Akuntansi Internasional Teori Akuntansi

Oleh Nur Afifah

253,6 KB 85 tayangan 9 unduhan
 
Bagikan artikel

Transkrip Akuntansi Internasional Teori Akuntansi

INTERNATIONAL FINANCIAL REPORTING STANDARDS (IFRS), BAIK BAGI USAHA MIKRO KECIL MENENGAH? (Studi Kasus: UMKM JM KERIPIK) Sofia Leki Bau Universitas Sebelas Maret Sofialekibau@gmail.com ABSTRAK Undang-undang nomor 20 tahun 2008 tentang Usaha Makro Kecil Menengah (UMKM), usaha kecil adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh orang perseorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau bukan cabang perusahaan yang memiliki, dikuasai atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dari usaha menengah atau usaha besar yang memenuhi kriteria. JM Keripik merupakan salah salah UMKM yang bergelut dibidang produksi dan penjualan. IFRS merupakan seperangkat standard yang dikeluarkan oleh Dewan Standard Akuntansi Internasional (IASB). IFRS berguna untuk menyusun laporan keuangan yang dapat diterima di dunia Global. Penulis tertarik untuk mengetahui pencatatan keuangan JM Keripik dan apakah perlu merekomendasikan IFRS pada UMKM JM Keripik. Metode penelitian yang digunakaan penulis adalah kualitatif yaitu observasi dan wawancara. Dari hasil penelitian banyak terdapat pencatatanpencatatan yang kurang terperinci, UMKM JM Keripik hanya memilki empat macam pencatatan yaitu pencatatan mengenai: 1.Stock barang, 2.Supliyer, 3.Costumer dan 4.Stock toko, pencatatan ini hanya dapat dimengerti oleh pemilik JM Keripik. Sebaiknya pemilik UMKM JM Keripik mengganti laporan keuangan yang sederhana ke laporan keuangan yang semestinya dan yang berbasis IFRS karena IFRS membawa dampak positif bagi UMKM dan merupakan standar akuntansi keuangan yang digunakan dunia global. Kata Kunci : UMKM, IFRS, JM Keripik ABSTRACT Act number 20 of 2008 concerning the Macro Small and Medium Enterprises, small businesses are productive economic activities that stand alone, carried out by an individual or business entity that is not a subsidiary or not a branch of the company that owns, controlled or become part either directly or indirectly from medium or large businesses that meet the criteria. JM Keripik which deals in the field of production and sales. IFRS is a set of standards issued by the International Accounting Standards Board (IASB). IFRS is useful for preparing financial statements that is acceptable in the global world. Authors interested in knowing the financial records of JM Keripik and whether to recommend IFRS on JM Keripik. The research method is qualitative author of observation and interviews. From the research there are many registries are less detailed, JM Keripik has only four kinds of recording is recording about: 1.Stock goods, 2.Supliyer, 3.Costumer and 4.Stock shop, registration can only be understood by the owner of JM Keripik. JM Keripik owners should replace the simple financial reports to the appropriate financial statements and IFRS-based IFRS for Macro Small and Medium Enterprises had a positive impact and a financial accounting standards global world. Keywords : UMKM, IFRS, JM Keripik I. PENDAHULUAN Undang-undang nomor 20 tahun 2008 tentang Usaha Makro Kecil Menengah (UMKM), usaha kecil adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh orang perseorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau bukan cabang perusahaan yang memiliki, dikuasai atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dari usaha menengah atau usaha besar yang memenuhi kriteria. JM Keripik mrupakan salah salah UMKM yang bergelut dibidang produksi dan penjualan, di era persaingan global dan MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN) ini UMKM JM Kripik harus mampu bersaing dengan para penjual dari dalam negeri maupun dari luar negeri sehingga usaha JM Keripik dapat bertahan. Pengelola/pemilik UMKM harus dapat menguasai dan mengerti tentang pengelolaan keuangan sebuah UMKM, Bahri & Piere (2017) mengatakan bahwa pemahaman tentang praktek bisnis atau keuangan dapat berguna dalam mengelola kinerja UKM. UMKM dapat membantu pertumbuhan perekonomian suatu negara. Menurut Thurik & Wennekers (2004) kewirausahaan (UMKM) diakui sebagai driver untuk pertumbuhan ekonomi, daya saing dan penciptaan lapangan kerja. UMKM juga dapat menarik investor dari luar negeri untuk menanamkan modal mereka jika usaha yang dijalankan terus menagalami peningkatan dan mengekspor ke negara-negara lain. Untuk mendapat pinjaman bank, koperasi, bantuan pemerintah dan agar dapat bekerja sama dengan invertor asing maka UMKM harus mempunyai lapaoran keuangan yang baik dan benar dan dapat dimengerti oleh semua golongan baik di dalam negeri maupun diluar negeri. Kardan, Salehi, & Abdollahi (2016) mengatakan Sebagai output sistem akuntansi keuangan (laporan keuangan) selalu dianggap penting oleh investor, kreditur dan pemerintah. Ikatan akuntansi Indonesia (IAI) telah menetapkan pada tahun 2012 untuk konvergensi penuh Pernyataan Standar Akuntansi (PSAK) dengan Internasional Financial Reporting Standard (IFRS). Thurik & Wennekers (2004) Menyimpulkan bahwa peran sentral (utama) pemerintah dalam perekonomian bagi wirausaha (UMKM) pada dasarnya adalah memungkinkan. Dengan adanya aturan ini otomatis UMKM harus mengikuti peraturan yang ada yaitu menggunakan IFRS dalam pelaporan keuangan meraka. IFRS merupakan seperangkat standard yang dikeluarkan oleh Dewan Standard Akuntansi Internasional (IASB), yaitu suatu badan penentu standard internasonal di London (Ankarath et al, 2012: 2). IFRS berguna untuk menyusun laporan keuangan yang dapat diterima di dunia Global. Standar akuntansi yang berlaku di Indonesia terdiri atas empat standar, sering disebut 4 Pilar Standar Akuntansi yaitu Standar Akuntansi Keuangan, Standar Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik (SAK ETAP), Standar Akuntansi Keuangan Syariah (SAK Syariah), dan Standar Akuntansi Keuangan Pemerintahan (SAP). Masing-masing standar memiliki karakteristik dan kegunaan yang berbeda baik sisi entitas, perlakukan akuntansi, dan cara menggunakannya. JM Keripik merupakan salah satu UMKM yang berada di Indonesia tepatnya di kota Solo (Surakarta) . JM Keripik berbagai macam olahan keripik, Sebagai salah satu UMKM yang memiliki omset penjualan kurang lebih Rp 100.000.000,00 per bulan, maka sangat menarik bagi penulis untuk mengetahui pencatatan keuangan yang selama ini digunakan. II. METODE PENELITIAN Metode penelitian yang digunakaan penulis adalah kualitatif yaitu menggunakan teknik pengumpulan data kualitatif yaitu observasi dan wawancara (interview). Data Primer bersumber dari UMKM JM Keripik dengan menggunakan metode observasi dan wawancara (interview), sedangkan data sekunder bersumber dari berbagai buku, karya ilmiah dan informasi lainnya yang berkaitan dengan penelitian ini. III. HASIL DAN PEMBAHASAN A. Profil UMKM JM Keripik JM Keripik terletak di daerah Pajang, Solo (Surakarta) Indonesia, didirikan pada tahun 1975 oleh Bapak Djumadi, saat ini JM Keripik dikelola oleh keturunan kedua yaitu ibu Dewi Wibisono. Pada awal pendirian di tahun 1975 modal awal dari usaha ini adalah Rp 10.000,00 dan terbatas hanya memproduksi usus goreng. JM Keripik diteruskan oleh ibu Dewi Wibisono dan berjalan sekitar lima tahun terakhir. Perjalanan usaha JM Kripik berfluktuasi, namun tidak sampai merugi dan berhenti, hal tersebut dikarenakan pesaing yang bertambah banyak. Adanya kendala-kendala yang dialami oleh JM Keripik, Pemilik usahapun berusaha mencari ide-ide (berinovasi) untuk pengembangan produk-produk baru agar terus bertahan dan bersaing di pasaran, hingga sekarang JM Keripik tidak hanya memproduksi usus goreng, namun juga ada Keripik cakar, Keripik paru, Keripik belut tebal, Abon manis, Abon pedas, Ragi manis, Ragi pedas, Rambak kotak, Rambak panjang, Tempe keripik, Layur, Onde coklat, Onde moka, Tembolok, Intip asli, Keripik belut tipis, Intip manis, Intip asin. Tempat produksi JM Keripik menjadi satu lokasi dengan toko JM Keripik. JM keripik pernah membuka cabang berupa kios di pasar Jongke namun sepi pembeli, pembeli lebih mengetahui lokasi produksi JM Keripik dan langsung datang untuk membeli di lokasi produksinya. Menurut ibu Dewi Wibisono, dia tidak memiliki perencanaan bisnis yang bagus hanya mengikuti keadaan pasar dan jika dirasa menemukan inovasi produk baru dan belum ada di pasaran maka pemilik akan mencoba memproduksinya jika laku maka akan diteruskan namun jika tidak laku maka tidak akan dilanjutkan. UMKM JM Keripik Setelah dikelola oleh ibu Dewi Wibisono melakukan usaha penambahan modal, modal untuk pengembangan yaitu dari modal pribadi, pinjaman bank, dan bantuan KUB. JM Keripik sudah mengantongi sertifikat halal dari MUI yang harus di update setiap 2 tahun sekali dan ijin usaha oleh dinas setempat. Investasi yang dilakukan saat ini sebatas pada penggantian alat-alat penggorengan setiap 3 bulan sekali dan pengembangan produk. Dua tahun terakhir ini omzet penjualan sebesar kurang lebih Rp 100.000.000,00 per bulan. Keinginan pemilik untuk kedepannya adalah JM Keripik terus bertahan dan berkembang di tengah persaingan pasar yang semakin ketat, juga mampu bersaing dipasar global dan mampu menyerap banyak tenaga kerja. B. Pencatatan keuangan yang digunakan di UMKM JM Keripik Hasil observasi langsung dilapangan peneliti menyimpukan bahwa pencatatan keuangan dari UMKM JM Kripik masih sederhana pencatatan dilakukan setiap hari yaitu berupa pencatatan kas masuk dan kas keluar, namun ada beberapa pencatatan yang sudah menuju ke pencatatan akuntansi yang sebenarnya namum belum optimal. Pencatatan akuntansi secara sederhana ini dilakukan oleh pemilik UMKM JM Keripik karena dianggap mudah untuk dipahami. Pencatatan- pencatatan yang dilakukan berupa : 1. Pencatatan Stock Barang Pencatatan ini dilakukan untuk mengetahui stock barang masuk dan keluar dan stock barang yang tersisah di gudang. 2. Pencatatan Supliyer Pencatatan ini dilakukan Untuk mengetahui berapa banyak jumlah supliyer, barang apa saja yang didstibusi oleh supliyer, banyaknya barang (berat), harga satuan masing-masing barang yang didistribusi oleh supliyer, tagihan jika pembeliannya secara kredit, setoran atau pelunasan pembayaran kredit dan pencacatan sisa utang jika belum melunasi secara penuh. 3. Pencatatan Costumer Pencatatan ini dilakukan untuk mengetahui Barang apa saja yang dibeli oleh costumer, jumlah barang yang dibeli oleh costumer (berat), harga satuan dari masing-masing 4. barang, tagihan angsuran jika costumer membeli secara kredit , dan sisa utang jika custumer belum mebayar pembelian kredit secara penuh. Pencatatan Stock Toko Dalam pencatatan stok toko berbeda dengan pencatatan stock barang. Pencatatan stock toko merupakan pencatatan yang dilakukan untuk mengetahui persediaan barang awal di toko, penambahan barang di toko, penjualan barang bisa di jual secara kredit atau tunai diisi pada kolom lain-lain dan pesediaan akhir toko. Berdasarkan hasil observasi mengenai pencatatan pada UMKM JM Keripik masih banyak terdapat kekurangan seperti tidak adanya pencatatan untuk investasi tanah, bagunan, peralatan maupun perlengkapan. Masih ada pencatatan yang digabungkan yang semestinya dalam akuntansi harus dipisahkan salah satu contoh adalah pencatatan utang dan piutang disatukan dalam pencatatan suplier dan lain sebagainya. Masih banyak pencatatan-pencatatan yang lain yang kurang terperinci karena UMKM JM Keripik hanya memilki empat macam pencatatan yaitu 1. Pencatatan stock barang, 2. pencatatan supliyer, 3. Pencatatan Costumer dan 4. Pencatatan stock toko. Dilihat secara garis besar pencatatn ini hanya dapat dimengerti oleh pemilik JM Keripik. C. Rekomendasi bentuk pencatatan keuangan yang dapat digunakan di UMKM Keripik berbasis International Financial Reporting Standards (IFRS). JM Berdasarkan observasi langsung penulis setelah mengetahui pencatatan keuangan yang digunakan oleh pemilik JM keripik, rekomendasi dari penulis adalah menggunakan pencatatan siklus akuntansi dagang berbasis IFRS. Pencatatan tersebut direkomendasikan karena melihat jumlah produksi dari JM Keripik sangat banyak dan bervariasi, sehingga siklus akuntansi dagang dinilai dapat membantu pemilik dalam mengontrol stock sekaligus mencatat penerimaan dan beban-beban yang dikeluarkan, selain itu penulis juga menyarankan untuk membuat laporan keuangan berbasis IFRS, karena IFRS merupakan standar akuntansi keuangan yang dipake dunia global sehingga jika UMKM ini berkembang dengan sangat pesat dan menarik invertor asing untuk menanamkan modal, UMKM ini tidak lagi bingung dan susah dalam membuat laporan keuangan yang dimegerti secara global dan laporan keuangan berbasis IFRS juga merupakan laporan keuangan yang direkomendasikan oleh pemerintah. Daynandn, Dark, Mike, Karahan (2016) secara keseluruhan hasil penelitian mereka menunjukan bahwa adopsi IFRS meningkatkan kualitas pelaporan keuangan suatu usaha. selain itu tujuan dari IFRS adalah untuk memastikan bahwa laporan keuangan dan laporan internal perusahaan untuk periode yang dimaksud dalam laporan keuangan tahunan berisi informasi akurat dimana: 1. Terbuka/transparan bagi pengguna dan dapat membandingkan dengan periode yang disajikan. 2. Sebagai permuliaan untuk akuntansi yang berbasis IFRS 3. Dihasilkan dengan biaya yang terjangkau dan tidak melebihi manfaat para pengguna. Siklus akuntansi perusahaan merupakan suatu proses membuat laporan keuangan perusahaan dalam suatu periode tertentu. Biasanya siklus akuntansi berawal dari transaksi hingga pada pembuatan laporan keuangan perusahaan yang kemudian dilanjutkan dengan adanya saldo yang ditutup dengan closing entry (jurnal penutup) atau sampai pada jurnal pembalik. Pemilik JM Keripik sangat antusias dengan rekomendasi pencatatan penulis, sehingga selama beberapa jam pemilik meminta dijelaskan tentang tahapan dari apa yang harus pemilik siapkan dan lakukan jika menggunakan model rekomendasi tersebut. Tahaptahap yang di jelaskan antara lain : 1. Tahap pencatatan a) Pembuatan atau penerimaan bukti transaksi. b) Pencatatan dalam jurnal. c) Pemindahbukuan (posting) ke buku besar. 2. Tahap pengikhtisaran a) Pembuatan neraca saldo. b) Pembuatan neraca lajur dan jurnal penyesuaian (jika diperlukan) c) Penyusunan laporan keuangan. d) Pembuatan jurnal penutup. Sedangkan kelengkapan yang digunakan untuk memulai siklus akuntansi dagang yaitu dengan menyiapkan dokumen-dokumen yang digunakan dalam perusahaan dagang antara lain: faktur pembelian, bukti permintaan dan bukti pengeluaran barang dari gudang, faktur penjualan, bukti pengeluaran kas, dan bukti penerimaan kas, a. Dokumen Transaksi 1) Faktur Pembelian, sebagai bukti transaksi pembelian barang dagang. 2) Bukti Permintaan dan Pengeluaran Barang Gudang, sebagai bukti transaksi penerimaan dan pengeluaran barang dari gudang. 3) Faktur Penjualan, sebagai bukti transaksi penjualan. 4) Bukti Pengeluaran Kas, sebagai bukti transaksi pembayaran hutang, gaji, dan pembayaran lainnya. 5) Bukti Penerimaan Kas, sebagai bukti transaksi penerimaan kas dari piutang, penjualan tunai, dan penerimaan kas dari transaksi lainnya. b. Buku-Buku Harian yang Digunakan 1) Jurnal Pembelian, untuk pencatatan transaksi pembelian barang dagang secara kredit. 2) Jurnal Penjualan, untuk mencatat transaksi penjulan barang dagang secara kredit. 3) Jurnal Pengeluaran Kas, dan Jurnal Penerimaan Kas. 4) Memorial untuk mencatat adanya prive dan retur penjualan maupun pembelian. 5) Buku Besar, sebagai tempat menggolongkan dan mengikhtisarkan transaksi. 6) Kartu Sediaan, Kartu Hutang dan Kartu Piutang, sebagai buku-buku pembantu. 7) Akun-Akun yang Digunakan 8) Sediaan Bahan Baku, sebagai tempat mencatat transaksi pembelian bahan baku. Daftar akun yang penulis identifikasi dari kegiatan keuangan JM Keripik yaitu : Tabel 1 : Daftar akun 110 111 112 113 115 130 131 132 133 134 210 211 310 311 410 411 412 510 511 512 610 611 612 Kas Piutang Usaha Cadangan kerugian piutang Persediaan barang dagang Perlengkapan Peralatan Tanah Gedung Kendaraan Mesin Hutang Dagang Hutang Bank Modal JM Prive Penjualan Retur Penjualan Beban angkut penjualan Pembelian Beban angkut pembelian Potongan pembelian Beban gaji Beban iklan Beban Listrik dan Telepon 613 IV. Beban lain-lain Kesimpulan Dari pembahasan observasi langsung ke UMKM JM Keripik dapat disimpulkan bahwa JM Keripik sebenarnya telah melakukan pencatatan keuangan sederhana, ada beberapa pencatatan yang sebenarnya sudah mengarah pada standar akuntansi keuangan namun dengan format yang lebih sederhana yang lebih dipahami oleh pemilik JM Keripik. Pencatatan yang dilakukan JM Keripik adalah: 1. Pencatatan stock barang , 2. pencatatan supliyer, 3. Pencatatan Costumer dan 4. Pencatatan stock toko Pemilik JM Keripik sangat antusias dengan rekomendasi yang ditawarkan dan berusaha untuk memahami setiap langkah dari siklus akuntansi yang ditawarkan. Sebaiknya pemilik UMKM JM Keripik mengganti laporan keuangan yang sederhana ke laporan keuangan yang semestinya dan yang berbasis IFRS karena IFRS membawa dampak positif bagi UMKM dan merupakan standar akuntansi keuangan yang dipake dunia global sehingga jika UMKM ini berkembang dengan sangat pesat dan menarik invertor asing untuk menanamkan modal, UMKM JM Keripik tidak lagi bingung dalam membuat laporan keuangnya. Pemerintah telah menetapkan peraturan tentang IFRS sejak tahun namun UMKM ini belum mengetahui tentang IFRS, adapun kendala dalam penerapan IFRS yaitu memerlukan waktu yang cukup lama, karena harus benar-benar dimengerti oleh pemilik dan memerlukan pelatihan oleh sebab itu UMKM harus lebih diperhatikan oleh pemerintah. UCAPAN TERIMAKASIH Penulis haturkan limpah terimakasih kehadirat Tuhan Yang Maha Esa dan Terselesaikannya artikel ilmiah ini tidak lepas dari dukungan dan bantuan berbagai pihak. Penulis meyampaikan terimakasih kepada pemilik JM Keripik yaitu ibu Dewi Wibisono yang sudah mererima dan menjelaskan tentang usaha ini kepada penulis dengan sangat baik, penulis juga berterimakasih kepada ibu Irmawati, S.Pd, dan Ibu Ludfu Isna, S.Pd yang telah banyak membantu penulis dalam penulisan prosiding ini. DAFTAR PUSTAKA Admin KeulSM. (2017, 1 Januari). Pengelolaan Keuangan bagi UKM. Diperoleh 1 Januari 2017, dari http://keuanganlsm.com/pengelolaan-keuangan-bagi-ukm.com. Bahri, M., St-Piere, J., & Sakka, O. (2017). Performance Maesurement And Management For Manufacturing SMEs a Financial statement – based system. Measuring Business Excelence, 21 (1), 17-36. Daynandn, A., Dark, H., Mike, I., & Karahan, G. (2016). IFRS and Accounting Quality : Legal Origin, Regional, and Disclousure Impacts. Internasional Journal Of Accounting and Information Management, 24 (3), 296-316. Ankarath, Nandakumar, et al. (2012). Memahami IFRS Standar Pelaporan Keuangan Internasional. Jakarta. PT Indeks. Kardan, B., Salehi, M., & Abdollahi, R. (2016). The relationship between the outside financing and the quality of financial reporting: evidence from Iran. Journal of Asia Business Studies, Vol. 10 (1), 20-40. Ikatan Akuntan Indonesia. (2012). Standar Akuntansi Keuangan: Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik (ETAP). Jakarta. Ikatan Akuntan Indonesia. (2012). Standar Akuntansi Keuangan (SAK). Jakarta. Thurik, R., & Wennekers. (2004). Entrepreneurship, Small Business And Economic Growth. Journal of small business and enterprise devolopment , 11 (1), 140-149. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2008. Tentang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.

Judul: Akuntansi Internasional Teori Akuntansi

Oleh: Nur Afifah

Ikuti kami