Akuntansi Islam

Oleh Kardi Suseno

59,7 KB 4 tayangan 0 unduhan
 
Bagikan artikel

Transkrip Akuntansi Islam

Akuntansi Islam Akuntansi syariah adalah suatu kegiatan identifikasi, klarifikasi, pendataan dan pelaporan melalui proses perhitungan yang terkait dengan transaksi keuangan sebagai bahan informasi dalam mengambil keputusan ekonomi berdasarkan prinsip akad-akad syariah, yaitu tidak mengandung zulum (kedzaliman), riba, maisir (judi), gharar (penipuan), barang yang diharamkan dan membahayakan. Dengan demikian, maka keberadaan akuntansi dalam setiap lembaga, khususnya lembaga keuangan sangatlah penting adanya, karena melalui jasa akuntansi ini kita dapat menentukan hak dan kewajiban pihak-pihak terkait, dapat menyediakan informasi keuangan yang akurat dan bermanfaat dalam mengambil keputusan, serta dapat meningkatkan kepatutan dalam semua transaksi dan kegiatan usha lainnya. Namun kaitannya denga syariah, maka seorang accounting harus memiliki sekurang-kurangnya 4 sifat dasar dalam melakukan perhitungan-perhitungan, yakni kejujuran, keadilan, kebijakan dan kepatuhan pada nilai-nilai syariah yang berimplikasi pda sebuah tanggung jawab baik pada atasan dan masyarakat maupaun ganjaran Allah SWT. yakni mengandung konsekuensi pertanggung jawaban dunia dan akhirat. Oleh karena itu, prinsip-prinsip yang dibangun dalam akuntansi syariah adalah: 1. Amanah, yakni dalam melakukan perhitungan dan neraca keuangan, seseorang harus bersifat amanah dalam semua informasi dan keteranagn yang diungkapkan 2. Mishdaqiyah, yaitu sesuai dengan realitas. Yakni dalam memberikan informasi neraca keuanagan haruslah valid, benar dan sesuai dengan realitas yang ada. 3. Diqqah yaitu cermat dan sempurna. 4. Tauqit, yaitu penjadwalan yang tepat. Yakni bekerja secara efektif dan efisien sesuai denagn batas waktu yang ditetapkan. 5. Adil dan netral, yaitu dalam menyiapkan laporan keuangan haruslah bersikap adil tanpa tertekan karena atas prinsip kebenaran, kejujuran dan kemaslahatan. 6. Tibyat, yaitu trasparansi dalam penyajian data-data yang jelas dan akurat. Hal inilah yang membedakan penerapan sistemm ekonomi syariah dan system yang di bangun oleh ekonomi konvensional. Konsep Akuntansi Syariah Berdasarkan firmn Allah SWT . dalam Q.S Al-Baqarah : 282 tersebut “faktubuuhu (maka hendaklah ada yang menuliskannya)”, memberikan isyarat bahwa keberadaan akuntansi dalam sebuah lembaga keuangan atau transaksi menjadi wajib adanya. Karena melalui akuntansi-lah, seseorang dapat mengetahui secara baik danbenar laporan keuangan terhadap transaksi, neraca, atau laba rugi yang perlu dilakukan. Dari ayat tersebut dapat pula ditarik benang merahnya terhadap konsep akuntansi yang dibangun oleh islam, yaitu : 1. Ketaatan pada hukum syariah.setiap aktivitas yang dilakukan oleh unit ekonomi harus dilihat dari sisi halal-haramnya suatu barang atau nilai yang ditransaksikan. Factor inilah yang membedakan dengan prinsip-prinsip ekonomi diluar islam. 2. Melaporkan dengan akurat, teliti, baik dan jujur. Seluruh laporan keuangan harus dibuat secara accountable dan transparan. 3. Terkait pada keadilan . Karena tujuan utama syariah islam adalah penerapan keadilan dalam masyarakat secara keseluruhan. Informasi akuntan harus mampu melaporkan setiap kegiatan atau keputusan yang dibuat. 4. Mempromosikan dan menilai efisiensi kepemimpinan. System akuntansi harus mampu memberikan standar berdasarkan hukum sejarah untuk menjamin bahwa manajemen mengikuti kebijaksanaan yang baik. 5. Penentuan laba rugi yang tepat. Walaupun penentuan laba rugi agak bersifat subyektif dan bergantung pada nilai, tetapi factor kehati-hatian harus dilaksanakan agar tercapai hasil yang bijaksana dan konsisten, sehingga dapat menjamin bahwa kepentingan semua pihak memakai laporan dilindungi. 6. Perubahan dalam praktik akuntansi. Peran akuntansi yang demikian luas dalam kerangka islam memerlukan perubahan yang sesuai dan cepat dalam praktik akuntansi sekarang. Akuntansi harus mampu bekerjasama untuk menyusun saran-saran yang tepat untuk mengikuti perubahan ini.

Judul: Akuntansi Islam

Oleh: Kardi Suseno

Ikuti kami