ditandatangani tanggal 28 Juni 2007 Rony H. membuka deposito berjangka 3 bulan bunga 9% nominal Rp200.000.000 dalam bentuk tunai Rp50.000.000 dan cek dari Bank Hasta. Kliring dinyatakan berhasil Ibu Dwi Ningsih menyerahkan cek yang ditarik oleh M.Suaeb nasabah Bank ini untuk membeli sertifikat Deposito jangka waktu 6 bulan, bunga 15% pa (per annual) sejumlah Rp150.000.000,00 Tuan Imam membeli sertifikat Disetujui permohonan kredit Sdri Hadiati sebesar Rp100.000.000,00, bunga 13,2% jangka waktu 5 tahun. Jaminan berupa sertifikat tanah ditaksir mempunyai nilai Rp300.000.000,00. Kredit akan dicairkan satu minggu lagi 255 10 12 15 20 25 25 26 Diterima setoran ONH Plus atas nama Wiwin sebesar Rp40.000.000,00, berupa uang tunai Rp15.000.000,00 dan transfer dari Wulan nasabah bank cabang Bojonegoro Disetujui permohonan kredit Sdri Danti sebesar Rp200.000.000,00, bunga 15% jangka waktu 5 tahun. Jaminan berupa sertifikat tanah ditaksir mempunyai nilai Rp 700.000.000,00. Dilakukan pencairan kredit sdri Hadiati dengan membebankan biaya provisi 1%, biaya administrasi Rp150.000, yang dipotong langsung saat pencairan dan dibayar via tabungan yang baru dibuka Nasabah giro yang bernama Imam S menerima transfer masuk dari Bank Jatim Cabang Yogyakarta sebesar Rp200.000.000,00.Atas transfer ini nasabah meminta Bank agar memasukkan Rp85.000.000,00 ke rekening gironya, Rp15.000.000,00 untuk melunasi tunggakan bunga, Rp50.000.000,00 untuk membeli deposito 3 bulan bunga 15% pa dan Rp35.000.000,00 dimasukkan tabungan dan sisanya diambil tunai Bank menerima tagihan dari Hypermarket atas penggunaan kartu kredit dari nasabah Martha sebesar Rp500.000,00. Komisi 3% Kredit yang disetujui bulan lalu atas nama Sumarno yang merupakan suami salah satu pemegang saham besar, senilai Rp500.000.000,00 bunga 15% jk wakt 3 thn ditarik semua. Atas penarikan ini debitur dikenakan biaya provisi 0,5% dan biaya administrasi Rp600.000,00 Debitur meminta berupa uang tunai Rp 10.000.000,00 dan sisanya ditransfer ke tabungan. Sdr Zaenal nasabah giro hari ini menyerahkan bilyet giro yang ditarik oleh sdr Arif nasabah bank ini juga sebesar Rp600.000.000,00 Dari transaksi tersebut, dibuat jurnal sebagai berikut: (dlm Rp 000,00) R E K E N I N G Juli 1 2 3 256 Ref. Debet Kas Giro Wahyu Giro Astuti 500.000 150.000 Penempatan pada Bank Lain-DB Giro BI 250.000 RAR Warkat Kliring 1 (kliring 1) 150.000 Giro Bank Indonesia Giro Dewi 150.000 Kredit 650.000 250.000 150.000 RAR Warkat Kliring 2 (kliring 2) 3 150.000 RAR Warkat Kliring 1 (kliring 1) 150.000 Giro BI Kas Simpanan berjangka-Rony H 150.000 50.000 200.000 RAR Warkat Kliring 2 (kliring 2 ) 4 Giro Dwi Ningsih Bunga Sertifikat Deposito Dibayar di muka 150.000 150.000 8.241,8566 Utang PPh Giro M. Suaeb Sertifikat Deposito 9 Cr RAR Fasilitas kredit kpd nasabah yang belum ditarik 10 Kas RAK Cabang Bojonegoro Tabungan ONH 1.071,4285 7.142,8571 150.000 100.000 15.000 25.000 40.000 12 Cr RAR Fasilitas kredit kpd nasabah yang belum ditarik 15 Dr RAR Fasilitas kredit kpd nasabah yang belum ditarik 100.000 Kredit yang diberikan Tabungan Pendapatan Provisi dan komisi 100.000 RAK cabang Yogjakarta Giro Imam S Pendapatan bunga Deposito berjangka Tabungan Kas 200.000 20 200.000 99.750 250 85.000 15.000 50.000 35.000 15.000 257 25 Cr. RAR. Bunga dalam Penyelesaian 10.000 Dr RAR Kredit Yg Diberikan belum Ditarik 500 Kredit yang Diberikan Giro Hypermarket “X” Pendapatan Komisi Kartu kredit 25 26 500 485 15 Dr RAR Kredit Yg Diberikan belum Ditarik 500.000 Kredit yang diberikan Kas Pendapatan Provisi dan Komisi Tabungan 500.000 Giro Zaenal Giro Arif 600.000 10.000 3.100 487.900 600.000 Perhitungan transaksi tanggal 4 Nominal sertifikat deposito Nilai tunai = 150.000.000 x 360 360 + (0,15 x 120) Bunga dibayar di muka Pajak atas bunga deposito(20%) Bunga bersih yang dibayar Bank Rp150.000.000,00 Rp142.857.142,90 Rp7.142.857,10 Rp1.071.428,50 Rp8.214.856,60 Dari jurnal yang dibuat di bagian sebelumnya, langkah selanjutnya adalah melakukan posting ke Buku Besar 258 Kas (dlm Rp 000,00) Tanggal Juli 1 3 10 20 25 Keterangan Ref. Setoran giro Pembukaan DB Setoran ONH transfer Realisasi Kredit Debet Kredit 500.000 50.000 15.000 15.000 10.000 Penempatan pada Bank Indonesia-Giro BI Tanggal Juli 1 2 3 Keterangan Ref. Saldo Penempatan DB Setoran kliring Debet (dlm Rp 000,00) Kredit Juli 1 Keterangan 150.000 250.000 2.750.000 2.900.000 (dlm Rp 000,00) Ref. Saldo Debet Kredit 400.000 Penempatan Pada Bank lain Tanggal Juli 1 Keterangan Ref. Penempatan pd DB Juli 1 Keterangan Saldo Saldo Debet Kredit 400.000 (dlm Rp 000,00) Debet Kredit 250.000 Penyisihan Penghapusan Aktiva Produktif (PPAP)Penempatan pada Bank Lain Tanggal Saldo Debet Kredit 3.000.000 Giro pada Bank Lain Tanggal Saldo Debet Kredit 500.000 550.000 565.000 550.000 540.000 Ref. Debet Kredit Saldo Debet Kredit 250.000 (dlm Rp 000,00) Saldo Debet Kredit 700.000 259 Kredit yang Diberikan- Pihak Terkait Tanggal Juli 25 Keterangan (dlm Rp 000,00) Ref. Penarikan kredit Debet Kredit 500.000 Kredit yang Diberikan- Pihak Tidak Terkait Tanggal Juli 15 25 Keterangan Ref. Penarikan kredit Karu kredit Debet (dlm Rp 000,00) Kredit Juli 1 Keterangan (dlm Rp 000,00) Ref. Debet Saldo Kredit 1.000.000 Pendapatan Yang Masih Akan Diterima Tanggal Juli 1 Keterangan Ref. Saldo Juli 13 Keterangan Debet Kredit Juli 260 1 Saldo Debet Kredit 1.200.000 (dlm Rp 000,00) Ref. Bunga SD Debet Kredit 8.241,8566 Aktiva Tetap Tanggal Saldo Debet Kredit 1.000.000 (dlm Rp 000,00) Biaya Dibayar di muka Tanggal Saldo Debet Kredit 100.000 500 PPAP- Kredit yang Diberikan Tanggal Saldo Debet Kredit Saldo Debet Kredit 8.241,8566 (dlm Rp 000,00) Keterangan Saldo Ref. Debet 1.400.000 Kredit Saldo Debet Kredit 1.400.000 Akumulasi Penyusutan- Aktiva Tetap Tanggal Juli Keterangan 1 Ref. (dlm Rp 000,00) Debet Kredit Saldo 200.000 Agunan yang Diambil Alih Tanggal Juli Keterangan 1 (dlm Rp 000,00) Ref. Saldo Debet Kredit Juli (dlm Rp 000,00) Keterangan 1 Ref. Saldo Debet Kredit Juli 1 3 4 13 20 25 26 26 (dlm Rp 000,00) Keterangan pemindahbukuan setoran pembebanan pelimpahan pembebanan Kartu kredit pembebanan pemindahbukuan Ref. Debet 150.000 150.000 600.000 Saldo Debet Kredit 150.000 500.000 350.000 200.000 7.142,8571 207.142,8571 85.000 485 207.627,8571 807. 627,8571 600.000 207.627,8571 Kredit Kewajiban Segera Lainnya Tanggal Juli 1 Saldo Debet Kredit 500.000 Giro Nasabah Tanggal Saldo Debet Kredit 1.500.000 Aktiva Lain-lain Tanggal Saldo Debet Kredit Keterangan Saldo (dlm Rp 000,00) Ref. Debet Kredit 1.000.000 Saldo Debet Kredit 1.000.000 261 Utang PPh Tanggal Juli 13 (dlm Rp 000,00) Keterangan Ref. Debet Pajak bunga SD Kredit 1.071,4285 Tabungan Tanggal Juli 15 20 25 (dlm Rp 000,00) Keterangan Ref. Debet Realisasi kredit transfer Realisasi kredit Kredit 97.750 15.000 487.900 Simpanan Berjangka – Pihak Terkait Tanggal Juli 1 Keterangan Ref. Saldo Juli 20 Keterangan Debet Kredit 3.000.000 Ref. Debet Deposito Berjangka Juli 262 13 Keterangan Penerbitan Saldo Debet Kredit 3.000.000 (dlm Rp 000,00) Kredit Saldo Debet Kredit 50.000 Sertifikat Deposito Tanggal Saldo Debet Kredit 97.750 112.750 600.650 (dlm Rp 000,00) Simpanan Berjangka – Pihak Tidak Terkait Tanggal Saldo Debet Kredit 1.071,4285 (dlm Rp 000,00) Ref. Debet Kredit 150.000 Saldo Debet Kredit 150.000 RAK Pasiva (Antarkantor Cabang) Tanggal Juli 10 20 Keterangan (dlm Rp 000,00) Ref. Debet RAK Cab. Bojonegoro RAK Cabang Yogyakarta Kredit 25.000 Saldo Debet Kredit 25.000 200.000 Hasil Bunga Tanggal Juli 20 (dlm Rp 000,00) Keterangan Ref. Debet Pendapatan bunga Kredit 15.000 Saldo Debet Kredit 15.000 Provisi dan Komisi Kredit Tanggal Juli 15 25 25 (dlm Rp 000,00) Keterangan Ref. Debet Pendapatan dr pencairan kredit Pendapatan Kartu Kredit Pendapatan dr pencairan kredit Kredit 250 15 3100 Fasilitas kredit kepada Nasabah yang Belum Ditarik Tanggal Juli 1 8 12 15 25 Keterangan Saldo Kredit perorangan Kredit perorangan Penarikan kredit Penarikan kredit Ref. Debet Kredit 500.000 100.000 200.000 100.000 500.000 Saldo Debet Kredit 250 285 3385 (dlm Rp 000,00) Saldo Debet Kredit 500.000 600.000 800.000 600.000 100.000 263 RAR Pendapatan Bunga dalam Penyelesaian Tanggal Juli Keterangan 20 Ref. Debet Pelunasan tunggakan (dlm Rp 000,00) Kredit 15.000 RAR Garansi yang Diberikan Tanggal Keterangan (dlm Rp 000,00) Ref. Debet Kredit Warkat Dikliringkan Tgl Saldo Debet Kredit 15.000 Saldo Debet Kredit (dlm Rp 000,00) Keterangan Debet Juli 2 Kliring 1 3 Kliring 1 Tgl Keterangan Debet 150.000 Kliring 2 150.000 150.000 Kliring 2 150.000 Latihan Di bawah ini transaksi di Bank “Anugerah” pada bulan Mei 2007: Mei 264 1 Diterima setoran giro dari Hartini sebesar Rp1.500.000.000,00. Giro ini berupa uang tunai dan cek yang efektif hari ini dari sdri Hastanti yang merupakan nasabah giro Cabang Kediri sebesar Rp 150.000.000,00. 2 Bank menempatkan dananya pada Bank ”Artha Lancar” sebesar Rp 2.500.000.000,00 lewat rekening giro Bank Indonesia. Penempatan berbentuk deposito berjangka 6 bulan dengan suku bunga 12% 3 Nasabah bernama Edi pada tanggal ini menyerahkan warkat berupa: d. 3 lembar cek Bank Niaga masing-masing Rp35.000.000 dan Rp40.000.000 dan 20.000.000,00 ditandatangani tanggal 20 April 2007 e. 3 lembar cek Bank Jatim, Megadan Mandiri, masingmasing sebesar Rp50.000.000,00, Rp25.000.000,00 dan Rp20.000.000,00 ditandatangani tanggal 28 Mei 2007 4 Ibu Endang menyerahkan cek yang ditarik oleh Suwandi nasabah Bank ini untuk membeli sertifikat Deposito jangka waktu 3 bulan, bunga 18% pa (per annual) sejumlah Rp 100.000.000,00 5 Prasetyo membuka deposito berjangka 6 bulan bunga 12% nominal Rp 300.000.000 dalam bentuk tunai Rp 75.000.000 dan cek dari Bank Anoman. Kliring dinyatakan berhasil 7 Disetujui permohonan kredit Sdr Mulyono sebesar Rp500.000.000,00, bunga 13,2% jangka waktu 5 tahun. Jaminan berupa sertifikat tanah ditaksir mempunyai nilai Rp1.000.000.000,00. Kredit akan dicairkan sepuluh hari lagi. 10 Diterima setoran ONH atas nama Nastiti sebesar Rp25.000.000,00, berupa uang tunai Rp 5.000.000,00 dan transfer dari Rahma nasabah bank cabang Bojonegoro 12 Disetujui permohonan kredit Sdri Ayu sebesar Rp100.000.000,00, bunga 15% jangka waktu 5 tahun. Jaminan berupa sertifikat tanah ditaksir mempunyai nilai Rp500.000.000,00. 17 Dilakukan pencairan kredit sdri Mulyono dengan membebankan biaya provisi 1%, biaya administrasi Rp350.000, yang dipotong langsung saat pencairan dan dibayar via tabungan yang baru dibuka dan uang tunai yang dibawa Rp10.000.000,00 20 Nasabah giro yang bernama Imam S menerima transfer masuk dari Bank Jatim Cabang Yogyakarta sebesar Rp200.000.000,00. Atas transfer ini nasabah meminta Bank agar memasukkan Rp85.000.000,00 ke rekening gironya, Rp15.000.000,00 untuk melunasi tunggakan bunga, Rp50.000.000,00 untuk membeli deposito 3 bulan bunga 15% pa dan Rp35.000.000,00 dimasukkan tabungan dan sisanya diambil tunai 265 23 Sdr Waluyo nasabah giro hari ini menyerahkan bilyet giro yang ditarik oleh sdr Agus nasabah bank ini juga sebesar Rp300.000.000,00 24 Dibeli kendaraan Panther seharga Rp200.000.000,00. Biayabiaya yang dikeluarkan sehubungan dengan aktiva ini termasuk pengurusan surat-surat sebesar Rp3.500.000,00. Aktiva disusutkan 5 tahun 24 Ditarik agunan berupa kendaraan mobil BMW dari nasabah bernama Arifin yang sudah tidak sanggup melunasi hutangnya dengan pokok angsuran total Rp200.000.000,00 dan tunggakan bunga Rp50.000.000,00. Arifin setuju mobil ini dibeli dinilai Rp300.000.000,00 25 Bank menerima tagihan dari Hero Swalayan atas penggunaan kartu kredit dari nasabah Halim sebesar Rp1.000.000,00. Komisi 3% 25 Kredit yang disetujui bulan lalu atas nama Puspita, istri Abimanyu yang merupakan salah satu pemegang saham besar, senilai Rp500.000.000,00 bunga 15% jk wakt 3 thn ditarik semua. Atas penarikan ini debitur dikenakan biaya provisi 0,5% dan biaya administrasi Rp300.000,00 Debitur meminta berupa uang tunai Rp 10.000.000,00 dan sisanya ditransfer ke tabungan. Diminta: Jurnallah transaksi di atas dan lakukan posting ke Buku besar! 266

Judul: Akuntansi-koperasi

Oleh: Hamdi Jb

Ikuti kami