Akuntansi Keuangan

Oleh Lesta Rina

82 KB 5 tayangan 0 unduhan
 
Bagikan artikel

Transkrip Akuntansi Keuangan

KATA PENGANTAR Puji Syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas anugrahNya penulisan paper ini dapat terselesaikan dengan baik. Tidak lupa kami ucapkan terima kasih kepada dosen Akuntansi Keuangan yang telah mengajar materi ini selama satu semester. Paper ini kami susun berdasarkan pengetahuan yang kami peroleh dari EBook yang berjudul Intermediate Accounting 16e dan media elektronik dengan harapan orang yang membaca dapat memahami tentang penjelasan mengenai apa saja yang dipelajari dalam Akuntansi Keuangan Kami menyadari bahwa penulisan paper ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, kami mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun demi perbaikan penerbitan paper ini di masa mendatang. Makassar, 02 juli 2019 Penyusun AKUNTANSI KEUANGAN Dalam Akuntansi Keuangan membahas mengenai beberapa hal yang terdiri dari beberapa materi yaitu sebagai berikut: 1. Liabilitas dan Kontinjensi saat ini Liabilitas merupakan kewajiban peruhaan saat ini yang muncul dari peristiwa masa lalu, yang penyelesaianaya diharaplkan menghasilkan aus keluar sumber daya perusahaan, mewujudkan manfaat ekonomis. Beberapa macam liabilitas lancar, diantaranya: 1. Utang usaha 2. Wesel bayar 3. Utang jangka panjang jatuh tempo 4. Obligasi jangka pendek yang diharapkan didanai 5. Utang dividen, dan lain-lain Penyajian Kontinjensi Beberapa kewajiban kontinjen lain yang harus diungkapkan meskipun perusahaan kemungkinan kerugiannya kecil adalah sbb: 1. jaminan atus hutang pihak lain 2. kewajban bank komersial menurut “stand by letters of credits” 3. jaminan untuk membeli kembali piutang (atau property lain yang berhubungan) yang telah dijual atau dibcrikan. 2. Liabilitas jangka panjang Hutang jangka panjang adalah pengorbanan manfaat ekonomi yang sangat mungkin di masa depan akibat kewajiban sekarang yang tidak dibayarkan dalam satu tahun atau siklus operasi perusahaan. Hutang jangka panjang terdiri dari Hutang Obligasi, Wesel Bayar Jangka Panjang, Hutang Hipotik, Kewajiban Pensiun dan Kewajiban Lease. 3. Ekuitas Secara umum, pengertian ekuitas adalah besarnya hak residual atau kepentingan pemilik entitas terhadap aset entitas tersebut setelah dikurangi semua kewajiban dalam neraca. Jadi, pada prinsipnya ekuitas adalah kekayaan bersih yang berasal dari investasi pemilik dan juga dari hasil kegiatan usaha perusahaannya. Jenis-Jenis EkuitasPada suatu entitas yang berbentuk perseroan, terdapat lima jenis ekuitas. Mengacu pada pengertian ekuitas, adapun jenis-jenis ekuitas adalah sebagai berikut: 1. Akun Penambah Ekuitas dapat dibagi menjadi 2 macam, yaitu Laba Ditahan dan Modal Disetor. Kedua akun ini nantinya akan dijelaskan pada laporan perubahan ekuitas dan merupakan unsur penambah ekuitas. 2. Modal disetor adalah besarnya uang yang disetorkan oleh pemegang saham. Modal disetor dapat kelompokkan menjadi dua, yaitu: Modal Saham, yaitu jumlah nominal saham yang beredar. Agio/ Disagio Saham, yaitu selisih antara setoran pemegang saham dengan jumlah nominal saham. Agio merupakan selisih di atas nominal, sedangkan Disagio merupakan selisih di bawah nominal. 3. Pendapatan (revenues) adalah laba suatu entitas yang memberikan penambahan nilai perusahaan pada periode pencatatan. Dalam hal ini pendapatan adalah laba ditahan yang dipakai untuk melakukan ekspansi entitas sehingga dapat memperbesar aset entitas tersebut. 4. Akun Pengurang Ekuitas Ini adalah kebalikan dari akun penambah ekuitas. Terdapat dua akun pengurang ekuitas, yaitu pengambilan pribadi dan biaya. Kedua akun pengurang ini akan dinyatakan sebagai pengurang ekuitas dengan saldo nominal di bagian debit pada laporan. 5. Pengambilan Pribadi Ini adalah pengambilan modal yang dilakukan oleh pemilik. Jika perusahaan sudah berbentuk perseroan, maka pengambilan pribadi (prive) hanya dapat dilakukan bila disetujui oleh dewan komisaris. 4. Dilutive efek dan laba per saham Hutang dan Ekuitas Banyak kontroversi terkait dengan akuntansi untuk instrumen keuangan seperti opsi saham, obligasi konversi, dan berbagi preferensi berhubungan dengan cuaca perusahaan harus melaporkan hal tersebut sebagai kewajiban atau sebagai equity. Utang Konversi Obligasi konversi dapat diubah menjadi obligasi korporasi lainnya selama beberapa periode waktu tertentu setelah penerbitan. obligasi konversi menggabungkan manfaat dari ikatan dengan hak istimewa pertukaran untuk saham di opsi pemegang. 5. Investasi Investasi dalam Sekuritas Hutang. Sekuritas hutang (debt securities) adalah instrumen yang menunjukkan hubungan kreditor dengan suatu perusahaan. Yang termasuk sekuritas hutang meliputi: sekuritas pemerintah A.S, sekuritas pemerintah daerah, obligasi perusahaan, hutang konvertibel, kertas komersial atau warkat niaga. Piutang dagang dan piutang pinjaman bukan merupakan sekuritas hutang karena tidak memenuhi definisi sekuritas. Investasi dalam sekuritas hutang dikelompokkan menjadi tiga kategori terpisah untuk tujuan akuntansi dan pelaporan, yaitu :  Dimiliki sampai jatuh tempo (held to-maturity ) Yaitu sekuritas hutang yang menurut maksud dan kemampuan perusahaan akan dimiliki sampai jatuh tempo.  Perdagangan (trading) Yaitu sekuritas hutang yang dibeli dan dimiliki terutama untuk dijual dalam waktu dekat untuk menghasilkan laba atas selisih harga jangka pendek. –  Tersedia untuk dijual (available for sale) Yaitu sekuritas hutang yang tidak diklasifikasikan sebagai sekuritas yang dimiliki sampai jatuh tempo atau perdagangan. 6. Pengakuan pendapatan Pendapatan dan keuntungan secara umum diakui saat:  Pendapatan dan keuntungan sudah direalisasi atau dapat direalisasi.  Pendapatan dan keuntungan tersebut telah dihasilkan karena sebagian besar dari proses untuk menghasilkan earning telah diselesaikan.  Secara umum revenue tidak diakui sebelum titik penjualan karena :Janji pembayaran yang masih berlaku belum diterima dari pelanggan.  Perusahaan belum menyediakan produk atau jasa. 7. Akuntansi pajak penghasilan Pajak merupakan salah satu usaha yang dilakukan oleh pemerintah untuk memperoleh atau mendapatkan dana dari masyarakat. Dana tersebut digunakan untuk membiayai kepentingan umum. Pajak merupakan pungutan wajib atau dipaksakan kepada rakyat. Pengertian Pajak Penghasian (PPh) berdasarkan Undang-Undang No 17 Tahun 2000 adalah pajak yang dikenakan terhadap subjek pajak atas penghasilan yang diterima atau diperolehnya dalam satu tahun pajak atau suatu pungutan resmi yang ditujukan kepada masyarakat yang berpenghasilan yang diperolehnya dalam tahun pajak untuk kepentingan negara dan masyarakat dalam hidup berbangsa dan bernegara sebagai suatu kewajiban yang harus dilaksanakannya. 8. Akuntansi untuk Pensiun dan Imbalan Pasca Pensiun Banyak perusahaan memiliki program tunjangan yang menjanjikan pendapatan dan tunjangan lain bagi pensiunan dengan imbalan layanan selama tahun-tahun kerja mereka. Namun, ada pergeseran dari rencana tunjangan tradisional, di mana pengusaha menanggung risiko memenuhi janji tunjangan, ke rencana di mana karyawan menanggung lebih banyak risiko. Komponen Biaya Pensiun 1. Bunga atas kewajiban. Karena pensiun adalah pengaturan kompensasi yang ditangguhkan, ada nilai waktu dari faktor uang. Akibatnya, perusahaan mencatat kewajiban pensiun berdasarkan diskonto. 2. Pengembalian aktual atas aset program. Pengembalian yang diperoleh dari akumulasi aset dana pensiun pada tahun tertentu relevan dalam mengukur biaya bersih untuk pemberi kerja yang mensponsori program pensiun karyawan. 3. Amortisasi biaya layanan sebelumnya. Perusahaan memberikan amandemen rencana dengan harapan akan merealisasikan manfaat ekonomi di masa mendatang. 4. Keuntungan atau kerugian. Volatilitas dalam biaya pensiun dapat dihasilkan dari perubahan mendadak dan besar dalam nilai wajar aset program (menghasilkan perbedaan antara pengembalian aktual dan pengembalian yang diharapkan pada aset program) 9. Akuntansi untuk sewa Dalam menjalankan operasinya perusahaan membutuhkan aktiva tetap dan untuk memperolehnya perusahaan dapat menggunakan cara yang berbeda-beda. Salah satu yang paling mudah adalah dengan cara membelinya. Perusahaan perlu memikirkan apakah dana yang ada mencukupi atau diperlukan suatu pinjaman, dan resiko lain seperti ketinggalan zaman sehingga tidak ekonomis lagi bila dipakai ataupun ada resiko kegagalan memakai serta kemungkinan biaya pemeliharaan yang terlalu tinggi. Beberapa unsur yang harus terdapat dalam leasing yaitu :  Lessor yaitu pihak yang menyewakan aktiva atau barang-barang modal antara lain perusahaan-perusahaan yang mendapat izin dari Departemen Keuangan.  Lessee yaitu pihak penyewa aktiva membutuhkan/memakai barang-barang modal. atau pihak-pihak yang  Objek leasing yaitu barang-barang yang menjadi objek perjanjian leasing yang meliputi segala macam barang modal mulai dari yang berteknologi tinggi hingga teknologi menengah ataupun keperluan kantor.  Pembayaran Uang sewa yaitu secara berkala dalam jangka waktu tertentu yang bisa dilakukan setiap bulan, setiap kuartal, atau setiap setentah tahun sekali.  Nilai sisa yang ditentukan sebelum kontrak dimulai.  Adanya hak opsi bagi lessee pada akhir masa leasing dimana lessee mempunyai hak untuk menentukan apakah ia ingin membeli barang tersebut dengan harga sebesar nilai sisa atau mengembalikan pada lessor.  Lease Term adalah suatu periode kontak sewa. 10. Perubahan akuntansi dan analisis kesalahan Perubahan estimasi akuntansi (change in accounting estimates) merupakan suatu penyesuaian terhadap jumlah yang tercatat dari suatu asset atau suatu liabilitas, atau jumlah konsumsi berkala suatu asset, yang merupakan hasil dari penilaian status sekarang dari, dan harapan imbalan masa depan dan kewajiban yang terkait dengan asset dan liabilities. Kesalahan periode lalu adalah kelalaian untuk mencantumkan, dan kesalahan dalam mencatat, dalam laporan keuangan entitas untuk satu atau lebih periode lalu yang timbul dari kegagalan untuk menggunakan atau kesalahan penggunaan informasi andal yang tersedia ketika penyelesaian laporan keuangan untuk periode tersebut, dan secara rasional diharapkan dapat diperoleh dan dipergunakan dalam penyusunan dan penyajian laporan keuangan. Kesalah tersebut termasuk dampak kesalahan perhitungan matematis, kesalahan penerapan kebijakan akuntansi, kekeliruan (oversights) atau kesalahan interpretasi fakta dan kecurangan. 11. Laporan arus kas Arus kas (cash flow) adalah suatu laporan keuangan yang berisikan pengaruh kas dari kegiatan operasi, kegiatan transaksi investasi dan kegiatan transaksi pembiayaan/pendanaan serta kenaikan atau penurunan bersih dalam kas suatu perusahaan selama satu periode. Laporan arus kas merupakan revisi dari mana uang kas diperoleh perusahaan dan bagaimana mereka membelanjakannya. Laporan arus kas merupakan ringkasan dari penerimaan dan pengeluaran kas perusahaan selama periode tertentu (biasanya satu tahun buku). Tujuan Pernyataan ini adalah memberi informasi historis mengenai perubahan kas dan setara kas dari suatu perusahaan melalui laporan arus kas yang mengklasifikasikan arus kas berdasarkan aktivitas operasi, investasi maupun pendanaan (financing) selama suatu periode akuntansi. 12. Pengungkapan penuh dalam pelaporan keuangan Para akuntan cenderung menggunakan kata pengungkapan dalam pengertian yang agak lebih terbatas, yaitu penyampaian informasi keuangan tentang suatu perusahaan di dalam laporan keuangan, biasanya laporan tahunan. Pertanyaan mengenai penyampaian informasi di dalam neraca, laporan rugi laba, serta laporan arus kas termasuk dalam rubric pengakuan dan pengukuran. Pengungkapan di luar laporan keuangan itu sendiri memegang peranan yang sangat penting dalam pasaran global sekarang ini. Laporan keuangan harus jelas dan dapat dimengerti. Laporan keuangan didasarkan pada kebijakan akuntansi yang berbeda dari perusahaan ke perusahaan, baik di dalam satu Negara maupun antarnegara. Oleh karena itu, kebijakan akuntansi yang signifikan yang menjadi dasar laporan keuangan perlu diungkapkan agar laporan itu dapat dimengerti sebagaimana mestinya. PENUTUP Sebagai sebagian dari laporan keuangan, laporan arus kas merupakan alat komunikasi artinya bahwa laporan arus kas itu adalah suatu alat yang digunakan untuk mengkomunikasikan kas dari suatu perusahaan tersebut. Dengan laporan arus kas para pemakai dapat mengevaluasi perubahan dalam aktiva bersih perusahaan, struktur keuangan termasuk likuiditas. Likuiditas mengacu kepada kedekatan pada kas dari aktiva dan kewajibankewajiban. Data tersebut akan lebih berarti bagi pihak yang berkepentingan apabila data tersebut diperbandingkan untuk dua periode atau lebih dan dianalisa lebih lanjut. Idealnya laporan arus kas dapat menunjukkan sampai seberapa jauh efisiensi pelaksanaan kegiatan serta perkembangan perusahaan telah dicapai manajemen. Informasi tentang arus kas suatu perusahaan berguna bagi para pemakai laporan keuangan sebagai dasar untuk menilai kemampuan perusahaan dalam menghasilkan kas dan setara kas dan menilai keutuhan perusahaan untuk menggunakan arus kas tersebut. DAFTAR PUSTAKA E-Book Intermediate Accounting 16e https://klikoblog.wordpress.com/2015/10/21/rangkuman-akm-2-chapter-23-aruskas-cash-flow/ https://id.scribd.com/doc/239874486/BAB-24-Pengungkapan-InformasiKeuangan https://slideplayer.info/slide/1954936/ https://www.academia.edu/11372004/Bab_14_Kewajiban_Jangka_Panjang https://www.coursehero.com/login/?ref=login&login_user_type=

Judul: Akuntansi Keuangan

Oleh: Lesta Rina

Ikuti kami