Akuntansi Keperilakuan

Oleh Muhamad Hatta

23 tayangan
Bagikan artikel

Transkrip Akuntansi Keperilakuan

Akuntansi Keperilakuan
Muhammad Hatta Wendry
(C1C018067)
R10 Akuntansi

PENDAHULUAN
Latar Belakang
Mulai dari zaman prasejarah telah menunjukan bahwa manusia di
zaman itu telah mengenal hitung-menghitung meskipun dalam bentuk
yang sangat sederhana. Dengan semakin majunya peradaban manusia
menyebabkan pentingnya pencatatan, pengikhtisaran dan pelaporan
sebagai bagian dari proses transaksi. Sehingga akuntansi sebagai hasil
dari proses transaksi telah mengalami metamorfosis yang panjang
untuk menjadi bentuk yang modern seperti saat ini.
Akuntansi merupakan suatu system untuk menghasilkan informasi
keuangan yang digunakan oleh para pemakainya dalam pengambilan
keputusan. Keterampilan matematis sekarang ini telah berperan dalam
menganalisis permasalahan keuangan yang kompleks. Begitu pula
dengan kemajuan dalam teknologi computer akuntasi yang
memungkinkan informasi dapat tersedia dengan cepat. Tetapi seberapa
canggihpun prosedur akuntansi yang ada, informasi yang dapat
disediakan pada dasarnya bukanlah merupakan tujuan akhir.

Tujuan informasi tersebut adalah memberikan petunjuk untuk
memilih tindakan yang paling baik untuk mengalokasikan
sumber daya yang langka pada aktivitas bisnis dan ekonomi.
Namun pemilihan dan penetapan keputusan tersebut melibatkan
berbagai aspek termasuk perilaku dari para pengambil
keputusan. Dengan demikian akuntansi tidak dapat dilepaskan
dari aspek perilaku manusia serta kebutuhan organisasi akan
informasi akuntansi.
Kesempurnaan tehnis tidak pernah mampu mencegah orang
untuk mengetahui bahwa tujuan jasa akuntansi bukan hanya
sekedar tehnik yang didasarkan pada efektivitas dari segala
prosedur akuntansi, melainkan bergantung pada bagaimana
perilaku orang-orang di dalam organisasi.

1.2 Rumusan masalah
1. sebutkan definisi akuntansi keprilakuan
2. bagaimana perkembangan sejarah akuntansi
keprilakuan
3. apa saja yang penting dalam
mempertimbangkan perilaku pada akuntansi
4. bagaimana cara memahami persyaratan
pelaporan dapat mempengaruhi perilaku
akuntansi
5. hal apa yang perlu diketahui dalam lingkup dan
sasaran hasil dari akuntansi perilaku.
1.3 Tujuan penulisan
untuk mengetahui pentingnya mempertimbangkan
keprilakuan pada akuntansi

PEMBAHASAN
2.1 Definisi

akuntansi keprilakuan
Akuntansi keprilakuan menjelaskan bagaimana perilaku manusia
mempengaruhi data akuntansi dan keputusan bisnis serta bagaimana
mempengaruhi keputusan bisnis dan perilaku manusia.
2.2 Perkembangan sejarah akuntansi keprilakuan
Riset akuntansi keprilakuan merupakan suatu bidang baru yang secara luan
berhubungan dengan perilaku individu, kelompok dan organisasi bisnis, terutama
yang berhubungan dengan proses informasi akuntansi dan audit. Riset akuntansi
keprilakuan merupakan suatu fenomena baru yang sebetulnya dapat ditelusuri
kembali pada awal tahun 1960-an, walaupun sebetulnya dalam banyak hal riset
tersebut dapat dilakukan lebih awal.
Sejarah akuntansi telah dimulai dari tahun 1749 dimana Luca Pacioli telah
membahas mengenai system pembukuan berpasangan. Kemudian pada tahun
1951, Controllership Foundation of America memsponsori suatu riset untuk
menyelidiki dampak anggaran terhadap manusia. Pada tahun 1960, Steadry
menggali pengaruh anggaran motivasional dengan menggunakan suatu
eksperimen analog. Riset-riset ini terus berkembang sampai dengan saat ini.

• 2.3 Pentingnya mempertimbangkan keprilakuan pada akuntansi
Akuntasi bukanlah sesuatu yang statis, tetapi akan selalu
berkembang sesuai dengan perkembangan lingkungan akuntansi
serta kebutuhan organisasi akan informasi yang dibutuhkan oleh
penggunanya ( Khomisah dalam Arfan & Ishak, 2005 ). Berdasarkan
pemikiran tersebut, manusia dan factor sosial secara jelas didesain
dalam aspek-aspek operasional utama dari seluruh system akuntansi.
Dan para akuntan secara berkelanjutan membuat beberapa asumsi
mengenai bagaimana mereka membuat orang termotivasi, bagaimana
mereka menginterpretasikan dan menggunakan informasi akuntansi,
dan bagaimana system akuntansi merska sesuai dengan kenyataan
manusia dan mempengaruhi organisasi. Penjelasan diatas
menunjukan adanya aspek keprilakuan pada akuntansi, baik dari
pihak pelaksana (penyusun informasi) maupun dari pihak pemakai
infomasi akuntansi.

2.4 Persyaratan pelaporan dapat mempengaruhi perilaku
akuntansi
Perkembangan organisasi bisnis saat ini penuh dengan
persyaratan untuk melaporkan informasi kepada pihak lain
tentang siapa atau apa, bagaimana menjalankan organisasi, dan
untuk siapa harus bertanggungjawab. Hal ini pada umumnya
disebut sebagai persyaratan pelaporan, meskipun beberapa
diantaranya mungkin tidak dapat dipaksakan. Intisari dari proses
akuntansi adalah komunikasi atas informasi yang implikasi
keuangan atau manajemen. Kaena pengumpulan atau
pelaporan informasi mengkonsumsi sumber daya, biasanya hal
tersebut tidak dilakukan secara sukarela kecuali pembuat
informasi yakin bahwa hal ini akan mempengaruhi penerima
untuk berperilaku sebagaimana yang diinginkan oleh
pelapor/pembuat.

Persyaratan pelaporan dapat mempengaruhi perilaku
dalam beberapa cara, diantaranya adalah :
1. Antisipasi penggunaan informasi
2. Prediksi pengirim mengenai pengguna
informasi
3. Insentif/sanksi
4. Penentuan waktu
5. Pengarah perhatian

2.5 Lingkup dan sasaran hasil dari akuntansi keprilakuan
Pada masa lau para akuntan semata-mata focus pada
pengukuran pendapatan dan biaya yang mempelajari
pencapaian kinerja perusahaan di masa lalu guna
memprediksi masa depan. Meraka mengabaikan fakta
bahwa kinerja masa lalu adalah hasil masa lalu dari
perilaku manusia dan kinerja masa lalu itu sendiri
merupakan suatu factor yang akan mempengaruhi perilaku
di masa depan.. Mereka melewatkan fakta bahwa arti
pengendalian secara penuh dari suatu organisasi harus
diawali dengan memotivasi dan mengendalikan perilaku,
tujuan, serta cita-cita individu yang saling berhubungan
dalam organisasi.

2.6 Persamaan dan perbedaan ilmu keprilakuan dan akuntansi keprilakuan
Ilmu keprilakuan mempunyai kaitan dengan penjelasan dan prediksi
keprilakuan manusia. Akuntansi keprilakuan menghubungkan antara
keprilakuan manusia denagn akuntasi. Ilmu keprilakuan merupakan bagian
dari ilmu social, sedangkan akuntansi keprilakuan merupakan bagian dari
ilmu akuntansi dan pengetahuan keprilakuan. Namun ilmu keprilakuan dan
akuntansi keprilakuan sama-sama menggunakan prinsip sosiologi dan
psikologi untuk menilai dan memecahkan permasalahan organisasi.

Prinsip sosiologi dan psikologi menjadi kontribusi utama dari ilmu
keprilakuan dengan melakukan pencarian untuk menguraikan dan
menjelaskan perilaku manusia, walaupun secara keseluruhan
mereka memiliki perspektif yang berbeda mengenai kondisi
manusia. Psikologi terutama merasa tertarik dengan bagaimana
cara individu bertindak. Keutamaam psikologi didasarkan pada
seseorang sebagai suatu organisasi. Di pihak lain sosiologi dan
psikologi memusatkan perhatian pada perilaku kelompok
sosial.Penekanan keduanya adalah pada interaksi antara orangorang dan bukan pada rangsangan fisik.

KESIMPULAN
Berdasarkan pembahasan diatas dapat diperoleh beberapa kesimpulan sebagai
berikut : Akuntansi dibangun dengan menggunakan konsep, prinsip, dan pendekatan
dari disiplin ilmu lain untuk meningkatkan kegunaannya.
Akuntansi tidak dapat dilepaskan dari aspek perilaku manusia serta kebutuhan
organisasi akan informasi akuntansi.
Kesempurnaan teknis dari jasa akuntansi bukan hanya sekedar teknik yang
didasarkan pada efektivitas dari segala prosedur akuntansi, melainkan bergantung pada
bagaimana perilaku orang-orang di dalam organisasi, baik sebagai pelaksana (penyusun
informasi) maupun sebagai pemakai informasi.
Persyaratan pelaporan akuntansi akan mempengaruhi perilaku dari berbagai factor,
baik karena adanya antisipasi pengguna informasi, prediksi penggunaan informasi,
insentif/sanksi, penentuan waktu maupun pengarahan perhatian dari pihak yang
menggunakan informasi tersebut (penerima).
Berdasarkan pembahasan diatas dapat diperoleh beberapa kesimpulan sebagai
berikut : Akuntansi dibangun dengan menggunakan konsep, prinsip, dan pendekatan
dari disiplin ilmu lain untuk meningkatkan kegunaannya.
Akuntansi tidak dapat dilepaskan dari aspek perilaku manusia serta kebutuhan
organisasi akan informasi akuntansi.

Judul: Akuntansi Keperilakuan

Oleh: Muhamad Hatta


Ikuti kami