Akuntansi Keuangan Produktif Akuntansi Kelas Xi-akuntansi Inovasi Disusun Oleh

Oleh Hery Adam

101,5 KB 43 tayangan 0 unduhan
 
Bagikan artikel

Transkrip Akuntansi Keuangan Produktif Akuntansi Kelas Xi-akuntansi Inovasi Disusun Oleh

Akuntansi keuangan Produktif akuntansi Kelas XI- Akuntansi Inovasi Disusun oleh: Muhammad Hery Adam Tri widia sari Lisa maharani Desy Anindah Nurul Hamdiah DAFTAR ISI Cover, Kata Pengantar................................................................................................ Daftar isi.......................................................................................................... Bab I Pendahuluan A. Latar Belakang B. Rumusan Masalah C. Tujuan D. Manfaat Bab II Pembahasan KD 3.10 Akuntansi Keuangan 1. Menjelaskan penaksiran jumlah penyisihan piutang tak tertagih berdasarkan persentase piutang (pendekatan neraca), persentase penjualan (pendekatan Laba-rugi) dan analisa umur piutang. Bab III Penutup A. Kesimpulan B. Saran Daftar Pustaka Lampiran KATA PENGANTAR Dengan mengucapkan puji dan syukur atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena dengan berkah, rahmat, karunia serta hidayah-Nyalah Kami dapat menyalesaikan makalah untuk menjelaskan penaksiran jumlah penyisihan piutang tak tertagih berdasarkan persentase piutang (pendekatan neraca), persentase penjualan (pendekatan laba-rugi) dan analisa umur piutang. Makalah ini disusun dengan tujuan untuk memenuhi salah satu tugas mata Pelajaran Akuntansi . Untuk itu Kami selaku penyusun sangat berterimakasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini. Terutama kepada Guru mata Pelajaran Akuntansi yang telah memberikan bimbingannya sehingga makalah ini dapat Kami selesaikan tepat pada waktunya. Selaku penyusun Kami sangat mengetahui bahwa makalah ini jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, saya mohon kritik dan saran yang membangun agar kami dapat menyusunnya kembali lebih baik dari sebelumnya. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi semua pihak, terutama bagi kami selaku penyusun. PENAKSIRAN KERUGIAN PIUTANG Taksiran kerugian piutang ditentukan pada setiap akhir periode dan diakui sebagai pertambahan biaya dan cadangan kerugian piutang. Ada beberapa dasar atau pendekatan untuk menentukan jumlah tersebut. Untuk menentukan dasar atau pendekatan mana yang akan dipakai tergantung kehendak manajemen terhadap biaya dan pendapatan, serta terhadap nilai realisasai bersih dari piutang. Dasar atau pendekeatan yang digunakan untuk menentukan kerugian piutang yaitu sebagai berikut. 2.1 Penaksiran Kerugian Piutang Dengan Pendekatan Laba-Rugi Dengan pendekatan laba-rugi, taksiran kerugian piutang dihitung berdasarkan persentase jumlah penjualan kredit. Taksiran kerugian piutang dinyatakan dalam persentase tertentu dari penjualan kredit bersih setelah potongan dan retur penjualan berdasar pengalaman periode yang lalu. Pendekatan ini menitikberatkan pada masalah pembebanan biaya pada periode terjadinya pendapatan (matching). Contoh : PT JATI LUHUR menggunakan metode penghapusan cadangan dalam mencatat transaksi kerugian piutangnya. Di dalam menaksir besarnya kerugian piutang digunakan persentase dari hasil penjualan kredit bersih. Untuk menentukan persentase kerugian piutang, digunakan data 5 tahun terakhir sebagai berikut. Tahun Penjualan Penjualan Yang dinyatakan Diperoleh bersih Kredit bersih sebagai kerugian kembali 1999 60.000.000 48.000.000 300.000 20.000 2000 68.000.000 56.000.000 320.000 25.000 2001 80.000.000 60.000.000 325.000 25.000 2002 100.000.000 75.000.000 350.000 30.000 2003 122.000.000 81.000.000 345.000 20.000 Jumlah 430.000.000 320.000.000 1.640.000 120.000 Persentase dari hasil penjualan bersih : {(1.640.000.000 - 120.000) : 430.000.000 x 100%} = 0,4% (pembulatan) Persentase dari hasil penjualan kredit bersih : {(1.640.000 - 120.000) : 320.000.000} x 100% = 0,5% (pembulatan) Adapun data mengenai hasil penjualan tahun 2004 adalah sebagai berikut. Jumlah penjualan bersih Rp 125.000.000 Jumlah penjualan kredit bersih Rp 85.000.000 Berdasarkan data di atas, jurnal penyesuaian yang dibuat oleh PT JATI LUHUR pada akhir 2004 adalah sebagai berikut. Jika kerugian piutang dari hasil penjualan bersih, maka besarnya laba-rugi piutang adalah : 0,4% x 125.000.000 = Rp 500.000 Jika kerugian piutang dari hasil penjualan kredit bersih, maka besarnya laba-rugi piutang adalah : 0,5 x 85.000.000 = Rp 425.000 2.2 Penaksiran Kerugian Piutang Dengan Pendekatan Neraca Taksiran kerugian piutang berdasarkan saldo piutang dapat ditentukan secara komposit, yaitu dengan suatu persentase tertentu dari jumlah saldo piutang. Dapat pula dengan menganalisa saldo piutang menurut status masing-masing umur piutang bagi masing-masing debitur, atau yang disebut dengan analisa umur piutang. 2.1.1 Persentase Saldo Piutang Menaksir besarnya kerugian piutang berdasarkan persentase tertentu dari saldo piutang pada akhir periode. Penentuan besarnya persentase ini didasarkan pada pengalaman pada tahun-tahun yang lalu. Pendekatan ini menekankan pada nilai realisasi kas bersih yang dapat diterima dari piutang. Contoh : PT NIRWANA mulai tahun 2004 memutuskan untuk menggunakan metode cadangan yang ditentukan berdasarkan persentase dari saldo piutang. Adapun data kerugian piutang selama 5 tahun terakhir yang akan digunakan sebagai dasar untuk menentukan besarnya cadangan kerugian piutang adalah sebagai berikut. Tahun Saldo piutang usaha Jumlah kerugian Diperoleh per 31 Desember piutang kembali 1999 Rp 13.600.000 Rp 400.000 20.000 2000 Rp 14.000.000 Rp 350.000 25.000 2001 Rp 15.400.000 Rp 450.000 25.000 2002 Rp 17.000.000 Rp 500.000 30.000 2003 Rp 20.000.000 Rp 650.000 20.000 Jumlah Rp 80.000.000 Rp 2.350.000 120.000 Rata-rata kerugian piutang per tahun adalah : {(2.350.000 – 120.000) : 80.000} x 100% = 3% (pembulatan) Jika pada akhir tahun 2004 saldo rekening piutang usaha berjumlah Rp 25.000.000 maka besarnya taksiran kerugian piutang pada tahun 2004 adalah : 3% x 25.000.000 = Rp 75.000 2.1.2 Analisis Umur Piutang Kerugian piutang dapat pula ditaksir dengan cara menganalisa umur dari saldo piutang debitur-debitur perusahaan. Umur piutang masing-masing debitur digolongkan, baik yang belum dan yang suda jatuh tempo. Bagi piutang yang sudah jatuh tempo, makin lama jaraknya dengan jatuh tempo, makin besar pula kemungkinan tak tertagihnya. Dengan demikian, dalam menaksir besarnya kerugian piutang, masing-masing kelompok umur piutang ditentukan besarnya persentase kerugian. Analisis piutang selain digunakan untuk menentukan jumlah piutang yang benar-benar tak tertagih, juga dapat berguna untuk pertimbangan pengambilan keputusan tentang penjualan kredit oleh bagian penjualan. Contoh : Saldo piutang usaha CV MAKMUR per 31 Desember 2004 adalah sebesar Rp 30.000.000 yang terdiri atas : Nama debitur Saldo piutang per 31 Tanggal jatuh tempo Desember 2004 Ali Rp 4.000.000 19 November 2004 Budi Rp 1.000.000 5 Desember 2004 Candra Rp 3.750.000 3 Juli 2004 Djumai Rp 1.250.000 23 Desember 2004 Edy Rp 1.750.000 20 November 2004 Farida Rp 5.000.000 23 Januari 2004 Gunadi Rp 2.250.000 7 Februari 2004 Hardono Rp 6.250.000 15 Desember 2004 Irawan Rp 1.500.000 5 Agustus 2004 Yusuf Rp 3.250.000 13 Oktober 2004 Jumlah Rp 30.000.000 Adapun penggolongan umur piutang dan besarnya persentase kerugian masing-masing umur tersebut adalah sebagai berikut : Golongan Umur Piutang % kerugian a. Belum jatuh tempo 0,5% b. Telah jatuh tempo (1) Lewat dari 1-30 hari 2,0% (2) Lewat dari 31-60 hari 5% (3) Lewat dari 61-90 hari 10% (4) Lewat dari 90 hari 20% Berdasarkan data di atas, besarnya kerugian piutang dapat dihitung dengan langkahlangkah sebagai berikut : a. Membuat tabel analisa umur piutang Langkah pertama dalam menaksir besarnya kerugian piutang dengan analisia umur piutang adalah membuat tabel analisa umur piutang. Dalam tabel tersebut piutang dari masing-masing debitur perusahaan dikelompokkan menurut umurnya. Umur piutang dihitung dengan cara membandingkan tanggal jatuh tempo piutang dengan tanggal saat dilakukan penaksiran kerugian piutang. CV MAKMUR ANALISIS UMUR PIUTANG 31 DESEMBER 2004 (Dalam Ribuan Rupiah) Nama Saldo Belum debitur piutang jatuh Lewat jatuh tempo 1-30 31-60 61-90 >90 tempo b. Ali 4.000.000 - - 4.000.000 - - Budi 1.000.000 - 1.000.000 - - - Candra 3.750.000 - - - - 3.750.000 Djumai 1.250.000 - 1.250.000 - - - Edy 1.750.000 - - 1.750.000 - - Farida 5.000.000 5.000.000 - - - - Gunadi 2.250.000 2.250.000 - - - - Hardono 6.250.000 - 6.250.000 - - Irawan 1.500.000 - - - - 1.500.000 Yusuf 3.250.000 - - - 3.250.000 - Jumlah 30.000.000 7.250.000 8.500.000 5.750.000 3.250.000 5.250.000 Menghitung besarnya taksiran kerugian piutang Setelah saldo umur piutang masing-masing debitur digolong-golongkan, maka besarnya taksiran kerugian piutang dapat dihitung dengan cara sebgai berikut: 0,5% x Rp 7.250.000= Rp 36.250 2,0% x Rp 8.500.000= Rp 170.000 5,0% x Rp 3.250.000= Rp 287.500 10% x Rp 3.500.000= Rp 325.000 20% x Rp 5.250.000= Rp 1.050.000 Rp 1.868.750 2.3 Membandingkan Metode Estimasi Metode persentase penjualan dan analisis piutang untuk mengestimasi jumlah piutang tak tertagih dapat dibandingkan dengan dua cara. Pertama, dibandingkan berdasarkan penekanan pada laporan keuangan. Kedua, dibandingkan berdasarkan pada apakah beban piutang tak tertagih atau penyisihan piutang tak tertagih yang dijadikan pokus dalam menentukan estimasi. Metode persentase penjualan menekankan pada pemadanan beban piutang tak tertagih dengan penjualan secara kredit selama periode tersebut. Metode persentase penjualan menekankan pada laporan laba-rugi. Metode analisis piutang menekankan pada nilai realisasi bersih piutang akhir periode dan saldo penyisihan piutang tak tertagih terkait. Oleh karena itu, metode analisis piutang lebih menekankan pada neraca. Pada metode persentase penjualan, beban piutang tak tertagih adalah fokus dari proses estimasi, menekankan pada perolehan estimasi terbaik untuk beban piutang tak tertagih untuk periode tersebut. Saldo akhir penyisihan piutang tak tertagih adalah hasil dari estimasi beban piutang tak tertagih. Dalam metode analisis piutang, penyisihan piutang tak tertagih adalah fokus dari proses estimasi. Beban piutang tak tertagih menjadi hasil akhir dari estimasi penyisihan piutang tak tertagih.

Judul: Akuntansi Keuangan Produktif Akuntansi Kelas Xi-akuntansi Inovasi Disusun Oleh

Oleh: Hery Adam

Ikuti kami