Akuntansi Keuangan Dan Standar Akuntansi

Oleh Muhammad Syahratul Ikhsan

77 tayangan
Bagikan artikel

Transkrip Akuntansi Keuangan Dan Standar Akuntansi

TUGAS MAKALAH
AKUNTANSI KEUANGAN DAN STANDAR AKUNTANSI

Dosen pengampuh:
Wirmie Eka Putra, S.E., M.Si.
Widya Sari Wendry, S.E., M.Si

Di susun oleh:
MUHAMMAD SYAHRATUL IKHSAN (C1C019138)
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNI
UNIVERSITAS JAMBI
TAHUN 2020

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Salah satu sarana penunjang yang diperlukan oleh suatu perusahaan atau suatu unit ekonomi adalah
standar akuntansi yang memungkinkan terlaksananya sistem informasi manajemen dengan baik. Standar
akuntansi dapat dipergunakan sebagai pedoman dalam menyusun laporan keuangan yang layak serta memiliki
daya banding sehingga dapat menyajikan informasi yang bernilai bagi pihak-pihak yang berkepentingan. Standar
akuntansi merupakan landasan atau petunjuk bagi mereka untuk melakukan praktek atau kegiatan di bidang
akuntansi, agar laporan keuangan lebih berguna dan tidak menyesatkan. Hal ini diperjelas oleh Ikatan Akuntansi
Indonesia dalam Standar Akuntansi Keuangan (SAK) sebagai pedoman pokok penyusunan dan penyajian laporan
keuangan bagi perusahaan, dana pensiun dan unit ekonomi lainnya adalah sangat penting, agar laporan keuangan
lebih berguna, dapat dimengerti dan dapat diperbandingkan serta tidak menyesatkan.
Oleh karena itu, maka standar akuntansi merupakan suatu pedoman yang wajib ditaati bagi mereka yang
melakukan kegiatan di bidang akuntansi, dalam rangka penyusunan laporan keuangan. Tetapi perlu diingat bahwa
Standar Akuntansi Keuangan sebagai suatu pedoman yang diikuti kebiasaan tentulah bukan merupakan pedoman
yang sifatnya universal dan berlaku mutlak sesuai keadaan, waktu dan tempat. Standar Akuntansi Keuangan
dalam perkembangannnya tidak terlepas dari pengaruh faktor-faktor lain, misalnya pandangan para ahli di bidang
akuntansi, perkembangan politik dan ekonomi, peraturan pemerintah dan faktor-faktor lainnya.
Dengan demikian, maka yang perlu diketahui dari Standar Akuntansi tersebut adalah pedoman dan
petunjuk apakah yang dapat diberikan oleh Standar Akuntansi tersebut? Standar Akuntansi dapat memberikan
petunjuk tentang bagaimanakah caranya sumber-sumber ekonomi yang ditimbulkannya dicatat sebagai “harta”
dan “kewajiban”. Jika terjadi perubahan atas harta dan kewajiban itu bagaimanakah cara mencatatnya, kapan
perubahan tersebut dicatat serta bagaimanakah cara mengukurnya, informasi apa saja yang perlu diungkapkan dan
bagaimana cara mengungkapkannya dan sebagainya.
B. Rumusan Masalah
Dari latar belakang permasalahan diatas, maka dapat diambil rumusan permasalahan sebagai berikut :
1. Apakah akuntansi Keuangan itu?
2. Bagaimana Standar akuntansi itu?

C. Tujuan Penulisan
Tujuan dari penulisan makalah ini, yaitu sebagai berikut :
1. Untuk memaparkan pengertian dari Standar Akutansi.
2. Untuk memaparkan tentang poin-poin standar akuntansi sesuai dengan rumusan masalah diatas.
3. Sebagai salah satu bentuk penyelesaian tugas selaku Mahasiswa Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi
Bisnis Universitas Jambi

BAB II
Pembahasan
Prinsip Akuntansi yang berlaku umum (PABU) [Generally Accepted Accounting Principles
(GAAP)]
Pengertian Prinsip Akuntansi yang berlaku umum (PABU):
1. Prinsip Akuntansi yang berlaku umum (PABU) adalah seperangkat prinsip akuntansi, standar dan
prosedur yang digunakan perusahaan untuk menyusun laporan keuangan mereka. PABU adalah kombinasi
standar otoritatif (yang ditetapkan oleh dewan pembuat kebijakan) dan hanya cara yang diterima secara
umum pencatatan dan pelaporan informasi akuntansi.
2. Prinsip Akuntansi yang berlaku umum (PABU) adalah suatu rerangka pedoman yang terdiri atas standar
akuntansi dan sumber-sumber lain yang yuridis, teoritis, dan praktis.
3. Prinsip Akuntansi yang berlaku umum (PABU) merupakan rerangka pedoman untuk menentukan
perlakuan akuntansi yang tepat atau wajar dalam suatu lingkungan akuntansi (negara).
PABU ini dibentuk oleh 2 pedoman yaitu: pedoman yang ditentukan secara resmi oleh badan yang berwenang
dalam bentuk standar akuntansi atau juga pedman-pedoman yang baik dan tengah banyak dipraktikkan dapat
digunakan sebagai acuan bila hal tersebut tidak bertentangan dengan rerangka konseptual atau didukung
berlakunya secara autoritatif.
PABU memberi batasan atau definisi berbagai elemen, pos, atau objek statemen keuangan atau istilah yang
digunakan dalam pelaporan keuangan agar tidak terjadi kesalahan klasifikasi oleh penyusun dan kesalahan
interpretasi oleh pemakai.
Isi PABU Sebagai Rerangka Pedoman
Rerangka pedoman berisi komponen-komponen yang tersusun secara hierarkis baik atas dasar tingkat
konseptual maupun auotoritas. Rerangka pedoman ini mengalami perkembangan sesuai dengan kebutuhan praktik
dan profesi, sehingga memunculkan beragam versi mengenai PABU. Versi-versi PABU yang muncul adalah
PABU versi APB, versi Rubin, versi SAS No. 69 dan versi SPAP.
PABU Versi APB ( Accounting Principle Board).
PABU dalam versi ini terdiri dari landasan konseptual seperti dalam rerangka konseptual versi FASB dan PABU
yang disebut landasan operasional atau praktik yang terdiri dari prinsip mendasar, prinsip operasi umum, dan
prinsip terinci.
rinsip Akuntansi Berterima Umum (PABU) memberi pedoman tentang akuntansi, yaitu:


Pengukuran

Pengukuran atau penilaian adalah penentuan jumlah rupiah sebagai unit pengukur suatu objek yang
terlibat dalam suatu transaksi keuangan.


Pengakuan

Pengakuan ialah suatu jumlah rupiah (kos) kedalam system akuntansi sehingga jumlah tersebut akan
mempengaruhi suatu pos dan terefleksi dalam laporan keuangan.


Penyajian

Pengungkapan berarti pembeberan hal hal informative yang di anggap penting dan bermanfaat bagi
pemakai selain apa yang dapat dinyatakan melalui laporan keuangan utama dan cara cara penyampaiannya.


Pengauditan

Pengauditan ialah membahas prinsip, prosedur, dan teknik pengauditan laporan keuangan untuk member
pendapat tentang kewajaran penyajian laporan keuangan.
PABU yang dikenakan pada perusahaan sehingga investor memiliki tingkat minimum konsistensi dalam
laporan keuangan yang mereka gunakan ketika menganalisis perusahaan untuk tujuan investasi. Penutup PABU
hal-hal seperti pengakuan pendapatan, neraca klasifikasi barang dan pengukuran saham yang beredar. Perusahaan
diharapkan untuk mengikuti aturan PABU ketika melaporkan data keuangan mereka melalui laporan keuangan.
Jika laporan keuangan tidak disajikan sesuai dengan prinsip PABU, sangat waspada.
Perlu diingat bahwa PABU hanyalah satu set standar. Ada banyak ruang di dalam PABU untuk akuntan yang tidak
bermoral untuk mendistorsi angka. Jadi, bahkan ketika sebuah perusahaan menggunakan PABU, Anda masih perlu untuk
meneliti laporan keuangannya.

Laporan Keuangan dan Pelaporan Keuangan
Karakteristik yang dimiliki akutansi yaitu meliputi kegiatan mengidentifkasi, mengukur, dan
mengkomunikasikan informasi keuangan mengenai entitas ekonomi kepada pihak- pihak yang memiliki
kepentingan. Akuntansi keuangan atau yang biasa dikenal dengan financial accounting merupakan suatu proses
yang berakhir pada dibuatnya suatu laporan keuangan yang memberikan gambaran isi perusahaan secara
keseluruhan dan informasi keuangan tersebut akan digunakan oleh pihak- pihak yang berkepentingan, baik pihak
internal ataupun pihak eksternal perusahaan. Sebaliknya, akuntansi manajerial atau yang biasa dikenal dengan
manajerial accounting yaitu proses mengidentifikasi, mengukur, menganalisis, dan mengkomunikasikan
informasi keuangan yang ada di dalam perusahaan yang dibutuhkan oleh manajemen perusahaan untuk melihat,
mengendalikan, mengevaluasi kinerja suatu perusahaan, dan merencanakan langkah perusahaan ke depannya.
Laporan keuangan sering disajikan dalam bentuk (a) neraca, (b) laporan laba-rugi, (c) laporan arus kas, dan (d)
laporan ekuitas pemilik. Selain itu, catatan atas laporan keuangan juga merupakan salah satu bagian dari sebuah
laporan keuangan.
Akuntansi dan Alokasi Modal
Bagan di bawah ini menunjukkan bagaimana proses alokasi modal bekerja
Pelaporan Keuangan
Informasi keuangan yang
disediakan perusahaan
yangbertujuan membantu
pihak - pihak yang
berkepentingan
dalammembuat keputusan
alokasi modal perusahaan

Pemakai
Investor dan kreditor
menggunakan laporan
keuanganuntuk membuat
keputusan alokasimodal
perusahaan

Alokasi Modal
Proses
penentuan
bagaimana dan dengan
biayaberapa
uang
dalam
dialokasikan ke

kepentingan
kepentingan yang saling
bersaing

Tantangan yang Dihadapi Akuntansi Keuangan
Dewasa ini, teknologi maupun pikiran manusia semakin berkembang. Dari teori yang
dahulunya sederhana, kemudian banyak dikembangkan oleh ahli-ahli di masa kini. Bukan tidak
mungkin, di masa yang akan datang, akuntansi akan dihadapkan pada hal-hal berikut.


Pengukuran Nonkeuangan

Laporan keuangan di masa sekarang hanya menyediakan informasi keuangan saja, dan tidak
menyajikan ukuran kerja seperti indeks kepuasan pelanggan, informasi tentang pemesanan yang
belum diproses, tingkat penolakan atas barang yang dibeli konsumen, dan lain-lain. Padahal datadata ataupun informasi yang berkaitan dengan laporan keuangan sangat diperlukan oleh pihak-pihak
yang berkepentingan. Kondisi suatu perusahaan tidak bisa dilihat hanya dari data-data keuangan
saja, tetapi informasi pengukuran nonkeuangan juga diperlukan agar pihak-pihak dalam maupun luar
dapat mengevaluasi secara menyeluruh apa saja yang terjadi di perusahaan selama periode ini,
sehingga dapat dijadikan pelajaran untuk lebih baik ke depannya.

 Informasi yang Berorientasi ke Depan
Laporan keuangan yang ada saat ini tidak menyajikan informasi yang berorientasi ke depan,
padahal hal tersebut dibutuhkan oleh investor maupun kreditor. Laporan keuangan yang ada saat
ini hanya menggunakan data historis dan yang terjadi saat itu. Dan hal tersebut belum mampu
mencerminkan keuangan perusahaan ke depannya. Oleh karena itu, ke depannya, diperlukan
laporan keuangan yang mampu berorientasi ke depan sehingga pihak internal maupun eksternal
dapat mengetahui perkiraan kondisi perusahaan ke depannya. Hal tersebut akan sangat
berpengaruh terhadap keputusan yang diambil oleh terutama pihak-pihak eksternal perusahaan
seperti investor dan kreditor perusahaan.


Aktiva Lunak

Laporan keuangan yang ada sekarang hanya menyajikan aktiva-aktiva keras saja, seperti
bangunan, persediaan saja, dan hanya sedikit membahas mengenai aktiva lunak. Padahal
terdapat aktiva tak berwujud (aktiva lunak) yang sebetulnya sangat berharga seperti keahlian
(pengetahuan) yang dimiliki oleh Micsrosoft, sistem pemasaran yang unik yang dimiliki oleh
Dell, dan lain-lain. Aktiva- aktiva lunak ini padahal merupakan aset yang sangat berharga di
beberapa perusahaan tertentu, hanya saja belum ada ukuran-ukuran dalam akuntansi untuk
megukur nilai maupun sekadar mengakui aset- aset lunak ini.


Ketepatan Waktu

Laporan keuangan hanya disajikan per bulan, per 1 semester, atau bahkan per tahun dan
biasanya hanya diaudit 1 kali dalam 1 tahun. Tidak banyak laporan keuangan yang tersedia setiap
waktu. Ke depannya mungkin akan ada laporan keuangan yang disajikan real time selayaknya
indeks harga saham atau kurs nilai tukar rupiah terhadap dollar maupun sebaliknya. Dan hal tersebut
bukan tidak mungkin dapat terjadi mengingat perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang
saat ini berkembang dengan pesatnya.Tantangan tersebut bukan tidak mungkin dapat terselesaikan

seiring dengan perkembangan zaman, karena para ahli di bidang akuntansi tentunya akan terus
mencari celah dalam menyeles aikan permasalahan-permasalahan yang terjadi di bidang akuntansi.
Tanda- tanda mengenai penyelesaian permasalahan-permasalahan ini pun bermunculan, antara lain
sebagai berikut.


Beberapa perusahaan telah mengungkapkan informasi yang dianggap relevan bagi
investor



Semakin banyak perusahaan yang menerbitkan laporan keuangannya ke dalam beberapa
format web

Dahulu, perusahaan hanya menggunakan format World Wide Web dalam menyajikan laporan
keuangannya, namun sekarang lebih banyak bermunculan perusahaan-perusahaan yang menggunakan
format lain untuk menyajikan data-data keuangannya dalam bentuk laporan keunagan. Format baru yang
digunakan oleh perusahaan dalam menyajikan laporan keuangannya antara lain dengan menggunakan
format spread sheet Excel dan dengan menggunakan bahasa pelaporan bisnis yang dapat diperluas (XBRL).
Dengan adanya format-format tersebut tentunya lebih memudahkan para pengguna informasi keuangan
perusahaan dalam mencari informasi yang ia butuhkan.



Lebih banyak standar akutansi yang menyaratkan pencatatan atau pengungkapan informasi
tentang nilai wajar
Perubahan dalam bentuk ini dapat menambah relevansi laporan keuangan dan akan lebih

baik dalam penyediaan informasi keuangan yang dibutuhkan oleh pihak-pihak yang berkepentingan
dalam maupun luar perusahaan.

Tujuan Pelaporan Keuangan
Pelaporan keuangan yang dibuat oleh sebuah perusahaan harus memenuhi tujuan-tujuan
berikut.


Menyediakan informasi yang bermanfaat dalam keputusan investasi dan kredit
Informasi keuangan suatu perusahaan akan sangat berguna bagi pihak- pihak yang

berkepentingan di suatu perusahaan. Karena alasan tersebut, maka perusahaan sebaiknya melakukan
pelaporan keuangan dan harus informatif agar pembacanya paham dan menggambarkan dengan
jelas kondisi perusahaan tersebut. Setelah kondisi perusahaan tergambar dari pelaporan keuangan
yang dibuat perusahaan, maka investor maupun kreditor akan bisa membuat keputusan mengenai
investasi maupun kredit bagi perusahaan tersebut.


Menyediakan informasi yang bermanfaat bagi penilaian arus kas di masa depan

Selain menyediakan informasi yang berguna bagi investor maupun kreditor,
pelaporan keuangan juga diharapkan mampu menyediakn informasi yang berguna bagi
penilaian arus kas di masa depan. Dengan adanya pelaporan ini, dirapkan mampu menjadi
data historis keuangan perusahaan, sehingga dapat dijadikan acuan untuk meramalkan arus
kas di masa yang akan datang berdasarkan data-data di masa yang lalu



Menyediakan informasi tentang sumber daya yang dimiliki perusahaan
Tujuan diadakannya pelaporan keuangan oleh perusahaan selain dua tujuan di atas
adalah untuk menyediakan informasi tentang sumber daya yang dimiliki oleh perusahaan,
tetang klaim terhadap sumber daya tersebut, dan mengenai perubahannya. Sumber daya yang
dimiliki oleh suatu perusahaan tentunya menjadi pertimbagan sendiri bagi pihak-pihak yang
terkait dengan perusahaan. oleh karena itu, dibuatlah suatu pelaporan keuangan yang
membahas tentang hal tersebut beserta klaim dan perubahannya agar lebih jelas dan lengkap.

Kebutuhan untuk Membuat Standar
Kontroversi utama ketika menetapkan suatu standar akuntansi ialah ―Peraturan siapakah
yang seharusnya dipatuhi, dan kemudian apa peraturannya?‖ Untuk menjawab pertanyaan
tersebut memang tidaklah mudah. Harus ada standar akuntansi yang disetujui oleh semua
negara sehingga dapat dijadikan pedoman dalam mebuat laporan keuangan. Untuk
menyelesaikan permasalahan tersebut, dibuatlah standar internasional beruba prinsipprinsip akuntansi yang dapat diterima umum (General Accepted Accounting Principles)
atau yang lebih dikenal dengan GAAP. Setelah ada standar tersebut, diharapkan akan
menyajikan laporan keuangan yang wajar, jelas, dan lengkap.

Pihak- pihak yang Terlibat dalam Pentapan Standar
Organisasi-organisasi yang merupakan pengembang standar akuntansi
keuangan di A.S. antara lain:
1. Securities and Exchange Commision (SEC)
2. American Institute of Certified Public Accountants (AICPA)
3. Financial Accounting Standards Board (FASB)
4. Government Accounting Standards Boards (GSAB)

Securities and Exchange Commision (SEC)
Pendirian SEC dimaksudkan untuk membantu pengembangan dan standarisi
informasi keuangan yang akan disajikan kepada pemegang saham. Perusahaan penerbit
sekuritas yang diperdagangkan pada bursa saham harus melaporkan laporan keuangan yang
telah diaudit kepada SEC. SEC juga berkuasa dalam menentukan praktek dan standar
akuntansi mana yang dipakai oleh perusahaan-perusahaan yang berada di bawah
yuridiksinya.
Saat didirikannya SEC, belum ada kelompok yang menerbitkan standar akuntansi. SEC telah
mendorong pendirian badan penetapan standar akuntansi dari pihak swasta, karena pihak
swasta dianggap lebih bisa dan lebih baik dalam membentuk standar akuntansi. Akibatnya
standar akuntansi secara umum terbentuk oleh pihak swasta, melalui AICPA dan FASB.
Selanjutnya SEC bergantung pada FASB dalam penetapan standar akuntansi.
Seperti yang telah disebutkan sebelumnya bahwa perusahaan yang terdaftar di Bursa
Efek wajib menyampaikan laporan laporan keuangannya kepada SEC, maka akibatnya jika
SEC merasa laporan keuangan yang diserahkan oleh perusahaan mengadung sesuatu yang
manyimpang, maka SEC akan mengirimkan surat kepada perusahaan pembuat laporan
keuangan tersebut.Apabila tidak segera diatasi oleh perusahaan yang bersangkutan, maka
SEC dapat menurunkan surat perintah penghentian. Dampak terbitnya surat penghentian
dari

SEC

tersebut

adalah

perusahaan

tersebut

dilarang

,

menerbitkan

atau

memperdagangkan sekuritas di bursa. Selain itu, apabila dinyatakan melanggar hukum,
maka dapat diajukan tuntutan terhadap perusahaan tersebut.

American Institute of Certified Public Accountants (AICPA)
AICPA merupakan organisasi profesi yang bertaraf nasional dari Certified Public
Accountants (CPA). AICPA berperan penting dalam pengembangan GAAP. Beberapa
komite dan dewan yang dibentuk sejak berdirinya AICPA telah memberi kontribusi
terhadap upaya ini, antara lain Committee of Accounting Procedure (CAP) dan Accounting
Principles Board (APB).
Pada awalnya, AICPA dipaksa oleh SEC agar membentuk CAP yang menangani
berbagai masalah-masalah akuntansi yang tejadi antara tahun 1939-1959. Namun CAP
dinailai gagal, kemudian AICPA mendirikan Accounting Principles Board (APB) yang
bertujuan sebagai berikut.


Mengajukan rekomendasi prinsip akuntansi secara tertulis



Menentukan praktek akuntansi yang tepat

 Mempersempit area perbedaan serta ketidakkonsistenan dalam
praktik
Sayangnya APB banyak mendapat kecaman karena dianggap kurang produktif dan
gagal bertindak cepat untuk menangani tuduhan-tuduhan penyalahgunaan akutansi.
Kemudian pada tahun 1971, pemimpin profesi akuntansi di Amerika membentuk Study
Group on Estabilishment of Accounting Principles atau yang dikenal denga Wheat
Commite. Grup ini mulai aktif pada awal tahun 1973.

Financial Accounting Standards Board (FASB)
Pembubaran APB kemudian diikuti pembentukan 3 organisasi baru, yaitu
Financial Accounting Foundation (FAF), Financial Accounting Standards Board (FASB),
dan Financial Accounting Standards Advisory Council (FASAC). FASB merupakan
organisasi utama di antara ketiga organisasi tersebut. FASB dalam pendiriannya bermisikan
membentuk serta memperbaiki standar akuntansi yang ada dan juga pelaporan keuangan
dalam rangka melakukan pembimbingan dan pendidikan publik, seperti emiten, auditor,
dan juga pihak-pihak yang memakai informasi keuangan.
FASB telah membentuk standar keuangan dengan nama GAAP.Terdapat 3 jenis
ketetapan yang dikeluarkan,yaitu antara lain:
1. Standar,interpretasi,dan posisi staf
2. Konsep dasar Akuntansi Keuangan
3. Pernyataan dari EITF(Emerging Issues Task Force Statement)

Governmental Accounting Standards Board (GASB)
GASB didirikan karena laporan keuangan yang dibuat oleh pemerintah daerah/lokal
tidak dapat dibandingkan dengan laporan keuangan yang dibuat oleh perusahaan swasta.
Pembentukan dan perperbaikan standar dari akuntansi keuangan bagi pemerintah lokal
maupun pemerintah negara bagian di AS merupakan tujuan pembentukan organisasi ini.
Struktur operasional GASB serupa dengan struktur osrganisasi yang telah berdiri
sebelumya, yaitu FASB. GASB memiliki struktur yang cukup sederhana, yaitu terdiri dari
dewan penasehat yang dikenal dengan Govermental Accounting Standards Advisory Council
(GASAC), yang dibantu oleh beberapa staf teknis.

Isu-isu dalam Pelaporan Keuangan
Berikut adalah beberapa isu yang cukup banyak diperbincangkan dan menyangkut laporan
keuangan.

Penetapan Standar Lingkungan dalam lingkungan politik
Politik merupakan salah satu bidang yang sangat berpengaruh terhadap bidang yang
lain, termasuk bidang ekonomi yang dalam hal ini masalah penerapan standar akuntansi. Politik
memang tidak secara langsung berkaitan dengan pengembangan standar akuntansi, mungkin
kelompok pengguna standar akuntansi lebih berkaitan secara langsung dengan pengembangan
standar akuntansi ini. Standar akuntansi yang ada merupakan sebuah temuan dari proses yang
memerlukan penelitin dan empiris, selain itu merupakan sebuah produk dari adanya tindakan politik.
Oleh karena itu, penerapan standar akuntansi tidak bisa dilepaskan dari masalah politik.

Kesenjangan Ekspetasi(Harapan)
Skandal akuntansi di berbagai perusahaan seperti Enron, Cendant, Sunbeam telah
menarik perhatian kongres sehingga dikeluarkanlah Undang- Undang Sarbanes Oxley Act. UndangUndang ini digunakan untuk melawan tindak kecurangan dan mengendalikan praktek pelaporan
yang buruk. Kesenjangan ekspektasi di sini berarti apa yang menurut publik harus dilakukan dan apa
yang menurut akuntan bisa dilakukan.
Hal tersebut sangat sulit dihilangkan. Kasus-kasus pelaporan tindak kecurangan
yang diduga dilakukan oleh akuntan menimbulkan pertanyaan bahwa apakah mereka telah
menjalankan tugas mereka sesuai dengan yang seharusnya? Sudah menjadi keharusan bahwa
akuntan harus memenuhi kebutuhan masyarakat dalam bidangnya, bukan malah melakukan tindakan
kecurangan yang akan merugikan pihak-pihak lain.

Standar Akuntansi Internasional
Saat ini, negara di dunia yang menggunakan IFRS sebagai standar akuntansinya
kurang lebih berjumlah 90 negara. Dan di Uni Eropa diwajibkan atas semua perusahaan yang
terdaftar di pasar modal Eropa untuk menggunakan standar IFRS. Saat ini FASB dan IASB sedang
berusaha menemukan kesepakatan tenatng standar akuntansi yang dipakai di dunia.
Meski perubahan standar ke IFRS membutuhkan waktu dan kendala-kendala lainnya
seperti yang terjadi di Indonesia, namun hal tersebut tidak mengahalangi adanya penetapan standar
akuntansi internasional yang pastinya akan memudahkan para pengguna laporan keuangan karena
standar yang digunakan seragam atau sama di semua negara. Pelatihan-pelatihan serta sosialisasi
mutlak diperlukan agar standar ini dapat dijadikan standar akuntansi di semua negara. Diharapkan
beberapa tahun ke depan, standar akuntansi yang digunakan oleh semua perusahaan di semua negara
bisa disamakan sehingga akan memudahkan penggna laporan keuangan itu sendiri.

Etika Dalam Lingkungan Akuntansi Keuangan

Seperti dalam bidang lainnya, dalam bidang akuntansi pun seringkali terjadi dilema
etika, di mana selalu saja ada tekanan untuk―membengkokan aturan‖. Seringkali itu muncul karena
adanya tekanan dari pihak lain yang lebih memiliki kekuasaan, meski tidak dipungkiri bahwa tekanan
tersebut bisa jadi berasal dari keinginan diri sendiri. Namun, sebagai seorang manusia yang bekerja
dalam hal yang cukup sensitif karena menyangkut masalah keuangan, seorang akuntan diharuskan
mempunyaietika.

BAB III
PENUTUP
Akuntansi Keuangan adalah merupakan salah satu bagian dari akuntansi yang
berhubungan dengan penyajian laporan keuangan perusahaan kepada pihak eksternal berupa
laporan neraca, rugi laba, Perubahan Modal dan Arus Kas kepada pemegang saham, kreditor
atau investor khususnya tentang profitabilitas dan kredibilitas perusahaan, kepada supplier,
dan pemerintah.

DAFTAR PUSTAKA
https://accounting.binus.ac.id/2016/08/31/pengertian-fungsi-dan-standarisasi-akuntansikeuangan/
Buku Akuntansi Keuangan Karangan Hessy Erlisa Frasti
http://memebali.blogspot.com/2013/05/akuntansi-keuangan-akuntansi-keuangan.html

Judul: Akuntansi Keuangan Dan Standar Akuntansi

Oleh: Muhammad Syahratul Ikhsan


Ikuti kami