Akuntansi Kas

Oleh Andi Reski Uci Cahyana

22 tayangan
Bagikan artikel

Transkrip Akuntansi Kas

BAB I
PENDAHULUAN

A.

LATAR BELAKANG

Masyarakat belum mengerti kegunaan dan manfaat kas. Disini bisa mengetahui
kas berguna dan bermanfaat, tetapi kebanyakan orang belum mengetahuinya. Pada
hal pertumbuhan ekonomi sangat berkembang sekarang. Maka masyarakat harus
mengerti dan paham kas itu untuk digunakan. Untuk mendapatkan hasil maksimal
masyarakat harus mempunyai kualitas.
Dijaman sekarang ini kas bisa berguna oleh siapa saja. Kas dapat mengatur
penerimaan

dan

pengeluaran

uang

dalam

kegiatan

.

Bahkan

bisa

juga

memperhitungkan keuangan yang akan datang. Begitu banyaknya fungsi dan
kegunaan kas.
Dengan adanya kas maka bisa mengetahui proses terjadinya pengelolaan uang.
Dengan kas ini masyarakat tahu betapa pentingnya hal tersebut. Oleh karena itu, hal
ini menjadi peranan yang penting untuk dipahami. Semua ini agar dimudahkan untuk
penerapan kegunaan kas.
Agar kas tidak membuat kesulitan digunakan maka diperlukan tata cara yang
tepat. Setelah dimengerti fungsi dan kegunaannya. Oleh karenaitu, harus dilakukan
penerapan atau pengunaan kas yang tepat. Sisitem ini harus diterapkan dalam
kehidupan sehari-hari. Agar tidak binggung saat menerapkan kas yang ada.
Berdasarkan latar belakang diatas penulis tertarik mengangkat judul “ Kas dan
Bagian-bagiannya”.

B.

RUMUSAN MASALAH
Rumusan masalah dalam karya ilmiah ini adalah bagaimanakah Kas dan Bagianbagianya ?

C.

TUJUAN

Tujuan makalah ini adalah bertujuan untuk menjelaskan Kas dan Bagian-bagianya.

D.

MANFAAT

1.

Manfaat Teoritis
Makalah ini diharapkan dapat mengembangkan teori keilmuan di bidang Akuntansi
khususnya tentang Kas dan Bagian-bagianya.

2.

Manfaat Praktis
Makalah ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan masyarakat terhadap
penggunaan kas.

BAB II
ISI
A. PENGERTIAN KAS

Kas adalah alat pertukaran (pembayaran). Aset harus memenuhi dua kriteria
agar dapat disebut kas. Pertama, harus siap digunakan setiap saat untuk membayar
semua kewajiban yang ada sekarang. Kedua, harus bebas dari ikatan-ikatan apa pun
yang membatasi penggunaannya untuk melunassi kewajiban.
Sumber kas masuk yang utama adalah:
1.

Hasil penjualan produk secara tunai.

2.

Hasil menagih piutang dagang.

3.

Pendapatan lain seperti bunga dari Bank, jasa giro, dividen.

4.

Adanya pengurangan pada aktiva tetap, seperti menjual aktiva yang tidak terpakai.

5.

Adanya penerimaan yang bukan penghasilan, seperti kredit dari Bank, penjualan
obligasi dan lain-lain hutang jangka pendek

6.

Penambahan modal sendiri oleh pemilik.
Penggunaan kas keluar yang utama adalah:

1.

Berbagai pembayaran untuk keperluan operasional perusahaan sehari-hari seperti
membeli material/bahan baku, membayar gaji, dan upah tenaga kerja, berbagai biaya
yang termasuk sebagai biaya overhead pabrik (kecuali depresiasi/amortisasi yang
tidak membutuhkan kas) biaya-biaya penjualan dan biaya administratif.

2.

Pembayaran pada para kreditur, baik berupa bunga maupun angsurannya.

3.

Penambahan berbagai aktiva tetap seperti pembelian aktiva tetap.

4.

Pembayaran pada pemilik modal, seperti pembayaran dividen atau pengembalian
modal.

5.

Pembayaran pada pemerintah seperti membayar pajak, cukai, meterai, restitusi,
Ipeda dan lain-lain.
Saldo kas pada akhir suatu periode (Bulanan/Triwulan/Tahunan) akan sama
dengan saldo kas awal ditambah seluruh penerimaan dikurangi seluruh pengeluaran
yang

terjadi

pada

periode

bersangkutan.

Bilamana

penerimaan

melebihi

pengeluarannya, maka saldo kas akhir akan meningkat. Sebaliknya bila
pengeluarannya melebihi penerimaan, maka saldo kas akhir menurun, bahkan
mungkin terjadi defisit kas.
Karena anggaran kas seperti yang diuraikan diatas disusun dengan
memperkirakan seluruh penerimaan dan seluruh pengeluaran yang terjadi pada
sesuatu periode, maka metode anggaran kas seperti ini disebut Metode Penerimaan
dan Pengeluaran Kas.

B.

MANFAAT LAPORAN SUMBER DAN PENGGUNAAN KAS

Kas paling banyak terlibat dalam transaksi-transaksi keuangan. Ini disebabkan
oleh sifat transaksi-transaksi yang mencakup harta dan memerlukan penyelesaian
dalam bahasa media tukar. Media tukar standart ialah kas. Kas merupakan aktiva
yang paling likwid atau merupakan salah satu unsur modal kerja yang paling tinggi
likwiditasnya, berarti bahwa semakin besar jumlah kas yang dimiliki oleh suatu
perusahaan akan semakin tinggi pula tingkat likwiditasnya.
Meskipun kas tidak secara langsung terlibat dalam transaksi, tetapi memberikan
dasar pengukuran dan akuntansi untuk semua pos-pos yang sudah ada. Perbedaan
yang menyolok tentang aktivitas kas adalah sifat yang tidak produktif. Karena kas

merupakan ukuran nilai, kas tidak dapat bertambah kecuali bila diinvestasikan baik
jangka pendek maupun jangka panjang.

Jumlah kas dalam suatu perusahaan yang sangat berlebihan kerap sekali disebut
kas menganggur. Manager kas yang efisien mensyaratkan tersedianya kas yang terus
bekerja secara kontiniu salah satu dari beberapa cara misalnya sebagai bagian dari
siklus akuntansi atau sebagai suatu investasi jangka pendek atau jangka panjang.

Laporan sumber dan penggunaan kas ini sangat penting, karena dapat
dipergunakan sebagai dasar dalam merencanakan kebutuhan kas di masa mendatang
dan kemungkinan sumber-sumber yang ada, atau dapat digunakan sebagai dasar
perencanaan dan peramalan kebutuhan kas atau cash flow di masa yang akan datang.

Sedangkan bagi para kreditor atau bank dengan laporan cash flow ini akan dapat
menilai kemampuan perusahaan dalam membayar bunga.Selain itu kas sangat
berperan dalam menentukan kelancaran kegiatan perusahaan. Karena kas merupakan
salah satu unsur modal yang paling tinggi likuiditasnya, sehingga semakin besar
jumlah kas yang dimiliki oleh perusahaan akan semakin tinggi pula tingkat
likuiditasnya. Oleh karena itu, kas harus direncanakan dan diawasi dengan baik, baik
penerimaannya maupun penggunaannya

C.

a.

BAGIAN YANG TERMAKSUD DALAM KAS

Uang kertas adalah uang yang terbuat dari kertas dengan gambar dan cap tertentu
dan merupakan alat pembayaran yang sah. Menurut penjelasan uu no. 23 tahun 1999

tentang bank indonesia, yang dimaksud dengan uang kertas adalah uang dalam
bentuk lembaran yang terbuat dari bahan kertas atau bahan lainnya (yang menyerupai
kertas).
b.

Uang logam adalah uang yang terbuat dari logam; biasanya dari emas atau perak
karena kedua logam itu memiliki nilai yang cenderung tinggi dan stabil, bentuknya
mudah dikenali, sifatnya yang tidak mudah hancur, tahan lama, dan dapat dibagi
menjadi satuan yang lebih kecil tanpa mengurangi nilai.

c.

Cek yang belum disetorkan adalah berupa cek yang berasal dari investor
perusahaan atau biaya pengeluaran perusahaan pada hari itu yang belum di berikan ke
bagian keuangan atau belum di cairkan yang masih berupa cek belum berupa uang.

d.

Simpanan dalam bentuk giro adalah suatu istilah perbankan untuk suatu cara
pembayaran yang hampir merupakan kebalikan dari sistem cek. Suatu cek diberikan
kepada pihak penerima pembayaran yang menyimpannya di bank mereka, sedangkan
giro diberikan oleh pihak pembayar ke banknya, yang selanjutnya akan mentransfer
dana kepada bank pihak penerima, langsung ke akun mereka

e.

Travellers check yang dikenal dengan nama cek wisata atau cek perjalanan adalah
suatu alat pembayaran yang diterbitkan oleh bank atau badan yang berwenang dalam
bentuk pecahan tertentu dan dapat dipindahtangankan kepada orang lain setelah
diendos oleh pemiliknya. Biasanya travellers check ini digunakan bagi orang yang
mengadakan perjalanan jauh baik dalam maupun luar negeri atau sering dibawa oleh
turis.

f.

Cashier check adalah cek yang dibuat oleh suatu bank yang merupakan surat
perintah dari bank kepada bank itu juga. Ini adalah hak pelanggan untuk meminta
“hari berikutnya sudah tersedia” ketika menyerahkan cek kasir secara pribadi.
Sebagian besar bank tidak langsung menerimanya. Namun, bank diijinkan untuk
mengambil kembali uang itu “dibuang” cek itu jika dalam satu atau dua minggu
kemudian bank menemukan adanya tindak penipuan. Karena pelanggan pasti sudah
percaya bahwa cek telah benar atau sah dan telah dikonversi menjadi kas kita,
pelanggan mudah ditipu oleh skema yang meminta mereka untuk meninggalkan

barang mereka atau sebagian dari uang mereka lalu dengan mudah di buang cek itu
pada waktu yang tepat.
g.

Bank draft adalah surat berharga yang berisi perintah tak bersyarat dari bank
penerbit draft tersebut kepada pihak lainnya (tertarik) untuk membayar sejumlah uang
kepada seseorang tertentu atau orang yang ditunjuknya pada waktu yang telah
ditentukan.

h.

Money order adalah perintah uang adalah pembayaran agar jumlah yang telah
ditentukan uang. Karena itu, diperlukan bahwa dana akan prabayar untuk jumlah
yang ditampilkan di atasnya, itu adalah metode yang lebih dipercaya pembayaran dari
cek pribadi.

D.

BAGIAN YANG BUKAN TERMAKSUD DALAM KAS

a.

Deposito yang jatuh temponya lebih dari tiga bulan atau rollover
Saldo rekening berupa deposito yang jatuh temponya lebih dari tiga bulan atau
rollover tidak termasuk dalam pengertian kas karena tidak dapat digunakan sewaktuwaktu.

b.

Prangko dan Materai
Biasanya perusahaan mempunyai persediaan prangko dan materai yang dapat
dipakai sewaktu-waktu. Persediaan ini tidak termasuk dalam pengertian kas,
sekalipun persediaan ini sering disimpan oleh kasir perusahaan. Apabila jumlahnya
cukup besar, persediaan ini dapat digolongkan ke dalam persediaan perlengkapan
alat-alat kantor (supplies).

c.

Kas bon atau uang muka

Kas bon merupakan bukti penerimaan uang muka dari pegawai tidak dapat
digolongkan ke dalam kas. Kertas-kertas tersebut tidak dapat digunakan sewaktuwaktu, sehingga tidak dapat dianggap uang tunai.
d.

Cek mundur dan cek kosong
Cek mundur tidak dapat diuangkan sampai jatuh temponya sehingga tidak
memenuhi syarat sebagai kas. Cek mundur yang diterima untuk melunasi piutang
belum mengurangi saldo piutang. Apabila dapat diuangkan karena tidak cukup
dananyadi bank, cek tersebut disebut kosong. Cek kosong sama sekali tidak memiliki
harga, sehingga tidak dapat dianggap sebagai aset perusahaan.

E.

PENGENDALIAN INTERNAL KAS

Kas merupakan aset yang menjadi permula siklus operasi.
Kas memilik tiga karakteristik yang menarik, yaitu :
1.

Dapat ditukarkan sewaktu-waktu menjadi aset nonkas karena bersifat sebagai alat
pertukaran/pembayaran.

2.

Mudah digelapkan karena berbentuk kecil dan mudah dipindahkan karena bobotnya
ringan

3.

Tidak ada identitas pemiliknya.

4.

Banyak transaksi yang secara langsung maupun tidak langsung mempengaruhi
penerimaan dan pengeluaran kas.

Ciri-ciri ini menyebabkan hampir setiap orang suka memilikinya dan, oleh karena,
mungkin tergiur untuk melakukan pengelapan jika ada kesempatan.

Praktik-praktik yang mungkin dilakukan untuk menyelewengan kas antara lain
adalah sebagai berikut(karrenbrock dan simons, 1958)
1.

Penerimaan kas dicatat lebih rendah dari yang seharusnya dan selisihnya
dimasukkan ke kantong pribadi

2.

Piutang yanng timbul dari penjualan kredit tidak dicatat. Kas yang diterima dari
piutang ini di kemudian hari digelapkan

3.
4.

Cek untuk kepentingan pribadi dibebankan sebagai beban perusahaan
Menunda postingan (lapping). Cara yang dilakukan adalah tidak mencatat
penerimaan kas debitor tertentu dan kas tersebut segera digelapkan.

Praktik-praktik diatas merupakan sebagai dari yang mungkin ditemukan apabila
petugas pemegang kas berfungsi juga sebagai pemegang buku-buku akuntansi.
Jelaskan bahwa internal akuntansi terhadap kas perlu dirancang sebaik-baiknya.

F.

PRINSIP-PRINSIP PENGENDALIAN KAS

Prinsip-prinsip pengendalian internal yang diterapkan untuk kas, antara lain,
adalah sebagai berikut.
1.

Pemisahan tugas. Tugas mencatat penerimaan dan pengeluaran kas harus
dipisahkan dari tugas menyimpan dan menyetujui pengeluaran kas

2.

Penyetoran ke bank. Semua penerimaan kas harus segera disetor ke bank dalam
rekening giro

3.

Pemeriksaan mendadak. Pemeriksaan terhadap catatan dan fisik kas harus
dilakukan secara mendadak dan tidak dalam interval waktu tertentu

4.

Mengunakan cek. Sejalan dengan prinsip no 2, semua pengeluaran kas (kecuali kas
kecil) harus dilakukan dengan mengunakan cek.

Prinsip bahwa semua kas harus disetor ke bank dan bahwa pengeluaran kas,
kecuali kas kecuali kas kecil, harus menggunakan cek dapat meminimalkan jumlah
kas perusahaan. Jumlah kas minimal dapat dicegah terjadinya penyalahgunaan.
G. CONTOH KASUS
Ada 2 metode yang digunakan untuk mengelola kas kecil, yaitu Metode
Imprest dan Metode Fluktuasi.
Metode Imprest, jumlah kas bersifat tetap, yaitu sebesar cek yang diserahkan
kepada kasir untuk dicairkan ke bank untuk membayar pengeluaran kecil dan
pencatatan pengeluaran dilakukan saat pengisian kembali.

Contoh :
PT. Katajaya pada tanggal 01 juni 20xx membentuk kas kecil sebesar Rp1.000.000,
pengeluaran kas kecil hingga 30 Juni 20xx sebesar Rp900.000 dengan rincian sebagai
berikut:
Beban ATK

Rp200.000

Beban Angkut

Rp250.000

Beban Administrasi

Rp150.000

Beban BBM Kendaraan Operasional

Rp300.000

Total

Rp900.000

Pada tanggal 30 Juni 20xx dilakukan pengisian kembali.
Maka Ayat Jurnal yang disusun atas transaksi diatas adalah sebagai berikut :
a.

Saat Pengisian Kas Kecil
Tanggal

Akun

D

K

01 Juni

Kas Kecil

1.000.000

Bank

1.000.000

b.

Saat Pengeluaran Kas ( Tidak Perlu Jurnal )

c.

Saat Pengisian Kembali
Tanggal
30 Juni

Akun

D

Beban ATK

200.000

Beban Angkut

250.000

Beban Administrasi

150.000

Beban BBM Kendaraan

300.000

Bank

K

900.000

Sehingga Kas Kecil Tetap : Rp1.000.000
Metode Fluktuasi, dimana saldo uang yang dicatat pada akun kas kecil selalu
berubah. Fluktuasi tersebut sesuai dengan jumlah pengisian kembali dan pengeluaran
– pengeluaran kas kecil. Pencatatan dilakukan secara langsung pada saat pengeluaran.
Contoh :
PT. Makmur membentuk dana kas kecil sebesar Rp1.000.000 pada tanggal 1
Agustus 20xx. Transaksi yang terjadi selanjutnya sebagai berikut :
03 Ags 20xx

Membayar Langganan Surat Kabar

Rp100.000

08 Ags 20xx

Membeli ATK

Rp400.000

11 Ags 20xx

Membayar Rekening Listrik

Rp200.000

15 Ags 20xx

Mengisi kembali Kas Kecil

Rp500.000

Ayat Jurnal yang dibuat untuk transaksi – transaksi diatas sebagai berikut :
Tanggal

Akun

D

K

01 - Ags

Kas Kecil

1.000.000

Bank
03 - Ags

Beban Surat Kabar

1.000.000
100.000

Kas Kecil
08 - Ags

Beban ATK

100.000
400.000

Kas Kecil
11 - Ags

Beban Listrik

400.000
200.000

Kas Kecil
15 - Ags

Kas Kecil

200.000
500.000

Bank

Sehingga Kas Kecil Berubah dari: Rp1.000.000 menjadi Rp800.000

500.000

BAB III
PENUTUP
A.

SIMPULAN

Kas merupakan alat petukaran(pembayaran) atau juga aset yang menjadi
pemula siklus operasi yang dipergunakan masyarakat sebagai dasar dalam
merencanakan kebutuhan dan kemungkinan sumber-sumber yang ada, atau dapat
dipergunakan sebagai dasar perencanaan dan peramalan. kebutuhan kas atau cash
flow dimasa yang akan datang maka dengan adanya kas masyarakat dapat mengatur
penerimaan dan pengeluaran uang dalam kehidupan sehari-hari dengan lebih efektif
dan juga dalam teori keilmuan dibidang akuntansi dapat mengembangkan teori kas
tersebut. oleh karena itu, kas harus direncanakan dan diawasi dengan maksimal, baik
penerimaannya maupun penggunaannya.

B.

SARAN

Sebaiknya menggunakan kas secara bijaksana, jangan ada penyalah gunaan kas
yang bisa mengakibatkan kerugian diri sendiri dan orang lain dan juga dalam kas ada
berbagai bagian-bagian yang perlu dipahami agar bisa menggunakan dengan baik

DAFTAR PUSTAKA
Sodikin, Slamet sugiri. 2013. Pengatar akuntansi 2 Berbasis SAK ETAP 2009. Yogyakarta:
UPP STIM YKPN
Tjahjono, Acham. 2009. Akuntansi Pengantar 2 Pendekatan Komprehensip. Yogyakarta.
Penerbit Ganbika
Poewanto, Hendra. 2011. Sumber dan Penggunaan Kas.
https://sites.google.com/site/penganggaranperusahaan/anggaran-kas/sumber-danpenggunaan-kas/
Dayat, Ryan. 2011. Pengertian Kas dan Bagian-bagiannya.
http://ryandayat.blogspot.com/2011/10/pengertian-kas-dan-bagianbagiannya.html
Lukman, Santoso. 2011. Kas dan setara kas.
http://santoso-lukman.blogspot.com/2011/01/kas-dan-setara-kas.html
Lianih. 2012. Analisis Sumber Dan Penggunaan Kas . http://lianihmyblo9s.blogspot.com/2012/03/analisis-sumber-dan-penggunaan-kas.html
http://candraekonom.blogspot.co.id/2015/02/contoh-soal-akuntansi-kaspengendalian_21.html

Judul: Akuntansi Kas

Oleh: Andi Reski Uci Cahyana


Ikuti kami