Akuntansi Keuangan

Oleh Lesta Rina

26 tayangan
Bagikan artikel

Transkrip Akuntansi Keuangan

KATA PENGANTAR
Puji Syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas
anugrahNya penulisan paper ini dapat terselesaikan dengan baik. Tidak lupa kami
ucapkan terima kasih kepada dosen Akuntansi Keuangan yang telah mengajar
materi ini selama satu semester.
Paper ini kami susun berdasarkan pengetahuan yang kami peroleh dari EBook yang berjudul Intermediate Accounting 16e dan media elektronik dengan
harapan orang yang membaca dapat memahami tentang penjelasan mengenai apa
saja yang dipelajari dalam Akuntansi Keuangan
Kami menyadari bahwa penulisan paper ini masih jauh dari sempurna.
Oleh karena itu, kami mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun
demi perbaikan penerbitan paper ini di masa mendatang.

Makassar, 02 juli 2019

Penyusun

AKUNTANSI KEUANGAN

Dalam Akuntansi Keuangan membahas mengenai beberapa hal yang
terdiri dari beberapa materi yaitu sebagai berikut:
1. Liabilitas dan Kontinjensi saat ini
Liabilitas merupakan kewajiban peruhaan saat ini yang muncul dari
peristiwa masa lalu, yang penyelesaianaya diharaplkan menghasilkan aus keluar
sumber daya perusahaan, mewujudkan manfaat ekonomis.
Beberapa macam liabilitas lancar, diantaranya:
1. Utang usaha
2. Wesel bayar
3. Utang jangka panjang jatuh tempo
4. Obligasi jangka pendek yang diharapkan didanai
5. Utang dividen, dan lain-lain
Penyajian Kontinjensi
Beberapa kewajiban kontinjen lain yang harus diungkapkan meskipun
perusahaan kemungkinan kerugiannya kecil adalah sbb:
1. jaminan atus hutang pihak lain
2. kewajban bank komersial menurut “stand by letters of credits”
3. jaminan untuk membeli kembali piutang (atau property lain yang
berhubungan) yang telah dijual atau dibcrikan.
2. Liabilitas jangka panjang
Hutang jangka panjang adalah pengorbanan manfaat ekonomi yang sangat
mungkin di masa depan akibat kewajiban sekarang yang tidak dibayarkan dalam
satu tahun atau siklus operasi perusahaan. Hutang jangka panjang terdiri dari
Hutang Obligasi, Wesel Bayar Jangka Panjang, Hutang Hipotik, Kewajiban
Pensiun dan Kewajiban Lease.
3. Ekuitas

Secara umum, pengertian ekuitas adalah besarnya hak residual atau
kepentingan pemilik entitas terhadap aset entitas tersebut setelah dikurangi semua
kewajiban dalam neraca. Jadi, pada prinsipnya ekuitas adalah kekayaan bersih
yang berasal dari investasi pemilik dan juga dari hasil kegiatan usaha
perusahaannya.
Jenis-Jenis EkuitasPada suatu entitas yang berbentuk perseroan, terdapat
lima jenis ekuitas. Mengacu pada pengertian ekuitas, adapun jenis-jenis ekuitas
adalah sebagai berikut:
1. Akun Penambah Ekuitas dapat dibagi menjadi 2 macam, yaitu Laba
Ditahan dan Modal Disetor. Kedua akun ini nantinya akan dijelaskan pada
laporan perubahan ekuitas dan merupakan unsur penambah ekuitas.
2. Modal disetor adalah besarnya uang yang disetorkan oleh pemegang
saham. Modal disetor dapat kelompokkan menjadi dua, yaitu: Modal
Saham,

yaitu

jumlah

nominal

saham

yang

beredar.

Agio/ Disagio Saham, yaitu selisih antara setoran pemegang saham dengan
jumlah nominal saham. Agio merupakan selisih di atas nominal,
sedangkan Disagio merupakan selisih di bawah nominal.
3. Pendapatan (revenues) adalah laba suatu entitas yang memberikan
penambahan nilai perusahaan pada periode pencatatan. Dalam hal ini
pendapatan adalah laba ditahan yang dipakai untuk melakukan ekspansi
entitas sehingga dapat memperbesar aset entitas tersebut.
4. Akun Pengurang Ekuitas Ini adalah kebalikan dari akun penambah ekuitas.
Terdapat dua akun pengurang ekuitas, yaitu pengambilan pribadi dan
biaya. Kedua akun pengurang ini akan dinyatakan sebagai pengurang
ekuitas dengan saldo nominal di bagian debit pada laporan.
5. Pengambilan Pribadi Ini adalah pengambilan modal yang dilakukan oleh
pemilik. Jika perusahaan sudah berbentuk perseroan, maka pengambilan
pribadi (prive) hanya dapat dilakukan bila disetujui oleh dewan komisaris.
4. Dilutive efek dan laba per saham

Hutang dan Ekuitas Banyak kontroversi terkait dengan akuntansi untuk
instrumen keuangan seperti opsi saham, obligasi konversi, dan berbagi preferensi
berhubungan dengan cuaca perusahaan harus melaporkan hal tersebut sebagai
kewajiban atau sebagai equity.
Utang Konversi Obligasi konversi dapat diubah menjadi obligasi korporasi
lainnya selama beberapa periode waktu tertentu setelah penerbitan. obligasi
konversi menggabungkan manfaat dari ikatan dengan hak istimewa pertukaran
untuk saham di opsi pemegang.
5. Investasi
Investasi dalam Sekuritas Hutang. Sekuritas hutang (debt securities)
adalah instrumen yang menunjukkan hubungan kreditor dengan suatu perusahaan.
Yang termasuk sekuritas hutang meliputi: sekuritas pemerintah A.S, sekuritas
pemerintah daerah, obligasi perusahaan, hutang konvertibel, kertas komersial atau
warkat niaga. Piutang dagang dan piutang pinjaman bukan merupakan sekuritas
hutang karena tidak memenuhi definisi sekuritas. Investasi dalam sekuritas hutang
dikelompokkan menjadi tiga kategori terpisah untuk tujuan akuntansi dan
pelaporan, yaitu :


Dimiliki sampai jatuh tempo (held to-maturity ) Yaitu sekuritas hutang
yang menurut maksud dan kemampuan perusahaan akan dimiliki sampai
jatuh tempo.



Perdagangan (trading) Yaitu sekuritas hutang yang dibeli dan dimiliki
terutama untuk dijual dalam waktu dekat untuk menghasilkan laba atas
selisih harga jangka pendek. –



Tersedia untuk dijual (available for sale) Yaitu sekuritas hutang yang
tidak diklasifikasikan sebagai sekuritas yang dimiliki sampai jatuh tempo
atau perdagangan.

6. Pengakuan pendapatan

Pendapatan dan keuntungan secara umum diakui saat:


Pendapatan dan keuntungan sudah direalisasi atau dapat direalisasi.



Pendapatan dan keuntungan tersebut telah dihasilkan karena sebagian
besar dari proses untuk menghasilkan earning telah diselesaikan.



Secara umum revenue tidak diakui sebelum titik penjualan karena :Janji
pembayaran yang masih berlaku belum diterima dari pelanggan.



Perusahaan belum menyediakan produk atau jasa.

7. Akuntansi pajak penghasilan
Pajak merupakan salah satu usaha yang dilakukan oleh pemerintah untuk
memperoleh atau mendapatkan dana dari masyarakat. Dana tersebut digunakan
untuk membiayai kepentingan umum. Pajak merupakan pungutan wajib atau
dipaksakan kepada rakyat.
Pengertian Pajak Penghasian (PPh) berdasarkan Undang-Undang No 17
Tahun 2000 adalah pajak yang dikenakan terhadap subjek pajak atas penghasilan
yang diterima atau diperolehnya dalam satu tahun pajak atau suatu pungutan resmi
yang ditujukan kepada masyarakat yang berpenghasilan yang diperolehnya dalam
tahun pajak untuk kepentingan negara dan masyarakat dalam hidup berbangsa dan
bernegara sebagai suatu kewajiban yang harus dilaksanakannya.
8. Akuntansi untuk Pensiun dan Imbalan Pasca Pensiun
Banyak perusahaan memiliki program tunjangan yang menjanjikan
pendapatan dan tunjangan lain bagi pensiunan dengan imbalan layanan selama
tahun-tahun kerja mereka. Namun, ada pergeseran dari rencana tunjangan
tradisional, di mana pengusaha menanggung risiko memenuhi janji tunjangan, ke
rencana di mana karyawan menanggung lebih banyak risiko.

Komponen Biaya Pensiun

1. Bunga atas kewajiban. Karena pensiun adalah pengaturan kompensasi
yang ditangguhkan, ada nilai waktu dari faktor uang. Akibatnya,
perusahaan mencatat kewajiban pensiun berdasarkan diskonto.
2. Pengembalian aktual atas aset program. Pengembalian yang diperoleh dari
akumulasi aset dana pensiun pada tahun tertentu relevan dalam mengukur
biaya bersih untuk pemberi kerja yang mensponsori program pensiun
karyawan.
3. Amortisasi

biaya

layanan

sebelumnya.

Perusahaan

memberikan

amandemen rencana dengan harapan akan merealisasikan manfaat
ekonomi di masa mendatang.
4. Keuntungan atau kerugian. Volatilitas dalam biaya pensiun dapat
dihasilkan dari perubahan mendadak dan besar dalam nilai wajar aset
program (menghasilkan perbedaan antara pengembalian aktual dan
pengembalian yang diharapkan pada aset program)
9. Akuntansi untuk sewa
Dalam menjalankan operasinya perusahaan membutuhkan aktiva tetap dan
untuk memperolehnya perusahaan dapat menggunakan cara yang berbeda-beda.
Salah satu yang paling mudah adalah dengan cara membelinya. Perusahaan perlu
memikirkan apakah dana yang ada mencukupi atau diperlukan suatu pinjaman,
dan resiko lain seperti ketinggalan zaman sehingga tidak ekonomis lagi bila
dipakai ataupun ada resiko kegagalan memakai serta kemungkinan biaya
pemeliharaan yang terlalu tinggi.
Beberapa unsur yang harus terdapat dalam leasing yaitu :


Lessor yaitu pihak yang menyewakan aktiva atau barang-barang modal
antara lain perusahaan-perusahaan yang mendapat izin dari Departemen
Keuangan.



Lessee

yaitu

pihak

penyewa

aktiva

membutuhkan/memakai barang-barang modal.

atau

pihak-pihak

yang



Objek leasing yaitu barang-barang yang menjadi objek perjanjian leasing
yang meliputi segala macam barang modal mulai dari yang berteknologi
tinggi hingga teknologi menengah ataupun keperluan kantor.



Pembayaran Uang sewa yaitu secara berkala dalam jangka waktu tertentu
yang bisa dilakukan setiap bulan, setiap kuartal, atau setiap setentah tahun
sekali.



Nilai sisa yang ditentukan sebelum kontrak dimulai.



Adanya hak opsi bagi lessee pada akhir masa leasing dimana lessee
mempunyai hak untuk menentukan apakah ia ingin membeli barang
tersebut dengan harga sebesar nilai sisa atau mengembalikan pada lessor.



Lease Term adalah suatu periode kontak sewa.

10. Perubahan akuntansi dan analisis kesalahan
Perubahan estimasi akuntansi (change in accounting estimates) merupakan
suatu penyesuaian terhadap jumlah yang tercatat dari suatu asset atau suatu
liabilitas, atau jumlah konsumsi berkala suatu asset, yang merupakan hasil dari
penilaian status sekarang dari, dan harapan imbalan masa depan dan kewajiban
yang terkait dengan asset dan liabilities. Kesalahan periode lalu adalah kelalaian
untuk mencantumkan, dan kesalahan dalam mencatat, dalam laporan keuangan
entitas untuk satu atau lebih periode lalu yang timbul dari kegagalan untuk
menggunakan atau kesalahan penggunaan informasi andal yang tersedia ketika
penyelesaian laporan keuangan untuk periode tersebut, dan secara rasional
diharapkan dapat diperoleh dan dipergunakan dalam penyusunan dan penyajian
laporan keuangan. Kesalah tersebut termasuk dampak kesalahan perhitungan
matematis, kesalahan penerapan kebijakan akuntansi, kekeliruan (oversights) atau
kesalahan interpretasi fakta dan kecurangan.

11. Laporan arus kas

Arus kas (cash flow) adalah suatu laporan keuangan yang berisikan
pengaruh kas dari kegiatan operasi, kegiatan transaksi investasi dan kegiatan
transaksi pembiayaan/pendanaan serta kenaikan atau penurunan bersih dalam kas
suatu perusahaan selama satu periode. Laporan arus kas merupakan revisi dari
mana uang kas diperoleh perusahaan dan bagaimana mereka membelanjakannya.
Laporan arus kas merupakan ringkasan dari penerimaan dan pengeluaran kas
perusahaan selama periode tertentu (biasanya satu tahun buku). Tujuan
Pernyataan ini adalah memberi informasi historis mengenai perubahan kas dan
setara kas dari suatu perusahaan melalui laporan arus kas yang mengklasifikasikan
arus kas berdasarkan aktivitas operasi, investasi maupun pendanaan (financing)
selama suatu periode akuntansi.
12. Pengungkapan penuh dalam pelaporan keuangan
Para akuntan cenderung menggunakan kata pengungkapan dalam
pengertian yang agak lebih terbatas, yaitu penyampaian informasi keuangan
tentang suatu perusahaan di dalam laporan keuangan, biasanya laporan tahunan.
Pertanyaan mengenai penyampaian informasi di dalam neraca, laporan rugi laba,
serta laporan arus kas termasuk dalam rubric pengakuan dan pengukuran.
Pengungkapan di luar laporan keuangan itu sendiri memegang peranan yang
sangat penting dalam pasaran global sekarang ini.
Laporan keuangan harus jelas dan dapat dimengerti. Laporan keuangan
didasarkan pada kebijakan akuntansi yang berbeda dari perusahaan ke perusahaan,
baik di dalam satu Negara maupun antarnegara. Oleh karena itu, kebijakan
akuntansi yang signifikan yang menjadi dasar laporan keuangan perlu
diungkapkan agar laporan itu dapat dimengerti sebagaimana mestinya.

PENUTUP

Sebagai sebagian dari laporan keuangan, laporan arus kas merupakan alat
komunikasi artinya bahwa laporan arus kas itu adalah suatu alat yang digunakan
untuk mengkomunikasikan kas dari suatu perusahaan tersebut. Dengan laporan
arus kas para pemakai dapat mengevaluasi perubahan dalam aktiva bersih
perusahaan, struktur keuangan termasuk likuiditas.
Likuiditas mengacu kepada kedekatan pada kas dari aktiva dan kewajibankewajiban. Data tersebut akan lebih berarti bagi pihak yang berkepentingan
apabila data tersebut diperbandingkan untuk dua periode atau lebih dan dianalisa
lebih lanjut. Idealnya laporan arus kas dapat menunjukkan sampai seberapa jauh
efisiensi pelaksanaan kegiatan serta perkembangan perusahaan telah dicapai
manajemen. Informasi tentang arus kas suatu perusahaan berguna bagi para
pemakai laporan keuangan sebagai dasar untuk menilai kemampuan perusahaan
dalam menghasilkan kas dan setara kas dan menilai keutuhan perusahaan untuk
menggunakan arus kas tersebut.

DAFTAR PUSTAKA

E-Book Intermediate Accounting 16e
https://klikoblog.wordpress.com/2015/10/21/rangkuman-akm-2-chapter-23-aruskas-cash-flow/
https://id.scribd.com/doc/239874486/BAB-24-Pengungkapan-InformasiKeuangan
https://slideplayer.info/slide/1954936/
https://www.academia.edu/11372004/Bab_14_Kewajiban_Jangka_Panjang
https://www.coursehero.com/login/?ref=login&login_user_type=

Judul: Akuntansi Keuangan

Oleh: Lesta Rina


Ikuti kami