Akuntansi Keuangan Dan Standar Akuntansi

Oleh Rini Mastura

57 tayangan
Bagikan artikel

Transkrip Akuntansi Keuangan Dan Standar Akuntansi

AKUNTANSI KEUANGAN DAN STANDAR AKUNTANSI

 LAPORAN KEUANGAN DAN PELAPORAN KEUANGAN

Pengertian Akuntansi
Akuntansi dapat didefinisikan berdasarkan dua aspek penting yaitu :
a. Penekanan pada aspek fungsi yaitu pada penggunaan informasi akuntansi. Berdasarkan
aspek fungsi akuntansi didefinisikan sebagai suatu disiplin ilmu yang menyajikan informasi
yang penting untuk melakukan suatu tindakan yang efisien dan mengevaluasi suatu aktivitas
dari organisasi. Informasi tersebut penting untuk perencanaan yang efektif, pengawasan dan
pembuatan keputusan oleh manajemen serta memberikan pertanggungjawaban organisasi
kepada investor, kreditor, pemerintah dan lainnya.
b. Penekanan pada aspek aktivitas dari orang yang melaksanakan proses akuntansi.
Dalam aspek ini orang yang melaksanakan proses akuntansi harus :


Mengidentifikasikan data yang relevan dalam pembuatan keputusan.



Memproses atau menganalisa data yang relevan.



Mengubah data menjadi informasi yang dapat digunakan untuk pembuatan keputusan.

Karakteristik penting akuntansi:
1. Pengidentifikasian,pengukuran, dan pengkomunikasian informasi keuangan
2. Akuntansi suatu sistem dengan input data/informasi dengan output informasi dan
laporan keuangan.
3. Informasi keuangan terkait suatu entitas
1. Informasi dikomunikasikan untuk pemakai untuk pengambilan keputusan
Tujuan utama akuntansi adalah menyajikan informasi ekonomi dari suatu entitas kepada
pihak-pihak yang berkepentingan.

Yang dimaksud dengan entitas adalah badan

usaha/perusahaan/organisasi yang mempunyai kekayaan sendiri.

Informasi ekonomi yang dihasilkan oleh akuntansi berguna bagi pihak-pihak di dalam
organisasi itu sendiri (internal) maupun pihak-pihak di luar organisasi (eksternal). Pihak
manajemen merupakan contoh pemakai informasi dari kalangan internal. Informasi akuntansi
ini oleh manajemen dimanfaatkan untuk perencanaan, pengendalian dan evaluasi aktivitas
usaha yang dilaksanakan.
Dari sisi pengguna informasi dari kalangan eksternal, terbagi menjadi dua yaitu :
• Pemakai eksternal yang berkepentingan langsung terhadap informasi akuntansi. Contoh:
investor dan kreditor
• Pemakai eksternal yang tidak berkepentingan langsung misalnya Analis Ekonomi, Pegawai
dan Lembaga-lembaga Pemerintah.
Informasi yang disampaikan adalah berupa LAPORAN KEUANGAN.
Laporan keuangan adalah catatan informasi keuangan suatu perusahaan pada suatu periode
akuntansiyang dapat digunakan untuk menggambarkan kinerja perusahaan tersebut.
Informasi yang dihasilkan disusun berdasarkan prinsip akuntansi yang berlaku umum
(GAAP):
o

Laporan Posisi Keuangan (Neraca)

o

Laporan Laba Rugi

o

Laporan Arus Kas

o

Laporan Perubahan Ekuitas

o

Catatan atas laporan keuangan

Tujuan Laporan Keuangan


Memberikan infomasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja serta perubahan
posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai
dalam pengambilan keputusan ekonomi



Laporan keuangan menunjukkan apa yang telah dilakukan manajemen, dan
pertanggung jawaban sumber daya yang dipercayakan kepadanya



Memenuhi kebutuhan bersama sebagian besar pemakai.



Menyediakan pengaruh keuangan dari kejadian di masa lalu dan tidak diwajibkan
menyediakan informasi non keuangan.

AKUNTANSI DAN ALOKASI MODAL
 Prinsip ekonomi: bagaimana mengalolasikan sumber daya yang terbatas untuk
memenuhi kebutuhan yang tidak terbatas.
 Laporan keuangan memberikan informasi agar pengguna dapat mengalokasikan
sumber daya secara efisien dan efektif
TANTANGAN YANG DIHADAPI AKUNTANSI KEUANGAN
1. Pengukuran Nonkeuangan

Laporan keuangan tidak menyajikan sejumlah ukuran kinerja penting yang biasanya dipakai
oleh manajemen.
1. Informasi yang Berorientasi ke Depan

Laporan keuangan tidak menyajikan informasi yang berorientasi ke depan yang dibutuhkan
oleh para investor dan kreditor saat ini maupun potensial.
1. Aktiva Lunak

Laporan keuangan berfokus pada aktiva-aktiva keras (persediaan, pabrik) tetapi tidak
menyajikan banyak informasi tentang aktiva-aktiva lunak (tak berwujud) perusahaan.
1. Ketepatan Waktu

Laporan keuangan hanya disajikan secara kuartalan, dan laporan keuangan yang diaudit
hanya disediakan sekali setahun.



TUJUAN PELAPORAN KEUANGAN

Pelaporan keuangan harus menyediakan informasi yang :
1. Berguna bagi investor serta kreditor saat ini atau potensial dan para pemakai lainnya
untuk membuat keputusan investasi, kredit, dan keputusan serupa secara rasional.
2. Membantu investor serta kreditor saat ini atau potensial dan para pemakai lainnya
dalam menilai jumlah, penetapan waktu, dan ketidakpastian penerimaan kas
prospektif dari dividen atau bunga dan hasil dari penjualan, penebusan, atau jatuh
tempo sekuritas atau pinjaman.
3. Dengan jelas menggambarkan sumber daya ekonomi dari sebuah perusahaan, klaim
terhadap sumber daya tersebut (kewajiban perusahaan untuk mentransfer sumber daya
ke entitas lainnya dan ekuitas pemilik), dan pengaruh dari transaksi, keladian, serta
situasi yang mengubah sumber daya perusahaan dan klaim pihak lain terhadap sumber
daya tersebut.
Laporan Keuangan Relevan dan Reliable
KEBUTUHAN UNTUK MEMBUAT STANDAR AKUNTANSI
 Untuk keseragaman laporan keuangan
 Memudahkan penyusun laporan keuangan karena ada pedoman baku sehingga
meminimalkan bias dari penyusun
 Memudahkan auditor
 Memudahkan

pembaca

laporan

keuangan

untuk

menginterpretasikan

dan

membandingkan laporan keuangan entitas yang berbeda.
 Pengguna laporan keuangan banyak pihak sehingga penyusun tidak dapat
menjelaskan kepada masing-masing pengguna
 Regulasi mengharuskan perusahaan dengan kriteria tertentu menyusun laporan
keuangan berdasarkan standar: UU PT, UU Pasar Modal.

PIHAK-PIHAK YANG TERLIBAT DALAM PENETAPAN STANDAR
Empat organisasi yang berperan besar dalam pengembangan standar akuntansi keuangan:
1.

Securities and Exchange Commission (SEC)

2.

American Institute of Certified Public Accountants (AICPA)

3.

Financial Accounting Standards Board (FASB)

4.

Governmental Accounting Standards Board (GASB)

Securities and Exchange Commission (SEC)
Didirikan oleh pemerintah federal tahun 1934 sebagai pelaksana the Securities Acts yang
disusun tahun 1933
Akuntansi dan pelaporan untuk public companies
Mendorong penyusunan standar untuk perusahaan private
SEC meminta perusahaan publik untuk menaati GAAP
Persekutuan Publik/Swasta
Pada saat SEC didirikan, belum ada kelompok publik atau swasta yang menerbitkan
standar akuntansi. SEC mendorong pendirian badan penetapan standar swasta karena percaya
bahwa sektor swasta memiliki sumber daya dan bakat yang dibutuhkan untuk
mengembangkan standar akuntansi yang tepat. Sebagai akibatnya, standar akuntansi secara
umum terbentuk dalam sektor swasta, baik melalui American Institute of Certified Public
Accountants (AICPA) ataupun Financial Accounting Standards Board (FASB).
Pengawasan SEC
Persekutuan SEC dengan sektor swasta telah berjalan dengan baik. SEC terlibat
secara tidak langsung dalam proses penetapan standar. Secara umum, SEC bergantung pada
FASB untuk mengembangkan standar akuntansi.

Penerapan

Perusahaan yang terdaftar pada bursa saham diwajibkan untuk menyampaikan laporan
keuangan mereka kepada SEC. Jika SEC merasa yakin bahwa bentuk atau isi laporan
keuangan mengandung ketidaksesuaian akuntansi atau pengungkapan, maka SEC akan
mengirimkan surat pernyataan tentang defisiensi itu kepada perusahaan.
American Institute of Certified Public Accountants (AICPA)
American Institute of Certified Public Accountants (AICPA) adalah organisasi profesi
nasional dari Certified Public Accountants (CPA) yang memiliki peran penting dalam
pengembangan GAAP.
Committee on Accounting Procedures (CAP)
 Menggunakan pendekatan induktif untuk mengembangkan aturan-aturan akuntansi


Mencurahkan waktu hanya utk memecahkan masalah dengan pendekatan satu per
satu tanpa mengembangkan prinsip-prinsip fundamental akuntansi

 Tidak ada teori akuntansi yang mendasari
 Menciptakan “oversupply” atas prinsip akuntansi yang “baik”
Accounting Principles Board
Tujuan utama dari Accounting Principles Board (APB) adalah :
1. Mengajukan rekomendasi prinsip akuntansi secara tertulis.
2. Menentukan praktek akuntansi yang tepat.
3. Mempersempit area perbedaan serta ketidakkonsistenan dalam praktik.
Financial Accounting Standards Board (FASB)
Memilih anggota FASB
Mendanai kegiatan FASB
Latihan pengawasan umum
Tujuan :menetapkan dan meningkatkan standar akuntansi keuangan dan pelaporannya
Memberi saran kepada FASB

Tujuan FASB menentukan dan meningkatkan standar-standar pelaporan dan akuntansi
keuangan.
Perbedaan antara FASB dan APB:
Keanggotaan semakin kecil
Full-time, keanggotaannya dibayar
Otonomi semakin besar
Independensi meningkat
Reprentasi yang lebih luas

Jenis-jenis ketetapan :
1. Standar, interpretasi, dan posisi staf.
2. Konsep Akuntansi Keuangan.
3. Pernyataan EITF (Emerging Issues Task Force Statements).
ü Governmental Accounting Standards Board (GASB)
Struktur operasional GASB serupa dengan struktur FASB. Yaitu, GASB memiliki dewan
nasehat yang bernama Governmental Accounting Standards Advisory Council (GASAC), dan
dibantu oleh staf-staf teknis gugus tugasnya sendiri.

ü Perubahan Peran AICPA
Ketika Accounting Principles Board dibubarkan dan digantikan oleh FASB, AICPA
membentuk Accounting Standards Executive Committee (AcSEC) sebagai komite yang

berwenang berbicara atas nama AICPA di bidang akuntansi serta pelaporan keuangan.
AcSEC melakukan hal ini melalui sejumlah metode komunikasi tertulis, yaitu :
1. Audit and Accounting Guidelines.
2. Statemens of Position (SOP).
3. Practice Bulletins.

IFRS
IFRS merupakan standar akuntansi internasional yang diterbitkan oleh International
Accounting Standard Board (IASB). Standar Akuntansi Internasional (International
Accounting Standards/IAS) disusun oleh empat organisasi utama dunia yaitu
1. Badan Standar Akuntansi Internasional (IASB)
2. Komisi Masyarakat Eropa (EC)
3. Organisasi Internasional Pasar Modal (IOSOC
4. Federasi Akuntansi Internasioanal (IFAC).
Badan Standar Akuntansi Internasional (IASB) yang dahulu bernama Komisi Standar
Akuntansi Internasional (AISC), merupakan lembaga independen untuk menyusun standar
akuntansi. Organisasi ini memiliki tujuan mengembangkan dan mendorong penggunaan
standar akuntansi global yang berkualitas tinggi, dapat dipahami dan dapat diperbandingkan.
Manfaat IFRS


Meningkatkan daya banding laporan keuangan.



Memberikan informasi yang berkualitas di pasar modal internasional



Menghilangkan hambatan arus modal internasional dengan mengurangi perbedaan
dalam ketentuan pelaporan keuangan.



Mengurangi biaya pelaporan keuangan bagi perusahaan multinasional dan biaya
untuk analisis keuangan bagi para analis.



Meningkatkan kualitas pelaporan keuangan menuju “best practise”.

Karakteristik IFRS


IFRS menggunakan “Principles Base “ :
o

Lebih menekankan pada intepreatasi dan aplikasi atas standar sehingga harus
berfokus pada spirit penerapan prinsip tersebut.

o

Standar membutuhkan penilaian atas substansi transaksi dan evaluasi apakah
presentasi akuntansi mencerminkan realitas ekonomi.

o


Membutuhkan profesional judgment pada penerapan standar akuntansi.

Menggunakan fair value dalam penilaian, jika tidak ada nilai pasar aktif harus
melakukan penilaian sendiri (perlu kompetensi) atau menggunakan jasa penilai



Mengharuskan pengungkapan (disclosure) yang lebih banyak baik kuantitatif maupun
kualitatif

Konvergensi IFRS
Pengadopsian IFRS dapat dibedakan menjadi lima tingkatan:
1. Full Adoption,pada tingkat ini suatu negara mengadopsi seluruh IFRS dan

menterjemahkan word by word.
2. Adapted, mengadopsi seluruh IFRS tetapi disesuaikan dengan kondisi di suatu negara.
3. Piecemeal, suatu negara hanya mengadopsi sebagian nomor IFRS, yaitu nomor

standar atau paragraf tertentu
4. Referenced, standar yang diterapkan hanya mengacu pada IFRS tertentu dengan

bahasa dan paragraf yang disusun sendiri oleh badan pembuat standar
5. Not adoption at all, suatu negara sama sekali tidak mengadopsi IFRS.

Permasalahan Yang Dihadapi Dalam Implementasi Dan Adopsi IFRS


Translasi Standar Internasional



Ketidaksesuaian Standar Internasional dengan Hukum Nasional



Struktur dan Kompleksitas Standar Internasional



Frekuensi Perubahan dan Kompleksitas Standar Internasional

ü PRINSIP-PRINSIP AKUNTANSI YANG DITERIMA UMUM
Prinsip-prinsip akuntansi yang diterima umum (GAAP) memiliki dukungan otoritatif yang
substansial. Code of Professional Conduct dari AICPA mewajibkan para anggotanya
membuat laporan keuangan yang sesuai dengan GAAP. Secara khusus, Rule 203 dari Code
ini melarang seorang anggota mengekspresikan pendapat bahwa laporan keuangan telah
sesuai dengan GAAP jika laporan tersebut menyimpang secara meterial dari prinsip-prinsip
akuntansi yang diterima umum.
ü ISU-ISU DALAM PELAPORAN KEUANGAN

1. 1.

Penetapan Standar dalam Lingkungan Politik.

2. 2.

Kesenjangan Ekspektasi (Harapan).

3. 3.

Standar Akuntansi Keuangan.

4. 4.

Etika dalam Lingkungan Akuntansi Keuangan

Judul: Akuntansi Keuangan Dan Standar Akuntansi

Oleh: Rini Mastura


Ikuti kami