Akuntansi Keuangan Lanjutan

Oleh Eva Mairiza

22 tayangan
Bagikan artikel

Transkrip Akuntansi Keuangan Lanjutan

AKUNTANSI KEUANGAN LANJUTAN
I. PEMBENTUKAN PERSEKUTUAN DAN USAHANYA
1. Pengertian dan Karakteristik Persekutuan
1.1. Pengertian Persekutuan
Persekutuan (Partnership) adalah suatu penggabungan diantara dua orang (badan) atau lebih
untuk memiliki bersama-sama dan menjalankan suatu perusahaan guna mendapatkan keuntungan
atau laba.
Didalam persekutuan pemisahan pemilik dan manajemen hampir tidak ada, namun demikian
penyelenggaraan akuntansi harus berpedoman pada ketentuan-ketentuan yang diatur oleh
prinsip-prinsip yang lazim. Dari segi akuntansinya, persekutuan sebagai suatu unit usaha harus
dianggap mempunyai kedudukan terpisah dengan para pemiliknya.
1.2. Karakteristik Persekutuan
Secara umum ada 5 yang menjadi karakteristik persekutuan yaitu :
a.

Berusaha Bersama-sama (Mutual Agency)
Setiap anggota merupakan agen dari pada persekutuan untuk mencapai tujuan usahanya

b. Jangka waktu terbatas (Limited life)
Persekutuan tetap ada selama orang-orang (badan-badan) yang mengadakan persekutuan itu ada
dan masing-masing masih tetap menghendakinya. Setiap perubahan yang berhubungan dengan
maksud mengkahiri penjanjian dari para anggota berarti membubarkan persekutuan. Penarikan
modal atau kaitan seorang anggota otomatis membubarkan persekutuan.
c.

Tanggung jawab tidak terbatas (Unlimited Liability )
Tangung jawab seorang anggota terbatas pada jumlah yang ditanam di dalam usaha persekutuan.
Apabila di dalam keadaan tertentu persekutuan tidak dapat membayar hutang-hutangnya karena
jumlah kekayaan tidak cukup, maka kreditur berhak menagih pada salah satu seorang dari
anggota persekutuan tersebut.

d. Memiliki suatu bagian/hak di dalam persekutuan (Ownership of an Interest in a Partnership)
Kekayaan yang ditanam di dalam perusahaan tidak lebih dari hak milik yang terpisah dari
anggota yang menjadi kekayaan persekutuan. Anggota yang menanamkan kekayaan ke dalam
persekutuan berarti menyerahkan haknya untuk mengusahakan dan menggunakan kekayaannya

itu, dan sepenuhnya rela untuk dipakai guna mencapai tujuan-tujuan persekutuan. Hak yang
diberikan kepada persekutuan ini memberikan hak yang sama dengan anggota lainnya untuk
memimpin dan menjalankan usaha persekutuan.
e.

Pengembalian bagian keuntungan persekutuan
Setiap anggota mendapat bagian dari keuntungan persekutuan. Suatu persetujuan yang dibuat
untuk membagi keuntungan itu sendiri, tidak merupakan suatu bentuk persekutuan.
2. Bentuk-Bentuk Persekutuan dan Perjanjian dalam Persekutuan
2.1. Bentuk-Bentuk Persekutuan
Persekutuan dapat diklasifikasikan ke dalam :
a. Persekutuan Perdagangan
Adalah persekutuan yang usaha pokoknya adalah pembuatan, pembelian, dan penjualan barang
dagangan.
b. Persekutuan Jasa-jasa
Adalah persekutuan yang bertujuan untuk memberikan jasa-jasa karena keahliannya, misalnya
persekutuan antara akuntan, advokat dll.
Selain itu persekutuan dapat pula dibedakan antara :
a. Persekutuan Umum
Adalah suatu bentuk persekutuan dimana semua anggotanya dapat bertindak atas nama
perusahaan dan kepadanya dapat diminta pertanggung jawaban atas kewajiban-kewajiban
persekutuan. Masing-masing anggota disebut sekutu umum.
b. Persekutuan Terbatas
Suatu persekutuan dimana aktivitas angota tertentu dibatasi dan sebaliknya tanggung jawab
masing-masing anggota akan dibatasi samapi jumlah tertentu, yang mungkin sejumlah investasi
yag telah diberikannya. Angota tersebut disebut sekutu terbatas.
c. Join Stock Companies
Adalah bentuk persekutuan dimana struktur modalnya berupansaham-saham yang dapat dipindah
tangankan. Perpindahan hak atas saham-saham tersebut tidak boleh mengganggu kontinuitas

usaha persekutuan. Tanggung jawab para anggota tidak terbatas seperti halnya pada persekutuan
umum.
2.2. Perjanjian Dalam Persekutuan
Dalam persekutuan tentu harus da perjanjian sebagai dasar pijakan pembentukan persekutuan
tersebut. Pada perjanjian persektuan berisi tentang, nama persekutuan, anggota, tanggal berdiri,
sifat serta bidang usaha, dan beberapa hal yang harus ada yaitu a;
-

Besarnya investasi dari masing-masing anggota

-

Hak dan kewajiban anggota

-

Buku-buku catatan dan laporan keuangan

-

Pembagian keuntungan

-

Hal-hal khusus yang menyangkut masalah pembebanan dan penerimaan imbalan jasa tertentu
diantara para anggota.

-

Penarikan kembali modal yang disetor

-

Asuransi jiwa kematian salah satu anggota

-

Penyelesaian apabila ada perselisihan ddiantara para anggota dan lain-lain.
2.3. Penyertaan Modal dalam Persekutuan
Proses akuntansi yang spesifik pada persekutuan adalah masalah pencatatan pengakuan
dan pengukuran milik atau penyertaan (hak) masing-masing anggota dalam persekutuan. Hak
masing-masing angota diikhtisarkan dalam rekening modal masing-masing anggota sekutu.
2.3.1. Pembentukan Awal Persekutuan
Contoh :
Tuan Petruk, Gareng dan Semar sepakat mendirikan sebuah persekutuan dengan investasi
masing-masing sebesar Rp. 7.500.000, Rp. 6.000.000 dan Rp. 8.000.000. dalam persekutuan
tersebut mereka sepakat untuk melakuka pembagian keuntungan dengan perbandingan yang
sama. Pada tahun pertama persekutuan mendapat keuntungan sebesar Rp. 3.000.000,-.
Pencatatan atas modal dan kuntungan masing-masing sekutu adalah sebagai berikut :
Modal Petruk

Modal gareng

Modal Semar

Kekayaan Bersih

Keterangan

7.500.000

6.000.000

8.000.000

21.500.000 Investasi awal

1.000.000

1.000.000

1.000.000

3.000.0000 Keuntungan

8.500.000

7.000.000

9.000.000

24.500.000

Bentuk jurnal yang dibuat adalah :
Uraian

D

Kas

K

21.500.000

Modal Gareng

7.500.000

Modal Petruk

6.000.000

Modal Semar

8.000.000

Laba Rugi

6.000.000

Pribadi Gareng

1.000.000

Pribadi Petruk

1.000.000

Pribadi Semar

1.000.000

Apabila persekutuan tersebut menderita kerugian kerugian sebesar Rp. 18.000.000, dengan porsi
pembagian rugi di bagi dengan perbandingan yang sama, maka :
Modal Petruk

Modal gareng

Modal Semar

7.500.000

6.000.000

8.000.000

(6.000.000)

(6.000.000)

(6.000.000)

1.500.000

0

2.000.000

Kekayaan Bersih

Keterangan

21.500.000 Investasi awal
(18.000.0000) Rugi
3.500.000

Pada saat persekutuan akan dilkuidasi, maka Gareng tidak akan mendapatkan pengembalian
modal karena modal tersebut sudah habis untuk membayar kerugian persekutuan, sedangkan
Petruk dan Semar akan mendapatkan pengembalian sebesar sisa masing-masing modal setelah di
potong dengan kerugian persekutuan.
2.3.2. Pembentukan dengan Menggabungkan Perusahaan yang Sudah Berjalan
Dalam kasus ini ada dua permasalahan yang bisa timbul yaitu yaitu :
1. Apabila persekutuan akan melanjutkan pembukuan dari salah satu perusahan yang sudah
ada atau membentuk pembukuan tersendiri.
2. Apakah perubahan atau penilaian tertentu terhadap posisi aktiva, hutang dari masingmasing perusahaan yang akan digabungkanperlu diadakan atau tidak perlu diadakan.

Contoh :
Tuan Petruk, dan Gareng masing-masing sepakat untuk membentuk persekutuan
Petruk telah memiliki perusahaan yang sudah berjalan, dimana Gareng bermaksud akan
menggabungkan diri ke dalam perusahaan tersebut dengan setoran modal Gareng sebesar
Rp. 10.000.000,-.
Adapaun neraca perusahaan yang dimiliki oleh Petruk adalah :
PETRUK
NERACA, PER 31 DESEMBER 2007
URAIAN
D
Kas
4,500,000
Piutang Dagang
12,000,000
Cadangan Kerugian Piutang
(1,200,000)
Persediaan Barang Dagangan
14,000,000
Suplies Kantor
1,500,000
Peralatan Kantor
5,000,000
Kendaraan
15,000,000
Akumulasi Penyusutan Pralatan
2,000,000
Akumulasi peyusutan Kendaraan
4,500,000
Hutang
Modal Petruk
Jumlah …………..
57,300,000
Dalam pembentukan persekutuan tersebut ke dua belah pihak sepakat

K

37,300,000
20,000,000
57,300,000
dengan perjanjian sebagai

berikut :
1. Uang kas diambil seluruhnya oleh Petruk
2. Dari seluruh piutang dagang yang ada, sebesar Rp 4.000.000 dianggap tidak bisa tertagih
dan cadangan kerugian ditetapkan sebesar Rp. 10% dari saldo piutang yang baru.
3. Setelah diadakan penilian kembali terhadap persediaan barang dagangan berdasarkan
harga pasar, nilai persediaan menjadi Rp. 18.000.000
4. Kendaraan dinilai sebesar Rp. 20.000.000 tetapi telah disusutkan sebesar 50%, sehingga
menjadi Rp. 10.000.000
5. Good wil diberikan kepada Petruk atas prestasi perusahaannya sebesar Rp. 15.000.000

Persekutuan yang baru dibentuk melanjutkan pembukun yang sudah ada
a. Mencatat penilaian kembali berbagai macam aktiva :
Cadangan Kerugian piutang ………

800.000

Persediaan Barang Dagangan …….. 4.000.000
Akumulasi Peny. Kendaraan ……… 4.500.000
Good Will ………………………… 15.000.000
Piutang Dagang ………………………………..

4.000.000

Kendaraan ……………………………………...

5.000.000

Modal Petruk …………………………………… 15.300.000
b. Mencatat Setoran Modal Gareng
Kas ……………………………… 10.000.000
Modal Gareng ………………………………….. 10.000.000
c. Mencatat pengambilan uang kas oleh Petruk
Modal Petruk …………………… 4.500.000
Kas ……………………………………………. 4.500.000
Pencatatan dengan membentuk buku-buku baru tersendiri
a. Mencatata kekayaan Petruk sebagai setoran modal
Piutang dagang …………. ….. 14.000.000,Persed. Brg. Dagangan ……… 18.000.000
Suplies kantor ……………….

1.500.000

Peralatan Kantor ……………

5.000.000

Kendaraan …………………... 10.000.000
Goodwil ……………………. 15.000.000
Cadangan Kerugian …………………….

400.000,-

Hutang ………………………………….

37.300.000

Modal Petruk ……………………………

25.800.000

b. Mencatat setoran modal Gareng
Kas ………………………… 10.000.000
Modal Gareng ………………………….. 10.000.000

Maka neraca persekutuan Petruk dan Gareng dalah sebagai berikut :
PERSEKUTUAN PETRUK DAN GARENG
NERACA, PER JANUARI 2008
URAIAN
D
Kas
10,000,000
Piutang Dagang
14,000,000
Cadangan Kerugian Piutang
(400.00)
Persediaan Barang Dagangan
18,000,000
Suplies Kantor
1,500,000
Peralatan Kantor
5,000,000
Kendaraan
10,000,000
Akumulasi Penyusutan Pralatan
0
Akumulasi peyusutan Kendaraan
0
Goodwill
15.000.000
Hutang
Modal Gareng
Modal Petruk
Jumlah …………..
73.100.000

K

37,300,000
10.000.000
25,800,000
73.100.000

2.4. Pembagian Laba dalam Persekutuan
Dalam perjanjian pembentukan persekutuan biasanya dicantumkan tata cara pembagian
laba bagi para anggota sekutu. Tetapi apabila tata cara ini tidak terdapat dalam perjanjian, maka
pembagian laba bisa dilakukan dengan beberapa cara sebagai berikut :
1. Laba dibagi sama
2. Dengan perbandingan atas dasar kesepakatan bersama
3. Dengan perbandingan penyertaan modal
4. Mula-mula ditentukan bunga modal dari masing-masing anggota, selebihnya di bagi atas dasar
perjanjian.

5. Mula-mula diberikan gaji sebagai pemilik dan bonus kepada anggota yang aktif bekerja, sisanya
dibagi atas dasar perjanjian.
6.

Mula-mula ditetpkan bunga modal dari angota, kemudian gaji untuk anggota-angota yang
dianggap berjasa sisanya dibagi atas dasar perjanjian.

Contoh :
Petruk, Gareng dan Semar telah mendirikan sebuah perusahaan bersama, pada akhir tahun 2007,
perusahaan tersebut mendapatkan laba sebesar Rp. 30.000.000,-. Pada akhir tahun 2007
komposisi modal dan prive masingmasing sekutu adalah sebagai berikut :
Modal Petruk
01 Jan

Setoran

2.500.000

01 Juli

Setoran

3.500.000

Modal Gareng
01 Jan

Setoran

2.000.000

01 Mei

Setoran

2.000.000

01 Jan

Setoran

3.000.000

01 Agustus

Setoran

5.000.000

Modal Semar

1. Berdasarkan kesepakatan bersama laba akan di sama
Pencatatannya adalah sbb :
Laba Rugi …………………. Rp. 30.000.000,Pribadi Petruk ………………………………… Rp. 10.000.000
Pribadi Gareng ……………………………….. Rp. 10.000.000
Pribadi Semar ………………………………… Rp. 10.000.000
2. Disetujui laba dibagi dengan perbandingan
10 bag utk Petruk, 8 Bag untuk Gareng dan 12 bag untuk Semar (10:8:12)

Laba Petruk 10/30 x 30.000.000 = 10.00.000
Laba Gareng 8/30 x 30.000.000 = 8.000.000
Laba Semar 12/30 x 30.000.000 = 12.000.000
Laba Rugi …………………. Rp. 30.000.000,Pribadi Petruk ………………………………… Rp. 10.000.000
Pribadi Gareng ……………………………….. Rp.

8.000.000

Pribadi Semar ………………………………… Rp. 12.000.000
3. Pembagian didasarkan pada jumlah penyertaan modal
a. Sesuai dengan perbandingan jumlah modal awal
Nama Sekutu

Saldo Modal Awal

Rasio Pembagian

Hak atas laba

Petruk

2.500.000

25/75x30.000.000

10.000.000

Gareng

2.000.000

20/75x30.000.000

8.000.000

Semar

3.000.000

30/75x30.000.000

12.000.000

Jumlah

7.500.000

75/75x30.000.000

30.000.000

Laba Rugi …………………. Rp. 30.000.000,Pribadi Petruk ………………………………… Rp. 10.000.000
Pribadi Gareng ……………………………….. Rp.

8.000.000

Pribadi Semar ………………………………… Rp. 12.000.000
b. Sesuai dengan perbandingan jumlah modal akhir
Nama Sekutu Saldo Modal Akhir

Rasio Pembagian

Hak atas laba

Petruk

6.000.000

6/18x30.000.000

10.000.000

Gareng

4.000.000

4/18x30.000.000

6.700.000

Semar

8.000.000

8/18x30.000.000

13.300.000

Jumlah

18.000.000

18/18x30.000.000

30.000.000

Laba Rugi …………………. Rp. 30.000.000,Pribadi Petruk ………………………………… Rp. 10.000.000
Pribadi Gareng ……………………………….. Rp.

6.700.000

Pribadi Semar ………………………………… Rp. 13.300.000

c. Laba dibagi sesuai dengan modal rata-rata tahunan
Nama Sekutu

Tgl

Mutasi

Saldo Modal

Mutasi
Petruk

Gareng

Semar

Jk. Wkt

Jmlh Mdal dalam

Mdl

Jk. Waktunya

01 Jan

2.500.000

2.500.000

6 bln

15.000.000

01 Juli

3.500.000

3.500.000

6 bln

21.000.000

12 bln

36.000.000

01 Jan

2.000.000

2.000.000

4 bln

8.000.000

01 Mei

2.000.000

2.000.000

8 bln

16.000.000

12 bln

24.000.000

01 Jan

3.000.000

3.000.000

7 bln

21.000.000

01 Agst

5.000.000

5.000.000

5 bln

25.000.000

12 bln

46.000.000

Jumlah

Rasio Pemb. Laba

Hak atas Laba

36/106x30.000.000

10.188.000

24/106x30.000.000

6.792.000

46/106x30.000.000

13.020.000

106.000.000

30.000.000

Laba Rugi …………………. Rp. 30.000.000,Pribadi Petruk ………………………………… Rp. 10.188.000
Pribadi Gareng ……………………………….. Rp.

6.792.000

Pribadi Semar ………………………………… Rp. 13.020.000
4. Pembagian Laba dibagi dengan menghitung bunga modal terlebih dahulu lalu sisanya dibagi
sesuai dengan kesepakatan yaitu 35 %: 25%:40% untuk Petruk, Gareng dan Semar. (Bunga
modal ditetapkan sebesar 8%).
Nama
Sekutu

Bunga Modal

RasioPembagian

Hak atas laba

Petruk

8%

8% x (36.000.000/12)

240.000

Gareng

8%

8% x (24.000.000/12)

160.000

Semar

8%

8% x (106.000.000/12)

706.660

Jumlah

1.106.600

Sisa laba yang akan di bagi berdasarkan perjanjian yang telah disepakati yaitu :
30.000.000 – 1.106.600 = 28.893.400
Maka pembagian sisa laba yaitu :
Petruk = 35% x 28.893.400 = 10.112.690 + 240.000 = 10.352.690
Gareng = 25% x 28.893.400 = 7.223.350 + 160.000 = 7.383.350
Semar = 40% x 28.893.400 = 11.557.360 + 706.000 = 12.263.360
Laba Rugi …………………. Rp. 30.000.000,Pribadi Petruk ………………………………… Rp. 10.352.690
Pribadi Gareng ……………………………….. Rp.

7.383.350

Pribadi Semar ………………………………… Rp. 12.263.360
5. Pembagian laba dilakukan dengan menghitung gaji terlebih dahulu kemudian sisanya di bagi
sesuai dengan perbandingan modal akhir.
Ditetapkan gaji kepada masing-masing sekutu adalah :
Petruk : 750.000 x 12 = 9.000.000
Gareng : 600.000 x 12 = 7.200.000
Semar : 850.000 x 12 = 10.200.000
Total gaji sekutu

= 26.400.000

Nama

Saldo Modal Rasio Pembagian

Hak

atas Gaji

Sekutu

Akhir

laba

Petruk

6.000.000

6/18x3.600.000

1.200.000

Gareng

4.000.000

4/18x3.600.000

800.000

Semar

8.000.000

8/18x3.600.000

1.600.000 10.200.000 11.800.000

Jumlah

18.000.000

18/18x3.600.000

3.600.000 26.400.000 30.000.000

Laba Rugi …………………. Rp. 30.000.000,Pribadi Petruk ………………………………… Rp. 10.200.000
Pribadi Gareng ……………………………….. Rp.

8.000.000

Total

9.000.000 10.200.000
7.200.000 8.000.000

Pribadi Semar ………………………………… Rp. 11.800.000
6. Apabila pembagian laba disetujui dengan perjanjiansebagai berikut :
a. Bunga Modal ditetapkan sebesar 8% setahun dari modal rata-rata
b. Untuk Petruk diberikan bonus sebesar 10 % dari jumlah laba yang diterima setelah di kurangi
dengan bunga modal.
c. Sisa Laba di bagi dengan perbandingan 35:25:40.
Perhitungan pembagian laba untuk masing-masing seukutu adalah sbagai berikut :

Nama

Bunga

Rasio Pembagian

Hak

atas Bonus

Pemb. Sisa Total

Sekutu

Modal

Petruk

8%

8% x (36.000.000/12)

240.000

2.889.340

Gareng

8%

8% x (24.000.000/12)

160.000

0

Semar

8%

8% x (106.000.000/12)

706.660

0 10.401.624 11.108.284

laba

Jumlah
Laba Rugi …………………. Rp. 30.000.000,Pribadi Petruk ………………………………… Rp. 12.230.761
Pribadi Gareng ……………………………….. Rp.

6.661.015

Pribadi Semar ………………………………… Rp. 11.108.284

9.101.421 12.230.761
6.501.015

6.661.015

Judul: Akuntansi Keuangan Lanjutan

Oleh: Eva Mairiza


Ikuti kami