Akuntansi Internasional Teori Akuntansi

Oleh Nur Afifah

147 tayangan
Bagikan artikel

Transkrip Akuntansi Internasional Teori Akuntansi

INTERNATIONAL FINANCIAL REPORTING STANDARDS (IFRS),
BAIK BAGI USAHA MIKRO KECIL MENENGAH? (Studi Kasus: UMKM
JM KERIPIK)
Sofia Leki Bau
Universitas Sebelas Maret
Sofialekibau@gmail.com

ABSTRAK
Undang-undang nomor 20 tahun 2008 tentang Usaha Makro Kecil Menengah
(UMKM), usaha kecil adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, yang
dilakukan oleh orang perseorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak
perusahaan atau bukan cabang perusahaan yang memiliki, dikuasai atau menjadi
bagian baik langsung maupun tidak langsung dari usaha menengah atau usaha besar
yang memenuhi kriteria. JM Keripik merupakan salah salah UMKM yang bergelut
dibidang produksi dan penjualan. IFRS merupakan seperangkat standard yang
dikeluarkan oleh Dewan Standard Akuntansi Internasional (IASB). IFRS berguna untuk
menyusun laporan keuangan yang dapat diterima di dunia Global. Penulis tertarik untuk
mengetahui pencatatan keuangan JM Keripik dan apakah perlu merekomendasikan IFRS
pada UMKM JM Keripik. Metode penelitian yang digunakaan penulis adalah kualitatif
yaitu observasi dan wawancara. Dari hasil penelitian banyak terdapat pencatatanpencatatan yang kurang terperinci, UMKM JM Keripik hanya memilki empat macam
pencatatan yaitu pencatatan mengenai: 1.Stock barang, 2.Supliyer, 3.Costumer dan
4.Stock toko, pencatatan ini hanya dapat dimengerti oleh pemilik JM Keripik. Sebaiknya
pemilik UMKM JM Keripik mengganti laporan keuangan yang sederhana ke laporan
keuangan yang semestinya dan yang berbasis IFRS karena IFRS membawa dampak
positif bagi UMKM dan merupakan standar akuntansi keuangan yang digunakan dunia
global.
Kata Kunci : UMKM, IFRS, JM Keripik
ABSTRACT
Act number 20 of 2008 concerning the Macro Small and Medium Enterprises, small
businesses are productive economic activities that stand alone, carried out by an
individual or business entity that is not a subsidiary or not a branch of the company that
owns, controlled or become part either directly or indirectly from medium or large
businesses that meet the criteria. JM Keripik which deals in the field of production and
sales. IFRS is a set of standards issued by the International Accounting Standards Board
(IASB). IFRS is useful for preparing financial statements that is acceptable in the global
world. Authors interested in knowing the financial records of JM Keripik and whether to
recommend IFRS on JM Keripik. The research method is qualitative author of
observation and interviews. From the research there are many registries are less detailed,
JM Keripik has only four kinds of recording is recording about: 1.Stock goods,
2.Supliyer, 3.Costumer and 4.Stock shop, registration can only be understood by the
owner of JM Keripik. JM Keripik owners should replace the simple financial reports to
the appropriate financial statements and IFRS-based IFRS for Macro Small and Medium
Enterprises had a positive impact and a financial accounting standards global world.
Keywords : UMKM, IFRS, JM Keripik

I.

PENDAHULUAN
Undang-undang nomor 20 tahun 2008 tentang Usaha Makro Kecil Menengah
(UMKM), usaha kecil adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, yang
dilakukan oleh orang perseorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak
perusahaan atau bukan cabang perusahaan yang memiliki, dikuasai atau menjadi bagian
baik langsung maupun tidak langsung dari usaha menengah atau usaha besar yang
memenuhi kriteria. JM Keripik mrupakan salah salah UMKM yang bergelut dibidang
produksi dan penjualan, di era persaingan global dan MEA (Masyarakat Ekonomi
ASEAN) ini UMKM JM Kripik harus mampu bersaing dengan para penjual dari dalam
negeri maupun dari luar negeri sehingga usaha JM Keripik dapat bertahan.
Pengelola/pemilik UMKM harus dapat menguasai dan mengerti tentang pengelolaan
keuangan sebuah UMKM, Bahri & Piere (2017) mengatakan bahwa pemahaman
tentang praktek bisnis atau keuangan dapat berguna dalam mengelola kinerja UKM.
UMKM dapat membantu pertumbuhan perekonomian suatu negara. Menurut
Thurik & Wennekers (2004) kewirausahaan (UMKM) diakui sebagai driver untuk
pertumbuhan ekonomi, daya saing dan penciptaan lapangan kerja. UMKM juga
dapat menarik investor dari luar negeri untuk menanamkan modal mereka jika usaha
yang dijalankan terus menagalami peningkatan dan mengekspor ke negara-negara
lain. Untuk mendapat pinjaman bank, koperasi, bantuan pemerintah dan agar dapat
bekerja sama dengan invertor asing maka UMKM harus mempunyai lapaoran
keuangan yang baik dan benar dan dapat dimengerti oleh semua golongan baik di
dalam negeri maupun diluar negeri. Kardan, Salehi, & Abdollahi (2016) mengatakan
Sebagai output sistem akuntansi keuangan (laporan keuangan) selalu dianggap
penting oleh investor, kreditur dan pemerintah.
Ikatan akuntansi Indonesia (IAI) telah menetapkan pada tahun 2012 untuk
konvergensi penuh Pernyataan Standar Akuntansi (PSAK) dengan Internasional
Financial Reporting Standard (IFRS). Thurik & Wennekers (2004) Menyimpulkan
bahwa peran sentral (utama) pemerintah dalam perekonomian bagi wirausaha
(UMKM) pada dasarnya adalah memungkinkan. Dengan adanya aturan ini otomatis
UMKM harus mengikuti peraturan yang ada yaitu menggunakan IFRS dalam pelaporan
keuangan meraka. IFRS merupakan seperangkat standard yang dikeluarkan oleh Dewan
Standard Akuntansi Internasional (IASB), yaitu suatu badan penentu standard
internasonal di London (Ankarath et al, 2012: 2). IFRS berguna untuk menyusun laporan
keuangan yang dapat diterima di dunia Global. Standar akuntansi yang berlaku di
Indonesia terdiri atas empat standar, sering disebut 4 Pilar Standar Akuntansi yaitu
Standar Akuntansi Keuangan, Standar Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa Akuntabilitas
Publik (SAK ETAP), Standar Akuntansi Keuangan Syariah (SAK Syariah), dan Standar
Akuntansi Keuangan Pemerintahan (SAP). Masing-masing standar memiliki karakteristik
dan kegunaan yang berbeda baik sisi entitas, perlakukan akuntansi, dan cara
menggunakannya.
JM Keripik merupakan salah satu UMKM yang berada di Indonesia tepatnya di
kota Solo (Surakarta) . JM Keripik berbagai macam olahan keripik, Sebagai salah satu
UMKM yang memiliki omset penjualan kurang lebih Rp 100.000.000,00 per bulan, maka
sangat menarik bagi penulis untuk mengetahui pencatatan keuangan yang selama ini
digunakan.

II.

METODE PENELITIAN
Metode penelitian yang digunakaan penulis adalah kualitatif yaitu menggunakan
teknik pengumpulan data kualitatif yaitu observasi dan wawancara (interview). Data
Primer bersumber dari UMKM JM Keripik dengan menggunakan metode observasi dan

wawancara (interview), sedangkan data sekunder bersumber dari berbagai buku, karya
ilmiah dan informasi lainnya yang berkaitan dengan penelitian ini.
III.

HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Profil UMKM JM Keripik
JM Keripik terletak di daerah Pajang, Solo (Surakarta) Indonesia, didirikan pada
tahun 1975 oleh Bapak Djumadi, saat ini JM Keripik dikelola oleh keturunan kedua yaitu ibu
Dewi Wibisono. Pada awal pendirian di tahun 1975 modal awal dari usaha ini adalah Rp
10.000,00 dan terbatas hanya memproduksi usus goreng. JM Keripik diteruskan oleh ibu
Dewi Wibisono dan berjalan sekitar lima tahun terakhir. Perjalanan usaha JM Kripik
berfluktuasi, namun tidak sampai merugi dan berhenti, hal tersebut dikarenakan pesaing yang
bertambah banyak. Adanya kendala-kendala yang dialami oleh JM Keripik, Pemilik usahapun
berusaha mencari ide-ide (berinovasi) untuk pengembangan produk-produk baru agar terus
bertahan dan bersaing di pasaran, hingga sekarang JM Keripik tidak hanya memproduksi usus
goreng, namun juga ada Keripik cakar, Keripik paru, Keripik belut tebal, Abon manis, Abon
pedas, Ragi manis, Ragi pedas, Rambak kotak, Rambak panjang, Tempe keripik, Layur, Onde
coklat, Onde moka, Tembolok, Intip asli, Keripik belut tipis, Intip manis, Intip asin.
Tempat produksi JM Keripik menjadi satu lokasi dengan toko JM Keripik. JM keripik
pernah membuka cabang berupa kios di pasar Jongke namun sepi pembeli, pembeli lebih
mengetahui lokasi produksi JM Keripik dan langsung datang untuk membeli di lokasi
produksinya. Menurut ibu Dewi Wibisono, dia tidak memiliki perencanaan bisnis yang bagus
hanya mengikuti keadaan pasar dan jika dirasa menemukan inovasi produk baru dan belum
ada di pasaran maka pemilik akan mencoba memproduksinya jika laku maka akan diteruskan
namun jika tidak laku maka tidak akan dilanjutkan. UMKM JM Keripik Setelah dikelola oleh
ibu Dewi Wibisono melakukan usaha penambahan modal, modal untuk pengembangan yaitu
dari modal pribadi, pinjaman bank, dan bantuan KUB. JM Keripik sudah mengantongi
sertifikat halal dari MUI yang harus di update setiap 2 tahun sekali dan ijin usaha oleh dinas
setempat. Investasi yang dilakukan saat ini sebatas pada penggantian alat-alat penggorengan
setiap 3 bulan sekali dan pengembangan produk. Dua tahun terakhir ini omzet penjualan
sebesar kurang lebih Rp 100.000.000,00 per bulan. Keinginan pemilik untuk kedepannya
adalah JM Keripik terus bertahan dan berkembang di tengah persaingan pasar yang semakin
ketat, juga mampu bersaing dipasar global dan mampu menyerap banyak tenaga kerja.
B. Pencatatan keuangan yang digunakan di UMKM JM Keripik
Hasil observasi langsung dilapangan peneliti menyimpukan bahwa pencatatan keuangan
dari UMKM JM Kripik masih sederhana pencatatan dilakukan setiap hari yaitu berupa
pencatatan kas masuk dan kas keluar, namun ada beberapa pencatatan yang sudah menuju ke
pencatatan akuntansi yang sebenarnya namum belum optimal. Pencatatan akuntansi secara
sederhana ini dilakukan oleh pemilik UMKM JM Keripik karena dianggap mudah untuk
dipahami. Pencatatan- pencatatan yang dilakukan berupa :
1. Pencatatan Stock Barang
Pencatatan ini dilakukan untuk mengetahui stock barang masuk dan keluar dan stock
barang yang tersisah di gudang.
2. Pencatatan Supliyer
Pencatatan ini dilakukan Untuk mengetahui berapa banyak jumlah supliyer, barang apa
saja yang didstibusi oleh supliyer, banyaknya barang (berat), harga satuan masing-masing
barang yang didistribusi oleh supliyer, tagihan jika pembeliannya secara kredit, setoran
atau pelunasan pembayaran kredit dan pencacatan sisa utang jika belum melunasi secara
penuh.
3.

Pencatatan Costumer
Pencatatan ini dilakukan untuk mengetahui Barang apa saja yang dibeli oleh costumer,
jumlah barang yang dibeli oleh costumer (berat), harga satuan dari masing-masing

4.

barang, tagihan angsuran jika costumer membeli secara kredit , dan sisa utang jika
custumer belum mebayar pembelian kredit secara penuh.
Pencatatan Stock Toko
Dalam pencatatan stok toko berbeda dengan pencatatan stock barang. Pencatatan stock
toko merupakan pencatatan yang dilakukan untuk mengetahui persediaan barang awal di
toko, penambahan barang di toko, penjualan barang bisa di jual secara kredit atau tunai
diisi pada kolom lain-lain dan pesediaan akhir toko.
Berdasarkan hasil observasi mengenai pencatatan pada UMKM JM Keripik
masih banyak terdapat kekurangan seperti tidak adanya pencatatan untuk investasi tanah,
bagunan, peralatan maupun perlengkapan. Masih ada pencatatan yang digabungkan yang
semestinya dalam akuntansi harus dipisahkan salah satu contoh adalah pencatatan utang
dan piutang disatukan dalam pencatatan suplier dan lain sebagainya. Masih banyak
pencatatan-pencatatan yang lain yang kurang terperinci karena UMKM JM Keripik hanya
memilki empat macam pencatatan yaitu 1. Pencatatan stock barang, 2. pencatatan
supliyer, 3. Pencatatan Costumer dan 4. Pencatatan stock toko. Dilihat secara garis besar
pencatatn ini hanya dapat dimengerti oleh pemilik JM Keripik.

C. Rekomendasi bentuk pencatatan keuangan yang dapat digunakan di UMKM
Keripik berbasis International Financial Reporting Standards (IFRS).

JM

Berdasarkan observasi langsung penulis setelah mengetahui pencatatan keuangan
yang digunakan oleh pemilik JM keripik, rekomendasi dari penulis adalah menggunakan
pencatatan siklus akuntansi dagang berbasis IFRS. Pencatatan tersebut direkomendasikan
karena melihat jumlah produksi dari JM Keripik sangat banyak dan bervariasi, sehingga
siklus akuntansi dagang dinilai dapat membantu pemilik dalam mengontrol stock sekaligus
mencatat penerimaan dan beban-beban yang dikeluarkan, selain itu penulis juga
menyarankan untuk membuat laporan keuangan berbasis IFRS, karena IFRS merupakan
standar akuntansi keuangan yang dipake dunia global sehingga jika UMKM ini berkembang
dengan sangat pesat dan menarik invertor asing untuk menanamkan modal, UMKM ini tidak
lagi bingung dan susah dalam membuat laporan keuangan yang dimegerti secara global dan
laporan keuangan berbasis IFRS juga merupakan laporan keuangan yang direkomendasikan
oleh pemerintah. Daynandn, Dark, Mike, Karahan (2016) secara keseluruhan hasil penelitian
mereka menunjukan bahwa adopsi IFRS meningkatkan kualitas pelaporan keuangan suatu
usaha. selain itu tujuan dari IFRS adalah untuk memastikan bahwa laporan keuangan dan
laporan internal perusahaan untuk periode yang dimaksud dalam laporan keuangan tahunan
berisi informasi akurat dimana:
1. Terbuka/transparan bagi pengguna dan dapat membandingkan dengan periode
yang disajikan.
2. Sebagai permuliaan untuk akuntansi yang berbasis IFRS
3. Dihasilkan dengan biaya yang terjangkau dan tidak melebihi manfaat para
pengguna.
Siklus akuntansi perusahaan merupakan suatu proses membuat laporan keuangan
perusahaan dalam suatu periode tertentu. Biasanya siklus akuntansi berawal dari transaksi
hingga pada pembuatan laporan keuangan perusahaan yang kemudian dilanjutkan dengan
adanya saldo yang ditutup dengan closing entry (jurnal penutup) atau sampai pada jurnal
pembalik.
Pemilik JM Keripik sangat antusias dengan rekomendasi pencatatan penulis,
sehingga selama beberapa jam pemilik meminta dijelaskan tentang tahapan dari apa yang
harus pemilik siapkan dan lakukan jika menggunakan model rekomendasi tersebut. Tahaptahap yang di jelaskan antara lain :
1. Tahap pencatatan
a) Pembuatan atau penerimaan bukti transaksi.
b) Pencatatan dalam jurnal.
c) Pemindahbukuan (posting) ke buku besar.

2.

Tahap pengikhtisaran
a) Pembuatan neraca saldo.
b) Pembuatan neraca lajur dan jurnal penyesuaian (jika diperlukan)
c) Penyusunan laporan keuangan.
d) Pembuatan jurnal penutup.
Sedangkan kelengkapan yang digunakan untuk memulai siklus akuntansi dagang
yaitu dengan menyiapkan dokumen-dokumen yang digunakan dalam perusahaan dagang
antara lain: faktur pembelian, bukti permintaan dan bukti pengeluaran barang dari gudang,
faktur penjualan, bukti pengeluaran kas, dan bukti penerimaan kas,
a. Dokumen Transaksi
1) Faktur Pembelian, sebagai bukti transaksi pembelian barang dagang.
2) Bukti Permintaan dan Pengeluaran Barang Gudang, sebagai bukti transaksi
penerimaan dan pengeluaran barang dari gudang.
3) Faktur Penjualan, sebagai bukti transaksi penjualan.
4) Bukti Pengeluaran Kas, sebagai bukti transaksi pembayaran hutang, gaji, dan
pembayaran lainnya.
5) Bukti Penerimaan Kas, sebagai bukti transaksi penerimaan kas dari piutang, penjualan
tunai, dan penerimaan kas dari transaksi lainnya.
b. Buku-Buku Harian yang Digunakan
1) Jurnal Pembelian, untuk pencatatan transaksi pembelian barang dagang secara kredit.
2) Jurnal Penjualan, untuk mencatat transaksi penjulan barang dagang secara kredit.
3) Jurnal Pengeluaran Kas, dan Jurnal Penerimaan Kas.
4) Memorial untuk mencatat adanya prive dan retur penjualan maupun pembelian.
5) Buku Besar, sebagai tempat menggolongkan dan mengikhtisarkan transaksi.
6) Kartu Sediaan, Kartu Hutang dan Kartu Piutang, sebagai buku-buku pembantu.
7) Akun-Akun yang Digunakan
8) Sediaan Bahan Baku, sebagai tempat mencatat transaksi pembelian bahan baku.
Daftar akun yang penulis identifikasi dari kegiatan keuangan JM Keripik yaitu :
Tabel 1 : Daftar akun
110
111
112
113
115
130
131
132
133
134
210
211
310
311
410
411
412
510
511
512
610
611
612

Kas
Piutang Usaha
Cadangan kerugian piutang
Persediaan barang dagang
Perlengkapan
Peralatan
Tanah
Gedung
Kendaraan
Mesin
Hutang Dagang
Hutang Bank
Modal JM
Prive
Penjualan
Retur Penjualan
Beban angkut penjualan
Pembelian
Beban angkut pembelian
Potongan pembelian
Beban gaji
Beban iklan
Beban Listrik dan Telepon

613

IV.

Beban lain-lain

Kesimpulan
Dari pembahasan observasi langsung ke UMKM JM Keripik dapat disimpulkan
bahwa JM Keripik sebenarnya telah melakukan pencatatan keuangan sederhana, ada beberapa
pencatatan yang sebenarnya sudah mengarah pada standar akuntansi keuangan namun dengan
format yang lebih sederhana yang lebih dipahami oleh pemilik JM Keripik. Pencatatan yang
dilakukan JM Keripik adalah: 1. Pencatatan stock barang , 2. pencatatan supliyer, 3.
Pencatatan Costumer dan 4. Pencatatan stock toko
Pemilik JM Keripik sangat antusias dengan rekomendasi yang ditawarkan dan
berusaha untuk memahami setiap langkah dari siklus akuntansi yang ditawarkan. Sebaiknya
pemilik UMKM JM Keripik mengganti laporan keuangan yang sederhana ke laporan
keuangan yang semestinya dan yang berbasis IFRS karena IFRS membawa dampak positif
bagi UMKM dan merupakan standar akuntansi keuangan yang dipake dunia global sehingga
jika UMKM ini berkembang dengan sangat pesat dan menarik invertor asing untuk
menanamkan modal, UMKM JM Keripik tidak lagi bingung dalam membuat laporan
keuangnya. Pemerintah telah menetapkan peraturan tentang IFRS sejak tahun namun UMKM
ini belum mengetahui tentang IFRS, adapun kendala dalam penerapan IFRS yaitu
memerlukan waktu yang cukup lama, karena harus benar-benar dimengerti oleh pemilik dan
memerlukan pelatihan oleh sebab itu UMKM harus lebih diperhatikan oleh pemerintah.

UCAPAN TERIMAKASIH
Penulis haturkan limpah terimakasih kehadirat Tuhan Yang Maha Esa dan
Terselesaikannya artikel ilmiah ini tidak lepas dari dukungan dan bantuan berbagai pihak. Penulis
meyampaikan terimakasih kepada pemilik JM Keripik yaitu ibu Dewi Wibisono yang sudah
mererima dan menjelaskan tentang usaha ini kepada penulis dengan sangat baik, penulis juga
berterimakasih kepada ibu Irmawati, S.Pd, dan Ibu Ludfu Isna, S.Pd yang telah banyak membantu
penulis dalam penulisan prosiding ini.

DAFTAR PUSTAKA

Admin KeulSM. (2017, 1 Januari). Pengelolaan Keuangan bagi UKM. Diperoleh 1 Januari 2017,
dari http://keuanganlsm.com/pengelolaan-keuangan-bagi-ukm.com.
Bahri, M., St-Piere, J., & Sakka, O. (2017). Performance Maesurement And Management For
Manufacturing SMEs a Financial statement – based system. Measuring Business Excelence,
21 (1), 17-36.
Daynandn, A., Dark, H., Mike, I., & Karahan, G. (2016). IFRS and Accounting Quality : Legal
Origin, Regional, and Disclousure Impacts. Internasional Journal Of Accounting and
Information Management, 24 (3), 296-316.
Ankarath, Nandakumar, et al. (2012). Memahami IFRS Standar Pelaporan Keuangan
Internasional. Jakarta. PT Indeks.
Kardan, B., Salehi, M., & Abdollahi, R. (2016). The relationship between the outside financing
and the quality of financial reporting: evidence from Iran. Journal of Asia Business
Studies, Vol. 10 (1), 20-40.
Ikatan Akuntan Indonesia. (2012). Standar Akuntansi Keuangan: Entitas Tanpa Akuntabilitas
Publik (ETAP). Jakarta.

Ikatan Akuntan Indonesia. (2012). Standar Akuntansi Keuangan (SAK). Jakarta.
Thurik, R., & Wennekers. (2004). Entrepreneurship, Small Business And Economic Growth.
Journal of small business and enterprise devolopment , 11 (1), 140-149.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2008. Tentang Usaha Mikro, Kecil, dan
Menengah. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.

Judul: Akuntansi Internasional Teori Akuntansi

Oleh: Nur Afifah


Ikuti kami