Akuntansi Kas

Oleh Hadi Manusia

19 tayangan
Bagikan artikel

Transkrip Akuntansi Kas

AKUNTANSI KAS
1. PENGERTIAN KAS
Kas adalah harta yang dapat digunakan untuk membayar kegiatan
operasional perusahaan atau dapat digunakan untuk membayar
kewajiban saat ini. Wujud dari kas dpat berupa uang kertas/logam,
simpanan bank yang sewaktu-waktu dapat ditarik, dana kas kecil, cek,
bilyet giro, dsb. Item yang tidak dapat dikatakan kas adalah cek
mundur, cek yang tidak cukup dananya/not sufficient fund (NSF)
check, saldo dana yang kegunaannya dibatasi, saldo rekening koran
yang diblokir.
2. REKONSILIASI SALDO KAS
Untuk pengendalian, kas dapat disimpan di bank dalam bentuk
simpanan giro. Jika hal ini terjadi maka masing-masing fihak yaitu
perusahaan (nasabah) dan bank akan melakukan pencatatan atas
saldo dan perubahan dari saldo kas tersebut. Perusahaan melakukan
pencatatan atas uang yang disimpan di bank di perkiraan (akun) cash
atau cash in bank. Selanjutnya berdasarkan catatan bank, secara
berkala bank biasanya mengirimkan laporan ke nasabah yang lazim
disebut rekening koran (bank statement). Dengan demikian dapat
dilakukan perbandingan antara data menurut perusahaan dengan
informasi yang dilaporkan bank.
Rekonsiliasi adalah tindakan membandingkan dua data untuk mencari
kesesuaiannya. Jika rekening koran bank tersebut dibandingkan
dengan catatan perusahaan, kemungkinan ada perbedaan yang dapat
disebabkan oleh hal-hal sebagai berikut:
Transaksi sudah dicatat oleh perusahaan, tetapi belum dilaporkan oleh
bank, seperti:
o setoran dalam perjalanan (deposit in transit), yaitu setoran yang
dilakukan oleh perusahaan (biasanya pada akhir suatu periode yang
dicakup oleh rekening koran) dan uang setoran tersebut telah
diterima oleh bank tetapi belum masuk dalam rekening koran bank
karena rekening koran bank dibuat mendahului setoran tersebut.
o Cek yang masih beredar (outstanding check), yaitu cek yang sudah
dibuat dan diserahkan oleh perusahaan kepada penerima tetapi
sampai akhir periode cek tersebut belum diuangkan di bank.
Akibatnya perusahaan telah mencatat pengeluaran tetapi bank
belum.
 Transaksi sudah dilaporkan di rekening koran bank, tetapi belum
dicatat oleh perusahaan, seperti:
o Biaya bank, yang dibebankan kepada nasabah dengan cara
langsung mengurangi saldo simpanan nasabah. Nasabah biasanya
baru mengetahui hal itu pada saat menerima rekening koran.


Penerimaan tagihan oleh bank, jika bank telah menerima uang dari
pelanggan perusahaan , kadangkala bank memberi tahu hal
tersebut bersamaan dengan rekening koran.
Kesalahan, baik yang dilakukan oleh perusahaan maupun oleh bank,
misalnya cek untuk membayar gaji sebesar Rp 192.000.000,00 oleh
petugas akuntansi perusahaan dicatat sebesar Rp 129.000.000,00.

o



Berikut adalah ikhtisar tindakan dalam proses rekonsiliasi:


No.

Transaksi sudah dicatat oleh salah satu pihak tetapi belum dicatat
oleh pihak lain.
Item

1.

Setoran
perjalanan

2.

Cek
yang
beredar

3.

Biaya bank

4.

Bunga/jasa giro

5.

Debitur
perusahaan
menyetor ke rekening
perusahaan di bank


No.
1.
2.
3.
4.
5.

dalam

sedang

Keterangan
Perusahaan
sudah
mencatat
penambahan kas tetapi bank
belum melaporkan dalam rekening
koran
Perusahaan telah mencatat sebagai
pengeluaran kas tetapi bank belum
mencatat
Bank telah mengurangi saldo kas
perusahaan, tetapi perusahaan
belum mencatat
Bank telah menambah saldo kas
perusahaan, tetapi perusahaan
belum mencatat
Bank telah menambah saldo kas
perusahaan, tetapi perusahaan
belum mencatat

Perlakuan
Saldo
ditambah

bank

Saldo
dikurangi

bank

Saldo kas menurut
perusahaan
dikurangi
Saldo kas menurut
perusahaan
ditambah
Saldo kas menurut
perusahaan
ditambah

Adanya kesalahan oleh bank atau oleh perusahaan.
Item
Penerimaan kas terlalu
besar
dicatat
oleh
perusahaan
Penerimaan kas terlalu
besar dicatat oleh bank
Pengeluaran kas terlalu
besar
dicatat
oleh
perusahaan
Pengeluaran kas terlalu
besar dicatat oleh bank
Debitur
perusahaan
menyetor
ke
rekening
perusahaan di bank

Keterangan
Saldo kas menurut perusahaan
terlalu besar
Saldo kas menurut bank terlalu
besar
Saldo kas menurut perusahaan
terlalu kecil
Saldo kas menurut rekening
koran terlalu kecil
Bank telah menambah saldo kas
perusahaan, tetapi perusahaan
belum mencatat

Perlakuan
Saldo kas menurut
perusahaan
dikurangi
Saldo
bank
dikurangi
Saldo kas menurut
perusahaan
ditambah
Saldo kas menurut
RK ditambah
Saldo kas menurut
perusahaan
ditambah

1. ILUSTRASI AKUNTANSI TRANSAKSI PERUSAHAAN DAN BANK
Berikut ini adalah daftar transaksi antara bank dan perusahaan
selama bulan tertentu:

Perusahaan
Salon Eliza didirikan dan Eliza
1.
setor uang ke Bank Rp 1.000
Diterbitkan cek no. 1 untuk
2.
membayar beban sewa Rp 100
Menerima pembayaran piutang
3. Rp 500 dan langsung disetor ke
bank
Diterbitkan cek no. 2 untuk
4.
membayar honor

Bank
1.

Menerima setoran dari Eliza Rp 1.000

2.

Membayar cek no. 1

3.

Menerima setoran dari Salon Eliza Rp 500

5.

5.

6.

6.

7.

Salon Eliza menyetor ke bank Rp
1.500

7.

Menerima setoran dari Tn. A untuk Salon
Eliza Rp 300
Akhir bulan bank memberi jasa giro Rp 50
dan membebani Salon Eliza Rp 25 dan dibuat
rekening koran.
Bank menerima setoran dari Salon Eliza Rp
1.500 (belum masuk RK)

Jurnal yang dibuat oleh perusahaan dan bank adalah sebagai berikut:
Perusahaan
Kas di Bank 1.000
1.
Modal Eliza 1.000
Beban Sewa 100
2.
Kas di Bank 100
Kas di Bank 500
3.
Piutang 500
Biaya Honor 100
4.
Kas di Bank 100

Bank

5.

5.

Kas 1.000
1.
Giro-Salon Eliza 1.000
Giro-Salon Eliza 100
2.
Kas 100
Kas 500
3.
Giro-Salon Eliza 500
4.
Kas 300
Giro-Salon Eliza 300
Biaya bunga 50
Giro-Salon Eliza 50

6.

6.
Giro-Salon Eliza 25
Pendapatan adm 25
Kas 1.500

Kas di Bank 1.500
7.

7.
Pendapatan 1.500

Giro-Salon Eliza 1.500

Buku besar Kas di Bank yang disusun oleh Eliza adalah sebagai berikut:

Kas di Bank
Tgl
2007
Des
1
2
10
15
31

Uraian

Debet

Penyetoran
Cek No.1
Setoran
Cek No.2
Setoran

Kredit

1.000
100
500
100
1.500

Saldo

D/K

1.000

D

900
1.400
1.300
2.800

D
D
D
D

Buku besar Giro-Salon Eliza dan rekening koran untuk Salon Eliza yang
disusun oleh bank adalah sebagai berikut:
Salon Eliza
Tgl
2007
Des
1
2
10
15
31

Uraian

Debet

Penyetoran
Cek No.1
Setoran
Setoran Tn. A
Jasa Giro
Biaya Bank

Kredit

Saldo

D/K

1.000

1.000

K

500
300
50

900
1.400
1.700
1.750
1.725

K
K
K
K
K

100

25

1. ILUSTRASI REKONSILIASI
Rekonsiliasi dilakukan dengan melakukan langkah-langkah sebagai
berikut:
1. Transaksi yang dilaporkan di Rekening Koran sisi Kredit dibandingkan
dengan transaksi yang dicatat di Buku Besar Kas di Bank sisi Debet.
Maka akan didapat data sebagai berikut:




setoran Tn. A Rp 300 dan jasa giro Rp 50 belum dicatat oleh
perusahaan, sehingga harus ditambahkan ke saldo menurut
perusahaan.
Perusahaan sudah mencatat setoran Rp 1.500 tetapi di Rekening
Koran belum ada, sehingga harus ditambahkan ke saldo bank sebagai
setoran dalam perjalanan.

1. Transaksi di sisi Debit Rekening Koran dibandingkan dengan sisi
Kredit akun "Kas di Bank", maka akan menghasilkan:



Cek No. 2 sebesar Rp 200 belum tampak di Rekening Koran, sehingga
cek tersebut harus dikurangkan ke saldo menurut Rekening Koran.
Di Rekening Koran telah ada biaya bank Rp 25, sementara di akun
"Kas di Bank" belum ada, saldo menurut perusahaan harus dikurangi
dengan biaya bank tersebut.

1. ILUSTRASI BENTUK REKONSILIASI
Hasil perbandingan di atas dituangkan sebagai berikut:
Salon Eliza
Rekonsiliasi Saldo Kas
Untuk Bulan Desember 2007
Saldo menurut Rekening Koran
Rp1,725
Ditambah: Setoran dalam Perjalanan
Rp1,500
Rp3,225
Dikurangi: Cek yang beredar
Rp 100
Rp3,125
Saldo menurut Perusahaan
Ditambah: Setoran Tn. A
Jasa Giro

Rp2,800
Rp 300
Rp 50
Rp3,150
Rp 25
Rp3,125

Dikurangi: Biaya Bank

ILUSTRASI JURNAL UNTUK MENCATAT HASIL REKONSILIASI
Transaksi yang harus dijurnal adalah transaksi yang belum dicatat
oleh perusahaan, yaitu:
Tanggal

2007 Des 31

Uraian

Kas di Bank
Piutang
Jasa Giro

Debet

Kredit

350

300
50

Biaya Bank
25
Kas di Bank

25

1. DANA KAS KECIL
Dana Kas Kecil adalah kas yang disediakan untuk membayar
pengeluaran kecil. Terdapat dua metode pencatatan atas dana kas
kecil yaitu:
1. Metode Imprest Fund (Metode Saldo Tetap)
Jika metode ini yang digunakan, maka di dalam buku besar disediakan
satu rekening untuk mempertanggungjawabkan dana kas kecil. Saldo
rekening ini tetap jumlahnya. Oleh karena itu jika ada pengeluaran kas
kecil pengeluaran ini tidak dibuat jurnal. Jurnal pengeluaran

dilakukan pada saat pengisian kembali (replenishment) yang biasanya
dilakukan dengan menerbitkan cek sesuai bukti-bukti pengeluaran
dari petugas kas kecil.
Jika pada akhir tahun ada pengeluaran kas kecil yang belum diisi
kembali, dengan sistem ini pengeluaran ini tentu belum dicatat, maka
pada akhir tahun dibuat jurnal penyesuaian dengan men-debet biaya
atau aset dan meng-kredit rekening "Kas Kecil". Selanjutnya pada awal
tahun berikutnya jurnal penyesuaian ini dijurnal balik (direverse), agar
pembukuan waktu pengisian kembali atas pengeluaran tersebut
konsisten dengan pembukuan pada waktu yang lain.
Akuntansi untuk dana kas kecil meliputi akuntansi saat
pembentukan, pengisian kembali, dan ayat jurnal penyesuian jika
pada akhir tahun ada pengeluaran yang belum diisi kembali.
1. Misalkan perusahaan membentuk dana kas kecil dan menyerahkan
sebuah cek nominal Rp 500 kepada petugas akuntansi khusus yang
menangani kas kecil. Jurnal yang dibuat adalah:
Tgl.

Akun

Debet

Kredit

Kas Kecil

Jan
31

500
Kas

500

1. Petugas kas kecil mengeluarkan kas kecil untuk membeli supplies
kantor Rp 200, membayar ongkos angkut barang yang dibeli Rp 150
serta biaya lain-lain Rp 75. petugas akan menerima bukti-bukti
pengeluaran. Transaksi ini dicatat dalam catatan petugas tetapi tidak
dalam bentuk jurnal.
2. Karena uang hampir habis maka petugas kas kecil menyerahkan
bukti-bukti pengeluaran sebesar Rp 425 ke bagian keuangan,
kemudian petugas menerima cek sebesar Rp 425. Tindakan ini disebut
pengisian kembali (replenishment). Jurnal yang dibuat:
Tgl.
Des
30

Akun

Debet

Supplies Kantor
Transportation-in
Biaya Lain-lain
Kas

Kredit

200
150
75
425

1. Pada akhir tahun petugas kas kecil mengeluarkan kas untuk biaya
lain-lain sebesar Rp 50, namun belum diisi kembali, maka dibuat
jurnal penyesuaian oleh bagian akuntansi sebagai berikut:
Tgl.
Des
31

Akun
Biaya Lain-lain

Debet
50

Kredit

Kas Kecil

50

1. Pada awal tahun berikutnya dibuat jurnal balik sebagai berikut:
Tgl.
Des
31

Akun

Debet

Kredit

Kas Kecil
50
Biaya Lain-lain

50

1. Metode Saldo Berfluktuasi
Jika metode ini yang digunakan, maka di dalam buku besar disediakan
satu rekening untuk mempertanggungjawabkan dana kas kecil.
Petugas kas kecil membuat catatan atas kas kecil. Untuk membuat
jurnal dianalisis dengan seksama transaksi yang berkaitan dengan kas
kecil. Pada hakikatnya hanya ada dua transaksi yaitu: (1) transaksi
yang menambah Kas Kecil, dan (2) transaksi yang mengurangi Kas
Kecil.
Transaksi yang menambah kas kecil adalah transaksi pengisian kas
kecil atau replenishment. Transaksi yang mengurangi kas kecil
umumnya adalah untuk pembayaran biaya tertentu atau pembelian
harta tertentu.
Karena metode saldo berfluktuasi tidak dipakai oleh pemerintah, maka
modul ini tidak memberikan ilustrasi rinci mengenai metode saldo
berfluktuasi.
1. PENYAJIAN DI NERACA
Kas disajikan di neraca sebesar nilai nominal.

Judul: Akuntansi Kas

Oleh: Hadi Manusia


Ikuti kami