Akuntansi Islam

Oleh Kardi Suseno

30 tayangan
Bagikan artikel

Transkrip Akuntansi Islam

Akuntansi Islam
Akuntansi syariah adalah suatu kegiatan identifikasi, klarifikasi, pendataan dan
pelaporan melalui proses perhitungan yang terkait dengan transaksi keuangan sebagai
bahan informasi dalam mengambil keputusan ekonomi berdasarkan prinsip akad-akad
syariah, yaitu tidak mengandung zulum (kedzaliman), riba, maisir (judi), gharar
(penipuan), barang yang diharamkan dan membahayakan.
Dengan demikian, maka keberadaan akuntansi dalam setiap lembaga, khususnya
lembaga keuangan sangatlah penting adanya, karena melalui jasa akuntansi ini kita
dapat menentukan hak dan kewajiban pihak-pihak terkait, dapat menyediakan informasi
keuangan yang akurat dan bermanfaat dalam mengambil keputusan, serta dapat
meningkatkan kepatutan dalam semua transaksi dan kegiatan usha lainnya. Namun
kaitannya denga syariah, maka seorang accounting harus memiliki sekurang-kurangnya
4 sifat dasar dalam melakukan perhitungan-perhitungan, yakni kejujuran, keadilan,
kebijakan dan kepatuhan pada nilai-nilai syariah yang berimplikasi pda sebuah
tanggung jawab baik pada atasan dan masyarakat maupaun ganjaran Allah SWT. yakni
mengandung konsekuensi pertanggung jawaban dunia dan akhirat. Oleh karena itu,
prinsip-prinsip yang dibangun dalam akuntansi syariah adalah:
1. Amanah, yakni dalam melakukan perhitungan dan neraca keuangan, seseorang
harus bersifat amanah dalam semua informasi dan keteranagn yang
diungkapkan
2. Mishdaqiyah, yaitu sesuai dengan realitas. Yakni dalam memberikan informasi
neraca keuanagan haruslah valid, benar dan sesuai dengan realitas yang ada.
3. Diqqah yaitu cermat dan sempurna.
4. Tauqit, yaitu penjadwalan yang tepat. Yakni bekerja secara efektif dan efisien
sesuai denagn batas waktu yang ditetapkan.
5. Adil dan netral, yaitu dalam menyiapkan laporan keuangan haruslah bersikap
adil tanpa tertekan karena atas prinsip kebenaran, kejujuran dan kemaslahatan.
6. Tibyat, yaitu trasparansi dalam penyajian data-data yang jelas dan akurat.

Hal inilah yang membedakan penerapan sistemm ekonomi syariah dan system
yang di bangun oleh ekonomi konvensional.
Konsep Akuntansi Syariah
Berdasarkan firmn Allah SWT . dalam Q.S Al-Baqarah : 282 tersebut
“faktubuuhu (maka hendaklah ada yang menuliskannya)”, memberikan isyarat bahwa
keberadaan akuntansi dalam sebuah lembaga keuangan atau transaksi menjadi wajib
adanya. Karena melalui akuntansi-lah, seseorang dapat mengetahui secara baik
danbenar laporan keuangan terhadap transaksi, neraca, atau laba rugi yang perlu
dilakukan.
Dari ayat tersebut dapat pula ditarik benang merahnya terhadap konsep
akuntansi yang dibangun oleh islam, yaitu :
1. Ketaatan pada hukum syariah.setiap aktivitas yang dilakukan oleh unit
ekonomi harus dilihat dari sisi halal-haramnya suatu barang atau nilai yang
ditransaksikan. Factor inilah yang membedakan dengan prinsip-prinsip
ekonomi diluar islam.
2. Melaporkan dengan akurat, teliti, baik dan jujur. Seluruh laporan keuangan
harus dibuat secara accountable dan transparan.
3. Terkait pada keadilan . Karena tujuan utama syariah islam adalah penerapan
keadilan dalam masyarakat secara keseluruhan. Informasi akuntan harus
mampu melaporkan setiap kegiatan atau keputusan yang dibuat.
4. Mempromosikan dan menilai efisiensi kepemimpinan. System akuntansi
harus mampu memberikan standar berdasarkan hukum sejarah untuk
menjamin bahwa manajemen mengikuti kebijaksanaan yang baik.
5. Penentuan laba rugi yang tepat. Walaupun penentuan laba rugi agak bersifat
subyektif dan bergantung pada nilai, tetapi factor kehati-hatian harus
dilaksanakan agar tercapai hasil yang bijaksana dan konsisten, sehingga
dapat menjamin bahwa kepentingan semua pihak memakai laporan
dilindungi.
6. Perubahan dalam praktik akuntansi. Peran akuntansi yang demikian luas
dalam kerangka islam memerlukan perubahan yang sesuai dan cepat dalam

praktik akuntansi sekarang. Akuntansi harus mampu bekerjasama untuk
menyusun saran-saran yang tepat untuk mengikuti perubahan ini.

Judul: Akuntansi Islam

Oleh: Kardi Suseno


Ikuti kami