Akuntansi Konvensional Vs Akuntansi Syariah

Oleh Riska Tharika

102,6 KB 19 tayangan 0 unduhan
 
Bagikan artikel

Transkrip Akuntansi Konvensional Vs Akuntansi Syariah

AKUNTANSI KONVENSIONAL VS AKUNTANSI SYARIAH DOSEN PEMBIMBING: ACHMAD SOEDIRO, SE, M.COMM, AK DR. INTEN MEUTIA, SE, M.ACC, AK EMYLIA YUNIARTIE, SE., M.SI,. AK DISUSUN OLEH: KELOMPOK 1 1. BUNGA AULIA 01031381520094 2. FARINDARANI KUSBARI 01031381520096 3. RISKA THARIKA 01031381520084 4. M.ALDI ARWIN 01031381520100 5. YOGI FIRMANSYAH 01031381520151 6. DEBY SUGIANTO 01031381520147 FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS SRIWIJAYA KAMPUS PALEMBANG AKUNTANSI KONVENSIONAL VS AKUNTANSI SYARIAH Fenomena dan Kritik atas ketidakpuasan terhadap sistem ekonomi kapitalis “Kegiatan kelompok Millenium 2000 di Sydney yang menganjurkan memboikot system kapitallisme yang dibangun dengan utang” (Harapan, 2003:6)   Joseph Stiglist (2001) : penderitaan di negara berkembang sebenarnya diciptakan oleh adanya globalisasi dan kebijakan IMF. Ketidakadilan yang dialami oleh negara miskin sebenarnya disebabkan oleh sistem perdagangan yang timpang. Negara-negara miskin dan berkembang dipaksa untuk berutang kepada negara kaya. Fenomena dan Kritik terhadap sistem ekonomi kapitalis   Lee Parker (1994) menekankan perlunya akuntansi berubah dari penekanan pada decisions making (Pengambilan Keputusan) kepada accountability (Akuntabilitas) Bazerman et al (2002): Skandal besar dalam korporasi yang mempengaruhi industri keuangan, pasar modal, investor dan karyawan tidak lepas dari tindakan korupsim, kriminalitas dari akuntan yang tidak memiliki etika, melakukan penyelewengan untuk kepentingan pribadi darui kliennya. Penyebab dari semua perilaku yang tidak beretika ini tidak lain adalah konsep profit maksimum yang menjadi motto dalam ekonomi kapitalis. Kemakmuran sebanyak-banyaknya bagi pemilik perusahaan. Kritik Terhadap Akuntansi Konvensional      Membentuk Konflik Sosial (Lehman, 1992) Menyebabkan terbentuknya pengangguran, Underemployment, Penggunaan pribadi aset perusahaan (Arnold and Cooper, 1999) Damaging the ecological environtment/ Merusak lingkungan ekologi (Maunders & Burrit 1991, Tinker 1985) Financial scandals and fraudulent investment practices/Skandal keungan, Praktek investasi curang (Briloff, 1990) Destroying the environment and creating inter-personal conflicts in organizations (Argyris 1990) Fenomena dan Kritik terhadap Sistem Ekonomi Kapitalis Dalam diri akuntansi konvensional sendiri lahir beberpa konsep yang keluar dari mainstreamnya seperti :    Social economy accounting Environmental accounting Human resources accounting    Value added reporting Current cost accounting Islamic accounting Belkoui (1989) dalam bukunya : “The Coming Crisis in Accounting” membahas tentang : 1. Profesi Akuntansi Independensi 2. Kecurangan dalam lingkungan akuntansi : Fraud yang dilakukan perusahaan dan melibatkan akuntan khususnya melalui Laporan Keuangan  Amerika (Enron, Worldcom, Xerox, Merck, Tyco Inti, Global Crossing Adelthin)  Periode 1980-1990 an : Maxwell, BCCI, Barings (Inggris) ; Lyonnais (Perancis), Schneider (Jerman), AWA, Tricontinental (Australia), Yamachi (Jepang)  Indonesia (Lippo Bank, Mandiri, BRI, Kimia Farma, Century 3. Produksi ilmu pengetahuan dalam akuntansi pendidikan akuntansi tidak mengajarkan apa yang diperlukan oleh pasar. Mengapa Islamic Accounting ? 1. Akuntansi Syariah bermakna akuntansi yang sesuai dengan tujuan syariah 2. Tujuan Syariah (Maqasid Al-Shariah) menurut Imam Abu Hamid al-Ghazali dalam Chapra (2008) adalah : “The very objective of the shariah is to promote the well being of the people, which lies in safeguarding their faith (din), their self (nafs), their intelect (aql), their posterity (nasl) and their wealth (mal). Whatever ensures the safeguard of these five serve public interest and is desirable and whatever hurts them is against and desirable, and whatever hurts them is agains public interest and the removal is desires” “Seluruh sasaran shariah adalah untuk mempromosikan baik menjadi orang-orang, yang berada melindungi iman mereka ( ribut), diri mereka ( nafs), intelect mereka ( aql), anak cucu mereka ( nasl) dan kekayaan mereka ( mal). Apapun juga [yang] memastikan surat pengantar [dari;ttg] kepentingan publik servis lima ini dan adalah diinginkan dan apapun juga [yang] luka [mereka/nya] adalah melawan terhadap dan diinginkan, dan apapun juga [yang] luka [mereka/nya] lagi kepentingan publik dan kepindahan adalah keinginan"”

Judul: Akuntansi Konvensional Vs Akuntansi Syariah

Oleh: Riska Tharika

Ikuti kami