Akuntansi (isi)

Oleh Rahman Varibi

19 tayangan
Bagikan artikel

Transkrip Akuntansi (isi)

1

BAB I
PENDAHULUAN
A.1 Latar Belakang Masalah
Salah satu sarana penunjang yang diperlukan oleh suatu
perusahaan atau suatu unit ekonomi adalah standar akuntansi yang
memungkinkan terlaksananya sistem informasi manajemen dengan
baik.Standar akuntansi dapat dipergunakan sebagai pedoman dalam
menyusun laporan keuangan yang layak serta memiliki daya banding
sehingga dapat menyajikan informasi yang bernilai bagi pihak-pihak yang
berkepentingan.Standar akuntansi merupakan landasan atau petunjuk
bagi mereka untuk melakukan praktek atau kegiatan di bidang akuntansi,
agar laporan keuangan lebih berguna dan tidak menyesatkan. Hal ini
diperjelas oleh Ikatan Akuntansi Indonesia dalam Standar Akuntansi
Keuangan (SAK) sebagai pedoman pokok penyusunan dan penyajian
laporan keuangan bagi perusahaan, dana pensiun dan unit ekonomi
lainnya adalah sangat penting, agar laporan keuangan lebih berguna,
dapat dimengerti dan dapat diperbandingkan serta tidak menyesatkan.
Oleh karena itu, maka standar akuntansi merupakan suatu
pedoman yang wajib ditaati bagi mereka yang melakukan kegiatan di
bidang akuntansi, dalam rangka penyusunan laporan keuangan.Tetapi
perlu diingat bahwa Standar Akuntansi Keuangan sebagai suatu pedoman

2

yang diikuti kebiasaan tentulah bukan merupakan pedoman yang sifatnya
universal dan berlaku mutlak sesuai keadaan, waktu dan tempat. Standar
Akuntansi Keuangan dalam perkembangannnya tidak terlepas dari
pengaruh faktor-faktor lain, misalnya pandangan para ahli di bidang
akuntansi, perkembangan politik dan ekonomi, peraturan pemerintah dan
faktor-faktor lainnya.
Dengan demikian, maka yang perlu diketahui dari Standar
Akuntansi tersebut adalah pedoman dan petunjuk apakah yang dapat
diberikan oleh Standar Akuntansi tersebut? Standar Akuntansi dapat
memberikan petunjuk tentang bagaimanakah caranya sumber-sumber
ekonomi yang ditimbulkannya dicatat sebagai “harta” dan “kewajiban”.
Jika terjadi perubahan atas harta dan kewajiban itu bagaimanakah cara
mencatatnya, kapan perubahan tersebut dicatat serta bagaimanakah cara
mengukurnya, informasi apa saja yang perlu diungkapkan dan bagaimana
cara mengungkapkannya dan sebagainya.

A.2 Rumusan Masalah
Dari latar belakang permasalahan diatas, maka dapat diambil
rumusan permasalahan sebagai berikut :
1.

PABU[Generally Accepted Accounting Principles (GAAP)

2.

Pengertian Dan Sumber Standar Akuntansi

3.

Pendekatan Dalam Penentuan Standar

3

4.

Standar Akuntansi Dan Penentuan Standar

5.

Overload Standar Akuntansi

A.3 Tujuan Penulisan
Tujuan dari penulisan makalah ini, yaitu sebagai berikut :
1. Untuk memaparkan pengertian dari Standar Akutansi.
2. Untuk memaparkan tentang poin-poin standar akuntansi sesuai
dengan rumusan masalah diatas.

4

BAB II
PEMBAHASAN
STANDAR AKUNTANSI
B.1

Prinsip

Akuntansi

yang

berlaku

umum

(PABU)

[Generally Accepted Accounting Principles (GAAP)]
Pengertian Prinsip Akuntansi yang berlaku umum (PABU):
1. Prinsip Akuntansi yang berlaku umum (PABU) adalah seperangkat
prinsip akuntansi, standar dan prosedur yang digunakan perusahaan
untuk menyusun laporan keuangan mereka. PABU adalah kombinasi
standar otoritatif (yang ditetapkan oleh dewan pembuat kebijakan) dan
hanya cara yang diterima secara umum pencatatan dan pelaporan
informasi akuntansi.
2. Prinsip Akuntansi yang berlaku umum (PABU) adalah suatu rerangka
pedoman yang terdiri atas standar akuntansi dan sumber-sumber lain
yang yuridis, teoritis, dan praktis.
3. Prinsip Akuntansi yang berlaku umum (PABU) merupakan rerangka
pedoman untuk menentukan perlakuan akuntansi yang tepat atau
wajar dalam suatu lingkungan akuntansi (negara). PABU ini dibentuk
oleh 2 pedoman yaitu: pedoman yang ditentukan secara resmi oleh

5

badan yang berwenang dalam bentuk standar akuntansi atau juga
pedman-pedoman yang baik dan tengah banyak dipraktikkan dapat
digunakan sebagai acuan bila hal tersebut tidak bertentangan dengan
rerangka konseptual atau didukung berlakunya secara autoritatif.
PABU memberi batasan atau definisi berbagai elemen, pos, atau
objek statemen keuangan atau istilah yang digunakan dalam pelaporan
keuangan agar tidak terjadi kesalahan klasifikasi oleh penyusun dan
kesalahan interpretasi oleh pemakai.
Isi PABU Sebagai Rerangka Pedoman
Rerangka pedoman berisi komponen-komponen yang tersusun
secara

hierarkis

baik

atas

dasar

tingkat

konseptual

maupun

auotoritas.Rerangka pedoman ini mengalami perkembangan sesuai
dengan kebutuhan praktik dan profesi, sehingga memunculkan beragam
versi mengenai PABU.Versi-versi PABU yang muncul adalah PABU versi
APB, versi Rubin, versi SAS No. 69 dan versi SPAP.


PABU Versi APB ( Accounting Principle Board).
PABU dalam versi ini terdiri dari landasan konseptual seperti
dalam rerangka konseptual versi FASB dan PABU yang disebut
landasan operasional atau praktik yang terdiri dari prinsip
mendasar, prinsip operasi umum, dan prinsip terinci.



PABU menurut versi Rubin

6

PABU

menurut

versi

Rubin

menganalogi

tingkat

keautoratifan yang membentuk suatu hirarki dengan suatu bentuk
bangunan rumah.Ini menggambarkan PABU sebagai rerangka
pedoman yang dideskripsikan oleh AICPA dalam SAS No
43.Hirarki dilukiskan sebagai lantai rumah bertingkat dengan
fondasi berupa landasan konseptual.Tiap lantai menggambarkan
tingkat keautoritatifan dengan landasan paling bawah berisi sumber
yang paling autoritatif.


Pada PABU versi SAS No. 69.
menggambarkan PABU sebagai dua hierarki pararel, satu
untuk entitas nonkepemerintahan dan yang lain untuk entitas
kepemerintahan. Sedangkan PABU versi SPAP adalah PABU yang
diambil dari SAS No.69 tetapi hanya diambil untuk entitas
nonkepemerintahan (bisnis dan nonbisnis

Prinsip Akuntansi Berterima Umum (PABU) memberi pedoman tentang
akuntansi, yaitu:
a. Pengukuran
Pengukuran atau penilaian adalah penentuan jumlah rupiah
sebagai unit pengukur suatu objek yang terlibat dalam suatu
transaksi keuangan.

7

b. Pengakuan
Pengakuan ialah suatu jumlah rupiah (kos) kedalam system
akuntansi sehingga jumlah tersebut akan mempengaruhi suatu pos
dan terefleksi dalam laporan keuangan.
c. Penyajian
Pengungkapan berarti pembeberan hal hal informative yang di
anggap penting dan bermanfaat bagi pemakai selain apa yang
dapat dinyatakan melalui laporan keuangan utama dan cara cara
penyampaiannya.
d. Pengauditan
Pengauditan ialah membahas prinsip, prosedur, dan teknik
pengauditan laporan keuangan untuk member pendapat tentang
kewajaran penyajian laporan keuangan.
PABU yang dikenakan pada perusahaan sehingga investor
memiliki tingkat minimum konsistensi dalam laporan keuangan yang
mereka

gunakan

ketika

menganalisis

perusahaan

untuk

tujuan

investasi. Penutup PABU hal-hal seperti pengakuan pendapatan, neraca
klasifikasi barang dan pengukuran saham yang beredar. Perusahaan
diharapkan untuk mengikuti aturan PABU ketika melaporkan data

8

keuangan mereka melalui laporan keuangan. Jika laporan keuangan tidak
disajikan sesuai dengan prinsip PABU, sangat waspada.
Perlu diingat bahwa PABU hanyalah satu set standar. Ada banyak ruang
di dalam PABU untuk akuntan yang tidak bermoral untuk mendistorsi
angka. Jadi, bahkan ketika sebuah perusahaan menggunakan PABU,
Anda masih perlu untuk meneliti laporan keuangannya.

B.2 Pengertian Dan Sumber Standar Akuntansi
Standar akuntansi keuangan merupakan aturan dan pedoman bagi
manajemen dalam menyusun laporan keuangan. Dengan adanya Standar
Akuntansi yang baik, laporan keuangan menjadi lebih berguna, dapat
diperbandingkan, tidak menyesatkan dan dapat menciptakan transparansi
bagi

perusahaan.Menurut Financial

Accounting

Standard

Board (FASB) medefinisikan Standar Akuntansi sebagai berikut:
“Standar
menyajikan

Akuntansi

informasi,

adalah

sehingga

metode
laporan

yang

seragam

keuangan

dari

untuk

berbagai

perusahaan yang berbeda dapat dibandingkan dengan lebih mudah
kumpulan konsep, standar, prosedur, metode, konvensi, kebiasaan dan
praktik yang dipilih dan dianggap berterima umum.”
Akuntansi memiliki kerangka teori konseptual yang menjadi dasar
pelaksanaan teknik-tekniknya, kerangka dasar konseptual ini terdiri dari
standar(teknik, prinsip) dan praktik yang sudah diterima oleh umum

9

karena kegunaannya dan kelogisannya. Standar itu disebut standar
akuntansi, di Indonesia berlaku Prinsip Akuntansi Keuangan(SAK)
Indonesia

kemudian

menjadi

Pernyataan

Standar

Akuntansi

Keuangan(PSAK). Sedang di USA berlaku General Accepted Accounting
Principle(GAAP), kemudian Accounting Principle Board Statement dan
terakhir menjadi FASB Statements. SAK merupakan pedoman bagi siapa
saja dalam menyusun laporan keuangan yang akan diterima oleh umum.
Standar akuntansi mencakup konvensi, peraturan, dan prosedur
yang sudah disusun dan disahkan oleh lembaga resmi (Standard Setting
Body) pada saat tertentu.Standar ini merupakan consensus pada kala itu
tentang pencatatan sumber-sumber ekonomi, kewajiban, modal, hasil,
biaya, dan perubahannya dalam bentuk laporan keuangan. Dalam standar
ini dijelaskan transaksi apa yang harus dicatat; bagaimana mencatatnya,
dan bagaimana mengungkapkannya dalam laporan keuangan yang akan
disajikan.
Standar akuntansi ini merupakan masalah penting dalam profesi
dan semua pemakai laporan yang memiliki kepentingan terhadapnya.Oleh
karena itu, mekanisme penyusunan standar akuntansi harus diatur
sedemikian rupa sehingga dapat memberikan kepuasan kepada semua
pihak

yang

berkepentingan

terhadap

laporan

keuangan.

Standar

akuntansi ini akan terus-menerus berubah dan berkembang sesuai

10

perkembangan dan tuntutan masyarakat. Belkaoui(1985) mengemukakan
alasan pentingnya standar akuntansi yang relevan sebagai berikut:
1. Dapat menyajikan informasi tentang posisi keuangan, prestasi, dan
kegiatan perusahaan. Informasi yang disusun berdasarkan standar
akuntansi yang lazim diharapkan mempunyai sifat jelas, konsisten,
terpercaya, dan dapat diperbandingkan.
2. Memberi pedoman dan peraturan bekerja bagi akuntan publik agar
mereka dapat melaksanakan tugas dengan hati-hati, independen, dan
dapat

mengabdikan

keahliannya

dan

kejujurannya

melalui

penyusunan laporan akuntan setelah melalui pemeriksaan akuntan.
3. Memberikan data base kepada regulator tentang berbagai informasi
yang dianggap penting dalam perhitungan pajak, peraturan tentang
perusahaan, perencanaan dan pengaturan ekonomi, dan peningkatan
efesiensi ekonomi, dan peningkatan efesiensi ekonomi, dan tujuantujuan makro lainnya.
4. Dapat menarik perhatian para ahli dan praktisi di bidang teori dan
standar akuntansi. Semakin banyak standar yang dikeluarkan,
semakin banyak kontroversi dan semakin bergairah untuk berdebat,
berpolemik, dan melakukan penelitian.
Dalam penyusunan standar akuntansi ini ada tiga kemungkinan:
1.

Diserahkan sepenuhnya kepada kekuatan atau mekanisme pasar;

11

2.

Diserahkan kepada swasta/profesi; atau

3.

Diserahkan kepada pemerintah.
Standar akuntansi saat ini umumnya disusun oleh lembaga resmi

yang diakui pemerintah, profesi, dan umum.Kalau di Indonesia yang
berwenang menyusun ini adalah Dewan Standar Akuntansi Keuangan
yang berada di bawah naungan IAI (Ikatan Akuntansi Indonesia). Dewan
Standar Akuntansi menyerahkan hasil kerjanya kepada Komite Pensahan
Standar Akuntansi Keuangan Indonesia dan akhirnya akan ditetapkan dan
disahkan dalam kongres IAI. Sementara itu, di USA sekarang lembaga
yang berwenang mensahkan standar akuntansi(standard setting body)
adalah Financial Accounting Standard Board(FASB) yang bebas dari
pengaruh profesi secara langsung. Namun, pada mulanya standar
akuntansi dilahirkan oleh AICPA.FASB mengeluarkan Statement of
Financial Accounting Standards dan Interpretation bersama dengan
Accounting Research Bulletin yang dikeluarkan oleh AICPA.
Arti Penting Standar Akuntansi
Beberapa alasan yang menyebabkan penentuan standar memiliki
peranan penting dalam penyajian laporan keuangan :
1. Memberi informasi kepada pemakai tentang posisi keuangan, hasil
usaha, dan hal-hal yang berkaitan dengan perusahaan. Informasi

12

tersebut diasumsikan jelas, konsisten, dapat dipercaya, dan dapat
diperbandingkan.
2. Memberi pedoman dn aturan bagi akuntan public untuk melaksanakan
kegiatan audit dan menguji validitas laporan keuangan.
3. Memberi data dasar bagi pemerintah tentang berbagai variable yang
dipandang penting dalam mendukung pengenaan pajak, pembuatan
regulasi, perencanaan ekonomi, dan peningkatan efisiensi dan tujuan
social lainnya.
4. Menghasilkan prinsip-prinsip dan teori bagi mereka yang tertarik
dengan disiplin akuntansi,yaitu para:


Pemakai Laporan Keuangan Pemakai Langsung : Pemilik
perusahaan

kreditor

dan

supplier

manajemen

kantor

perpajakan karyawan perusahaan pelanggan


Pemakai Tidak Langsung : Analis dan konsultan keuangan
pasar modal pengacara badan pembuat peraturan perundangundangan agen pelaporanasosiasi pedagang serikat pekerja
pesaing masyarakat umum departemen pemerintah

B.3 Pendekatan Dalam Penentuan Standar
a) Pendekatan Pasar Bebas
Dilandasi asumsi dasar bahwa informasi akuntansi merupakan komoditi
ekonomi serupa barang/jasa lain. atas dasar asumsi tersebut, jumlah

13

informasi akuntansi yang disajikan akan dipengaruhi oleh kekuatan
permintaan dan penawaran. permintaan muncul dari pemakai yang
berkepentingan, sedangkan penawaran dilakukan oleh perusahaan
dalam bentuk laporan keuangan. Pihak yang terlibat :
·

Permintaan = pihak yang menggunakan laporan keuangan

·

Penawaran = pihak yang membuat laporan keuangan

b) Pendekatan Regulasi
Adanya

berbagai

krisis

dalam

penentuan

standar

mendorong

munculnya kebijakan regulasi akuntansi.permintaan terhadap kebijakan
atau standar didorong oleh krisis yang muncul, pihak penentu standar
akuntansi menanggapi dengan car menyediakan kebijakan tersebut.
kebijakan

tersebut

lebih

menitikberatkan

pada

kepentingan

regulator/pemerintah sebagai penguasa. Pihak yang terlibat :
·

Permintaan = pihak yang menggunakan laporan keuangan

·

Penawaran = pihak yang membuat laporan keuangan

·

Regulator = pemerintah

B.4 Standar Akuntansi Dan Penentuan Standar
Mengidentifikasi istilah standar akuntansi dan penentuan standar

14

Standar akuntansi
Standar akuntansi dapat dikatakan sebagai pedoman umum
penyusunan laporan keuangan yang merupakan pernyataan resmi
tentang masalah akuntansi tertentu yang dikeluarkan oleh badan
berwenang dan berlaku dalam lingkungan tertentu. Standar akuntansi
biasanya terdiri dari:
(2)

Deskripsi tentang masalah yang dihadapi

(3)

Diskusi logis atau cara memecahkan masalah

(4)

Terkait dengan keputusan/ teori diajukan suatu solusi

Penentuan Standar
Penentuan standar merupakan pilihan sosial sehingga suatu
standar mungkin bermanfaat bagi pihak tertentu dan merugikan pihak lain.
Kebanyakan isu-isu yang berkaitan dengan akunyansi secara politik
bersifat sensitif yang disebabkan:
(5)

Kebutuhan terhadap standar akuntansi muncul bila terdapat
pertentangan

(6)

Informasi akuntansi dapat mempengaruhi tingkat kemakmuran
penggunaannya

Dalam menentukan standar ada dua pendekatan, yaitu:

15

1. Rrepresentative Faithfulness, pendekatan ini menghendaki pelaporan
yang bersifat netral dan penyajian wajar laporan keuangan melalui
proses penentuan standar. Pendekatan ini menyamakan akuntansi
dengan proses pemetaan dimana peta harus dibuat akurat dengan
menggambarkan keadaan keuangan perusahaan secara wajar.
2. Economic Consequences, pendekatan ini menghendaki asopsi standar
yang memiliki konsekwensi ekonomi menguntungkan. Pendekatan ini
cenderung mengarah penentuan standar yang meemiliki pengaruh
positif.
Proses penentuan standar
Biasanya proses penentuan standar dilakukan melalui proses
terbuka (due-procees). FASB sebagai contoh dalam proses ini mengikuti
prosedur sebagai berikut:
1.

Identifikasi masalah dari masalah yang muncul di catat dalam
agendanya.

2.

Penunjukkan

group

yang

anggotanya

terdiri

dari

masyarakat

akuntansi dan bisnis.
3.

Discussion Memrorandum (DM) di sebarkan kepublik untuk di
evaluasi selama satu periode paling lambat 60 hari.

16

4.

Dengan pendapat dilakukan untuk membahas keunggulan dan
kelemahan berbagai alternatif yang diajukan FASB

5.

Atas berbagai komnentar yang diterima, FASB mengeluarkan
‘exposure draft” (ED) mengenai standaar akuntansi yang diajukan. ED
menentukan posisi yang pasti dari FASB tentang masalah yang
dibahas.

6.

ED disebar luaskan ke masyarakat untuk di evaluasi paling lambat 30
hari

7.

Dengan pendapat untuk membahas kelemahan dan kebaikan
berbagai alternatif yang Diajukan FASB.

Atas dasar berbagai komentar yang diterima, maka FASB mengambil
langkah sebagai berikut:
(a) Mengadopsi standar tersebut sebagai pernyataan resmi
(b) Mengajukan revisi terhadap standar yang diusulkan melalui prosedur
“due process”.
(c) Menunda pengeluaran standar dan menyimpan masalah dalan
agenda
(d) Tidak mengeluarkan standar dan menghapus isu dari agenda

17

Memahami Kenapa Praktek Akuntansi Berbeda Dengan Standar Yang
Ditentukan
Standar akuntansi adalah regulasi atau aturan (termasuk pula
hukum dan anggaran dasar) yang mengatur penyusunan laporan
keuangan. Penetapan standar adalah proses perumusan atau formulasi
standar akuntansi. Standar akuntansi merupakan hasil penetapan
standar.Tetapi dalam praktiknya berbeda dari yang ditentukan oleh
standar. Ada empat alasan yang menjelaskan hal tersebut, antara lain:
1. Di kebanyakan negara hukuman atas ketidakpatuhan dengan
ketentuan akuntansi cenderung lemah dan tidak efektif.
2. Secara suka rela perusahaan boleh melaporkan informasi lebih
banyak daripada yang diharuskan.
2. Beberapa negara memperbolehkan perusahaan untuk mengabaikan
standar akuntansi jika dengan melakukannnya operasi dan posisi
keuangan perusahaan akan tersajikan secara lebih baik hasilnya.
3. Di beberapa negara standar akuntansi hanya berlaku untuk laporan
keuangan secara tersendiri, dan bukan untuk laporan konsolidasi.
B.5

Overload Standar Akuntansi

18

Accounting Standards Overload umumnya berhubungan dengan
pertumbuhan standar akuntansi, yaitu: standar yang terlalu banyak,
standar yang terlalu rumit, tidak ada standar yang kaku, standar bertujuan
umum yang gagal dalam menyajikan perbedaan kebutuhan di antara para
penyaji, pengguna, dan CPA, standar bertujuan umum yang gagal dalam
menyajikan perbedaan antara entitas public dan nonpublic, laporan
keuangan tahunan dan interim, perusahaan besar dan kecil, dan laporan
keuangan auditan dan non-auditan, pengungkapan yang berlebihan,
pengukuran yang terlalu kompleks.
Kondisi yang mencerminkan adanya overload antara lain (belkaoui,
1993) :
1.

Terlalu banyak standar

2.

Standar yang terlalu rinci

3.

Tidak ada standar yang berjenjang, sehingga pilihan sulit dilakukan

4.

Standar akuntansi bertujuan umum gagal membedakan kebutuhan

penyusun, pemakai dan akuntan publik
Dimana karena overload standar akuntansi ini, menyebabkan standar
akuntansi gagal membedakan antara :
1.

Entitas public dan non public

19

2.

Laporan keuangan tahuna dan interm

3.

Perusahaan besar dan kecil

4.

Laporan keuangan auditan dan non auditan

5.

Pengungkapan yang berlebihan, pengukuran

Factor-faktor yang menyebabkan timbulnya overload standar akuntansi:
 Dengan munculnya berbagai pertanyaan tentang apa yang harus
diungkapkan dan yang tidak perlu diungkapkan, akuntan mulai
mengeluarkan begitu banyak standar yang cenderung mengabaikan
pertimbangan dan mengurangi permasalahan yang melibatkan prinsip
akuntansi
 Alasan untuk melindungi kepentingan public dan membantu investor
menghasilkan berbagai regulasi dan pengungkapan professional dan
pemerintahan
 Keinginan untuk memuaskan kebutuhan berbagai pemakai yang
memerlukan standar yang lebih rinci.
Pengaruh Overload Standar Akuntansi
1) Akuntan = kehilangan pandangan tentang pekerjaan riil karena data
yang begitu banyak diperlukan untk menyesuaikan dengan standar
yang ada.

20

2) Auditor = kegaglan audit karena kondisi dimana akuntan kehilangan
focus audit dan melupakan prosedur audit yang baku. Hal ini
menyebabkan terkikisnya profesi akuntan public karena ketidakpuasan
klien yang terbebani dengan standar tersebut
3) Pemakai = bingung menghadapi jumlah dan kompleksitas catatan yang
diperlukan untuk menjelaskan persyaratan seperti yang dikehendaki
oleh standar yang berlaku
4) Manajer = mengalami masalah yang berkaitan dengan jumlah dan
kompleksitas standar yang berlaku. Mungkin dapat tergoda meninjau
kembali kontrak dan mengubah praktik bisnis sehingga menyimpang
dari standar akuntansi yang ada.
Solusi Terhadap Masalah Overload Standar
AICPA melakukan evaluasi terhadap berbagai pendekatan yang berkaitan
dengan overload:
1) Tidak ada perubahan (mempertahnkan status quo)
2) Melakukan perubahan terhadap konsep gaap menjadi dua jenis
gaap, misalnya gaap khusus untuk pengusaha besar dan gaap
khusus untuk pengusaha kecil
3) Melakukan perubahan gaap untuk menyederhanakan penerapannya
bagi semua perusahaan

21

4) Menentukan pengungkapan dan pengukuran yang berbeda
5) Menentukan perubahan terhadap standar akuntansi public untuk
pelaporan informasi keuangan
6) Memberi alternative bagi gaap sebagai basis pilihan dalam penyajian
laporan keuangan

22

BAB III
PENUTUP
C.1 KESIMPULAN
Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) merupakan
pedoman dalam melakukan praktek akuntansi dimana uraian materi di
dalamnya mencakup hampir semua aspek yang berkaitan dengan
akuntansi, yang dalam penyusunannya melibatkan sekumpulan orang
dengan kemampuan dalam bidang akuntansi yang tergabung dalam suatu
lembaga yang dinamakan Ikatan Akuntan Indonesia (IAI). Dengan kata
lain, Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) adalah buku
petunjuk bagi pelaku akuntansi yang berisi pedoman tentang segala hal
yang ada hubungannya dengan akuntansi.
Standar Akuntansi Keuangan (SAK) mencakup konvensi, peraturan
dan prosedur yang sudah disusun dan disahkan oleh lembaga resmi
(standard setting body) pada saat tertentu.
Pernyataan di atas memberikan pemahaman bahwa Pernyataan Standar
Akuntansi Keuangan (PSAK) merupakan buku petunjuk tentang akuntansi
yang berisi konvensi atau kesepakatan, peraturan dan prosedur yang
telah disahkan oleh suatu lembaga atau institut resmi.

23

Standar Akuntansi Keuangan (SAK) yang disusun oleh lembaga
Ikatan Akuntan Indonesia selalu mengacu pada teori-teori yang berlaku
dan memberikan tafsiran dan penalaran yang telah mendalam dalam hal
praktek terutama dalam pembuatan laporan keuangan dalam memperolah
informasi yang akurat sehubungan data ekonomi.
Berdasarkan pernyataan di atas dapat dipahami bahwa Pernyataan
Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) mengacu pada penafsiran dan
penalaran teori-teori yang “berlaku” dalam hal praktek “pembuatan laporan
keuangan” guna memperoleh inforamsi tentang kondisi ekonomi.

Judul: Akuntansi (isi)

Oleh: Rahman Varibi


Ikuti kami